Anda di halaman 1dari 48

MEMBANGUN JARINGAN LOKAL

PADA PT. ICON PLUS GED INDONESIA POWER


UP MANAGER SDM
JAKARTA SELATAN

Laporan Praktek Kerja Lapangan

Diajukan untuk memenuhi syarat matakuliah kerja praktek


Program strata satu Program Studi Sistem Informasi

Oleh :
Hadi Muzibu Rohman NIM. 10507461
M.S. Saefudin NIM. 10507423

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA


BANDUNG

2010

MEMBANGUN JARINGAN LOKAL

PADA PT. ICON PLUS GED INDONESIA POWER

UP MANAGER SDM

JAKARTA SELATAN

Laporan Praktek Kerja Lapangan

Diajukan untuk memenuhi syarat matakuliah kerja praktek


Program strata satu Program Studi Sistem Informasi

Oleh :
Hadi Muzibu Rohman NIM. 10507461
M.S. Saefudin NIM. 10507423
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

2010
KATA PENGANTAR

Pembahasan mengenai jaringan komputer tidak dapat

dilepaskan dari perkembangan teknologi komputer dewasa ini.

Penggunaan jaringan sangat membantu proses pengolahan data yang

melibatkan banyak pengguna komputer. Dengan penyimpanan

berbagai aplikasi dan data pada komputer pusat, kerja dari tiap

terminal menjadi lebih efisien. Adanya teknologi tersebut

membutuhkan suatu Perangkat Lunak Sistem Operasi Jaringan. Saat ini

yang banyak digunakan adalah Microsoft Windows, Windows NT, Novell

Netware, AppleShare, UNIX dan lain-lain.

Karena dalam penggunaan jaringan komputer melibatkan

banyak pengguna, masalah sekuriti atau keamanan dari data dan

komunikasinya menjadi sangat penting. Pemeliharaan fisik maupun

data yang tersimpan dalam komputer pusat memerlukan perhatian

yang sangat khusus.

Dalam sektor keuangan dan perbankan, masalah keamanan

jaringan menjadi bagian yang penting dan tidak dapat diabaikan dari

kegiatan operasional transaksi. Selain faktor-faktor yang berkaitan

dengan keamanan fisik jaringan, dan prosedur pengolahan data, faktor

manusia sebagai pengguna dan pengelola jaringan menjadi kunci

dalam keamanan jaringan tersebut. Seringkali gangguan justru datang

dari “orang dalam”, atau pihak-pihak lain seperti penyedia sarana

komunikasi dan hacker, yang baik langsung maupun tidak langsung


terhubung dengan jaringan komputer pada perusahaan tersebut.

UCAPAN TERIMA KASIH

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT dan

junjungan besar nabi Muhammad SAW yang senantiasa menjadi

panutan bagi penulis. Alhamdulillah penulis ucapkan sebagai rasa

syukur atas kelancaran Kerja Praktek yang telah dilaksanakan pada

Perusahaan PT. Icon. Sehingga penulisan laporan Kerja Praktek ini

dapat terselesaikan.

Laporan ini berisikan tentang kegitan yang dilakukan penulis

pada saat melakukan Kerja Praktek diperusahaan PT. Icon sebagai

Teknisi Jaringan.

Penulis menyadari penyusunan laporan ini tidak akan terlaksana

dengan baik tanpa adanya dukungan dan bimbingan dari berbagai

pihak. Oleh karena itu ijinkanlah penulis untuk mengucapkan terima

kasih kepada :

1. Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya

2. Orang Tua dan keluarga, atas kasih sayang dan cintanya

3. Wartika, S.Kom, M.T selaku pembimbing penulis


5. Ir. Rulianti Darwanto, MT, selaku Manajer HRD PT. Icon

6. Sugeng Nurpamudi, selaku pembimbing Kerja Praktek

diperusahaan PT. Icon.

7. Rodeo, Kurnaedi, Rizki, Roni, dan Dewi sebagai teman satu

angkatan di MAPALIGI UNIKOM yang senantiasa memberikan

dukungan baik moril maupun materi.

8. Sobat - sobatku, M. Abduh Rosul, Yogi, Galuh Prawira, Reza, atas

dukungannya.

9. Segenap pihak yang tak dapat disebutkan, yang telah

membantu dalam penulisan Laporan Kerja Praktek ini.

Akhir kata dengan segala keterbatasan dan kerendahan hati,

penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam penyusunan

laporan ini. Oleh karena itu penulis mengharapkan adanya saran dan

kritik agar dapat menyempurnakan laporan ini menjadi lebih baik,

sehingga Laporan Kerja Praktek ini bermanfaat bagi penulis maupun

pembaca.

Wassalamu alaikum Wr.Wb


Bandung, Desember 2008

Penulis

LEMBAR JUDUL..........................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN...........................................................................................ii
KATA PENGANTAR .................................................................................................iii
DAFTAR ISI.................................................................................................................iv
DAFTAR TABEL..........................................................................................................v
LAMPIRAN..................................................................................................................vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan ..........................................................1


1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah....................................................................2
1.3. Maksud dan Tujuan Praktek Kerja Lapangan....................................................2
1.4. Metode Pengambangan Jaringan.......................................................................3
1.5. Batasan Masalah................................................................................................4
1.6. Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan ......................................................5
1.7. Sistematika Penulisan Laporan..........................................................................5

