Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAAN

A. Latar Belakang

Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi

sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan

paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan

pencegahan penyakit (preventif) pada masyarakat. Berdasarkan

Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit adalah

institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan

kesehatan bagi perorangan secara menyeluruh dan paripurna dengan

menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat

(World Health Organization (WHO)) dalam Laksito, 2014).

Keperawatan merupakan suatu bentuk layanan kesehatan

profesional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan

berbasis ilmu dan kiat perawat, yang berbentuk layanan bio-spiko-

sosial-spiritual secara komprehensif, ditujukan kepada individu,

keluarga dan masyarakat sehat maupun sakit mencakup seluruh

proses hidup manusia (Kuntoro, 2015, Sitorus, 2006). Perawat

merupakan sumber daya manusia terpenting di rumah sakit karena

selain jumlahnya yang dominan juga merupakan profesi yang

memberikan pelayanan asuhan keperawatan selama 24 jam kepada

pasien, oleh karena itu rumah sakit harus memiliki perawat yang
berkinerja baik yang menunjang kinerja rumah sakit sehingga dapat

tercapai kepuasan pasien(Widodo, 2016) .

Berdasarkan rekapitulasi BPPSDMK jumlah perawat indonesia

sebanyak 396.946 orang. Sedangkan menurut PPNI jumlah perawat

sampai bulan april ini tahun 2017 sebanyak 359.339 orang perawat.

Dan berdasarkan jumlah tersebut sulawesi selatan menempati

peringkat ke 6 terbanyak tenaga perawat berkisar 12.448 orang

perawat(Dating, 2017).

Menurut Dinas Kesehatan Bulukumba jumlah tenaga kesehatan

sebesar 783 orang dengan tenaga kesehatan yang terbesar adalah

perawat 54,93% (240 orang) (Dinas Kesehatan Bulukumba, 2014),

sedangkan data perawat di Rumah sakit H.A.Sultan Deng Radja

sebesar 437 perawat. Dimana jenjang pendidikanya Ners sebanyak

135 orang, S.Kep sebanyak 41 orang, dan DIII sebanyak 147

perawat(Bulukumba, 2018) . Rasio perawat yang meningkat setiap

tahunya membuat pelayanan kepada pasien semakin akan dibenahi,

oleh karena itu rumah sakit harus memiliki perawat yang berkinerja

baik yang menunjang kinerja rumah sakit sehingga dapat tercapai

kepuasan pasien.

Kinerja perawat merupakan tindakan yang dilakukan seorang

perawat dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan

tanggung jawabnya masing-masing, dimana kinerja yang baik dapat


memberikan kepuasan pada pengguna jasa dan juga meningkatkan

mutu pelayanan keperawatan (Widodo, 2016). Untuk meningkatkan

dan mewujudkan mutu pelayanan keperawatan, rumah sakit harus

menerapkan proses sistem asuhan keperawatan pada ruang rawat

dengan menggunakan Model Praktik Keperawatan Profesional

(MPKP) (Sitorus, 2006).

Model Praktik Keperawatan Profesional atau MPKP. (MPKP)

adalah suatu sistem (struktur, proses dan nilai-nilai profesional) yang

memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan

keperawatan termasuk lingkungan, yang dapat menopang pemberian

asuhan tersebut (Hoffart & Woods, 1996). MPKP telah dilaksanakan

dibeberapa negara, termasuk rumah sakit di Indonesia sebagai salah-

satu upaya manajemen rumah sakit untuk meningkatkan asuhan

keperawatan melalui beberapa kegiatan yang menunjang kegiatan

keperawatan profesional yang sistematik(Widodo, 2016). Penerapan

MPKP menjadi salah satu daya ungkit pelayanan yang berkualitas

kegiatan keperawatan profesional yang sistematik. Salah satu poin

dari MPKP yang memungkinkan perawat mengembangkan proses dan

keterampilan untuk menfasililtasi otonomi, pengambilan keputusan,

hubungan tim yang efektif,serta status profesional adalah ronde

keperawatan (Nursalam, 2015).

Ronde keperawatan adalah suatu metode pembelajaran klinik

yang memungkinkan peserta didik mentransfer dan mengaplikasikan


pengetahuan tioritis kedalam praktik keperawatan secara langsung

(Nursalam, 2015), sedangkan menurut (Noprianty, 2018) ronde

keperawatan adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengtasi

masalah keperawatan klien yang dilaksanakan perawat , disamping

pasien dilibatkan untuk membahas dan mendiskusikan masalah

keperawataannya serta mengevaluasi pelayanan keperawatan yang

telah diterima pasien.

Menurut penelitian (Siahaan, 2017) bahwa ronde keperawatan

dapat meningkatkan kinerja perawat dalam hal kognitif, afektif dan

psikomotor . Penelitian ini juga melaporkan bahwa dampak tidak

dilaksanakan ronde keperawatan dapat produktivitas kerja serta

menurunkan komunikasi teraupetik perawat dengan tenaga kesehatan

dan komunikasi perawat dengan pasien sehingga motivasi perawat

dalam bekerja akan menurun secara perlahan. Selanjutnya ada

perbedaan motivasi kerja perawat yang melaksanakan ronde

keperawatan dan tidak melaksanakan ronde keperawatan.

