Anda di halaman 1dari 32

Bab 1

Pendahuluan
Etika Profesi

Dr. Ir. Haryadi

Jurusan Teknik Mesin


Pilteknik Negeri Bandung
2018
Struktur Tata Nilai

Pandangan
Ideologi Nilai Norma Moral Etika
Dunia

SIKAP DAN PERILAKU MANUSIA


• Pandangan Dunia:
– Salah satu arti pandangan dunia ialah seperangkat
keyakinan mengenai penciptaan, alam semesta
dan manusia, bahkan mengenai wujud secara
mutlak.
• Ideologi:
– salah satu maknanya ialah seperangkat pandangan
universal tentang sikap praktis manusia.
• Dasar nilai (filosofi), Ideal Moral: Sesuatu yang
memberi makna hidup dijunjung tinggi, yang mewarnai
dan menjiwai tindakan seseorang
– Selalu ada, meskipun kadang tidak disadari
– Misalnya:
• “right or wrong is my country”.
• Kata FR: “Islam Perlu 2, : Tauhid dan Keadilan Sosial”,
• Jawa: Harmoni
– Ada bahkan disetiap unit masyarakat tertentu
– Nilai ada 3: benar – salah, baik – buruk, indah – tidak indah
– Basanya, masuk dalam lingkungan formal, nilai menjadi
norma
– Nilai: abstrak, visi; norma: kongkrit, missi
• Norma: kaidah, pedoman, ukuran, kriteria,
ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia
dalam masyarakat berdasarkan nilai-nilai
tertentu.
• Jenis-jenis norma:
– Khusus: olahraga, aturan kuliah, dsb., mengejar nilai
tertentu
– Umum:
• Norma moral/etika: kesadaran batin untuk berlaku baik
(aspek batin dari nilai)
• Norma sopan-santun/etiket: kontekstual, lokal, dilandasi
nilai etika tertentu, kadang dilegalkan menjadi hukum (aspek
fisik dari nilai)
• Norma hukum (aspek legal formal dari nilai)
Pengertian Moral
• Sumber Moral:
– Hati nurani
– Kesepakatan sosial
– Akal sehat
• Moral bersifat batin
• Basis moral: kepekaan, kebersihan hati, rasa,
sensitivitas
Perkembangan Sikap Moral
• Anatomi: egois, perilakunya belum bisa
dievaluasi secara etis
• Heteronomi
• Sosionomi
• Otonomi
– Prasyarat etika baik-burukadalah kebebasan
individu.
1.1 Berbagai Pengertian di Sktr Etika
1.1.1 Etika
• Etika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan
dengan upaya menentukan perbuatan yang di lakukan
manusia untuk dikatakan baik atau buruk, dengan kata
lain aturan atau pola tingkah laku yang dihasilkan oleh
akal manusia.
• Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani ethos
, yang berarti adat kebiasaan.
• Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, etika diartikan
ilmu pengetahuan tentang asas – asas akhlak.
• Ahmad Amin menegaskan
– etika ialah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk,
menjelaskan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.
1.1 Berbagai Pengertian di Sktr Etika
1.1.1 Etika
• Etika dalam Encyclopedia Britania dinyatakan
sebagai filsafat moral, yaitu studi tentang sifat
dasar dari konsep baik dan buruk, harus,
benar dan salah.
• Etika adalah sebuah tatanan perilaku
berdasarkan suatu sistem tata nilai suatu
masyarakat tertentu, Etika lebih banyak
dikaitkan dengan ilmu atau filsafat, karena itu
yang menjadi standar baik dan buruk itu
adalah akal manusia.
1.1.2 Akhlaq`
• Akhlaq secara bahasa adalah bentuk jamak dari kata khulq, artinya tingkah
laku, perangai, tabi’at.
• Secara istilah, akhlaq adalah daya kekuatan jiwa yang mendorong
perbuatan dengan mudah dan spontan tanpa dipikir dan direnung lagi .
• Akhlak adalah sikap yang melekat pada diri seseorang secara spontan
diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatan.
• Menurut Ibn Maskawaih : akhlak ialah keadaan jiwa seseorang yang
mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui
pertimbangan.
• Abdullah Dirroz dalam Tatapangarsa (1984):“ Akhlak adalah suatu
kekuatan dalam kehendak yang mantap, kekuatan dan kehendak mana
berkombinasi membawa kecenderungan pada pemilihan pihak yang
benar ( dalam hal akhlak baik ) atau pihak yang jahat ( dalam hal akhlak
yang tidak baik).
• Imam Ghozali: suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang darinya timbul
perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pertimbangan
pikiran.
1.1.3 Moral
• Moral secara etimologis berasal dari bahasa latin
Mores, bentuk plural dari Mos yang berarti
kesusilaan, tabiat atau kelakuan.
• Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, dari W.J.S
Poerwodarminto dijelaskan bahwa moral adalah
ajaran tentang baik-buruk dari perbuatan.
• Moral secara terminologis adalah suatu istilah
yang digunakan untuk menentukan batas-batas
dari sifat, perangai, kehendak, pendapat atau
perbuatan yang secara layak dapat dikatakan
benar –salah, baik-buruk .
Tingkat Perkembangan Etika Sesorang
Pengertian Etika
• Sama dengan moral
• Etika = Filsafat moral
Mengapa Lahir Kajian Etika
• Sebab berdasarkan latar belakang
• Sebab berdasarkan tujuan
Mengapa Lahir Kajian Etika (2)
Sebab berdasarkan latar belakang
• Pertama, manusia adalah makhluk pencari
kesempurnaan
• Kedua, kesempurnaan insani bisa terwujud melalui
usaha ikhtiari (yang disengaja) yang muncul dari
kesadaran dan akal yang sehat.
• Ketiga, kesempurnaan bisa terwujud melalui
jalan/konsep/ajaran yang benar
Kesempurnaan:
• Pandangan hidup, ideologi, norma hukum, norma
etisperilaku batin dan perilaku lahir
• Ushul, furu’(fikih), akhlaq
Mengapa lahir kajian etika (3)
• Karena adanya dilemma moral
• Karena adanya ambuguity (ketidakjelasan) of
human existence
• Karena adanya kebutuhan untuk ketertiban
sosial
• Karena adanya kebutuhan akan pemenuhan
fitrah kemanusiaan.
Tujuan
• Meralisasikan nilai
• Menciptakan keteraturan dalam masyarakat
Hukum

