Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN KEGIATAN

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (P3D)


ILMU KESEHATAN MASYARAKAT/ILMU KEDOKTERAN
PENCEGAHAN/ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS

LAPORAN POSYANDU BINAAN


POSYANDU KELURAHAN HARJOSARI I dan II KECAMATAN MEDAN
AMPLAS
PERIODE 24 SEPTEMBER 2018 s/d 11 OKTOBER 2018

Disusun Oleh:
YOHANDRI BLAST DOVA PURBA 130100166
DINDA HARTAMI LUBIS 130100150
HILMA RIZKA H 130100332
DEVITRA A/P RAJENDRAN 130100436
NURUL HAFIZA BT ABD RAHIM 130100343
OKY FERNANDO MANURUNG 130100149
FARISA 130100055
SABRINA DWI PUTRI 130100059
JOHANNES KEVIN SIHOMBING 130100285
MUHELEE MURUGAN 130100468
YENNI HOTMA PURBA 120100232

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT/ILMU


KEDOKTERAN KOMUNITAS/ILMU KEDOKTERAN PENCEGAHAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
IMUNISASI DASAR

Topik : Imunisasi Dasar


Tempat : Posyandu Delima
Sasaran : Warga yang hadir di posyandu delima
Hari/Tanggal : Rabu, 26 September 2018
Waktu : 09:00 WIB s/d selesai
Penyuluh : Dinda Hartami Lubis

1. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan tentang pentingnya pemberian Imunisasi Dasar,
diharapkan warga yang hadir di posyandu dapat mengetahui tentang pentingnya
pemberian imunisasi.

B. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan pengertian Imunisasi
b. Menjelaskan manfaat dan tujuan imunisasi
c. Menjelaskan waktu pemberian imunisasi yang tepat
d. Menjelaskan efek samping pemberian imunisasi
e. Menjelaskan mengenai imunisasi dasar wajib
f. Menjelaskan sarana tempat mendapatkan imunisasi
g. Menjelaskan jadwal imunisasi sesuai IDAI

2. SUB TOPIK
Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara
aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila terpajan pada antigen yang serupa,
tidak terjadi penyakit
Tujuan Imunisasi :
Program imunisasi bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan
kematian dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pada saat ini,
penyakit - penyakit tersebut adalah difteri, tetanus, batuk rejan (pertusis), campak
(measles), polio dan tuberkulosis.
Program imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan pada bayi agar
dapatmencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh
penyakit yang sering berjangkit.
Secara umun tujuan imunisasi antara lain: Melalui imunisasi, tubuh tidak
mudah terserang penyakit menular, Imunisasi sangat efektif mencegah penyakit
menular, Imunisasi menurunkan angka mordibitas (angka kesakitan) dan
mortalitas (angka kematian) pada balita
Manfaat imunisasi
a. Untuk anak: mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan
kemungkinan cacat atau kematian.
b. Untuk keluarga: menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila
anak sakit. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa
anaknya akan menjalani masa kanak- kanak yang nyaman.
c. Untuk negara: memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat
dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.

3. METODE PENYULUHAN
Pembicara memberikan penyuluhan secara lisan dan diikuti dengan sesi tanya
jawab.

4. MEDIA
Leaflet
5. MATERI

No Jenis Kegiatan Waktu Materi


1. Pembukaan 2 menit Perkenalan

2. Proses 15 menit Penyampaian materi tentang


Imunisasi
3. Evaluasi 20 menit Tanya jawab

4. Penutup 3 menit Kesimpulan dan penutup

6. EVALUASI
Seluruh warga yang dating ke posyandu dapat memahami pentingnya pemberian
imunisasi dan mau untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Memahami Informasi pada KMS

