Anda di halaman 1dari 29

Usulan Penelitian Skripsi

PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PROBIOTIK DAN


ZINC TERHADAP DURASI DAN FREKUENSI DIARE PADA
PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT SANTA MARIA CILACAP Commented [A1]: perhatikan spasi dlm penulisan skripsi

Diajukan oleh:
Oktafiani wulandari
15.02.00054

Kepada :
1. Definingsih Yuliastuti, S.farm.,Apt
2. Wahyunita Yuliasari, S.farm.,Apt Commented [A2]: Lihat tata penulisan skripsi

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI (S1)


STIKES PAGUWARMAS MAOS
CILACAP
2019
HALAMAN PENGESAHAN

USULAN SKRIPSI

1. Judul Usulan Skripsi : Pengaruh pemberian kombinasi probiotik dan zinc


terhadap durasi dan frekuensi diare pada pasien anak di rumah Sakit Santa
maria Cilacap Commented [A3]: tata cara penulisan proposal, spasi dll

2. Nama Penyusun : Oktafiani wulandari


3. NIM Penyusun : 15.02.00052
4. Alamat rumah : Dusun Jenggalan Desa Sidamulya rt 004/rw 002
Kecamatan Sidareja
5. Nomer hp : 081351573657
6. Alamat email : Oktafianiwulandari1997@gmail.com
7. Nama Pembimbing Utama : Definingsih yuliastuti M.,Farm., Apt
8. Nama pembimbing Pendamping : Wahyunita Yuliasari M.,Farm., Apt
Cilacap,
Pengusul

Oktafiani wulandari
15.02.00052
Menyetujui :
Pembimbing Pendamping : Pembimbing Utama :

Wahyunita yuliasari M.,Farm., Apt Definingsih yuliastuti M.,Farm.,Apt


NIK. NIK. Commented [A4]: aturan penulisan
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PROBIOTIK DAN
ZINC TERHADAP DURASI DAN FREKUENSI DIARE PADA
PASIEN ANAK DI RUMAH SAKIT SANTA MARIA CILACAP

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam


Mencapai derajat Sarjana Farmasi (S Farm.)
Program Studi Ilmu Farmasi
Stikes Paguwarmas Maos
Cilacap

Oleh:
Oktafiani wulandari
15.02.00052
PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI (S1)
STIKES PAGUWARMAS MAOS
CILACAP
2019 Commented [A5]: aturan penulisannya
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT penulis panjatkan, atas rahmat dan
karunian-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penyelesaian
skripsi ini dapat diselesaikan dengan bantuan berbagai pihak, dengan demikian
perlu penulis ucapkan terima kasih kepada :
1. Definingsih Yuliastuti,M.Farm.,Apt selaku pembimbing utama dan
Wahyunita Yuliasari,M.Farm.,Apt selaku pembimbing pendamping.
2. Wahyunita yuliasari,M.Farm.,Apt selaku Ketua Program Studi S1 Farmasi
beserta jajaranya.
3. Norif Didik Nur Imanah,M.Kes selaku Ketua STIKES Paguwarmas Maos-
Cilacap beserta jajaranya.
4. Kedua orang tua papah, mamah, kaka, adik serta keluarga besar prawiro
hutomo atas jasa, kesabaran dan doanya.
5. Teman-teman 12 srikandi yang selalu mendukung dan membantu dalam
menyelesaikan skripsi ini.
6. Dudik Astono, Citra Eka Wulansari, dan Om Yunan yang selalu mensuport
dan memotivasi dalam menyelesaikan skripsi ini.

Maos, 28 November 2018

Penulis
DAFTAR ISI

Usulan Penelitian Skripsi ..................................................................................................... 1


HALAMAN PENGESAHAN .................................................................................................... 2
USULAN SKRIPSI .................................................................................................................. 2
KATA PENGANTAR............................................................................................................... 4
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... 5
INTISARI............................................................................................................................... 6
ABSTRACT ............................................................................................................................ 7
BAB I .................................................................................................................................... 8
PENDAHULUAN ................................................................................................................... 8
A.Latar Belakang ............................................................................................................. 8
B.Rumusan Masalah...................................................................................................... 11
C.Tujuan Penelitian ....................................................................................................... 11
D.Manfaat Penelitian .................................................................................................... 12
BAB II ................................................................................................................................. 14
TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................................... 14
A.Definisi ....................................................................................................................... 14
B.Klasifikasi Diare .......................................................................................................... 15
Patifisiologi .................................................................................................................... 17
C.Manifestasi Klinis ....................................................................................................... 18
D.Terapi ......................................................................................................................... 20
E.Probiotik ..................................................................................................................... 22
F.Zink ............................................................................................................................. 24
BAB III ................................................................................................................................ 26
METODE PENELITIAN ........................................................................................................ 26
A.Desain Penelitian ....................................................................................................... 26
B.Sampel ....................................................................................................................... 27
C.Prosedur Penelitian.................................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 29
INTISARI

