Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan merupakan suatu
bentuk pelayanan professional yang didasarkan pada ilmu keperawatan. Keperawatan
merupakan profesi dalam bidang kesehatan yang memiliki andil besar dalam proses
pemulihan sehat- sakit atau pun proses peningkatan kesehatan. Keperawatan termasuk
ke dalam profesi karena keperawatan memenuhi syarat sebagi suatu profesi.
Keperawatan mengubah paradigm yang dahulu menyatakan bahwa perawat bekerja
secara vokasional menjadi perawat professional. Maksudnya adalah perawat menjadi
mitra dokter dalam setiap kegiatan yang dilkukan tidak lagi dianggap “ pembantu”
dokter.
Keperawatan memiliki aturan sebagai penjelas keperawatan sebagai suatu profesi.
Keperawatan memiliki kode etik yang secara tidak langsung menjadikan ciri khas
profesinya. Kode etik ini menjelaskan peran perawat yang seharusnya dalam praktek
keperawatan. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) merupakan organisasi
profesi yang mengelola profesi keperawatan undang-undang, kode etik, dan hal lain
yang menyangkut keperawatan diatur PPNI.
Hal ini dilakukan agar profesi keperawatan menjadi profesi yang memiliki citra
baik dalam sistem pelayanan keperawatan sama dengan profesi kesehatan lainnya.
Seorang perawat, perlu untuk mengetahui peran dan fungsi perawat, kode etik yang
digunakan perawat dalam berprofesi serta etika dan moral yang digunakan dalam
menjalankan pofesinya. Hal ini dilakukan agar fungsi profesi yang dilakukan
maksimal sesuai tujuan profesi keperawatan. Oleh karena itu, pnyusun akan
membahas tentang standar profesi keperawatan di Indonesia agar jelas tugas profesi
keperawatan dalam prakteknya.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan profesionalisme keperawatan?
2. Bagaimana pendekatan holistik dalam asuhan keperawatan?
3. Bagaimana peranan perawat dalam membimbing klien yang sakit?

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 1


C. Tujuan
1. Untuk mengetahui profesionalisme keperawatan.
2. Untuk mengetahui pendekatan holistik dalam asuhan keperawatan.
3. Untuk mengetahui peranan perawat dalam membimbing klien yang sakit

D. Manfaat
Agar para mahasiswa/i khususnya kelompok kami dalam menjalankan tugas
sebagai perawat professional dengan baik.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 2


BAB II
PEMBAHASAN

A. Perawat Sebagai Profesi


1. Pengertian Profesi
Profesi adalah suatu pekerjaan yang ditujukan untuk kepentingan masyarakat
dan bukan untuk kepentingan golongan atau kelompok tertentu. Profesi sangat
mementingkan kesejahteraan orang lain, dalam konteks bahasan ini konsumen
sebagai penerima jasa pelayanan keperawatan professional.
Menurut Webster profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan yang
lama dan menyangkut ketrampilan intelaktual.
Kelly dan Joel, 1995 menjelaskan professional sebagai suatu karakter, spirit
atau metode professional yang mencakup pendidikan dan kegiatan diberbagai
kelompok okupasi yang angotanya berkeinginan menjadi professional.
Professional merupakan suatu proses yang dinamis untuk memenuhi atau
mengubah karakteristik kearah suatu profesi.
2. Karakteristik Profesi
a. Gary dan Pratt (1991), Kiozer Erb dan Wilkinson (1995) mengemukakan
karakteristik professional sebagai berikut :
1. Konsep misi yang terbuka terhadap perubahan
2. Penguasaan dan penggunaan pengetahuan teoritis
3. Kemampuan menyelesaikan masalaj
4. Pengembangan diri secara berkesinambungan
5. Pendidikan formal
6. System pengesahan terhadap kompetensi
7. Penguatan secara legal terhadap standart professional
8. Praktik berdasarkan etik
9. Hukum terhadap malpraktik
10. Penerimaan dan pelayanan pada masyarakat
11. Perbedaan peran antara pekerja professional dengan pekerjaan lain dan
membolehkan praktik yang otonom.\

