Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKASI KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN

PEMBANGUNAN DAN PEMASANGAN PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

Memasang Mekanikal Bagi Analis Madya

Disusun Oleh :

RISDIANTO
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan berkah,
rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Penulisan ini
bertujuan untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh Sertifikasi Kompetensi Tenaga Teknik
Ketenagalistrikan.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan Pasal 44, ayat 1
s/d 7 : “Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan
ketenagalistrikan.” Ketentuan keselamatan ketenagalistrikan tersebut bertujuan untuk
mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi, aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk
hidup lainnya, dan ramah lingkungan.

Pembangunan dan Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel wajib melalui serangkaian
proses yang meliputi kegiatan Perencanaan, Persiapan, Pelaksanaan, Evaluasi dan pembuatan
Laporan ; Dengan tujuan agar kondisi Pembangkit selalu dalam keadaan siap operasi / laik operasi
sesuai dengan kapasitas terpasang untuk mewujudkan kondisi andal dan aman bagi instalasi, aman
dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, dan ramah lingkungan.

Penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca
maupun penulis sendiri. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah
ini, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar menjadi lebih
baik.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Daftar Isi

KATA PENGANTAR.................................................................................... Error! Bookmark not defined.

ABSTRAK................................................................................................... Error! Bookmark not defined.

BAB I ......................................................................................................... Error! Bookmark not defined.

PENDAHULUAN ........................................................................................ Error! Bookmark not defined.

A. Latar Belakang Masalah ........................................................... Error! Bookmark not defined.

B. Rumusan Masalah ................................................................................................................... 7

C. Tujuan ...................................................................................... Error! Bookmark not defined.

D. Manfaat ................................................................................................................................... 8

BAB II ........................................................................................................ Error! Bookmark not defined.

LANDASAN TEORI ..................................................................................... Error! Bookmark not defined.

A. Pengertian Masalah Yang Dibahas ........................................... Error! Bookmark not defined.

B. Teori Berkaitan Dengan Masalah ............................................. Error! Bookmark not defined.

C. Hubungan Masalah Dengan Teori............................................ Error! Bookmark not defined.

BAB III .................................................................................................................................................... 16

METODE PENELITIAN ............................................................................................................................ 16

A. Jenis Penelitian......................................................................... Error! Bookmark not defined.

B. Lokasi Dan Waktu Penelitian ................................................... Error! Bookmark not defined.

C. Populasi Dan Contoh ................................................................ Error! Bookmark not defined.

D. Analisa Data ............................................................................. Error! Bookmark not defined.

BAB IV....................................................................................................... Error! Bookmark not defined.

PEMBAHASAN DAN HASIL........................................................................ Error! Bookmark not defined.


A. Uraian Pembahasan ................................................................. Error! Bookmark not defined.

B. Uraian Hasil .............................................................................. Error! Bookmark not defined.

BAB V........................................................................................................ Error! Bookmark not defined.

PENUTUP .................................................................................................. Error! Bookmark not defined.

A. Kesimpulan............................................................................... Error! Bookmark not defined.

B. Saran ........................................................................................ Error! Bookmark not defined.

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................................. 23


ABSTRAK

PLTD merupakan suatu instalasi pembangkit listrik yang terdiri dari suatu unit pembangkit (SPD)
dan sarana pembangkitan. Mesin Diesel adalah penggerak utama untuk mendapatkan energi
listrik yang kemudian dikeluarkan oleh Generator. Pada mesin Diesel Energi Bahan bakar diubah
menjadi energi mekanik dengan proses pembakaran di dalam mesin itu sendiri. Mesin Diesel
pada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan dalam pemakaian untuk angkutan darat
dan laut, kemudian pembangkitan dalam daya kecil dan menengah bahkan sampai daya besar
sudah ada yang menggunakannya.

Unit PLTD adalah kesatuan peralatan-peralatan utama dan alat-alat bantu serta
perlengkapannya yang tersusun dalam hubungan kerja, membentuk sistem untuk mengubah
energi yang terkandung didalam bahan bakar minyak menjadi tenaga mekanis dengan
menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanya dan seterusnya tenaga mekanis
tersebut diubah oleh generator menjadi tenaga listrik.

