Anda di halaman 1dari 50

BAB III

STUDI KASUS

I. Biodata
A. Identitas Pasien
1. Nama/Namaanggilan : An.JSW
2. Tempat tgl lahir/usia : Banjarmasin,26 April 2013
(5 tahun 8 bulan 13 hari)
3. Jenis kelamin : Laki-laki
4. A g a m a : Budha
5. Pendidikan : TK
6. Alamat : Jln.V, No.X
7. Tgl masuk/jam : 07 januari 2019 jam 11.30
8. Tgl pengkajian/jam : 08 Januari 2019 Jam 08.00
9. Diagnosa medik : DHF

B. Identitas Orang tua


Ayah/Orangtua
a. N a m a : Tn.A /Ny.R
b. U s i a : 40 thn/ 38 thn
c. Pendidikan : SMA/ SMA
d. Pekerjaan : Swasta/ Swasta
e. A g a m a : Budha/ Budha
f. Alamat : Jln.V, No.X
C. Identitas Saudara Kandung
No NAMA USIA HUBUNGAN STATUS KESEHATAN
1 An.MW 16th Saudara Kandung Sehat
2 An.RSW 12th Saudara Kandung Sehat

1
II. Riwayat Kesehatan
A. Riwayat Kesehatan Sekarang
Keluhan Utama : Badan Panas
Riwayat Keluhan Utama :
Orangtua Anak mengatakan anaknya sejak tanggal 3 januari demam terus
menerus dibawa ke dokter praktek, diberi obat penurun panas. Karena panas
anak naik turun kemudian ditanggal 5 januari 2019 dibawa lagi untuk kepraktek
dokter, kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya negatif
tipes, dokter juga menyarankan lanjutkan minum obat dirumah dan jika masih
demam sampai tanggal 7 januari 2019 dianjurkan untuk rawat inap di rumah
sakit. Kemudian tanggal 7 januari 2019 sekitar jam sebelas siang dibawa ke
Rumah sakit Suaka Insan karena masih panas dan dari hasil pemeriksaan positif
demam berdarah serta trombositnya dibawah normal, dianjurkan untuk rawat
inap di rumah sakit.
Keluhan Pada Saat Pengkajian :
Pada tanggal 8 januari 2019 jam 13.10 wita, Orangtua mengatakan “anaknya
lemes dan muda lelah, tidak mau mandi selama sakit, makan minum sudah mulai
mau, panas sudah tidak ada, tetapi saya bingung karena hasil laboratoriumnya
menunjukkan trombositnya menurun padahal anak saya sudah tidak panas lagi,
Orangtua juga bertanya “fase kritis dalam demam berdarah itu bagaimana? dan
apakah demam berdarah ini menular?”.

B. Riwayat Kesehatan Lalu ( khusus untuk anak usia 0 – 5 tahun)


1. Prenatal Care
Orangtua mengatakan selama kehamilannya selalu rajin kontrol ke dokter
praktek awalnya tiap bulan hingga setiap minggu sekali pada kehamilan tua,
selama masa kehamilan pada 3 bulan pertama ibu mengeluh mual-mual
kadang disertai muntah dan pusing, dokter hanya memberi vitamin dan obat
tambah darah dan dianjurkan terus mengkonsumsi susu khusus ibu hamil,
jangan bekerja terlalu berat dan terlalu lelah. Setelah melewati 3 bulan

2
semua mulai membaik dan biasa, tidak terpapar sinar radiasi apapun seperti
rontgen dan lain-lain selama hamil. Selama masa kehamilan kenaikan berat
badan saya sekitar 15 kilogram, riyawat imunisasi TT sekitar usia kehamilan
3 bulan. Golongan darah anak O sedangkan orangtua; ibu A dan Ayah O.
2. Natal
Orangtua mengatakan : anak saya lahir di Rs.XX dengan cara operasi sesar
ditolong oleh dokter spesialis kandungan karena lewat bulan, tidak ada juga
komplikasi saat melahirkan ataupun setelah melahirkan.
3. Post Natal
Orangtua mengatakan : anak saya lahir dalam keadaan sehat,tidak ada
kelainan ataupun gangguan, nilai AFGAR normal karena tidak lama
menangis dan tidak mengalami kebiruan dan tidak menggunakan oksigen.
4. Pasien pernah mengalami penyakit :
Orangtua mengatakan : anak saya pada usia dibawah 1 tahun sering sakit
karena alergi beberapa macam susu formula sehingga harus mengkonsumsi
susu khusus tetapi setelah 1 tahun alerginya tersebut hilang dengan
sendirinya tanpa mengkonsumsi obat.
5. Riwayat kecelakaan :
Orangtua mengatakan : anak saya tidak pernah mengalami kecelakaan dan
sejenisnya.
6. Riwayat mengkonsumsi obat-obatan berbahaya tanpa anjuran dokter dan
menggunakan zat/subtansi kimia yang berbahaya :
Orangtua mengatakan : anaknya tidak pernah mendapat dan menggunakan
obat kimia berbahaya apalagi tanpa resep dokter.
7. Perkembangan pasien dibanding saudara-saudaranya :
Orangtua mengatakan perkembangan anaknya yang ke 3 ini di bandingkan
saudara-saudaranya tidak jauh berbeda.

3
C. Riwayat Kesehatan Keluarga
Genogram :

Ket:

: Laki-Laki

: Perempuan

: Laki-laki meninggal

: Pasien

: Garis pernikahan

: Garis tinggal serumah

: Garis keturunan

I. RIWAYAT IMUNISASI (Imunisasi Lengkap)


No Jenis imunisasi Frekuensi Waktu Pemberian
1 BCG 1 kali 2 bulan
2 DPT (I, II, III) 3 kali 2, 4, 6 bulan
3 Polio (I, II, III, IV) 4 kali 0, 2, 4, 6 bulan
4 Campak 1 kali 9 bulan
5 Hepatitis 3 kali 0, 3, 6 bulan

4
II. RIWAYAT TUMBUH KEMBANG
A. Pertumbuhan Fisik
1) Berat badan : 19 kg
2) Tinggi badan : 112 cm
3) Waktu tumbuh gigi : usia 6 bulan ada 4 buah
B. Perkembangan tiap tahap: Orangtua pasien mengatakan “perkembangan
pasien cukup cepat dan pesat”
Usia pasien saat
1. Berguling : 3 bulan (normal)
2. Duduk : 6 bulan (normal)
3. Merangkak : 5 bulan (normal)
4. Berdiri : 10 bulan (normal)
5. Berjalan : 11 bulan (normal)
6. Senyum kepada orang lain pertama kali : 2 bulan (normal)
7. Bicara pertama kali : 8 bulan dengan menyebutkan kata ma-ma (normal)
8. Berpakaian tanpa bantuan 3 tahun (normal)

III. RIWAYAT NUTRISI


A. Pemberian ASI
Orangtua mengatakan : pemberian ASI sampai anak usia 4 bulan
B. Pemberian susu formula
1. Alasan pemberian : produksi ASI sedikit
2. Jumlah pemberian : sehari 3-4 kali pemberian sebanyak 200cc
3. Cara pemberian : menggunakan dot
4. Pola perubahan nutrisi tiap tahap usia sampai nutrisi saat ini
Usia Jenis Nutrisi Lama Pemberian
0 – 4 bulan 1. ASI 1) 4 bulan
5 – 6 bulan 2. Susu Formula 2) 2 bulan
7 – 12 bulan 3. Susu Formula, 3) 6 bulan
bubur dan sereal

5
1 - 3 tahun 4. Susu formula, 4) 2 tahun
sereal dan buah-
buahan, makanan
lunak
4 - sekarang 5. Susu formula,
5) 1 tahun sampai saat
makanan keras dan
ini
lauk pauk, sayuran,
buah-buahan

IV. RIWAYAT PSIKOSOSIAL


o Pasien tinggal bersama : kedua orangtua di rumah pribadi
o Lingkungan berada di : tengah pemukiman
o Rumah dekat dengan : rumah tetangga (±100 meter)
Tempat bermain : didalam rumah dan sesekali dihalaman sekolah
sepulang sekolah atau pada jam istirahat.
o Rumah ada tangga : ada di depan dan bagian samping kiri rumah
o Hubungan antar anggota keluarga : baik,saling mendukung.
o Pengasuh pasien : Anak sejak bayi di asuh oleh satu orang
pengasuh

V. RIWAYAT SPIRITUAL
o Support sistem dalam keluarga : baik, keluarga sangat mendukung dan
memberikan semangat kepada Anak.
o Kegiatan keagamaan : Anak menganut agama kepercayaan
ayahnya yang berbeda dengan Orangtuanya, tetapi Orangtua selalu
mendukung Anak mengikuti kegiatan keagamaan bersama ayahnya.