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 3


b. Menurut Lindberg, Hunter dan Kruszewski (1993), Leddy dan Pepper (1993)
serta Berger dan Williams (1992), keperawatan sebagai suatu profesi memiliki
karakteristik sebagai berikut :
1. Kelompok pengetahuan yang melandasi keterampilan untuk
menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan.
Pada awalnya praktik keperawatan dilandasi oleh ketrampilan yang
bersifat intuitif. Sebagai suatu disiplin, sekarang keperawatan disebut
sebagai suatu ilmu dimana keperawatan banyak sekali menerapkan ilmu-
ilmu dasar seperti ilmu perilaku, social, fisika, biomedik dan lain-lain.
Selain itu keperawatan juga mempelajari pengetahuan inti yang menunjang
praktik keperawatan yaitu fungsi tubuh manusia yang berkaitan dengan
sehat dan sakit serta pokok bahasan pemberian asuhan keperawatan secara
langsung kepada klien.
2. Kemampuan memberikan pelayanan yang unik kepada masyarakat.
Fungsi unik perawat adalah memberikan bantuan kepada sesorang dalam
melakukan kegiatan untuk menunjang kesehatan dan penyembuhan serta
membantu kemandirian klien.
3. Pendidikan yang mmenuhi standart dan diselenggarakan di perguruan
tinggi atau universitas.
Beralihnya pendidikan keperawatan kepada institusi pendidikan tinggi
memberikan kesempatan kepada perawat untuk mendapatkan pengetahuan
dan ketrampilan intelektual, interpersonal dan tehnikal yang
memungkinkan mereka menjalankan peran dengan lebih terpadu dalam
pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkesinambungan.
Disampingg itu perawat dituntut untuk mengembangkan Iptek
keperawatan.
4. Pengendalian terhadap standart praktik.
Standart adalah pernyatan atau criteria tentang kualitas praktik. Standart
praktik keperawatan menekankan kpada tangung jawab dan tangung gugat
perawat untuk memenuhi standart yang telah ditetapkan yang bertujuan
menlindungi masyarakat maupun perawat. Perawat bekerja tidak dibawah
pengawasan dan pengendalian profesi lain.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 4


5. Bertanggung jawab dan bertanggung gugat terhadap tindakan yang
dilakukan.
Tangung gugat accountable berarti perawat bertanggung jawab pelayanan
yang diberikan kepada klien. Tanggung gugat mengandung aspek legal
terhadap kelompok sejawat, atasan dan konsumen. Konsep tangung gugat
mempunyai dua implikasi yaitu bertanggung jawab terhadap konsekuensi
dari tindakan yang dilakukan dan juga menerima tanggung jawab dengan
tidak melakukan tindakan pada situasi tertentu.
6. Karir seumur hidup
Dibedakan dengan tugas/job yang merupakan bagian dari pekerjaan rutin.
Perawat bekerja sebagai tenaga penuh yang dibekali dengan pendidikan
dan ketrampilan yang menjadi pilihannya sendiri sepanjang hayat.
7. Fungsi mandiri
Perawat memiliki kewenangan penuh melakukan asuhan keperawatan
walaupun kegiatran kolaborasi dengan profesilain kadang kala dilakukan
dimana itu semua didasarkan kepada kebutuhan klien bukan sebagai
ekstensi intervensi profesi lain.
3. Perkembangan Profesionalisme Keperawatan
Melihat catatan sejarah tentang awal mula keberadaan perawat di Indonesia,
yang diperkirakan baru bermula pada awal abad ke 19, dimana disebutkan adanya
perawat saat itu adalah dikarenakan adanya upaya tenaga medis untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik sehingga diperlukan tenaga
yang dapat membantu atau tenaga pembantu. Tenaga tersebut dididik menjadi
seorang perawat melalui pendidikan magang yang berorientasi pada penyakit dan
cara pengobatannya. Sampai dengan perkembangan keperawatan di Indonesia
pada tahun 1983 PPNI melakukan Lokakarya Nasional Keperawatan di Jakarta,
melalui lokakarya tersebut prawat bertekad dan bersepakat menyatakan diri bahwa
keperawatan adalah suatu bidang keprofesian.
Perkembangan profesionalisme keperawatan di Indonesia berjalan seiring
dengan perkembangan pendidikan keperawatan yang ada di Indonesia. Pengakuan
perawat profesionalan pemula adalah bagi mereka yang berlatar belakang
pendidikan Diploma III keperawatan. Program ini menghasilkan perawat generalis

