Anda di halaman 1dari 15

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Metode yang digunakan pada penelitian ini metode pengumpuan data,

yang merupakan langkah paling strategis dalam perancagan untuk mendapatkan

data. Data dapat diperoleh dengan banyak cara, pemilihan dari teknik pengumpulan

data disesuaikan dengan data yang ingin didapatkan dan disesuaikan dengan

kondisi yang dihadapi dilapangan.

Data yang dimaksud didapat dengan menggunakan metode sebagai berikut:

1. Studi Lapangan

Dilakukan secara langsung untuk memperoleh data yang kongkrit dan

nyata, sehingga kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan. Teknik

pengumpulan data yang dilakukan dalam studi lapangan adalah

interview secara langsung dengan pegawai atau staf tertentu agar

mendapatkan informasi.

2. Studi Kepustakaan

Dilakukan untuk pengumpulan data yang bersumber dari buku, jurnal

atau tulisan yang terkait dengan penyususan proposal skripsi yang

penulis lakukan.

1.2 Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan tahap yang dilakukan setelah bahan

penelitian selesai didapatkan. Perancang sistem ini, akan dibahas dibab selanjutnya.

1. Definisi Penyakit

18
19

Merupakan keterangan jenis penyakit apa yang diderita oleh pasien.

Kode Nama Keterangan

Penyakit Penyakit

KP 001 Demam Demam Berdarah dengue (DBD) (Dengue

Berdarah Hemorrhagic Fever-DHF) adalah suatu penyakit

infeksi virus yang berat dan berpotensi mematikan

yang disebarkan oleh spesies nyamuk, yaitu Aedes

aegypti

KP 002 Demam Tifoid atau tipus adalah penyakit infeksi yang

Tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi

KP 003 Malaria Malaria adalah penyakit infeksi parasit

Plasmodium yang ditularkan melalui nyamuk

Anopheles betina.

3.1 Tabel Penyakit

2. Diagnosa Penyakit

3. Merupakan penentukan jenis penyakit dengan cara meneliti atau memeriksa

gejalanya adapun gejala yang diderita oleh pasien. Terdapat beberapa cara

dalam mendiagnosis demam berdarah dengue, demam tifoid dan juga malaria,

dalam penelitian ini akan digunakan penegakan diagnosis berdasarkan Nelwan,

Ko-Chang, dan Viral Shah.

KODE GEJALA KETERANGAN GEJALA

KG 001 Demam tinggi yang mendadak naik turun


20

KG 002 Rumple leed +

KG 003 Adanya bintik pendarahan dikelopak mata bagian dalam

KG 004 Pendarahan pada hidung dan gusi

KG 005 Diare disertai lendir dan darah

KG 006 Mual dan muntah

KG 007 Nafsu makan menurun

KG 008 Kejang seluruh tubuh, tidak sadar

KG 009 Sakit kepala

KG 010 Pegal-pegal atau sakit dipersendian

KG 011 Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat

pecahnya pembuluh darah

KG 012 Terjadi pembesaran hati (hepatomegali)

KG 013 Tekanan darah rendah

KG 013 Terjadinya penurunan trombosit dibawah 150.000/mm3

KG 014 Rasa malas dan lemah fisik

KG 015 Lidah kotor

KG 016 Perut kembung

KG 017 Denyut nadi lemah

KG 018 Perut sebah

KG 019 Tenggorokan kering dan beradang

KG 020 Pemeriksaan widal lebih dari 1/100

KG 021 Wajah tampak pucat atau anemia


21

KG 022 Demam tinggi diikuti menggigil

KG 023 Tinggal atau pernah tinggal didaerah endemis malaria

KG 024 Kencing berwarna hitam

KG 025 Kejang seluruh tubuh, tetapi sadar

KG 026 Pemeriksaan mikroskopi lapang gelap plamodium

positif

KG 027 Demam berlangsung tinggi yang berlangsung lama,

biasanya dirasakan malam hari disertai keringat

3.2 Tabel Gejala

3. Pengobatan Penyakit

Yaitu berupa saran dan jenis pengobatan berdasarkan penyakit yang

diderita.