6
VI. REAKSI HOSPITALISASI
A. Pengalaman keluarga tentang sakit dan rawat inap
 Orangtua membawa pasiennya ke RS karena : Khawatir dengan kondisi
anaknya yang panas turun naik, dan sesuai anjuran dokter agar
mendapatkan perawatan yang cepat dan sesuai kebutuhan anaknya .
 Apakah dokter menceritakan tentang kondisi pasiennya : Dokter selalu
menceritakan kondisi yang dialami anak saya.
 Perasaan orang tua saat ini : merasa sedih dan cemas dengan kondisi
anaknya saat ini.
 Orang tua selalu berkunjung ke RS : orangtua awalnya meninggalkan
anak dengan pengasuh, tetapi setelah mengetahui kondisi anaknya
memutuskan untuk mendampingi anaknya selama masa perawatan.
 Yang akan tinggal dengan pasien : ke dua orangtuanya, ke dua kakaknya
dan seorang pengasuh.
B. Pemahaman pasien tentang sakit dan rawat inap
Anak mengatakan mau sekolah, mau main, mau pulang kerumah, di rumah
sakit ini tidak enak dan berisik.

VII. AKTIVITAS SEHARI-HARI


A. Nutrisi
Kondisi Sebelum sakit Saat sakit
Anak terkadang dapat
Anak mampu menghabiskan menghabiskan ½ porsi sampai 1
porsi makanan 1 porsi penuh porsi makanan yang disediakan
Selera makan
3x sehari terdiri dari nasi rumah sakit meski membutuhkan
sayur dan lauk pauk waktu yang lama.

7
B. Cairan
Kondisi Sebelum sakit Saat sakit
1. Jenis minuman 1) Air putih dan susu 1. Orangtua mengatakan saat
sakit masih minum air
walaupun sedikit
dipaksakan

2. Frekuensi minum 2) Kurang lebih 600-1000cc 2. Kurang lebih 800cc dalam


24 jam
3. Kebutuhan cairan 3) Terpenuhi 3. Tidak terpenuhi
4. Cara pemenuhan 4) Oral 4. Oral

C. Eliminasi (BAB & BAK)


Kondisi Sebelum sakit Saat sakit
1) Tempat pembuangan 1. Toilet 1) Toilet
2) Frekuensi (waktu ) 2. BAK 4-5 x 2) BAK sering
BAB 1x /hari BAB 1x /hari
3) Konsistensi 3. Kuning, lembek 3) Kuning, lembek
4) Kesulitan 4. Tidak ada 4) Tidak ada
5) Obat pencahar 5. Tidak ada 5) Tidak ada

D. Istirahat tidur
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Jam tidur Orangtua mengatakan Orangtua mengatakan
a. Siang anaknya biasa tidur siang 1 dirumah sakit pada siang hari
b. Malam sampai 2 jam dan pada anaknya lebih banyak tidur
2. Pola tidur malam hari mulai tidur jam karena lemes demikian juga
3. Kebiasaan sebelum 21.00 wita sampai jam 06.00 pada malam hari lebih cepat
tidur wita, tidak ada kebiasaan tidur karena suhu badannya

8
4. Kesulitan tidur khusus sebelum tidur dan tidak lagi panas dan biasanya
tidak pernah mengalami nonton kartun dulu sampai
kesulitan tidur, Anak tidur ketiduran.
tidak menggunakan kelambu
dan tidak menggunakan
lotion anti nyamuk.

E. Olah Raga
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Program olahraga Orangtua mengatakan Orangtua mengatakan
2. Jenis dan frekuensi anaknya tidak mengikuti anaknya tidak mengikuti
3. Kondisi setelah kegiatan olahraga apapun kegiatan olahraga apapun
olahraga

F. Personal Hygiene
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Mandi 1) Orangtua mengatakan 1. Orangtua mengatakan
a. Cara Anak mandi 2x dalam selama sakit anaknya tidak
b. Frekuensi sehari dikamar mandi mau mandi.
c. Alat mandi menggunakan sabun plus
sampho anak dibawah
shower dibantu oleh
pengasuh.
2. Cuci rambut 2) Anak selalu mencuci 2. Selama sakit tidak ada
a. Frekuensi rambut setiap kali mandi cuci rambut karena anak
b. Cara menggunakan shampoo menolak dan takut infus
anak dibantu pengasuh. basah

9
3. Gunting kuku 3) Anak biasa gunting kuku 3. Gunting kuku tetap 1x
a. Frekuensi 1x dalam seminggu dalam seminggu dibantu
b. Cara dibantu oleh pengasuh
terkadang Orangtua
sendiri.
4. Gosok gigi 4) Anak biasa gosok gigi 4. Selama sakit tidak ada
a. Frekuensi dibantu oleh Orangtuanya gosok gigi hanya
b. Cara ataupun oleh pengasuhnya berkumur-kumur saja
pada pagi hari dan pada
sore hari.
Masalah Keperawatan : Defisit Perawatan Diri

G. Aktivitas/Mobilitas Fisik
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Kegiatan sehari- 1) Orangtua mengatakan 1. Orangtua mengatakan
hari anaknya biasa sekolah pada hanya berbaring lemah
pagi hari, pulangnya istirahat ditempat tidur sambil
dan tidur siang kemudian menonton tivi.
main game dan nonton kartun
kesukaanya.
2. Hanya jadwal minum obat
2. Pengaturan 2) Selain sekolah Anak juga
jadwal harian mengikuti les membaca dan
berhitung 3x seminggu pada
sore hari
3. Penggunaan alat 3) Anak tidak menggunakan 3. Anak menggunakan kursi
bantu aktivitas alat bantu dalam aktivitas roda untuk berjalan2.
4. Kesulitan 4) Anak tidak mengalami 4. Anak sulit bergerak
pergerakan tubuh kesulitan dalam pergerakan karena terpasang infus
ditangan kanannya.

10
H. Rekreasi
Kondisi Sebelum Sakit Saat Sakit
1. Perasaan saat 1. Anak merasa senang disekolah 1) Tidak ada
sekolah karena bertemu teman dan
dapat bermin bersama

2. Waktu luang 2. Waktu luang dihabiskan 2) Tidak ada


dengan nonton tivi, bermain
dan les
3. Perasaan setelah 3. Senang 3) Tidak ada
rekreasi
4. Waktu senggang 4. Keluarga sesekali pergi jalan- 4) Tidak ada
keluarga jalan bersama.
5. Kegiatan hari libur 5. Kegiatan dihari libur biasanya 5) Tidak ada
bersama orangtua dan
saudaranya mengunjungi opa
dan oma atau sekedar bermain
dirumah.