Sistem Pelumasan dan Sistem Pendinginan Mesin Diesel harus andal, stabil. Kedua sistem
tersebut mempunyai peranan penting dalam kehandalan mesin diesel, masalah-masalah
seperti penurunan tekanan oli atau temperatur air naik sering ditemukan, hal ini bisa disebakan
oleh faktor internal dan eksternal pada sistem unit PLTD.
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Beroperasinya PLTD/diesel engine/genset tentunya harus didukung sistem-sistem, dimana


sistem tersebut menjaga agar PLTD walaupun beroperasi antar rentang waktu yang lama
dan pada beban yang berubah ubah sesuai kebutuhan tetap stabil dan handal.

Engine tersebut didukung oleh beberapa sistem untuk menghasilkan performance yang baik
dalam bekerja. Sistem tersebut antara lain fuel system, cooling system, lubrication system,
air intake and exhaust system dan electric system. Apabila salah satu sistem tidak bekerja
dengan baik maka akan menurunkan performance dari engine dan apabila engine tidak
bekerja maksimal dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Sistem pendingin (cooling system) memegang peranan penting pada sistem PLTD. Agar
PLTD apabila dioperasikan temperaturnya tetap stabil walau pada beban berubah-ubah
tentunya dibutuhkan pendingin. Media pendingin yang paling banyak dipergunakan adalah
air (water), dan ada juga yang mempergunakan sistem pendingin udara.

Pada mesin yang menggunakan bahan sebagai sumber tenaga, pasti menghasilkan panas.
Tetapi tidak semua energi panas dirubah kedalam tenaga, hanya 25% energi yang
dimanfaatkan secara efektif, 45% energi lainnya hilang saat gas buang atau gesekan dan
sisanya diserap oleh mesin itu sendiri. Panas yang diserap oleh mesin harus dibuang ke
udara segera, karena bila tidak mesin akan menjadi terlalu panas dan mempercepat
keausan, maka sistem pendingin dilengkapi Radiator untuk mendinginkan dan mencegah
panas berlebihan (overheating).

Pada umumnya yang banyak dipergunakan adalah dengan media air pendingin Prinsip
dasarnya adalah panas yang ada pada dinding silinder yang diakibatkan oleh pembakaran
diserap panasnya oleh air melalui dinding silinder dan kemudian air yang terinduksi panas
Dari dinding silinder dipompa masuk ke radiator untuk didinginkan dan dialirkan kembali
masuk keruang pendingin (water jacket) pada mesin begitulah seterusnya sehingga
temperatur mesin menjadi stabil walaupun pada beban yang berubah-ubah.

Air radiator pendingin berfungsi :

1. Mendinginkan cylinder
2. Mendinginkan Udara yang masuk ke ruang pembakaran
3. Mendingikan Temperature oli

2. Rumusan Masalah

Untuk menjaga kehandalan dari PLTD maka berikut adalah masalah-masalah yang harus
diperhatikan dan dipastikan fungsinya :

1. Sistem mekanis
2. Sistem kelistrikan
3. Sistem instrumentasi

3. Tujuan

Tujuan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Meningkatkan Performance Unit PLTD

2. Pola operasi aman, andal dan ramah lingkungan

3. Biaya Perawatan menurun

4. Pengakuan Laik Operasi terhadap unit PLTD


4. Manfaat

1. Manfaat makalah ini adalah untuk memberikan pengetahuan dalam pelaksanaan


pemasangan Pembangkit Tenaga Diesel.

2 Menambah pengetahuan penulis dan pembaca makalah ini


BAB II

LANDASAN TEORI

1. Pengertian masalah yang di bahas

Mesin yang kita gunakan adalah Engine 3516 DITA berbahan bakar minyak solar dengan 16
silender 3500 HP

Engine sistem direct injection.

Pada engine ini bahan bakar yang berasal dari FIP (fuel injection -pump) akan langsung di
kabutkan ke Silinder Head melalui Fuel Nozzle.