Penelitian ini merupakan penelitian survay yang berjudul pengaruh


pemberian kombinasi probiotik dan zink terhadap durasi dan frekuensi diare pada
pasien anak yang bertujuan untuk membuktikan efektifitas suplementasi probiotik
tunggal maupun kombinasi dengan zink pada kasus diare pada anak.
ABSTRACT

Diarrhea is a bowel movement in the form of fluid more than three times a
day and usually lats for two days or more. People who experience diarrhea will lose
body fluits that cause dehydration of the body. This make the body unable to
funcation properly and can be life-threaring. UNICEF policy in term of diarrhea
treatment is giving zinc for 10-14 days. And meta-analysis was showing that
probiotics effective for primary and seconary prevention of acute diarrhea.
BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Diare merupakan salah satu penyakit dengan insiden tinggi di dunia definisi

diare sendiri adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan

dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau

lebih) dalam satu hari (Depkes RI 2011).

Sedangkan menurut (Setiadi, Idrus alwi dkk Edisi VI, 2014) Diare adalah Commented [A6]: bukan awalan kalimat
Commented [A7]: aturan penulisan kutipan
buang air besar dengan konsistensi tinja yang lembek biasanya disertai dengan

peningkatan frekuensi dan apabila diukur berat feses lebih dari 200g perhari.

Dinyatakan akut bila berlangsung kurang dari 14 hari, dinyatakan persisten bila Commented [A8]: bukan awalan kalimat

terjadi antara 14-28 hari dan kronik bila lebih dari 4 minggu.

Dilaporkan terdapat 1,7 milyar kasus setiap tahunya, penyakit ini sering Commented [A9]: bukan awalan kalimat

menyebabkan kematian pada anak usia dibawah lima tahun (balita). Dalam satu

tahun sekitar 760.000 anak usia balita meninggal karena penyakit ini (World Health

Organization (WHO), 2013). Didapatkan 99% dari seluruh kematian pada anak Commented [A10]: cetak miring dan ikuti aturan penulisan
kutipan

balita terjadi di negara berkembang, sekitar ¾ dari kematian anak terjadi di dua Commented [A11]: bukan awalan kalimat

wilayah WHO yaitu Afrika dan Asia Tenggara. Sebanyak ¾ kematian anak Commented [A12]: Sebanyak ¾ dari kematian

umumnya disebabkan penyakit yang dapat dicegah seperti kondisi neonatal,

pneumonia, diare, malaria, dan measles (WHO, 2013). Diare masih menjadi Commented [A13]: Apabila dlm satu paragraf menggunakan
kutipan yg sama, maka cukup satu kali menuliskan kutipan tersebut.
bisa di awal paragraf atau di akhir paragraf, sesuai dgn petunjuk
masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia penulisan.

diperkirakan diare di fasilitas kesehatan Indonesia yaitu 6.897.463 dan diare yang
ditangani 2.544.084 setiap tahunya, maka prosentase diare dapat ditangani yaitu

36,9 % (Profil Kesehatan Indonesia, 2016). Jadi dengan kata lain prosentase yang Commented [A14]: Buatlah menjadi kalimat aktif dan
perhatikan pada penulisan kutipan

tidak dapat ditangani lebih besar, dari data tersebut di simpulkan bahwa banyak

kasus gagal ditangani dan menyebabkan kematian. Kematian terutama disebabkan

karena penderita mengalami dehidrasi berat. 70-80% penderita adalah mereka yang Commented [A15]: Carilah awalan kalimat ini yg tepat

berusia balita.