Topik : Memahami Informasi pada KMS


Tempat : Posyandu Delima
Hari/Tanggal : Rabu/ 26 September 2018
Pukul : 10.00 WIB s/d selesai
Pembicara : Oky Fernando Manurung
Peserta/Sasaran : Orang tua yang membawa anaknya ke
posyandu dan sudah memiliki KMS
1. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai KMS, diharapkan orang tua
yang hadir dapat memahami informasi yang telah tercatat pada kms
sehingga para orang tua dapat megerti keadaan pertumbuhan anak
mereka serta jadwal pemberian imunisasi, vitamin A dan ASI
eksklusif dengan tepat.
B. Tujuan Khusus
• Memberi penjelasan tentang apa itu KMS
• Memberi penjelasan tentang fungsi dari KMS
• Memberi penjelasan tentang kurva pertumbuhan berat badan yang
terdapat pada KMS
• Memberi penjelasan tentang jadwal pemberian Imunisasi dan
Vitamin A dengan tepat
• Memberi penjelasan tentang ASI
2. SUB TOPIK
a.) Apa itu Kartu Menuju Sehat (KMS)
• Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva
pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks dan antropometri
berat badan menurut umur.
• Dengan KMS gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih dini,
sehingga dapat dilakukan pencegahan secara cepat dan tepat
sebelumnya gangguan bertambah berat atau timbulnya
komplikasi.
b.) Fungsi dari KMS
• Sebagai alat pemantauan pertumbuhan anak.
• Sebagai catatan pelayanan kesehatan anak dengan pencatatan
riwayat pelayanan kesehatan dasar anak terutama berat badan,
pemberian imunisasi, pemberian kapsul vit A dan ASI eksklusif
• Sebagai alat edukasi dalam perawatan anak, seperti pemberian
makan, perawatan anak bila diare.
c.) Menentukan Status Perkembangan Anak
Status pertumbuhan anak dapat diketahui dengan 2 cara yaitu
dengan menilai garis pertumbuhannya apakah naik, tetap atau turun
serta menilai letak titik saat dilakukan penimbangan atau atau dengan
menghitung kenaikan berat badan anak dibandingkan dengan
Kenaikan Berat Badan Minimum (KBM).
• Dikatakan Naik, bila grafik mengikuti garis pertumbuhan atau
kenaikan berat badan sama dengan Kenaikan Berat Badan
Minimum (KBM).
• Dikatan Tidak Naik, bila grafik berat badan mendatar atau
menurun memotong garis pertumbuhan dibawahnya atau kenaikan
berat badan kurang dari KBM.

d.) Pemberian Imunisasi

Di Indonesia terdapat 5 imunisasi wajib yang diberikan gratis di


Posyandu, antara lain:
• Hepatitis B, diberikan pada bayi yang baru lahir dengan waktu 0-
12 jam setelah bayi lahir. Vaksin ini untuk mencegah penularan
penyakit Hepatitis B.
• Polio, diberikan 4 kali sebelum bayi berumur 6 bulan. Waktu
pemberian pada usia 0-1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.
Vaksin ini untuk mencegah penyakit poliomyelitis.
• BCG, diberikan sebanyak 1 kali sebelum usia 3 bulan. Paling baik
diberikan pada usia 0 – 2 bulan. Vaksin ini untuk mencegah
penyakit tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru, selaput
otak bahkan menyebabkan kematian.
• Campak, diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada usia 9 bulan dan
24 bulan. Vaksin campak kedua (pada umur 24 bulan) tidak perlu
diberi lagi bila sudah mendapat vaksin MMR pada usia 15 bulan.
Vaksin ini untuk mencegah penyakit measles, mumps dan rubella.
• Pentavalen, merupakan gabungan dari vaksin DPT, HB dan HiB.
Vaksin ini diberikan pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan 18
bulan. Vaksin ini mencegah terjadinya difteri, pertussis, tetanus,
hepatitis B, pneumonia atau meningitis.

e.) Pemberian Kapsul Vitamin A


Terdapat dua jenis kapsul vitamin A, yakni kapsul biru (dosis
100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah (dosis
200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan.

f.) Pemberian ASI


ASI merupakan susu yang diproduksi oleh Ibu untuk bayi dan
merupakan sumber gizi utama bayi yang baru lahir. Pada bayi baru
lahir sebaiknya mendapatkan ASI eksklusif yaitu pemberian ASI saja
tanpa disertai pemberian makanan tambahan lain sampai usia 6 bulan.
Kemudian ASI dapat diteruskan sampai umur 2 tahun dan ditambah
dengan makanan semi padat atau padat sebagai makanan pendukung
ASI.
3. METODE PENYULUHAN
Pembicara memberikan penyuluhan secara lisan dan diikuti dengan sesi
tanya jawab.

