Anda di halaman 1dari 3

KATA SAMBUTAN

KH. MIFTAHUL AKHYAR


RAIS 'AM PB NAHDLATUL ULAMA

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT


atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua.
Shalawat dan Salam senantiasa kita sampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW, dengan harapan semoga kelak kita mendapat syafa'at
dari Beliau.
Bahwa Jam'iyyah Nahdlatul Ulama' didirikan untuk menghimpun
potensi yg sudah ada, dengan daya rekat ideologis berupa kesamaan ajaran
ahlussunnah wal-jama'ah. Dalam statuten Nahdlatul Ulama' disebutkan
bahwa NU didirikan dalam rangka mempererat silaturrahim antar ulama'
pesantren dan umat Islam Indonesia yg memiliki kesamaan aqidah
ahlussunnah wal-jama'ah.
Potensi yg sudah ada di era pendirian NU, misalnya: pesantren,
madrasah diniyah, majlis tahlilan [majlis taklim], kelompok diskusi [seperti
taswirul afkar], perkumpulan pelaku usaha [nahdlatut tujar]
Potensi inilah yg oleh pendiri NU disinergikan melalui "payung"
yg bernama Nahdlatul Ulama', sebuah kumpulan orang dengan segala
potensinya yg memiliki kesepakatan dan komitmen yg sama untuk
memperjuangkan, mempertahankan dan melestarikan ajaran Islam
ahlussunnah wal jamaah.
Pada perkembanganya, NU melibatkan diri dalam beraneka bidang
kehidupan, sepeti: bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosial
dengan penyesuaian-penyesuaian terhadap berbagai mekanisme dan tata
kelola modern seiring dengan perkembangan zaman.
Nahdlatul Ulama' sebagai organisasi yg berbadan hukum, maka
kegiatan yg dilakukan oleh Nahdlatul Ulama' harus dikelola sesuai dengan
ketentuan-ketentuan yg diberlakukan oleh negara, termasuk dalam hal
perwakafan harus berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
41 Tahun 2004 Tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang RI
Nomor 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf serta Peraturan Per-Undang-
Undangan lainya.
Diantara permasalahan eksistensi organisasi Nahdlatul Ulama'
berkaitan dengan asset sebagai instrument untuk berkhidmad kepada umat,
adalah Menginventarisir, Penentuan Status Hukum dan Penataan Asset dan
Kekayaan di Lingkungan Organisasi Nahdlatul Ulama' yg belum berjalan
secara maksimal. Oleh karena itu, Buku ini penting untuk dijadikan rujukan
pemahaman akan arti penting dari wakaf dan pengelolaanya sehingga
keberadaan wakaf dapat berperan secara optimal dalam meningkatkan
kesejahteraan sosial dan ekonomi umat.
Buku ini, hendaknya dapat disosialisasikan kepada semua lapisan
masyarakat secara luas agar dapat mengetahui pentingnya wakaf dan
manfaatnya, dengan melibatkan element terkait, antara lain: Pengurus
Ranting NU, MWC NU, Ta'mir Masjid [LTMNU], Pengurus Madrasah
[LP.Ma'arif NU] dan Pengasuh Pondok Pesantren [RMINU].
Kami mengapresiasi kepada Pengurus Cabang Lembaga Wakaf
dan Pertanahan Nahdlatul Ulama' Lamongan atas usahanya secara
maksimal dalam melakukan penertiban dan penyelamatan asset-asset
Nahdlatul Ulama'.
Semoga usaha yg dilakukan oleh Pengurus Cabang LWPNU,
dengan diterbitkanya buku ini dapat memberikan manfaat yg seluas-
luasnya.

Wallahul Muwafiq Ila Aqwamith Thariq


Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

20 Jumadil Awal 1440 H


Surabaya
26 Januari 2018 M

KH. Miftahul Akhyar


Rais 'Am PBNU