Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIK MANDIRI TERSTRUKTUR

PENDAMPINGAN (PMTP)
AKADEMI KEBIDANAN BAKTI UTAMA PATI
TAHUN AKADEMIK 2017 /2018

Nama Mahasiswa : Aninda Desya Ramadani


NIM : 1317001
Mata Kuliah : Ketrampilan Dasar Kebidanan II
Jenis Kompetensi : Prinsip Pencegahan Infeksi
Perasat : Ganti Balut dan Heating Up
Semester/Kelompok : I/I

A. Latar Belakang (Alasan apa yang mendasari perasat tersebut dilakukan di tinjau
dari aspek fisiologis &patofisiologi serta dampak jika tidak dilakukan)
Luka adalah terputusnya kontinuitas atau hubungan anatomis jaringan sebagai
akibat dari ruda paksa. Luka dapat merupakan luka yang sengaja dibuat untuk tujuan
tertentu, seperti luka insisi pada operasi atau luka akibat trauma seperti luka akibat
kecelakaan (Mann ,2001).
Ganti balut yaitu mengganti balutan yang kotor dengan balutan yang bersih.
Dan heating up itu sendiri yaitu mengangkat/membuka jahitan pada luka yang djahit.
Heating up itu sendiri yaitu mengangkat/membuka jahitan pada luka yang di jahit.
Heating up yaitu tindakan yang dilakukan untuk mengangkat jahitan yang sudah
waktunya di angkat jahitanya agar tidak terjadi infeksi yang lebih parah pada luka.
Alasan dilakukanya ganti balut dan juga heating up yaitu agar luka bisa terindar dari
terkenanya infeksi pada luka.
Aspek fisiologis dari ganti balut dan juga heating up yaitu untuk tetap menjaga
kebersihan luka dan memastikan luka sampai benar-benar kering dan sembuh.
Aspek patofisiologis dari ganti balut dan heating up yaitu jika luka tidak tidak
di rawat kebersihanya dan juga memastikan apakah luka sudah kering atau belum
akan menyebabkan infeksi dan luka akan terkontaminasi oleh virus yang ada pada
balut luka.
Dampak jika ganti balut dan ga heating up tidak dilakukan maka luka akan
infeksi karena balutan luka tidak di ganti, karena jika balutan luka tidak di ganti maka
akan menyebabkan infeksi karena alutan bersifat lembab. Dan jika jahitan jika sudah
waktunya untuk di angkat tidak segera dilakukan tindakan pengangkatan jahitan maka
jahitan akan infeks dan bahkan membusuk.

B. Tujuan (Menggambarkan pencapaian dari perasat yang dilakukan secara khusus)


Tujuan ganti balut :
1. Meningkatkan penyembuhan luka dengan mengabsorbsi cairan dan dapat menjaga
kebersihan luka
2. Melindungi luka dari kontaminasi
3. Dapat menolong hemostatis ( bila menggunakan elastis verband )
4. Membantu menutupnya tepi luka secara sempurna
5. Menurunkan pergerakan dan trauma
6. Menutupi keadaan luka yang tidak menyenangkan

Tujuan HeatingUp
1. Mencegah terjadinya infeksi dari benang
2. Mencegah tertinggalnya benang

C. Indikasi ( Sasaran/obyek dari tindakan)


Indikasi pada ganti balut :
1. Pada balutan yang sudah kotor.
Indikasi pada HeatingUp
1. Luka jahit yang sudah waktunya di angkat jahitanya
2. Luka jahitan yang infeksi

