Anda di halaman 1dari 10

Resume Unit Hemodialisa

Nama pasien : Tn. M


Usia : 50 th
Lama HD : 2 th
NRM : xxxxxx
Dx. Medis : CKD

Pathway :

Ringkasan perjalanan penyakit :

Perjalanan penyakit CKD pada pasien diawali oleh penyakit hipertensi yang sudah
lama diderita oleh pasien. Hipertensi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan
perubahan-perubahan struktur pada arteriol di seluruh tubuh, ditnadai dengan fibrosis dan
hialinisasi (sklerosis) dinding pembuluh darah. Salah satu organ sasaran dari keadaan ini
adalah ginjal. Ketika terjadi tekanan darah tinggi, maka sebagai kompensasi, pembuluh darah
akan melebar. Namun di sisi lain, pelebaran ini juga menyebabkan pembuluh darah menjadi
lemah dan akhirnya tidak dapat bekerja dengan baik untuk membuang kelebihan air serta zat
sisadari dalam tubuh. Kelebihan cairan yang terjadi di dalam tubuh kemudian dapat
menyebabkan tekanan darah menjadi lebih meningkat, sehingga keadaan ini membentuk
suatu siklus yang berbahaya. Tanda gejala yang dialami pasien adalah lemah, mudah lelah,
mual, muntah, nafsu makan kurang, tekanan darah yang tinggi, hingga pernah mengalami
penurunan berat badan.

Monitoring Intradialisa

Quick of blood : 180

Ultrafiltration rate : 2750

Monitor Sebelum Saat Sesudah


Berat badan 49 kg 49 kg 49 kg
Tekanan darah 176/104 mmHg 150/80 mmHg 151/97 mmHg
Frekuensi nafas 20x/menit 25x 22x
Nadi 60x/menit 80x/menit 98x/menit
Suhu 36,5oC 36,5oC 36,5oC
Cramp abdomen - - -
Nausea - - -
Vomiting - - -

Laboratorium
GDS - - -
Kalium - - -
Hb - - -
Ureum - - -
Creatinin - - -
Albumin - - -

Balans cairan
Intake

Total intake 350


Output

Total output 300


IWL 30,6 cc
Balans cairan 19,4

Asuhan Keperawatan Intradialisa

Implementasi
No. Masalah keperawatan Evaluasi TTD
keperawatan
1. Pola nafas tidak efektif memberikan kolaborasi S :
pemberian oksigen - pasien
dengan nasal kanul 3 mengatakan sesak
liter/menit berkurang sejak
dipasang selang
oksigen
O:
- pasien sudah
terpasang oksigen
3 liter/menit
- pasien nampak
lebih rileks
- RR
A : masalah keperawatan
ketidak efektifan pola
nafas teratasi

P: monitor RR pasien
sesudah HD
2. Kelebihan volume Menganjurkan pasien S : pasien mengatakan
cairan membatasi pemasukan sering bengkak pada kaki
cairan O:
- kaki pasien
tampak bengkak
A : masalah kelebihan
volume cairan belum
teratasi
P:
- monitor bb
sebelum dan
sesudah hd
- monitor balans
cairan
- anjurkan pasien
membatasi asupan
cairan

3. Resiko infeksi Memonitor kepatenan S : -


akses av shunt O:
- pasien terpasang
av shunt
- tidak terdapat
tanda infeksi
A : masalah resiko infeksi
belum teratasi
P:
- monitor
kepatenan av
shunt
- monitor tanda-
tana infeksi setiap
hd
Resume Unit Hemodialisa

Nama pasien : Tn. A


Usia : 50 th
Lama HD :
NRM : xxxxxx
Dx. Medis : CKD

Pathway :

Ringkasan perjalanan penyakit :

Perjalanan penyakit CKD pada pasien diawali oleh penyakit hipertensi yang sudah
lama diderita oleh pasien. Hipertensi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan
perubahan-perubahan struktur pada arteriol di seluruh tubuh, ditnadai dengan fibrosis dan
hialinisasi (sklerosis) dinding pembuluh darah. Salah satu organ sasaran dari keadaan ini
adalah ginjal. Ketika terjadi tekanan darah tinggi, maka sebagai kompensasi, pembuluh darah
akan melebar. Namun di sisi lain, pelebaran ini juga menyebabkan pembuluh darah menjadi
lemah dan akhirnya tidak dapat bekerja dengan baik untuk membuang kelebihan air serta zat
sisadari dalam tubuh. Kelebihan cairan yang terjadi di dalam tubuh kemudian dapat
menyebabkan tekanan darah menjadi lebih meningkat, sehingga keadaan ini membentuk
suatu siklus yang berbahaya. Tanda gejala yang dialami pasien adalah lemah, mudah lelah,
mual, muntah, nafsu makan kurang, tekanan darah yang tinggi, hingga pernah mengalami
penurunan berat badan.
Monitoring Intradialisa