NAMA Jenis Pengobatan

PENYAKIT

Demam 1. Banyak beristirahat.

Berdarah 2. Minum banyak air untuk mencegah dehidarasi (terutama

untuk mengganti cairan tubuh yang terbuang akibat gejala

demam tinggi dan muntah muntah).

3. Mengonsumsi parasetamol dan acetaminophen untuk

meredakan demam dan nyeri.

4. Berhenti mejalani aktivitas untuk sementara waktu sampai

tubuh benar-benar pulih.


22

Demam 1. Istirahat cukup.

Tifoid 2. Makan teratur. Anda dapat makan sesering mungkin dalam

kadar sedikit dibandingkan jika makan dengan porsi besar

sebanyak tiga kali sehari.

3. Minum banyak air putih.

4. Cuci tangan teratur dengan sabun dan air hangat untuk

mengurangi risiko penyebaran infeksi.

5. Pemberian terapi antibiotik antibiotik seperti

chloramphenicol, ampicillin, dan trimethoprim

sulfamethoxazole.

Malaria 1. Chloroquine adalah obat paling efektif untuk menobati

infeksi malaria yang disebabkan oleh parasit P. Ovale atau

P. Malauriae.

2. Coartem adalah kombinasi dari dua obat artemeter dan

lumefantrine. Obat ini digunakan untuk mengobati malaria

yang disebabkan oleh P. Falciparum.

1.3 Tabel Pengobatan


23

4. Pengetahuan penyakit

Yaitu berupa pengetahuan mengenai penyakit berdasarkan gejalanya san

nilai MB serta MD.

NAMA Nama Gejala Nilai Nilai

PENYAKIT MB MD

Demam 1. adanya bintik pendarahan 0.4 0.6

Berdarah dikelopak mata bagian dalam.

2. demam tinggi yang mendadak naik 0.9 0.1

dan turun.

3. diare disertai lendir dan darah. 0.5 0.5

4. kejang diseluruh tubuh secara tidak 0.4 0.6

sadar.

5. mual dan muntah. 0.5 0.5

6. munculnya bintik-bintik merah 0.5 0.5

pada kulit akibat pecahnya

pembuluh darah.
24

7. nafus makan menurun. 0.5 0.5

8. pegal atau sakit dipersendian. 0.4 0.6

9. pendarahan pada hidung dan gusi. 0.4 0.6

10. rumple leed +. 0.9 0.1

11. sakit kepala. 0.7 0.3

12. tekanan darah rendah. 0.6 0.4

13. terjadi pembesaran hati 0.8 0.2

(hepatomegali).

14. terjadi penurunan trombosit 0.9 0.1

dibawah 150.000 /mm3.

Demam Tifoid 1. denyut nadi lemah. 0.9 0.1

2. lidah kotor. 0.8 0.2

3. panas tinggi mendadak terus 0.9 0.1

menerus.

4. perut kembung. 0.8 0.2

5. perut sebah. 0.8 0.2

6. rasa malas dan lemah fisik 0.5 0.5

(malaise). 0.5 0.5

7. tenggorokan kering dan beradang. 0.8 0.2

8. terjadi pembesaran hati 0.4 0.4

(hepatomegali).

9. wajah tampak pucat atau anemia.


25

Malaria 1. demam tinggi diikuti menggigil. 0.9 0.1

2. kejang seluruh tubuh secara sadar. 0.5 0.5

3. kencing bewarna hitam. 0.5 0.5

4. tinggal atau pernah tinggal didaerah 0.9 0.1

endemis malaria.