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 5


sebagai perawat professional pemula, dikembangkan dengan landasan keilmuan
yang cukup dan landasan professional yang kokoh.
Perkembangan pendidikan keperawatan dalam rangka menuju tingkat
keprofesionalitasan tidak cukup sampai di tingkat diplima saja, di ilhami
keinginan dari profesi keperawatan untuk terus mengembangkan pendidikan maka
berdirilah PSIK FK-UI (1985) dan kemudian disusul dengan pendirian program
paska sarjana FIK UI (1999).
Peningkatan kualitas organisasi profesi keperawatan dapat dilakukan melalui
berbagai cara dan pendekatan antara lain :
a. Mengembangkan system seleksi kepengurusan melalui pnetapan criteria dari
berbagai aspek kemampuan, pendidikan, wawasan, pandangan tentang visi
dan misi organisasi, dedikasi serta keseterdiaan waktu yang dimiliki untuk
organisasi.
b. Memiliki serangkaian program yang kongkrit dan diterjemahkan melalui
kegiatan organisasi dari tingkat pusat sampai ke tingkat daerah. Prioritas
utama adalah rogram pendidikan berkelanjutan bagi para anggotanya.
c. Mengaktifkan fungsi collective bargaining, agar setiap anggota memperoleh
penghargaan yang sesuai dengan pendidikan dan kompensasi masing-masing.
d. Mengembangkan program latihan kepemimpinan, sehingga tenaga
keperawatan dapat berbicara banyak dan memiliki potensi untuk menduduki
berbagai posisi di pemerintahan atau sector swasta.
e. Meningkatkan kegiatan bersama dengan organisasi profesi keperawatan di luar
negeri, bukan anya untuk pengurus pusat saja tetapi juga mengikut sertakan
pengurus daerah yang berpotensi untuk dikembangkan.
4. Pohon Ilmu ( Body of Knowledge )
Pohon ilmu dari keperawatan adalah ilmu keperawatan itu sendiri. Pendidikan
keperawatan sebagai pendidikan profesi harus dikembangkan sesuai dengan
kaidah-kaidah ilmu dan profesi keperawatan, yang harus memiliki landasan
akademik dan landasan professional yang kokoh dan mantap.
Pengembangan pendidikan keperawatan bertolak dari pengertian dasar tentang
ilmu keperawatan seperti yang dirumuskan oleh Konsorsium Ilmu kesehatan
(1991) yaitu : “ Ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu dasar seperti ilmu alam,
ilmu social, ilmu perilaku, ilmu biomedik, ilmu kesehatan masyarakat, ilmu dasar

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 6


keperawatan, ilmu keperawatan komunitas dan ilmu keperawatan klinik, yang
apluikasinya menggunakan pendekatan dan metode penyelesaian masalah secara
ilmiah, ditujukan untuk mempertahankan, menopang, memelihara dan
meningkatkan integritas seluruh kebutuhan dasar manusia “.
Wawasan ilmu keperawatan mencakup ilmu-ilmu yang mempelajari bentuk
dan sebab tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia, melalui pengkajian
mendasar tentang hal-hal yang melatar belakangi, serta mempelajari berbagai
bentuk upaya untuk mencapai kebutuhan dasar tersebut melalui pemanfaatan
semua sumber yang ada dan potensial.
Bidang garapan dan fenomena yang menjadi objek studi keperawatan adalah
penyimpangan dan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia (bio-psiko-sosio-
spiritual), mulai dari tingkat individu tang utuh (mencakup seluruh siklus
kehidupan), sampai pada tingkat masyarakat, yang juga tercermin pada tidak
terpenuhinya kebutuhan dasar pada tingkat system organ fungsional sampai sub
seluler atau molekuler.
5. Cerminan Perawat Profesional
Cerminan nilai professional perawat dalam praktik keperawatan dikelompokkan
dalam nilai intelektual dan nilai komitmen moral interpersonal, sebagai berikut :
a. Nilai intelektual
Nilai intelektual dalam prtaktik keperawatan terdiri dari
1. Body of Knowledge
2. Pendidikan spesialisasi (berkelanjutan)
3. Menggunakan pengetahuan dalam berpikir secara kritis dan kreatif.
b. Nilai komitmen moral
Pelayanan keperawatan diberikan dengan konsep altruistic, dan
memperhatikan kode etik keperawatan. Menurut Beauchamp & Walters
(1989) pelayanan professional terhadap masyarakat memerlukan integritas,
komitmen moral dan tanggung jawab etik.
Aspek moral yang harus menjadi landasan perilaku perawat adalah :
1. Beneficience
Perawat selalu mengupayakan keputusan yang dibuat berdasarkan
keinginan melakukan yang terbaik dan tidak merugikan klien. (Johnstone,
1994)