Quick of blood : 180

Ultrafiltration rate : 700

Monitor Sebelum Saat Sesudah


Berat badan 50 kg 50 kg 50 kg
Tekanan darah 162/69 mmHg 210/98 mmHg
Frekuensi nafas 24x/menit 25x/menit 22x/menit
Nadi 48x/menit 59x/menit
Suhu 36,5oC 36,5oC 36,5oC
Cramp abdomen - - -
Nausea - - -
Vomiting - - -

Laboratorium
GDS - - -
Kalium - - -
Hb 4,2 - -
Ureum - - -
Creatinin - - -
Albumin - - -

Balans cairan
Intake

Total intake 700


Output

Total output 650


IWL 31,25
Balans cairan 18,75

Asuhan Keperawatan Intradialisa

Implementasi
No. Masalah keperawatan Evaluasi TTD
keperawatan
4. Pola nafas tidak efektif memberikan kolaborasi S :
pemberian oksigen - pasien
dengan nasal kanul 3 mengatakan sesak
liter/menit berkurang sejak
dipasang selang
oksigen
O:
- pasien sudah
terpasang oksigen
3 liter/menit
- pasien nampak
lebih rileks
- RR
A : masalah keperawatan
ketidak efektifan pola
nafas teratasi

P: monitor RR pasien
sesudah HD
5. Kelebihan volume Menganjurkan pasien S : pasien mengatakan
cairan membatasi pemasukan sering bengkak pada kaki
cairan O:
- kaki pasien
tampak bengkak
A : masalah kelebihan
volume cairan belum
teratasi
P:
- monitor bb
sebelum dan
sesudah hd
- monitor balans
cairan
- anjurkan pasien
membatasi asupan
cairan
Resume Unit Hemodialisa

Nama pasien : Ny.D


Usia : 52 th
Lama HD : 5 th
NRM : xxxxxx
Dx. Medis : CKD

Pathway :

Ringkasan perjalanan penyakit :

Perjalanan penyakit CKD pada pasien diawali oleh penyakit hipertensi yang sudah
lama diderita oleh pasien. Hipertensi yang berlangsung lama dapat mengakibatkan
perubahan-perubahan struktur pada arteriol di seluruh tubuh, ditnadai dengan fibrosis dan
hialinisasi (sklerosis) dinding pembuluh darah. Salah satu organ sasaran dari keadaan ini
adalah ginjal. Ketika terjadi tekanan darah tinggi, maka sebagai kompensasi, pembuluh darah
akan melebar. Namun di sisi lain, pelebaran ini juga menyebabkan pembuluh darah menjadi
lemah dan akhirnya tidak dapat bekerja dengan baik untuk membuang kelebihan air serta zat
sisadari dalam tubuh. Kelebihan cairan yang terjadi di dalam tubuh kemudian dapat
menyebabkan tekanan darah menjadi lebih meningkat, sehingga keadaan ini membentuk
suatu siklus yang berbahaya. Tanda gejala yang dialami pasien adalah lemah, mudah lelah,
mual, muntah, nafsu makan kurang, tekanan darah yang tinggi, hingga pernah mengalami
penurunan berat badan.
Monitoring Intradialisa

Quick of blood : 230

Ultrafiltration rate : 3700

Monitor Sebelum Saat Sesudah


Berat badan 49,3 kg 49,3 kg 49,3 kg
Tekanan darah 162/109 mmHg 150/89 mmHg 143/77 mmHg
Frekuensi nafas 19x/menit 25x/menit 20x/menit
Nadi 101 x/menit 90x/menit 83x/menit
Suhu 36,5oC 36,5oC 36,5oC
Cramp abdomen - - -
Nausea - - -
Vomiting - - -

Laboratorium
GDS - - -
Kalium - - -
Hb - - -
Ureum - - -
Creatinin - - -
Albumin - - -

Balans cairan
Intake

Total intake 350


Output

Total output 300


IWL 30,8
Balans cairan 19,2

Asuhan Keperawatan Intradialisa

Implementasi
No. Masalah keperawatan Evaluasi TTD
keperawatan
1. Pola nafas tidak efektif memberikan kolaborasi S :
pemberian oksigen - pasien
dengan nasal kanul 3 mengatakan sesak
liter/menit berkurang sejak
dipasang selang
oksigen
O:
- pasien sudah
terpasang oksigen
3 liter/menit
- pasien nampak
lebih rileks
- RR
A : masalah keperawatan
ketidak efektifan pola
nafas teratasi

P: monitor RR pasien
sesudah HD
2. Kelebihan volume Menganjurkan pasien S : pasien mengatakan
cairan membatasi pemasukan sering bengkak pada kaki
cairan O:
- kaki pasien
tampak bengkak
A : masalah kelebihan
volume cairan belum
teratasi
P:
- monitor bb
sebelum dan
sesudah hd
- monitor balans
cairan
- anjurkan pasien
membatasi asupan
cairan
RESUME UNIT HEMODIALISA

STASE KEPERAWATAN DEWASA

Disusun Oleh :
DINI ALDILA AISA
20184030070

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2018