BAB II LANDASAN TEORI


2.1. Pengertian Jaringan Komputer .........................................................................8
2.1.1. Manfaat Membangun Jaringan Komputer................................................8
2.1.2. Elemen Jaringan Komputer....................................................................10
2.1.3. Karakteristik Sistem Jaringan Komputer................................................10
2.1.4. Klasifikasi Sistem Jaringan Komputer .....................................................12
2.2.Topologi Jaringan.............................................................................................15
2.2.1. Jenis – Jenis Physical Topology ............................................................16
2.2.2. Jenis – Jenis Logical Topologi
………………………………………....18

BAB III PROFIL PERUSAHAAN


3.1. Sejarah Perusahaan .........................................................................................21
3.2. Bidang Usaha Perusahaan ..............................................................................22
3.2.1. Bidang Usaha Di Luar Usaha Pokok Perusahaan .................................23
3.3. Visi dan Misi ..................................................................................................23
3.4. Kinerja Perusahaan ........................................................................................24
3.5. Struktur Organisasi Perusahaan......................................................................27
3.6. Deskripsi Kerja ..............................................................................................29
3.7. Jaringan Awal Perusahaan..............................................................................30

BAB IV ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN


4.1. Jaringan yang sedang Berjalan........................................................................33
4.2. Jaringan yang di Usulkan................................................................................34

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan.....................................................................................................36
5.2. Saran...............................................................................................................36

Daftar Pustaka ...............................................................................................................38

Tabel 1.1. Kegiatan Kerja Praktek .................................................................5


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktek Kerja Lapangan

PT. Icon adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang pembangkit

tenaga listrik. Dalam kegiatannya, terdapat banyak bagian yang saling

berkoordinasi. Diantaranya adalah bagian administrasi, bagian SDM, bagian

perancangan dan bagian pembangkit tenaga listrik.

Dengan kondisi tempat kerja PT. Icon yaitu satu gedung dengan dua lantai

dan masing – masing bagian mempunyai komputer untuk memasukkan data,

mengolah data dan menyimpan data. Tetapi untuk pertukaran data antar bagian,

masih ada yang menggunakan cara manual, sehingga menyebabkan lambatnya

pertukaran data antara bidang yang satu dengan bidang yang lain dalam satu

gedung.

Berdasarkan hal di atas maka perlu adanya instalasi jaringan lokal yang

menghubungkan antar komputer yang satu dengan komputer yang lain di

bagian yang berbeda. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pertukaran data

antar bagian yang ada di PT. Icon, selain itu juga untuk mempercepat pengiriman

data, agar dapat menghemat waktu dalam kegiatan yang dilakukan sehari – hari,

sehingga dalam kerja praktek yang di lakukan adalah membangun jaringan

lokal.
1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang, terdapat permasalahan yaitu

bagaimana membangun jaringan local pada PT. Icon di bagian SDM.

1.3 Maksud dan Tujuan Praktek Kerja Lapangan

1.3.1 Maksud Kerja Praktek

Adapun maksud dari kerja praktek ini adalah untuk membangun

jaringan local pada PT. Icon

1.3.2 Tujuan Kerja Praktek

Adapun tujuan dari Kuliah Kerja Praktek ini adalah :

1. Menyediakan jaringan lokal antar komputer di bagian yang

berbeda,

2. Memudahkan transfer data dari satu komputer ke komputer

yang lain dalam bidang yang berbeda,

3. Mempercepat transfer data dari satu komputer ke komputer

yang lain dalam bidang yang berbeda.

1.4 Batasan Masalah

Adapun batasan masalah dari instalasi jaringan lokal ini adalah

1. Jaringan terbatas dalam jarak atau area setempat (lokal),

2. Instalasi menggunakan instalasi star,


3. Menggunakan kabel UTP dengan tipe cross.

1.5 Lokasi dan Waktu Praktek Kerja Lapangan

Pemilihan Kerja Praktek dilakukan di perusahaan swasta yaitu :

Nama Perusahaan : PT. Icon + Ged Indonesia Power

Alamat Perusahaan : Jl. Jendral Gatot Subroto Kav.18 Jakarta Selatan 12950

Telp. 0215267666

Adapun waktu pelaksanaan Kerja Praktek yaitu pada tanggal 10 Juli –

31 Juli 2010. Tempat penulis melaksanakan Kerja Praktek adalah diperusahaan

Indonesia Power, salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero) yang didirikan

pada tangga l 3 Oktober 1995 dengan nama PT . PLN Pembangkitan Jawa dan

Bali I.

1.6 Sistematika Laporan

Laporan kerja praktek in terdiri dari atas 4 bab, yaitu :

Bab I : Pendahuluan

Pada bab ini membahas tentang latar belakang, tujuan, permasalahan,

tempat kerja praktek beserta informasi lainnya, metode penyusunan dan

sistematika laporan.

Bab II : Landasan Teori

Pada bab ini dibahas tentang sekilas PT. ICON yang berupa sejarah

berdirinya, bidang usaha, visi dan misi perusahaan, SDM, kinerja perusahaan

serta pengembangan perusahaan.


Bab III : Profil Perusahaan dan Aktivitas kerja praktek

Pada bab ini dibahas tentang Profil Perusahaan dan kegiatan yang

dilakukan selama kerja praktek di PT. ICON.

Bab IV : Kesimpulan dan Saran

Pada bab ini dibahas tentang kesimpulan dan saran.


BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah sekumpulan komputer, serta perangkat-

perangkat lain pendukung komputer yang saling terhubung dalam suatu

kesatuan. Media jaringan komputer dapat melalui kabel - kabel atau tanpa

kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling

melakukan pertukaran informasi, seperti dokumen dan data, dapat juga

melakukan pencetakan pada printer yang sama dan bersama-sama memakai

perangkat keras dan perangkat lunak yang terhubung dengan jaringan. Setiap

komputer, ataupun perangkat - perangkat yang terhubung dalam suatu

jaringan disebut dengan node. Dalam sebuah jaringan komputer dapat

mempunyai dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

2.2 Jaringan Komputer

2.2.1 LAN (Local Area Network)

LAN (Local Area Network) adalah suatu network yang terbatas

dalam jarak atau area setempat (lokal). Network ini banyak di gunakan

dalam satu perusahaan yang menghubungkan antar bagian – bagian dalam

satu gedung. LAN dapa t menggunakan kabel untuk transmisi datanya

(sebagai link) dan biasanya berbentuk star network atau bus network.
2.2.2 WAN ( Wide Area Network)

Wide area network merupakan jaringan komputer yang

mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar

wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai

jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.

WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan

jaringan lokal yang lain, sehinggga pengguna atau komputer di lokasi yang

satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

2.2.3 MAN (Metropolitan Area Network)

Metropolitan Area Network adalah suatu jaringan dalam suatu

kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai

lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan

MAN adalah gabungan dari beberapa LAN.

2.3 Topologi Jaringan

2.3.1 Topologi Star

Topologi star adalah beberapa node dihubungkan dengan suatu

node pada pusat yang membentuk jaringan seperti bintang. Semua

komunikasi di tangani dan di atur langsung oleh central node. Central node

melakukan semua tanggung jawab untuk mengatur arus informasi diantara

node yang lainnya. Jadi user pada jaringan biasanya tidak langsung
berhubungan dengan user lain tetapi harus menyalurkannya melalui pusat

(central node).

2.3.2 Topologi Bus

Pada topologi bus, komputer dalam jaringan dihubungkan antara

satu dengan lainnya dengan membentuk seperti barisan melalui single kabel.

2.3.3 Topologi Ring

Di dalam topologi ring semua workstation dan server dhubungkan

sehingga terbentuk suatu pola lingkaran atau cincin. Tiap workstation ataupun

server akan menerima dan melewatkan informasi dari satu komputer ke

komputer lain, bila alamat – alamat yang di maksud sesuai maka informasi di

terima dan bila tidak informasi akan di lewatkan.

2.3.4 Topologi Mesh

Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat

dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya

yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat

dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated

links).
2.4 Kabel Jaringan

2.4.1 Kabel UTP

Unshielded twieted – pair (UTP) adalah sebuah jenis kabel

jaringan yang menggunakan bahan dasar tembaga, yang tidak dilengkapi

dengan shield internal. UTP merupakan jenis kabel yang paling umum yang

sering digunakan di dalam jaringan lokal (LAN), karena memang harganya

yang rendah, fleksibel dan kinerjanya yang di tunjukkannya relatif bagus.

Dalam kabel UTP, terdapat insulasi satu lapis yang melindungi kabel dari

ketegangan fisik atau kerusakan, tapi tidak seperti kabel Shielded Twisted –

Pair (STP), insulasi tersebut tidak melindungi kabel dari interferensi

elektromagnetik. Kabel UTP memiliki impendensi kira – kira 100 ohm dan

tersedia dalam beberapa kategori yang di tentukan dari kemampuan transmisi

data yang dimilikinya seperti tertulis dalam tabel berikut.

2.4.2 Kabel Fiber Optik

Kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang dapat

mentransmisi cahaya. Dibandingkan dengan jenis kabel lainnya, kabel ini

lebih mahal. Namun, fiber optic memiliki jangkauan yang lebih jauh dari 550

meter sampai r atusan kilometer, tahan terhadap interferensi elektromagnetik

dan dapat mengirim data pada kecepatan yang lebih tinggi dari jenis kabel

lainnya. Kebel fiber optic tidak membawa sinyal elektrik, seperti kabel lainnya

yang menggunakan kabel tembaga. Sebagai gantinya, sinyal yang mewakili

bit tersebut di ubah ke bentuk cahaya.


2.4.3 Kabel Coaxial

Kabel coaxial terdiri atas konduktor silindris melingkar yang

mengelilingi sebuah kabel tembaga yang konduktif. Untuk LAN, kabel

coaxial bisa dijalankan tanpa banyak bantuan dari repeater.

2.5 Manfaat membangun jaringan komputer

1. Sharing resources

Sharing resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau

peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada

jaringan komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari

pemakai.

2. Media Komunikasi

Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi antar

pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau

informasi yang penting lainnya.

3 Integrasi Data

Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada komputer

pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu komputer

saja, melainkan dapat di distribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab inilah

maka dapatt terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai

untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.


4. Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini

Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama, akan

mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data

atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang

terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.

2.6 Karakteristik Sistem Jaringan Komputer

Langsung atau tidak Langsung

Langsung :

1. Sistem terkait antar satu titik ke titik lain

2. Sistem terkait antar beberapa titik

3. Data dapat lewat tanpa perlu pengatur lain

Tidak Langsung :

1. entity terhubung ke jaringan switch

2. Antar jejaring atau internet

3. Transfer data tergantung pada beberapa entity

Monolitik atau Terstruktur

1. Komunikasi adalah fungsi yang kompleks

2. Sangat kompleks jika diperlakukan sebagai sebuah unit

3. Design Struktur membagi masalah menjadi bagian yang lebih

kecil
4. Strukturnya berlapis

Simetrik atau tidak simetrik

1. Komunikasi antara entity yang sejenis

Asimetrik

2. logik pertukaran , proses Client dan server

Standar atau tidak standar

1. Pada komunikasi tertentu dibuat komputer

danfungsi yang tertentu dengan Protokol

tidakstandar

2. Sumber K dan penerima L mengarah pada

K*Lprotokol and implementasi 2*K*L

3. Jika Protokol yang umum digunakan

makaimplementasi K + L yang digunakan.

