Anda di halaman 1dari 8

PROPOSAL TERAPI BERMAIN “MAGIC BOTTLES”

DI RUANG MENUR RSUP Dr. SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

Disusun Oleh :

1. Ratri Wulandari (J.230.155.070)


2. Susilowati (J.230.155.074)

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015

TERAPI BERMAIN

A. Judul
“Magic Bottles“.

B. Latar Belakang
Hospitalisasi adalah suatu proses oleh karena suatu alasan yang berencana
atau darurat, mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi
dan perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah. Anak yang sakit dan
harus dirawat dirumah sakit akan mengalami masa sulit karena tidak dapat
melakukan kebiasaan seperti biasanya. Lingkungan dan orang-orang asing,
perawatan dan berbagai prosedur yang dijalani oleh anak merupakan sumber
utama stres, kecewa dan cemas, terutama untuk anak yang pertama kali dirawat
dirumah sakit (Wong, 2009).
Bermain merupakan setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan
yang ditimbulkannya dan dilakukan secara suka rela dan tidak ada paksaan atau
tekanan dari luar atau kewajiban serta tidak tergantung kepada usia tetapi
tergantung kepada kesehatan dan kesenangan yang diperoleh. Menurut Hughes,
bermain merupakan hal yang berbeda dengan belajar dan bekerja. Selain itu
bermain juga dapat bermakna sebagai kegiatan anak yang menyenangkan dan
dinikmati. Dengan demikian, pada dasarnya setiap aktivitas bermain selalu
didasarkan pada perolehan kesenangan dan kepuasan, sebab fungsi utama
bermain adalah untuk relaksasi dan menyegarkan kembali kondisi fisik dan
mental yang berada pada ambang ketegangan (Nursalam, 2008).
Terapi bermain adalah salah satu terapi yang menggunakan segala
kemampuan bermain dan alat permainan, anak bebas memilih permainan yang ia
sukai dan perawat ikut serta dalam permainan tersebut dan berusaha agar anak
bebas mengungkapkan perasaannya sehingga ia merasa aman, puas dan dihargai.
Terapi bermain ini bertujuan untuk mempraktikkan keterampilan, memberikan
ekspresi terhadap pemikiran, menjadi kreatif dan merupakan suatu aktifitas yang
memberikan stimulasi dalam kemampuan keterampilan kognitif dan afektif
(Andriana, 2011).
Ruang Menur merupakan salah satu ruang perawatan anak yang ada di
RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten. Ruangan ini memiliki satu ruangan
khusus sebagai tempat bermain bagi pasien anak yang di rawat di ruang ini.
Sasaran terapi bermain ini adalah anak-anak yang di rawat di bangsal tersebut
yang berumur 4 tahun sampai remaja. Jumlah pasien anak di ruang Menur

2
tanggal 25 November 2015 adalah 12 pasien dengan kasus dan umur yang
berbeda-beda. Terdapat anak yang menderita penyakit kejang demam, asma
bronkhiale, morbili, thalasemia, fraktur, commutio cerebri, dan lain-lain. Dari
hasil observasi, pada anak yang mengalami fraktur dan telah menjalani operasi
didapatkan anak mengeluh nyeri pada daerah luka bekas operasi. Sebagian anak
menangis saat akan dilakukan tindakan keperawatan seperti injeksi maupun
tindakan menyakitkan lainnya. Anak juga tampak takut dengan kedatangan
perawat. Oleh karena itu, perlu dilakukan suatu tindakan untuk mengalihkan rasa
sakit yang ada pada anak salah satunya dengan terapi bermain “magic bottles”.
Melihat pentingnya bermain bagi seorang anak terutama anak yang
mengalami atau merasakan rasa nyeri, maka kelompok akan mengadakan terapi
bermain magic bottles yang diperuntukkan untuk anak usia 4 tahun sampai usia
remaja yang dirawat di ruang Menur RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.
Kelompok berharap dengan diadakannya terapi bermain ini, dapat mengalihkan
perhatian anak dari rasa nyeri yang dirasakan.

C. Karakteristik Peserta
1. Kriteria Inklusi
a. Usia 4 tahun – remaja
b. Suhu tubuh 36ºC -37ºC
c. Tidak terpasang alat-alat invasive seperti NGT, kateter, inhalasi, dll.
d. Tidak bedrest
e. Tidak sedang dalam program isolasi.
2. Kriteria Eksklusi
a. Anak yang tidak bersedia ikut bermain
b. Anak yang dalam kondisi kegawatan
c. Anak dengan penyakit berat dan tidak diizinkan untuk bangun dari tempat
tidur.

D. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah mendapatkan terapi bermain selama 1 x 30 menit diharapkan mampu
mengurangi dampak hospitalisasi dan mengobservasi tumbuh kembang anak.
2. Tujuan Khusus
a. Anak dapat mengikuti permainan
b. Anak dapat mengalihkan perhatian rasa nyeri ke permainan magic bottles
c. Menghilangkan tingkat kecemasan pasien secara bertahap

E. Media
Alat dan bahan yang dibutuhkan dalam terapi bermain magic bottles adalah :

3
1. Botol kosong
2. Minyak
3. Air secukupnya
4. Corong
5. Lakban
6. Glitter
7. Payet
8. Pewarna

F. Metode Permainan
Prosedur permainan magic bottles adalah sebagai berikut :
1. Sambungkan corong pada mulut botol kemudian isi dengan minyak
seperempat botol.
2. Tambahkan glitter dan payet sesuai keinginan.
3. Tambahkan air sampai penuh kemudian tambahkan pewarna jika diinginkan.
4. Tutup botol dan balut dengan lakban agar tidak bocor dan tumpah.
5. Ketika anak mengalami nyeri akut, cemas/takut, ataupun stress, kocok botol
secara perlahan dan anjurkan anak untuk fokus pada pergerakan yang ada
didalam botol.
6. Anak-anak menanggapi bahwa botol yang dikocok seperti sihir dan bisa
mengalihkan anak dari rasa sakit.

G. Setting Tempat

Keterangan :
: Leader : Orang tua

: Fasilitator+Observer : Meja

: Pasien

4
Tugas :
1. Leader : Susilowati
Tugas :
a. Membuka acara
b. Menjelaskan peraturan bermain
c. Memimpin jalannya permainan
d. Memberi semangat kepada peserta
e. Menciptakan suasana menjadi meriah
f. Mengambil keputusan

2. Fasilitator + Observer : Ratri Wulandari


Tugas :
a. Memfasilitasi peserta selama
permainan berlangsung
b. Mendampingi anak selama
bermain
c. Memberikan semangat dan
motivasi

H. Rencana Kegiatan Terapi Bermain


1. Melakukan kontrak dengan anak dan orang tua.
2. Mengumpulkan anak pada ruangan terapi bermain.
3. Menyiapkan alat yang diperlukan.
4. Kegiatan dipimpin oleh leader, dibantu dengan fasilitator.
5. Mengobservasi kondisi pasien selama terapi bermain berlangsung

5
I. Susunan Pelaksanaaan Terapi Bermain

6
No. Kegiatan Waktu Subyek Terapi
1. Proses : 5 menit Menjawab salam
a. Membuka proses terapi Memperkenalkan diri
bermain dengan mengucap salam,
memperkenalkan diri
b. Menjelaskan kepada anak dan
keluarga tentang tujuan dan
manfaat bermain
c. Menjelaskan cara bermain
d. Mengajak anak bermain

Pelaksanaan : 20 menit Mengajak anak bermain


a. Menyediakan peralatan untuk anak- bersama dengan
anak antusias dan
b. Perawat membantu anak mengisi mengungkapkan
botol dengan minyak sebanyak perasaannya
seperempat botol
c. Perawat membantu anak
memasukkan glitter dan payet
sesuai keinginan
d. Perawat membantu anak mengisi
air sampai penuh
e. Perawat membantu anak untuk
menutup botol dan membalut
dengan lakban
f. Menggoyangkan botol secara
perlahan saat anak merasa nyeri,
cemas, maupun strees
e. Mengevaluasi respon anak dan
keluarga
3. Penutup 5 menit Memperhatikan dan
a. Menyimpulkan menjawab salam
b. Mengucapkan salam

DAFTAR PUSTAKA
Andria, D. (2011). Tumbuh kembang dan terapi bermain pada anak. Jakarta :
Salemba Medika.

7
Nursalam. (2008). Asuhan keperawatan bayi dan anak (untuk perawat dan bidan).
Jakarta : Salemba Medika.

Wong, D. L. (2009). Pedoman klinis keperawatan pediatrik. Jakarta : EGC