Anda di halaman 1dari 1

BAB 3

KESIMPULAN

Kanker payudara (KPD) merupakan keganasan pada jaringan payudara yang


dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Diperkirakan angka
kejadiannya di Indonesia adalah 12/100.000 wanita, sedangkan di Amerika adalah
sekitar 92/100.000 wanita dengan mortalitas yang cukup tinggi yaitu 27/100.000
atau 18 % dari kematian yang dijumpai pada wanita. Etiologi pasti dari kanker
payudara masih belum jelas. Namun dapat diketahui bahwa penyebab itu sangat
mungkin multifactorial yang saling memengaruhi, diantaranya umur > 30 tahun,
perkawinan, radiasi di dada, penggunaan obat hormonal, memilik anak pertama >
35 tahun, dan juga genetik.

Kanker payudara diklasifikasikan menjadi non invasive carcinoma dan


invasive carcinoma. Untuk tingkat keparahan dari kanker payudara, digunakan
stadium yang dilihat dari TNM yaitu tumor, nodul, dan metastasisnya. Diagnosis
kanker payudara dapat ditegakkan dari anamnesis dengan menanyakan keluhan
utama di payudara berupa benjolan dan juga menanyakan factor risiko yang ada
pada diri pasien. Pemeriksaan fisik juga merupakan salah satu bagian dari cara
penegakan diagnosis kanker payudara yaitu menginspeksi dan palpasi bagian
payudara dan kelenjar getah bening yang terkena. Pada kanker payudara dapat
dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti mammografi, USG, MRI,
biopsy, dan juga biomarker.

Tatalaksana pada kanker payudarra dibagi atas dua yaitu terapi pembedahan
seperti mastektomi dan non pembedahan seperti kemoterapi, dan radioterapi, terapi
anti estrogen, dan antibody anti HER-2/neu. Karena banyaknya angka kejadian
pada kanker payudara, maka diperlukan skrining untuk mendeteksi kanker
payudara secara dini dan prognosis dari kanker payudara ini tergantung pada
stadium dan genetik pada pasien.

39