Dari penemuan kasus diare di provinsi Jawa Tengah pada tahun 2015 angka

kejadian diare yang ditemukan dan ditangani masih cukup tinggi sebesar 67,7%

(Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2015). Sedangkan pada data kesehatan Commented [A16]: Seperti inikah tata penulisan kutipan?
Commented [A17]: tidak dapat menjadi awalan kalimat
Kabupaten Cilacap pada tahun 2015 penyakit diare dan gastroenteritis non spesifik

masuk kedalam 10 besar penyakit terbanyak di wilayah puskesmas Kabupaten

Cilacap sejumlah 12.389 kasus. (Profil Kesehatan Cilacap, 2015).

Penanganan yang tepat pada diare, akan menurunkan derajat keparahan

penyakit. Diare dapat diatasi dengan menjaga kebersihan dan mengelola makanan

yang sehat dan bersih untuk mencegah dan menangani diare secara cepat dan tepat

agar angka morbiditas dan mortalitas diare menurun (Soebagyo & Santoso, 2010).

Faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian diare antara lain usia, asupan diet,

status gizi dan keadaan mukosa usus. Usia kurang dari 2 bulan, asupan diet,

pemberian ASI atau gizi yang buruk dapat mempengaruhi frekuensi dan durasi

diare. Terapi baku pada diare akut sesuai pedoman WHO adalah pemberian cairan

rehidrasi (oral atau parenteral), pemberian zink selama 10-14 hari serta meneruskan
pemberian dietetik (Shintia dkk, 2011). Zink juga meningkatkan sistem kekebalan

tubuh sehingga dapat mencegah resiko terulangnya diare selama 2-3 bulan setelah

anak sembuh dari diare (Hajar, 2017).

Penatalaksanaan diare akut menurut WHO terdiri dari rehidrasi (cairan oralit Commented [A18]: tahun?

osmolaritas rendah), diet, zink, antibiotik selektif (sesuai indikasi), dan edukasi

kepada orang tua pasien. Selain itu, beberapa randomized controlled tialis (RCT)

dan meta analisis menyatakan bahwa probiotik efektif untuk pencegahan primer

maupun sekunder serta untuk mengobati diare (Yonata, 2016).

Organisasi pangan dunia FAO (Food and Agriculture Organization), probiotik Commented [A19]: Food and Agriculture Organization (FAO)

adalah suatu mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehtan inang (baik itu

hewan maupun manusia). Prinsip kerja probiotik yaitu dengan memanfaatkan

kemampuan organisme tersebut dalam menguraikan rantai panjang karbohidrat,

protein dan lemak. Kemampuan ini diperoleh karena adanya enzim enzim khusus

yang dimiliki oleh mikroorganisme untuk memecahkan ikatan. Pemecahan molekul

kompleks menjadi molekul sederhana mempermudah penyerapan oleh saluran

pencernaan manusia. Disisi lain, mikroorganisme pemecah ini mendapat

keuntungan berupa energi yang diperoleh dari hasil perombakan molekul kompleks

(Endang, 2011).

Bakteri probiotik dapat membantu proses absorpsi nutrisi dan menjaga

gangguan dalam penyerapan air yang akan berpengaruh pada perbaikan kosistensi

feses. Mekanisme yang sama pada zink yaitu dapat memperbaiki atau

meningkatkan absorbsi air dan elektrolit dengan cara mengurangi kadar air dalam
lumen usus yang menghasilkan perbaikan pada kosistensi feses. Perbaikan

kosistensi feses dapat mengurangi frekuensi buang air besar (BAB) yang timbul

sehingga hal tersebut dapat pula mempersingkat lama diare pada anak. Hal ini

sesuai dengan penelitian Manopo (2010), yang menyatakan bahwa suplementasi

zink dan probiotik pada diare akut efektif mengurangi keluaran tinja (Yonata Ade,

2016). Berdasarkan prevalensi kasus diare diatas peneliti ingin mengetahui Commented [A20]: Kutipannya ikut yg mana?

pengaruh kombinasi pemberian probiotik dan zink terhadap penurunan durasi dan

frekuensi diare pada pasien anak.