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 7


2. Fair
Tidak mendeskriminasikan klien berdasarkan agama, ras, social budaya,
keadaan ekonomi dan sebagainya, tetapi memprlakukan klien sebagai
individu yang memerlukan bantuan dengan keunikan yang dimiliki.
3. Fidelity
Berperilaku caring (peduli, kasih sayang, perasaan ingin membantu),
selalu berusaha menepati janji, memberikan harapan yang memadahi,
komitmen moral serta memperhatikan kebutuhan spiritual klien.

B. Ruang Lingkup Asuhan Keperawatan Menurut Tuntunan Agama Islam


Kewenangan perawat adalah hak dan otonomi untuk melaksanakan asuhan
keperawatan berdasarkan kemampuan, tingkat pendidikan, dan posisi yang dimiliki.
1. Lingkup kewenangan perawat dalam praktek keperawatan profesional adalah
pada kondisi sehat dan sakit, sepanjang daur kehidupan (dari konsepsi sampai
meninggal dunia), mencakup :
a. Asuhan keperawatan pada klien anak dari usia 28 hari sampai usia 18 tahun.
b. Asuhan keperawatan maternitas, yaitu asuhan keperawatan klien wanita pada
masa subur dan neonatus (bayi baru lahir sampai 28 hari) dalam keadaan
sehat.
c. Asuhan keperawatan medikal bedah, yaitu asuhan pada klien usia di atas 18
tahun sampai 60 tahun dengan gangguan fungsi tubuh baik oleh karena
trauma atau kelainan fungsi tubuh.
d. Asuhan keperawatan jiwa, yaitu asuhan keperawatan klien pada semua usia,
yang mengalami berbagai masalah kesehatan jiwa.
e. Asuhan keperawatan keluarga, yaitu asuhan keperawatan pada klien keluarga
unit terkecil dalam masyarakat sebagai akibat pola penyesuaian keluarga
yang tidak sehat, sehingga tidak terpenuhinya kebutuhan keluarga.
f. Asuhan keperawatan komunitas, yaitu asuhan keperawatan kepada klien
masyarakat pada kelompok di wilayah tertentu pada semua usia sebagai
akibat tidak terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.
g. Asuhan keperawatan gerontik, yaitu asuhan keperawatan pada klien yang
berusia 60 tahun ke atas yang mengalami proses penuaan dan
permasalahannya.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 8


2. Kewenangan perawat terkait lingkup di atas mencakup :
a. Melaksanakan pengkajian keperawatan terhadap status bio-psikososio-
kultural dan spiritual klien.
b. Menurunkan diagnosis keperawatan terkait dengan fenomena dan garapan
utama yaitu tidak terpenuhinya kebutuhan dasar klien.
c. Menyusun rencana tindakan keperawatan.
d. Melaksanakan tindakan keperawatan.
e. Melaksanakan evaluasi terhadap tindakan keperawatan yang telah dilakukan.
f. Mendokumentasikan hasil keperawatan yang dilaksanakan.
g. Melakukan kegiatan konseling kesehatan kepada sistem klien
h. Melaksanakan tindakan medis sebagai pendelegasian berdasarkan
kemampuannya
i. Melakukan tindakan diluar kewenangan dalam kondisi darurat yang
mengancam nyawa sesuai ketentuan yang berlaku (Standing Order) di
sarana kesehatan
j. Dalam kondisi tertentu, dimana tidak ada tenaga yang kompeten, perawat
berwenang melaksanakan tindakan kesehatan diluar kewenangannya
3. Aspek Hukum
a. Dasar hukum
1. Undang-undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.161/MENKES/PER/1/2010,tentang
registrasi tenaga kesehatan
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.HK.02.02/Menkes/148/1/2010
tentang izin dan penyelenggaraan praktik perawat.
b. Undang-undang RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan
Pasal 23 :
a) Tenaga kesehatan berwenang untuk menyelenggarakan pelayanan
kesehatan
b) Tenaga kesehatan sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki
c) Tenaga kesehatan wsjib memiliki izin dari pemerintah
c. Permenkes 161/2010 BAB II Pasal 2
Setiap tenaga kesehatan yang akan menjalankan pekerjaan keprofesiannya
wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR)