4. MEDIA
Leaflet

5. MATRIKS KEGIATAN

No. Jenis Kegiatan Waktu Materi

1. Pembukaan 3 menit Perkenalan

2. Proses 10 menit Penyampaian materi tentang KMS

3. Evaluasi 5 menit Tanya jawab

6. EVALUASI
Para orang tua dapat mengetahui perkembangan berat badan dan
mendeteksi sejak dini gangguan yang terjadi pada anak mereka,
membawa anak mereka untuk imunisasi sesuai dengan jadwal imunisasi,
dan anak mereka mendapatkan vitamin A serta mendapatkan ASI sampai
usia 2 tahun.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
ASI Ekslusif

Topik : ASI Eksklusif


Tempat : Posyandu Mawar
Hari/Tanggal : Rabu/ 03 Oktober 2018
Pukul : 09.00 WIB s/d selesai
Pembicara : Sabrina Dwi Putri
Peserta/Sasaran : Semua warga yang hadir di posyandu

1. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai ASI eksklusif, diharapkan ibu-ibu dapat
mengetahui manfaat ASI eksklusif dan bagaimana cara menyusui yang baik dan
benar.
B. Tujuan Khusus
• Memberi penjelasan apa itu ASI eksklusif
• Memberi penjelasan apa saja keunggulan ASI
• Memberi penjelasan manfaat ASI eklslusfif bagi bayi dan ibu
• Memberi Penjelasan bagaimana pemberian ASI bagi ibu yang bekerja
• Memberi Penjelasan cara menyimpan ASI

2. SUB TOPIK
a.) Apa itu ASI eksklusif
• Bayi sejak lahir sampai usia 6 bulan hanya diberi ASI saja, tidak diberi
makan atau minuman tambahan apapun kecuali obat.
• Makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yang cukup
dan sesuai kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang
dengan baik.
b.) Apa saja Keunggulan ASI
• Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi
• Mengandung zat kekebalan
• Melindungi bayi dari alergi
• Aman dan terjamin kebersihannya
• Tidak akan pernah basi
• Membantu memperbaiki refleks mengisap, menelan dan pernapasan
bayi

c.) Manfaat ASI


Bagi Ibu
• Hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi
• Mengurangi perdarahan setelah persalinan
• Mempercepat pemulihan kesehatan ibu
• Menunda kehamilan berikutnya
• Mengurangi risiko terkena kanker payudara
• Lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan
Bagi bayi
• Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng
• Bayi tidak sering sakit
• Zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan bayi
• Meningkatkan kecerdasan
• Membangun refleks menghisap, menunjang perkembangan rahang,
gusi dan gigi bayi
Bagi keluarga
• Tidak perlu biaya untuk pembelian susu formula dan perlengkapannya
• Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula
• Tidak perlu biaya dan waktu untuk merawat dan mengobati bayi yang
sering sakit
d.) Pemberian ASI bagi ibu yang bekerja
• Beri ASI sebelum berangkat bekerja.
• Keluarkan ASI pada malam hari dan siang hari bila berada di kantor setiap 3-
4jam sekali.
• ASI disimpan di dalam lemari pendingin dan diberikan saat ibu tidak di rumah.
• ASI dihangatkan dengan merendamnya dalam air hangat
• ASI yang bersisa tidak boleh disimpan kembali ke dalam lemari pendingin
• Berikan ASI dengan cangkir / sendok.
e.) Cara penyimpanan ASI
• Di tempat sejuk → tahan 6 – 8 jam
• Di dalam termos berisi es batu → tahan 24 jam
• Di lemari es → tahan 3 kali 24 jam
• Di freezer → tahan 2 minggu

3. METODE PENYULUHAN
Pembicara memberikan penyuluhan secara lisan dan diikuti dengan sesi tanya
jawab.

4. MEDIA
Leaflet

5. MATRIKS KEGIATAN

No. JenisKegiatan Waktu Materi

1. Pembukaan 3 menit Perkenalan

2. Proses 10 menit Penyampaian materi ASI eksklusif

3. Evaluasi 5 menit Tanya jawab


1. EVALUASI
• Seluruh peserta penyuluhan dapat memahami mengenai apa itu ASI eksklusif,
apa saja keunggulan ASI, manfaat ASI eklslusfif bagi bayi dan ibu, bagaimana
pemberian ASI bagi ibu yang bekerja, cara menyimpan ASI.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
KELUARGA BERENCANA

