Anda di halaman 1dari 7

Bidang Energi: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Perbedaan antara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir dan Pembangkit Listrik


Berbahan Bakar Fosil

Semua pembangkit tenaga listrik, termasuk PLTN, mempunyai prinsip


kerja yang relatif sama. Bahan bakar (baik yang berupa batu bara, gas
ataupun uranium) digunakan untuk memanaskan air yang akan menjadi uap.
Uap memutar turbin dan selanjutnya turbin memutar suatu generator yang
akan menghasilkan listrik.

Perbedaan yang mencolok adalah bahwa PLTN tidak membakar bahan


bakar fosil, tetapi menggunakan bahan bakar dapat belah (bahan fisil). Di
dalam reaktor, bahan fisil tersebut direaksikan dengan neutron sehingga
terjadi reaksi berantai yang menghasilkan panas. Panas yang dihasilkan
digunakan untuk menghasilkan uap air bertekanan tinggi, kemudian uap
tersebut digunakan untuk menggerakkan turbin. Dengan digunakannya
bahan fisil, berarti tidak menghasilkan CO2, hujan asam, ataupun gas
beracun lainnya seperti jika menggunakan bahan bakar fosil.

Bidang Non Energi: Pemanfaatan Radiasi Untuk Kesejahteraan Manusia

Bidang Pertanian

Efisiensi Pemupukan

Pupuk harganya relatif mahal dan apabila digunakan secara berlebihan


akan merusak lingkungan, sedangkan apabila kurang dari jumlah seharusnya
hasilnya tidak efektif. Untuk itu perlu diteliti jumlah pupuk yang diserap
oleh tanaman dan berapa yang dibuang ke lingkungan. Penelitian ini
dilakukan dengan cara memberi “label” pupuk yang digunakan dengan
suatu isotop, seperti nitrogen-15 atau phosphor-32. Pupuk tersebut
kemudian diberikan pada tanaman dan setelah periode waktu dilakukan
pendeteksian radiasi pada tanaman tersebut.
Penelitian Tanaman Varietas Baru

Seperti diketahui, radiasi pengion mempunyai kemampuan untuk


merubah sel keturunan suatu mahluk hidup, termasuk tanaman. Dengan
berdasar pada prinsip tersebut, maka para peneliti dapat menghasilkan
jenis tanaman yang berbeda dari tanaman yang telah ada sebelumnya dan
sampai saat ini telah dihasilkan 1800 jenis tanaman baru.

Varietas baru tanaman padi, gandum, bawang, pisang, cabe dan biji-
bijian yang dihasilkan melalui teknik radioisotop mempunyai ketahanan
yang lebih tinggi terhadap hama dan lebih mampu beradaptasi terhadap
perubahan iklim yang ekstrim.

Pengendalian Hama Serangga

Di seluruh dunia, hilangnya hasil panen akibat serangan hama serangga


kurang lebih 25-35%. Untuk memberantas hama serangga sejak lama para
petani menggunakan insektisida kimia. Akhir-akhir ini insektisida kimia
dirasakan menurun keefektifannya, karena munculnya serangga yang kebal
terhadap insekstisida. Selain itu insektisida juga mulai dikurangi
penggunaannya karena insektisida meninggalkan residu yang beracun pada
tanaman. Salah satu metode yang mulai banyak digunakan untuk
menggantikan insektisida dalam mengendalikan hama adalah teknik
serangga mandul.

Teknik serangga mandul dilakukan dengan mengiradiasi serangga


menggunakan radiasi gamma untuk memandulkannya. Serangga jantan
mandul tersebut kemudian dilepas dalam jumlah besar pada daerah yang
diserang hama. Apabila mereka kawin dengan serangga betina, maka tidak
akan dihasilkan keturunan. Dengan melepaskan serangga jantan mandul
secara berulang, populasi hama serangga akan turun secara menyolok.
Teknik ini telah digunakan secara intensif di banyak negara penghasil
pertanian seperti Amerika Selatan, Mexico, Jamaika dan Libya.
Pengawetan Makanan

Kerusakan makanan hasil panen dalam penyimpanan akibat serangga,


pertunasan dini atau busuk, dapat mencapai 25-30%. Kerugian ini terutama
diderita oleh negara-negara yang mempunyai cuaca yang panas dan lembab.
Pengawetan makanan banyak digunakan dengan tujuan untuk menunda
pertunasan pada umbi-umbian, membunuh serangga pada biji-bijian,
pengawetan hasil laut dan hasil peternakan, serta rempah-rempah.