1.4 Tabel Pengetahuan

cf = mb - md

mb : Measure of Belief (nilai kisaran 0 s.d 1, jika mendekati 1 maka kepercayaan

tinggi)

md : Measure of Disbelief (nilai kisaran 0 s.d 1, jika mendekati 1 maka

ketidakpercayaan tinggi)

Proses perhitungan :

Proses Penyakit 0.Demam Berdarah


==============
proses 0
------------------------------------
Jumlah Gejala = 4
mbbaru = 0.5
mdbaru = 0.5
cf = mb - md = 0.5 - 0.5 = 0

proses 1
------------------------------------
26

mbbaru = 0.5
mdbaru = 0.5
mbsementara = mblama + (mbbaru * (1 - mblama)) = 0.5 + (0.5 * (1 - 0.5)) = 0.75
mdsementara = mdlama + (mdbaru * (1 - mdlama)) = 0.5 + (0.5 * (1 - 0.5)) = 0.75
cf = mblama - mdlama = 0.75 - 0.75 = 0

proses 2
------------------------------------
mbbaru = 0.7
mdbaru = 0.3
mbsementara = mblama + (mbbaru * (1 - mblama)) = 0.5 + (0.7 * (1 - 0.5)) = 0.85
mdsementara = mdlama + (mdbaru * (1 - mdlama)) = 0.5 + (0.3 * (1 - 0.5)) = 0.65
cf = mblama - mdlama = 0.85 - 0.65 = 0.2

proses 3
------------------------------------
mbbaru = 0.6
mdbaru = 0.4
mbsementara = mblama + (mbbaru * (1 - mblama)) = 0.5 + (0.6 * (1 - 0.5)) = 0.8
mdsementara = mdlama + (mdbaru * (1 - mdlama)) = 0.5 + (0.4 * (1 - 0.5)) = 0.7
cf = mblama - mdlama = 0.8 - 0.7 = 0.1

Proses Penyakit 1.Demam Tifoid (tipus)


==============
proses 0
------------------------------------
Jumlah Gejala = 4
mbbaru = 0.9
mdbaru = 0.1
cf = mb - md = 0.9 - 0.1 = 0.8

proses 1
------------------------------------
mbbaru = 0.8
mdbaru = 0.2
mbsementara = mblama + (mbbaru * (1 - mblama)) = 0.9 + (0.8 * (1 - 0.9)) = 0.98
mdsementara = mdlama + (mdbaru * (1 - mdlama)) = 0.1 + (0.2 * (1 - 0.1)) = 0.28
27

cf = mblama - mdlama = 0.98 - 0.28 = 0.7

proses 2
------------------------------------
mbbaru = 0.5
mdbaru = 5
mbsementara = mblama + (mbbaru * (1 - mblama)) = 0.9 + (0.5 * (1 - 0.9)) = 0.95
mdsementara = mdlama + (mdbaru * (1 - mdlama)) = 0.1 + (5 * (1 - 0.1)) = 4.6
cf = mblama - mdlama = 0.95 - 4.6 = -3.65

proses 3
------------------------------------
mbbaru = 0.4
mdbaru = 0.4
mbsementara = mblama + (mbbaru * (1 - mblama)) = 0.9 + (0.4 * (1 - 0.9)) = 0.94
mdsementara = mdlama + (mdbaru * (1 - mdlama)) = 0.1 + (0.4 * (1 - 0.1)) = 0.46
cf = mblama - mdlama = 0.94 - 0.46 = 0.48

Hasil perhitungan :
Nama Penyakit = Demam Berdarah
Nilai CF Tertinggi Di Kandidat Penyakit = 0.2
======================================
Nama Penyakit = Demam Tifoid (tipus)
Nilai CF Tertinggi Di Kandidat Penyakit = 0.8

