Anda di halaman 1dari 1

BAB III

MODUL PEMBELAJARAN
3.1 Modul 1

SKENARIO 1 : BENGKAK YANG MERESAHKAN TITIS


Titis 21 tahun, seorang mahasiswi PTN di Padang, datang pada dokter keluarga dengan keluhan
kedua mata yang semakin melotot sejak empat bulan yang lalu. Teman-teman sekampus Titis
mengatakan bahwa akhir-akhir ini, ia sepertinya menjadi lebih sensitif dan sedikit pemarah. Titis
mengetahui bahwa berat badannya turun tiga kilogram dalam satu bulan ini dan sering merasakan lelah
namun ia memperkirakan hal ini akibat kesibukan di kampus. Titis sering merasa cemas dan berdebar–
debar terutama jika sedang melakukan aktifitas. Bajunya sering basah oleh keringat walaupun ia tidak
sedang berolahraga. Namun satu hal yang mengganggu pikirannya adalah pembesaran yang terlihat
pada daerah kelenjar gondoknya. Titis khawatir jika hal ini sama dengan yang dialami banyak
penduduk baik dewasa dan anak di desanya yang berada di daerah pegunungan.Titis juga pernah
membaca bahwa keadaan ini bisa disebabkan oleh keganasan.
Dokter mendapatkan hasil pemeriksaan fisik terhadap Titis sebagai berikut: denyut nadi 114 x
permenit, irama regular, tekanan darah140/80 mmHg, frekuensi nafas 22 x permenit, pada pemeriksaan
mata ditemukan eksoftalmus, tanda Von Graefe (+) dan tanda Stellwag (+). Pada pemeriksaan tiroid
ditemukan pembesaran tiroid difusa, tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening leher. Dokter
keluarga menganjurkan agar dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Titis mendapatkan
penjelasan dari dokter bahwa jika didapatkan hasil hipertiroid, ia akan diberikan obat PTU. Di rumah
sakit dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan lainnya. Jika terdapat keganasan
kemungkinan akan dilakukan pembedahan yang dilanjutkan dengan radioterapi.
Bagaimana anda menjelaskan apa yang terjadi pada Titis?