Anda di halaman 1dari 3

KODE

STANDAR OPERASIONAL
SPMI-POLTEK-PLW-26.8
PROSEDUR MANUAL
PLASENTA
REVISI : -

DOKUMEN FORMULIR TANGGAL: 07


DESEMBER 2018
STANDAR SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

Pengertian Tindakan untuk melepas plasenta secara manual (menggunakan tangan) dari
tempat implantasi dan kemudian melahirkannya keluar dari kavum uteri

Indikasi Retensio plasenta (tertahannya plasenta atau belum lahirnya plasenta hingga
melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir)

Tujuan 1. Untuk mengeluarkan plasenta dan kotiledon dari dalam uterus


2. Untuk mengurangi perdarahan berlanjut

Petugas Bidan atau tenaga kesehatan lainnya dapat melakukan sesuai dengan standar

Persiapan klien 1. Beri tahu pasien tentang tindakan yang akan di lakukan
2. Atur posisi untuk mempermudah pelaksanaan
Persiapan alat 1. Kocher / klem
2. Spuit 5 cc
3. Jarum suntik
4. Mangkok logam (wadah plasenta)
5. Kateter karet dan penampung air kemih
6. Infus set
7. Handscoon panjang streril
8. Handscoon steril pendek
9. Tensi meter
10. Bengkok

Prosedur 1. Menyiapkan alat dan bahan


2. Melakukan informed consent pada ibu
3. Memposisikan pasien dengan posisi litotomi / dorsal recumbent
4. Menggunakan APD lengkap (Celemek, topi, masker, alas kaki)
5. Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dengan sempurna
kemudian keringkan dengan handuk yang bersih
6. Menggunakan sarung tangan pendek steril pada kedua tangan
7. Memastikan kandung kemih kosong
8. Memberikan analgetik per rektal
9. Melepas sarung tangan pendek sebelah kanan dan mengenakan sarung
tangan panjang steril
10. Tangan kiri memegang tali pusat dengan klem, sejajar dengan lantai
11. Tangan kanan masuk ke dalam vagina secara obstetri dengan menelusuri sisi
bawah tali pusat (punggung tangan menghadap ke bawah)
12. Setelah mencapai serviks, minta asisten untuk menegangkan tali pusat.
Kemudian memindahkan tangan kiri untuk menahan fundus uteri
13. Sambil menahan fundus uteri, memasukkan tangan ke dalam kavum uteri
sampai mencapai tempat implantasi plasenta
14. Setelah tangan berada di kavum uteri, buka telapak tangan, rapatkan jari-
jarinya dan posisikan telapak tangan agak menekuk (sesuai dengan keadaan
uterus), cari bagian plasenta yang telah terlepas
15. Masukkan ujung jari di antara plasenta dan dinding uterus
16. Secara bertahap gerakan tangan kanan dengan gerakan yang lembut sampai
seluruh plasenta terpisah dari dinding rahim
17. Pada saat tangan masih berada di kavum uteri, lakukan eksplorasi untuk
memastikan tidak ada sisa plasenta yang tertinggal
18. Saat plasenta terlepas seluruhnya, cengkram plasenta dan yakin semua
jaringan plasenta terambil, keluarkan jaringan plasenta dengan tangan kanan
secara perlahan
19. Pindahkan tangan kiri ke atas simphysis untuk menahan uterus pada saat
plasenta di keluarkan
20. Setelah selesai melakukan manual plasenta segera lakukan masase fundus
uteri agar uterus tetap berkontraksi
21. Periksa plasenta untuk meyakinkan bahwa plasenta lengkap
22. Meletakkan plasenta dalam tempat yang sudah disediakan
23. Memberitahu ibu bahwa akan disuntik
24. Beri uterotonika (ergometrin) IM
25. Periksa kembali bila ada robekan jalan lahir
26. Lakukan penjahitan bila ada robekan
27. Membereskan alat dan rendam dalam larutan klorin 0,5%
28. Bersihkan ibu, pastikan klien merasa aman dan nyaman
29. Melakukan dekontaminasi celemek dengan laruran klorin 0,5%
30. Mencuci sarung tangan kemudian lepaskan dalam larutan klorin 0,5% secara
terbalik serta merendamnya
31. Melepaskan APD
32. Mencuci tangan sesudah tindakan dengan sabun dan air mengalir
33. Memberitahukan hasil tindakan kepada pasien
Referensi Masruroh. (2012). Buku Panduan : Praktik Ketrampilan Asuhan Kebidanan
Patologi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Anda mungkin juga menyukai