2.7 Klasifikasi Sistem Jaringan Komputer

2.7.1 Metode Koneksi

jaringan komputer dapat diklasifikasikan sesuai dengan

perangkat keras dan teknologi perangkat lunak yang digunakan untuk

menghubungkan perangkat individu dalam jaringan, seperti serat optik ,

Ethernet , Wireless LAN , HomePNA , Power line komunikasi atau G.hn .


Ethernet menggunakan kabel untuk menghubungkan perangkat fisik.

Sering perangkat dikerahkan termasuk hub, switch, jembatan dan / atau

router. Wireless LAN teknologi dirancang untuk menghubungkan perangkat

tanpa kabel. Perangkat ini menggunakan gelombang radio atau inframerah

sinyal sebagai media transmisi. ITU-T G.hn teknologi menggunakan kabel

rumah yang ada ( kabel koaksial , saluran telepon dan kabel listrik ) untuk

menciptakan kecepatan-tinggi (sampai dengan 1 Gigabit / s) daerah setempat

jaringan.

2.7.2 Skala

Jaringan sering diklasifikasikan sebagai jaringan area lokal

(LAN), wide area network (WAN), jaringan area metropolitan (MAN), personal

area network (PAN), virtual private network (VPN), jaringan area kampus

(BISA), area penyimpanan jaringan (SAN), dan lain-lain, tergantung pada skala

mereka, lingkup dan tujuan. (Misalnya, Controller Area Network (CAN))

Penggunaan, tingkat kepercayaan, dan akses kanan sering berbeda antara

kedua jenis jaringan. Sebagai contoh, LAN cenderung dirancang untuk

penggunaan internal oleh sistem internal organisasi dan karyawan di lokasi fisik

individu (seperti bangunan), sedangkan WAN dapat menghubungkan bagian-

bagian yang terpisah secara fisik dari suatu organisasi dan mungkin termasuk

koneksi ke pihak ketiga.


BAB III

PROFIL PERUSAHAAN

3.1 Sejarah PT. Icon + Ged Indonesia Power

Indonesia Power adalah salah satu anak perusahaan PT PLN (Persero)

yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT PLN Pembangkitan

Jawa Bali I.

Pembentukan perusahaan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri

Kehakiman Republik Indonesia Nomor C2-12496 HT.01.01.TH.1995.

Sejak 3 Oktober 2000 berganti nama menjadi Indonesia Power

sebagai penegasan atas tujuan perusahaan yang menjadi perusahaan

pembangkitan tenaga listrik independen yang berorientasi bisnis murni.

Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkitan tenaga listrik terbesar

di Indonesia.

Untuk mengelola 127 mesin pembangkit dengan total kapasitas

terpasang sekitar 8.888 MW, Indonesia Power memiliki delapan Unit Bisnis

Pembangkitan yang tersebar di berbagai lokasi di Pulau Jawa dan Bali, serta

satu Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan.

Indonesia Power terus melakukan upaya penambahan kapasitas


pembangkit lisrtik, baik di Pulau Jawa maupun di luar pulau Jawa antara lain

Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Jambi, dan Nusa

Tenggara Timur.

Dengan identitas baru, Indonesia Power mendeklarasikan Visi dan Misi

yang terintegrasi dengan rencana baru untuk menjadi perusahaan publik dan

meningkatkan diri menjadi pembangkit kelas dunia. Untuk mendukung

terealisasinya keinginan tersebut, Indonesia Power dan seluruh Unit Bisnisnya

telah berbenah diri. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya berbagai

penghargaan nasional dan internasional antara lain ISO 14001 (Sistem

Manajemen Lingkungan), ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu), SMK3 dari

Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Indonesia, Penghargaan Padma

untuk bidang Pengembangan Masyarakat, dan ASEAN Renewable Energy

Award.

3.2 Bidang Usaha Perusahaan

Bidang usaha pokok yang ditangani oleh PT. ICON sesuai tanggung

jawab yang diberikan kepadanya sebagai pelaksana monopoli transmisi,

pengelola operasi sistem dan transaksi tenaga listrik adalah:

1. Penyaluran Tenaga Listrik, termasuk layanan penyambungan ke

sistem penyaluran;

2. Perencanaan Sistem Tenaga Listrik yang terdiri dari indikasi

kebutuhan pembangkitan dan pengembangan sistem penyaluran;


3. Operasi Sistem Tenaga Listrik yang meliputi manajemen energi dan

pengendalian operasi;

4. Transaksi Tenaga Listrik yang meliputi penyediaan informasi sistem

tenaga listrik dan pengelolaan transaksi tenaga listrik; serta

5. Setelmen Transaksi Tenaga Listrik, yaitu perhitungan dan pengelolaan

tagihan transmission charges, system service charges dan transaksi

tenaga listrik, termasuk pengelolaan sistem metering.

3.2.1 Bidang Usaha Di Luar Usaha Pokok Perusahaan

Disamping mengelola bidang usaha yang bersifat monopoli,

PT. ICON memiliki peluang untuk mengembangkan usaha lain di luar usaha

pokok dengan maksud untuk mengoptimalkan penggunaan sumberdaya dan

investasi yang telah dilakukan agar dapat memberikan kontribusi kepada

laba usaha ICON, yang secara tidak langsung pada akhirnya akan dapat

memberikan manfaat kepada stake holders.