VIII. PEMERIKSAAN FISIK


1. Keadaan umum Anak dengan kondisi sadar dan dapat berkomunikasi
dengan baik, Anak tampak lemah dan terbaring di tempat tidur, terpasang infus
RL 20 tpm di lengan sebalah kanan
2. Kesadaran : Compos mentis (GCS=E4V5M6)
3. Tanda – tanda vital
Tekanan darah : 90/60 mmHg
Denyut nadi : 100x/menit (Radialis)
Suhu : 36.30 C (Axilla)
Pernapasan : 24x/menit
Berat Badan : 19 kg
Tinggi Badan : 112 cm

11
Menggunakan rumus Interpretasi Status Gizi Berdasarkan Tiga Indeks
Antropometri (BB/U, TB/U, BB/TB) Standart Baku Antropometri WHO-NCHS
 TB/U : TB actual/ TB ideal x 100%
: 112 cm/ 114 cm x 100%
: 98 %
: Gizi baik

 BB/U : BB actual/ BB ideal x 100%


: 19 kg/20 kg x 100%
: 95%
; Gizi baik

 BB/TB : BB Aktual/ BB ideal menurut tinggi badan x 100%


: 19 kg/ 20kg x 100%
: 95 %
: Gizi baik

 CDC 2000 : BB Aktual/ BB ideal CDC x 100%


: 19 kg/ 20 x 1005
: 95 %
: Normal
4. Kepala
Keadaan rambut & Hygiene kepala Bentuk kepala normal, distribusi rambut
merata, rambut berwarna hitam, kulit kepala bersih, tidak teraba masa abnormal
Analisa : kondisi kepala Anak normal
5. Muka
Muka simetris antara bagian kiri dan kanan, bentuk wajah buat, tidak terdapat
lesi, tidak ada gerakan abnormal, ekspresi wajah datar, tidak ada nyeri tekan

12
6. Mata
Bentuk mata normal, tidak ada pembesaran bola mata, konjungtiva tidak anemis,
sklera tidak ikterik, pupil isokor 2mm/2mm dan bereaksi terhadap cahaya, Anak
tidak menggunakan alat bantu mata, terdapat lingkar hitam di bawah mata
Analisa : kondisi mata anak normal
7. Hidung & Sinus
Bentuk hidung simetris, tidak ada perdarahan, tidak ada deviasi septum, tidak
ada nyeri tekan
Analisa : Kondisi hidung anak normal.
8. Telinga
Bentuk normal, posisi simetris, tidak ada massa abnormal, tidak ada perdarahan,
tidak ada produksi serumen yang berlebihan, tidak ada penurunan fungsi
pendengaran dan tidak menggunakan alat bantu pendeng
aran.
Analisa : Kondisi telinga anak normal
9. Mulut
Warna bibir kemerahan, mukosa bibir kering, mukosa dalam mulut tidak ada
lesi, terdapat karies gigi pada gigi depan atas 2 dan depan bawah 2.
Analisa : Defisit perawatan diri.
10. Tenggorokan
Warna mukosa daerah tenggorokan kemerahan,nyeri tekan tidak ada, sakit saat
menelan tidak ada.
Analisa : Kondisi tenggorokan Anak normal
11. Leher
Tidak ada kaku kuduk, tidak ada pembesaran JVP, tidak ada lesi, tidak ada
deviasi trakea dan tidak ada pembesaran kelenjar tiroid.
12. Thorax dan pernapasan
a. Jantung
I : bentuk dada simetris, warna kulit normal, tidak ada jejas, ictus cordis
tidak tampak.
P: letak ictus cordis normal, teraba pada ICS 5 mid clavikula

13
P: Suara Perkusi pekak, batas jantung normal.
Kanan atas : ICS II linea parasternalis dekstra
Kanan bawah : ICS IV line parasternalis dekstra
Kiri atas : ICS II linea parasternalis sinistra
Kiri bawah : ICS IV linea medio clavicularis sinistra
A :Bunyi jantung I (lub) di trikuspid dan mitral, bunyi jantung II (dub) di
aortic dan pulmunal.
b. Paru
I : Pengembangan dada simetris, tidak menggunakan otot bantu
pernapasan, cuping hidung.
P : Tidak ada nyeri tekan, tidak teraba taktil premitus disebelah
kanan.
P : Perkusi sonor pada paru bagian kiri dan pekak pada paru
bagian kanan.
A : Suara napas vesikuler pada bagian paru kiri dan kanan.
13. Abdomen
I : Bentuk perut normal, tidak ada distensi abdomen, tidak ada edema
A : Bising usus 10 x/menit
P : Tidak ada nyeri tekan
P : Suara bising usus tympani

14. Genitalia dan Anus


Tampak bersih dan normal, tidak ada massa dan nyeri tekan pada alat kelamin
dan anus, pengeluaran urine (+) dan tidak terpasang kateter.
15. Ekstremitas
a. Ekstremitas atas
1) Motorik
 Pergerakan kanan / kiri : Normal, pergerakan tangan terbatas
 Pergerakan abnormal : Tidak ada pergerakan abnormal
 Kekuatan otot kanan/kiri : Normal, skala 5/5
 Tonus otot kanan/kiri : Normal, skala 5/5

14
 Koordinasi gerak : Pergerakan ekstremitas atas kanan
terbatas karena infus
2) Refleks
 Biceps kanan/kiri : Tidak dikaji
 Triceps kanan/kiri : Tidak dikaji
c. Sensori
 Nyeri : dapat merespon pada pengambilan sample darah
 Rangsang suhu : merespon saat tangan di pegang
 Rasa raba : dapat merasakan dan menyebutkan bagian tubuh
yang disentuh

b). Ekstremitas bawah


1) Motorik
Gaya berjalan : dapat berdiri menolak untuk berjalan,lemah
Kekuatan kanan / kiri : normal, skala 5/5
Tonus otot kanan/kiri : normal, skala 5/5
Refleks
KPR kanan/kiri : tungkai ekstensi kaki (normal)
APR kanan/kiri : plantar fleksi kaki kaki (normal)
2) Sensori
Nyeri : merespon terhadap pengambilan sample darah
Rangsang Suhu : dapat membedakan air hangat dan air dingin
Rasa raba : merespon ketika tangan di pegang.
16. Kulit
a. Inspeksi
1) Warna : putih dan cerah, tidak ada lesi dan tidak berminyak
2) Turgor kulit : elastis dan kembali dalam 2 detik
b. Palpasi
Kulit teraba hangat, tidak ada massa, dan benjolan.

15
17. Status Neurologi
Saraf – saraf cranial
a) Nervus I (olfaktorius) :dapat membedakan bau minyak kayu putih
b) Nervus II (optikus):tidak dikaji
c) Nervus III,IV,VI (oculomotoris, trochlearis, abducens)
- Konstriksi pupil : membesar dan mengecil saat diberi rangsang cahaya
- Gerakan kelopak mata : kelopak mata berkedip
- Pergerakan bola mata : bergerak sesuai arah
- Pergerakan mata ke bawah dan dalam : mampu bergerak keatas dan
bawah
d) Nervus V (Trigemus)
- Sensibilitas/sensori :dapat menyebut hangat dan dingin pada pipi
- Refleks dagu :rahang simetris, tidak ada kelemahan otot saat mengunyah
- Refleks kornea :mata langsung mengerjap pada sentuhan kapas diujung
kornes
e) Nervus VII (Facialis)
- Gerakan mimik : Anak tampak ingin menangis
- Pengecapan 2/3 lidah bagian depan :tidak dikaji
f) Nervus VIII (Acusticus)
Fungsi Pendengaran :mampu mendengar getaran hp
g) Nervus IX dan X (Glosopharingeus dan Vagus)
- Refleks menelan :ada
- Refleks muntah :ada
- Pengecapan 1/3 lidah bagian belakang :tidak dikaji
- Suara :-
h) Nervus XI (Assesorius)
- Memalingkan kepala ke kiri dan kanan :mampu menoleh ke kiri dan ke
kanan
- Mengangkat bahu :dapat mengangkat bahu
i) Nervus XII (Hypoglossus)
Deviasi lidah : tidak ada

16
Tanda – tanda perangsangan selaput otak
a) Kaku kuduk :tidak ada
b) Kernig Sign :tidak dikaji
c) Refleks Brudzinski :tidak dikaji
d) Refleks Lasegu :tidak dikaji