Topik : Keluarga Berencana


Tempat : Posyandu Mawar
Sasaran : Pasangan usia subur di posyandu mawar
Hari/Tanggal : Rabu, 03 Oktober 2018
Waktu : 10:00 WIB s/d selesai
Penyuluh : Yenny Hotma Purba

1. TUJUAN
A. Tujuan Umum
Dengan diadakan penyuluhan mengenai keluarga berencana, diharapkan
pasangan usia subur dapat menjadi aseptor KB.

B. Tujuan Khusus
• Memberi penjelasan pengertian KB
• Memberi penjelasan tujuan penggunaan alat kontrasepsi
• Memberi penjelasan macam – macam alat kontrasepsi
• Menjelaskan cara kerja, efek samping dari alat kontrasepsi
• Pasien mampu memilih dan menggunakan alat kontrasepsi
yang aman dan tepat

2. Sub Topik
A. Definisi Kontrasepsi dan Keluarga Berencana
Kontrasepsi adalah suatu cara untuk menghindari / mencegah terjadinya
kehamilan akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sperma. Keluarga
berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan,
mengatur kehamilan, melalui promosi perlindungan dan bantuan sesuai dengan
hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
B. Tujuan Keluarga Berencana
Untuk menunda kehamilan, menjarangkan anak, serta mengakhiri kesuburan.
Tujuan demografi yaitu mencegah terjadinya ledakan penduduk dengan menekan
laju pertumbuhan penduduk di ikuti dengan menurunnya angka kelahiran.

C. Jenis – jenis alat kontrasepsi


Metode Kontrasepsi Sederhana
a. Sengama terputus
Cara penggunaan : mengeluarkan penis dari vagina ketika akan ejakulasi.
Keuntungan : tanpa biaya
Kelemahan : memerlukan penguasaan diri yang kuat, kemungkinan ada
sedikit cairan yang mengandung spermatozoa tertumpah dan masuk ke vagina
sehingga dapat mengakibatkan kehamilan.

b. Metode kalender
Cara penggunaan : menghitung masa subur wanita dan menghindari melakukan
hubungan seksual di masa subur.
Keuntungan : tanpa biaya
Kelemahan : pasangan sulit untuk bisa menaati.

Metode Kontrasepsi dengan alat / obat


a. Kondom
Kondom adalah sarung untuk alat kelamin pria yang terbuat dari karet tipis
yang digunakan untuk menampung sperma agar tidak masuk kedalam vagina.
Cara penggunaan : disarungkan pada penis, dari ujung hingga pangkal, pada saat
akan melakukan hubungan seksual.
Keuntungan : murah, mudah didapat, dapat digunakan sewaktu-waktu,
dapat mencegah penularan penyakit kelamin.
Kerugian : selalu harus memakai kondom baru, mengganggu kenyamanan
dalam melakukan hubungan seksual, dapat sobek jika
menggunakannya tergesa-gesa.
Efek samping : alergi terhadap kondom (jarang terjadi), lecet-lecet pada
kemaluan pria akibat pemakaian yang tergesa-gesa / kurang
pelicin.
b. Pil KB
Pil atau tablet yang berisi zat yang berguna untuk mencegah lepasnya sel
telur dari indung telur.
Cara penggunaan : diminum setiap hari, tidak boleh lupa. Pil dengan kemasan
21 tablet diminum pada hari ke 5 haid. Pil dengan kemasan
28 tablet diminum pada hari pertama haid.
Keuntungan : mudah penggunaannya, mengurangi rasa sakit pada waktu
haid, mengurangi risiko kanker ovarium, cocok untuk
pasangan usia subur muda.
Kerugian : memerlukan displin tinggi, kembalinya kesuburan agak
lambat, tidak dianjurkan untuk wanita diatas usia 30 tahun.
Kontra indikasi : penyakit jantung, varises, darah tinggi, perdarahan
pervaginam, migrain.
Efek samping : perdarahan, perubahan BB, kloasma, pusing.