D. Kontra Indikasi(Sasaran/obyek yang tidak boleh dilakukan tindakan)


Kontra Indikasi pada ganti balut :
1. Pembalut bersifat gelap, lembab yang memungkinkan mikroorganisme dapat
hidup.
2. Pembalut dapat terjadi iritasi karena adanya gesekan-gesekan dari pembalut itu
sendiri.
Kontra Indikasi Pada HeatingUp :
1. Benang bisa tertinggal di dalam luka
2. Terjadi Infeksi
E. Persiapan Alat& Bahan( Kebutuhan yang harus disediakan sesuai SOP)
Persiapan alat pada ganti balut dan Heating Up :
1. Persiapan ruangan Ruangan disiapkan sebaik mungkin
2. Persiapan alat:
a. Bak instrument kecil, didalamnya ada :
1) Handscoon steril
2) Pinset anatomis steril
3) Pinset chirugis
4) Gunting angkat jahitan
b. Bengkok
c. Gunting plaster
d. Tempat sampah medis
e. Baskom kecil
f. Handuk kecil
g. Troli
h. Kasa steril
i. Plester
j. Larutan NaCl
k. Betadine
l. Kapas alkohol
m. Larutan klorin
n. Perlak
o. Kurentang

F. Prosedur Pelaksanaan( Urutan sistematika dari tindakan)


Prosedur ganti balut :
1. Menyambut klien dengan sopan dan ramah
2. Memperkenalkan diri kepada klien
3. Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan dilakukan
4. Merespon terhadap reaksi klien
5. Menjaga privasi klien dengan bersifat sopan
6. Menyiapkan alat dan bahan, bawa ke dekat pasien
7. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
8. Mencuci tangan dengan 7 langkah
9. Memasang pengalas di bawah daerah luka
10. Memakai sarung tangan (perhatikan prinsip steril dan pencegahan infeksi)
11. Mengolesi plaster dengan kapas alcohol, agar mudah dan tidak sakit saat plaster di
buka
12. Membuka plaster dan kasa dengan menggunakan pinset
13. Mengkaji luka apakah luka tersebut masih basah apa sudah kering
14. Membersihkan luka dengan larutan antiseptik dengan menggunakan kasa terpisah
untuk setiap usapan, membersihkan luka dari area yang kurang terkontaminasi ke
area terkontaminasi gerakan dalam keadaan menjauh dari tepi luka
15. Membuang kasa yang sudah digunakan ke dalam bengkok
16. Mengeringkan luka dengan kasa yang baru
17. Memberikan salep antiseptik
18. Tutup luka dengan kasa steril dan memasang plaster
19. Merapikan pasien dan membereskan alat
20. Lepas sarung tangan, merendam dalam larutan klorin 0,5% selama 10menit
21. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk bersih
22. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
Prosedur HeatingUp :
1. Memberitahu pasien tindakan yang akan di lakukan
2. Menyiapkan alat dan mendekatkan kepada pasien
3. Memasang sampiran atau penutup tirai
4. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin
5. Memasang perlak di bawah daerah yang akan di lakukan perawatan
6. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, mengeringkan dengan handuk
bersih
7. Memakai sarung tangan
8. Mengolesi plaster dengan kapas alcohol, agar mudah dan tidak sakit saat plaster di
buka
9. Membuka plaster dan kassa menggunakan pinset
10. Mengkaji luka (menyakinkan luka kering)
11. Membersihkan luka dengan larutan antiseptic atau betadine
12. Membuang kassa yang sudah digunakan kedalam bengkok
13. Mengangkat dan menahan bagian luar jahitan dengan pinset denga menggunakan
tangan non dominan
14. Memotong benang dibawah simpul dengan gunting
15. Mencabut benang dari kulit secara perlahan
16. Melakukan tindakan antiseptic dan membuang kassa kedalam bengkok
17. Menutup luka dengan kassa dan di plaster
18. Merapikan pasien
19. Membereskan alat yang digunakan
20. Melepaskan sarung tangan
21. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, keringkan dengan handuk bersih
22. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan.

G. Kesimpulan, Saran & Advice(Evaluasi hasil pengetahuan, sikap, tindakan serta


prosedur tindakan praktikan)

H. Daftar Pustaka(Semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam
penulisan).

Kusmiyati, Yuni, SST.2007. Ketrampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan.Fitramaya.


Yogyakarta.

novianurjayanti.Ganti Baluta.2015

Pati, 4 Desember
Dosen Pendamping Praktikan
2017

( ) (Aninda Desya Ramadani)