Jenis - jenis usaha yang dapat dilakukan antara lain: jasa

operasi dan pemeliharaan instalasi listrik, pelaksana pengujian dan

komisioning instalasi dan peralatan listrik, konstruksi / instalasi gardu induk

dan transmisi, enjiniring instalasi, pelaksana operasi sistem tenaga listrik,

konsultasi dan pelatihan, serta penyewaan peralatan dan properti.

3.3 Visi dan Misi Perusahaan

Visi:
Menjadi Perusahaan Publik dengan Kinerja kelas Dunia dan bersahabat

dengan Lingkungan.

Misi:

Melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan mengembangkan

usaha – usaha lainnya yang berkaitan, berdasarkan kaidah industri dan niaga

yang sehat, guna menjamin keberadaan dan pengembangan perusahaan dalam

jangka panjang.

3.4 Tujuan Perusahaan

1. Menciptakan mekanisme peningkatan efisiensi yang terus - menerus

dalam penggunaan sumber daya perusahaan.

2. Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan

dengan bertumpu pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana

penunjang yang berorientasi pada permintaan pasar yang berwawasan

lingkungan.

3. Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan

dari berbagai sumber yang saling menguntungkan.

4. Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta

mencapai standar kelas dunia dalam hal keamanan, keandalan,

efisiensi maupun kelestarian lingkungan.

5. Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat diatas saling

menghargai antar karyawan dan mitra kerja, serta mendorong terus


kekokohan integritas pribadi dan profesionalisme.

3. 5 Kinerja Perusahaan

3.5.1 TAMPIL HIJAU

Dalam strategi dan program kerja Perusahaan tahun 2010,

Direktur Utama PT Indonesia Power mencanangkan untuk menuju

perusahaan dengan kinerja zero accident dan proper green company. Hal ini

merupakan bagian dari upaya PT Indonesia Power mewujudkan perusahaan yang

ramah lingkungan. Kebijakan terkait upaya mewujudkan ‘Indonesia Power as a

Go Green Company ‘, coba kami wujudkan melalui minimalisasi penggunaan

kertas (paperless) yang kami terapkan dalam penerbitan majalah yang

berbasis elektronika (e-). Kedepannya, inisiasi ini dapat diikuti dalam kegiatan

operasional perusahaan sehari-hari.

Ini kami lakukan ditengah program efisiensi luar biasa yang saat

ini sedang digalakkan dilingkungan PT PLN (Persero) dan disemua anak-anak

perusahaannya. Kami menyikapi ini dengan optimisme dan semangat penuh

kepedulian terhadap upaya penurunan suhu bumi melalui pengurangan

penggunaan kertas.

Edisi I Tahun 2010 ini, diwarnai dinamika di internal perusahaan

sebagai upaya manajemen untuk mendukung program kerja PT PLN (Persero).

Beberapa upaya yang dilakukan diantaranya adalah kesiapan perusahaan


untuk membangun keunggulan dalam bidang operation & maintenance,

termasuk membangun sistem manajemen pengamanan pembangkit. Hal ini

penting guna memberi kepastian keamanan pembangkit dalam menyuply

kebutuhan energi listrik di Pulau Jawa-Bali. Selain itu kami publikasikan

kembali pelantikan 44 pejabat baru dilingkungan PT Indonesia Power.

3.5.2 Membangun Keunggulan Dalam Operation & Maintenance

Tahun 2010 menjadi salah satu titik tolak perkembangan Indonesia

Power. Dimana, Indonesia Power mulai melirik bidang Operation & Maintenance

(O&M) menjadi salah satu core business-nya sebagai penyedia jasa pembangkit

listrik. Kebijakan ini merupakan amanat RUPS yang akan menjadi fokus

Indonesia Power ke depan.

Ketetapan untuk melebarkan sayap bisnis merupakan sebuah

indikator bahwa Indonesia Power jeli dalam melihat peluang usaha yang

ada. Bidang O & M pembangkitan yang unggul hendaknya menjadi

kompetensi inti yang harus dibangun dan menjadi fokus Indonesia Power.

Sebagai langkah awal, Indonesia Power pun telah melakukan

berbagai upaya konkret. Di antaranya dengan berkomitmen atas implementasi

asset management sebagai perangkat untuk meningkatkan kualitas tata kelola

operasi dan pemeliharaan pembangkit. Lalu, Direksi juga telah

mengagendakan reposisi Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan menjadi Pusat


Kompetensi Pemeliharaan PT. Indonesia Power untuk memastikan

peningkatan keunggulan operasi dan pemeliharaan. Dengan dilaksanakannya

reposisi tersebut, UBH sebagai Pusat Kompetensi Pemeliharaan bertanggung

jawab untuk menjaga dan meningkatkan availability dan reliability pembangkit

Indonesia Power melalui pemeliharaan secara periodik.

Sementara pada tahap awal implementasi asset management, Indonesia

Power akan fokus pada pengelolaan keandalan (reliability management),

pengelolaan rantai suplai (supply chain management), serta pengelolaan

perencanaan dan pengendalian pekerjaan (work planning and control). Menurut

Ir. Djoko Hastowo, Direktur Utama Indonesia Power, saat ini telah dilakukan

proyek percontohan untuk impelementasi asset management, yaitu UBP

Suralaya, UBP Tanjung Priok, dan UBP Semarang. “Untuk menjadi yang terbaik

di bidang operasi dan pemeliharaan pembangkitan ini, diperlukan sebuah

sistem yang jelas dan konsisten,” tambah Djoko. Adapun indikator utama

dalam penerapan asset management adalah tingkat kematangan proses

pengelolaan pembangkit (maturity). Dari tingkat kematangan maksimum 5,

Indonesia Power menargetkan pencapaian di tingkat 3 untuk tahun ini.