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 9


d. Pasal 8 BAB III Permenkes 148/2010
1. Praktik keperawatan dilaksanakan melalui kegiatan :
a. Pelaksanaan asuhan keperawatan
b. Pelaksanaan upaya promotif,preventif,pemulihan dan pemberdayaan
masyarakat
c. Pelaksanaan tindakan keperawatan komplementer
2. Asuhan keperawatan melingkupi pengkajian,diagnosa keperawatan,
perencanaan, implementasi dan evaluasi

e. Pasal 8 BAB III Permenkes 148/2010


1. Tindakan keperawatan meliputi pelaksanaan prosedur keperawatan,
observasi keperawatan, pendidikan dan konseling kesehatan
2. Perawat dapat memberikan obat bebas dan atau obat bebas terbatas
f. Pasal 10 BAB III Permenkes 148/2010
1. Dalam keadaan darurat untuk penyelamatan jiwa pasien dan tidak ada
dokter ditempat kejadian,perawat dapat melakukan pelayanan diluar
kewenangannya
2. Bagi perawat yang bekerja didaerah terpencil dan tidak ada dokter dalam
rangka melaksanakan tugas pemerintah,perawat dapat melakukan
pelayanan diluar kewenangannya

C. Pendekatan Holistik Dalam Asuhan Keperawatan


1. Konsep Berubah
Berubah adalah bagian dari kehidupan setiap orang; berubah adalah cara
seseorang bertumbuh, berkembang, dan beradaptasi. Perubahan dapat positif atau
negatif terencana atau tidak terencana. Perubahan adalah proses membuat sesuatu
yang berbeda dari sebelumnya ( Sullivan dan Decker,2001). Jadi Perubahan
adalah suatu proses dimana terjadinya peralihan atau perpindahan dari status tetap
(statis) menjadi status yang bersifat dinamis. Artinya dapat menyesuaikan diri dari
lingkungan yang ada.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 10


Perubahan dapat mencakup keseimbangan personal, sosial maupun organisasi
untuk dapat menjadikan perbaikan atau penyempurnaan serta dapat menerapkan
ide atau konsep terbaru dalam mencapai tujuan tertentu.
Proses berubah bersifat integral dengan banyak bidang keperawatan, seperti
pendidikan kesehatan, perawatan klien, dan promosi kesehatan. Proses berubah ini
melibatkan klien individu, keluarga, komunitas, organisasi, keperawatan sebagai
profesi, dan seluruh sistem pemberian perawatan kesehatan.
Perubahan dapat meliputi mendapatkan pengetahuan, mendapatkan
keterampilan baru, atau mengadaptasi pengetahuan saat ini dari segi informasi
baru. Perubahan ini terutama sulit saat muncul tantangan terhadap nilai dan
keyakinan seseorang, cara berpikir, atau cara berhubungan. Misalnya, orang yang
kecewa menjadi marah dan berbuat negatif serta melakukan perilaku destruktif
(Tomey,2000).
Bagi sebagian individu, perubahan dapat dipandang sebagai suatu motivator
dalam meningkatkan prestasi atau penghargaan. Tapi kadang-kadang perubahan
juga dipandang sebagai sesuatu yang mengancam keberhasilan seseorang dan
hilangnya penghargaan yang selama ini didapat.
Perubahan muncul dalam beberapa macam, ada yang bersifat positif dan yang
bersifat negatif. Perubahan positif dapat membawa pandangan individu menjadi
lebih berkembang, menjadi lebih luas cara berpikirnya. Perubahan negatif dapat
menyebabkan individu menjadi menurun atau terfokus pada hal-hal yang dapat
merugikan dirinya sendiri.
Perawat harus mengetahui sampai sejauh mana pengetahuan dari individu
sehingga memudahkannya untuk mengetahui apakah perubahan yang terjadi pada
pasien sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Disamping itu perubahan
yang terjadi pada seorang pasien bergantung pada bagaimana sikap seorang
perawat melakukan pelayanan kesehatan. Contohnya, dalam memberikan
pelayanan kepada seorang pasien yang sedang sakit parah. Peran seorang perawat
disini sangat penting, karena seorang pasien yang sakit parah sangat
membutuhkan banyak dukungan bahkan perhatian baik dari keluarganya maupun
dari perawat itu sendiri. Tapi jika sikap seorang perawat itu tidak memperhatikan
apa yang sedang dibutuhkan pasien tersebut maka dalam hal ini, seorang perawat
di anggap gagal dalam melakukan pelayanan terhadap pasien. Karena salah satu