Norma Umum Etika

Norma Etiket/Sopan-santun

Norma Khusus
Tujuan
• Dunia
• ......
Kesempurnaan • .......
• Akhirat:
individu • ....
• ....

• tertib,
Kesempurnaan • harmonis,
• harmonis,
masyakat: • sejahtera, dst...
Tujuan 2
• Kesadaran moral ( kemahiran dalam mengenali masalah moral dalam
rekayasa )
• Penalaran moral meyakinkan ( memahami , menilai pandangan yang
berbeda )

Kognitif • Koherensi moral ( membentuk sudut pandang yang konsisten berdasar


fakta )
• mencari tanggapan alternatif dan yang menerima solusi kreatif dari
pihak luar untuk berbagai isue etika )
• Komunikasi Moral: mengekspresikan dan mendukung , dan berdialog
secara untuk menyelesaikan konflik moral

• Untuk bertindak dengan cara yang seharusnya, terhadap komitmen

Sikap moral dan perilaku yang bertanggung jawab


• Mau dan mampu untuk bertanggung jawab secara moral .
• Menghormati orang lain, yang berarti menunjukkan kepedulian
terhadap kesejahteraan orang lain , selain diri sendiri .

dan • Toleransi keanekaragaman yaitu , menghormati perbedaan etnis dan


agama , dan penerimaan perbedaan wajar dalam perspektif moral.
• Menggunakan dialog yang rasional untuk menyelesaikan konflik moral.

Perilaku • Integritas , yang berarti integritas moral , dan mengintegrasikan


kehidupan profesional seseorang dan keyakinan pribadi
Istilah-istilah
• Moral
• Amoral: tidak berhubungan dengan moral/
mubah
• Immoral: pemberontakan, lawan dari
bermoral
– Tidak berakhlak
Referensi
• Dr. Fachrudid Faiz, Aksiologi Etika
• Naagarazan, R.S., 2006, A Textbook on Professional
Ethics and Human Values, New Age International (P)
Limited, Publishers, New Delhi, India
• An-Naraqi, Muhammad Mahdi ibn abi Dharr, , Jami' al-
Sa'adat (The Collector of Felicities terjemahan ke dalam
Bahasa Inggris oleh Muhammad Baqir Ansari), Islamic
Propagation Organization.
• Yazdi, Misbah M. T., Falsafeh ye Akhlaq (Meniru Tuhan,
terjemahan bahasa Indonesia oleh Ammar Fauzi
Heriyadi), Jakarta: Al-Huda, 2006