Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENDAULUAN

TENTANG

HEMOROID

SITNA HAJAR WAILISSA

PROGRAM PROFESI NERS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN

MALUKU HUSADA

KAIRATU

2018
HEMOROID

I. KONSEP DASAR
A. Defenisi
Hemoroid merupakan pelebaran dan inflamasi pembuluh darah vena di
daerah anus yang berasal dari plexus hemmorrhoidalis, hemoroid eksterna adalah
pelebaran vena yang berada dibawah kulit (subkutan) di bawah atau luar linea
dentate, hemoroid intern adalah pelebaran vena yang berada dibawah mukosa
(sub mukosa) di atas atau di dalam linea dentate.
Hemoroid adalah Suatu pelebaran dari vena-vena didalam pleksus
Hemoroidalis (Muttaqin, 2011). Hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah vena
hemoroidalis dengan penonjolan membrane mukosa yang melapisi daerah anus
dan rectum (Nugroho, 2011). Hemoroid (wasir) merupakan dilatasi karena varises
pada pleksus venosus di submukosa anal dan parianal
Pambudi (2012), Hemoroid adalah pelebaran varises satu segmen atau lebih
vena-vena hemoroidalis. Secara kasar hemoroid biasanya dibagi dalam 2 jenis,
hemoroid interna dan hemoroid eksterna. Hemoroid interna merupakan varises
vena hemoroidalis superior dan media. Sedangkan hemoroid eksterna merupakan
varises vena hemoroidalis inferior. Sesuai istilah yang digunakan, maka hemoroid
interna timbul di sebelah luar otot sfingter ani, dan hemoroid eksterna timbul di
sebelah dalam sfingter. Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang disebabkan
gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Kedua jenis hemoroid ini sangat
sering terjadi dan terdapat pada sekitar 35% penduduk baik pria maupun wanita
yang berusia lebih dari 25 tahun. Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa,
tetapi dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman Hemoroid adalah
seikat pembuluh darah di dalam dubur / pelepasan, hanya sebagian berada di
bawah selaput bagian paling rendah dari dubur / pelepasan. Hemoroid umum
diderita oleh umur 50, sekitar separuh orang dewasa berhadapan dengan yang
menimbulkan rasa gatal, terbakar, pendarahan dan terasa menyakitkan. Dalam
banyak kesempatan kondisi boleh memerlukan hanya selfcare perawatan sendiri
dan lifestyle gaya hidup
B. Etiologi
Hemoroid timbul karena dilatasi, pembengkakan atau inflamasi vena
hemoroidalis yang disebabkan oleh faktor-faktor resiko/pencetus, seperti :
1) Mengedan pada buang air besar yang sulit
2) Pola buang air besaryang salah (lebih banyak menggunakan jamban duduk,
terlalu lama duduk dijamban sambil membaca, merokok
3) Peningkatan tekanan intra abdomen karena tumor (tumor udud, tumor
abdomen)
4) Kehamilan (disebabkan tekanan jenis pada abdomen dan perubahan
hormonal)
5) Usia tua
6) Konstipasi kronik
7) Diare akut yang berlebihan dan diare kronik
8) Hubungan seks pranal
9) Kurang minum air dan kurang makan makanan berserat (sayur dan buah)
10) Kurang olahraga/imobilisasi

C. Klasifikasi
Pambudi (2012),Klasifikasi hemoroid secara anoskopi hemoroid dibagi atas 2 yaitu :
a. Hemoroid Interna (diluar/dibawah line dentate)
Hemoroid Interna adalah pleksus hemoroidalis superior (bantalan
pembuluh darah) di dalam jaringan selaput lender di atas anus.
b. Hemoroid Eksterna (didalam/diatas linea dentate)
Hemoroid Eksterna merupakan pelebaran dan penonjolan pleksus
hemoroidalis inferior di sebelah bawah anus.

Nurarif (2016), Berdasarkan gambaran klinis hemoroid interna dibagi atas :

