Anda di halaman 1dari 7

11/18/2018

HASIL PERJANJIAN ROEM ROYEN


DI BACAKAN OLEH
MR.ROEM

 Indonesia Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan


semua aktivitas gerilya
 Pemerintah Republik akan menghadiri Konferensi Meja Bundar
 Pemerintah Republik Indonesia dikembalikan ke Yogyakarta
 Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi
militer dan membebaskan semua tawanan perang

HASIL PERJANJIAN ROEM ROYEN


DI BACAKAN OLEH
DR H.J VAN ROYEN

• Pemerintah Belanda setuju bahwa pemerintah Republik Indonesia harus bebas


dan leluasa melakukan kewajiban dalam satu daerah yang meliputi
Karesidenan Yogyakarta.
• Pemerintah Belanda membebaskan secara tak bersyarat pemimpin-pemimpin
republic Indonesia dan tahanan politik yang ditawan sejak tanggal 19
Desember 1948.
• Pemerintah Belanda setuju bahwa Republik Indonesia akan menjadi bagian
dari Republik Indonesia Serikat.
• Konferensi Meja Bundar (KMB) akan diadakan secepatnya di Den Haag sesudah
pemerintah Republik Indonesia kembali ke Yogyakarta.

1
11/18/2018

DAMPAK DARI PERUNDINGAN ROEM ROYEN

• Dengan tercapainya kesepakatan dalam perundingan, Pemerintah


Darurat Republik Indonesia memerintahkan Sri Sultan Hamengku
Buwono IX untuk mengambil alih pemerintahan Yogyakarta oleh pihak
Belanda.
• Pada tanggal 1 juli 1949 pemerintah Republik Indonesia secara resmi
kembali ke Yogyakarta disusul dengan kedatangan para pemimpin
Republik Indonesia dari medan gerilya.
• Pada tanggal 13 Juli 1949 diselenggarakan siding cabinet Republik
Indonesia yang pertama, dan Mr. Syafrudin Prawiranegara
mengembalikan mandatnya kepada wakil presiden Moh. Hatta dan Sri
Sultan Hamengkubuwono IX diangkat menjadi Menteri
• Pertahanan Merangkap Ketua Koordinator Keamanan.
• Konferensi Meja Bundar (KMB) akan diadakan secepatnya di Den Haag

PERUNDINGAN INTER INDONESIA


• Inter Indonesia merupakan konferensi yang berlangsung
antara negara Republik Indonesia dengan negara-negara
boneka atau negara bagian bentukkan Belanda yang
tergabung dalam BFO (Bijenkomst Voor Federal Overslag)
• Konferensi Inter Indonesia berlangsung di Yogyakarta
pada tanggal 19-22 Juli 1949
• Dipimpin oleh Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta.
• Karena simpati dari negara-negara BFO ini maka
pemimpin-pemimpin Republik Indonesia dapat
dibebaskan dan BFO jugalah yang turut berjasa dalam
terselenggaranya Konferensi Inter-Indonesia.
• Hal itulah yang melatarbelakangi dilaksanaklannya
Konferensi Inter-Indonesia. Soekarno menyebut
konferensi ini sebagai “trace baru” bagi arah perjuangan
Indonesia

2
11/18/2018

HASIL KESEPAKATAN HASIL SIDANG KEDUA DI JAKARTA


PERUNDINGAN INTER INDONESIA TANGGAL 30 JULI
1. Negara Indonesia Serikat 1. Bendera RIS adalah Sang Merah
disetujui dengan nama Republik Putih
Indonesia Serikat (RIS) 2. Lagu kebangsaan Indonesia
berdasarkan demokrasi dan Raya
federalisme (serikat).
3. Bahasa resmi RIS adalah Bahasa
2. RIS akan dikepalai oleh seorang
Indonesia
Presiden dibantu oleh menteri-
menteri yang bertanggung 4. Presiden RIS dipilih wakil RI dan
jawab kepada Presiden. BFO. Pengisian anggota MPRS
diserahkan kepada kebijakan
3. RIS akan menerima penyerahan
negara-negara bagian yang
kedaulatan, baik dari Republik
jumlahnya enam belas negara.
Indonesia maupun dari kerajaan
Kedua delegasi juga setuju
Belanda.
untuk membentuk panitia
4. Angkatan perang RIS adalah persiapan nasional yang
angkatan perang nasional, dan bertugas mempersiapkan segala
Presiden RIS adalah Panglima sesuatu yang berkaitan dengan
Tertinggi Angkatan Perang RIS. pelaksanaan Konferensi Meja
Bundar.