Peningkatan indikator utama (leading indicator) akan berbanding lurus

gradenya naik, pasti akan dapat posisi. Tapi kalau sekarang tidak, tergantung

pada performance masing-masing,”.

Selain itu, Direksi juga telah menetapkan kebijakan lain untuk


mengantisipasi ‘gap’ kompetensi lintas usia. Dimana, perusahaan akan

menerapkan sistem tandem bagi karyawan senior dan junior sehingga mereka

dapat saling berbagi pengalaman. Djoko menilai cara ini cukup efektif. Adapun

bentuk konkretnya, yaitu dengan melakukan reposisi UBHAR. “Karyawan

yang expert di Indonesia Power akan diberdayakan di UBHAR tanpa

memindahkan mereka dari tempat kerjanya saat ini,”

Upaya pengembangan SDM Indonesia Power sehingga menjadi SDM

yang siap menghadapi persaingan dan segala tantangan tidak hanya di

lingkungan perusahaan semata. Melainkan, juga di perusahaan asing, seperti

Mitsubishi Corporation yang telah siap melakukan transfer teknologi.

Dengan upaya-upaya konkret tersebut, diharapkan kinerja Indonesia Power

dapat lebih ditingkatkan sehingga layak disejajarkan dengan pembangkit -

pembangkit kelas dunia. Indonesia Power menargetkan akan menjadi bagian dari

10% pembangkit terbaik di dunia pada tahun 2014 mendatang. Hal ini sesuai

dengan visi Indonesia Power untuk menjadi perusahaan publik yang berkinerja

kelas dunia.

3.5. Struktur Organisasi Perusahaan

1. Sudirmanto (5879105 K3), Kepala Satuan Audit Internal

2. Maria Sri Julianti (5681021 K3), Kepala Satuan Manajemen Risiko

3. M. Nasai Hamid (5579079 K3), PLT. Kepala Satuan Mutu & Kinerja
4. Teguh Adi Nuryanto (5878004 P), PLT. Kepala Satuan Prokurmen