1. Derajat 1 :
Pembesaran hemoroid yang tidak prolaps ke luar kanal anus, hanya
dapat dapat dilihat dengan anorektoskop
2. Derajat 2 :
Pembesaran hemoroid yang prolaps dan menghilang atau masuk
sendiri ke dalam anus secara spontan
3. Derajat 3 :
Pembesaran hemoroid yang prolaps dapat
4. Derajat 4 :
Prolaps hemoroid yang permanen, rentan dan cenderung untuk
mengalami thrombosis dan infark
D. Manifestasi Klinis
Sedangkan tanda dan gejala pasien hemoroid dapat mengeluh hal-hal seperti
berikut:
a. Perdarahan
Keluhan yang sering dan timul pertama kali yakni : darah segar menetes setelah
buang air besar (BAB), biasanya tanpa disertai nyeri dan gatal di anus.
Pendarahan dapat juga timbul di luar wakyu BAB, misalnya pada orang tua.
Perdaran ini berwarna merah segar.
b. Benjolah
Benjolan terjadi pada anus yang dapat menciut/ tereduksi spontan ataumanual
merupakan cirri khas/ karakteristik hemoroid
c. Nyeri dan rasa tidak nyaman
Dirasakan bila timbul komplikasi thrombosis ( sumbatan komponen darah di
bawah anus), benjolan keluar anus, polip rectum, skin tag.nn
d. Basah, gatal dan hygiene yang kurang di anus
Akibat penegluaran cairan dari selaput lender anus disertai perdarahan
merupakan tanda hemoroid interna, yang sering mengotori pakaian dalam
bahkan dapat menyebabkan pembengkakan kulit.
E. Patofisiologi
Menurut Nugroho (2011) hemoroid dapat disebabkan oleh tekanan abdominal
yang mampu menekan vena hemoroidalis sehingga menyebabkan dilatasi pada
vena. dilatasi tersebut dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
a) Interna (dilatasi sebelum spinter)
1) Bila membesar baru nyeri
2) Bila vena pecah, BAB berdarah anemia
b) Eksterna (dilatasi sesudah spingter)
1) Nyeri
2) Bila vena pecah, BAB berdarah-trombosit-inflamasi

Hemoroid dapat terjadi pada individu yang sehat. Hemoroid umumnya


menyebabkan gejala ketika mengalami pembesaran, peradangan, atauprollaps.
Diet rendah serat menyebabkan bentuk feses menjadi kecil, yangbias,
mengakibatkan kondisi mengejan selama BAB. Peningkatan tekanan
inimenyebabkan pembengkakan dari hemoroid., kemungkinan gengguan
olehvenous return (Muttaqin, 2011).

F. Pemeriksaan Penunjang
a) Pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan karsinoma rectum, pada
haemoroid interna tidak dapat diraba sebab tekanan vena didalamnnya tidak
cukup tinggi dan biasannya tidak nyeri
b) Anoskop : diperlukan untuk melihat haeroid interna yang tidak menonjol keluar
c) Proktosigmoidoskopi : untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan
oleh proses radang atau proses keganasan di tingkat yang lebih tinggi
G. Penatalaksanaan
1. Penatalaksanaan Konservatif
1) Koreksi konstipasi jika ada, meningkatkan konsumsi serat, laksatif, dan
menghindari obat-obatan yang dapat menyebabkan konstipasi seperti
kodein
2) Perubahan gaya hidup lainnya seperti meningkatkan konsumsi cairan,
menghindari konstipasi dan mengurangi mengejan saat buang air besar.
3) Kombinasi antara anastesi lokal, kortikosteroid, dan antiseptik dapat
mengurangi gejala gatal-gatal dan rasa tak nyaman pada hemoroid.
Penggunaan steroid yang berlama-lama harus dihindari untuk mengurangi
efek samping, selain itu suplemen flavonoid dapat membantu mengurangi
tonus vena, mengurangi hipermeabilitas serta efek anti inflamasi meskipun
belum diketahui bagaimana mekanismenya.
2. Pembedahan
Apabila hemoroid interna derajat I yang tidak membaik dengan
penatalaksanaan konserfatif maka dapat dilakukan tindakan pembedahan.
HITS (Hemmorrhoid Institute Of South Texas) menetapkan indikasi tatalaksana
pembedahan hemoroid anatar lain :
a. Hemoroid interna derajat II berulang
b. Hemoroid derajat III dan IV derajat gejala
c. Mukosa rektum menonjol keluar anus
d. Hemoroid derajat I dan II dengan penyakit penyerta seperti fisura
e. Kegagalan penatalaksanaan konservatif
f. Permintaan Pasien

Pembedahan yang sering dilakukan yaitu :


a. Skleroterapi
b. Ruber band ligation
c. Infrared thermocoagulation
d. Bipolar diathermy
e. Laser haemorrhoidectomy
f. Doppler ultrasound guided haemorrhoid artery ligation
g. Cryotherapy
h. Stappled hemorrhoid artery ligation
H. Komplikasi
Komplikasi hemoroid yang paling sering adalah perdarahan, thrombosis,dan
strangulasi.Hemoroid strangulasi adalah hemoroid yang prolaps dengansuplai
darah dihalangi oleh sfingter ani.
Komplikasi hemoroid antara lain :
1) Luka dengan tanda rasa sakit yang hebat sehingga pasien takut mengejandan
takut berak. Karena itu, tinja makin keras dan makin memperberatluka di anus.
2) Infeksi pada daerah luka sampai terjadi nanah dan fistula (saluran takdari
selaput lendir usus/anus.
3) Perdarahan akibat luka, bahkan sampai terjadi anemia.
4) Jepitan, benjolan keluar dari anus dan terjepit oleh otot lingkar dubursehingga
tidak bisa masuk lagi. Sehingga, tonjolan menjadi merah, makinsakit, dan besar.
Dan jika tidak cepat-cepat ditangani dapat busuk.(Dermawan, 2010)