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 11


bagian yang sangat penting, ketika menjadi seorang perawat adalah bagian dari
melayani.
Ketika kita melayani dengan sungguh-sungguh kepada seseorang (pasien),
tanpa melihat latar belakang dari orang (pasien) tersebut, itu dapat di ibaratkan
kita sedang melayani Tuhan. Karena jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh
dan sepenuh hati, maka dampak yang akan kita peroleh juga terutama kita sebagai
seorang perawat, lebih besar dan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan kita.
2. Kecepatan Perubahan
Kecepatan suatu perubahan akan meliputi berbagai aspek di antaranya :
a. Jenis dan kecepatan suatu perubahan akan mempengaruhi sistem respon
terhadap perubahan itu sendiri,
b. Perubahan yang terjadi dengan cepat memungkinkan seseorang resisten
terhadap perubahan,
c. Perubahan yang sangat lambat, biasanya diasumsikan sebagai yang mudah
untuk diimplementasikan.
3. Pola Perubahan
Pola perubahan meliputi :
a. Perubahan dapat berlangsung terus menerus , kadang-kadang, atau jarang.
b. Perubahan yang dapat diprediksi menungkinkan adanya persiapan, tetapi
yang bersifat tiba-tiba atau tidak dapat diperkirakan akan sulit merespon
secara efektif,
c. Perubahan yg tiba-tiba akan sulit untuk ditangani.
4. Karakteristik Perubahan
Karakteristik perubahan yaitu :
a. Tidak semua perubahan itu sama,
b. Tidak dapat dianalisis bersama-sama,
c. Berbeda : jenis, intensitas, pola,dan kecepatan.
5. Alasan Perubahan diperlukan
Alasan mengapa perubahan itu diperlukan dalam praktek keperawatan yaitu:
a. Meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan bagi perawat dan klien,
b. Meningkatkan profitability.
c. Meningkatkan kinerja ,
d. Memberikan kepuasan bagi individu dan kehidupan sosialnya.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 12


D. Peranan Perawat Dalam Membimbing Klien Yang Sakit
Sesungguhnya sakit merupakan sapaan kasih sayang dari Allah pada hambanya.
Namun, banyak orang malah cenderung mengeluh marah-marah, menyalahkan,
mengumpat, mengutuk bahkan mungkin sampai tidak mengakui adanya Allah swt
ketika mengalami sakit.
Sebagai seorang perawat yang bertugas memenuhi kebutuhan dasar manusia
secara menyeluruh tidak boleh ada satu hal pun yang terlewat terutama perkembangan
spiritual yang sehat.
Spiritualitas sangatlah penting di perhatikan oleh seorang perawat. Dalam
pelayanan kesehatan, perawat sebagai petugas kesehatan harus memiliki peran utama
dalam memenuhi kebutuhan spiritual, spiritual bisa mebuat pasien mendapatkan rasa
nyaman, tenang. salah satu spiritual adalah tentang agama, agama yang dianut oleh
pasien, perawat dituntut mampu untuk bisa membimbing pasien dalam melaksakan
ibadah kewajiban kepada Tuhannya karena Allah lah yang memegang peran terhadap
kesembuhan, memberikan pemenuhan yang lebih pada saat pasien kritis atau pun
menjelang ajal.
Bukti bahwa dengan perkataan yang baik dan halus sebagaimana perkataan orang
yang sedang berdoa dan berdzikir yang dapat mengubah partikel air menjadi kristal
heksagunal yang indah dan bermanfaat dalam upaya kesehatan. Bimbingan spiritual
ternyata berdampak kepada peningkatan kesembuhan dan motivasi pasien. Dalam
konteks ini bimbingan spritual merupakan perlengkapan pengobatan dan pelayanan
medis rumah sakit.
Dengan demikian terdapat keterkaitan antara keyakinan dengan pelayanan
kesehatan dimana kebutuhan dasar manusia melalui asuhan keperawatan tidak hanya
berupa dari aspek biologis, tetapi juga aspek spiritual yang dapat membantu
membangkitkan semangat pasien dalam proses penyembuhannya.
Maka tugas kita sebagai seorang perawat dalam memenuhi aspek spiritual pasien
adalah dengan cara membimbing ibadah pasien, bagaimana tayamum dan mendo’akan
pasien sampai dengan kesembuhannya. Perawat harus bisa menjelaskan tentang cara
shalat bagi orang yang terbaring lemah, sesungguhnya telah jelas bahwa tidak ada
satu pun beban syari’at yang diwajibkan kepada seorang di luar kemampuannya.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 13