5. Luthfi Hani ( 5775062 K3), Kepala Bidang Komunikasi Korporat

6. Sjafvitri Sari Dewi (7195120 P), Kepala Bidang Tata Kelola dan

Informasi Korporat

7. Rusno (5576041 K3), Kepala Bidang Umum

8. Bambang Purwo Handoko (5682007 P), Kepala Departemen Hukum

9. Tulus Ruseno (5777099 K3), Kepala Divisi Niaga

10. Djoko Martono (6894009 P), Kepala Divisi Pengembangan dan

Pembinaan Unit Usaha

11. Wiryantono S (6794182 K3),Kepala Divisi Perencanaan Korporat

12. Indra Delyan (5776131 K3), Kepala Divisi Sistem Informasi

13. Harlen (6995092 P), Kepala Divisi Pembinaan Pembangkit

14. Mulyono (6287009 JA), Kepala Divisi Perencanaan Logistik

15. Sudaryanto Akmam (5584023 JA), Kepala Divisi Manajemen Aset

16. Herdiyanto Soekono (6593049 Z), Kepala Divisi Enjiniring

17. Tatang Hermana Koesnadi (5984999 P), Ahli Senior Perencanaan

Energi Primer

18. Arapen Sebayang (5582015 K3), Ahli Senior Manajemen K3 dan

Lingkungan

19. Retiana (5485071 Z), Ahli Utama Manajemen Perubahan

20. Bustanul Arifin (5786001 B), Kepala Divisi Administrasi SDM &

Hubungan Industrial

21. Muntasir (5883011 LMK), Kepala Divisi Pengembangan SDM &


Talenta

22. Asep Yanyan Herdiyana (6994011 P), Kepala Divisi Sistem SDM &

Budaya Perusahaan

23. Sahat P Hutagalung (5782115 Z), Ahli Senior Knowledge

Management

24. Nurcholis (5777080 J), Ahli Senior Evaluasi Efektifitas Organisasi

25. Herlina Abdullah (6694004 T), Ahli Senior Bina Program SDM

26. Susi Ashsera (7095133 R), Kepala Divisi Anggaran

27. Sripeni Inten Cahyani (6893310 K3), Kepala Divisi Pendanaan &

Asuransi

28. Riyanto I.U. Siregar (6894351 K3), Kepala Divisi Treasuri

29. Hadhy Slamet Riyanto (600434002 I), Kepala Divisi Akuntansi

30. Zaenal Mustofa (6381098 K3), GM UBP Suralaya

31. Ade Hendratno (7194982 JA), PLT Deputy GM Bidang Operasi &

Pemeliharaan UBP Suralaya

32. Judi Winarko (6896002 Z), PLT Deputy GM Bidang Energi Primer

UBP Suralaya

33. Rizaldi (6593047 Z), PLT Deputy GM Bidang Umum UBP Suralaya

34. Sumarna Prawiranegara (5682021 Z), GM UBP Semarang

35. R Yuddy Setyo Wicaksono (6894350 K3), GM UBP Priok

36. Muh Ahsin Sidqi (6693089 Z), GM UBP Perak-Grati

37. Hananto Yogo (5977090 K3), GM UBP Kamojang

38. Rusli Abdul Kadir (5676230 K3), GM UBP Mrica


39. Muhammad Mursid (6694343 K3), PLT GM UB Operasi &

Pemeliharaan PLTU Banten 2 Labuan

40. Basuki Setiawan (6593055 Z), PLT GM UB Operasi & Pemeliharaan

PLTU Banten 1 Suralaya

41. Mangampin Saragi (5777089 K3), GM Unit Bisnis Pemeliharaan

42. Tri Tjahjono Putro (6694347 K3), PLT GM Unit Bisnis Operasi dan

Pemeliharaan PLTU Banten 3 Lontar

43. M. Hanafi Nur Rifai (7093127 P), PLT Deputy GM Bidang Teknik

Unit Bisnis Pemeliharaan

44. Muhammad Rofiq (6394010 P), PLT Deputy GM Bidang

Pemeliharaan Unit Bisnis Pemeliharaan

3.6. Deskripsi Kerja

Kerja praktek di PT.ICON dilaksanakan mulai tanggal 10 Juli sampai

dengan 31 juli . Pelaksanaan kerja praktek kurang lebih memakan waktu 3

minggu. Sebenarnya kita diberi kesempatan sebanyak 3 minggu, tetapi karena

telat sewaktu konfirmasi dari perusahaan jadi, kami mulai masuk kerja 1

minggu lebih lambat. Oleh karena itu waktu yang singkat itu kami

manfaatkan sebaik-baiknya. Dan meskipun sangat singkat, kami tetap bisa

memperoleh kesempatan untuk mempraktekan ilmu kami yang telah kami

dapatkan selama perkuliahan berlangsung. Di dalam melaksanakan kerja

praktek kami ditempatkan pada bidang instalasi komputer berserta jaringan.

Tetapi perlu diketahui bahwa komputer yang harus kami konfigurasi


merupakan bagian kecil yang ada di dalam perusahaan itu. itu pun kami

masih kualahan dikarenakan komputer masih aktif dan tidak idle, oleh karena

itu kami cuma diberi waktu 2 hari untuk mengkonfigurasikan seluruh komputer

itu. Untuk lebih detailnya kami akan jelaskan nanti di bawah.

Pada kenyataannya, antara teori dan praktek di lapangan meskipun ada

kurang lebih perbedaan, namun perbedaan itu bisa dibilang tidak signifikan.

Artinya, kami bisa memakai ilmu yang telah diberikan kepada kami sewaktu

kami kuliah, namun terkadang kami masih harus melakukan uji coba sana-

sini untuk meyakinkan bahwa sistem telah bekerja dengan benar. Lingkungan

kerja yang sama sekali baru juga membuat kami agak kewalahan, deadline

yang terlalu singkat membuat persiapan dan kegiatan menjadi pas-pasan.

Karena komputer harus diformat ulang dan harus menginstall beberapa

software pendukung serta jaringan harus stand by. Meskipun kami juga

mendapatkan dari teknisi lokal, waktu yang diberikan tetap terlalu singkat.

Tetapi kami yakin dengan itu semua bahwasanya kegiatan ini nantinya pasti

akan membawa dampak positif bagi kami. Khususnya dalam bidang dunia

kerja.

3.7. Jaringan awal Perusahaan

Jaringan awal yang kami maksudkan di sini adalah merupakan sistem

jaringan yang mulanya berada di PT. ICON, baik yang nantinya akan kami

disain maupun tidak. Jadi secara garis besar, sub bab ini menerangkan kondisi
awal perusahaan sebelum kami otak-atik.

Hardware yang tersedia :

- 23 unit komputer

- 2 unit switch 16 port

Untuk spesifikasi masing-masing komputer berbeda. Oleh karena itu

tidak kami cantumkan di sini.

Tata jaringan :

8 buah komputer terpisah dari jaringan utama, dikarenakan merupakan

jaringan orang tertentu saja.Termasuk server, 15 unit komputer yang termasuk

dalam 1 jaringan utama.

Konfigurasi jaringan pertama adalah sebagai berikut :

- IP Address : 231.117.59.0/24

- Netmask : 255.255.255.0

Konfigurasi jaringan kedua adalah sebagai berikut :

- IP Address : 231.117.2.0/24

- Netmask : 255.255.255.0

Karena jaringan pertama dan kedua terpisah, maka tugas kami di sini
adalah menggabungkan saja dua jaringan tersebut dikarenakan kurang efektif

tanpa adanya router. Sebenarnya tugas kami hanya mengubah konfigurasi IP

address, tetapi karena keadaan komputer yang kurang rapi, maka kami juga

ditugaskan untuk menginstall ulang komputer tersebut, dan memberinya dengan

software standard yang kami punyai. Perlu ditekankan bahwa yang kami rubah

adalah jaringan kedua. Jadi komputer yang kami pegang adalah sebanyak 8 buah.

Secara otomatis konfigurasi IP Address akan sama dengan jarignan pertama, jadi

kami tidak perlu mencantumkan lagi konfigurasi untuk jaringan yang akan

kami gabungkan itu. Namun kami akan mencantumkan disain jaringan secara

menyeluruh.

Jaringan baru yang kami buat tidak murni baru, yaitu jaringan yang

awalnya merupakan jaringan pertama dan jaringan kedua bergabung

dengannya. Dengan demikian desain jaringan menjadi 23 komputer yang

tergabung menjadi satu. Untuk lebih jelasnya kami akan terangkan dalam

gambar berikut ini.

Kami juga akan cantumkan software yang akan kami install dalam

komputer.

Software :

- Windows XP Professional Edition Service Pack 2

- Microsoft Office 2003


- NOD32 Antivirus

- Winamp

Untuk masing - masing installasi software yang akan kami lakukan

kepada masing - masing komputer, detailnya akan kami jelaskan pada bagian

berikut ini.

- Windows XP Professional Edition Service Pack 2

- Microsoft Office 2003

- NOD32 Antivirus

- Winamp

BAB IV

ANALISIS PRAKTEK KERJA LAPANGAN

4.1. Jaringan yang sedang berjalan


Jaringan awal yang kami maksudkan di sini adalah merupakan sistem

jaringan yang mulanya berada di PT. ICON, baik yang nantinya akan kami

disain maupun tidak. Jadi secara garis besar, sub bab ini menerangkan kondisi

awal perusahaan sebelum kami otak-atik.