B.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat dirumuskan beberapa masalah

diantaranya :

1. Apa yang dimaksud penyakit diare dan klasifikasinya

2. Mengevaluasi perbedaan lama diare pada penderita diare akut yang diterapi

dengan kombinasi zink dan probiotik dengan yang diterapi dengan

probiotik atau zink saja. Commented [A21]: rumusan masalah belum jelas

C.Tujuan Penelitian

1. Mengidentifikasi peranan zink pada pasien diare anak

2. Mengevaluasi pengaruh pemberian zink pada penderita diare anak

3. Mengevaluasi pengaruh pemberian probiotik pada penderita diare anak

4. Mengevaluasi penggunaan probiotik dan zink pada pasien diare anak Commented [A22]: 1.tujuan penelitian tdk menjawab
rumusan masalah
2.tata penulisan proposal masih sangat kurang
D.Manfaat Penelitian

1. Aspek Teoritis

Memberikan bukti ilmiah tentang terapi penggunaan kombinasi probiotik dan zink

dapat memperpendek frekuensi dan durasi diare dibandingkan dengan terapi zink

atau probiotik saja

2. Aspek Aplikatif

Menerapkan penggunaan kombinasi probiotik dan zink pada pasien diare anak

disuatu instalasi
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A.Definisi Commented [A23]: definisi dari apa?

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat

berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih)

dalam satu hari (Depkes, RI 2011). Commented [A24]: kaidah 1 paragraf terdiri dari berapa
kalimat?

Penyebab diare menurut (Husniah, Thamrin dkk, 2013) adalah terdapat Commented [A25]: cara penulisan kutipan

gangguan dari resorpsi, sedangkan sekresi getah lambung-usus dan motilitas usus

meningkat. Menurut teori klasik diare disebabkan oleh meningkatnya peristaltik

usus tersebut, sehingga pelintasan chymus sangat dipercepat dan masih

mengandung banyak air pada saat meninggalkan tubuh sebagai tinja. Penelitian

dalam bertahun-tahun terakhir menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah

bertumpukanya cairan di usus akibat terganggunya resorpsi air atau dan terjadinya

hipersekresi. Pada keadaan normal proses resorpsi dan sekresi dari air dan

elektrolit-elektrolit berlangsung pada waktu yang sama di sel-sel epitel mukosa.

Biasanya resorpsi melebihi sekresi, tetapi karena sesuatu sebab sekresi menjadi

lebih besar daripada resorpsi dan terjadilah diare. Keadaan ini sering kali terjadi

pada gastroenteritis (radang lambung-usus) yang disebabkan oleh virus, kuman dan

toksinnya.
B.Klasifikasi Diare

(Suharyono, 2008) membuat klasifikasi berdasarkan pada ada atau tidak Commented [A26]: buatlah kalimat dengan memadukan
kutipan yg benar

adanya infeksi ; gastroenteritis (diare dan muntah) diklasifikasikan menurut dua

golongan :

a. Diare infeksi spesifik : tifus abdomen dan paratifus, disentri basil (shigella),

enterokolitis stafilokok.

b. Diare non-spesifik : diare dietetik.

Disamping itu diklasifikasikan lain diadakan berdasarkan organ yang terkena

infeksi : Commented [A27]: kutipan belum ada

a. Diare infeksi enteral atau diare karena infeksi di usus (bakteri,virus,

parasit).

b. Diare infeksi parenteral atau diare karena infeksi di luar usus (otitis media,

infeksi saluran pernafasan, infeksi saluran urin dan lainya).

Sedangkan menurut Lama waktu diarenya : Commented [A28]: kutipan belum ada

a. Diare akut atau diare karena infeksi usus yang bersifat mendadak. Diare

karena infeksi usus dapat terjadi pada setiap umur dan bila menyerang bayi

umumnya disebut gastroenteritis infantil dan timbul secara mendadak dan

berhenti cepat atau maksimal berlangsung sampai 2 minggu.


b. Diare kronik yang umumnya bersifat menahun ; diantara diare akut dan

kronik disebut diare subakut, diare ini biasanya berlangsung 2 minggu

atau lebih (Suharyono, 2008).

Aspek mikrobiologi : Commented [A29]: kutipan belum ada

1. Virus penyebab gastroenteritis

Dalam biakan tinja penderita gastroenteritis sering tidak ditemukan bakteri

patogen ; sebelum tahun 1950 dengan tidak adanya dasar, disangka bahwa

gastroenteritis disebabkan karena virus. Baru sejak tahun 1950-an di Amerika Utara

dilakukan penelitian virus pada diare. Meskipun adenovirus dan virus ECHO dalam

biakan tinja bayi yang menderita gastroenteritis, tetapi kedua vitrus ini didapat juga

dalam biakan tinja anak kontrol yang sehat. Ahli-ahli di Inggris menanggapi bahwa

virus sebagai penyebab gastroenteritis belum terbukti pada saat itu. Commented [A30]: buatlah menjadi kalimat yg akif atau pasif.

