Anda di halaman 1dari 55

Standar Kompetensi:

 Beriman kepada Qadla dan Qadar

Kompetensi Dasar:
 Menyebutkan pengertian iman kepada Qadla dan Qadar
 Menyebutkan fungsi iman kepada Qadla dan Qadar
 Menyebutkan dalil tentang iman kepada Qadla dan Qadar
 Menampilkan perilaku yang menunjukkan iman kepada Qadla dan Qadar

RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Iman kepada Qadla dan Qadar


Iman adalah keyakinan yang diyakini di dalam hati,
diucapkan dengan lisan, dan dilaksanakan dengan amal perbuatan.
Beriman kepada Qadla dan Qadar merupakan salah satu rukun iman
di mana kita wajib mengimaninya agar iman kita menjadi sah dan
sempurna.
Qadla menurut bahasa berarti hukum, perintah, memberikan,
menghendaki, dan menjadikan. Sedangkan Qadar diartikan dengan
batasan atau menetapkan ukuran. Menurut istilah qadla adalah
ketetapan Allah sejak zaman Azali sesuai dengan kehendak-Nya
tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk. Sedangkan
Qadar adalah perwujudan atau kenyataan ketetapan Allah terhadap

Modul Aqidah DT. Kelas 6 1


semua makhluk dalam ukuran dan bentuk tertentu sesuai dengan
kehendak-Nya.
Dalam pengertian sederhana Qadla dapat diartikan sebagai
ketetapan Allah yang telah ditetapkan tetapi tidak kita ketahui
Sedangkan Qadar ialah ketetapan Allah yang telah terbukti dan
diketahui sudah terjadi. Dapat pula dikatakan bahwa Qadla adalah
ketentuan atau ketetapan, sedangkan Qadar adalah ukuran. Dengan
demikian yang dimaksud dengan Qadla dan Qadar adalah ketentuan
atau ketetapan Allah menurut ukuran atau norma tertentu.
Untuk memperjelas pengertian Qadla dan Qadar, berikut ini
dikemukakan sebuah contoh. Saat ini Zainuddin mengikuti
pendidikan di Diniyah Takmiliyah “Al-Qalam”. Sebelum Zainuddin
lahir, bahkan sejak zaman azali Allah telah menetapkan, bahwa
seorang anak bernama Zainuddin akan mengikuti pendidikan di
Diniyah Takmiliyah “Al-Qalam”. Ketetapan Allah di Zaman Azali
itu disebut Qadla. Kenyataan bahwa saat terjadinya disebut Qadar
atau takdir. Dengan kata lain bahwa Qadar adalah perwujudan dari
qadla.
Dari pengertian qadla dan Qadar di atas dapat disimpulkan
bahwa iman kepada qadla dan Qadar adalah meyakini dengan
sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam adalah sesuai
dengan ketentuan dan kehendak Allah SWT dan tidak tunduk kepada
kemauan manusia.

Modul Aqidah DT. Kelas 6 2


Qadla dan qadar atau takdir dibagi dua, yaitu taqdir mubram
dan ghair mubram. Takdir mubram adalah ketentuan Allah yang pasti
akan terjadi terhadap makhluk-Nya. Takdir ini tidak bisa diusahakan
atau diubah lagi, contohnya seperti kematian dan terjadinya kiamat.
Takdir ghair mubram atau disebut juga dengan takdir
mu’allaq adalah ketentuan Allah SWT terhadap makhluknya yang
memungkinkan dapat berubah berdasarkan usaha yang sungguh-
sungguh. Contohnya, orang bodoh kemungkinan dapat berubah
menjadi orang pintar asalkan mau belajar sungguh-sungguh. Sakit
bisa diusahakan jadi sembuh apabila mau berobat, dan sebagainya.
Dalam menghadapi takdir ghair mubram ini, ditempuh dengan cara
ikhtiar dan tawakkal.
Ikhtiar adalah berusaha dengan sungguh-sungguh karena
Allah SWT telah memberikan akal dan fikiran, untuk menimbang,
memilih makan yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar
dan mana yang salah. Adapun tawakkal adalah menyerahkan segala
urusan kepada Allah SWT setelah kita berusaha dengan sungguh-
sungguh. Allah SWT berfirman:
  
    
 
)159:‫(آل عمران‬
Artinya:
“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka
bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-
orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Q.S. Ali Imran [3]:159)

Modul Aqidah DT. Kelas 6 3


B. Fungsi Iman kepada Qadla dan Qadar
Beriman kepada Qadla’ dan Qadar mempunyai fungsi penting
bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya:
1. Tumbuhnya semangat berikhtiar (berusaha)
Qadla’ dan Qadar merupakan rahasia Allah SWT semata,
karena rahasia manusia tidak akan tahu nasibnya, oleh karena itu
manusia tidak boleh menunggu dengan pasrah tapi harus berikhtiar
(berusaha). Ikhtiar artinya melakukan perbuatan yang baik dengan
penuh kesungguhan dan keyakinan akan hasil yang baik bagi dirinya.
Dengan pemahaman seperti itulah, seseorang akan bekerja keras agar
biasa sukses, seorang siswa akan bersungguh-sungguh dalam belajar
agar cita-citanya tercapai, dan sebagainya. Allah SWT berfirman:
   
  . 
)40-39 :‫ (النجم‬ 
Artinya:
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang usahakannya.
Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan
(kepadanya).” (Q.S.An-Najm [53]:39-40)

2. Menanamkan sifat sabar dalam menghadapi cobaan


Dengan percaya kepada Qadla’ dan Qadar, manusia akan
sadar bahwa kehidupan adalah ujian yang harus dilalui dengan sabar.
Sabar adalah sikap mental yang teguh pendirian, berani menghadapi
tantangan, tahan uji, dan tidak menyerah pada kesulitan. Cobaan
harus dihadapi dengan tenang, dipikir dengan jernih, dicari jalan

Modul Aqidah DT. Kelas 6 4


keluarnya tanpa menyerah pada kesulitan, dan akhirnya diserahkan
kepada Allah SWT Segala yang ada di alam semesta hakikatnya
adalah milik Allah SWT dan suatu saat akan kembali kepada Allah
SWT.
Firman Allah SWT:
 
 
   
)156:‫ (البقرة‬ 
Artinya:
“(Yaitu orang-orang apabila ditimpa musibah, mereka berkata
’Inna’lilliahi wa inna ilaihi rajiun’. (Q.S. Al-Baqarah [2]:156).

3. Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar senantiasa
mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa
senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung
atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia
bersabar dan berusaha lagi.

4. Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa


Orang yang beriman kepada qadha dan Qadar, apabila
memperoleh keberhasilan, ia tidak menganggap keberhasilan itu
adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun tidak
merasa dirinya hebat. Apa yang didapatkannya semata-mata
pemberian Allah SWT. Sebaliknya, jika ia tidak berhasil, ia tidak
akan putus asa. Ia akan bersabar dan bertawakkal kepada Allah SWT.
Modul Aqidah DT. Kelas 6 5
Ia memiliki pendirian bahwa kewajiban manusia hanyalah berusaha,
sedangkan yang menentukan hasil atau tidak adalah Allah SWT.

C. Dalil tentang Iman kepada Qadla dan Qadar


Kewajiban beriman kepada qadla dan Qadar telah dinyatakan
oleh Allah SWT, baik melalui firman-Nya dalam al-Quran maupun
melalui Rasulullah SAW. melalui haditsnya. Berikut di bawah ini
dalil-dalil yang menunjukkan kewajiban iman kepada Qadla dan
Qadar.
1. Firman Allah SWT
a. Q.S. al-Furqan [25]ayat 2
   
)2:‫ (الفرقان‬
Artinya:
“Dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan
ukuran-ukurannya dengan tepat.” (Q.S. Al-Furqan [25]:2)

b. Q.S. Al-Hadid [57] ayat 22


   
   
   
  
)22:‫ (الحديد‬
Artinya:
“Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa
dirimu sendiri, semuanya tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz)
sebelum Kami mewujudkannya.” (Q.S. Al-Hadid [57]: 22)

Modul Aqidah DT. Kelas 6 6


c. Q.S. ar-Ra’d [13] ayat 39
  
  
 
)39:‫ (الرعد‬
Artinya:
“Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki
dan di sisi-Nya terdapat Ummul-Kitab (Lauh Mahfuz)”.
(Q.S. Ar-Ra’d [13]: 39).

d. Q.S. Yunus [10] ayat 49


  
 
  
)49:‫ (يونس‬
Artinya:
”Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta
penundaan atau percepatan sesaat pun”. (Q.S. Yunus
[10]:49).

