Anda di halaman 1dari 6

KEPERAWATAN MATERNITAS

Laktasi

1. Skema Proses Laktasi

2. Refleks dalam proses menyusui (Refleks Ibu dan Bayi)


1) Ibu:
- Refleks Prolaktin : hisapan bayi pada putting- impuls syaraf- stimulasi
hipotalamus- stimulasi hipofise anterior- sekresi prolactin-Produksi ASI dlm
sel alveolar- mengalirnya ASI ke duktus Laktiferus
- Refleks Let down : hisapan bayi pada putting- impuls syaraf- stimulasi
hipotalamus- stimulasi hipofise posterior- sekresi oksitosin-Kontraksi sel
myoepitel sekitar alveoli- mengalirnya ASI ke duktus Laktiferus

2) Bayi
- Refleks Rooting : Sentuhan bibir- mulut membukadan menangkap putting
- Refleks Menghisan (Sucking) : putting dalam mulut-palatum mole tersentuh-
bayi menghisap
- Refleks Menghisap (Swallowing): ditandai beberapa saat sebelum reflex
menghisam kembali
3. Tanda-tanda menyusui yang benar (9 tanda)
1) Bayi datang dari bawah putting susu
2) Puting susu diarahkan ke langit-langit bayi
3) Bibir bawah bayi diarahkan dibawah puting susu sehingga
4) Lidah bayi dibawah putting susu.
5) Kepala dan tubuh bayi lurus
6) Bibir lebar/terbuka mencakup aerola
7) Aerola bagian atas lebih besar dr pada aerola bag. Bawah
8) Dagu dan pipi bayi menempel pada payudara.
4. Tanda bayi cukup ASI
1) Bayi tidak rewel/menangis Setelah menyusu
2) Tidur pulas
3) Lepas tanpa paksaan
4) BB terus meningkat
5) BAK > 7-8 x/hari
5. Anatomi payudara

Ibu Nifas (Puerperium)

1. Jelaskan yang dimaksud Involusi


perubahan yang merupakan proses kembalinya alat kandungan atau uterus dan jalan
lahir, turunnya TFU 1-2 cm/24 jam
2. Jelaskan yang dimaksud Subinvolusi
Tidak turunnya TFU 1-2 cm/24 jam yang diakibatkan oleh Gangguan kontraksi,
Infeksi, Penumpukan lochea, dan ibu tidak menyusui bayinya.
3. Pengkajian Lochea
Lokia adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas dan mempunyai reaksi
basa/alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat dari pada
kondisi asam yang ada pada vagina normal.
1) Lochea Rubra
- Isi: darah segar dan sisa-sisa selaput ketuban, sel-sel desidua, verniks
kaseosa, lanugo dan mekonium
- 2-3 hari pasca persalinan
- Jika lokhea rubra terjadi lebih lama:
a. Tertinggalnya placenta/ selaput janin
b. Ibu tidak menyusui
c. Adanya infeksi pada jalan lahir, uterus dan vagina
2) Lochea Serosa
- berwarna kuning kecoklatan
- Lebih sedikit darah dan lebih banyak serum
- pada hari ke 4-9 pasca persalinan
3) Lochea Alba
- cairan putih
- mengandung leukosit, decidua, sel epitel, mucus.
- Pada hari ke 10
4. Pemeriksaan Keadaan Jahitan
- Kemerahan (Redness)
- Bengkak ( Edema)
- Perdarahan (Ekimosis)
- (Drainage)
- Nyeri (Aproximation)
- Jumlah simpul apabila pada jahitan cutikuler
5. Persiapan pasien sebelum melakukan puerperium
Tanyakan pada Ibu terakhir berkemih, karena akan mempengaruhi TFU
6. Tahapan masa nifas & prioritas perawatan tiap tahap
1) Immediate Post Partum (1-24 jam)
- Ganti pembalut ±5 jam sekali untuk mengetahui apakah perdarahan/tidak
- Bantu ibu miring kiri/kanan di tempat tidur dan bantu ibu berdiri
- Observasi luka jahitan, lakukan perawatan luka, observasi tanda infeksi
- Observasi pengeluaran kolostrum dan ASI, bantu ibu berikan ASI yang
adekuat, perawatan payudara,
- Bantu Ibu melakukan Vulva hygiene
- Observasi TTV, bising usus, Frekuensi BAK
2) Early Post Partum (24 jam – 1 minggu)
- Kaji TFU, apakah TFU turun/tidak
- Bantu ibu ganti pembalut, ajarkan ibu/keluarga mengenali tanda-tanda
perdarahan, warna dan bau lochea
- Beikan makanan lunak dan rendah serat
- Bantu ibu mobilisasi
3) Late Post partum (1 minggu-6 minggu)
- Anjurkan oerawatan diri, Higyene perseorangan
- Observasi TTV 1 minggu sekali, konsultasikan Kontrasepsi
- Kaji sistem reproduksi, endokrin, hematologi, pencernaan, perkemihan,
kardiovaskuler
- Kaji apakah ada perdarahan dan pengeluaran lochea abnormal
- Kaji apakah ibu mengalami gangguan psikologi setelah persalinan
7. Nasehat yang diberikan (10)
1) Gizi Ibu nifas
2) Hygiene Perseorangan dan lingkungan
3) Perawatan vulva dan perineum
4) Perawatan hemoroid
5) Eliminasi
6) Laktasi
7) Kebutuhan Istirahat & rasa nyaman
8) Mobilisasi
9) Coitus
10) KB
Vulva Hygiene