Kesimpulan : Nilai tertinggi dari perhitungan gejala adalah Demam Tifoid

(tipus), dengan nilai CF = 0.8

3.3 Rancang Proses (Diagram Konteks, DAD, ERD)

3.3.1 Diagram Konteks (DFD Level 0)

Rancang proses Sistem Pakar Analisa Penyakit Dalam dapat dilihat pada

gambar 3.1 Diagram Konteks Sistem Rancang


28

Gejala Pasien

SISTEM Pakar
Pasien PAKAR
PENYAKIT Data Penyakit
DALAM Data Gejala

Diagnosa Penyakit Data Pengobatan


Pencegahan Data Pencegahan
Pengobatan

Gambar 3.1 Diagram konteks Rancangan

Berdasarkan Gambar 3.1, diagram konteks tersebut dapat dijelaskan bahwa

sistem pakar analisa penyakit dalam mempunyai 2 external entity, yaitu pasien dan

admin. Admin hanya memberikan data-data penyakit, gejala, pengobatan dan

pencegahannya, sedangkan pasien memberikan informasi tentang penyakit yang

diderita kepada sistem, lalu sistem memberikan hasil definisi, diagnosa dan

pencegahan penyakit.

3.3.2 Diagram Alur Data (DAD)

Diagram Alur Data (DAD) merupakan representasi grafik sebuah sistem

yang menunjukan proses-proses dalam sebuah sistem dan aliran data yang masuk

dan keluar dari proses-proses dalam sebuah sistem dan aliran data yang masuk dan

keluar dari proses secara logika dimana data tersebut mengalir disimpan.

Informasi Data Gejala


1 D1 Gejala
Data Gejala Gejala
Gejala
Relasi Gejalan dan Penyakit

Data Penyakit
2 D2 Penyakit
Informasi Data Penyakit
Penyakit
Penyakit
Data Gejala
29

Penyakit GejalaData

GejalaData
kar Penyakit Penyakit
GejalaInformasi Dan Penyakit
GejalaInformasi Data
Penyakit
GejalaData GejalaData
Penyakit
Hapus Penyakit
GejalaInformasi Data GejalaInformasi Data
Penyakit
Gambar 3.3 DAD Level 1 Proses 2

3.1
D1 Analisa Hasil
Pilih
Gejala

3.2 D2 Penyakit
Penyakit
Lihat
Penyakit

D3 Pengetahuan
3.3
Hasil
30

Data GejalaData Data


1.12.1

Inser Gejala

Data
PakarPa 1.22.2 D1 GejalaD1
Informasi Data
Edit GejalaEdit
Informasi Data

Data Data
1.33.3
Hapus Gejala
Informasi Dan
Informasi Data

Gambar 3.5 DAD Level 1 Proses 1

3.3.3 Entiti Relation Diagram (ERD)

Entiti Relation Diagram (ERD) merupakan gabungan antar file yang

mempunyai kunci utama yang sama, sehingga file-file tersebut menjadi satu

kesatuan yang dihubungkan oleh field kunci tersebut. Pada proses ini elemen-

elemen data kelompokan menjadi satu file data base beserta entitas dan

hubungannya.
KodePenyakit KodeGejala

NamaPenyakit NamaGejala
Penyakit Gejala
Pencegahan
Pengobatan
Pengetahu
an
31

3.4 Rancang Bangun Tabel

Tabel merupakan tempat penyimpanan informasi dari sebuah aliran data

dalam sebuah sistem. Berikut merupakan struktur dari beberapa tabel sistem yang

akan dibangun.

Nama Tipe panjang Keterangan

Id Int 11 Primary key

Username Varchar 20

Password varchar 30

3.4 Tabel Pakar

Nama tipe panjang keterangan

kodeGejala Varchar 11 Primary key

NamaGejala varchar 50

3.5 Tabel Gejala


32

Nama Tipe Panjang Keterangan

KodePenyakit Varchar 11 primary key

NamaPenyakit Varchar 20

Penyebab Tex

Pengobatan Tex

3.6 Tabel Penyakit

Nama Tipe Panjang Keterangan

IdPengetahuan Int 11 primary key

KodePenyakit Varchar 11 foreigh key

KodeGejala Varchar 11 foreigh key

3.7 Tabel Pengetahuan