2. Hadits Rasulullah SAW.


a. Hadits Bukhari-Muslim

‫ا إليمان أن تؤ إمن إباللإ ومل ئإكتإ إه وكت إب إه ورس إل إه واليو إم‬


‫ (رواه البخاري‬.‫اآل إخ إر وتؤ إمن إبالقد إر خي إر إه وش إر إه‬
(‫ومسلم‬

Artinya:
”Imam adalah (hendaknya) Engkau beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rAosul-Nya,

Modul Aqidah DT. Kelas 6 7


hari akhir, dan beriman pula kepada Qadar (takdir), yang
baik maupun yang buruk”. (HR Bukhari dan Muslim)

b. Hadits Riwayat Thabrani

‫ من لم يرض إبقضائإي وقد إري ولم‬:‫قال للا تعالى‬


‫يص إبر على بل إئي فليلت إمس ربا إسواي (رواه‬
)‫الطبرانى‬
Artinya:
“Allah SWT berfirman “Barang siapa tidak rela dengan
qadha dan qadhar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana
yang Aku timpakan atasnya, maka hendaknya ia mencari
Tuhan selain Aku”. (HR Al-Thabrani).

D. Perilaku yang Menunjukkan Iman kepada Qadla dan Qadar


Orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar akan
menampilkan perilaku-perilaku yang baik (mahmudah), sebagai
berikut:
1. Memiliki Sifat Qana’ah
Qana'ah ialah merasa cukup dengan apa yang sudah
dimilikinya setelah ia berusaha. Kebalikan dari sifat qana’ah adalah
serakah. Orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar memiliki
keyakinan bahwa rezeki yang telah diterimanya telah ditentukan
ukurannya oleh Allah SWT. Ia pun meyakini sebesar apapun
usahanya untuk memperoleh ataupun mencegah rezeki, ia tidak akan
mampu kecuali sesuai dengan ketetapan Allah baginya.

Modul Aqidah DT. Kelas 6 8


Orang yang memiliki sifat qana’ah hidupnya selalu bahagia,
karena ia tidak akan merasa sedih dan rugi terhadap sesuatu yang
tidak didapatkannya atau hilang darinya.

2. Memiliki Cita-cita yang Tinggi


Iman kepada Qadla dan Qadar akan membawa pelakunya
kepada kemauan yang tinggi dan menjauhkan mereka dari sifat
malas, berpangku tangan, dan pasrah kepada keadaan. Oleh karena
itu, orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar akan memiliki cita-
cita yang tinggi, jiwa yang besar, dan semangat dalam hidup. Iman
kepada Qadla dan Qadar akan membawa pelakunya untuk bangkit
dari kegagalan dan keterpurukan dan ketertinggalan.

3. Bersungguh-sungguh dalam Berbagai Hal


Orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar akan
bersungguh-sungguh dalam berbagai urusan, memanfaatkan peluang
yang datang, dan sangat menginginkan segala kebaikan, baik akhirat
maupun dunia. Iman kepada Qadla dan Qadar mendorong kepada
pelakunya untuk berusaha dengan sungguh-sungguh dan
menjauhkannya dari sifat malas.

4. Menjauhi sifat dengki


Orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar tidak akan
memiliki kedengkian kepada orang lain atas karunia yang Allah
berikan kepada mereka, karena mereka percaya bahwa Allah-lah

Modul Aqidah DT. Kelas 6 9


yang memberi dan menentukan rezeki mereka. Apabila dia dengki
kepada selainnya, berarti dia menentang ketentuan Allah.

5. Memiliki ketenangan dalam hidup


Orang yang beriman kepada Qadla dan Qadar hidupnya
dipenuhi dengan ketenangan karena ia berkeyakinan bahwa segalanya
sudah diatur oleh Allah SWT, tugas manusia hanyalah berusaha,
berhasil tidaknya usaha tergantung kepada takdir Allah SWT.

6. Giat dalam beribadah


Beriman kepada Qadla dan Qadar akan ditampilkan dalam
perilaku ibadah yang giat, karena orang yang beriman kepada Qadla
dan Qadar mengetahui dan meyakini bahwa hidup di dunia hanyalah
sementara, pada waktunya sesuai takdir Allah semuanya akan
kembali kepada-Nya. Bekal yang harus dibawanya bukanlah harta
atau jabatan tapi amal shaleh dan amal ibadah.

UJI KOMPETENSI

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d yang


merupakan jawaban paling benar!
1. Beriman kepada qadla dan qadar termasuk rukun iman ke-…..
a. tiga c. empat

Modul Aqidah DT. Kelas 6 10


b. lima d. enam
2. Salah satu sikap orang yang beriman kepada qadla dan qadar
adalah…..
a. giat berusaha c. putus asa
b. acuh d. berusaha menentang takdir
3. Ketentuan Allah di zaman azali sesuai kehendak-Nya tentang
segala sesuatu yang berhubungan dengan makhluk, disebut……
a. qadla c. qadar
b. sabar d. tawakkal
4. Segala sesuatu telah diatur oleh Allah SWT, yang menjadi tugas
manusia adalah………..
a. memohon ampunan c. berdzikir
b. pasrah d. berusaha dan berdo’a
5. Orang yang beriman kepada qadla dan qadar tidak akan memiliki
sifat iri dan dengki. Penyebabnya adalah….
a. putus asa terhadap keadaan
b. percaya bahwa segalanya telah diatur oleh Allah
c. tidak peduli terhadap orang lain
d. tidak mau ambil pusing terhadap urusan orang lain
6. Ketentuan Allah SWT terhadap makhluk-Nya yang sudah
terwujud, disebut…..
a. qadar c. qadla
b. tawakkal d. ikhtiar

Modul Aqidah DT. Kelas 6 11


7. Menyerahkan segala urusan kepada Allah setelah berusaha,
disebut……
a. sabar c. do’a
b. tawakkal d. ikhtiar
8. Di bawah ini termasuk qadla ghair mubram, kecuali…..
a. kemiskinan c. kesehatan
b. kebodohan d. kematian
9. Beriman kepada qadla dan qadar, berarti……
a. meyakini bahwa manusia ibarat boneka yang tidak memiliki
kehendak apapun
b. meyakini bahwa segala sesuatu yang menimpa makhluk telah
ditetapkan Allah sesuai kehendak-Nya
c. Giat berusaha untuk menghadang takdir Allah
d. Keyakinan terhadap keinginan yang ada pada diri manusia
sesuai kehendak Allah
10. Merasa cukup dengan apa yang diterima setelah melakukan
usaha, disebut…..
a. sabar c. qana’ah
b. tawakkal d. ikhtiar

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!


1. Apa yang harus anda lakukan jika Allah memberikan penyakit
kepadamu?
2. Bagaimanakah perbedaan qadla dan qadar?

Modul Aqidah DT. Kelas 6 12


3. Qana’ah adalah…..
4. Sebutkan salah satu hikmah iman terhadap qadla dan qadar
5. Apa yang harus anda lakukan jika nilai ulanganmua jelek?

Modul Aqidah DT. Kelas 6 13


Standar Kompetensi
 Beriman kepada yang Gaib

Kompetensi Dasar
 Menyebutkan pengertian alam kubur, mahsyar, Hisab, Mizan, Shirat, Surga
dan Neraka
 Menyebutkan dalil tentang iman kepada yang Gaib
 Menampilkan perilaku yang menunjukkan iman kepada yang gaib

RINGKASAN MATERI

A. Pengertian Iman kepada yang Ghaib


Mempercayai hal-hal yang ghaib merupakan salah satu syarat
dari benarnya keimanan. Ghaib secara bahasa adalah sesuatu yang
tidak tampak. Sedangkan ghaib menurut istilah adalah sesuatu yang
tidak tampak oleh panca indra tapi ada dalil tertulis yang menjelaskan
akan keberadaannya, seperti surga, neraka dan apa yang ada di
dalamnya, alam malaikat, hari akhir, alam langit dan yang lainnya
yang tidak bisa diketahui manusia kecuali bila ada pemberitaan dari
Allah SWT.
Beriman kepada hal yang ghaib berarti meyakini ciptaan
Allah SWT yang berada di luar dunia nyata, dan meyakini secara
penuh tentang kekuasaan-Nya. Namun percaya atau beriman kepada
hal yang ghaib bukan berarti meyakini bahwa makhluk ghaib itu

Modul Aqidah DT. Kelas 6 14


memiliki kekuatan penuh, karena jika hal ini sampai terjadi maka
akan mengakibatkan kemusyrikan atau menganggap ada sesuatu
kekuatan selain kekuatan Allah SWT.
Beriman kepada yang ghaib adalah termasuk salah satu dasar
dari akidah Islam, bahkan ghaib itu merupakan sifat yang pertama
dan utama yang dimiliki oleh Allah SWT. Oleh karena itu, bagi setiap
orang muslim, mereka wajib beriman kepada yang ghaib, tanpa
sedikitpun ada rasa ragu.