1. Tujuan
- Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva, perineum, maupun uterus
- Untuk penyembuhan luka perineum
- Untuk kebersihan vulva dan perineum
2. Indikasi
- Ibu dengan ruptur perineum total
- Post SC
- Terdapat tanda infeksi
- Terdapat luka jahitan lengkap
- Ibu dengan penggunaan dower kateter
3. Apa saja yang diperhatikan
- Keadaan luka jahitan
- Bau lochea
- Perhatikan jika terdapat tanda-tanda infeksi
- Teknik pembersihan vulva dimulai dari yang terjauh hingga dari vestibulum
ke perineum hati-hati dengan luka jahitan.
4. Anaomi Vulva

KB

1. KB Suntik
1) Macam KB Suntik
- 1 bulan = berisi hormon esterogen dan progesterone
- 3 bulan = berisi hormon progesteron
2) Kontra Indikasi
- HT
- Varices
- Ibu menyusui
- Penykit jantung
- DM
- Anemis
- Riwayat Tumor
3) Efek Samping KB suntik
- Gangguan menstruasi : tidak haid, flek, perdarahan banyak
- Pusing
- Peningkatan BB
4) Mekanisme kerja KB suntik
Hormon yang disuntikkan bersifat mengentalkan lendir di mulut rahim sehingga
menghalangi sel sperma masuk ke rahim.
5) Efektivitas KB suntik
75-99%
6) Cara Pemberian
Disuntikkan secara Intramuskular (IM) pada otot Gluteus maximus (otot
bokong), atau otot deltoideus (otot bahu).
Suntikan KB yang pertama diberikan pada saat 7 hari pertama masa haid atau
setelah selesai masa nifas sekitar 6 minggu setelah persalinan. Jika menggunakan
KB suntik 1 bulan maka kembali lagi dalam 28 hari, dan apabila 3 bulan maka
kembali lagi dalam 82 hari.
2. KB Pil
1) Macam KB Pil
- Progesteron
- Esterogen dan Progesteron
2) Kontra Indikasi
a. Umur lebih dari 35 tahun.
b. Mempunyai penyakit: jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, kegemukan,
sakit kepala.
c. Masing-masing wanita jenis pil yang cocok tidak sama.
d. Hati-hati bila dipakai remaja
3) Efek Samping KB Pil
mual , pusing, jerawat berat badan bertambah, bercak diwajah.
4) Mekanisme kerja KB Pil
- Mengatur hormon sehingga proses ovulasi atau pematangan sel telur bisa
dicegah
- Mengentalkan lender mulut rahim, sehingga sperma akan sulit mencapai sel
telur
- Membuat kondisi dinding rahim menjadi tidak sesuai untuk pelekatan embrio
5) Efektivitas KB Pil
Sangat efektif apabila dikonsumsi secara konsisten dan mengikuti arahan dokter,
setiap hari di waktu yang sama
6) Cara Pemberian
1 x 1 pil/hari dengan waktu minum yg sama (misalkan hari ini minum malam hari,
esok hari harus minum saat malam hari juga)
3. Nasehat yang perlu diberikan pada aksptor KB pil dan KB Suntik
- Harus dilakukan secara rutin
- Apabila lupa meminum pil KB dalam 2 hari, hari besoknya harus segera
minum tidak boleh lupa lebih dari 1 hari, karena akan menganggu kerja
hormon.

Taksiran Berat Badan Bayi (Rumus)

Kalau masuk PAP = TFU–11x155

Belum masuk PAP = TFU-13x155