Sama dengan penelitian (Maliya, 2009) menunjukkan bahwa

ada peningkatan kinerja staf keperawatan setelah dilakukan pelatihan

ronde keperawatan. Peningkatan kualitas pelayanan keperawatan

tersebut dapat dilihat dari beberapa outcomes yaitu peningkatan

kepuasan pasien, peningkatan kepuasan perawat, penurunan

penggunaan bel panggil, penurunanang ka pasien jatuh dan

penurunan angka kejadian luka tekan . Untuk itu rumahsakit perlu


mempertimbangkan ronde keperawatan sebagai salah satu program

yang dapat diterapkan di ruang rawat inap.

Rumah Sakit Umum Daerah H. Andi Sultan Dg Radja

Bulukumba adalah rumah sakit umum yang berakreditasi paripurna,

merupakan rumah sakit rujukan kabupaten seperti kabupaten Sinjai,

Bantaeng dan Selayar serta rujukan dari berbagai puskesmas dalam

wilayah kabupaten Bulukumba, menunjukkan adanya peningkatan

jumlah kunjungan pasien dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 jumlah

kunjungan dalam setahun sebanyak 5276 meningkat pada tahun 2017

menjadi 6243 orang, sehingga mutu pelayanan rumah sakit juga perlu

ditingkatkan terutama pelayanan keperawatan karena perawat adalah

sumber daya rumah sakit yang paling banyak berinteraksi dengan

pasien. Sebaran data tenaga perawat 437 orang, yang terdiri dari

S.Kep,Ns 135 orang, SKp 41 orang, D3 Keperawatan 147 orang,

(Bulukumba, 2018).

Pada tahun 2015 telah diterapkan pelaksanaan MPKP di

RSUD H. A. Sulthan Dg Radja Bulukumba dan yang menjadi ruangan

percontohan untuk penerapan mpkp yaitu Bougen Ville , Petunia dan

Perawatan Flamboyan, namun setelah dilakukan wawancara di setiap

ruangan belum ada yang melakukan penerapan ronde keperawatan.

Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, penulis tertarik

melakukan penelitian dengan judul “hubungan penerapan ronde


keprawatan terhadap kinerja perawat di Rs H. A. sultan dg raja

bulukumba tahun 2019?

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas, penulis menarik

rumusan masalah adakah Pengaruh penerapan ronde keperawatan

terhadap kinerja perawat di Rs H. A. sultan dg raja bulukumba tahun

2019?

C. Hipotesis

Terdapat hubungan penerapan ronde keprawatan terhadap kinerja

perawat di Rs H. A. sultan dg raja bulukumba tahun 2019

D. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Untuk menegetahui penerapan ronde keperawatan terhadap

kinerja perawat di Rs H. A. sultan dg raja bulukumba tahun 2019.

2. Tujuan Khusus

a. Untuk menegetahui penerapan ronde keperawatan di Rumah

sakit H.A. Sultan Dg radja Bulukumba tahun 2019

b. Untuk mengetahui kinerja perawat di Rs H. A. sultan dg raja

bulukumba tahun 2019

c. Untuk menegetahui penerapan ronde keprawatan terhadap

kinerja perawat di Rs H. A. sultan dg raja bulukumba tahun

2019
E. Manfaat Penelitian

a. Manfaat Teoritis

Pengembangan ilmu pengetahuan dan untuk menambah

kepustakaan tentang penerapan ronde keprawatan terhadap

kinerja perawat, dan dapat menjadi masukan bagi peneliti

selanjutnya.

b. Manfaat Aplikatif

Pengembangan ilmu dan mendapat tambahan pengetahuan dan

praktek dalam proses penelitian tentang penerapan ronde

keprawatan terhadap kinerja perawat


BULUKUMBA, M. R. 2018. Data Jumlah Perawat di rumah sakit H.A. Sultan Deng Radja
Bulukumba. Bulukumba: Management RSUD
DATING, I. 2017. Situasi Tenaga Keperawatan Indonesia. iNDONESIA: Pusat Data INFORMASI
kEMENTERIAN kESEHATAN RI

KUNTORO, H. 2015. Teori dan aplikasi analisis seri waktu, sidoardjo, sifatama pulisher.
MALIYA, A. 2009. Pelatihan ronde kasus untuk meningkatkan kinerja staff keperawatan di
rumah sakit umum PKU Muhammadiyah Surakarta. jurnal keperawatan, VOL.12.
NO.2.
NOPRIANTY, R. 2018. Modul Nursing Management, Yogyakarta, Depulish.
NURSALAM 2015. Manajemen Keperawatan, Jakarat, Salemba Medika.
SIAHAAN, J. V. 2017. Pengaruh pelatihan ronde keperawatan terhadap kinerja perawat
dalam asuhan keperawatan di rs royal prima medan. JUMANTIK, VOL. 3 NO.1.
SITORUS, R. 2006. Model Keperawatan Profesional Di Rumah Sakit, Jakarta, EGC.
WIDODO, W. 2016. Manajemen rumah sakit modern, jakarta, PT ELEX MEDIA
KOMPOTINDO.