DAMPAK PERUNDINGAN INTER


INDONESIA
Dampak dari perundingan inter indonesia adalah adanya konsensus yang di bangun melalui
perundingan inter indonesia yang menjadi modal berharga bagi pemerintah RI, terutama
Dampak
delegasi dariyang
indonesia perundingan inter indonesia
di tunjuk untuk berunding adalah
dengan Belanda adanya
pada konferensi meja
konsensus yang di bangun melalui perundingan inter
bundar

indonesia yang menjadi modal berharga bagi


pemerintah RI, terutama delegasi indonesia yang di
tunjuk untuk berunding dengan Belanda pada
konferensi meja bundar

3
11/18/2018

Konferensi Meja Bundar


(23 Agustus - 2 November 1949,
Den Haag, Belanda)

Latar
Belakang

Konferensi
Meja
Bundar
Hasil
Keputusa
n

• Usaha untuk meredam kemerdekaan Indonesia dengan jalan kekerasan


berakhir dengan kegagalan.

• Belanda mendapat kecaman keras dari dunia internasional. Belanda dan


Indonesia

• 28 Januari 1949  PBB mengeluarkan resolusi yang mengecam serangan


militer Belanda terhadap tentara Indonesia. Dewan Keamanan PBB juga
menyerukan diadakannya perundingan untuk menemukan penyelesaian
damai antara dua pihak

4
11/18/2018

• Setelah Indonesia berhasil menyelesaikan masalahnya sendiri dalam


konferensi Inter-Indonesia, kini bangsa Indonesia secara keseluruhan telah
siap menghadapi Konferensi Meja Bundar (KMB).
Konferensi Inter-Indonesia di Yogyakarta (31 Juli - 2 Agustus 1949).
• Konferensi Inter-Indonesia dihadiri semua otoritas bagian dari Republik
Indonesia Serikat yang akan dibentuk. Para partisipan setuju mengenai
prinsip dan kerangka dasar untuk konstitusinya.

• Bulan Agustus 1949  Presiden Soekarno sebagai Panglima Tertinggi di


satu pihak dan Wakil Tinggi Mahkota Belanda dipihak lain, mengumumkan
pemberhentian tembak-menembak. Perintah itu berlaku efektif mulai
tanggal 11 Agustus 1949 untuk wilayah Jawa dan 15 Agustus 1949 untuk
wilayah Sumatera.pada tanggal 4 Agustus 1949
• Pada tanggal 11 Agustus 1949, dibentuk perwakilan Republik Indonesia
untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, Belanda.

Delegasi KMB
Pihak Indonesia Pihak Belanda
• Diketuai oleh Drs. Mohammad Hatta • BFO (Bijeenkomst voor Federaal
Overleg) yang mewakili berbagai
Anggota – 12 orang :
negara yang diciptakan Belanda di
• Drs. Mohammad Hatta kepulauan Indonesia.  dipimpin
• Nir. Moh. Roem oleh Sultan Hamid II dari Pontianak

• Prof Dr. Mr. Supomo • Dipimpin : Mr. Van Maarseveen

• Dr. J. Leitnena UNCI – sebagai penengah dan


mediator perdamaian perselisihan
• Mr. Ali Sastroamicijojo Indonesia dan Belanda
• Ir. Djuanda • Diwakili Chritchley
• Dr. Sukiman
• Mr. Suyono Hadinoto
• Dr. Sumitro Djojohadikusumo
• Mr. Abdul Karim Pringgodigdo
• Kolonel T.B. Simatupang
• Mr. Muwardi