Hardware yang tersedia :

- 23 unit komputer

- 2 unit switch 16 port

Untuk spesifikasi masing - masing komputer berbeda. Oleh karena itu

tidak kami cantumkan di sini.

Tata jaringan :

8 buah komputer terpisah dari jaringan utama, dikarenakan merupakan

jaringan orang tertentu saja. Termasuk server, 15 unit komputer yang

termasuk dalam 1 jaringan utama.

Konfigurasi jaringan pertama adalah sebagai berikut :

- IP Address : 231.117.59.0/24

- Netmask : 255.255.255.0

Konfigurasi jaringan kedua adalah sebagai berikut :

- IP Address : 231.117.2.0/24

- Netmask : 255.255.255.0
Karena jaringan pertama dan kedua terpisah, maka tugas kami di sini

adalah menggabungkan saja dua jaringan tersebut dikarenakan kurang efektif

tanpa adanya router. Sebenarnya tugas kami hanya mengubah konfigurasi IP

address, tetapi karena keadaan komputer yang kurang rapi, maka kami juga

ditugaskan untuk menginstall ulang komputer tersebut, dan memberinya

dengan software standard yang kami punyai. Perlu ditekankan bahwa yang

kami rubah adalah jaringan kedua. Jadi komputer yang kami pegang adalah

sebanyak 8 buah. Secara otomatis konfigurasi IP Address akan sama dengan

jarignan pertama, jadi kami tidak perlu mencantumkan lagi konfigurasi untuk

jaringan yang akan kami gabungkan itu. Namun kami akan mencantumkan

disain jaringan secara menyeluruh.

4.2. jaringan yang di usulkan

Jaringan baru yang kami buat tidak murni baru, yaitu jaringan yang

awalnya merupakan jaringan pertama dan jaringan kedua bergabung

dengannya. Dengan demikian desain jaringan menjadi 23 komputer yang

tergabung menjadi satu. Untuk lebih jelasnya kami akan terangkan dalam

gambar berikut ini.

Kami juga akan cantumkan software yang akan kami install dalam

komputer.

Software :
- Windows XP Professional Edition Service Pack 2

- Microsoft Office 2003

- NOD32 Antivirus

- Winamp

Untuk masing-masing installasi software yang akan kami lakukan kepada

masing-masing komputer, detailnya akan kami jelaskan pada bagian berikut ini.

- Windows XP Professional Edition Service Pack 2

- Microsoft Office 2003

- NOD32 Antivirus

- Winamp

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan yang telah saya lakukan selama Kerja Praktek

pada PT.ICON Jakarta yang dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan

31dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

- Bahwasanya kami sebagai mahasiswa yang baru pertama kali

bekerja Praktek di dalam perusahaan ini, merasa mendapatkan pengalaman

yang tidak akan kami dapatkan dalam lingkungan perkuliahan maupun

praktek di dalam kampus.

- Kami dapat mengetahui aktivitas kerja yang sesungguhnya yaitu

yang terdapat pada PT.ICON

- Dengan adanya kami sebagai tenaga tambahan di sana, kami bisa

membantu merecovery ulang disain jaringan yang ada di sana.

- Aktivitas kerja praktek yang dilakukan tim kami menambahkan

beberapa kenyamanan baru yang bisa didapatkan di PT. ICON. Misalnya

adalah dengan dapat terkoneksinya jaringan yang pada mulanya tidak

terkoneksi, karena ketidak hadiran router.

5.2 Saran

Bagi Perusahaan

a. Pihak PT. ICON sebagai salah satu perusahaan konsultan IT

yang menjadi panutan di dalam bidang IT agar dapat melaksanakan tugasnya


dengan baik. Dan dapat meniningkatkan kinerjanya dengan menambahkan

beberapa teknisi yang senantiasa menjadi perawat komputer agar selalu clean.

b. Penambahan fasilitas komputer yang tidak dimiliki perusahaan saat

itu dapat membantu pelaksanaan kinerja perusahaan.

Bagi Jurusan Manajemen ainformstika

Saran-saran penyusun bagi jurusan Manajemn Informatika UNIKOM

Bandung adalah sebagai berikut :

a. Pihak jurusan perlu meninjau ulang jam praktek mahasiswa

agar jam praktek dapat terkoordinir dengan baik, sehingga

semua jam praktek dapat terlaksana.

b. Pihak jurusan lebih meningkatkan lagi dalam menjalin

hubungan dengan perusahaan - perusahaan yang cukup

berkembang guna mendapatkan informasi mengenai bidang

kerja beserta keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan dalam

perusahaan, sehingga mampu memperbaiki kurikulum.

Daftar Pustaka

http://student.eepis-its.edu/~delacroix/upload/fileupload/isi.doc
www.wikipedia.org

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080920013722AAvFGQ6

http://belajar-komputer-mu.com/pengertian-jaringan-komputer/

http://prima.kurniawan.students-blog.undip.ac.id/2009/07/13/pengertian-jaringan-

komputer-dan-manfaatnya/

http://www.scribd.com/doc/3190382/Materi-4-Elemen-Dasar-Sistem-Komputer

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|

id&u=http://cd1.edb.hkedcity.net/cd/science/S%26T/tele/Part3/Unit3_Ele-CN.pdf

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|

id&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Computer_network

http://otakkacau.co.cc/2008/09/25/jaringan-ii-lanjutan/