B. Hal-hal Ghaib yang Wajib Diimani


1. Alam Barzakh
Barzakh artinya sesuatu yang membatasai antara dua barang
atau dua tempat. Adapun dalam hubungannya dengan Hari Akhir,
Barzakh adalah batas pemisah antara kehidupan dan kehidupan
akhirat.
Kehidupan alam Barzakh adalah kehidupan antara hidup di
dunia dengan hidup di akhirat. Kehidupan di alam Barzakh ibarat
terminal tempat penantian. Di alam ini semua ruh orang yang sudah
meninggal berkumpul untuk persiapan memasuki kehidupan akhirat.
Di tempat penantian ini berlaku kenikmatan atau siksaan yang sering
kita dengar dengan istilah nikmat kubur dan siksa kubur.
Di tempat penantian ini, orang-orang yang selama hidupnya di
dunia banyak mengerjakan amal shaleh, yang bertaqwa kepada Allah
akan mendapat perlakuan yang menyenangkan dari malaikat.

Modul Aqidah DT. Kelas 6 15


Sebaliknya orang-orang kafir, orang-orang yang hidupnya di dunia
banyak melakukan kejahatan dan kemaskiatan, akan mendapat
perlakukan yang kasar dan siksaan dari malaikat.
Adapun hamba yang mukmin, apabila telah putus dari dunia
untuk mendatangi akhirat, maka akan turun malaikat dari langit,
berwajah putih bagaikan matahari, membawa kafan dari kafan surga
dan wewangian, pengawet kerusakan. Kemudian mereka akan duduk
dan datanglahh malaikat maut mendatanginya. Malaikat duduk di
dekat kepalanya seraya berkata,”wahai ruh yang baik, keluarlah
menuju ampunan Allah dan keridhaan-Nya.” Maka ruh itu akan
keluar bagaikan air dari tempat minum. Adapun orang kafir, ketika
mereka akan meninggal, datanglah malaikat yang berwujud hitam,
seraya berkata, ”hai jiwa yang jahat keluarlah engkau ke arah murka
Allah.” Kemudian dicabutlah ruh mereka dengan kasar.

2. Mahsyar
Masyhar artinya tempat berkumpul. Pada hari kiamat kelak
semua manusia akan dibangkitkan kembali dari kuburnya. Setelah itu
dikumpulkan di suatu tempat untuk menjalani pemeriksaan atau
perhitungan amal yang telah dilakukan selama hidup di dunia.
Firman Allah:
 
  
 

Modul Aqidah DT. Kelas 6 16


  
)47:‫(الكهف‬ 
Artinya:
“Dan kami kumpulkan mereka, maka kami tidak meninggalkan di
antara mereka seorang pun”. (Q.S.Al-Kahfi [18]:47)
Padang Mahsyar adalah suatu tempat yang berupa padang
pasir tandus, kering kerontang, sangat terik dan sangat luas. Dalam
suatu hadits digambarkan bahwa orang-orang yang berada di Padang
Mahsyar akan menderita kehausan, kelaparan, dan kepanasan luar
biasa. Udara dan tanah yang diinjak sangat panas, karena jarak
matahari hanya beberapa meter di atas kepala. Sementara itu, semua
orang tidak ada yang memakai alas kaki. Di sana tidak ada tempat
berteduh.
Dalam keadaan yang sangat susah tersebut manusia hanya
bisa mengurusi dirinya sendiri. Mereka tidak peduli dengan orang
lain, apakah itu anak, suami, isteri, ayah, ibu, paman, bibi, kakek-
nenek, tetangga, sahabat, handai tolan. Masing-masing berusaha
mengatasi kesulitan dan penderitaan diri sendiri. Setiap diri berkeluh
kesah dan memohon kepada Allah agar meringankan penderitaan
yang amat sangat tersebut. Bagi orang-orang yang beramal saleh
ketika hidup di dunia, Allah akan memberikan pertolongan atau
syafa’at berupa rasa sejuk dan dipercepat segala urusannya.
Sebaliknya, kepada orang-orang kafir, munafik, musyrik, dan ahli
maksiat, Allah akan membiarkan saja.

Modul Aqidah DT. Kelas 6 17


Mengapa Allah mengumpulkan manusia di Padang Mahsyar?
Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada manusia atas segala
perbuatannya sewaktu hidup di dunia. Yang harus diingat adalah
bahwa dunia merupakan tempat menanam, sedangkan akherat adalah
tempat memanen. Bila di dunia ini kita menanam amal saleh, maka di
akherat kita akan menerima kebahagiaan. Di Padang Mahsyar inilah
Allah meminta semua manusia untuk mempertanggungjawabkan
perbuatannya, langsung di hadapan Allah SWT. Manusia akan
dihadapkan pada sidang pengadilan yang dipimpin oleh Yang Maha
Adil dan sekaligus manusia harus menjelaskan untuk apa saja
hidupnya di dunia dan apa saja yang telah mereka perbuat.

3. Hisab
Hisab artinya perhitungan semua amal perbuatan manusia
selama di dunia akan diperhitungkan dengan seadil-adilnya. Tidak
ada yang ditambah dan tidak ada pula yang dikurangi. Semua sesuai
dengan amal perbuatan manusia yang dicatat dalam buku catatan
amal. Semua orang dapat mengetahui isi buku laporan ini, walaupun
orang tersebut tidak dapat membaca. Allah berfirman dalam Q.S Al-
Mujadilah ayat 6 yang menjelaskan tentang adanya hisab .
  
  
   
   
)6:‫ (المجادلة‬  
Modul Aqidah DT. Kelas 6 18
Artinya:
“Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu
diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal
mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha menyaksikan segala
sesuatu”. (Q.S. Al-Mujadilah [58]:6).

Masing-masing manusia mendapat buku laporan dan


menerimanya dengan posisi yang berbeda. Ada yang menerima dari
sebelah kanan, dan ada yang dari sebelah kiri. Ada yang menerima
dengan wajah gembira dan ada pula yang menerima dengan wajah
ketakutan. Allah berfirman dalam QS. Al-Insyiqaq ayat 7-13 :
   
 .
 
  .
. 
  
 
  .
 .
   .
-7:‫(االنشقاق‬  
)13
Artinya:
“Maka adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah
kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang
mudah, dan dia akan kembali kepada keluarganya (yang sama-sama

Modul Aqidah DT. Kelas 6 19


beriman) dengan gembira. Dan adapun orang yang catatannya
diberikan dari sebelah belakang, maka dia akan berteriak,
“Celakalah aku!” Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-
menyala (neraka). Sungguh dia dahulu (di dunia) bergembira di
kalangan keluarganya )yang sama-sama kafir)”. (Q.S. Al-Insyiqaq
[84]:7-13).

Suasana pada waktu itu amat mencekam dan menakutkan,


orang tidak mungkin lagi dapat berdusta atau membela diri. Semua
anggota badan dan semua amal tampak hidup dan berbicara memberi
kesaksian. Dari hasil perhitungan itulah ditentukan balasan dari amal
perbuatan manusia, orang-orang yang selama hidupnya di dunia
melakukan amal saleh akan mendapat balasan yang menyenangkan di
surga. Dan sebaliknya, orang yang berbuat kejahatan dan
kemaksiatan serta yang tidak beriman akan mendapat balasan berupa
azab di neraka.