2. Rotavirus

Rotavirus penyebab gastroenteritis, Rotavirus yang ditemukan di berbagai

negara merupakan etiologi yang paling penting dari gastroenteris bayi dan anak. Di

Melbourne, Toronto, Canada, dan Washington DC, pada anak yang dirawat dengan

gastroenteristis akut ditemukan rotavirus sebagai penyebab pada 50-80% kasus.

Angka kejadian Rotavirus, infeksi rotavirus biasanya terdapat pada anak-anak

umur 6 bulan- 2 tahun. Angka kejadian penyakit ini berkurang dengan

bertambahnya umur. Dikatakan bahwa gastroenteritis akibat rotavirus terdapat

lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan.


3. Norwalk agent

Pada permulaan tahun 1970 ditemukan sebagia penyebab diare, virus ini

dikenal sebagai Norwalk. Virus lain yang morfologi sama, tapi imunologi berbeda

telah ditemukan pula, yaitu Motgomery Country dan Hawaii agents (Suharyono,

2008).

Bakteri penyebab Gastroenteritis :

Bakteri penyebab gastroenteritis tradisional adalah Escherichid coli,

Salmonella, Shigella, Vibrio, (termasuk non cholergenic forms), Clostridia

perfringens, Staphylococcus (Suharyono, 2008).

Patifisiologi Commented [A31]: belum mengikuti aturan penulisan proposal


skripsi, tidak ada kutipan

a. Diare adalah kondisi ketidakseimbangan absorpsi dan sekresi air dan

elektrolit.

b. Terdapat 4 mekanisme patofisiologi yang menganggu keseimbangan air

dan elektrolit yang mengakibatkan terjadinya diare yaitu :

1. Perubahan transport ion aktif yang disebabkan oleh penurunan

absorbsi natrium atau peningkatan sekresi klorida.

2. Perubahan motilitas usus.

3. Peningkatan osmolaritas luminal.


4. Peningkatan tekanan hidrostatik jaringan.

c. Mekanisme tersebut sebagai dasar pengelompokan diare secara klinik,

yaitu :

1. Secretory diarrhea, terjadi ketika senyawa yang strukturnya mirip

(contoh : vasoactive Intestinal Peptide (VIP) atau toksin bakteri)

meningkatkan sekresi atau menurunkan absorbsi air dan elektrolit

dalam jumlah besar.

2. Osmotic diarrhea, disebabkan oleh absorbsi zat-zat yang

memperahankan cairan intestinal.

3. Eksudativ diarrhea, disebabkan oleh absorbsi penyakit infeksi

saluran pencernaan yang mengeluarkan mukus, protein atau darah

ke dlaam saluran pencernaan.

4. Mortalitas usus dapat berubah dengan mengurangi waktu kontak di

usus halus, pengosongan usus besar yang prematur dan

pertumbuhan bakteri yang berlebihan (Yulinah, Retnosari dkk, Commented [A32]: penulisan kutipan masih salah

2013).

C.Manifestasi Klinis

1. Diare dikelompokan menjadi akut dan kronis. Umunya episode diare akut

hilang dalam waktu 72 jam dari onset. Diare kronis melibatkan serangan

yang lebih sering selama 2-3 periode yang lebih panjang.


2. Penderita diare akut umumnya mengeluhkan onset yang tak terduga dari

buang air besar yang encer, gas-gas dalam perut, rasa tidak enak, dan nyeri

peurt. Karakteristik penyakit usus halus adalah terjadinya internittent

periumbilical atau nyeri pada kuadran kanan bawah disertai kram dan bunyi

pada perut. Pada diare kronis ditemukan adanya penyakit sebelumnya,

penurunan berat badan dan nafsu makan.

3. Diare dapat disebabkan oleh bebrapa senyawa termasuk antibiotik dan obat

lain, selain itu penyalahgunaan pencahar untuk menurunkan berat badan

juga dapat menyebabkan diare.