Pada teknik pengawetan dengan menggunakan radiasi, makanan dipapari


dengan radiasi gamma berintensitas tinggi yang dapat membunuh
organisme berbahaya, tetapi tanpa mempengaruhi nilai nutrisi makanan
tersebut dan tidak meninggalkan residu serta tidak membuat makanan
menjadi radioaktif. Teknik iradiasi juga dapat digunakan untuk sterilisasi
kemasan. Di banyak negara kemasan karton untuk susu disterilkan dengan
iradiasi.

Bidang Kedokteran

Di bidang kedokteran, radioisotop banyak digunakan sebagai alat


diagnosis dan alat terapi berbagai macam penyakit.

Diagnosa

Radioisotop merupakan bagian yang sangat penting pada proses


diagnosis suatu penyakit. Dengan bantuan peralatan pembentuk citra
(imaging devices), dapat dilakukan penelitian proses biologis yang terjadi
dalam tubuh manusia. Dalam penggunaannya untuk diagnosis,
suatu dosis kecil radioisotop yang dicampurkan dalam larutan yang larut
dalam cairan tubuh dimasukkan ke dalam tubuh, kemudian aktivitasnya
dalam tubuh dapat dipelajari menggunakan gambar 2 dimensi atau 3
dimensi yang disebut tomografi. Salah satu radioisotop yang sering
digunakan adalah technisium-99m, yang dapat digunakan untuk
mempelajari metabolisme jantung, hati, paru-paru, ginjal, sirkulasi darah
dan struktur tulang. Tujuan lain dari penggunaan di bidang diagnosis adalah
untuk analisis biokimia yang disebut radio-immunoassay. Teknik ini dapat
digunakan untuk mengukur konsentrasi hormon, enzim, obat-obatan dan
substansi lain dalam darah.

Terapi

Penggunaan radioisotop di bidang pengobatan yang paling banyak adalah


untuk pengobatan kanker, karena sel kanker sangat sensitif terhadap
radiasi. Sumber radiasi yang digunakan dapat berupa sumber eksternal,
berupa sumber gamma seperti Co-60, atau sumber internal, yaitu berupa
sumber gamma atau beta yang kecil seperti Iodine-131 yang biasa
digunakan untuk penyembuhan kanker kelenjar tiroid.

Sterilisasi Peralatan Kedokteran

Dewasa ini banyak peralatan kedokteran yang disterilkan menggunakan


radiasi gamma dari Co-60. Metode sterilisasi ini lebih ekonomis dan lebih
efektif dibandingkan sterilisasi menggunakan uap panas, karena proses
yang digunakan merupakan proses dingin, sehingga dapat digunakan untuk
benda-benda yang sensitif terhadap panas seperti bubuk, obat salep, dan
larutan kimia.

Keuntungan lain dari sterilisasi dengan menggunakan radiasi adalah


proses sterilisasi dapat dilakukan setelah benda tersebut dikemas dan
masa penyimpanan benda tersebut tidak terbatas sepanjang kemasannya
tidak rusak.

Industri dan Lingkungan

Bidang Hidrologi

Dalam bidang hidrologi, sumber radiasi yang umum digunakan adalah


sumber radiasi gamma. Teknik hidrologi yang menggunakan radioisotop
mampu secara akurat melacak dan mengukur ketersediaan air dari suatu
sumber air di bawah tanah. Teknik tersebut memungkinkan untuk
melakukan analisis, pengelolaan dan pelestarian sumber air yang ada dan
pencarian sumber air baru. Teknik ini dapat memberikan informasi
mengenai asal, usia dan distribusi, hubungan antara air tanah, air
permukaan dan sistem pengisiannya.

Pemanfaatan lainnya adalah sebagai perunut untuk mencari kebocoran


pada bendungan dan saluran irigasi, mempelajari pergerakan air dan lumpur
pada daerah pelabuhan dan bendungan, laju alir, serta laju pengendapan.
Selain radiasi gamma, radiasi neutron banyak juga digunakan untuk
mengukur kelembaban permukaan tanah.