4. Mizan
Mizan artinya timbangan. Amal perbuatan manusia
diperhitungkan dengan timbangan atau neraca yang berupa keadilan.
Timbangan keadilan Allah memiliki ketetapan yang tidak mungkin
meleset sedikit pun. Semua amal perbuatan manusia dari yang
terkecil sampai yang terbesar ditimbang dengan timbangan tersebut.
Hasil dari pertimbangan itu akan menentukan apakah seseorang akan
hidup bahagia atau sengsara.
Firman Allah:

Modul Aqidah DT. Kelas 6 20


 
 
  
    
   
   
)47:‫ (األنبياء‬ 
Artinya:
”Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat,
maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika
(amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan
(pahala)nya, dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan.”
(Q.S. Al-Anbiya [21]:47).
Di dalam surah al-Mukminun ayat 102-104 diterangkan:
  
 
 .
 
 
  
 . 
  
-102:‫ (المؤمنون‬ 
)104
Artinya:
“Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka
itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa
yang ringan timbangannya, maka mereka itulah orang-orang yang
merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka jahannam.
Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu
dalam keadaan cacat.” (Q.S. Al-Mukminun [23]:102-104)

Modul Aqidah DT. Kelas 6 21


5. Shirat
Secara bahasa shirat adalah jalan yang terang. Sedangkan
menurut istilah shirat adalah jembatan yang terbentang di atas neraka
menuju ke surga, semua manusia akan melewatinya. Shirat itu sangat
jauh jaraknya, tidak ada orang yang bisa melaluinya kecuali orang
yang memiliki pendirian teguh dalam agama dan selalu istiqamah
untuk taat kepada Allah SWT, mencintai Rasulullah SWT dan
senantiasa menolong sesama.
Shirat adalah jalan yang gelap serta membakar. Melewati
jembatan shirat termasuk ujian berat, bahkan yang paling berat pada
hari kiamat, sebab di dalamnya terdapat berbagai hal yang
menakutkan, mencemaskan, dan mengkhawatirkan.
Shirat memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
a. Licin dan menggelincirkan.
b. Lebih lembut dari sehelai rambut
c. Lebih tajam dari pedang.
Sifat-sifat tersebut sesuai dengan riwayat Sa’id al-Khudry ra.,
sebagai berikut:

‫ف (رواه‬
‫بلغنإي أن ال إجسر أدق إمن الشعرةإ وأحد إمن السي إ‬
)‫مسلم‬
Artinya:
“Telah sampai kepadaku bahwa jembatan ini (ash-shirath) lebih
lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang.” (Diriwayatkan
oleh Imam Muslim 1/167)

Modul Aqidah DT. Kelas 6 22


Orang yang melewati shirat tersebut terbagi menjadi dua
bagian. Pertama, orang kafir, mereka langsung dimasukkan ke
neraka. Sebagaimana firman Allah SWT:
  
 
  
 
)98:‫(هود‬
Artinya:
“Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan
mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang
didatangi”. (QS. Huud [11]:98).
Kedua, orang mukmin, mereka mendatangi shirat tersebut
sesuai dengan amalan mereka. Dalam hal ini ada tiga bagian.
a. Mereka yang melewatinya tanpa ada rintangan.
b. Mereka yang awalnya celaka (bersusah payah), namun ia selamat
darinya.
c. Mereka yang masuk ke neraka kemudian ia selamat darinya.
Sabda Rasulullah SAW.

‫الصراط بين ظهري جهنم فأكون أنا وأمتإي أول‬ ‫ويضرب إ‬


‫ ودعوى الرس إل يومئإ ٍذ‬.‫من ي إجيزها وال يتكلم يومئإ ٍذ إإال الرسل‬
‫ان هل‬ ‫"اللهم س إلم س إلم" وفإي جهنم كل إليب إمثل شو إك السعد إ‬
‫ فإإنها إمثل شو إك‬:‫ قال‬.‫ نعم يارسول للاإ‬:‫ قالوا‬.‫رأيتم السعدان‬
‫ان غير أنه ال يعلم ما قدر إعظ إمها إإال للا تخطف الناس‬ ‫السعد إ‬

Modul Aqidah DT. Kelas 6 23


‫بإأعما إل إهم ف إمنهم الموبق ب إقي بإعم إل إه أو الموثق بإعم إل إه و إمنهم‬
)‫المخردل أو المجازى (رواه البخاري‬
Artinya:
“Titian (jembatan) lantas dipasang antara dua tepi jahanam dan
aku dan umatkulah yang pertama-tama menyeberangimnya. Tak ada
yang berani bicara ketika itu selain para rasul, sedang seruan para
rasul ketika itu yang ada hanyalah ‘Allaahumma sallim sallim (Ya
Allah, selamatkan kami. Ya Allah, selamatkan kami)‘. Sedang di
neraka jahannam terdapat besi-besi pengait seperti duri pohon
berduri yang namanya Sa’dan. Bukankah kalian sudah tahu pohon
berduri Sa’dan?” Para sahabat menjawab, “Benar, wahai
Rasulullah.” Nabi meneruskan: “Sungguh pohon itu semisal pohon
berduri Sa’dan, hanya tidak ada yang tahu kadar besarnya selain
Allah semata. Pohon itu menculik siapa saja sesuai kadar amal
mereka, ada diantara mereka yang celaka dengan sisa amalnya atau
terikat dengan amalnya, di antara mereka ada yang binasa yang
langgeng dengan amalnya atau terikat dengan amalnya, di antara
mereka ada yang diseberangkan”. (HR. Bukhari)

Amalan yang menyelamatkan dari shirat:


a. Iman kepada Allah;
b. Memperbanyak shedakah;
c. Amar ma’ruf dan nahi mungkar;
d. Menolong orang yang memerlukan bantuan;
e. Memenuhi kebutuhan manusia dan mengeluarkannya dari
kesempitan;
f. Amalan yang menyampaikan pada syafa’at Nabi.

6. Surga

Modul Aqidah DT. Kelas 6 24


Surga adalah tempat bagi orang-orang yang ikhlas beribadah,
beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Surga berisi penuh dengan
kesenangan dan kegembiraan. Kesenangan dan kegembiraan di surga
tidak dapat dibandingkan dengan kesenangan dan kegembiraan yang
terdapat di dunia. Indahnya panorama di pegunungan dan kesegaran
udaranya tidak dapat disamakan dengan indahya alam di surga. Jika
keindahan yang berada di dunia bersifat sementara, maka keindahan
dan kesenangan di akhirat bersifat kekal.
Yang berhak memasuki surga adalah orang-orang yang
timbangan kebaikannya lebih berat daripada perbuatan buruknya.
Surga adalah tempat yang sangat indah, sebagaimana digambarkan
Allah dalam QS. Muhammad ayat 15:
  
  
  
  
   
 
  
 
  
    
 
   
)15:‫(محمد‬
Artinya:
”Perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-
orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air
yang tiada beubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu
Modul Aqidah DT. Kelas 6 25
yang tidak beubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat
rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang
disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-
buahan dan ampunan dari Rabb mereka” (Q.S. Muhammad
[47]:15).

Orang-orang yang shaleh tampak berseri-seri tanda mereka


sangat bersuka ria. Mereka begitu puas akan apa yang telah mereka
perbuat selama hidup di dunia. Allah telah membuktikan keadilan
dan kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya yang bertaqwa.
Kegembiraan orang-orang yang beriman dan keadaan di surga
digambarkan dalam Al-Qur’an, antara lain surat al-Ghasyiyah ayat 8-
16 yang artinya sebagai berikut:

.  


 . 
  . 
 . 
  . 
 .
 .
 .
)16-8 :‫ (الغاشية‬
Artinya:
“Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena
usahanya. Dalam syurga yang tinggi, tidak kamu dengar di
dalamnya perkataan yang tidak berguna, di dalamnya ada mata air

Modul Aqidah DT. Kelas 6 26


yang mengalir, di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, dan
gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran
yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.” (Q.S.
al-Ghasyiyah [88]: 8-16)

Surga memiliki 8 nama sesuai dengan tingkatannya.