IX. PEMERIKSAAN TINGKAT PERKEMBANGAN ( 0 – 6 TAHUN)


Dengan menggunakan DDST
1. Motorik Kasar : Normal
2. Motorik Halus : Normal
3. Bahasa : Normal
4. Personal Sosial : Normal

17
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Nama : An.JSW
Hari/
Jenis Nilai
Tanggal/ Hasil Analisa
Pemeriksaan Normal
Jam
Hematologi
Hemaglobin 13,7 12-14 g/dl Normal
Hematokrit 37,2 37-43 % Normal
4000-
Leukosit 2,900 Normal
10000 / uL
Diakibatkan karena
virus berinteraksi
dengan trombosit, virus
menyebabkan
permeabilitas
(kemampuan dinding
pembuluh darah tembus
150.000-
cairan) pembuluh darah
Trombosit 116.000 400.000
meningkat sehingga
/uL
sebagian komponen
cairan darah dan sel
darah putih keluar ke
jaringan tubuh yang
menyebabkan
penurunan trombosit
Senin, 07
dalam darah.
Januari
2019 Sel darah merah atau
Jam 08.00 eritrosit berasal dari
wita Bahasa Yunani yaitu
erythros berarti merah
dan kytos yang berarti
selubung. Eritrosit
3.500.000-
5.000.00 adalah jenis sel darah
Eritrosit 4.500.000
0 yang paling banyak dan
Juta/ uL
berfungsi membawa
oksigen ke jaringan
tubuh. Sel darah merah
aktif selama 120 hari
sebelum akhirnya
dihancurkan.
MCV adalah ukuran
atau volume rata-rata
eritroit. MCV meningkat
jika eritrosit lebih besar
MCV 74.4 80-94 fl dari biasanya
(makrositik), misalnya
pada anemia karena
kekurangan vitamin
B12. MCV menurun

18
jika eritrosit lebih kecil
dari biasanya
(mikrositik) seperti pada
anemia karena
kekurangan zat besi
MCH adalah jumlah
rata-rata hemoglobin
dalam eritrosit. Eritrosit
yang lebih besar
(makrositik) cenderung
memiliki MCH yang
MCH 27.4 28-33 pq
lebih tinggi. Sebaliknya,
pada eritrosit yang lebih
kecil (mikrositik) akan
memiliki nilai MCH
yang lebih rendah.

MCHC adalah
perhitungan rata-rata
konsentrasi hemoglobin
di dalam eritrosit.
MCHC menurun
(hipokromia) dijumpai
pada kondisi di mana
hemoglobin abnormal
diencerkan di dalam
eritrosit, seperti pada
anemia dan kekurangan
MCHC 36.4 32-36 g/dL
zat besi dalam
talasemia. Peningkatan
MCHC (hiperkromia)
terdapat pada kondisi di
mana hemoglobin
abnormal terkonsentrasi
di dalam eritrosit,
seperti pada pasien luka
bakar dan sferositosis
bawan.

RDW-CV 12.6 11.5-14.5% Normal


Pemeriksaan golongan
darah dilakukan untuk
mengetahui golongan
darah yang dimiliki
klien sehingga
Golongan darah O
mempermudah untuk
menggolongkan darah
jika sewaktu waktu
darah klien mengalami
penurunaan

19
Darah positif terkena
IgM anti
Positif Negatif penyakit demam
Dengue
berdarah
Hal ini menunjukkan
adanya sifat primer atau
IgG anti Dengue Positif Negatif
awal dari infeksi
sekunder
Hematologi
Hemaglobin 12,5 12-14 g/dl Normal
Hematokrit 37,5 37-43 % Normal
4000-
Leukosit 5.400 Normal
10000 / uL
Diakibatkan karena
virus berinteraksi
dengan trombosit, virus
menyebabkan
permeabilitas
(kemampuan dinding
Selasa, 08 pembuluh darah tembus
150.000-
Januari cairan) pembuluh darah
Trombosit 106.000 400.000
2019 meningkat sehingga
/uL
Jam 10.00 sebagian komponen
wita cairan darah dan sel
darah putih keluar ke
jaringan tubuh yang
menyebabkan
penurunan trombosit
dalam darah.
3.500.000-
4.710.00
Eritrosit 4.500.000 Normal
0
Juta/ uL
MCV 72,5 80-94 fl
MCH 26,6 28-33 pq
MCHC 36,6 32-36 g/dL Normal
Hematologi
Hemaglobin 12,6 12-14 g/dl Normal
Normal
Hematokrit 37,8 37-43 %
4000-
Leukosit 5.900 Normal
Rabu, 09 10000 / uL
Januari Diakibatkan karena
2019 virus berinteraksi
dengan trombosit, virus
Jam 10.00 menyebabkan
wita 150.000-
permeabilitas
Trombosit 117.000 400.000
(kemampuan dinding
/uL
pembuluh darah tembus
cairan) pembuluh darah
meningkat sehingga
sebagian komponen

20
cairan darah dan sel
darah putih keluar ke
jaringan tubuh yang
menyebabkan
penurunan trombosit
dalam darah.
3.500.000-
4.690.00
Eritrosit 4.500.000 Normal
0
Juta/ uL
MCV 73,4 80-94 fl
MCH 28,6 28-33 pq Normal
MCHC 36,6 32-36 g/dL Normal

21
DRUGS STUDY
Nama Obat Indikasi Kontraindikasi Efek Cara Kerja Peran
dan Dosis samping Obat Perawat
dan Alur
Infus Ringer Mengembali Hipernatremia, Panas, infeksi Ringer lactat Memastika
Laktat kan kelainan ginjal, pada tempat adalah n klien
20 tetes keseimbanga kerusakan sel penyuntikan, komposisi dari tidak
permenit n elektrolit hati, laktat trombosis vena elektrolit dan memiliki
pada asidosis. atau flebitis konsistensinya hipernatre
dehidrasi. yang meluas yang sangat mia,
dari tempat serupa dengan kelainan
penyuntikan, yang dikandung ginjal,
ekstravasasi cairan kerusakan
ekstraseluler.Nat hati dan
rium merupakan laktat
kation utama asidosis.
dari plasma
darah dan
menentukan
tekanan
osmotic. Klorida
merupakan
anion utama dari
plasma darah.
Kalium
merupakan
kation
terpenting di
intraseluler dan
berfungsi untuk
konduksi saraf
dan otot.
Elektrolit-
elektrolit ini
dibutuhkan
untuk
menggantikan
kehilangan
cairan pada
dehidrasi dan
syock
hipovolemik
termasuk syock
perdarahan.
Terfacef Kegunaan Riwayat pernah Efek samping Terfacef Sebelum
2 x 750g Terfacef mengalami yang umum Injection pemberian
Intra Vena injection 1 g reaksi hipersensiti seperti diare, meningkatkan obat
(Ceftriaxone) vitas pada mual, muntah, kondisi pasien dilakukan
adalah untuk Ceftriaxone atau neutropenia, dengan skin test.