4. Pada diare pemeriksaan fisik abdomen dapat mendeteksi hiperperistaltik

dengan borborygymi (bunyi pada lambung). Pemeriksaan rektal dapat

mendeteksi massa atau kemungkinan fecal impaction, penyebab utama

diare pada usia lanjut.

5. Pemeriksaan turgor kulit dan tingkat keberadaan saliva oral berguna dalam

memperkirakan status cairan tubuh. Jika terdapat hipotensi, takikardia,

denyut lemah, diduga terjadi dehidrasi. Adanya demam mengindikasikan

adanya infeksi.

6. Untuk diare yang tidak dapat dijelaskan terutama pada situasi kronis dapat

dilakukan pemeriksaan parasit dan ova pada feses, darah, mukus dan lemak.

Selain itu juga dapat diperiksa osmolaritas feses, ph, dan elektrolit (Yulinah,

Retnosari dkk, 2013).


D.Terapi

a. Tujuan Terapi

Tujuan terapi pada pengobatan diare adalah untuk mengatur diet ; mencegah

pengeluaran air berlebihan, elektrolit, dan gangguan asam basa; menyembuhkan

gejala; mengatasi penyebab diare; dan mengatur gangguan sekunder yang

menyebabkan diare.

b. Pendekatan Umum

Pengaturan diet merupakan prioritas utama untuk penmgobatan diare. Klinisi

merekomendasikan untuk menghentikan makanan padat selama 24 jam dan

menghindari produk-produk yang mangandung susu.

Apabila terjadi mual dan muntah tingkat sedang, diberikan diet residu rendah yang

mudah dicerna selama 24 jam.

Jika terjadi muntah dan tidak dapat dikontrol dengan pemberian antiematik tidak

ada yang diberikan melalui mulut. Pemberian diet makanan lunak dimulai seiring

adanya penurunan gerakan usus. Pemberian makanan sebaiknya diteruskan pada

anak-anak dengan diare akibat bakteri akut.

Rehidrasi dan perbaikan air dan elektrolit adalah perawatan primer sampai diare

berakhir. Apabila muntah dan dehidrasi tidak parah, pemberian makanan enteral

merupakan metode yang terpilih (Yulinah, Retnosari dkk, 2013).

TERAPI FARMAKOLOGI Commented [A33]: urutkan dulu dari bagian tinjauan pustaka
Obat-obat yang digunakan dalam pengobatan diare dikelompokkan manjadi

beberapa kategori yaitu antimotilitas, adsorben, antisekresi, antibiotik, enzim, dan

mikroflora usus. Obat-obatan tesebut tidak menyembuhkan tetapi hanya

meringankan.

Obat-obat antidiare :

1. Opiat dan turunan opioid menunda transit isi intraluminal atau

meningkatkan kapasitas saluran cerna, memperpanjang waktu

kontak kontak dan absorbsi keterbatasan penggunaan opiat adalah

potensi terjadinya adikasi dan memperburuk penyakit pada diare

yang disebabkan oleh infeksi.

2. Loperamid sering direkomendasikan untuk terapi diare akut dan

kronis.

3. Adsorben (seperti kaolin peptin) digunakan untuk meringankan

gejala, tetapi kerjanya tidak spesifi, sehingga dapat mengabsorbsi

nutrisi, toksin, obat dan getah pencernaan. Pemberian bersama

dengan obat lain akan mengurangi bioavailabilitas.

4. Bismut subsalisilat sering digunakan untuk pengobatan atau

pencegahan diare dan memiliki efek antisekresi, antiinflamsi, dan

antibakteri.

5. Sediaan lactobacillus merupakan pengobatan kontroversional yang

diharapkan dapat mengganti koloni mikrofag. Hal ini diduga dapat


mengembalikan fungsi usus dan menghambat pertumbuhan

mikroorganisme patogen. Diet produk susu yang mengandung

laktosa 200-400 g atau dekstrin, efektif dalam rekolonisasi

mikroflora.

6. Obat-obat antikolinergik seperti antropin, dapat menghambat vagal

tone dan memperpanjang waktu transit saluran cerna.

7. Antibiotik dapat menyembuhkan diare apabila organisme

penyebabnya peka terhadap antibiotik tersebut, tetapi infeksi diare

sangat terbatas dan diobati dengan terapi pendukung.