5
11/18/2018

Pada tanggal 2 November 1949 perundingan diakhiri dengan keputusan sebagai


berikut :
1. Belanda mengakui Republik Indonesia Serikat (RIS) sebagai negara merdeka
dan berdaulat
2. Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnja pada tanggal 30 Desember
1949.
3. Status Provinsi Irian Barat diselesaikan paling lama dalam waktu setahun
setelah pengakuan kedaulatan
4. Dibentuknya Uni Indonesia-Belanda untuk mengadakan kerjasama antara RIS
dan Belanda yang dikepalai monarch Belanda sebagai kepala Negara (atas
dasar sukarela dengan kedudukan dan hak yang sama)
5. RIS akan mengembalikan hak milik Belanda dan memberikan hak-hak konsesi
serta izin baru untuk perusahaan-perusahaan Belanda
6. RIS harus membayar semua utang Hindia Belanda (Pengambil alihan hutang
Hindia Belanda oleh RIS) sejak tahun 1942.
7. Kapal-kapal perang Belanda akan ditarik dari Indonesia dengan catatan
beberapa korvet akan diserahkan kepada RIS

8. Tentara Kerajaan Belanda akan ditarik mundur, sedangkan Tentara


Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) akan dibubarkan dengan catatan bahwa
anggotanya yang diperlukan akan dimasukkan dalam kesatuan TNI.
Tambahan:
1. Serahterima kedaulatan dari pemerintah kolonial Belanda kepada RIS,
kecuali Papua Bagian Barat. Indonesia ingin agar semua bekas daerah
Hindia Belanda menjadi daerah Indonesia, sedangkan Belanda ingin
menjadikan Papua bagian barat negara terpisah karena perbedaan etnis.
Konferensi ditutup tanpa keputusan mengenai hal ini. Karena itu pasal 2
menyebutkan bahwa Papua bagian barat bukan bagian dari serah terima,
dan bahwa masalah ini akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
2. Kerajaan Nederland menyerahkan kedaulatan atas Indonesia yang
sepenuhnja kepada RIS dengan tidak bersyarat lagi dan tidak dapat
dicabut, dan karena itu mengakui RIS sebagai Negara yang merdeka dan
berdaulat.
3. RIS menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada
Konstitusi; rancangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada Kerajaan
Nederland.

6
11/18/2018

Proses sesudah KMB


• Pengesahan dan Penandatangan KMB  29 Okt 1949
• Hasil KMB disampaikan ke Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) 
sidang (6-14 Des 1949) ; disetujui KNIP
• 15 Des 1949  Soekarno calon tunggal presiden RIS
• RIS  Republik federasi terdiri dari 16 Negara bagian dan persekutuan
dengan Belanda
• Kabinet RIS  dipimpin Drs. Moh. Hatta sebagai Perdana Menteri (PM)
• Penyerahan Kedaulatan  27 Des 1949  dittd Ratu Juliana, PM Dr
Willem Drees dan Menteri Seberang Lautan (Pihak Belanda) & Drs. Moh
Hatta (Pihak Indonesia)  Di Den Haag, Belanda
• Di Jakarta  Indonesia : Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Wakil
Tertinggi Mahkota AH. J. Lovink menandatangani naskah pengakuan
kedaulatan
• Dengan diakuinya kedaulatan RI oleh Belanda ini maka Indonesia berubah
bentuk negaranya berubah menjadi negara serikat yakni Republik
Indonesia Serikat (RIS).

Konferensi Meja Bundar memberikan dampak yang cukup menggembirakan


bagi bangsa Indonesia. Karena sebagian besar hasil dari KMB berpihak pada
bangsa Indonesia,sehingga dampak positif pun diperoleh Indonesia. Berikut
merupakan dampak dari Konferensi Meja Bundar bagi Indonesia:
a. Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia.
b. Konflik dengan Belanda dapat diakhiri dan pembangunan segera dapat
dimulai.
c. Irian Barat belum bisa diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat.
d. Bentuk negara serikat tidak sesuai dengan cita-cita Proklamasi
Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Selain dampak positif, Indonesia juga memperoleh dampak negatif, yaitu belum
diakuinya Irian Barat sebagai bagian dari Indonesia. Sehingga Indonesia masih
berusaha untuk memperoleh pengakuan bahwa Irian Barat merupakan bagian
dari NKRI.