Kedelapan nama-nama surga tersebut adalah:
1) Surga Firdaus, dihuni oleh orang-orang yang khusyuk shalatnya,
menjauhkan diri dari perbuatan sia-sia, aktif menunaikan zakat,
menjaga kemaluannya, memelihara amanah, menepati janji, dan
memelihara shalatnya.
2) Surga ‘Adn, dihuni oleh orang yang bertakwa kepada Allah,
banyak berbuat baik sabar, menginfakkan hartanya, dan
membalas kejahatan dengan kebaikan.
3) Surga Naim, dihuni oleh orang yang benar-benar bertakwa
kepada Allah dan beramal saleh.
4) Surga Ma’wa, ditempati oleh orang-orang yang bertakwa kepada
Allah, beramal saleh serta takut kepada kebesaran Allah dan
menahan hawa nafsunya.
5) Surga Darussalam, dihuni oleh orang-orang yang kuat iman dan
Islamnya, memperhatikan ayat-ayat Allah, serta beramal saleh.
6) Surga Darul Muqamah, dihuni oleh orang-orang yang kuat iman
Islamnya, banyak berbuat kebajikan, dan jarang berbuat
kesalahan.
7) Surga Al-Maqamul Amin, dihuni oleh orang-orang yang
bertakwa.
Modul Aqidah DT. Kelas 6 27
8) Surga Khuldi, dihuni oleh orang-orang yang taat menjalankan
perintah Allah dan menjauhi segala larangannya.

7. Neraka
Neraka adalah suatu tempat di akhirat yang sangat tidak
menyenangkan. Tempat ini diperuntukkan bagi orang-orang kafir,
orang-orang yang melanggar perintah Allah. Di nereka orang-orang
yang berbuat dosa melebihi amal baiknya akan mendapat siksa.
Penderitaan akibat siksa di nereka ini tidak ada bandingannya,
panasnya api neraka tidak dapat dibandingkan dengan panasnya api
yang ada di dunia. Dari keterangan ayat-ayat Al-Qur’an, kita dapat
membanyangkan berupa penderitanya orang-orang yang hidup
tersiksa di neraka. Antara lain firman Allah dalam surat an-Nisa ayat
56:
  
 
  
 
 
 
    
)56:‫ (النساء‬ 
Artinya:
”Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami,
kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. setiap kali kulit
mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain,
supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa
lagi Maha Bijaksana.” (Q.S. An-Nisa [4]:56)

Modul Aqidah DT. Kelas 6 28


Sama dengan surga, neraka pun punya nama-nama sesuai
dengan tingkatannya. Nama-nama neraka adalah:
1) Neraka Jahanam, penghuninya adalah pengikut syaithan.
2) Neraka Sa’ir, penghuninya adalah orang-orang yang tidak
mempercayai adanya akherat, juga untuk orang yang kufur
nikmat.
3) Neraka Saqar, penghuninya adalah orang yang tidak
melaksanakan shalat, tidak mau memberi makan orang miskin,
dan orang yang senang ghibah, serta orang munafik, yaitu orang
yang mendustakan perintah Allah dan rasul.
4) Neraka Jahim, penghuninya adalah mereka yang menyembah
berhala, thagut (harta dan tahta), juga orang sesat.
5) Neraka Huthamah, penghuninya adalah orang yang gemar
mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka
yang serakah tidak mau mengeluarkan zakat harta dan menghina
orang miskin.
6) Neraka Lazha, penghuninya adalah orang yang tidak beragama
dan orang kikir.
7) Neraka Hawiyah, penghuninya adalah orang-orang yang ringan
timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup didunia
mengerjakan kebaikan bercampur dengan keburukan.
C. Dalil tentang Iman kepada yang Ghaib

Modul Aqidah DT. Kelas 6 29


Iman yang ghaib merupakan salah satu ciri orang yang
bertaqwa, hal ini seperti dijelaskan dalam Q.S. al-Baqarah ayat 2-3:
    
.   
 
 
 
-2 :‫(البقرة‬  
)3
Artinya:
“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi
mereka yang bertaqwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang
ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki
yang Kami anugerahkan kepada mereka”. (Q.S. al-Baqarah [2]:2-3).

Ayat di atas menerangkan bahwa al-Quran adalah kitab yang


benar dan tidak ada keraguan. Al-Quran adalah sebuah petunjuk yang
tidak mengandung kesesatan. bagi mereka yang percaya dan
menjalankan petunjuk al-Quran adalah orangg yang bertakwa
(muttaqin), yang salah satunya adalah beriman kepada yang ghaib.
Al-Qur’an menyebut al-Ghaib lebih dari 50 tempat. Pada
ayat-ayat itu dikatakan bahwa Allah adalah Yang Maha Mengetahui
yang gaib dan yang nyata. Alam ghaib memang menyimpan rahasia
tersendiri. Rahasia alam ghaib, ada yang Allah khususkan untuk diri-
Nya semata dan tidak diberitakan kepada seorang pun dari hamba-
Nya, sebagaimana dalam firman-Nya:
 
   

Modul Aqidah DT. Kelas 6 30


    
  
    
   
   
    
)59:‫ (األنعام‬
Artinya:
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada
yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa
yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang
gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir
biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau
yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh
Mahfudz)” (Q.S. Al-An’am [6]:59).

Adapun hadits-hadits yang berhubungan dengan keimanan


kepada alam ghaib sangat banyak. Di antaranya hadits yang
dishahihkan oleh Imam Hakim:

‫ب‬ ٍ ‫والذإي آل إإلـه غيره مآ آمن أحدٌ أفضل إمن إإيم‬


ٍ ‫ان إبغي‬
Artinya:
“Demi yang tidak ada tuhan selain-Nya tidaklah seseorang beriman
lebih baik dari iman kepada yang gaib.” (Diriwayatkan Sufyan bin
Uyainah, Ibnu Abu Hatim, al-Hakim dan dishahihkan oleh al-
Hakim).

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari diterangkan,

‫ إإن للا إعنده إعلم الساع إة وين إزل إمن‬:ٌ‫ب خمسة‬ ‫مفاتإيح الغي إ‬
‫س ماذا تكسإب غدًا‬ ٌ ‫ث ويعلم ما فإى أألرح إام وما تد إري نف‬ ‫الغي إ‬
‫ض تموت‬ ٍ ‫س فإي أي إ أر‬ٌ ‫وما تد إري نف‬
Artinya:

Modul Aqidah DT. Kelas 6 31


“Kunci-kunci gaib ada lima: ‘Sesungguhnya di sisi Allah-lah ilmu
gaib itu dan Dia menurunkan hujan, mengetahui apa yang ada dalam
rahim, dan sebuah jiwa tidak apa yang dia kerjakan besok, dan
sebuah jiwa tidak tahu di bumi mana dia akan mati." (Diriwayatkan
al-Bukhari)

D. Perilaku yang Menampilkan Iman kepada yang Ghaib


Iman kepada yang ghaib mempunyai pengaruh yang besar
sekali, sehingga terpantul dalam tingkah laku seseorang dan juga
dalam jalan hidupnya. Beriman kepada yang ghaib melahirkan amal
kebajikan dan membanteras kejahatan. Di bawah ini merupakan
perilaku yang menampilkan iman kepada yang ghaib, sebagai berikut:
1. Ikhlas dalam Beramal
Orang yang beriman kepada yang ghaib akan memiliki sifat
Ikhlas beramal, ia tidak menginginkan balasan dunia dan pujian
manusia, tapi semata-mata mencari keridhaan Allah SWT Hal ini
sebagaimana tercermin dalam Firman Allah SWT:
 
  
 . 
   
   
)9-8 :‫ (النسان‬
Artinya:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang
miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami
memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan
keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan
tidak pula (ucapan) terima kasih.” (Q.S. Al-Insan [76]:8-9).

Modul Aqidah DT. Kelas 6 32


2. Kuat, Tegas dan Tegar dalam Pembenaran
Apa yang dijanjikan Allah untuk orang yang beriman
menjadikan seseorang teguh dalam menjalankan segala perintah-Nya,
menjelaskan yang haq, mengajak kepada yang haq, menjelaskan
yang batil dan memeranginya. Hal ini sebagaimana diterangkan Allah
ketika menceritakan para ahli sihir Fir’aun ketika beriman dan
mengikuti ajaran Nabi Musa as, mereka meremehkan siksaan Fir’aun
atas mereka. Allah berfirman;
  
 . 
    
  
   
  
)126-125 :‫ (األعراف‬
Artinya:
“Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah
kami kembali. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena
kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu
datang kepada kami". (mereka berdoa): "Ya Tuhan kami,
limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam
keadaan berserah diri (kepada-Mu)". (Q.S. Al-A’raf [7]:125-126).