Karena syari’at islam dibangun di atas dasar ilmu dan kemampuan orang yang
dibebani.
Bimbingan rohani pasien merupakan bagian integral dari bentuk pelayanan
kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan bio-Psyco-Socio-Spritual ( APA, 1992
) yang komprehensif, karena pada dasarnya setiap diri manusia terdapat kebutuhan
dasar spiritual ( Basic spiritual needs, Dadang Hawari, 1999 ). Pentingnya bimbingan
spiritual dalam kesehatan telah menjadi ketetapan WHO yang menyatakan bahwa
aspek agama (spiritual) merupakan salah satu unsur dari pengertian kesehataan
seutuhnya (WHO, 1984). Oleh karena itu dibutuhkan dokter, terutama perawat untuk
memenuhi kebutuhan spritual pasien.
Perawat memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan biologis, sosiologis,
psikologis, dan spiritual pasien. Akan tetapi, kebutuhan spiritual seringkali dianggap
tidak penting oleh perawat. Padahal aspek spiritual sangat penting terutama untuk
pasien yang didiagnosa harapan sembuhnya sangat tipis dan mendekati sakaratul maut
dan seharusnya perawat bisa menjadi seperti apa yang dikemukakan oleh Henderson,
“The unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well in the
performance of those activities contributing to health or its recovery (or to a peaceful
death) that he would perform unaided if he had the necessary strength will or
knowledge”,maksudnya perawat akan membimbing pasien saat sakaratul maut hingga
meninggal dengan damai.
Biasanya pasien yang sangat membutuhkan bimbingan oleh perawat adalah
pasien terminal karena pasien terminal, pasien yang didiagnosis dengan penyakit berat
dan tidak dapat disembuhkan lagi dimana berakhir dengan kematian, seperti yang
dikatakan Dadang Hawari (1977,53) “orang yang mengalami penyakit terminal dan
menjelang sakaratul maut lebih banyak mengalami penyakit kejiwaan, krisis
spiritual,dan krisis kerohanian sehingga pembinaan kerohanian saat klien menjelang
ajal perlu mendapatkan perhatian khusus”. Sehingga, pasien terminal biasanya
bereaksi menolak, depresi berat, perasaan marah akibat ketidakberdayaan dan
keputusasaan. Oleh sebab itu, peran perawat sangat dibutuhkan untuk mendampingi
pasien yang dapat meningkatkan semangat hidup pasien meskipun harapannya sangat
tipis dan dapat mempersiapkan diri pasien untuk menghadapi kehidupan yang kekal.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 14


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulannya bahwa Tantangan profesi keperawatan adalah suatu profesi yang
sudah mendapatkan pengakuan dari profesi lain, dituntut untuk mengembangkan
dirinya untuk berpartisipasi aktif dalam sistem pelayanan kesehatan agar
keberadaannya mendapat pengakuan dari masyarakat.

B. Saran
Sarannya adalah untuk mewujudkan pengakuan tersebut, maka perawat masih
harus memperjuangkan langkah-langkah profesionalisme sesuai dengan keadaan dan
lingkungan sosial.

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 15


DAFTAR PUSTAKA

Sumijatun. 2010. Konsep Dasar Menuju Keperawatan Profesional. Jakarta: Trans Info
Media

Pro-Health. 2009. Keperawatan Sebagai Suatu Profesi.


(http://stikeskabmalang.wordpress.com/2009/09/17/keperawatan-sebagai-suatu-
profesi-3/, 27 Maret 2012)

Ali, Zaidin,H.2001.Dasar-dasar keperawatan professional.Jakarta: Widya Medika.


Potter, Praticia A.2005.Buku ajar fundamental keperawatan edisi 4.Jakarta: EGC

Nilai-nilai Agama dalam Profesi Keperawatan 16

Anda mungkin juga menyukai