Detektor Asap

Detektor yang menggunakan radioaktif biasanya menggunakan


ameresium-241 yang merupakan pemancar alfa. Pada saat tidak ada asap
maka partikel alfa akan mengionisasi udara dan menyebabkan terjadinya
aliran ion antara 2 elektroda. Jika asap di dalam ruangan masuk ke dalam
detektor, maka asap tersebut dapat menyerap radiasi alfa sehingga akan
menghentikan arus yang selanjutnya akan menghidupkan alarm.

Perunut Lingkungan

Radioisotop dapat digunakan sebagai perunut untuk menganalisis


pencemar, baik pencemar udara maupun air. Teknik ini dapat digunakan
untuk menganalisis kontaminasi sulfur dioksida di atmosfir yang dihasilkan
dari gas buang hasil pembakaran bahan bakar fosil, endapan lumpur laut
dari limbah industri dan tumpahan minyak.

Perunut Industri

Kemampuan untuk mengukur radioaktvitas dalam jumlah yang sangat


kecil telah memungkinkan pemakaian radioisotop sebagai perunut dengan
menambahkan sejumlah kecil radioisotop pada bahan yang digunakan dalam
berbagai proses. Teknik ini memungkinkan untuk mempelajari pencampuran
dan laju alir dari berbagai macam bahan, termasuk cairan, bubuk dan gas.
Teknik perunut juga dapat digunakan untuk mendeteksi tempat terjadinya
kebocoran.

Suatu perunut yang dimasukkan ke oli pelumas dapat digunakan untuk


menentukan laju keausan dari suatu mesin. Teknik perunut juga dapat
digunakan di berbagai fasilitas untuk mengukur kinerja peralatan dan
meningkatkan efisiensinya.

Alat Pengukur dan Kendali

Peralatan pengukur yang berisi sumber radioaktif secara luas telah


digunakan dalam industri yang memerlukan pengaturan permukaan gas,
cairan atau padatan secara akurat. Alat pengukur ini sangat bermanfaat
dalam situasi dimana panas dan tekanan yang ekstrim atau kondisi
lingkungan yang korosif mempersulit pelaksanaan pengukuran.

Pengukur ketebalan yang menggunakan radioisotop digunakan untuk


mengukur ketebalan secara kontinu pada bahan, seperti kertas, plastik,
logam, dan gelas, yang dalam proses pengukuran tersebut tidak diperlukan
kontak antara alat pengukur dan bahan yang diukur.

Alat pengukur densitas yang menggunakan radioaktif digunakan pada


saat kendali otomatis dari cairan, bubuk atau padatan sangat diperlukan,
misalnya dalam pembuatan sabun detergen dan rokok.

Penggunaan radioisotop pada alat pengukur mempunyai beberapa


kelebihan yaitu pengukuran dapat dilakukan tanpa kontak fisik antara alat
pengukur dan bahan yang akan diukur, perawatan yang dibutuhkan relatif
mudah, serta lebih ekonomis dibandingkan metode lainnya.

Radiografi

Radioisotop yang memancarkan radiasi gamma dan pesawat sinar-


X dapat digunakan untuk “melihat” bagian dalam dari hasil fabrikasi,
seperti hasil pengelasan atau hasil pengecoran, untuk melihat apakah
produk tersebut mempunyai cacat atau tidak, dan memeriksa isi dari suatu
kemasan/bungkusan tertutup, misalnya pemeriksaan bagasi di pelabuhan.
Pada teknik ini suatu sumber radiasi diletakkan pada jarak tertentu dari
bahan yang akan diperiksa dan film radiografi atau layar pendar
(fluoresens) diletakkan pada sisi yang berlawanan dari sumber radiasi.
Dari perbedaan tingkat kehitaman pada film radiografi atau layar pendar,
dapat dipelajari struktur atau cacat yang ada pada benda yang diperiksa.

Penentuan Umur Suatu Benda

Teknik penentuan umur suatu benda yang menggunakan radioisotop


disebut Carbon Dating. Prinsip kerja teknik ini adalah membandingkan
konsentrasi unsur karbon yang tidak stabil pada suatu benda dengan benda
lainnya. Teknik ini banyak digunakan oleh para ahli geologi, antropologi dan
arkeologi untuk menentukan umur benda yang mereka temukan.