3. Bersikap Zuhud dalam Kehidupan duniawi


Zuhud ialah meninggalkan rasa gemar terhadap apa yang
tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat, yaitu terhadap perkara
mubah yang berlebihan dan tidak dapat digunakan untuk membantu

Modul Aqidah DT. Kelas 6 33


berbuat ketaatan kepada Allâh SWT, disertai sikap percaya
sepenuhnya terhadap apa yang ada di sisi Allâh SWT.
Sikap zuhud ini merupakan pengaruh dan makmurnya hati
karena keimanan bahwa dunia berserta kenikmatannya akan lenyap,
sedangkan akhirat adalah kehidupan kekal, damai abadi selamanya.
Maka tidak masuk akal lebih memilih hal yang fana daripada yang
kekal. Allah SWT berfirman,
  
  
   
 
   
)64:‫ (العنكبوت‬
Artinya:
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan
main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya
kehidupan, kalau mereka mengetahui”. (Q.S. Al-Ankabut [29]:64)

4. Menjauhi Sikap Benci dan Dengki


Usaha mewujudkan keinginan nafsu tanpa melalui jalan yang
benar menyebabkan kebencian dan kedengkian antara manusia.
Sedangkan iman kepada yang ghaib, berupa janji-janji Allah dan
ancaman-Nya menjadikan seseorang itu sentiasa mengawasi dirinya
dengan sebaik mungkin dan sentiasa memperbaiki diri sendiri dalam
setiap gerak-gerinya demi mendapatkan pahala dari-Nya dan
menjauhi siksaan-Nya.

Modul Aqidah DT. Kelas 6 34


Iman yang benar terhadap adanya pahala menjadikan
seseorang bergegas melakukan kebajikan demi mendapatkan pahala
yang kekal, suatu perkara yang menjadikan bersihnya jiwa dan
melahirkan kasih sayang di antara manusia.

UJI KOMPETENSI

A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d yang


merupakan jawaban paling benar!
1. Tempat dikumpulkannya makhluk hidup pada hari kiamat
adalah…...
a. barzakh c. shirat
b. mahsyar d. surga
2. Hari dihitungnya amal manusia pada hari kiamat dinamakan
dengan…..
a. yaumul ba’ats c. yaumul hisab
b. yaumul jaza d. yaumul mizan
3. Batas pemisah antara kehidupan dan kehidupan akhirat, disebut
dengan…..
a. barzakh c. shirat
b. mahsyar d. surga
4. Jembatan yang dibentangkan di atas neraka yang akan dilalui oleh
semua manusia pada hari Kiamat, disebut……
a. barzakh c. shirat
b. mahsyar d. surga

Modul Aqidah DT. Kelas 6 35


5. Salah satu bagian dari hal yang ghaib adalah mizan, yaitu…..
a. perhitungan amal manusia c. buku catatan amal manusia
b. timbangan amal manusia d. ukuran amal manusia

6. Perilaku yang menampilkan keimanan terhadap kepada yang


ghaib adalah…..
a. senang mengadakan perjalan
b. selalu menyendiri (berkhalwat) di dalam gua
c. bersikap zuhud dalam kehidupan duniawi
d. senang mendalami ilmu-ilmu kebatinan
7. Berikut ini adalah sifat-sifat shirat, kecuali……
a. lebih tajam daripada pedang
b. panjangnya mencapai 1000 km.
c. licin dan menggelincirkan
d. lebih lembut daripada rambut
8. Tujuan manusia dikumpulkan di alam mahsyar adalah…..
a. untuk diistirahatkan sementara sebelum memasuki surga atau
neraka
b. untuk diuji kekuatannya terhadap suhu panas
c. untuk diberikan pengarahan dari para nabi
d. untuk dimintai pertanggungjawaban
9. Ghaib dapat diberikan pengertian dengan…..
a. sesuatu yang tidak dapat diraba oleh tangan

Modul Aqidah DT. Kelas 6 36


b. sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra
keberadaanya.
c. sesuatu yang tidak dapat dimengerti oleh akal
d. sesuatu yang menjadi kekuatan di luar kekuatan manusia.
10. Imam kepada yang ghaib merupakan salah satu cirri orang yang
bertaqwa. Hal ini diterangkan dalam al-Quran surat…..
a. al-Baqarah 1-2 c. an-Nisa 1-2
b. al-Baqarah 2-3 d. an-Nisa 2-3

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!


1. Sebutkan nama-nama surga sesuai dengan tingkatannya!
2. Apa yang kamu ketahui tentang alam barzakh?
3. Sebutkan cara-cara manusia menerima buku catatan amal di
akhirat nanti!
4. Surga adalah…….
5. Sebutkan tiga amal yang dapat menyelamatkan manusia ketika
melewati shirat!

Modul Aqidah DT. Kelas 6 37


Standar Kompetensi:
 Meyakini adanya Jin, Syetan, dan Iblis

Kompetensi Dasar:
 Menyebutkan pengertian Jin, Syetan, dan Iblis
 Menjauhi perilaku yang bersifat Syaitaniah.

RINGKASAN MATERI

Semua makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT dapat dibagi


kepada dua macam yaitu, yang ghaib dan yang nyata. Yang membedakan
keduanya adalah bisa dan tidak bisanya dipantau oleh pancaindera
manusia. Makhluk ghaib harus kita percayai keberadaannya karena
dengan kita meyakini atau mengimani keberadaan makhluk ghaib berarti
kita iman kepada hal yang ghaib. Iman kepada hal yang ghaib berarti
meyakini ciptaan Allah SWT yang berada di luar dunia nyata. Dan
meyakini secara penuh tentang kekuasaan-Nya. Namun percaya atau
beriman kepada hal yang ghaib bukan berarti meyakini bahwa makhluk
ghaib itu memiliki kekuatan penuh, karena jika hal ini sampai terjadi
maka akan mengakibatkan kemusyrikan atau menganggap ada sesuatu
kekuatan selain kekuatan Allah SWT.
Jin iblis dan setan termasuk perkara ghaib yang wajib kita imani
keberadaannya, karena dalil-dalil Al-Qur`an dan al-Hadits telah

Modul Aqidah DT. Kelas 6 38


menjelaskannya. Ini termasuk di antara asas akidah Islam, yaitu beriman
kepada perkara ghaib. Bahwa beriman kepada yang ghaib merupakan
salah satu sifat orang-orang yang bertakwa.

A. Pengertian Jin, Syetan dan Iblis


1. Jin
Jin adalah makhluk gaib yang diciptakan dari api, dinamai jin
karena tertutupnya dari pandangan. Jin adalah nama jenis, bentuk
tunggalnya adalah Jiniy (dalam bahasa Arab dahulu kala, dan Genie
dalam bahasa Inggris) artinya “yang tersembunyi” atau “yang
tertutup” atau “yang tak terlihat”. Hal itulah yang memungkinkan kita
mengaitkannya dengan sifat yang umum “alam tersembunyi”,
sekalipun akidah Islam memaksudkannya dengan makhluk-makhluk
berakal, berkehendak, sadar dan punya kewajiban, berjasad halus dan
hidup bersama-sama kita di bumi ini.
Jin adalah salah satu makhluk Allah yang diciptakan
mempunyai fungsi yang sama dengan manusia sebagaimana Q.S.
Adz-Dzariyat ayat 56,
   
)56:‫ (الذريت‬ 
Artinya:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya
mereka mengabdi kepada-Ku”. (Q.S. Adz-Dzariyat [51]:56).

Modul Aqidah DT. Kelas 6 39


Dengan demikian tidak semua jin itu kafir, suka berbuat onar,
munafik, dan hal negatif lainnya. Terdapat juga jin yang muslim, hal
ini dipertegas juga dalam Q.S. Al-Jin ayat 11,
  
    
)11:‫ (الجن‬ 
Artinya:
“Dan sesungguhnya di antara kami ada orang-orang yang shaleh
dan di antara kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. Adalah
kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (Q.S. Al-Jin [72]:11)
Bangsa jin ini tidak bisa dilihat dengan mata biasa. Di
alamnya bangsa jin bisa melihat bangsa manusia tetapi bangsa
manusia tidak bisa melihat bangsa jin dari alamnya, karena sudah ada
batas antara jin dan manusia. Dalam prinsipnya bangsa jin tidak bisa
dilihat dalam wujud aslinya, karena bangsa jin itu sangat panas sekali
bila dalam keadaan wujud asli kecuali yang melihat nabi dan rasul.
Nabi Muhammad SAW. sendiri bisa dialog langsung dengan bangsa
jin dengan wujud aslinya karena beliau seorang rasul.