I. Discharge Planning
1. Berendamlah tiga kali sehari selama 10-15 menit dalam air hangat berendam
membantu mengatasi nyeri dan membersihkan area sekitar hemoroid
2. Minum banyak air putih minimal 8 gelas per hari
3. Perbanyak makanan yang mengandung tinggi serat
4. Olahraga secara teratur dan biasakan brjalan kaki
5. Hindari mengejan dan menggosok daerah sekitar hemoroid karena dapat
mengakibatkan iritasi dan membuat hemoroid bertambah parah
6. Mempertahankan tinja tetap lunak agar mudah keluar
7. Menghindari bantalan duduk yang keras, setiap beberapa saat bangun dari
duduk, berjalan sejenak
8. BAB dengan kloset duduk
9. Turunkan berat badan hingga badan ideal dan olahraga secara teratur

II. KONSEP KEPERAWATAN


1. Pengkajian
1) Aktivitas/ istiraha
Gejala : Kelemahan, malaise.
2) Sirkulasi
Tanda:Takikardi (nyeri ansietas), pucat (kemungkinan adanya perdarahan)
3) Eliminasi
Gejala :Riwayat adanya hemoroid, ketidakmampuan defekasi
(konstipasi),rasa tidak puas waktu defekasi
Tanda : Konstipasi (kerasnya) terdapat goresan darah atau nanah, keluar
darah sesudah atau sewaktu defekasi, perdarahan biasanya berwarna
merah segar karena tempat perdarahan yang dekat. Hemoroid interna
seringkali berdarah waktu defekasi, sedangkan hemoroid eksterna jarang
berdarah.
4) Makanan/Cairan
Gejala : Anoreksia/cairan, mual dan muntah
5) Nyeri/kenyamanan
Gejala : Terjadi saat defekasi, duduk dan berjalan
Tanda : Terus menerus atau berjangka waktu, tajam atau berdenyut
6) Keamanan
Gejala : Gangguan dalam terapi obat yang mengakibatkan konstipasi
Tanda : konstipasi
2. Masalah Keperawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik (prosedur operasi)
2. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan kelemahan otot
3. Intervensi Keperawatan
No Diagnosa Keprawatan Tujuan (Kriteria NOC) Intervensi (Kriteria NOC)
Nyeri akut NOC NIC
berhubungan dengan 1. Pain level Pain Management
agens pencedera fisik 2. Pain control 1. Lakukan pengkajian nyeri secara
(prosedur operasi) 3. Comfort level komprehensif termasuk, lokasi,
Kriteria Hasil karakteristik, durasi, frekuensi,
1. Mampu mengontrol nyeri (tahu kualitas dan faktor presipitasi
penyebab nyeri, mampu 2. Observasi reaksi nonverbal dari
menggunakan teknik non ketidaknyamanan
formakologi untuk mengurangi 3. Gunakan teknik komunikasi
nyeri, mencari bantuan) teraupetik untuk mengetahui
2. Melaporkan bahwa nyeri pengalaman nyeri pasien
berkurang dengan 4. Kaji kultur yang mempengaruhi
menggunakan mnajemen nyeri respon
3. Mampu mengenali nyeri (skala, 5. Evaluasi pengalaman nyeri
intensitas, frekuensi dan tanda masa lampau
nyeri) 6. Evaluasi bersama pasien dan
4. Menyatakan rasa nyaman tim kesehatan lain tentang
setelah nyeri berkurang ketidakefektifan kontrol nyeri
masa lampau
2 Hambatan mobilitas NOC NIC
fisik berhubungan 1. Join movement : active Exercise therapy : ambulation
dengan kelemahan 2. Mobility level 1. Monitoring vital sign sebelum
otot 3. Self care dan sesudah latihan dan lihat
4. Transfer performance respon pasien saat latihan
Kriteria Hasil 2. Konsultasikan dengan terapi fisik
1. Klien meningkat dalam aktifitas tntang rencana ambulasi sesuai
fisik dengan kebutuhan
2. Mengerti tujuan dari peningkatan 3. Bantu klien untuk menggunakan
mobilitas tongkat saat berjalan dan cegah
3. Memverbalisasikan perasaan terhadap cedera
dalam meningkatkan kekuatan 4. Ajarkan pasien tentang tehnik
dan kemampuan berpindah ambulasi
5. Kaji kemampuan pasien dalam
mobilisasi
6. Ajarkan pasien bagaimana
merubah posisi dan berikan
bantuan jika diperlukan
DAFTAR PUSTAKA

Amin Huda Nurarifi dan Hardhi Kusuma, Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan
diagnosa medis dan Nanda Nic-Noc,Mediaction : Jogjakarta. 2016

Krisya Suluh Pambudi (2012), Asuhan Keperawatan Pada Sdr. Y Dengan Gangguan
Sistem Pencernaan Post Operasi Hemoroidektomi Hari Ke-2 Di Ruang Flamboyan
Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang Boyolali, Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Ilmu
Kesehatan