22
mengobati antibiotik eosinofilia, melakukan Setelah
berbagai golongan anemia, ruam, fungsi-fungsi dilakukan
penyakit cephalosporin pruritus, berikut : skint test
infeksi yang lainnya (misal demam, Membunuh observasi
disebabkan cefadroxil, menggigil, bakteri dengan tanda-tanda
oleh bakteri. cefalexin, dan peningkatan menggangu ruam pada
lain-lain). Pasien konsentrasi pembentukan kulit, dan
dengan riwayat serum AST, dinding sel gatal-gatal.
hipersensitif ALT, BUN, bakteri
terhadap reaksi lokal
penicillin dan pada tempat
obat antibakteri injeksi
golongan beta (misalnya rasa
laktam lainnya sakit, indurasi,
berisiko lebih ecchymosis,
besar mengalami dan nyeri).
reaksi
hipersensitivitas
terhadap
Ceftriaxone.
Infus Sanmol Obat yang Alergi Menyebakan Cara kerja Perlu
(bila klien digunakan parasetamol, kerusakan hati paracetamol memperhatik
demam) sebagai gangguan fungsi bila yang diketahui an ketepatan
100ml penurun hati dan penyakit penggunaan sekarang adalah waktu dan
demam hati, gangguan melebihi dosis, dengan cara dosis yang
untuk segala fungsi ginjal gagal ginjal menghambat diberikan,
usia dan serius, shock, gizi akut, reaksi kerja enzim perlu
pereda nyeri buruk hipersensitivit cyclooxygenase dilakukan
seperti sakit as, mual, (COX). Enzim pengecekan
kepala, sakit hipotensi ini berperan suhu pasien
gigi dan pada
nyeri ringan pembentukan
lainnya. prostaglandin
Sanmol yaitu senyawa
infusion penyebab nyeri.
mengandung Dengan
paracetamol, dihambatnya
obat yang kerja enzim
memiliki COX, maka
aktivitas jumlah
sebagai prostaglandin
antipyretic pada sistem
sekaligus saraf pusat
analgetic. menjadi
berkurang
sehingga respon
tubuh terhadap
nyeri berkurang.
Paracetamol
menurunkan

23
suhu tubuh
dengan cara
menurunkan
hipotalamus set-
point di pusat
pengendali suhu
tubuh di otak
Probiokids Suplemen Pasien yg Probiokid Penggunaan
1 x 1 sachet untuk dipasangi kateter Probiotik merupakan harus sesuai
perhari membantu vena sentral & tergolong suplemen yang dengan dosis
memelihara pasien pasca aman untuk berfungsi untuk yang
kesehatan bedah, terutama dikonsumsi. membantu dianjurkan,
saluran cerna ssdh op kolon & Pada kasus memelihara dapat
oral termasuk yang jarang sekaligus dikonsumsi
ekstraksi gigi; ggn terjadi, melindungi langsung
fungsi pankreas, suplemen ini saluran atau
diare akut dapat: pencernaan pada dicampurkan
berdarah yg berat anak, membantu pada
terutama pd bayi  Memicu fungsi makanan dan
& lansia, asidosis infeksi fermentasi pada susu.
D-laktat pd bayi, serius. usus bayi,
pasien ggn sistem  Memperbu menjaga
imun berat & ruk kondisi normalitas usus,
pasien dg sistem yang serta membantu
imun yg diderita fungsi saluran
tertekan/menurun; pasien cerna agar bisa
pasien pasca gangguan bekerja dengan
bedah. Anak <3 sistem normal.
thn dg sindrom kekebalan Mengandung
'short bowel'. tubuh. radix
 Menimbul codonopsis
kan pilosulae,
gangguan isatidis radix,
ringan bupleuri radix,
pada perut, scutellariae
seperti per radix, zingiberis
ut rhizoma, dan
kembung, paeoniae radix.
nyeri perut,
atau diare,
terutama di
beberapa
hari
pertama
setelah
mengonsu
msinya.

24
Obat ini Riwayat porfiria Efek samping Ranitidin adalah Perhatikan
Ranivel digunakan akut atau kelainan yang muncul suatu histamin dosis
2 x 1 Cth sebagai yang timbul saat biasanya sakit antagonis pemberian
pengoobatan proses kepala, tidak reseptor H2 dan
dan pembentukan enak badan, yang ketepatan
pemeliharaan heme/ bagian pusing, menghambat waktu
tukak hemoglobin yang mengantuk, kerja histamin pemberian,
duodenum tidak sempurna insomnia, secara pantau efek
dan lambung vertigo dan kompetitif pada samping
yang aktif, depresi reseptor H2 dan yang muncul
gejala refluk mengurangi setelah
gastrointestin sekresi asam pemberian
al dan lambung.ranitidi obat
digunakan n diabsorbsi
untuk 50% setelah
menangani pemberian
gejala dan peroral,konsentr
penyakit asi puncak
akibat plasma dicapai
produksi 2-3 jam setelah
asam pemberian dosis
lambung 150
yang mg.Absorbsi
berlebihan tidak
dipengaruhi
secara signifikan
oleh makanan
dan antasida,dan
disekresi
melalui urine.

25
DATA FOKUS
Data Subjektif

Keluhan saat pengkajian, Orangtua mengatakan “ anaknya lemes dan mudah


lelah, tidak mau mandi selama sakit, makan minum sudah mulai mau, panas
sudah tidak ada, tetapi saya bingung karena hasil laboratoriumnya menunjukkan
trombositnya menurun padahal anak saya sudah tidak panas lagi, Orangtua juga
bertanya “fase kritis dalam demam berdarah itu bagaimana? dan apakah demam
berdarah ini menular”.

Data Objektif
- Anak tampak lemah.
- Rambut tampak kusam,wajah lesu.
- Belum mandi pagi
- Menolak untuk mandi pagi
BP : 90/60 mmHg
R : 24 x/menit
P : 100 x/menit
o
T : 36,3 C
SPO2 : 97 %.
- Hasil lab Trombosit 106.000 menunjukan penurunan (8/1-2019).
- Orangtua tampak cemas
- Orangtua bertanya tentang masa kritis demam berdarah dan apakah demam
berdarah ini menular.

26
Patway Kasus
Virus dengue

Beredar didalam aliran darah

Infeksi virus (viremia)

Anak demam ± 3 hari dirumah,

Kebocoran plasma diruang Demam berdarah Dengue Kurang terpapar informasi


intravasculer tentang penyakit

Metabolism menurun Depresi sumsum tulang Defisit Pengetahuan


Lemah, mudah lelah, sakit kepala,nyeri otot
dan tulang
Trombosit kehilangan fungsi
agregasinya
ADL terganggu
Penurunan motivasi Penurunan jumlah trombosit

Defisit Perawatan Diri Tindakan Medis Risiko Perdarahan


Pemeriksaan Darah Rutin perhari

Hambatan Rasa Nyaman

27
Diagnosa Keperawatan
1. Resiko perdarahan dengan faktor resiko trombositopeni (106.000 )
2. Defisit Perawatan diri: mandi berhubungan dengan penurunan motivasi ditandai
dengan orangtua mengatakan anaknya tidak mau mandi selama sakit, anak tampak
lemah, rambut tampak kusam, wajah lesu, belum mandi pagi, menolak untuk mandi
pagi.
3. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi ditandai dengan
Orangtua tampak cemas, bertanya tentang masa kritis demam berdarah dan apakah
demam berdarah ini menular.
4. Hambatan rasa nyaman berhubungan dengan stimuli lingkungan yang mengganggu
ditandai dengan menangis setiap kali akan dilakukan pengambilan sample darah
untuk pemeriksaan darah rutin, tampak takut dan menghindari petugas yang datang
kekamar Anak, sering menolak berkomunikasi dan acuh dengan petugas kesehatan,
tindakan medis; pemeriksaan darah rutin perhari.

28
A. ANALISA DATA
DATA ETIOLOGI PROBLEM

Faktor Resiko: Infeksi virus dengue Resiko Perdarahan


- Trombositopenia :
106.000/uL depresi sumsum tulang

trombosit kehilangan
fungsi agregasinya

trombositopenia

Data Subyektif :
Orangtua mengatakan Infeksi virus dengue Defisit Perawatan diri:
anaknya masih lemes dan mandi
mudah lelah, selama sakit kebocoran plasma
tidak mau mandi
Metabolisme menurun
Data Obyektif:
- Anak tampak lemah. Lemah dan mudah lelah,
- Rambut tampak sakit kepala, nyeri otot dan
kusam, wajah lesu. tulang
- Belum mandi pagi
- Menolak untuk mandi ADL terganggu
pagi
Penurunan motivasi

29
Data Subyektif :

Orangtua mengatakan
- “saya bingung karena
hasil laboratoriumnya
Infeksi virus dengue Defisiensi Pengetahuan
menunjukkan
trombositnya menurun
Demam dengue
padahal anak saya
sudah tidak panas
Trombositopeni
lagi”.
- “fase kritis dalam
Program Pengobatan
demam berdarah itu
bagaimana? “.
Kurang terpapar informasi
- “apakah demam
tentang pengyakit
berdarah itu menular”.