Ada tiga faktor yang diperlukan dalam proses pembakaran, yaitu:

Panas + Udara + Bahan Bakar = Pembakaran

Udara dan bahan bakar yang dipanaskan akan menghasilkan pembakaran, sehingga
menghasilkan gaya yang diperlukan untuk memutarkan engine.

Udara yang mengandung bahan oksigen diperlukan untuk membakar bahan bakar.
Ketika bahan bakar dikabutkan di ruang bakar maka bahan bakar akan sangat
mudah untuk dinyalakan dan akan terbakar dengan efisien. Pembakaran dapat
terjadi ketika campuran bahan bakar dan udara dikompresikan sampai dihasilkan
panas yang cukup (± 10000F) sehingga dapat menyala tanpa bantuan percikan bunga
api.

Sistem Utama Pada Engine


Agar engine dapat bekerja sesuai standar kerjanya dibutuhkan sistem-sistem sebagai
berikut.

1. Sistem pemasukan udara (Air intake & exhaust system)

Air intake dan exhaust system pada engine sangat dibutuhkan untuk mensuplai
kebutuhan udara pada proses pembakaran di ruang bakar. Sistem ini sangat penting
untuk menciptakan pembakaran yang sempurna dengan perbandingan bahan bakar dan
udara harus sesuai kebutuhan. Untuk mendapatkan kinerja dan daya yang maksimal dari
sebuah engine, terjadinya gangguan pada sistem ini akan menyebabkan pembakaran
yang tidak sempurna dan pada akhirnya akan mempengaruhi atau mengurangi
performance atau kinerja engine.

2. Sistem pelumasan (Lubrication system)

Tujuan utama sistem pelumasan adalah mengalirkan oli ke seluruh bagian engine.

Untuk melindungi kaausan pada komponen komponen pada engine

Contoh :

1. Main bearing
2. Conroad bearing
3. Turbo charger
4. Crankshaft
5. Camsahaft
6. Pushrod
7. Piston
3. Sistem elektrik (Electric system)

Setiap unit Caterpillar juga dilengkapi dengan charging system. Charging system
memiliki dua fungsi, yaitu: mengisi battery yang telah digunakan untuk menghidupkan
engine dan memasok arus ke semua sistem kelistrikan selama machine bekerja.

4. Sistem bahan bakar (Fuel system)

Jumlah bahan bakar yang dibakar oleh engine berhubungan langsung dengan jumlah
horse power dan torque yang dihasilkan. Secara umum, makin banyak bahan bakar yang
diterima engine, makin besar pula torque yang tersedia pada flywheel. Sistem bahan
bakar mengirimkan bahan bakar yang bersih pada saat dan jumlah yang tepat, untuk
memenuhi kebutuhan horse power dari engine. Gambar 2.4. dibawah ini menunjukan
aliran sistem bahan bakar dan komponennya.

5. Sistem pendinginan ( cooling system )

Engine adalah suatu alat yang memiliki kemampuan untuk merubah energi panas yang dimiliki
oleh bahan bakar menjadi energi gerak. Berdasarkan fungsinya maka terminologi engine pada
Caterpillar biasa digunakan sebagai sumber tenaga atau prime power (penggerak utama) pada
machine, genset, marine vessel (kapal) ataupun berbagai macam peralatan industri.

Air radiator pendingin berfungsi :

1. Mendinginkan cylinder

2. Mendinginkan Udara yang masuk ke ruang pembakaran

3. Mendingikan Temperature oli


2. Teori yang berkaitan dengan masalah

Cara kerja mesin diesel 4 langkah adalah sebagai berikut:

1. Langkah Hisap

Piston bergerak dari TMA (Titik Mati Atas) ke TMB ( Titik Mati Bawah )
Saat piston bergerak ke bawah Valve Intake akan terbuka yang menyebabkan ruang didalam
silinder menjadi vakum, sehingga udara murni langsung masuk ke ruang silinder melalui filter
udara.

2. Langkah Kompresi

Piston bergerak dari TMB menuju TMA dan kedua katup tertutup. Udara yang berada di
dalam silinder didesak terus oleh piston, menyebabkan terjadi kenaikan tekanan dan
temperatur, sehingga suhu udara di dalam silinder naik. Beberapa derajat sebelum piston
mencapai TMA, bahan bakar di semprotkan ke ruang bakar oleh injector yang berbentuk

kabut.

