Anda di halaman 1dari 3

KARAKTERISTIK PASIEN TB PARI DI PUSKESMAS KEDAWUNG II TAHUN 2018

ABSTRAK
Latar Belakang:
Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh
Mycobacterium tuberculosis. World Health Organization (WHO) memperkirakan
bahwa satu pertiga penduduk dunia telah terdiagnosis bakteri Tuberkulosis. Menurut
laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2016, prevalensi TB paru di
Indonesia yang terdiagnosis yaitu sebesar 0,4%. Di Sulawesi Utara, prevalensi TB
paru yang terdiagnosis ialah sebesar 0,3%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
karakteristik pasien TB paru di Puskesmas Tuminting Manado dengan menggunakan
metode deskriptif. Data dikumpulkan menggunakan rekam medis dengan jumlah
sampel sebanyak 196. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien TB paru
terbanyak terdiri dari 39,8% kelompok umur 26-45 tahun, 55,1% jenis kelamin laki-
laki, 54,1% BTA sputum 3+, dan seluruh pasien merupakan tipe kasus baru serta
menggunakan pengobatan Kategori I. Sebanyak 99% pasien telah berobat teratur,
seluruh pasien mencapai pengobatan tahap awal dengan hasil BTA (-) dan 95,4%
hasil akhir pengobatan ialah sembuh.
Metode :

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif degan
pendekatan retrospektif. Besar sampel pada penelitian ialah .... pasien yang ditentukan
dengan cara total sampling, yaitu seluruh pasien TB paru yang berobat di Puskesmas
Kedawung II, Sragen. Data yang digunakan berasal dari rekam medis TB-01 pasien
pada tahun 2018 kemudian data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisa secara
deskriptif dan ditampilkan dalam bentuk tabel.

Hasil :
PENDAHULUAN

Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit infeksi pada organ paru yang disebabkan oleh

bakteri Mycobacterium tuberculosis. World Health Organization (WHO) memperkirakan

kurang lebih satu per tiga penduduk dunia terinfeksi oleh M. tuberculosis dan 10% di antaranya

mempunyai risiko untuk sakit. Secara global pada tahun 2016 terdapat 10,4 juta kasus insiden

TBC yang setara dengan 120 kasus per 100.000 penduduk. Negara yang memiliki insidensi

tertinggi didunia yaitu India, Indonesia, China, Philipina, dan Pakistan. Sebagian besar angka

kejadian TBC tahun 2016 berada dikawasan Asia Tenggara sekitar 45% termasuk didalamnya

adalah Indonesia.

Pada tahun 2017 jumlah kasus baru TB di Indonesia sebanyak 420.994. Menurut survey

Riskesdas tahun 2013, prevalensi tertinggi berdasarkan usia pada usia dewasa keatas.

Berdasarkan jenis kelamin, jumlah kasus baru TBC tahun 2017 laki-laki memiliki perbandingan

1,4 kali dibandingkan pada perempuan karena kemungkinan laki-laki sering terpapar asap rokok

dan kurang patuh dalam pengobatan Tb. Berdasarkan Survei Prevalensi Tuberkulosis tahun

2013-2014, prevalensi TBC dengan konfirmasi bakteriologis di Indonesia sebesar 759 per

100.000 penduduk berumur 15 tahun ke atas dan prevalensi TBC BTA positif sebesar 257 per

100.000 penduduk berumur 15 tahun ke atas.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyajikan data mengenai karakteristik pasien

tuberkulosis paru di Puskesmas Kedawung II Sragen berdasarkan umur, jenis kelamin,

pemeriksaan BTA sputum, tipe penderita, kategori pengobatan, keteraturan berobat dan hasil

pengobatan.