2. Syaitan
Kata Syaitan berasal dari kata syatana artinya menjauh.
Dinamai Syaitan karena jauhnya dari kebenaran. Syaitan adalah sifat
yang digunakan untuk jin yang jahat dan membangkang (durhaka)
dan dapat digunakan pada manusia yang memiliki sifat tersebut,
dinamai syaitan karena jauh dari hak dan kebenaran. Dengan

Modul Aqidah DT. Kelas 6 40


demikian, syaitan adalah sebutan untuk mahluk yang memiliki sifat
jahat. Syaitan itu tergolong bangsa jin, dan ada pula yang dari jenis
manusia. Syaitan dari golongan jin termasuk gaib, sedangkan dari
golongan manusia termasuk makhluk jasmani.
Firman Allah SWT
  
  
  
)112:‫(األنعام‬
Artinya:
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu
syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin…” (Q.S. Al-
An’am [6]:112)
Syaitan adalah musuh besar bagi manusia seperti yang telah di
katakan di dalam Al-Quran. Cara-cara syaitan mengganggu manusia
untuk mengikuti langkah-langkahnya dengan 2 cara: Pertama,
menyesatkan (tadlil), yang kedua, menakut-nakuti (takhwif).
a. Menyesatkan (Tadlil)
Ada delapan langkah syaitan dalam menyesatkan manusia,
sebagai berikut:
1) Bisikan (Waswashah); Syaitan membisikkan keraguan,
kebimbangan dan keinginan untuk melakukan kejahatan ke dalam
hati manusia. Firman Allah SWT
  
.  .
Modul Aqidah DT. Kelas 6 41
  . 
. 
  
 . 
-1:‫(الناس‬  
)6
Artinya:
“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara
dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari
kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang
membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan)
jin dan manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (Q.S. An-Nas
[114]: 1-6)
2) Lupa (Nisyan); Lupa memang sesuatu yang manusiawi. Tapi
syaitan berusaha membuat manusia lupa engan Allah SWT, atau
paling kurang membuat manusia menjadikan lupa sebagai alas an
untuk menutupi kesalahn atau menghindari tanggung jawab.
3) Angan-angan (Tamani); Syaitan berusaha memperdayakan
pikiran manusia dengan khayalan yang mustahil terjadi dan
dengan angan-angan kosong, Allah mengingatkan kita akan tekad
Syaitan untuk membangkitkan angan-angan kosong pada diri
manusia.

Modul Aqidah DT. Kelas 6 42


4) Memandang baik perbuatan maksiat (Tazyin); Syaitan berusaha
dengan segala macam cara menutupi keadaan yang sebenarnya
sehingga yang batil keliatan terpuji dan sebagainya.
5) Janji Palsu (Wa’dun); Syaitan berusaha membujuk umat manusia
supaya mau mengikutinya dengan memberikan janji-janji yang
menggiurkan yaitu keuntungan yang akan peroleh jika mau
menuruti ajakannya. Di akhirat nanti syaitan akan mengakui
bahwa janji-janji yang diberikannya kepada umat manusia dahulu
di dunia adalah janji-janji palsu yang pasti tidak mampu
menepatinya.
6) Tipu Daya (Kaidun); Syaitan berusaha dengan segala macam tipu
daya untuk menyesatkan umat manusia. Akan tetapi sebenarnya
tipu daya syaitan itu tidak aka nada pengaruhnya bagi orang-
orang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT
7) Menghalang-halangi dari jalan Allah (Shaddun an Sabilillah);
Syaitan berusaha untuk menghalang-halangi umat manusia
menjalankan perintah-Nya dengan menggunakan segala cara
macam hambatan.
8) Permusuhan (‘Adawah); Syatan berusaha menimbulkan
permusuhan dan rasa saling membenci di antara sesama manusia,
karena dengan permusuhan itu manusia akan lupa diri dan
melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Allah untuk
membinasakan musuh-musuhnya.
b. Menakut-nakuti (Takhwif)

Modul Aqidah DT. Kelas 6 43


Jika syaitan tidak berhasil dengan delapan cara tersebut,
syaitan masih mempunyai cara lain yaitu menakut-nakuti (takhwif).
Takut yang dimaksud di sini adalah takut melaksanakan kebenaran,
melakukan amar ma’ruf nahi munkar karena khawatir dengan segala
resikonya. Misalnya, resiko jatuh miskin, turun jabatan, dipecat atau
lainnya. Allah berfirman:
 
 
 
  
)175:‫ (آل عمران‬ 
Artinya:
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang
menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang
musyrik Quraisy), Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka,
tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang yang
beriman.” (Q.S. Ali-Imran [3]:175)

Itulah cara syaitan yang tanpa lelah selalu mengajak manusia


kepada kesesatan dan kita sebagai seorang muslim jangan lelah juga
untuk selalu mendekatkan diri kita kepada Allah SWT

3. Iblis
Iblis adalah pembesar jin yang jahat, dan iblis nama panggilan
yang berarti jauh dari rahmat Allah. Kata Iblis menurut sebagian ahli
bahasa berasal dari “ablasa” artinya putus asa. Dinamai iblis karena
dia putus asa dari rahmat atau kasaih sayang Allah SWT

Modul Aqidah DT. Kelas 6 44


Iblis adalah nenek moyang dari golongan jin, yang diciptakan
dari api dan ialah yang pertama kali membangkang/menolak syari'at
Allah SWT Allah Allah berfirman:
  
 
  
   
)50:‫ (الكهف‬   
Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat:
"Sujudlah kamu kepada Adam", maka sujudlah mereka kecuali iblis.
Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah
Tuhannya.” (Q.S. Al Kahfi [18]:50)

Dan firman-Nya lagi:


  
   
 .
    
)27-26 :‫ (الحجر‬
Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah meciptakan manusia (Adam) dari
tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi
bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api
yang sangat panas.” (Q.S. Al-Hijr [15]:26-27)

Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa Iblis berasal dari


kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Iblis adalah abul jin
(bapak para jin). Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang

Modul Aqidah DT. Kelas 6 45


durhaka. Jin meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan
diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya.

B. Menjauhi Perilaku yang Bersifat Syaithaniah


Al-Syaithaniyah; (‫)الشيطانإية‬, yaitu sifat “kesetanan” yang ada
pada diri manusia yang apabila telah menguasai dirinya ia akan suka
merekayasa dengan tipu daya dan meraih segala sesuatu dengan cara-
cara yang jahat.
Beberapa ayat al-Quran telah menjelaskan sifat-sifat syaitan
yang tercela, di antaranya:
1. Takabbur
Allah SWT menyifatkan iblis laknatullah dengan sifat ini
karena iblis menganggap dirinya lebih baik daripada Adam as. Dia
enggan dan takabbur apabila diperintah oleh Allah SWT supaya sujud
kepada Adam as. Allah SWT telah berfirman:
    
    
   
   
)12:‫(األعراف‬
Artinya:
“Allah SWT berfirman; Apakah yang menghalangi engkau
(sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku
menyuruhmu?” (iblis) menjawab ”Aku lebih baik daripada dia.
Engkau ciptakan aku daripada api dan sedangkan dia Engkau
ciptakan daripada tanah“. (Q.S. Al-A’raf [7]:12)

Modul Aqidah DT. Kelas 6 46


2. Sombong dan Keras Kepala
Kedua-duanya merupakan sifat Iblis sebagaimana Firman
Allah SWT.
  
  
 .
  
  
  
)17-16 :‫ (األعراف‬ 
Artinya:
“(Iblis) menjawab, karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku
selalu menghalangi mereka daripada jalanMu yang lurus. Kemudian
pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari
kanan dan dari kiri mereka.” (Q.S. Al-A’raf [7]:16-17)

Ini menunjukkan bahwa kekufuran iblis bukanlah karena


kejahilan bahkan kekufurannya karena keras kepala dan sombong.