8. Oktreotida, suatu analog oktapeptid sintetik dari somatostatin yang

diresepkan untuk pengobatan genjala tumor karsinoid dan tumor

sekresi VIP. Oktreopeptid menghambat pelepasan seratonin dan

ppetida aktif lain serta efektif dalam mengontrol diare. Interval

dosis untuk penanganan diare yang disertai tumor karsinoid adalah

100-600 nm/hari dalam 2-4 dosis terbagi secara subkutan (Yulinah,

Retnosari dkk, 2013).

E.Probiotik

Probiotik merupakan suplemen makanan berupa bakteri hidup yang non

patogen, tidak toksik, tahan terhadap asam lambung dan dapat berkoloni pada usus

besar (kolon). Jenis bakteri probiotik yang paling dikenal adalah golongan bakteri

asam laktat dan Bifidobacteria. Probiotik yang telah diproduksi secara komersial
adalah camputan Lactobacilus dan Bifidobacteria, walaupun kadang kadang

khamir seperti saccharomyces juga digunakan. Bakteri ini dapat memecah

karbohidrat yang tidak tercena oleh saluran pencernaan manusia dan langsung

berinteraksi dengan metabolisme inang. Commented [A34]: tdk ada kutipan

Sejarah probiotik dimulai dari awal peradaban manusia : keju dan susu fermentasi

amat dikenal oleh bangsa Yunani dan Romawi dan diberikan pada anak dan orang

yang baru sembuh dari penyakit. Probiotik adalah mikroorganisme yang bila di

konsumsi peroral akan memberikan dampak positif bagi kesehatan manusia dan

merupakan galur flora usus normal yang dapat diisolasi dari tinja manusia sehat.

Kaitan ilmiah antara probiotik dan manfaatnya bagia kesehatan manusia

diungkapkan pertama kali oleh ahli mikrobiologi Rusia bernama Metchnikoff

(1907). Ia menyatakan bahwa, asam laktat yang dihasilkan oleh Lactobacillus

dalam yogurt dapat menghambat pertumbuhan bebrapa spesies bakteri patogen.

Probiotik bekerja secara aman, karena probiotik bekerja dengan beberapa cara

diantaranya mikroba yang berperan sebagai probiotik memiliki kemampuan

memangsa organisme yang merugikan inang seperti parasit atau mikroba patogen. Commented [A35]: dirapikan lagi, bukan hanya copy dan paste
dari tinjauan pustaka lainnya

Mikroba penyusul probiotik yang aktiv disaluran pencernaan bagian belakang pada

umumnya adalah bakteri yang berasal dari genus Strepcoccus, Leuconostok,

Pediokokus, Propionibakterium, Bacillus, dan Enlerococcu. Spesies dari genus

Streptococcus yang digunakan sebagai probiotik adalah Streptococcus salivarius,

Streptococcus Lactis, Streptococcus Cremoris, Strepcoccus Diacetil Lactis, dan

Streptococcus Intermedius. Spesies khamir yang digunakan sebagai probiotik

adalah Saccharoinycs cerevisereae dan Khandida Pentolopesii, sedangkan spesies


jamur yang digunakan sebagai probiotik adalah Aspergillus niger dan Aspergillus

orizae (Feliatra, Dr, 2018). Commented [A36]: penulisan kutipan masih salah

F.Zink

Zink baik dan aman untuk pengobatan diare berdasarkan hasil penelitian

Departement of Cild and Adolesent Health and Development, World Health

Organization yaitu : Commented [A37]: tdk ada kutipan

a. Zink sebagai obat pada diare.

b. Zink dan pengobatan diare akut

c. Zink dan pengobatan diare presisten

d. Zink sebagai obat pencegah diare akut dan persisten

e. Zink sebagai bpencegahan dan pengobatan diare berdarah

f. Zink dan penggunaan antibiotik irasional

g. Zink aman diberikan kepada anak. Commented [A38]: aturan penulisan spasi, bullet n numbering
msh sangat kurang

Cara pemberian obat zink :

a. Pastikan semua anak yang menderita diare mendapat obat zink selama 10

hari berturut-turut.

b. Larutkan tablet dalam 1 sendok air minum atau ASI (tablet mudah larut kira-

kira 30 detik, segera berikan ke anak.


c. Bila anak muntah sekitar setengah jam setelah jam setelah pemberian obat

zink, ulang pemberian dengan cara potongan lebih kecil dilarutkan beberapa

kali hingga 1 dosis penuh.

d. Bila anak menderita dehidrasi berat dan memerlukan cairan infus, tetap

berikan obat zink segera setelah anak bisa minum atau makan (Dinkes,

2010).