c. Suntikan KB
Suntikan KB adalah obat suntik yang berisi zat yang dapat mencegah
lepasnya sel telur dari indung telur, mengentalnya lendir mulut rahim sehingga
sperma tidak dapat masuk ke dalam rahim dan menipiskan selaput lendir rahim
sehingga calon janin tak dapat tertanam dalam rahim. Contoh metode kontrasepsi
suntikan yaitu Depo provera dan Noristrat.
Cara penggunaan : Depo provera disuntikkan tiap 3 bulan sekali. Noristrat
disuntikkan setiap 2 bulan selama 4 kali suntikan pertama,
selanjutnya tiap 3 bulan.
Keuntungan : praktis dan efektif, aman dan cocok digunakan bagi ibu yang
sedang menyusui anaknya, karena tidak mempengaruhi produksi
air susu ibu (ASI)
Efek samping : terlambat haid, terjadi bercak perdarahan di luar haid,
keputihan, jerawat, perubahan berat badan, dan lain-lain
Kontra indikasi : Hamil, keluarnya darah dari rahim yang tidak normal,
keganasan penyakit jantung, hati, tekanan darah tinggi, kencing
manis dan penderita penyakit paru-paru berat.

d. KB Implan/ KB susuk.
KB implan adalah 6 kapsul kecil, ramping berisi obat yang dipasang
dibawah kulit lengan atas bagian dalam untuk dipakai selama 5 tahun.
Cara penggunaan : Dengan memasukkan susuk KB di bawah kulit lengan wanita
bagian atas oleh dokter dan bidan terlatih
Keuntungan : praktis, tidak menekan produksi ASI, tidak ada faktor lupa,
dapat digunakan pada wanita yang tidak cocok dengan hormon
estrogen.
Kekurangan : lebih mahal, harus dipasang dan diangkat oleh petugas
kesehatan yang terlatih.
Efek samping : gangguan haid, mual, muntah timbul jerawat, BB bertambah.
Kontra indikasi : wanita hamil, perdarahan pervaginam, penyakit jantung,
darah tinggi, kencing manis.

e. IUD / Spiral
IUD adalah alat kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim wanita yang
terbuat dari plastik khusus yang diberi benang pada ujungnya sebagai kontrol.
Cara penggunaan : IUD dipasang pada rongga rahim wanita oleh dokter atau
bidan terlatih.
Keuntungan : praktis, ekonomis, aman dan mudah dikontrol.
Efek samping : adanya rasa nyeri dan mulas beberapa saat setelah
pemasangan, ada bercak – bercak perdarahan dll.
Kontra indikasi : wanita hamil, peradangan leher rahim, kanker rahim.
f. Vasektomi
Operasi kecil untuk menghalangi transport sperma di saluran air mani.
Cara penggunaannya : dengan operasi.
Keuntungan : efektif, proses operasi cepat, tidak perlu dirawat di Rumah Sakit .
Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada
pasien yang masih ingin mempunyai anak lagi.
Efek samping : ada kemungkinan komplikasi seperti perdarahan dan infeksi.
Kontra indikasi : penderita DM tidak terkontrol.

g. Tubektomi.
Cara penggunaannya : dengan operasi
Keuntungan : efektif, angka kegagalan sterilisasi rendah, komplikasi terbilang
kecil, biaya murah.
Kelemahan : harus dengan tindakan pembedahan, tidak dapat dilakukan pada
pasien yang masih ingin mempunyai anak lagi.
Kontra indikasi : penyakit jantung, paru-paru, hernia umbilikalis, hernia
inguinalis atau labialis.

3. Metode Penyuluhan
Pembicara memberikan penyuluhan secara lisan dan diikuti dengan sesi tanya
jawab.

4. Media
Leaflet
5. MATRIKS KEGIATAN

No Jenis Kegiatan Waktu Materi

1 Pembukaan 2 menit Perkenalan

Penyampaian
2 Proses 15 menit materi keluarga
berencana dan
metode
kontrasepsi
3 Evaluasi 3 menit Tanya jawab

6. EVALUASI
Seluruh pasangan usia subur yang mengunjungi posyandu mawar mengetahui
pengertian keluarga berencana, tujuan penggunaanalat kontrasepsi, macam-
macam metode kontrasepsi dan merencanakan metode kontrasepsi yang aman dan
tepat.
POSYANDU BINAAN