Data Obyektif :
- Orangtua tampak
cemas
- Orangtua bertanya
tentang masa kritis
demam berdarah dan
apakah demam
berdarah ini menular.

30
Data Subyektif :

Orangtua mengatakan:
- “anak saya selalu
Infeksi virus dengue Hambatan rasa nyaman
takut dan menangis
ketika di ambil darah
Demam dengue
untuk pemeriksaan
laboratorium”.
- “pemeriksaan darah
Trombositopenia
dilakukan setiap hari.

Tindakan Medis
Data Obyektif :
(pemeriksaan darah
- Menangis setiap kali
perhari)
akan dilakukan
pengambilan sample
Stimuli lingkungan yang
darah untuk
mengganggu
pemeriksaan Lab.
- Tampak takut dan
menghindari petugas
yang datang kekamar
Anak.
- Sering menolak
berkomunikasi dan
acuh dengan petugas
kesehatan.
- Tindakan medis;
pemeriksaan darah
rutin perhari

31
B. Nursing Care Plan
Nama/ Umur : JSW
Kamar : Bangsal Teresa/ T2
Dokter : dr. G
Hari/Tanggal : Selasa,08 Januari 2019
Diagnosa Keperawatan I:
Risiko Perdarahan dengan Faktor risiko trombositopenia (106.000/uL).

Tabel 3.1 Nursing Care Plan Resiko Perdarahan

Patient outcome Intervention (NIC) Rationale Implementing Evaluation Paraf


(NOC)
Setelah dilakukan 1. Kaji tanda-tanda vital 1. Tanda-tanda vital 1) Mengkaji tanda-tanda vital Pukul 13.30 wita
tindakan sebagai acuan (pukul 08.10wita): S:
keperawatan mengetahui perubahan - Mengukur suhu pada axilla, Ibu anak mengatakan
selama 1x7 jam keadaan umum pasien T=36.3OC tidak ada perdarahan
tidak ada risiko - Mengukur nadi pada arteri gusi, mimisan, dan BAB
perdarahan radialis,P=100x/menit hitam
dengan kriteria - Mengukur tekanan darah
hasil : pada arteri brachialis O:
- Tanda-tanda Bp=90/60 BP: 90/60 mmhg
vital dalam - Menghitung P: 100x/menit
rentang normal; respiasi,R=24x/menit RR: 24x/menit
 Bp.95-107 T: 36,3°C
(sistol)/ 60- HB:12,5 g/dL
71 (diastole) 2. Kaji Anak untuk 2. Menentukan tingkat 2) Mengkaji Anak untuk Hematokrit: 37,5
 T.36.0C- menentukan bukti- keparahan perdarahan menentukan bukti-bukti Trombosit: 106.000 /uL
37.0C/axilla bukti perdarahan atau pada Anak sehingga perdarahan atau hemoragi

32
 P.80- hemoragi dapat menentukan (pukul 09.25 wita):
110x/menit intervensi selanjutnya - Petekie tidak ada A:
 R.22- - Epistaksis tidak ada Risiko Perdarahan
34x/menit - Melena tidak ada dengan Faktor risiko
trombositopenia tidak
- Tidak ada terjadi
perdarahan; 3. Catat 3. Mengetahui kadar 3) Mencatat
 Tidak ada hemoglobin,hematokr hemoglobin/hematocrit hemoglobin,hematokrit P:
petekie it, sebelum dan pasien (pukul 11.00 wita): 1. Observasi tanda-
 Gusi tidak sesudah - Tgl 08/1-2019; tanda vital
berdarah  Hb 12,5 g/dL 2. Pantau tanda-tanda
 Tidak ada  Hema 37,5 perdarahan
epistaksis - Tgl 07/1-2019; 3. Pantau nilai
 Tidak ada  Hb 13,7 g/dL trombosit
melena  Hema 37,2 4. Observasi tetesan
infus
- Trombosit 5. Anjurkan banyak
4. Pantau koagulasi 4. Untuk mengetahui minum air putih
meningkat 4) Memantau koagulasi darah
darah Anak kemmpuan darah 6. Anjurkan
sampai dengan Anak /jumlah trombosit, (pada
(prothrombin, dalam melakukan mengkonsumsi jus
normal; 150.000 pukul 09.30 wita)
thromboplastin proses pembekuan kurma dan jus jambu
s/d 400.000 - Tgl 08/1-2019;
fibrinogen, fibrin, darah sehingga tidak
dan jumlah  Tromb.116/ uL
terjadi pendarahan - Tgl 07/1-2019;
trombosit)
 Tromb.106/ uL

5. Observasi jumlah 5. Cairan intravena 5) Mengobservasi tetesan cairan


tetesan cairan membantu memenuhi intravena RL.( pada pukul 10.00
intravena kebutuhan cairan wita) :

33
 Infus RL 20
tetes/menit

Kolaborasi: Kolaborasi: Kolaborasi:


6. Berikan obat 6) Memberikan obat
6. Penggunaan agen
hemostatik farmakologi untuk  Probiokids 1 Sachet diberikan
menghentikan (pada pukul 08.00 wita)
perdarahan  Injeksi Terfacep 750 mg
intravenan pada pukul 09.00
wita
 Ranivel 1 Cth (5cc) diberikan
pada pukul 13.30 wita

34
Nama/ Umur : An.JSW
Kamar : Bangsal Teresa/ T2
Dokter : dr. G
Hari/Tanggal : Selasa, 09 Januari 2019
Diagnosa Keperawatan II:
Defisit Perawatan diri: mandi berhubungan dengan penurunan motivasi ditandai dengan orangtua mengatakan selama sakit
anaknya tidak mau mandi, anak tampak lemah dan mudah lelah, rambut kusam dan wajah lesu, belum mandi pagi dan menolak
mandi pagi.
Tabel 3.2 Nursing Care Plan Defisit perawatan diri
Patient outcome Intervention (NIC) Rationale Implementing Evaluation Paraf
(NOC)
Setelah dilakukan 1. Kaji tingkat ADL 1. Agar mengetahui tingkat 1 Mengkaji tingkat Pukul 10.40 wita
tindakan Anak kemampuan Anak dalam kemampuan ADL Anak S:
keperawatan bekerjasama dalam (pukul 08.40): Anak mengatakan segar
selama 1x1 jam perawatan diri Anak - Aktivitas dan
defisit perawatan latihan Anak sehari O:
diri teratasi dengan hari dilakukan  Anak tersenyum
kriteria hasil : dengan bantuan  Wajah tampak segar
- Anak bersedia keluarga ataupun  Rambut tertata rapi
untuk diseka atau pengasuh.  Baju bersih dan rapi
dimandikan  Anak harum dan wangi
- Wajah tampak
segar 2. Jelaskan pentingnya 2. Penjelasan yang mudah 2 Memberi penjelasan A:
- Rambut rapi menjaga kesehatan dipahami dan dengan pentingnya untuk Defisit perawatan diri: Mandi
tubuh cara yang disukai, akan menjaga kesehatan teratasi
menambah pengetahuan (pada pukul 08.50): P:
Anak tentang pentingnya - Memberitahu Anak 1. Anjurkan keluarga
perawatan diri sewaktu jika selalu menjaga menyeka Anak minimal

35
sakit. kebersihan akan sehari 1x
segera sehat, maka 2. Ganti baju Anak
akan cepat sembuh minimal 2x sehari atau
dan cepat pulang jika basah dan
dan bisa sekolah berkeringat banyak
lagi.(Anak setuju 3. Anjurkan menggunakan
untuk di seka) sikat gigi yang halus
dalam menggosok gigi
3. Sediakan air hangat 3. Untuk mencegah Anak 3 Menyiapkan air hangat 4. Obsevasi perawatan
merasa dingin, dan peralatan menyeka kebersihan diri setiap
melancarkan sirkulasi, lainnya (pukul 08.55) pagi
melemaskan otot kaku
dan nyeri serta memberi
rasa rileks

