Anda di halaman 1dari 3

PARADIGMA POSITIVISTIK DAN KONTRUKTIVISTIK, SERTA TEORI KRITIS

Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya
sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik.
Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris.

Anan. 2011. Paradigma Ilmu: Positivisme, Postpositivisme dan Konstruktivisme.


https://warkopmbahlalar.com/paradigma-ilmu-positivisme-postpositivisme-dan-
konstruktivisme/. (Diakses pada tanggal 13 Oktober 2016)

Konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang mempunyai anggapan bahwa


pengetahuan adalah hasil dari konstruksi manusia itu sendiri. Manusia mengkonstruksikan
pengetahuan mereka melalui interaksi mereka dengan struktur, kategori, objek, fenomena,
pengalaman dan lingkungan mereka. Pengetahuan dianggap benar jika pengetahuan itu dapat
berguna untuk menghadapi dan memecahkan persoalan yang tengah dihadapi.

Nurul. 2013. Kontruktivisme dan Teori Kritis.


http://nurulfaizah13.blogspot.co.id/2013/06/kontruktivisme-dan-teori-kritis.html. (Diakses
pada tanggal 13 Oktober 2016)

Teori kritis adalah sebuah aliran pemikiran yang menekankan penilaian reflektif dan kritik
dari masyarakat dan budaya dengan menerapkan pengetahuan dari ilmu-ilmu
sosial dan humaniora.

https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_kritis

PARADIGMA PANCASILA BAGI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN


Paradigma dapat cenderung berfungsi sebagai ”ideologi” . pancasila sebagai sebuah
paradigma harus mempunyai aspek keilmuan yaitu : ontologis, epistemologi, dan aksiologi.

a. Ontologis, yaitu bahwa hakikat ilmu pengetahuan merupakan aktifitas manusia yang tidak
mengenal titik henti dalam upayanya untuk mencari dan menemukan kebenaran dan
kenyataan.

b. Epistemologi, yaitu bahwa pancasila dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya kita
jadikan ”metode berfikir”

c. Aksiologi, yaitu dengan menggunakan nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila


sebagai metode berpikir, maka kemanfaatan dan efek pengembangan ilmu pengetahuan
secara negatif tidak bertentangan dengan ideal dari pancasila dan secara positif mendukung
atau mewujudkan nilai-nilai ideal pancasila.

NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI ORIENTASI PENGEMBANGAN ILMU DI


INDONESIA

1. Ketuhanaan yang maha esa

Contoh perkembangan IPTEK dari sila ketuhanan yang maha esa adalah ditemukannya
teknologi transfer inti sel atau yang dikenal dengan teknologi kloning yang dalam
perkembangannya pun masih menuai kotroversi. Persoalannya adalah terkait dengan adanya
“intervensi penciptaan” yang semestinya dilakukan oleh Tuhan YME.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK haruslah


bersifat beradab. IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
Oleh karena itu pengembangan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi
kesejahteraan manusia. IPTEK harus diabdikan demi peningkatan harkat dan martabat
manusia.

3. Persatuan Indonesia

Pengembangan IPTEK diarahkan demi kesejahteraan umat manusia termasuk di dalamnya


kesejahteraan bangsa Indonesia. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan
rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian dari umat
manusia di dunia.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam


permusyawaratan/perwakilan

Artinya mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Artinya setiap orang haruslah
memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK. Selain itu dalam pengembangan IPTEK
setiap orang juga harus menghormati dan menghargai kebebasan oranglain dan harus
memiliki sikap terbuka. Artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan
dengan penemuan teori-teori lainnya.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pengembangan Iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan


kemanusiaan yang menyangkut keseimbangan dirinya dengan Tuhan, dengan sesama
manusia/ bangsa Indonesia, dan dengan alam lingkungannya.

Ayuri, Julian. 2015. Makalah Pancasila sebagai Paradigma Ilmu Pengetahuan.


http://julianayuri27.blogspot.co.id/2015/09/makalah-pancasila-sebagai-paradigma.html.
(Diakses pada tanggal 10 Oktober 2016)