3. Langkah Usaha

Kedua katup masih tertutup, akibat semprotan bahan bakar di ruang bakar akan
menyebabkan terjadi ledakan pembakaran yang akan meningkatkan suhu dan tekanan di
ruang bakar. Tekanan yang bawah yang menyebabkan terjadi gaya aksial. Gaya aksial ini
dirubah dan diteruskan oleh poros engkol menjadi gaya radial (putar)
4. Langkah Buang

Gaya yang masih terjadi di flywheel akan menaikkan kembali piston dari TMB ke TMA,
bersamaan itu juga valve exhaust terbuka sehingga udara sisa pembakaran akan di dorong
keluar dari ruang silinder menuju exhaust manifold dan di buang ke udara melalui knalpot
Begitu seterusnya sehingga terjadi siklus pergerakan piston yang tidak berhenti.

endingin, alat pembersih dan sambungan pipa kerja. Fungsi sistem pelumasan yaitu
untuk mengurangi pergeseran dari bagian yang bergerak dan mengurangi pemakaian dan
sobekan bagian-bagian mesin.

7. Sistem Elektrik (Electric System)

Setiap Caterpillar machine memiliki starting system untuk menghidupkan engine


nya. Starting system merubah energi listrik dari battery menjadi energi mekanis
pada starting motor untuk menghidupkan engine.

Setiap unit Caterpillar juga dilengkapi dengan charging system. Charging system
memiliki dua fungsi, yaitu: mengisi battery yang telah digunakan untuk
menghidupkan engine dan memasok arus ke semua sistem kelistrikan selama
machine bekerja.

Udara dan bahan bakar yang dipanaskan akan menghasilkan pembakaran, sehingga
menghasilkan gaya yang diperlukan untuk memutarkan engine. Udara yang
mengandung bahan oksigen diperlukan untuk membakar bahan bakar. Ketika bahan
bakar dikabutkan di ruang bakar maka bahan bakar akan sangat mudah untuk
dinyalakan dan akan terbakar dengan efisien. Pembakaran dapat terjadi ketika
campuran bahan bakar dan udara dikompresikan sampai dihasilkan panas yang
cukup (± 10000F) sehingga dapat menyala tanpa bantuan percikan bunga api.
3. Hubungan masalah dengan Teori

Untuk mencapai tenaga mesin yang stabil maka kita harus mengecek clearence pada
katup Intake dan Exhaust menggunakan filler gauge

Injecktor menggunakan Timing tool ( dial indicator )

karena kalau pengukuran di luar batas clearance maka akan mesin terdengar suara
mengelitik atau tenaga tidak stabil
Berikut ini adalah spesifikasi clearance valve intake dan exhaust pada engine 3516
Genset

Intake 0.42 – 0.58 mm


Intake 0.92 – 0.58 mm
Injector 87.00 mm

Pada dasarnya sebuah engine tidak akan dapat bekerja secara optimal apabila salah satu
sistem pada engine tidak bekerja secara baik. Sistem ini tidak akan dapat bekerja secara
baik karena adanya kerusakan yang terjadi pada salah satu komponen yang terdapat
pada sistem tersebut. Dampak yang diberikan apabila sistem engine mengalami
kerusakan dapat berupa engine knocking, engine low power, engine overheating,
temperature exhaust manifold high, dan lain-lain
BAB III

METODE PENELITIAN

1. Jenis penelitian

Pada penelitian ini, saya akan berfokus pada study kasus salah pemasangan camshaft engine 3516
DITA oleh vendor waktu overhaul di PT. Bekasi Power