NB : TINJAUAN PUSTAKA TERKAIT DENGAN METODE DLM ANALISIS

SAMPEL2 BELUM DITULISKAN


BAB III

METODE PENELITIAN

A.Desain Penelitian

Penelitian yang dilakukan masuk dalam jenis penelitian deskriptif observasional

dengan rancangan retrospektif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan

form data sekunder yaitu pengambilan data dari data rekam medik yang sudah ada

di instalasi rumah sakit kemudian disalin pada form baru yang digunakan untuk

penelitian. Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik non probability yaitu

purposive sampling artinya cara pengambilan sampel sesuai dengan kriteria yang

dibuat oleh peneliti.

Skema Desain Penelitian Commented [A39]: jelaskan lbh rinci tentang desain penelitian,
penulisannya, spasinya, sampai skema desain penelitian dirapikan
lagi

Pasien Diare anak

Kelompok I Kelompok II
cairan
rehidrasi + Rehidrasi+seng
seng +probiotik

Frekuensi Durasi Frekuensi Durasi


Diare diare Diare Diare
B.Sampel

Rekam medik. Commented [A40]: dijelaskan lebih rinci bagian dari sampel yg
digunakan

C.Prosedur Penelitian Commented [A41]: tata penulisan untuk gambar, tabel dll
bgmn aturannya?

Data Rekam Medik Pasien Rumah Sakit X

Priode 2018

Pasien yang menjalani rawat inap dana rawat


jalan dan memiliki data rekam medik yang
lengkap

Data pasien dengan diagnosis diare spesifik


maupun nonspesifik

Evaluasi pengaruh pemberian zink, probiotik, dan


kombinasi zink dan probiotik pada kasus diare
anak
1. Penulis melihat data sekunder (data rekam medik di rumah sakit X) periode

2018 tentang penyakit diare pada anak.

2. Rekam medik yang digunakan yaitu rekam medik yang memiliki data lengkap

baik itu pasien diare rawat inap maupun rawat jalan yang ada pada rumah sakit

x tersebut.

3. Karakteristik diare yang di cari yaitu pasien dengan diagnosis spesifik maupun

nonspesifik.

4. Setelah mendapatkan data pasien lewat rekam medik yang sesuai dengan

karakteristik maka dievaluasi apakah pengaruh pemberian zink, probiotik, atau

kombinasi probiotik dan zink pada kasus diare anak.

NB : TULISKAN DENGAN JELAS KRITERIAN INKLUSI DAN EKSKLUSI

DR RANCANGAN PENELITIAN.

METODE ANALISIS YG DIGUNAKAN BELUM DITULISKAN!


DAFTAR PUSTAKA

Depkes, RI (2011). Lima Langkah Tuntaskan Diare.


Dinkes, RI (2015). Profil Kesehatan Kabupaten Cilacap.
Dinkes, RI (2015). Profil Kesehatan Jawa Tengah.
Feliatra, Dr. 2018. Probiotik. Kencana. Jakarta
Hartantyo, Ken Shinta dan Noor Wijayahadi. 2011. Pengaruh Probiotik pada Diare
Akut : penelitian dengan 3 preparat probiotik. Sari Pediatri, Vol.13, No. 2.
Nursa’in, Siti Hajar. 2017. Gambaran penggunaan oralit dan zink pada kasus
diare. jurnal farmasetis. 6 1(b) : 25-28.
Riskesdas, (2013), Laporan Riset Kesehatan Dasar.
Setiati,Prof.2014. Ilmu Penyakit Dalam Jilid.Edisi VI.Jakarta: Pusat Penerbitan
Ilmu Penyakit Dalam.
Suharyono, Dr 2008. Diare Akut Klinik dan Laboratorik. Rineka Cipta. Jakarta
Tjay,Dr, dan Rahardja. 2014. Obat-obat Penting. Pt.Gramedia. Jakarta.
Yulinah,Dr elin,Andarajati,Dr,dkk.2013.Iso Farmakoterapi.Jakarta:PT ISFI. Commented [A42]: Daftar pustaka msh banyak yg salah dan
tidak ada di dlm kutipan atau tidak sinkron antara kutipan dgn
daftara pustaka