4. Bantu Anak dalam 4. Membersihkan Anak 4 Menyeka Anak


pemenuhan dari kotoran, keringat menggunakan air
kebersihan diri: Mandi dan microorganism yang hangat di atas tempat
menempel pada kulit tidur Anak dengan
yang kurang bersih posisi duduk (pukul
09.00)

5. Ganti pakaian Anak 5. Menghindarkan Anak 5 Mengganti baju Anak


dengan yang bersih dari bakteri atau dengan yang bersih dan
microorganism yang rapi (pada pukul 09.10
hidup ditempat yang wita)
kotor dan berkeringat

36
6. Sisir dan rapikan 6. Mengetahui hidrasi 6 Menyisir dan merapikan
rambut Anak rambut, kebersihan kulit rambut Anak (pukul
kepala, kelaian pada 09.10 wita)
rambut dan kepala serta
menciptakan keindahan
dan rasa nyaman pada
Anak

7. Ajarkan keluarga 7. Keluarga merupakan 7 Mengajarkan keluarga


dalam kebutuhan orang terdekat Anak, dan pengasuh cara
perawatan diri Anak support system yang menyeka Anak
positif akan memberikan (pukul.09.00)
dampak positif bagi
status kesehatan Anak

37
Nama/ Umur : An.JSW
Kamar : Bangsal Teresa/ T2
Dokter : dr. G
Hari/Tanggal : Selasa, 09 Januari 2019
Diagnosa Keperawatan III:
Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi ditandai dengan Orangtua tampak cemas, Orangtua bertanya
tentang masa kritis demam berdarah dan apakah demam berdarah ini menular

Tabel 3.3 Nursing Care Plan Defisiensi pengetahuan


Patient outcome Intervention (NIC) Rationale Implementing Evaluation Paraf
(NOC)
Setelah dilakukan 1. Kaji tingkat 1. Mengetahui tingkat 1. Mengkaji tingkat Pukul 14.00 wita
tindakan pengetahuan keluarga pengetahuan keluarga pengetahuan keluarga S:
keperawatan tentang penyakit tentang penyakit dhf, tentang dhf (pukul Orangtua mengatakan sudah
selama 1x45 menit, dan menentukan 13.00 wita): mengerti dan memahami
pengetahuan intervensi selanjutnya  Orangtua tentang penyakit demam
keluarga tentang mengatakan berdarah serta akan
demam dengue “demam berdarah mengikuti anjuran yang
adekuat dengan adalah demam disarankan
kriteria hasil : tinggi yang dapat
- Mampu membawa O:
menyebutkan kematian” Keluarga dapat
pengertian  Menyebutkan
demam berdarah 2. Kaji pemahaman 2. Mengidentifikasi sejauh 2. Mengkaji pemahaman pengertian demam
- Mampu keluarga tentang mana pemahaman keluarga tentang dhf berdarah dengan bahasa
menyebutkan penyakit keluarga dalam merawat (pukul 13.05 wita) sederhana
lebih dari 2 gejala Anak dengan dhf  Orangtua  Menyebutkan lebih dari
demam berdarah sehingga mudah dalam mengatakan dua gejala demam

38
- Mampu implemetasi nantinya “masih bingung berdarah
menyebutkan dengan demam  Menyebutkan cara
cara penularan berdarah, apa itu penularan demam
demam berdarah masa kritis berdarah
- Mampu demam berdarah  Menyebutkan bahaya
menyebutkan dan apakah demam berdarah
bahaya demam penyakit ini  Menyebutkan
berdarah menular” penanganan demam
- Mampu berdarah
menyebutkan  Menyebutkan cara
penanganan 3. Berikan edukasi 3. Pengetahuan yang 3. Memberikan edukasi pencegahan demam
demam berdarah tentang DHF kepada adekuat membantu menggunakan media berdarah
- Mampu keluarga proses penyembuhan leaflet kepada  Orangtua tampak
menyebutkan cara Anak, dan keluarga Orangtua (pada pukul antusias mendengarkan
pencegahan merupakan orang 13.10 wita) tentang : dan sesekali bertanya.
demam berdarah terdekat Anak yang a) Pengertian
dapat memberikan penyakit DHF A:
support system yang (demam berdarah) Defisiensi pengetahuan
positif Penyebab penyakit teratasi
DHF (Demam
Berdarah) P:
b) Klasifikasi dari a) Anjurkan keluarga
penyakit DHF melaksanakan edukasi
(Demam sesuai keadaan dan
Berdarah) kebutuhan
c) Tanda dan gejala b) Anjurkan keluarga
penyakit DHF mengedukasi keluarga
(Demam lainnya mengenai
Berdarah)

39
d) Cara penularan demam berdarah
dari penyakit DHF c) Kerjasama dalam proses
(Demam perawatan dan
Berdarah) pengobatan anak
e) Cara pencegahan d) Discharge planning
penyakit DHF pasien pulang
(Demam
Berdarah)
f) Dampak dan
bahaya dari DHF
(Demam
Berdarah)
g) Penanganan dan
pengobatan DHF
(Demam
Berdarah)

40
Nama/ Umur : An.JSW
Kamar : Bangsal Teresa/ T2
Dokter : dr. G
Hari/Tanggal : Selasa, 09 Januari 2019
Diagnosa Keperawatan IV:
Hambatan rasa nyaman berhubungan dengan stimuli lingkungan yang mengganggu ditandai dengan menangis setiap kali akan
dilakukan pengambilan sample darah untuk pemeriksaan darah rutin, tampak takut dan menghindari petugas yang datang
kekamar Anak, sering menolak berkomunikasi dan acuh dengan petugas kesehatan, tindakan medis; pemeriksaan darah rutin
perhari.
Tabel 3.5 Nursing Care Plan Hambatan rasa nyaman
Patient outcome Intervention (NIC) Rationale Implementing Evaluation Paraf
(NOC)
Setelah dilakukan 1. Gunakan pendekatan 1. Agar anak merasa aman 1. Menggunakan Pukul 13.30 wita
tindakan yang menenangkan dan tenang sehingga pendekatan yang S:
keperawatan tingkat kecemasan menenangkan (pukul Orangtua mengatakan
selama 1x6 jam berkurang. 08.00 wita) anaknya masih takut dan
diharapkan anak  menyapa anak menangis bila akan diambil
dapat beradaptasi dengan darah untuk pemeriksaan
dengan proses menggunakan Lab,
pengobatan dan bahasa yang mudah
perawatan dengan dipahami anak. O:
kriteria hasil : 2. Nyatakan dengan 2. Menunjukan rasa empati 2. Memberitahu bahwa  Anak sesekali menolak
- Tersenyum jelas harapan terhadap anak, agar kita berharap anak berkomunikasi
- Tidak menolak terhadap anak anak merasa tidak segera sembuh dan  Belum kooperatif dalam
berkomunikasi sendirian bisa bermain seperti tindakan keperawatan
- Kooperatif dalam sebelumnya (pukul dan pengobatan
tindakan 09.05 wita)  Sesekali tersenyum

41
pengobatan dan  anak ganteng,
keperawatan suster senang lho A:
klo kamu cepat Hambatan rasa nyaman
sembuh dan bisa teratasi sebagian
sekolah lagi.
P:
3. Temani anak untuk 3. Memberikan keamanan 3. Menyediakaan waktu  Instruksikan dengan
memberikan dan menenangkan bersama anak (pada kegiatan yang disukai
keamanan dan pukul 11.00 wita):  Libatkan dalam terapi
mengurangi takut  Bercerita mengenai bermain
tokoh kartun yang  Instruksikan keluarga
disukai anak membawa maianan
kesukaaan anak
4. Dorong orangtua 4. Kehadiran orangtua 4. Menganjurkan
untuk selalu mampu mengurangi orangtua selalu
mendampingi anak tingkat kecemasan anak mendampingi anak
(pukul 13.15 wita)

5. Instruksikan 5. Merupakan salah satu 5. Mengalihkan anak


menonton tivi sesuai tehnik untuk dengan menonton tivi
film kesukaan anak mengalihkan rasa takut film kartun kesukaan
dan cemas yang dialami anak (pukul 08.20)

6. Bermain adalah juga


6. Libatkan dalam proses belajar yang
terapi bermain disukai anak-anak, agar
anak tetap merasa
nyaman dirumah sakit

42
C. CATATAN PERKEMBANGAN
Hari/ Tanggal Jam Catatan Perkembangan TTD
SOAPIE
Rabu, 09 Pukul S.
Januari 2019 09.00 Orangtua mengatakan;
wita  Tidak ada bintik-bintik merah pada
kulit, perdarahan gusi, mimisan, dan
BAB hitam.
 Anak saya sudah mulai banyak minum
Diagnosa I air putih
 Kemarin juga saya kasih jus jambu
dan sari kurma

O.
 BP: 90/60 mmhg
 P: 100x/menit
 RR: 24x/menit
 T: 36,3°C
 HB:13,6 g/dL
 Hematokrit: 40,8
 Trombosit: 117.000 /Ul
 Tidak ada petekie
 Tidak ada melena
 Tidak ada mimisan
 Tidak ada perdarahan gusi

A.
Resiko perdarahan tidak terjadi

P.
1. Observasi tanda-tanda vital
2. Observasi tanda-tanda perdarahan
3. Anjurkan orangtua tetap
mempertahankan pemasukan cairan
peroral
4. Beri terapi sesuai advis dokter

I.
a) Mengobservasi tanda-tanda vital
(pukul 12.20):
 Mengukur suhu pada axilla,
S=36.0C
43
 Mengukur tekanan darah pada
arteri brachialis, Bp=100/70
 Mengukur nadi pada arteri
radialis, P=98x permenit
 Mengukur pernafasan 24x
permenit
b) Mengobservasi tanda-tanda
perdarahan (pukul 12.30):
 Mengobservasi pada daerah
tangan kanan dan kiri tidak
terdapat petekie
 Memeriksa kedua lubang
hidung tidak terdapat
perdarahan
 Memeriksa rongga mulut,
tidak terdapat perdarahan pada
area gusi
 Orangtua menyatakan anak
ada BAB hitam (darah)
c) Menganjurkan orangtua tetap
mempertahankan masukan cairan
peroral (pukul 10.00 wita)
d) Memberi therapy sesuai advis
dokter:
 Injeksi Terpacef 750mg
intravena melalui infus (pukul
09.00 wita)
 Memberi obat Ranivel 5cc
peroral (pukul 12.00 wita)
pukul
E.
14.00 Subjektif.
wita  Orangtua mengatakan tidak ada
mimisan , gusi tidak berdarah,
tidak ada BAB darah
Objektif
 Tanda-tanda vital dalam batas
normal
 BP.100/90
 S.36.0C
 N.98x/menit
 R.23x/menit
 Tidak ditemukan tanda-tanda
44
perdarahan
 Petekie tidak ada
 Epistaksis tidak ada
 Gusi berdarah tidak ada
 Melena tidak ada
 Trombosit meningkat=117.000uL
A.
Resiko perdarahan tidak terjadi, Masalah
teratasi

P.
1. Observasi tanda-tanda vital
2. Observasi tanda-tanda perdarahan
3. Pantau nilai trombosit

45
Hari/ Tanggal Jam Catatan Perkembangan TTD
SOAPIE
Rabu, 09 Pukul S.
Januari 2019 09.00 Orangtua mengatakan hari ini anaknya
wita sudah selesai di seka
O.
 Wajah tampak segar
 Kulit lembab
 Rambut rapi
 Baju bersih dan rapi
A.
Defisiensi perawatan diri: mandi teratasi
Diagnosa 2 P.
a) Berikan pujian kepada anak setiap
kali setuju tindakan perawatan
diri
b) Anjurkan orangtua selalu
membantu pemeliharaan diri anak
c) Anjurkan mempertahankan
pemeliharaan diri anak
I.
a) Memberikan pujian kepada anak
setelah selesai diberi perawatan
diri (pukul.09.00wita)
b) Menganjurkan orangtua agar
selalu membantu dalam
pemeliharaan diri anak (pukul
09.05 wita)
c) Menganjurkan orangtua untuk
mempertahankan pemeliharaan
diri anak (pukul 09.07 wita)
E.
Pukul Subjektif.
14.00  Orangtua mengatakan anaknya
wita sudah diseka tadi pagi
Objektif
 Anak tampak ceria
 Tidak kusam
 Tersenyum
 Pakaian rapi dan bersih
A.
Defisit perawatan diri: mandi teratasi

46
P.
 Berikan pujian jika anak sudah
berhasil merawat diri
 Berikan support agar orangtua
berperan aktif dalam pemeliharan
diri anak
 Tawarkan perawatan diri:mandi
di kamar mandi jika kondisi
umum anak membaik

47
Hari/ Tanggal Jam Catatan Perkembangan TTD
SOAPIE
Rabu, 09 Pukul S.
Januari 2019 09.00 Orangtua mengatakan sudah mengerti apa
wita yang disebut demam berdarah dan
bagaimana penanganannya

O.
 Dapat menjelaskan ulang
pengertian demam berdarah dan
proses perjalanan penyakit sampai
pengobatan dengan bahasa sehari-
hari
 Orangtua tampak mengerti dan
paham mengenai demam berdarah
 Kooperatif dalam tindakan
keperawatan dan pengobatan
A.
Defisiensi pengetahuan teratasi
P.
 Discharge planning pasien pulang
I.
 Memberi discharge planning
Diagnosa 3
persiapan pasien pulang(pukul
12.30 wita)
E.
Subjektif.
Pukul  Orangtua mengatakan akan
14.00 mengikuti anjuran yang telah
diberikan
wita
Objektif
 Orangtua tampak senang
mendapat penjelasan mengenai
perawatan anaknya
 Orangtua tampak mengerti dan
paham mengenai demam
berdarah
A.
Defisiensi pengetahuan teratasi
P.
Intervensi dihentikan

48
Hari/ Tanggal Jam Catatan Perkembangan TTD
SOAPIE
Rabu, 09 Pukul S.
Januari 2019 09.00 Orangtua mengatakan anaknya masih
wita takut tetapi tidak menagis bila akan
diambil darah untuk pemeriksaan Lab

O.
 Anak sudah bisa diajak
berkomunikasi
 Kooperatif dalam tindakan
 Tersenyum kepada petugas

A.
Anak dapat beradaptasi dengan proses
pengobatan dan perawatan.
Diagnosa 4
P.
 Anjurkan orangtua membawa
mainan kesukaan anak
 Libatkan dalam terapi bermain
 Gunakan bahasa yang mudah
dipahami anak

I.
 Menganjurkan orangtua
membawa mainan kesukaan anak
(pukul 09.00 wita)
 Membawa anak bermain sambil
belajar (pukul 10.30 wita)
 Menggunakan bahasa yang
mudah dimengerti anak (setiap
interaksi dengan anak)
Pukul
14.00 E.
Subjektif.
wita
 Orangtua mengatakan anaknya
sudah mulai berani,tidak
menangis dan mau menjawab
petugas.

Objektif

49
 Anak dapat diajak berkomunikasi
 Kooperatif dalam setiap tindakan
 Tersenyum kepada petugas

A.
Hambatan rasa nyaman teratasi

P.
 Pertahankan komunikasi dengan
bahasa yang mudah dipahami
anak
 Gunakan terapi bermain dalam
dalam proses keperawatan

50