2. Lokasi penelitian

Site PT.Bekasi Power

3. Populasi contoh

No. DESKRIPSI DETIL

A. DIESEL ENGINE

1 Merek Caterpillar

2 Tipe / Model D 3516 DITA

1100 kW
4 Kapasitas

5 Putaran 1500 rpm

6 Jumlah / Tipe Silinder 16 / V-Type

7 Bahan Bakar Solar

B GENERATOR

1 Merek Caterpillar
2 Tipe / Model 1468

3 Eksitasi Internal Excitation

4 Jumlah Pole 4 Pole

5 Kapasitas 1375 kVA / 1100 kW

6 Tegangan 4160 V

7 Power Factor 0.8

8 Putaran 1500 rpm

9 Fasa 3 Fasa

10 Frequency 50 Hz

11 Jumlah Pole 4

C PENGGUNAAN

1 Sifat Penggunaan Start-Up Gas Compressor

2 Jam Operasi Max. 2 – 3 Jam

3 Beban Maksimum 800 kW

D Dimensi

1 Panjang 5358 mm

2 Lebar 1975 mm

3 Tinggi 2367 mm

4 Berat 12218 kg
4. Analisa data

Mesin tidak mau menyala lalu di lakukan pengecekan temuan nya :

1. Posisi Flywheel menunjukan langkah kompresi sedangkan posisi Camshaft menunjukan langkah
Exhaust

2. Langkah gaya intake dan exhaust terbalik


BAB IV

PEMBAHASAN DAN HASIL

1. Uraian pembahasan

Jadi dalam hal ini apa bila mesin tidak mau menyala,di karenakan posisi flywheel dan camshaft tidak
sama ini berdampak pada gaya Hisap,Kompresi,Tenaga,Buang menjadi terbalik

Camshaft berpungsi mengatur gaya buka tutup valve dengan rotasi putaran di sambung dengan
pushrod menjadi gaya axial

Dalam pemasang camshaft jangan sampai posisi nya terbalik acuan nya adalah kalau coak nya cylinder
15 atau 16 menghadap ke depan menunjukan langkah compressi

 Lakukan pengecekan posisi flywheel dalam posisi Langkah kompresi


 Cek camshaft pada popsi langkah kompresi coak nya menghadap keluar
Ini di lihat dari cylinder 15 dan cylinder 16

3. Uraian Hasil

Sebelum melakukan penyetingan katup

Cek posisi plywheel


Langkah Compressi Top center Cylinder no 1

Katup Intake : 1-2-5-7-8-12-13-14


Katup Exhaust : 1-2-3-4-5-6-8-9
Injector : 3-4-6-9-10-11-15-16

Putar Plywheel satu putaran 360 °

Langkah Exhaust

Katup Intake : 3-4-6-9-10-11-15-16

Katup Exhaust : 7-10-11-12-13-14-15-16

Injector : 1-2-5-7-8-12-13-14

Jadi apa bila kita pertama sudah salah posisi dalam pemasangan plywheel dan camshaft maka
penyetingan katup akan berdampak salah juga maka akan berakibat mesin tidak akan menyala
BAB V

PENUTUP

1. Kesimpulan

Memasang mesin diesel adalah serangkaian proses yang meliputi kegiatan perencanaan,
persiapan, pelaksanaan dan pelaporan, dimaksudkan agar kondisi mesin setelah dipasang
dalam keadaan siap operasi/laik operasi sesuai dengan kapasitas terpasang, andal dan aman
bila dioperasikan.

Pemasangan dan sperpart harus mengacu data pada manual buku atau service

manual

2.Saran

Lakukan service berkala pada 2000 jam

 Pengganti oli mesin


 Lakukan penggantian filter oli
 Lakukan penggantian filter solar
 Lakukan cleaning dan pengecekan Nozel injector
 Lakukan seting ulang clearence valve
 Pengecekan Saringan udara
DAFTAR PUSTAKA

DR. Suyitno M, M.Pd., 2011, Pembangkit Energi Listrik, Jakarta: Rineka Cipta

Ir. Djiteng Marsudi, 2005, Pembangkitan Energi Listrik, Jakarta: Erlangga

Ir. Sulasno, 1990, Pusat Pembangkit Tenaga Listrik, Semarang: Satya Wacana

DR. Parsa I Made, M.Pd., 2012, Teknik Pembangkit Energi Listrik, kupang, Bahan Ajar

http://id.scribd.com/doc/137515905/Makalah-PLTD

http://fungsi.info/definisi-pembangkit-listrik-tenaga-diesel/

http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik