Anda di halaman 1dari 42

Gerak tubuh secara pokok bergantung pada otot dan tulang.

Tetapi syaraf, tulang rawan, ligamen, dan


tendon juga mempunyai peranan dalam pergerakan.

Tulang dan Rangka


Rangka manusia terdiri dari :
1. Tengkorak
2. Tulang belakang dengan rusuk dan sternum (tulang dada) terikat
3. Sirip dada (bahu) gelang (meliputi gelang bahu dan tulang selangka)
4. Lengan dan tangan
5. Gelang panggul
6. Tungkai dan kaki
Fungsi Rangka
1. Menyokong badan
2. Melindungi organ-organ bagian dalam
3. Mendukung sistem gerak
4. Sebagai tempat penyimpanan dan menyediakan kalsium dan fosfat
5. Tempat pembentukan sel darah merah
Rangka tubuh manusia tersusun dari 206 tulang-tulang. Walaupun tulang-tulang ini berbeda bentuk dan
ukuran antara satu dengan yang lainnya, susunannya sama. Jaringan tulang bersifat ringan dan kuat dan
dapat melawan tekanan, membengkok dan meregangkan. Jaringan tulang mengandung serat-serat protein
yang membuatnya dapat dibengkokkan dan dapat diregangkan.
Adanya pengerasan tulang karena kristal garam-garam mineral (kalsium fosfat dan kalsiumkarbonat).
Kristal-kristal ini dijerat dalam sebuah jaringan serat-serat protein. Tulang-tulang tinggal dalam jaringan
yang mengandung sel-sel yang memperbaharuinya secara konstan. Agar material-material untuk aktivitas
selular terpenuhi ada banyak pembuluh darah dalam tulang.Setelah mati, sel-sel tulang dan jaringan
protein membusuk, yang tertinggal hanya campuran kalsium.

Berdasarkan jenisnya, ada dua macam tulang, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).
1. Tulang Rawan
Tulang rawan merupakan rangka penyangga tahapan embrio manusia. Namun
setelah dewasa, sebagian besar tulang rawan diganti dengan tulang keras. Pada manusia dewasa, tulang
rawan hanya terdapat pada bagian yang memerlukan elastisitas seperti daun kuping, cuping hidung, dan
cincin trakea. Tulang rawan terdiri atas anyaman serat dimana terdapat sel-sel tulang rawan (kondrosit)
yang membuat matriks kondrin.
Ada tiga jenis tulang rawan yaitu sbb:
1. Tulang Rawan Hialin
Tulang rawan hialin merupakan bentuk tulang rawan terbanyak. Tulang rawan hialin mempunyai matriks
yang homogen dan besifat halus serta transparan. Terdapat pada cincin batang tenggorokan (trakea),
cuping hidung, persendian, dan antara tulang rusuk, dan tulang dada.
2. Tulang Rawan Elastis
Tulang rawan elastis bersifat lentur, matriksnya mengandung serat elastis bercabang-cabang, dan terdapat
pada epiglottis dan bagian luar telinga.
3. Tulang Rawan Fibrosa
Tulang rawan fibrosa bersifat kurang lentur, matriksnya mengandung serat kolagen yang tidak lentur, dan
terdapat pada antarruas tulang belakang.
2. Tulang Keras
Rangka yang menyokong sebagian besar manusia dewasa terbuat dari tulang keras. Bagian luar tulang
keras dilapisi oleh periosteum yang merupakan tempat melekatnya otot. Sel tulang keras disebut osteosit.
Sel-sel tulang keras membentuk lingkaran konsentris berlapis-lapis.
Berdasarkan sifat matriksnya, tulang keras dibedakan sebagai berikut.
1. Tulang Kompak
Merupakan tulang dengan matriks yang bersifat padat dan rapat, misalnya lapisan luar tulang pipa.
2. Tulang Spons
Tulang spons memiliki matriks berongga, misalnya tulang pipih dan tulang pendek. Berdasarkan
bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi empat, yaitu:
3. Tulang Pipa
Tulang pipa berbentuk tabung dan umumnya berongga. Tulang pipa terbagi menjadi tiga bagian, yaitu
bagian tengah (diafise), kedua ujung (epifise), dan antara epifise dengan diafise (cakraepifise).
4. Tulang Pipih
Tulang pipih berbentuk pipih dan berongga. Contoh tulang pipih yaitu tulang rusuk, tulang belikat, dan
tulang tengkorak.
5. Tulang Pendek
Tulang pendek berbentuk silindris dan ditemukan pada pergelangan kaki dan pergelangan tangan.
6. Tulang Tak Beraturan
Tulang tak beraturan mempunyai bentuk yang tidak beraturan dan terdapat di wajah dan tulang belakang.

Pembentukan Tulang
Pembentukan tulang dimulai setelah terbentuk tulang rawan. Di dalam tulang rawan, terdapat rongga dan
terisi oleh osteoblas. Osteoblas akan membentuk osteosit dari arah dalam ke luar (konsentris). Osteosit
mensekresikan protein yang akan menjadi matriks tulang keras. Setiap satuan sel-sel tulang
akanmelingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem Havers.Kemudian, matriks tulang
keras terisi kalsium dan fosfat sehingga matriks tulang mengeras. Proses perubahan tulang rawan menjadi
tulang keras disebut osifikasi.

Susunan Rangka Tubuh Manusia

Kerangka manusia dapat dikelompokan menjadi 3 yaitu:


1. Bagian Tengkorak
2. Bagian Badan
3. Bagian Anggota Gerak
Bagian Tengkorak ( kepala)

Tersusun dari tulang pipih yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel
darah putih. Terdiri dari:
Bagian Badan
Bagian badan terbagi menjadi 5 kelompok, yaitu:
1.Ruas-ruas tulang belakang (33 ruas)
2.Tulang rusuk (12 pasang)

``7 pasang tulang rusuk sejati


``3 pasang tulang rusuk palsu
``2 pasang tulang rusuk melayang
3.Tulang dada
a.Tulang hulu
b.Tulang badan
c.Tulang pedang-pedangan
4.Gelang bahu
2 tulang selangka (kiri dan kanan)
2 tulang belikat (kiri dan kanan)
5.Gelang panggul

2 tulang duduk (kiri dan kanan)


2 tulang usus (kiri dan kanan)
2 tulang kemaluan (kiri dan kanan)

Bagian Anggota Gerak


Anggota gerak dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu:
1.Anggota gerak atas (kiri dan kanan)
2 tulang pengumpil
2 tulang lengan atas
2 tulang hasta
10 tulang telapak tangan
28 ruas tulang jari tangan
2.Anggota gerak bawah (kaki kiri dan kanan)

2 tulang paha
2 tulang tempurung lutut
2 tulang kering
2 tulang betis
14 tulang pergelangan kaki
10 tulang telapak kaki
28 ruas tulang jari kaki
Persendian (artikulasi)
Titik dimana dua tulang terhubung disebut sendi. Ada banyak tipe berbeda pada sendi dalam tubuh.
Sendi-sendi menyediakan fleksibilitas. Beberapa sendi seperti itu ada dalam tengkorak dan panggul,
memungkinkan untuk sedikit gerakan. Sendi-sendi lainnya seperti pada pergelangan, sikut, pinggang dan
mata kaki, memungkinkan gerakan pada beberapa arah berbeda.
Tulang rawan adalah jaringan penghubung yang kuat, tetapi tidak kaku seperti tulang. Bisa ditemukan
diantara tulang-tulang dimana aktivitasnya sebagai alat penahan goncangan. Tulang rawan juga
menyediakan suatu glassy-smooth permukaan pada ujung beberapa tulang, yang mengurangi gesekan
ketika tulang-tulang bergerak bergeser masing-masing.
Tulang-tulang diperkuat oleh ligament. Ligamen terbuat dari jaringan ikat yang kuat berisi fiber-fiber
elastis. Fiber-fiber elastis ini memungkinkan ligamen memberi tekanan dan gaya dan kemudian
membentak ke dalam tempat.
Dibandingkan pada tulang, baik tulang rawan dan ligamen memiliki sedikit persediaan. Ini menjelaskan
mengapa tulang kadang-kadang membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan sendi yang terluka
seperti lutut dan mata kaki walaupun tidak ada tulang yang patah. Ujung-ujung otot diikat oleh tendon.
Jaringan ikat ini tidak berisi serat elastic sehingga
tidak dapat meregang.
Artikulasi terbagi atas 3 bentuk yaitu:
1.Sinartrosis yaitu hubungan yang tidak memungkinkan adanya gerakan.
Sinkondrosis => kedua ujung tulang dihubungkan dengan kartilago.
Sinfibrosis => kedua ujung tulang dihubungkan dengan serabut.
2.Amfiartrosis yaitu hubungan yang memungkinkan terjadinya gerak yang terbatas. Contohnya pada
hubungan antara tulang rusuk dan tulang belakang.
3.Diartrosis yaitu hubungan yang memungkinkan adanya gerakan yang cukup
besar.
Sendi Peluru (Endartrosis): ujung tulang yang satu berbentuk bonggol masuk
ke tulang lain yang berbentuk cekungan. Contohnya pada gelang pinggul.
Sendi Engsel (Gynglumus): ujung tulang yang bergerak membentuk lekukan.
Contohnya pada siku & lutut.
Sendi Putar (Trokoidea): ujung tulang yang satu mengitari ujung tulang lain.
Contohnya pada sendi antara hasta dan pengumpil.
Sendi Pelana (Sellaris): kedua ujung tulang membentuk seperti pelana.
Contohnya pada sendi pada tulang ibu jari dengan telapak tangan.
Sendi Luncur : kedua ujung tulang agak rata sehingga menimbulkan gerakan menggeser tidak berporos.
Contohnya : sendi antartulang pergelangan tangan, antartulang pergelangan kaki, antar tulang selangka,
dan antar tulang belikat.
Sendi Ovoid/Ellips (Ellipsoidea): kedua ujung tulang berbentuk oval.
Contohnya pada pergelangan tangan.
Otot (Musculus)
Otot merupakan penggerak tubuh. Otot dapat mengubah bentuk energi kimia dari pernapasan selular ke
energi mekanik.
[ glukosa + oksigen karbondioksida + air + energi ]
Ketika kamu melatih otot-otomu, mereka menjadi lebih besar dan jumlah mitikondria (lihat respirasi)
pada sel otot meningkat. Ini membuat otot lebih kuat dan lebih efisien.
Fungsi Otot
1.Mempertahankan postur
2.Menyebabkan bergerak
3.Menghasilkan panas ketika berkontraksi
Otot memiliki alat-alat khusus yang memungkinkan mereka mengadakan fungsi gerak, perawakan dan
menghasilkan panas. Mereka dapat menerima dan merespon rangsangan; saat terangsang mereka
memendek secara paksa. Otot bekerja dengan kontraksi serat-seratnya menjadi lebih pendek dan lebih
tebal (mereka lebih suka menarik daripada mendorong). Satu kali kekuatan tarikan dilepaskan, otot-otot
mengendur kepada panjangnya mereka beristirahat.
Sel-sel otot merupakan struktur panjang yang dihubungkan pada serat-serat otot. Otot-otot pada lengan
tersusun dari bungkusan serat-serat tersebut. Saat kamu mengangkat dan menurunkan lengan atasmu,
dibutuhkan dua otot berbeda. Ketika otot bisep di depan lengan atas berkontraksi. Otot menarik lengan
bawah naik (sementara otot trisep di belakang berelaksasi). Dalam keadaan berlawanan, saat lengan
bawah trisep berkontraksi sementara bisep berelaksasi.
Otot-otot yang menggerakkan tulang pada tubuh tersusun dalam sepasang berlawanan.Yang menjadi
catatan bahwa sendi dimana melekatnya tendon otot pada tulang menentukan bagaimana tulang akan
bergerak ketika otot berkontraksi. Penting untuk
Dorongan saraf dari otak dan/atau sumsum tulang belakang member rangsangan untuk kontraksi otot.
Masing-masing otot mempunyai jaringan kerja sendiri terhadap saraf. Ini memperbolehkan kita untuk
mengontrol gerakan dan melakukan aktivitas yang rumit.
mengingatnya bahwa otot-otot ini membutuhkan stimulus untuk membuat mereka berkontraksi.
Macam Otot
1.Otot polos => gerakan tak disadari (involunter)
2.Otot lurik = serat lintang => gerakan disadari (volunter)
3.Otot jantung = miokardium => gerakan tak disadari (involunter)
MIOGLOBIN adalah pigmen otot yang berfungsi mengikat oksigen.
Bagian-bagian Otot
1.TENDON, bagian ujung otot yang mengecil.
2.VENTRIKEL, bagian tengah otot yang menggembung.
3.ORIGO, ujung otot yang melekat pada tempat yang tidak bergerak.
4.INSERSIO, ujung otot yang melekat pada tempat yang bergerak.
5.NORMOTROFI, otot yang besarnya normal.
6.ATROFI, otot yang mengecil, lisut.
7.HIPERTROFI, otot yang membesar.
8.DISKUS INTERKALARIS, bagian khas otot jantung yang merupakan batas.
Karakteristik Otot
KONTRAKTIBILITAS: kemampuan untuk memendek.
EKSTENSIBILITAS: kemampuan untuk memanjang
ELASTISITAS: kemampuan untuk kembali ke ukuran semula setelah memendek
atau memanjang
Kerja Otot
TONUS: ketegangan akibat mengerutnya otot (kontraksi)
TETANUS: ketegangan maksimum yang terus menerus
ABDUKSI : gerakan menjauhi sumbu tubuh (mis : mengangkat tangan ke atas)
ADDUKSI : gerakan mendekati sumbu tubuh (mis : mengangkat tangan ke samping)
DEPRESI : gerakan menurunkan (mis : mengucapkan huruf a)
ELEVASI : gerakan menaikkan (mis : mengucapkan huruf i)
SUPINASI: memutar telapak tangan menengadah
PRONASI: menelungkup
FLEKSI: membengkokkan (mis : mengangkat tangan ke depan)
EKSTENSI: meluruskan (mis : menyimpan tangan di samping badan)
ROTASI : gerak memutar
Mekanisme Gerakan Otot
AKTIN dan MIOSIN : protein khas dari otot.
ASETILKOLIN : zat reseptor rangsang yang sangat peka.
ATP - ADP - AMP : energi yang diperlukan untuk kontraksi otot.
FASE ANAEROB (KONTRAKSI)
ATP => ADP + P + Energi
ADP => AMP + P + Energi
Kreatinfosfat => Kreatin + Fosfat + Energi

FASE AEROB (pembentukan kembali ATP)


ATP yang habis digunakan selama fase anaerob dibentuk kembali dengan mendapat energi dari hasil
penguraian glukosa.
GLIKOGEN => LAKTASIDOGEN => GLUKOSA + ASAM LAKTAT
GLUKOSA => CO2 + H2O + Energi
Asam Laktat = zat peleleh
O2 diambil secara cepat untuk mengoksidasi asam laktat sehingga orang yang
kelelahan akan terengah-engah.

Kelainan Tulang dan Otot


Kelainan Pada Tulang (rangka)
Kelainan dan gangguan pada tulang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena kelainan
yang dibawa sejak lahir, infeksi penyakit, karena makanan atau kebiasaan posisi tubuh yang salah.
Beberapa contoh kelainan pada tulang dan rangka, antara lain:
1.Kifosis
Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke depan, dikarenakan kebiasaan duduk/bekerja dengan
posisi membungkuk
2.Skoliosis

Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke samping, ini dapat tejadi pada orang yang menderita
sakit jantung yang menahan rasa sakitnya, sehingga terbiasa miring dan mengakibatkan tulang
punggungnya menjadi miring.
3.Lordosis
Yaitu kelainan tulang punggung membengkok ke belakang, dikarenakan kebiasaan tidur yang
pinggangnya diganjal bantal.
4.Rakhitis

Yaitu kelainan pada tulang akibat kekurangan vitamin D, sehingga kakinya berbentuk X atau O.
5.Polio
Yaitu kelainan pada tulang yang disebabkan oleh virus, sehingga keadaan tulangnya mengecil dan
abnormal.
6.Fraktura: patah tulang.
7.Dislokasi: pergeseran posisi sendi
8.Ankilosi : persendian tidak dapat digerakkan karena seolah-olah menyatu.
9.Artritis: infeksi sendi
Artritis Gout : adanya timunan asam urat pada jari-jari tangan terutama pada sendi- sendi, sehingga jari-
jari mebesar dan terasa sakit jika digerakkan.
Artritis Eksudatif : disebabkan oleh kuman.
Osteoartritis : tulang rawan menipis sehingga mengalami degenerasi. Akibatnya sendi terganggu jika
digerakkan.

Kelainan Pada Otot


Kelainan otot pada manusia dapat diakibatkan adanya gerak dan kerja otot. Hal Ini dapat terjadi akibat
gangguan faktor luar maupun faktor dalam.
Faktor luar dapat diakibatkan karena kecelakaan dan serangan penyakit, sedang faktor dalam bisa terjadi
karena bawaan atau kesalahan gerak akibat otot yang tidak pernah dilatih.
Beberapa contoh kelainan pada otot, diantaranya:
1.Tetanus
Kelainan otot yang tegang terus menerus yang disebabkan oleh racun bakteri.
2.Atrofi
Otot kelainan yang menyebabkan otot mengecil akibat serangan virus polio atau karena otot tidak
difungsikan lagi untuk bergerak, akibat lumpuh.
3.Kaku leher (stiff)
Kelainan yang terjadi karena gerak hentakan yang menyebabkan otot Trapesius meradang.
4.Kram
Kelainan otot yang terjadi karena aktivitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang.
5.Terkilir
Kelainan otot yang terjadi jika gerak sinergis salah satu otot bekerja berlawanan arah.
6.Miastenia Gravis
Miastenia gravis adalah melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga menyebabkan kelumpuhan
bahkan kematian. Penyebabnya belum diketahui.

Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada makhluk hidup yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen
yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga
sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali
dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Darah manusia dalam kondisi normal bervolume 8% dari beratnya.

Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang
diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi,
mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang
bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga
diedarkan melalui darah.Darah manusia bewarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai
merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein
pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat
terikatnya molekul-molekul oksigen.Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah
mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju
paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui
pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah
dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh
tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung
melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.Darah juga mengangkut bahan bahan
sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang
sebagai air seni.
William Harvey (1 April 1578 – 3 Juni 1657) ialah dokter yang mendeskripsikan sistem peredaran darah
yang dipompakan sekeliling tubuh manusia oleh jantung. Ini mengembangkan gagasan René Descartes
yang dalam Deskripsi Tubuh Manusianya bahwa arteri dan vena ialah pipa dan mambawa makanan ke
sekeliling tubuh. Namun sebenarnya ia hanya mengembangkan gagasan ilmu kedokteran muslim awal
khususnya karya Ibnu Nafis, yang telah menyusun asas dan arteri dan vena besar di abad ke-13. a
mengumumkannya pada sistem sirkulasi pada tahun 1616 dan 1628 menerbitkan karyanya Exercitatio
Anatomica de Motu Cordis et Sanguinis in Animalibus (Gerak Otomatis Anatomi Jantung dan Darah
Binatang), di mana, berdasar pada metodologi ilmiah, ia menentang gagasan bahwa bahwa darah dipompa
ke sekeliling tubuh oleh jantung sebelum kembali ke jantung dan diedarkan kembali dalam sistem
tertutup.

Ini bertentangan dengan model yang diterima yang berasal dari Galen, yang mengidentifikasi darah vena
(merah gelap) dan arteri (lebih terang dan lebih encer), masing-masing dengan fungsi berbeda dan
terpisah. Darah vena dianggap berasal dari hati dan darah arteri di hati; darah mengalir dari organ-organ
itu ke seluruh bagian tubuh di mana dikonsumsi. Gagasan Harvey akhirnya diterima selama masa
hidupnya. Karyanya diserang, khususnya oleh Jean Riolan dalam Opuscula anatomica (1649) yang
memaksa Harvey membela diri dalam Exercitatio anatomica de circulatione sanguinis (juga di tahun
1649) di mana ia membantah bahwa posisi Riolan berlawanan dengan seluruh fakta pengamatan. Harvey
tetap dianggap sebagai dokter unggul, ia merupakan dokter pribadi James I (1618-25) dan Charles I
(1625-47) dan lektor Lumleian pada Royal College of Physicians (1615-56). Belakangan Marcello
Malpighi bahwa gagasan Harvey pada struktur anatomi benar; Harvey telah tidak bisa membedakan kerja
jaringan kapiler dan hanya dapat berteori pada bagaimana transfer darah dari arteri ke vena terjadi.

1. Bagian-bagian darah
Darah tersusun dari beberapa komponen
a. 55% plasma darah (bagian cair)
b. 45% sel-sel darah (butiran padat)
Perbandingan bagian darah padat dan cair itu disebut hematokrit. Nilai normal hematokrit pada pria
dewasa adalah 40%-50%. Pada wanita dewasa 35%-45%, pada ana-anak di atas usia 10 tahun 35%, dan
40-60% pada anak-anak. Nilai hematokrit mencerminkan volume total eritrosit.

A. Plasma Darah
Plasma darah berguna dalam pengaturan tekanan osmosis. Pada manusia Plasma darah ada sebanyak 55%
.
Plasma darah berfungsi untuk :
- Membawa sari-sari makanan
- Sisa-sisa metabolisme
- Hasil ekskresi dan beberapa gas
Plasma darah pada manusia mengandung :
- 92% air
- 8% Protein yaitu albumin , globulin , hormon , fibrinogen dan protrombin.
- 0.9% mineral yang terdiri dari NaCl,natrium bikarbonat,garam kalsium,pospor,magnesium dan besi.
- 0.1% bahan organic yaitu glukosa,lemak,urea,asam urat,asam amini,urin dan anti gen.
Fungsi Hormon,fibrinogen,albumin, dan globulin adalah.
a. Hormon penting untuk kerja fisiologi alat tubuh.
b. Fibrinogen penting untuk proses pembekuan darah.
c. Albumin penting untuk menjaga tekanan osmotic dalam darah.
d. Globulin penting untuk pembentukan antibody.
Jika plasma darah diendapkan akan tersisa cairan berwarna kuning jernih yang disebut serum. Di dalam
serum inilah terdapat antibody atau zat kebal.

B. Sel-sel Darah (Bagian yang Padat)


Sel-sel pada darah terbagi atas 3 bagian, yaitu eritrosit yang berfungsi untuk mengangkut oksigen,
leukosit untuk untuk membunuh bibit penyakit, dan trombosit untuk pembekuan darah.

a) Eritrosit (sel darah merah)


Bentuk eritrosit pipih dengan garis tengah 7.5 µm, cekung dibagian tengah(bikonkaf) dan tidak berinti.
Setiap 1 mm3 mengndung kurang-lebih 5 juta sel darah merah, eritrosit mengandung hemoglobin (Hb).
Hemoglobin atau zat warna adalah suatu protein yang mengandung besi. Fungsi utama Hb adalah
mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya keseluruh tubuh.
Sel-sel darah merah dibentuk oleh sel-sel tulang pipih. Akan tetapi apabila masih dalam kandungan
eritrosit di bentuk di dalam hati dan limpa, Eritrosit tidak efektif lagi dan menjadi using setelah berumur
120 hari. Oleh hati dan limpa sel darah merah dirombak. Didalam hati hemoglobin akan di ubah menjadi
empedu atau bilirubin yang berwarna kehijau-hijauan. Zat warna empedu berfungsi untuk mengemulsi
lemak. Zat ini dikeluarkan ke saluran empedu yang bermuara di usus.
Penyumbatan saluran empedu dapat terjadi karena infeksi atau karena kerusakan sel-sel hati, yang
menyebabkan empedu beredar bersama aliran darah. Inilah yang menyebabkan seseorang menderita
penyakit kuning. Penyakit kuning dapat disebabkan oleh hepatitis atau infeksi lainnya.
b) Sel darah putih (leukosit)
Dalam setiap mm3 darah terdapat 8.000 sel darah putih. Sel darah putih (leukosit) tidak berwarna, bersifat
bening, dan bentuknya tidak tetap seperti amoeba. Ukuran leukosit lebih besardarisel darah merah, tetapi
jumlahnya lebih kecil. Garis tengahnya antara 9-15. Sel ini mempunyai fungsi utama untuk melawan
kuman yang masuk ke dalam tubuh dan membentuk zat antibodi.
Antibodi adalah zat pelawan benda asing (antigen) yang masuk tubuh. Sel darah putih merupakan sel
fagosit, apabila ada bibit penyakit, misalnya bakteri, sel darah putih akan memakannya, seperti cara
Amoeba memakan makanannya. Apabila sel darah putih kalah dan rusak maka sel darrah putih bersama-
sama kuman yang mati akan dikeluarkan dalam bentuk nanah atau abses.
Terdapat 5 macam sel darah putih yang bentuk, jumlah, dan fungsinyaberbeda. Kelima macam sel darah
putih tersebut adalah monosit, limfosit, basofil, easinofil, dan neutrofil.
(1). Neutrofil
Neutrofil merupakan 60-70% dari jumlah sel darah putih. Neutrofil dapat bergerak secara ameboid dari
darah dan masuk ke jaringan yang terinfeksi, lalu menghancurkan mikroba yang ada. Gerak neutrofil
terjadi karena adanya sinyal kimiawi dari daerah yang terinfeksi. Neutrofil hanya berumur sekitar 6-20
jam.

(2). Monosit
Monosit terdapat sekitar 5% dari jumlah sel darah putih. Walaupun begitu, monosit merupakan fagosit
yang efektif. Monosit beredar di dalam darah selama beberapa jam, kemudian berpindah ke jaringan. Di
dalam jaringan, monosit membesar dan berkembang menjadi makrofag. Makrofag merupakan sel
fagositik terbesar, paling efektif, dan berumur panjang. Makrofag mempunyai arti secara harfiah
“pemakan besar”. Makrofag bersifat ameboid, dan dapat merentangkan pseudopodia untuk menarik
mikroba. Mikroba yang terperangkap kemudian dihancurkan dengan enzim pencernaan.
Beberapa makrofag menetap di organ dan jaringan tubuh tertentu. Misalnya, di paru-paru ada makrofag
alveolar dan di hati ada sel Kupffer. Makrofag juga terdapat di nodus limfa dan limpa.

(3). Eosinofil
Easinofil kira-kira berjumlah 15% dari jumlah sel darah putih. Eosinofil hanya sedikit bersifat fagositik
tetapi mempunyai enzim penghancur. Eosinofil berfungsi untuk melawan parasit besar seperti cacing
dengan cara menghancurkan dinding luar tubuh cacing.
(4). Basofil
Granula basofil mengandung histamine. Histamin adalah salh satu sinyal kimia yang akan dikirimkan jika
terjadi luka dan peradangan. Basofil diduga terlibat dalm reaksi alergi atau melawan protein asing yang
masuk.

(5). Limfosit
Vertebrata mempunyai dua macam sel limfosit, yaitu sel B (limfosit B) dan sel T (limfosit T). Limfosit
dibuat di sumsum tulang dan hati (pada fetus). Mula-mula, semua limfosit sama, tetapi kemudian
berdiferensiasi menjadi sel B atau sel T, tegantung tempat pematangannya. Limfosit yang berpindah dari
sumsum tulang timus berkembang menjadi sel T. LImfosit yang tetap berada di sumsum tulang
berkembang menjadi sel B. Sel B dan sel T yang matang banyak ditemukan di nodus limfa, limpa, dan
organ limpatik lain. Limfosit berfungsi menghasilkan antibody untuk melawan zat asing yang masuk.

Kemampuan limfosit menghasilkan antibody pada anak-anak akan meningkat seiring dengan
bertambahnya usia. Kekebalan yang diperoleh secara alami ini disebut sebagai imunitas alami. Antibodi
yang dihasilkan itu bersifat spesifik, artinya antibody tertentu hanya cocok untuk melawan penyakit
tertentu pula. Misalnya antibody untuk TBC hanya cocok untuk melawan penyakit TBC, antibody untuk
disentri hanya cocok untuk melawan penyakit disentri.
Untuk meningkatkan kekebalan tubuh, perlu dilakukan upaya agar limfosit menghasilkan antibody,
misalnya vaksinasi. Vaksinasi berarti melakukan kekebaln secara buatan. Vaksin adalah bibit penyakit
yang tlah dilemahkan. Vaksin dimasukkan ke dalm tubuh supaya tubuh dapat melawannya dengan
membentuk antibody. Misalnya, vaksinasi penyakit cacar berarti tubuh diberi virus cacar yang telah
dilemahkan.
- Trombosit(keping darah)
Didalam darah terdapat keping darah atau trombosit. Trombosit tidak berbentuk, berukuran kecil dan
tidak berinti, garis tengahnya kurang lebih 2-4 µm. Dalam setiap satu mm3 darah terdapat 250.000-
500.000 keping darah.
Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah. Didalam trombosit terdapat enzim yang dinamakan
trombokinase. Apabila darah keluar karena terluka, trombosit akan pecah. Enzim trombokinase keluar
dari trombosit. Akibat pengaruh ion kalsium yang terdapat dalam darah , enzim trombokinase akan
merubah protrombin menjadi trombin. Trombin akan mengubah protein darah fibrinogen menjadi
benang-benang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka tertutup sehinnga darah
tidak keluar secara terus-menerus.
Protrombin adalah senyawa protein yang dibentuk di hati. Pembentukan senyawa ini dipengaruhi oleh
vitamin K. Oleh sebab itu orang yang kekurangan vitamin K akan mengalami kesulitan pembekuan darah.

2. Penggolongan darah

Orang yang pertama kali menggolongkan darah ialah Karl Landsteiner (Austria, 1868-1947). Darah
digolonngkan menjadi 4 bagian yaitu, A, B, AB, dan 0 (baca nol)

Orang yang mendonorkan darahnya disebut donor, sedangkan orang yang menerima donor disebut
resipien. Apabila darah donor tidak sesuai dengan darah resipien maka darah resipien akan menolak darah
donor. Penolakan ini di tandai dengan penggumpalan darah (aglutinasi) yang berkibat fatal.

Darah menggumpal karena adanya aglutinogen dan aglutinin. Aglutinogen adalah zat yang digumpalkan
oleh aglutinin. Ada 2 macam aglutinogen yaitu aglutinogen a dan aglutinogen b. Zat aglutinogen a
dikenal juga sebagai zat anti A dan zat agglutinin b dikenal juga sebagai zat anti B.
Aglutinogen a digumpalkan oleh zat anti A (Aglutinin A) begitu juga sebaliknya dengan Aglutinogen b.
Golongan darah A memiliki aglutinogen a dan Aglutinin B. Golongan darah B memiliki aglutinogen b
dan agltinin A. Golongan darah AB memiliki aglutinogen a dan b serta tidak memiliki aglutinin.
Golongan darah 0 memiliki aglutinin A dan B serta tidak memiliki aglutinogen.

Golongan darah 0 disebut donor universal karena dapat ditransfusikan ke semua golongan Sebaliknya
golongan AB merupakan resipien universal karena dapat menerima semua golongan darah.

Faktor lain yang penting dalam system penggolongan darah adalah Rhesus (Rh). Sekitar manusia
membawa 85% rhesus positif dan sisanya membawa rhesus negatif.

Jika darah Rh- diberi Rh+ dalam darahnya maka resipien akan membentuk antibody yang akan
melawannya. Antibodi ini belum bekerja pada transfusi pertama Antibodi ini akan bekerja pada transfuse
Rh+ selanjutnya dan akan menghancurkan sel darah Rh+ selanjutnya sehingga dapat membahayakan.

Transfusi darah adalah proses menyalurkan darah atau produk berbasis darah dari satu orang ke sistem
peredaran orang lainnya. Transfusi darah berhubungan dengan kondisi medis seperti kehilangan darah
dalam jumlah besar disebabkan trauma, operasi, syok dan tidak berfungsinya organ pembentuk sel darah
merah. Dan rata rata darah yang dipakai adalah 300-1000 cc

3. Fungsi Darah

- Sel darah merah mengangkut oksigen dari paru-paru ke jantung dan keseluruh sel tubuh
- Plasma darah mengangkut sari makanan dari usus ke hati kemudian ke seluruh tubuh. Karbondioksida
dari jaringan tubuh ke paru-paru
- Leukosit membunuh kuman-kuman penyakit dengan cara membentuk antibody dan fagositosis
- Trombosit melakukan pembekuan darah
- Menjaga kestabilan suhu tubuh.

4. Transportasi darah

Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-
zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh.
Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat
peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah.
Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan
melalui pembuluh limfe.

5. Struktur alat peredaran darah pada manusia

Sistem peredaran darah pada manusia tersusun atas jantung sebagai pusat peredaran darah, pembuluh-
pembuluh darah dan darah itu sendiri.

struktur luar jantung manusia serta pembuluh darah yang ada pada jantung

1. Jantung
Jantung adalah sebuah rongga, rongga, organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh
kontraksi berirama yang berulang. Istilah kardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari Yunani cardia
untuk jantung. Jantung adalah salah satu organ yang berperan dalam sistem peredaran darah.
Jantung diselubungi oleh selaput ganda yang disebut pericardium. Dinding rongga jantung tersusun atas
otot jantung. Antara bilik dan serambi dibatasi oleh suatu katup yaitu katup tricuspid disebelah kanan
yang terdiri dari 3 kelopak atau kuspa dan katup sebelah kiri bicuspid yang terdiri dari 2 kelopak. Katub
tersebut berfungsi agar darah dari bilik tidak kembali ke serambi.
Otot jantung mampu berkontraksi sehingga jantung dapat mengembang dan mengempis. Mengembang
dan mengempisnya bilik dan serambi terjadi secara bergantian, Kontraksi jantung menimbulkan denyutan
yang dapat dirasakan pada pembuluh nadi. Tekanan darah pada bilik jantung saat mengembang disebut
diastole dan tekanan darah pada saat mengempis disebut sistol. Jadi sistol adalah tekanan darah pada saat
darah memompa keluar, dan diastole adalah tekanan darah pada saat memasukkan darah. Tekanan darah
dapat dipompa oleh tensimeter.
Jantung memiliki pembuluh darah yang menuju atau keluar dari jantung:liri. Darahnya banykan darah
dari paru-paru menuju ke serambi ki
- Vena cava, mengalirkan darah dari seluruh tubuh, bermuara pada serambi kanan
- Arteri pulmonalis,mengalirkan darah dari bilik kanan menuju ke paru-paru. Darahnya banyak
mengandung karbondioksida.
- Vena pulmonalis, mengalirkan darah dari paru-paru ke serambi kiri. Darahnya banyak mengandung
oksigen.
- Aorta, mengalirkan darah dari bilik kiri menuju keseluruh tubuh
- Arteri koronaria, pembuluh darah dari bilik menuju jantung.

2. Pembuluh Darah
Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian
kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.
Arteri dan vena terletak bersebelahan. Dinding arteri lebih tebal dari pada dinding vena. Dinding arteri
dan vena mempunyai tiga lapisan yaitu lapisan bagian dalam yang terdiri dari endothelium, lapisan tengah
yang terdiri atas otot polos dengan serat elastis dan lapisan paling luar yang terdiri atas jaringan ikat
ditambah dengan serat elastis. Cabang terkecil dari arteri dan vena disebut kapiler. Pembuluh kapiler
memiliki diameter yang sangat kecil dan hanya memiliki satu lapisan tunggal endothelium dan sebuah
membran basal.
Perbedaan struktur masing-masing pembuluh darah berhubungan dengan perbedaan fungsional masing-
masing pembuluh darah tersebut.
acam-macam Pembuluh Darah
Pembuluh darah terbagi menjadi :

1. Pembuluh darah arteri


Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini
bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.
Sistem sirkulasi sangat penting dalam mempertahankan hidup. Fungsi utamanya adalah menghantarkan
oksigen dan nutrisi ke semua sel, serta mengangkut zat buangan seperi karbon dioksida. Pada negara
berkembang, dua kejadian kematian utama disebabkan oleh infark miokardium dan stroke pada sistem
pembuluh nadi, misalnya arterosklerosis.
• Sistem pembuluh nadi memiliki bagian tekanan yang tinggi pada sistem sirkulasi. Tekanan darah
biasanya menunjukkan tekanan pada pembuluh nadi utama. Tekanan pada saat jantung mengembang dan
darah masuk ke jantung disebut diastol. Tekanan sistol berarti tekanan darah saat jantung berkontraksi
dan daeah keluar jantung. Tekanan darah ini dapat dikur dengan tensimeter atau sfigmomanometer.
• Anatomi

Anatomi dinding pembuluh nadi.


Lapisan terluar disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya
terdapat tunika media yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adlah tunika
intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.
• Jenis pembuluh nadi
Terdapat beberapa jenis pembuluh nadi pada tubuh:
• Arteri sistemik
Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi
dan gas ditukarkan.
• Arteriol
Arteriol adalah pembulih nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.
• Pembuluh kapiler
Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi
fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang
pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan
pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung
semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis.
• Pembuluh nadi besar (aorta)
Aorta adalah arteri terbesar dalam badan manusia. Bersumber dari bilik kiri jantung dan membawa darah
beroksigen kepada semua bagian peredaran sistemik.
Bagian awal aorta, aorta menaik, muncul keluar dari ventrikel kiri, yang diasingkan oleh katup aorta.
Kedua arteri coronaria jantung bercabang dari pangkal aorta, di atas katup aorta.
Aorta kemudian melengkung balik mengelilingi arteri pulmonalis. Tiga pembuluh darah muncul keluar
dari arcus aortae ini, yaitu arteri brachiocephalica, arteri carotis communis sinistra, dan arteri subclavia
sinistra. Pembuluh-pembuluh ini memasok darah ke kepala dan bagian lengan.
Aorta kemudian menuruni badan. Bagian atas diafragma (dalam dada) dipanggil aorta pars thoracalis dan
bagian bawah diafragma (dalam abdomen) dipanggil aorta pars abdominalis.
Saat bergerak ke bawah dinding posterior abdomen, aorta abdomen beredar pada kiri vena cava inferior,
bercabang-cabang menjadi saluran darah utama pada perut dan usus, dan juga ginjal. Terdapat banyak
bentuk cabang yang dapat diketahui dalam vaskulatur sistem pencernaan. Bentuk yang paling umum ialah
cabang aorta membentuk truncus celiacus, arteri mesenterica superior, dan juga arteri mesenterica
inferior. Arteri renalis biasanya bercabang dari aorta abdominalis di antara truncus celiacus dan arteri
mesenterica superior.
Aorta berakhir dengan percabangan 2, yaitu arteri iliaca communis sinistra dan arteri iliaca communis
dextra untuk memasok darah ke anggota tubuh bagian bawah dan pelvis.
• Arteri pulmonaris
Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.
2. Pembuluh Balik (Vena)
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak
mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan.
Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena
mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah.
Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak
memancar tetapi merembes.
Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang
disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi
pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini
membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung
karbon dioksida kecuali vena pulmonalis. Ada beberapa macam pembuluh balik, diantaranya adalah
sebagai berikut :
• Vena Kava
Vena cava bercabang cabang menjadi pembuluh yang lebih kecil, yaitu vena. Vena bercabang kembali
menjadi kapiler yang lebih kecil yaitu Venula. Venula terdapat dalam berbagai sel tubuh dan
berhubungan dengan kapiler arteri.
Terdapat 2 macam kapiler arteri :
A. Vena kava superior
Vena cava superior mengandung darah yang berisi CO2 dari bagian atas tubuh yaitu kepala, leher dan
bagian atas badan lainnya, yang akan dibawa ke serambi kanan jantung.
B. Vena kava imperior
Vena kafa inferior membawa darah yang mengandung CO2 yang berasal dari bagian bawah tubuh yang
akan di bawa ke serambi kanan jantung.
• Vena pulmonalis
Vena ini membawa darah yang berisi CO2 ke serambi kiri jantung.

poin kunci Jalur peredaran darah :


Jantung-aorta-arteri-arteriola-kapiler-sel sel tubuh-venula

6. System peredaran darah pada manusia

Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke
seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga
disebut sebagai peredaran darah ganda yang terdiri dari :
1 Peredaran darah panjang/besar/sistemik
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu
diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu
darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
2 Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah
yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus
paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan
ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.
Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan
darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.
Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler :
a. Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama
membuka dan darah mengalir ke kapiler.
b. Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler
tersebut akan berkurang.
Pada vena bila otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terdapat pada jaringan akan
bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung.
poin kunci
jantung – aorta – arteri – arteriola – kapiler – sel sel tubuh – venula – vena – vena kava – jantung

7. Kelainan pada system transportasi darah manusia

1 Anemia
• Anemia sel sabit merupakan penyakit menurun tak bisa diobati
• Anemia perniosa, rendahnya jumlah eritrosit karena makan kurang vit B12
2. Talasemia Sel darah merah abnormal,umur lebih pendek,diasesi dengan transfusi darah
3. Hemofili Darah sulit/tidak bisa membeku
4. Varises Pelebaran pembuluh vena
5. Atherosklerosis Penyumbatan pembuluh darah oleh lemak
6. Arteriosklerosis Penyumpatan pembuluh darah oleh zat kapur
7. Leukopeni jumlah sel darah putih kurang dari norma
SISTEM KARDIOVASKULER
A. Struktur, Fungsi, dan
Komposisi Darah

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang
berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-
bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah
medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa
Yunani haima yang berarti darah.
Darah adalah suatu jaringan tubuh yang terdapat di dalam pembuluh darah yang warnannya merah.
Warna merah itu keadaannya tidak tetap tergantung pada banyaknya kadar oksigen dan karbondioksida
didalamnya. Darah yang banyak mengandung karbon diogsida warnanya merah tua. Adanya oksigen
dalam darah di ambil dengan cara bernapas, dan zat tersebut sangat berguna pada peristiwa pembakaran/
metabolisme di dalam tubuh. Vikositas/ kekentalan darah lebih kental dari pada air yang mempunyai BJ
1,041-1,065, temperatur 380C, dan PH 7,37-7,45.
Darah selamanya beredar di dalam tubuh oleh karena adanya kerja atau pompa jantung. Selama darah
beredar dalam pembuluh maka darah akan tetap encer, tetapi kalau ia keluar dari pembuluhnya maka ia
akan menjadi beku. Pembekuan ini dapat dicegah dengan jalan mencampurkan ke dalam darah tersebut
sedikit obat anti- pembekuan/ sitrus natrikus. Dan keadaan ini akan sangat berguna apabila darah tersebut
diperlukan untuk transfusi darah.
Pada tubuh yang sehat atau orang dewasa terdapat darah sebanyak kira-kira 1/13 dari berat badan atau
kira-kira 4-5 liter. Keadaan jumlah tersebut pada tiap-tiap orang tidak sama, bergantung pada umur,
pekerjaan, keadaan jantung, atau pembuluh darah.
A. Fungsi Darah
1. Sebagai alat pengangkut yaitu:
a. Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh.
b. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru.
c. Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan ke seluruh jaringan/ alat
tubuh.
d. Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui ginjal
dan kulit.
2. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuh dengan perantaraan
leukosit dan antibodi/ zat–zat anti racun.
3. Menyebarkan panas keseluruh tubuh.
B. Kandungan Darah

Kandungan dalam darah:


a. Air : 91%
b. Protein : 3% (albumin, globulin, protombin dan fibrinigen)
c. Mineral : 0,9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam fosfat, magnesium, kalsium, dan zat
besi).
d. Bahan organik : 0,1% (glukosa, lemak asam urat, kreatinin, kolesterol, dan asam amino).

C. Karakteristik Elemen Darah


1. Sel-Sel Darah

Darah manusia: a - eritrosit; b - neutrofil; c - eosinofil; d - limfosit.

a. Sel Darah merah


Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Ukuran
diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–kira 5 juta dalam 1 mm3
(41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang disebut
hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di dalamnya banyak mengandung oksigen.

Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan
tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru. Pengikatan
oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah bersenyawa dengan oksigen yang
disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hb-oksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai
oksihemoglobin yang nantinya setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen, dan
seterusnya. Hb tadi akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin
(Hb + karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan di
paru-paru. Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum tulang merah, limpa dan hati. Proses
pembentukannya dalam sumsum tulang melalui beberapa tahap. Mula-mula besar dan berisi nukleus dan
tidak berisi hemoglobin kemudian dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangan nukleusnya dan siap
diedarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian akan beredar di dalam tubuh selama kebih kurang 114 -
115 hari, setelah itu akan mati. Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadi dua
zat yaitu hematin yang mengandung Fe yang berguna untuk membuat eritrosit baru dan hemoglobin yaitu
suatu zat yang terdapat didalam eritrisit yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida.

Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 – 15 gram dalam 100 cc darah. Normal Hb wanita 11,5
mg% dan laki-laki 13,0 mg%. Sel darah merah memerlukan protein karena strukturnya terdiri dari asam
amino dan memerlukan pula zat besi, sehingga diperlukan diit seimbang zat besi.

b. Sel Darah Putih (leukosit)


Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kita lihat di bawah mikroskop maka akan
terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu
(pseudopodia), mempunyai bermacam- macam inti sel sehingga ia dapat dibedakan menurut inti selnya,
warnanya bening (tidak berwarna), banyaknya dalam 1 mm3 darahkira-kira6000-9000.

Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit / bakteri yang masuk
ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel), tempat pembiakannya di dalam limpa dan kelenjar limfe;
sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke
pembuluh darah. Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga terdapat di seluruh
jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan penyakit disebabkan oleh masuknya kuman / infeksi maka
jumlah leukosit yang ada di dalam darah akan lebih banyak dari biasanya. Hal ini disebabkan sel leukosit
yang biasanya tinggal di dalam kelenjar limfe, sekarang beredar dalam darah untuk mempertahankan
tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika jumlah leukosit dalam darah melebihi 10000/mm3 disebut
leukositosis dan kurang dari 6000 disebut leukopenia.

Macam- macam leukosit meliputi:


1) Agranulosit
Sel leukosit yang tidak mempunyai granula didalamnya, yang terdiri dari:
Limposit, macam leukosit yang dihasilkan dari jaringan RES dan kelenjar limfe, bentuknya ada yang
besar dan kecil, di dalam sitoplasmanya tidak terdapat glandula dan intinya besar, banyaknya kira- kira
20%-15% dan fungsinya membunuh dan memakan bakteri yang masuk ke dalam jarigan tubuh.
Monosit. Terbanyak dibuat di sumsum merah, lebih besar dari limfosit, fungsinya sebagai fagosit dan
banyaknya 34%. Di bawah mikroskop terlihat bahwa protoplasmanya lebar, warna biru abu-abu
mempunyai bintik-bintik sedikit kemerahan. Inti selnya bulat dan panjang, warnanya lembayung muda.
2). Granulosit
Disebut juga leukosit granular terdiri dari:
a) Neutrofil
Atau disebut juga polimorfonuklear leukosit, mempunyai inti sel yang kadang-kadang seperti terpisah-
pisah, protoplasmanya banyak bintik-bintik halus / glandula, banyaknya 60%-50%.
b) Eusinofil
Ukuran dan bentuknya hampir sama dengan neutrofil tetapi granula dan sitoplasmanya lebih besar,
banyaknya kira-kira 24%.
c) Basofil
Sel ini kecil dari eusinofil tetapi mempunyai inti yang bentuknya teratur, di dalam protoplasmanya
terdapat granula-granula besar.

c. Sel pembeku (Trombosit)


Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya bermacam-macam, ada
yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa 200.000-300.000/mm3.

Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah. Jika banyaknya kurang dari normal,
maka kalau ada luka darah tidak lekas membeku sehingga timbul perdarahan yang terus- menerus.
Trombosit lebih dari 300.000 disebut trombositosis. Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut
trombositopenia.

Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantu terjadinya peristiwa pembekuan darah,
yaitu Ca2+ dan fibrinogen. Fibrinogen mulai bekerja apabila tubuh mendapat luka. ketika kita luka maka
darah akan keluar, trombosit pecah dan mengeluarkan zat yang dinamakan trombokinase. Trombokinasi
ini akan bertemu dengan protrombin dengan pertolongan Ca2+ akan menjadi trombin. Trombin akan
bertemu dengan fibrin yang merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya,
yang akan menahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan. Protrombin di buat didalam hati
dan untuk membuatnya diperlukan vitamin K, dengan demikian vitamin K penting untuk pembekuan
darah.
2. Plasma Darah
Bagian cairan darah yang membentuk sekitar 5% dari berat badan, merupakan media sirkulasi elemen-
elemen darah yang membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan sel pembeku darah juga sebagai
media transportasi bahan organik dan anorganik dari suatu jaringan atau organ.

Pada penyakit ginjal plasma albumin turun sehingga terdapat kebocoran albumin yang besar melalui
glomerulus ginjal. Hampir 90% dari plasma darah terdiri dari air, di samping itu terdapat pula zat-zat lain
yang terlarut di dalamnya.
D.
Golongan darah
Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat
antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebapkan karena adanya perbedaan
jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Dua jenis
penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini
sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai.
Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis
yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.
Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam
darahnya, sebagai berikut:
a. Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan
membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang
dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-
negatif atau O-negatif.
b. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan
menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan
darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif.
c. Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak
menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif
dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal.
Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama
AB-positif.
d. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi
terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan
darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang
dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa
negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai
dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B,
golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia.
Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan
Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO.
E Hematopoiesis
Hematopoiesis merupakan proses pembentukan komponen sel darah, dimana terjadi proliferasi, maturasi
dan diferensiasi sel yang terjadi secara serentak.
Proliferasi sel menyebabkan peningkatan atau pelipatgandaan jumlah sel, dari satu sel hematopoietik
pluripotent menghasilkan sejumlah sel darah. Maturasi merupakan proses pematangan sel darah,
sedangkan diferensiasi menyebabkan beberapa sel darah yang terbentuk memiliki sifat khusus yang
berbeda-beda.
Proses yang terjadi bisa lebih jelas dilihat melalui gambar di bawah ini :

Hematopoiesis pada manusia terdiri atas beberapa periode :


1. Mesoblastik
Dari embrio umur 2 – 10 minggu. Terjadi di dalam yolk sac. Yang dihasilkan adalah HbG1, HbG2, dan
Hb Portland.
2. Hepatik
Dimulai sejak embrio umur 6 minggu terjadi di hati Sedangkan pada limpa terjadi pada umur 12 minggu
dengan produksi yang lebih sedikit dari hati. Disini menghasilkan Hb.
3. Mieloid
Dimulai pada usia kehamilan 20 minggu terjadi di dalam sumsum tulang, kelenjar limfonodi, dan timus.
Di sumsum tulang, hematopoiesis berlangsung seumur hidup terutama menghasilkan HbA, granulosit,
dan trombosit. Pada kelenjar limfonodi terutama sel-sel limfosit, sedangkan pada timus yaitu limfosit,
terutama limfosit T.
Beberapa faktor yang mempengaruhi proses pembentukan sel darah di antaranya adalah asam amino,
vitamin, mineral, hormone, ketersediaan oksigen, transfusi darah, dan faktor- faktor perangsang
hematopoietik.
F. Hemostasis (Pembekuan Darah)
Hemostasis merupakan pristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya pembuluh darah,
sedangkan thrombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh darah rusak atau hilang. Proses
ini mencakup pembekuan darah (koagulasi ) dan melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta
protein plasma baik yang menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan.
Pada hemostasis terjadi vasokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang cedera sehingga aliran darah di
sebelah distal cedera terganggu. Kemudian hemostasis dan thrombosis memiliki 3 fase yang sama:
1) Pembekuan agregat trombosit yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit akan
mengikat kolagen pada tempat luka pembuluh darah dan diaktifkan oleh thrombin yang terbentuk dalam
kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh ADP yang dilepaskan trombosit aktif
lainnya. Pada pengaktifan, trombosit akan berubah bentuk dan dengan adanya fibrinogen, trombosit
kemudian mengadakan agregasi terbentuk sumbat hemostatik ataupun trombos.
2) Pembentukan jaring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat
hemostatik atau trombos yang lebih stabil.
3) Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin
Tipe trombos :
1. Trombos putih tersusun dari trombosit serta fibrin dan relative kurang mengandung eritrosit (pada
tempat luka atau dinding pembuluh darah yang abnormal, khususnya didaerah dengan aliran yang
cepat[arteri]).
2. Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan perlambatan
atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vascular, atau bentuk trombos ini dapat terjadi pada
tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama dengan sumbat trombosit yang
mengawali pembentukannya.
3. Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler/p.darah yang amat kecil.
Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik. Kedua lintasan
ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artificial yang dipertahankan.
Proses yang mengawali pembentukan bekuan fibrin sebagai respons terhadap cedera jaringan
dilaksanakan oleh lintasan ekstrinsik. Lintasan intrinsic pengaktifannya berhubungan dengan suatu
permukaan yang bermuatan negative. Lintasan intrinsic dan ekstrinsik menyatu dalam sebuah lintasan
terkahir yang sama yang melibatkan pengaktifan protrombin menjadi thrombin dan pemecahan fibrinogen
yang dikatalis thrombin untuk membentuk fibrin. Pada pristiwa diatas melibatkan macam jenis protein
yaitu dapat diklasifikaskan sebagai berikut:
a. Zimogen protease yang bergantung pada serin dan diaktifkan pada proses koagulasi
b. Kofaktor
c. Fibrinogen
d. Transglutaminase yang menstabilkan bekuan fibrin
e. Protein pengatur dan sejumla protein lainnya

G. Anatomi dan Fisiologi Jantung


Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada diantara kedua paru.Terdapat selaput
yang mengitari jantung yang disebut perikardium, terdiri dari dua lapisan:
1. Perikardium parietalis : lapisan luar melekat pada tulang dada dan paru
2. Perikardium viseralis : lapisan permukaan jantung/ epikardium
Diantara kedua lapisan ini terdapat cairan perikardium.

a. STRUKTUR JANTUNG
Dinding jantung terdiri dari 3 lapisan :
1. Lapisan luar (epikardium)
2. Lapisan tengah (Miokardium)
3. Lapisan dalam (endokardium)

b. Ruang – Ruang Jantung


Jantung terdiri dari 4 ruang, yaitu 2 berdinding tipis disebut atrium(serambi) dan 2 berdinding tebal
disebut ventrikel (bilik)
1. Atrium
a) Atrium kanan berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh. Kemudian
darah dipompakan ke ventrikel kanan melalui katub dan selanjutnya ke paru.
b) Atrium kiri menerima darah yang kaya oksigen dari kedua paru melalui 4 buah vena pulmonalis.
Kemudian darah mengalir ke ventrikel kiri melalui katub dan selanjutnya ke seluruh tubuh melalui aorta.
Kedua atrium dipisahkan oleh sekat yang disebut septum atrium.
2. Ventrikel
Merupakan alur alur otot yang disebut trabekula. Alur yang menonjol disebut muskulus papilaris,
ujungnya dihubungkan dengan tepi daun katub atrioventrikuler oleh serat yang disebut korda tendinae.
a) Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru melalui arteri
pulmonalis.
b) Ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan keseluruh tubuh melalui aorta
Kedua ventrikel dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.
c. Katup Katup Jantung
1. Katup atrioventrikuler
Terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan
mempunyai 3 buah daun katup (trikuspid). Sedangkan katup yang terletak diantara atrium kiri dan
ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup (Mitral). Memungkinkan darah mengalir dari atrium ke
ventrikel pada fase diastole dan mencegah aliran balik pada fase sistolik.

2. Katup Semilunar
a. Katup Pulmonal terletak pada arteri pulmonalis dan memisahkan pembuluh ini dari ventrikel
kanan.
b. Katup Aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta.
Kedua katup ini mempunyai bentuk yang sama terdiri dari 3 buah daun katup yang simetris. Danya katup
ini memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri selama sistole dan mencegah
aliran balik pada waktu diastole. Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel
berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi dari tekanan didalam pembuluh darah arteri.
H. Denyut Jantung

Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom. Kecepatan denyut jantung terutama ditentukan oleh
pengaruh otonom pada nodus SA. Jantung dipersarafi oleh kedua divisi sistem saraf otonom, yang dapat
memodifikasi kecepatan (serta kekuatan) kontraksi, walaupun untuk memulai kontraksi tidak memerlukan
stimulasi saraf. Kontraksi jantung disebut disebut systole sedangkan relaksasi jantung atau pengisian
darah pada jantung disebut diastole. Irama jantung dimulai dari pacemaker (NSA) dengan impuls 60-80
kali/menit. Semua bagian jantung dapat memancarkan impuls tersendiri tetapi dengan frekuensiyang lebih
rendah. Bagian jantung yang memancarkan impuls diluar NSA disebut focus ektopik yang menimbulkan
perubahan irama jantung yang disebut aritmia. Aritmia dapat disebabkan oleh hipoksia,
ketidakseimbangan elektrolit, kafein, nikotin karena hal tersebut dapat menyebabkan fokus ektopik
kontraksi diluar kontraksi dari nodus NSA. Jika terjadi hambatan aliran impuls dari NSA menuju NAV
maka impuls syaraf akan timbul dari nodus NAV dengan frekuensi yang lebih rendah yaitu sekitar 40-50
kali/menit. Jika ada hambatan pada bundle his atau serabut bundle kanan dan kiri maka otot jantung akan
kontraksi dengan iramanya sendiri yaitu 20-30 kali/menit. Denyut jantung 20-30 kali/menit tidak dapat
mempertahankan metabolisme otot.

I. Kardiodinamika

Jantung berfungsi untuk memompa darah guna memenuhi kebutuhan metabolisme sel seluruh tubuh.
A.Struktur Otot Jantung
Otot jantung mirip dengan otot skelet yaitu mempunyai serat otot. Perbedaannya otot jantung tidak
dipengaruhi oleh syaraf somatik, otot jantung bersifat involunter. Kontraksi otot jantung dipengaruhi oleh
adanya pacemaker pada jantung.
B.Metabolisme Otot Jantung
Metabolisme otot jantung tergantung sepenuhnya pada metabolisme aerobik. Otot jantung sangat banyak
mengandung mioglobin yang dapat mengikat oksigen. Karena metabolisme sepenuhnya adalah aerob,
otot jantung tidak pernah mengalami kelelahan.
C.Sistem Konduksi Jantung
Jantung mempunyai system syaraf tersendiri yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot jantung yang
disebut system konduksi jantung. Syaraf pusat melalui system syaraf autonom hanya mempengaruhi
irama kontraksi jantung. Syaraf simpatis memacu terjadinya kontraksi sedangkan syaraf parasimpatis
menghamabt kontraksi. System kontraksi jantung terdiri atas :
Nodus Sinoatrialkularis (NSA) terletak pada atrium kanan dan dikenal sebagai pacemaker karena impuls
untuk kontraksi dihasilkan oleh nodus ini.
Nodus Atrioventrikularis (NAV) terletak antara atrium dan ventrikel kanan berperan sebagai gerbang
impuls ke ventrikel.
Bundle His adalah serabut syaraf yang meninggalkan NAV.
Serabut Bundle Kanan Dan Kiri adalah serabut syaraf yang menyebar ke ventrikel terdapat pada septum
interventrikularis.
Serabut Purkinje adalah serabut syaraf yang terdapat pada otot jantung.
J. Pola Respon Kardiovaskuler

Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi
dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran
yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju
jantung.
Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung
merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh. Jantung manusia
berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri.
Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk
mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin
kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.
Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Kontraksi jantung manusia
merupakan kontraksi miogenik, yaitu kontaksi yang diawali kekuatan rangsang dari otot jantung itu
sendiri dan bukan dari syaraf.
K. Struktur dan Karakteristik Arteri-Vena-Kapiler

Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang mengangkut darah ke seluruh tubuh. Ada tiga
jenis pembuluh darah, yaitu arteri, kapiler, dan vena.
1. Pembuluh Arteri (Nadi)
Pada saat jantung berkontraksi (sistol), darah akan keluar dari bilik menuju pembuluh nadi (arteri),
sehingga arah aliran darah dalam arteri meninggalkan jantung. Pembuluh ini tebal, elastis (diameternya
dapat berubah sesuai kebutuhan) hal tersebut berfungsi untuk menjaga aliran darah konstan dan tidak
tersendat. Pembuluh tersebut memiliki sebuah katup yang disebut valvula semilunaris yang berada tepat
di luar jantung. Letak pembuluh nadi di dalam permukaan kulit, namun denyutnya masih dapat
dirasakan. Tekanan darah di dalamnya kuat, sehingga jika terluka darahnya memancar. Warna darah yang
diangkutnya adalah merah segar. Darah dalam arteri kaya akan O2, kecuali arteri paru-paru.

Pembuluh nadi tersusun atas tiga lapis jaringan, yaitu :


a. Lapisan pertama, berupa jaringan ikat yang kuat dan elastis.
b. Lapisan tengah, berupa otot polos yang berkontraksi secara tak sadar sehingga dapat menguah
diameter pembuluh nadi.
c. Lapisan ketiga, berupa jaringan endothelium yang melindungi jaringan di dalamnya.
2. Pembuluh Vena (Balik)
Pembuluh vena (balik) ditemukan oleh seorang ahli fisiologi dari inggris, yakni William Harvey (1578–
1657). Vena berfungsi untuk mengedarkan darah dari kapiler menuju jantung. Dindingnya tipis dan
kurang elastis. Pembuluh ini memiliki banyak katup yang berfungsi mencegah darah mengalir kembali ke
jantung. Letak pembuluh vena dekat dengan permukaan kulit, denyutnya tidak dapat dirasakan. Tekanan
darah di dalamnya lemah, sehingga jika terluka darahnya menetes. Darah yang diangkut mengandung
CO2, kecuali vena pulmonalis. Warna darah yang diangkutnya adalah merah tua. Pembuluh vena yang
masuk ke jantung yaitu :
a. Vena Cava Superior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari tubuh bagian atas ke serambi kanan.
b. Vena Cava Inferior
Vena ini membawa darah yang mengandung CO2 dari tubuh bagian bawah ke serambi kanan.
c. Vena Pulmonalis
Vena ini membawa darah yang mengandung O2 dari paru – paru ke serambi kiri jantung.
3. Kapiler
Pembuluh kapiler merupakan pembuluh yang membentuk jalinan pembuluh di seluruh jaringan dan
menjadi penghubung antara pembuluh nadi dan pembuluh balik. Fungsinya sebagai tempat difusi
oksigen, karbon dioksida, sari makanan, hormon, dan zat sisa.

L.
Sirkulasi Fungsi Sistem Kardiovaskuler

Lingkaran sirkulasi dapat dibagi atas dua bagian besar yaitu sirkulasi sistemik dan sirkulasi pulmonalis.
a. Sirkulasi Sistemik
1. Mengalirkan darah ke berbagi organ
2. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
3. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
4. Banyak mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatik panjang
b. Sirkulasi Pulmonal
1. Hanya mengalirkan darah ke paru
2. Hanya berfungsi untuk paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. hanya sedikit mengalai tahanan
5. Kolom hidrostatik pendek
c. Sirkulasi Koroner
Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen untuk miokardium melalui
cabang cabang intar miokardial yang kecil. Aliran darah koroner meningkat pada:
1. Aktifitas
2. Denyut jantung
3. Rangsang sistem syaraf simpatis
M. Abnormalitas Darah, Jantung dan Pembuluh

a. Kelainan Pada Darah


1. Hemofilia merupakan kelainan genetik yang menyebabkan kegagalan fungsi dalam pembekuan darah
seseorang. Akibatnya, luka kecil dapat membahayakan nyawa. Luka bisa menyebabkan kehilangan darah
yang parah dan kehabisan darah. Trombosit menyebabkan darah membeku, menutup luka kecil, tetapi
luka besar perlu dirawat dengan segera untuk mencegah terjadinya kekurangan darah. Kerusakan pada
organ dalam bisa menyebabkan luka dalam yang parah atau hemorrhage.
2. Leukemia merupakan kanker pada jaringan tubuh pembentuk sel darah putih. Penyakit ini terjadi
akibat kesalahan pada pembelahan sel darah putih yang mengakibatkan jumlah sel darah putih meningkat
dan kemudian memakan sel darah putih yang normal.
3. Anemia kekurangan darah akibat pendarahan hebat, baik karena kecelakaan atau bukan (seperti pada
operasi).
4. Hemofilia, suatu kelainan herediter (keturunan) dengan tidak adanya mekanisme darah, sehingga
pasien dapat mengalami pendarahan yang parah sesudah luka kecil.
5. Darah juga merupakan salah satu "vektor" dalam penularan penyakit. Salah satu contoh penyakit
yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung virus HIV dari makhluk
hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain melalui sentuhan antara darah dengan
darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup tersebut.
b. Kelainan Pada Jantung
1. Perikarditis,peradangan selaput pembungkus jantung dan kantong tempat jantung berada. Selaput
yang meradang mengeluarkan cairan yang berkumpul menjadi pembengkakan perikardial yang
menyukarkan gerakan jantung.
2. Endokarditis, peradangan pada endokardium
c. Kelainan Pada Pembuluh
1. Aneurisma, pembengkakan yang berbentuk jala pada seluruh lingkaran arteri, tampak seperti tumor
dapat menekan struktur sekitarnya yang mengakibatkan gejala tekanan atau dapat pula robek.
2. Arteritis, peradangan pada arteri
3. Arteriosklerisis, pengerasan dinding arteri, umumnya bersamaan dengan hipertensi.
4. Arterosklerosis, kelainan progresif yang sering mengenai arteri anggota gerak bawah, yang
menyebabkan rasa baal, pemucatan dan sakit.
5. Flebitis, peradangan dinding vena yang dapat disebabkan infeksi atau pelukaan.
6. Trombosis vena, adanya bekuan darah yang menyumbat vena
7. Varises (pembuluh darah mekar), vena tepi mekar dan berkelok-kelok
8. Hemoroid (wasir), vena mekar pada rektum yang menyebabkan perdarahan hebat.

N. Integrasi dengan Sisten Lain


Pengertian Sistem Pernapasan Manusia
Respirasi atau pernapasan merupakan pertukaran Oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2) antara sel-sel
tubuh serta lingkungan. Semua sel mengambil Oksigen yang akan digunakan dalam bereaksi dengan
senyawa-senyawa sederhana dalam mitokondria sel untuk menghasilkan senyawa-senyawa kaya energi,
air dan karbondioksida. Jadi, pernapasan juga dapat di artikan sebagai proses untuk menghasilkan energi.
Pernapasan dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
2.1.1 Pernapasan Eksternal (luar) yaitu proses bernapas atau pengambilan Oksigen dan pengeluaran
Karbondioksida serta uap air antara organisme dan lingkungannya.
2.1.2 Pernapasan Internal (dalam) atau respirasi sel terjadi di dalam sel yaitu sitoplasma dan
mitokondria.
Sistem pernapasan terdiri atas saluran atau organ yang berhubungan dengan pernapasan. Oksigen dari
udara diambil dan dimasukan ke darah, kemudian di angkut ke jaringan. Karbondioksida (CO2) di angkut
oleh darah dari jaringan tubuh ke paru-paru dan dinapaskan ke luar udara.

2.2 Fungsi Sistem Pernapasan


Fungsi utama sistem pernapasan adalah untuk memungkinkan ambilan oksigen dari udara
kedalam darah dan memungkinkan karbon dioksida terlepas dari dara ke udara bebas.
Meskipun fungsi utama system pernapasan adalah pertukaran oksigen dan karbon dioksida, masih
ada fungsi-fungsi tambahan lain yaitu:
· Tempat menghasilkan suara.
· Untuk meniup (balon, kopi/the panas, tangan, alat musik dan lain sebagainya)
· Tertawa.
· Menangis.
· Bersin.
· Batuk.
· Homeostatis (pH darah)
· Otot-otot pernapasan membantu kompresi abdomen (miksi,defekasi,partus).

2.3 Saluran Penghantar Udara


Pada manusia, pernapasan terjadi melalui alat-alat pernapasan yang terdapat dalam tubuh atau melalui
jalur udara pernapasan untuk menuju sel-sel tubuh. Struktur organ atau bagian-bagian alat pernapasan
pada manusia terdiri atas Rongga hidung, Farings (Rongga tekak), Larings (kotak suara), Trakea (Batang
tenggorok), Bronkus dan Paru-paru.

Alat pernapasan manusia terdiri atas beberapa organ, yaitu:


2.3.1 Rongga Hidung
Hidung adalah bangunan berongga yang terbagi oleh sebuah sekat di tengah menjadi rongga hidung kiri
dan kanan. Hidung meliputi bagian eksternal yang menonjol dari wajah dan bagian internal berupa rongga
hidung sebagai alat penyalur udara.
Di bagian depan berhubungan keluar melalui nares (cuping hidung) anterior dan di belakang berhubungan
dengan bagian atas farings (nasofaring). Masing-masing rongga hidung dibagi menjadi bagian
vestibulum, yaitu bagian lebih lebar tepat di belakang nares anterior, dan bagian respirasi.
Permukaan luar hidung ditutupi oleh kulit yang memiliki ciri adanya kelenjar sabesa besar, yang meluas
ke dalam vestibulum nasi tempat terdapat kelenjar sabesa, kelenjar keringat, dan folikel rambut yang kaku
dan besar. Rambut ini berfungsi menapis benda-benda kasar yang terdapat dalam udara inspirasi.

Terdadapat 3 fungsi rongga hidung :

v Dalam hal pernafasan = udara yang di inspirasi melalui rongga hidung akan menjalani 3 proses yaitu
penyaringan (filtrasi), penghanatan, dan pelembaban.
v Ephithelium olfactory = bagian meial rongga hidung memiliki fungsi dalam penerimaan bau.
v Rongga hidung juga berhubungan dengan pembentukan suara- suara fenotik dimana ia berfungsi
sebagai ruang resonasi.

Pada potongan frontal, rongga hidung berbentuk seperti buah alpukat, terbagi dua oleh sekat (septum
mediana). Dari dinding lateral menonjol tiga lengkungan tulang yang dilapisi oleh mukosa, yaitu:
· Konka nasalis superior,
· Konka nasalis medius,
· Konka nasalis inferior, terdapat jaringan kavernosus atau jaringan erektil yaitu pleksus vena besar,
berdinding tipis, dekat permukaan.
Sinus paranasal adalah rerongga berisi udara yang terdapat dalam tulang-tulang tengkorak dan
berhubungan dengan rongga hidung. Macam-macam sinus yang ada adalah sinus maksilaris, sinus
frontalis, sinus etmoidalis, dan sinus sfenoidalis.

2.3.2 Faring (Rongga tekak)


Faring merupakan saluran yang memiliki panjang kurang lebih 13 cm yang menghubungkan nasal dan
rongga mulut kepada larings pada dasar tengkorak.

Faring dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:


· Nasofaring, yang terletak di bawah dasar tengkorak, belakang dan atas palatum molle. Pada bagian
ini terdapat dua struktur penting yaitu adanya saluran yang menghubungkan dengan tuba eustachius dan
tuba auditory. Tuba Eustachii bermuara pada nasofaring dan berfungsi menyeimbangkan tekanan udara
pada kedua sisi membrane timpani. Apabila tidak sama, telinga terasa sakit. Untuk membuka tuba ini,
orang harus menelan. Tuba Auditory yang menghubungkan nasofaring dengan telinga bagian tengah.
· Orofaring merupakan bagian tengah farings antara palatum lunak dan tulang hyodi. Pada bagian ini
traktus respiratory dan traktus digestif menyilang dimana orofaring merupakan bagian dari kedua saluran
ini. Orofaring terletak di belakang rongga mulut dan permukaan belakang lidah. Dasar atau pangkal lidah
berasal dari dinding anterior orofaring, bagian orofaring ini memiliki fungsi pada system pernapasan dan
system pencernaan. refleks menelan berawal dari orofaring menimbulkan dua perubahan makanan
terdorong masuk ke saluran cerna (oesophagus) dan secara stimulant, katup menutup laring untuk
mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan. Orofaring dipisahkan dari mulut oleh fauces.
Fauces adalah tempat terdapatnya macam-macam tonsila, seperti tonsila palatina, tonsila faringeal, dan
tonsila lingual.
· Laringofaring terletak di belakang larings. Laringofaring merupakan posisi terendah dari farings.
Pada bagian bawah laringofaring system respirasi menjadi terpisah dari sitem digestif. Udara melalui
bagian anterior ke dalam larings dan makanan lewat posterior ke dalam esophagus melalui epiglottis yang
fleksibel.

2.3.3 Larings (Kotak suara)


Larings adalah suatu katup yang rumit pada persimpangan antara lintasan makanan dan lintasan udara.
Laring terangkat dibawah lidah saat menelan dan karenanya mencegah makanan masuk ke trakea. Fungsi
utama pada larings adalah untuk melindungi jalan napas atau jalan udara dari farings ke saluran napas
lainnya , namun juga sebagai organ pembentuk suara atau menghasilkan sebagian besar suara yang
dipakai berbicara dan bernyanyi.
Larings ditunjang oleh tulang-tulang rawan, diantaranya yang terpenting adalah tulang rawan tiroid
(Adam’s apple), yang khas nyata pada pria, namun kurang jelas pada wanita. Di bawah tulang rawan ini
terdapat tulang rawan krikoid, yang berhubungan dengan trakea.
Epiglotis terletak diatas seperti katup penutup. Epiglotis adalah sekeping tulang rawan elastis yang
menutupi lubang larings sewaktu menelan dan terbuka kembali sesudahnya. Pada dasarnya, Larings
bertindak sebagai katup, menutup selama menelan unutk mencegah aspirasi cairan atau benda padat
masuk ke dalam batang tracheobronchial.
Mamalia menghasilkan getaran dari pita suara pada dasar larings. Sumber utama suara manusia adalah
getaran pita suara (Frekuensi 50 Hertz adalah suara bas berat sampai 1700 Hz untuk soprano tinggi).
Selain pada frekuensi getaran, tinggi rendah suara tergantung panjang dan tebalnya pita suara itu sendiri.
Apabila pita lebih panjang dan tebal pada pria menghasilkan suara lebih berat, sedangkan pada wanita
pita suara lebih pendek. Kemudian hasil akhir suara ditentukan perubahan posisi bibir, lidah dan palatum
molle.
Disamping fungsi dalam produksi suara, ada fungsi lain yang lebih penting, yaitu Larings
bertindak sebagai katup selama batuk, penutupan pita suara selama batuk, memungkinkan terjadinya
tekanan yang sangat tinggi pada batang tracheobronchial saat otot-otot trorax dan abdominal berkontraksi,
dan pada saat pita suara terbuka, tekanan yang tinggi ini menjadi penicu ekspirasi yang sangat kuat dalam
mendorong sekresi keluar.

2.3.4 Trakea (Batang tenggorok)


Trakea adalah tabung terbuka berdiameter 2,5 cm dan panjang 10 sampai 12 cm. Trakea terletak
di daerah leher depan esophagus dan merupakan pipa yang terdiri dari gelang-gelang tulang rawan. Di
daerah dada, trakea meluas dari larings sampai ke puncak paru, tempat ia bercabang menjadi bronkus kiri
dan kanan. Jalan napas yang lebih besar ini mempunyai lempeng-lempeng kartilago di dindingnya, untuk
mencegah dari kempes selama perubahan tekanan udara dalam paru-paru. Tempat terbukanya trakea
disebabkan tunjangan sederetan tulang rawan (16-20 buah) yang berbentuk huruf C (Cincin-cincin
kartilago) dengan bagian terbuka mengarah ke posterior (esofagus).
Trakea dilapisi epitel bertingkat dengan silia (epithelium yang menghasilkan lendir) yang
berfungsi menyapu partikel yang berhasil lolos dari saringan hidung, ke arah faring untuk kemudian
ditelan atau diludahkan atau dibatukkan dan sel gobet yang menghasikan mukus. Potongan melintang
trakea khas berbentuk huruf D.

2.3.5 Bronkus dan Percabangannya


Bronkus yang terbentuk dari belahan dua trakea pada ketinggian kira-kira vertebrata torakalis kelima,
mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus-bronkus itu
berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampuk paru.
Trakea bercabang menjadi bronkus utama (primer) kiri dan kanan. Bronkus kanan lebih pendek, lebih
lebar, dan lebih vertikal daripada yang kiri, sedikit lebih tinggi dari arteri pulmonalis dan mengeluarkan
sebuah cabang utama lewat di bawah arteri disebut bronkus lobus bawah. Bronkus kiri lebih panjang dan
lebih langsing dari yang kanan, dan berjalan di bawah arteri pulmonalis sebelurn di belah menjadi
beberapa cabang yang berjalan ke lobus atas dan bawah.
Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkus lobaris (sekunder) dan kemudian
menjadi lobus segmentalis (tersier). Percabangan ini berjalan terus menjadi bronchus yang ukurannya
semakin kecil, sampai akhirnya menjadi bronkhiolus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidak
mengandung alveoli (kantong udara). Bronkhiolus terminalis memiliki diameter kurang lebih 1 mm.
saluran ini disebut bronkiolus. Bronkiolus tidak diperkuat oleh cincin tulang rawan. Tetapi dikelilingi
oleh otot polos sehingga ukurannya dapat berubah. Bronkiolus memasuki lolubus pada bagian puncaknya,
bercabang lagi membentuk empat sampai tujuh bronkiolus terminalis. Seluruh saluran udara ke bawah
sampai tingkat bronkbiolus terminalis disebut saluran penghantar udara karena fungsi utamanya adalah
sebagai penghantar udara ke tempat pertukaran gas paru-paru.
Alveolus adalah unit fungsional paru. Setiap paru mengandung lebih dari 350 juta alveoli, masing-masing
dikelilingi banyak kapiler darah. Alveoli bentuknya peligonal atau heksagonal. Alveolus yaitu tempat
pertukaran gas assinus terdiri dari bronkhiolus dan respiratorius (lintasan berdinding tipis dan pendek)
yang terkadang memiliki kantong udara kecil atau alveoli pada dindingnya. Ductus alveolaris seluruhnya
dibatasi oleh alveoilis dan sakus alveolaris terminalis merupakan akhir paru-paru, asinus atau kadang
disebut lobolus primer memiliki tangan kira-kira 0,5 s/d 1,0 cm. Terdapat sekitar 20 kali percabangan
mulai dari trachea sampai Sakus Alveolaris. Alveolus dipisahkan oleh dinding yang dinamakan pori-pori
kohn.
2.3.6 Paru-paru
Paru-paru adalah struktur elastis sperti spons. Paru-paru berada dalam rongga torak, yang
terkandung dalam susunan tulang-tulang iga dan letaknya di sisi kiri dan kanan mediastinum (struktur
blok padat yang berada di belakang tulang dada. Paru-paru menutupi jantung, arteri dan vena besar,
esophagus dan trakea).
Paru-paru memilki :
· Apeks, Apeks paru meluas kedalam leher sekitar 2,5 cm diatas calvicula.
· Permukaan costo vertebra, menempel pada bagian dalam dinding dada.
· Permukaan mediastinal, menempel pada perikardium dan jantung.
· Basis, Terletak pada diafragma.
Paru-paru juga di lapisi oleh pleura yaitu parietal pleura (dinding thorax) dan visceral pleura
(membrane serous). Di antara rongga pleura ini terdapat rongga potensial yang disebut rongga pleura
yang didalamnya terdapat cairan surfaktan sekitar 10-20 cc cairan yang berfungsi untukmenurunkan gaya
gesek permukaan selama pergerakan kedua pleura saat respirasi. Tekanan rongga pleura dalam keadaan
normal ini memiliki tekanan -2,5 mmHg.
Paru kanan relative lebih kecil dibandingkan yang kiri dan memiliki bentuk bagian bawah seperti
concave karena tertekan oleh hati. Paru kanan dibagi atas tiga lobus yaitu lobus superior, medius dan
inferior. Sedangkan paru kiri dibagi dua lobus yaitu lobus superior dan inferior. Tiap lobus dibungkus
oleh jaringan elastik yang mengandung pembuluh limfe, arteriola, venula, bronchial venula, ductus
alveolar, sakkus alveolar dan alveoli.
Paru-paru divaskularisasi dari dua sumber, yaitu:
a. Arteri bronchial yang membawa zat-zat makanan pada bagian conduction portion, bagian paru yang
tidak terlibat dalam pertukaran gas. Darah kembali melalui vena-vena bronchial.
b. Arteri dan vena pulmonal yang bertanggungjawab pada vaskularisasi bagian paru yang terlibat
dalam pertukaran gas yaitu alveolus.

2.3.6.1 Pembuluh darah dan persarafan


Persyarafan penting dalam aksi pergerakan pernapasan disuplai melalui n.phrenicus dan n.spinal
thoraxic. Nervus phrenicus mempersyarafi diafragma, sementara n.spinal thoraxic mempersyarafi
intercosta. Di samping syaraf-syaraf tersebut, paru juga dipersyarafi oleh serabut syaraf simpatis dan para
simpatis.
Di dalam paru terdapat peredaran darah ganda. Darah yang miskin oksigen dari ventrikel kanan masuk
ke paru melalui arteri pulmonalis. Selain system arteri dan vena pulmonalis, terdapat pula arteri dan vena
bronkialis, yang berasal dari aorta, untuk memperdarahi jaringan bronki dan jaringan ikat paru dengan
darah kaya oksigen. Ventilasi paru (bernapas) melibatkan otot-otot pernapasan, yaitu diafragma dan otot-
otot interkostal. Selain ini ada otot-otot pernapasan tambahan eperti otot-otot perut.

2.3.6.2 Jumlah udara dalam paru


Kejadian ventilasi pulmoner dapat dijelaskan dengan membagi udara paru dalam empat volume
kapasitas. Alat yang dipakai mengukur ini adalah respirometer.
2.3.6.2.1 Tabel jumlah udara dalam paru

Wanita Pria
Volume residu Adalah volume udara yang tertinggal dalam paru 1,1L 1,2L
sesudah ekspirasi maksimal
Tidal Volume Adalah volume udara yang masuk dan keluar pada
pernapasan biasa, sebanyak 0,5L setiap kali bernapas.
Inspiratory reserve Adalah volume udara yang tersisa setelah inspirasi 1,9L 3,3L
volume maksimal, selain tidal volume
Expiratory reserve Adalah volume udara yang tersisa setelah ekspirasi 0,7L 1,0L
volume maksimal, selain tidal volume

2.4 Mekanisme Pernapasan


Menurut tempat terjadinya pertukaran gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu
pernapasan luar dan pernapasan dalam. Pernapasan luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara
dalam alveolus dengan darah dalam kapiler, sedangkan pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi
antara darah dalam kapiler dengan sel-sel tubuh.
Masuk keluarnya udara dalam paru-paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada
dengan tekanan udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar maka udara masuk.
Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara akan keluar. Pernapasan yang
dilakukan menyediakan suplai udara segar secara terus menerus ke dalam membran alveoli. Keadaan ini
terjadi melalui dua fase yaitu inspirasi dan ekspirasi. Kedua fase ini sangat tergantung pada karakter paru
dan rongga torax.

2.4.1 Inspirasi
inspirasi terjadi karena adanya kontraksi otot dan mengeluarkan energi maka inspirasi merupakan
proses aktif. Agar udara dapat mengalir masuk ke paru-paru, tekanan di dalam paruharus lebih rendah
dari tekanan atmosfer. Tekanan yang rendah ini ditimbulkan oleh kontraksi otot-otot pernapasan yaitu
diafragma dan m.intercosta. kontraksi ini menimbulkan pengembangan paru, meningkatnya volume
intrapulmoner. Peningkatan volume intrapulmoner menyebabkan tekanan intrapulmoner (tekanan di
dalam alveoli) dan jalan nafas pada paru menjadi lebih kecil dari tekanan atmosfer sekitar 2 mmHg atau
sekitar ¼ dari 1% tekanan atmosfer, disebabkan tekanan negative ini udara dari luar tubuh dapat bergerak
masuk ke dalam paru-paru sampai tekanan intrapulmonal seimbang kembali dengan tekanan atmosfer.
2.4.2 Ekspirasi
Seperti halnya inspirasi, ekspirasi terjadi disebabkan oleh perubahan tekanan di dalam paru.
Pada saat diafragma dan m. intercostalis eksterna relaksasi, volume rongga thorax menjadi menurun.
Penurunan volume rongga thorax ini menyebabkan tekanan intrapulmoner menjadi meningkat sekitar 2
mmHg diatas tekanan atmosfer (tekanan atmosfer 760 mmHg pada permukaan laut). Udara keluar
meninggalkan paru-paru sampai tekanan di dalam paru kembali seimbang dengan tekanan atmosfer.
Ekspirasi merupakan proses yang pasif, dimana di hasilkan akibat relaksasinya otot-otot yang
berkontraksi selama inspirasi. Ekspirasi yang kuat dapat terjadi karena kontraksi yang kuat/aktif dari
m.intercostalis interna dan m. abdominalis. Kontraksi m. abdominalis mengkompresi abdomen dan
mendorong isi abdomen mendesak diafragma ke atas.
ANATOMI
Terdiri dari kata ana yang berarti atas dan tomien yang berarti memotong. Anatomi berarti memotong
dan mengangkat ke atas tubuh bagian makhluk hidup untuk mengetahui dan menyelidiki bagian yang ada
di dalamnya.
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang nama bagian tubuh dan susunan bagian tubuh itu dari
bagian yang satu terhadap yang lain.
- Ilmu urai adalah ilmu yang memisahkan bagian tubuh makhluk hidup.
- Morphologi adalah ilmu yang mempelajari bagian bentuk bangunan makhluk hidup.
- Zootomi adalah anatomi hewan
- Phytotomi adalah anatomi tumbuh-tumbuhan.
- Cara mempelajari anatomi :
1. secara makroskopis (mata biasa)
2. secara mikroskopis (dengan mikroskop)
Dengan mikroskop dapat diketahui tubuh terdiri dari jaringan hingga sel.
Sesuai dengan titik berat dalam mempelajarinya, maka anatomi dapat dipisahkan menjadi :
1. ertologie : yang mempelajari tentang sel
2. hystologie : yang mempelajari tentang jaringan
3. osteologie : yang mempelajari tentang tulang
4. arthrologie : yang mempelajari tentang persendian
5. myologie : yang mempelajari tentang otot
6. neurologie : yang mempelajari tentang syaraf
7. antropologie : yang mempelajari tentang ukuran organ tubuh
Osteologi, arthrologie, dan myologie termasuk dalam kinesiologi (ilmu gerak)
Olahraga berarti melakukan gerak. Hal ini akan menyangkut tulang (pasif), otot (aktif), gerakan
(persendian), sylema neuro moscullar (syaraf otot).
Anatomi dalam tinjauannya terdiri atas dua unsur pokok, yaitu :
1. Alat penggerak aktif
a. alat dalam : COR (jantung), Pulmo (Paru-paru)
b. otot (muscullus), urat (tendon), jaringan pengikat (ligamen)
2. Alat penggerak pasif
Tulang (os), tulang-tulang (ossa)

PEMBAGIAN TUBUH MANUSIA

Tubuh dibagi atas 4 bagian pokok, yaitu :


1. Cranium (tulang tengkorak)
2. Sceleton trunchi ( tulang badan)
3. Sceleton extrimitas superior
4. Sceleton extrimitas inferior

OSTEOLOGI
Tulang (os) adalah organ yang padat, keras, elastis, yang menyusun suatu rangka yang disebut
systema sceleti, sedang rangkanya sendiri disebut sceleton humanum.
Tulang yang masih baru warnanya keputih-putihan dan menurut sedikit banyaknya darah yang
terdapat di dalamnya, maka tulang dapat berwarna kemerah-merahan atau kekunung-kuningan.
Fungsi tulang :
1. memberi kekuatan pada badan
2. memberi bentuk tubuh
3. sebagai alat gerak pasif
4. sebegai alat pelindung organ dalam
5. sebagai tempat melekatnya muscullus dan ligamenta
Bentuk tulang :
1. os longum (tulang panjang)
misalnya : os humerus, os femur
2. os brevis/brevia (tulang pendek)
misalnya : vertrebrae, ossa metacarpalia (telapak tangan), digitimanus (jari tangan), ossa
metatarsalia (telapak kaki), digiti pedis (jari kaki)
3. os plannum/planna (tulang pipih)
misalnya : os scapula (tulang belikat), os cranium (tulang kepala)
4. os irregularis (tulang tak beraturan)
misalnya : os palatinum (tulang langit-langit atas)
5. os pneumaticum (tulang berongga)
misalnya : os parietale (tulang pelipis)
Osteogenesis: ilmu yang mempelagari khusus tentang peristiwa (proses) terjadinya dan terbentuknya
tulang.
Susunan tulang :
1. Substantia compacta, yaitu tulang yang padat dan tebal
2. Substantia spongiosa, yaitu tulang yang berongga, longgar, dan lunak
Ada pada bagian tengah tulang panjang (diaphysis)
Terdapat cavum medullare, bagian ujung tulang (epiphysis). Urat-urat darah dari luar tulang melewati
periosteum (lapisan dataran luar tulang) masuk ke dalam tulang dan pada tulang, tampak lubang tempat
masuk/keluar urat darah tersebut ( foramen nutricium/lubang zat makanan.
Periosteum pada tulang rawan disebut perichondrium.
Di dalam tulang terdapat :
1. Lympha (getah bening)
2. Medulla ossium (sumsum tulang)
3. urat syaraf, dsb.
Pada cavum medullare, ada semacam selaput yang disebut endosteum.
Madulla ossium terdiri dari 3 macam :
1. Medulla ossium rubra (sumsum tulang merah)
Pada waktu lahir, terdapat pada semua tulang, setelah tua menjadi medulla ossium plava. Pada
waktu bayi juga dibuat oleh lympha dan hepar.
2. Medulla ossium plava
Terdapat pada tulang panjang, berasal dari medulla ossium rubra yang telah berhenti fungsi
membuat darah dan ditimbun sel lemak, sehingga berwarna kuning.
3. Medulla ossium gelatinosa
Terdapat pada orang tua, karena sel-sel lemak mengalami degenerasi sehingga menjadi jaringan
yang berbentuk seperti agar-agar.

SIKAP ANATOMI
Manusia berdiri tegak, pandangan lurus ke depan, kedua tangan di samping badan dengan telapak tangan
menghadap ke depan, dan kedua kaki sejajar ke arah muka belakang.
Sikap ini ditentukan agar seragam dalam menentukan letak alat tubuh.

GAMBAR ANATOMI SUSUNAN TULANG


ISTILAH ANATOMI

Terminologi tentang anatomi berdasarkan 2 penyajian tentang nama (Nomen clatur), yaitu:
1. BNA : adalah nomen clatur yang ditentukan di Basel (Swedia)
2. JNA : nomen clatur yang ditentukan pada kongres di Yena (Switland)
untuk menentukan bagian dari suatu tubuh atau alat-alat tubuh juga untuk menentukan arah dan letak alat-
alat tubuh tersebut dipergunakan secara universal.
Istilah yang dipakai untuk membagi badan kita :
1. Bidang median
Yaitu suatu bidang datar yang melalui tengah-tengah tubuh kita sedimikian rupa sehingga
menjadi 2 bagian yang simetris, yaitu bagian sebelah kiri (sinester) dan bagian sebelah kanan
(dexter)
2. bidang frontal
yaitu bidang yang tegak lurus pada bidang median melalui sumbu tubuh kita, dan membagi tubuh
kita menjadi atas bagian sebelah depan (anterior) dan bagian sebelah belakang (posterior)
3. bidang tranversal (horisontal)
yaitu bidang yang tegak lurus pada bidang median dan juga tegak lurus dengan bidang frontal.
Bidang ini membagi tubuh kita menjadi bagian sebelah atas (superior) dan bagian sebelah bawah
(inferior)
4. bidang sagital
yaitu bidang yang sejajar dengan bidang median.
Istilah untuk menentukan letak alat yang satu terhadap yang lain :
1. Cranial : menunjukkan alat-alat yang terletak dekat pada cranium
2. Caudal : menunjukkan tempat ke arah cauda (ekor)
3. Ventral : menunjukkan tempat ke arah venter ( perut)
4. Dorsal : menunjukkan tempat ke arah dorsume (punggung)

ISTILAH-ISTILAH PADA ANGGOTA BADAN


1. Radial : tempat yang sepihak ke arah radius (tulang pengumpil)
2. Ulnair : tempat yang sepihak dekat dengan ulna (tulang hasta)
3. Tibiair : tempat yang sepihak dekat osstibia (osstibia terletak di sebelah lateral)
4. Fibulair : sepihak dengan oss fibula ( tulang betis)
5. Palmair : sepihak dengan palma (telapak tangan) sebelah palmair disebut juga volair, dari kata
vola : manus
6. Plantair : lebih dekat dengan planta (telapak kaki)
7. Proximal : sebelah pangkal
8. Distalis : sebelah ujung

ISTILAH YANG MENINGGI


1. Tuber : suatu tonjolan yang membulat dan membesar (tuberositas iliaca)
2. Tuberculum : tuber yang kecil (tubercullum majus dan minus) oss humerus
3. Caput : kepala, caput humeri
4. Capitulum : caput yang kecil (capitulum humeri)
5. Condylus : suatu bulatan pada ujung tulang dekat persendian yang merupakan bagian dari
persendian itu. Condylus medialis (oss femur)
6. Epicondylus : suatu tonjolan di atas condylus epi (sebelum dekat pada)
Epicondylus lateralis dan medialis pada oss humerus
7. Spina : suatu tonjolan seperti duri
Spina ischiadica (pelvis)
8. Processus : suatu tonjolan yang kecil dan runcing
Processus articularis superior
Processus spinosus (vertrebrae)
9. Crista : suatu rigi/tepi yang meninggi
Crista iliaca (oss ilium)
10. Pecten : suatu rigi yang tak begitu lebar dan tinggi
Pecten ossis pubis
11. Eminentia : suatu daerah yang meninggi di sekitar suatu daratan.
Eminentia illiopectinea
12. Cornu : bangunan seperti tanduk pada oss sacrum
13. Labium : bibir
Labium mediale (oss femur)
14. Linea : garis
Linea intercondyloidea (oss femur)

ISTILAH-ISTILAH UNTUK BAGIAN YANG MENDALAM (LEKUKAN)


1. Fovea : suatu cekungan seperti lembah
Fovea capituli radii
2. Foveola : Fovea yang kecil
3. Fissura : suatu celah
4. Incisura : suatu benda tipis, ada cekungan (lekukan) atau takik
Incisura scapulae
5. Sulcus : suatu parit
6. Fossa : suatu daerah seperti lembah yang luas
Fossa radialis
7. Fossula : suatu fossa yang kecil

ISTILAH-ISTILAH UNTUK LUBANG


1. Apertura : lubang masuk ke dalam suatu rongga (seperti halnya pintu tanpa daun pintu)
2. Foramen : lubang (di dalamnya tak ada rongga)
3. Ostium : muara dari suatu saluran
ISTILAH UNTUK SALURAN DAN RONGGA
1. Canalis : saluran
2. Canaliculus : canalis yang berukuran kecil
3. Ductus : pipa
4. Tubulus : pipa yang berukuran agak kecil
5. Cavum : rongga
6. Cavitas : cavum yang berukuran kecil
7. Sinus : rongga tertutup yang biasanya berisi udara/cairan
8. Cellula : rongga kecil dalam tulang yang berisi udara

* Brachium (lengan atas) : humerus


* Ante brachium (lengan bawah) : radius dan ulna
* Cruz superior : oss femur
* Cruz INF : oss tibia dan fibula

SCELETON HUMANUM
Dibagi menjadi :
1. Sceleton capitis (eranium)
2. Sceleton trunchi (kerangka badan)
3. Sceleton extrimitalis (kerangka anggota badan)
Sceleton Trunchi
1. Columna vertrebalis (tulang belakang)
2. Costae (tulang iga)
3. Sternum (tulang dada)

1. Columna vertebralis
Terdiri dari ruas-ruas yang disebut vertebrae. Columna vertebrae bentuknya tidak lurus seprti tiang,
tetapi terdapat pembengkokan-pembengkokan. Apabila kita lihat sebelah lateral, columna vertebralis itu
berbentuk huruf S.
Lordosis : pembengkokan ke arah depan
Kyphosis : pembengkokan ke arah posterior lordosis
kyphosis
Apabila Columna vertebralis kita lihat dari sebelah posterior, tampak juga tidak lurus. Terjadi juga
pembengkokan meskipun hanya sedikit. Pembengkokan itu disebut scoliosis. Ini terjadi karena
penggunaan badan yang tidak simetris antara sinester dan dexter.
Columna vertebralis terdiri dari 33 atau 34 vertebrae dengan perincian sebagai berikut :
1. 7 vertebrae cervicalis (vc)
Vc1 : vertebrae cervicali ruas 1, dst
2. 12 vertebrae thoracalis (Vth) : punggung
3. 5 vertebreae lumbalis (Vl) : pinggang
4. 5 vertebrae sacralis (Vs) : kelangkang
Vs istimewa, karena 5 ruas sudah bersatu dan disebut oss sacrum (tulang belakang)
5. 4 atau 5 vertebrae coccygis (v.coc) : kelangkang
Sehingga lordosis terjadi pada daerah vs dan vl, kyphosis pada daerah Vth dan daerah sacral.
Vc1 : atlas : karena inilah yang pertama menyangga tulang tengkorak.
Vc2 : epistropheus (pemutar), tempat atlas berputar
Vc7 : vertebrae prominens (yang menonjol)

BENTUK UMUM VERTEBRAE


Processus (tonjolan yang runcing)

Kecuali Vc1, tak punya corpus dan processus. Vc1 tak punya corpus dan corpusnya seakan-akan pecah
menjadi 2 bagian yang dinamakan massa lateralis.
Vc1 juga tidak punya processus spinosus.
Vc7 atau V.prominens juga tidak mempunyai corpus, tetapi corpusnya telah berubah menjadi Dens
epistrophei.
Oss sacrum sudah tidak punya corpus lagi. Demikian juga semua processusnya sudah menjadi satu.
Ciri-ciri Vc : mempunyai foramen yang terletak pada processus transversusnya yang disebut foramen
transvesarium.
Ciri-ciri Vth : mempunyai facies articularis untuk bersendinya costae. Facies articularis ini dinamakan
Fovea costalis.
Costae yang bersendi pada dada hanya 7. pada bagian posterior, costae semuanya bersendi pada
thorax.
Ciri-ciri Vl : tidak mempunyai foramen transvesarium dan fovea costalis.

COSTAE
(Tulang rusuk)
Costae berjumlah 12 pasang pada bagian proximalnya, yaitu yang terletak di sebelah posterior
semuanya bersendi pada Vth. Tetapi bagian distalnya yang terletak di sebelah anterior, tidak semuanya
bersendi pada sternum, hanya 7 pasang.
Pembagian costae adalah :
7 pasang : costae verae (tulang rusuk sejati), juga disebut costae sternalis
3 pasang : costae spuriae (tulang rusuk palsu), juga disebut costae arcuariae
2 pasang : costae fluctuans (tulang rusuk melayang), bagian distal tak bersendi
STERNUM
(Tulang Dada)
Menurut bentuknya, sternum itu tergolong dalam os planum, mempunyai 3 bagian :
1. manubrium sterni
2. corpus sterni
3. processus xiphoideus (processus ensiformis)
Vth, ossa costac, dan sternum membentuk suatu rangka yang disebut thorax (kerangka dada). Thorax ini
membatasi suatu rongga, yaitu cavum thoracalis (isinya pulmo,cor). Lubang di sebelah atas pada cuvum
thoracalis ini disebut Apertura Thoracalis Superior, sedangkan lubang di sebelah bawah disebut Apertura
Thoracaus Inferior.
Yang membentuk thorax hanya Vth costac dan sternum bukan semua columna vertebralis.
Bila dilihat dari lateral os sternum tidak lurus, melainkan agak melengkung karena manubrium sterni dan
corpusnya seakan-akan membentuk sudut, dan sudut ini dinamakan Angulus sternalis.
Celah yang terdapat di antara 2 costae disebut Spatia Inter Custalis.