3. Menggoda (al-Waswasah)) dan Memperdaya


Al-Waswasah ialah percakapan hati yang dibisikkan oleh
syaitan yang tidak ada kebaikan dan manfaat. Firman Allah SWT
  
   
  
  
  
   

Modul Aqidah DT. Kelas 6 47


   
)20:‫ (األعراف‬
Artinya:
“Kemudian syaitan membisikkan fikiran jahat kepada mereka agar
menampakkan aurat mereka (yang selama ini) tertutup. Dan
(syaitan) berkata, ”Tuhanmu hanya melarang kamu berdua
mendekati pohon ini, agar kamu berdua tidak menjadi malaikat atau
tidak menjadi orang yang kekal(dalam syurga)” (Q.S. Al-A’raf
[7]:20)

Ayat di atas menjelaskan sifat iblis dan hasad dengki terhadap


Adam dan Siti Hawa a.s, dan juga bagaimana iblis berusaha
memperdaya, menggoda dan menipu sehingga kenikmatan dan
pakaian yang baik dirampas daripada kedua-duanya dan dikeluarkan
dari syurga.

4. Ingkar Janji
Ingkar janji merupakan sifat orang munafik. Ingkar janji
merupakan sifat syaithan. Dalam al-Quran Allah memberikan contoh
sifat ingkar janji yang dilakukan oleh syetan. Firman Allah SWT
  
 
   
  
    
  
   
(48:‫ (األنفال‬ 
Modul Aqidah DT. Kelas 6 48
Artinya:
“Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan
mereka dan mengatakan: "tidak ada seorang manusiapun yang dapat
menang terhadapmu pada hari ini, dan Sesungguhnya saya ini
adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat
saling Lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang
seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada
kamu….” (Q.S. Al-Anfal [8]:48)

Ayat ini diturunkan ketika peperangan badar, di mana iblis


berjanji kepada orang musyrikin untuk menolong mereka menentang
orang Islam, maka tatkala pasukan Islam bersama Rasulullah SAW
berhadapan dengan pasukan musyrikin, maka iblis pun menyamar
sebagai seorang lelaki bersama tentara, lalu berkata iblis kepada
orang musyrikin: Kamu tidak akan kalah hari ini dan aku adalah
penolong kamu. Apabila iblis melihat tentara malaikat dia pun
berundur dan tidak memberi pertolongan kepada tentara musyrikin,
dan juga telah memungkiri janjinya untuk menolong mereka. Allah
SWT telah memberi kemenangan kepada tentara Islam di dalam
peperangan tersebut. Di sini jelaslah bahwa iblis adalah pembohong
dan pemangkir janji.

5. Menghasut (Nazgh)
Dalam kamus menyatakan bahwa “Nazgh” ialah mencerca
atau menfitnah. Ia juga membawa makna menghasut, membujuk dan
membisik (percakapan hati yang tiada manfaat dan kebaikan). Sifat-
sifat ini merupakan sifat iblis laknatullah.
Modul Aqidah DT. Kelas 6 49
6. Hasud
Hasad atau dengki adalah sikap batin tidak senang terhadap
kenikmatan yang diperoleh orang lain dan berusaha untuk
menghilangkannya dari orang tersebut. Hasad merupakan penyakit
hati yang dapat menghancurkan pahala amal, Rasulullah SAW.
menggambarkan betapa tercelanya kedengkian itu dengan sabdanya:

‫ت كما تأكل النار‬


‫إإياك والحسد فإإن الحسد يأكل الحسنا إ‬
)‫الحطب (رواه البخاري عن أبي هريرة‬

Artinya:
”Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu
bakar” (HR. Abu Daud dari Abu Hurairah).
Ketika seseorang mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang
yang didengki maka saat itu ia telah berlaku hasad, karena
sesungguhnya kedengkian adalah membenci nikmat dan
menginginkan lenyapnya nikmat itu dari orang yang
mendapatkannya.

7. ‘Ujub
Ujub secara bahasa adalah membanggakan diri dalam hati
(bathin), sedangkan dalam istilah diartikan memastikan keselamatan
badan dari siksa akhirat. ‘Ujub termasuk dalam kategori dosa besar,

Modul Aqidah DT. Kelas 6 50


dimana dalam hatinya tertanam suatu sifat yang dapat menghilangkan
kekuasaan Allah, termasuk dalam segala perbuatan yang telah Allah
ciptakan (sifat baik dan buruk), maka dari itu Allah berfirman dalam
Q.S. Al-A’raf ayat 99:
    
   
 
)99:‫(األعراف‬
Artinya:
“Maka Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak
terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali
orang-orang yang merugi”. (Q.S. Al-A’raf [7]:99).
Dari penjelasan di atas dapat kita fahami bahwa ‘ujub yaitu
suatu sikap membanggakan diri, dengan memberikan satu
penghargaan yang terlalu berlebihan kepada kemampuan diri dalam
hal menghindar dari siksa neraka. Sikap ini tercermin pada rasa tinggi
diri dalam bidang keilmuan, amal perbuatan ataupun kesempurnaan
moral. Sehingga sampai pada sebuah kesimpulan sudah tidak
memperdulikan bahwa sebenarnya Allah-lah yang membuat kebaikan
ataupun keburukan, serta Dia-lah yang melimpahkan kenikmatan
yang nyata. Sikap ini termasuk perilaku syetan karena dia merasa diri
paling hebat dari Adam as.

RINGKASAN MATERI

Modul Aqidah DT. Kelas 6 51


A. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d yang
merupakan jawaban paling benar!
1. Jin memiliki makna……
a. makhluk yang tersembunyi c. makhluk yang menyesatkan
b. makhluk dunia lan d. musuh manusia
2. Langkah-langkah syetan dalam menyesatkan manusia adalah…..
a. takhwif (menakut-nakuti) manusia
b. memberitahu berita ghaib kepada manusia
c. membantu kegiatan manusia
d. angan-angan
3. Syetan yang termasuk makhluk jasmani adalah syetan yang
berasal dari golongan……
a. jin c. manusia
b. iblis d. alien
4. Mengimani adanya jin, syetan dan iblis, termasuk iman
kepada……
a. makhluk Allah c. dunia lain
b. rasul-rasul Allah d. alam ghaib
5. Pembesar jin yang jahat adalah……
a. jin c. manusia
b. iblis d. Alien
6. Di bawah ini adalah sifat-sifat syaithaniyah, kecuali…..
a. senang makanan yang lezat c. ujub
b. hasud d. menggoda dan memperdaya

Modul Aqidah DT. Kelas 6 52


7. Hasud ialah…...
a. memastikan keselamatan badan dari siksa akhirat
b. sikap batin tidak senang terhadap kenikmatan yang diperoleh
orang lain dan berusaha untuk menghilangkan
c. percakapan hati yang dibisikkan oleh syaitan
d. mencerca atau menfitnah
8. Makhluk yang menggoda Nabi Adam as dan Siti Hawa di surga
adalah….
a. jin c. manusia
b. iblis d. alien
9. Iblis adalah makhluk Allah yang diciptakan dari…..
a. air c. batu
b. tanah d. api
10. Ujub adalah…..
a. sikap senang meneliti kesalahan orang lain
b. memastikan keselamatan badan dari siksa akhirat
c. percakapan hati yang dibisikkan oleh syaitan
d. mencerca atau menfitnah

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!


1. Apa yang kamu ketahui tentang jin?
2. Sebutkan dua cara syaitan dalam menggoda manusia!
3. Apa yang dimaksud dengan al-waswasah?

Modul Aqidah DT. Kelas 6 53


4. Tulis ayat al-Quran yang menyatakan bahwa jin dan manusia
sama-sama diperintah untuk beribadah!
5. Sikap apakah yang menyebabkan iblis kufur terhadap Allah?

Modul Aqidah DT. Kelas 6 54


DAFTAR PUSTAKA

Alfat, Masan. 1996. Aqidah Akhlak. Jakarta: PT Karya Toha Putra.


Ali, Muhammad Daud. 2006. Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Raja
Grafindo Persada
Azra, Azyumardi, dkk.. 2002. Pendidikan Agama Islam pada Perguruan
Tinggi Umum. Jakarta
Al-Jazairi, Abu Bakar Jabir. 1998. Minhajul Muslim, Madinah:
Maktabatul “Ulum Wal hikam.
Departemen Agama RI. 2005. AL-Qur’an dan Terjemahannya, Bandung:
PT Syamil Media Cipta
Ilyas, Yunahar. 1995. Kuliah Aqidah Islam, Yogyakarta: Lembaga
Pengkajian dan Pengamalan Islam (LPPI)
Shihab, M. Quraish. 1998. Wawasan Al-Quran – Tafsir Maudhu’I atas
Barbagai Persoalan Umat. Bandung: Penerbit Mizan

Modul Aqidah DT. Kelas 6 55