Anda di halaman 1dari 11

Perumusan Diagnosa Keperawatan pada Lansia dengan

Masalah Komunikasi

Asuhan keperawatan gerontik menurut DepKes RI (1993) adalah kegiatan


yg bertujuan untuk memberikan bantuan, bimbingan, pengawasan,
perlindungan, dan pertolongan kepada lanjut usia secara individu, yg diberikan
oleh perawat dan untuk askep yg masih dapat dilakukan oleh anggota keluarga
atau petugas sosial non perawat.

A. Pengkajian Perawatan Gerontik


Pengkajian adalah langkah awal dalam proses keperawatan, yg meliputi
pengumpulan data, sehingga menghasilkan diagnosa keperawatan.
Adapun tujuan pengkajian: menentukan kemampuan pasien utk
memelihara dirinya, melengkapi dasar-dasar rencana perawatan
individu, memberi waktu kepada pasien untuk menjawab.
1. Pengkajian Fisik
a. Inspeksi
b. Palpasi
c. Perkusi
d. Auskultasi
2. Pengkajian Psikologi
3. Pengkajian Sosial Ekonomi
4. Pengkajian Spiritual
B. Diagnosis keperawatan Gerontik
Diagnosa keperawatan merupakan satu kesatuan dari sebuah proses
keperawatan yg menjadikan landasan untuk memberikan tindakan yang
dibutuhkan. Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan
interpretasi data yg diperoleh dari pengkajian keperawatan klien.
C. Rencana dan Intervensi keperawatan Gerontik
1. Tujuan perencanaan
2. Langkah-langkah perencanaan
D. Evaluasi
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. O DENGAN GANGGUAN HAMBATAN
KOMUNIKASI VERBAL PADA SISTEM PERSYARAFAN STROKE NON
HEMORAGIK

A.BIODATA

1. Identitas Pasien
Nama : Ny. O
Umur : 60 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Alamat: Medan
Pekerjaan : Pensiunan
Tanggal Masuk RS : 08 juni 2018 Jam : 08.00
Tanggal Pengkajian : 09 juni 2018 Jam : 15.00
Diagnosa Medis : Stroke Non Hemorogic
No Rekam Medis : 15341
2. Identitas Penanggung Jawab
Nama : Tn. T
Umur : 42 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat : Medan
Pekerjaan : Wiraswasta
Hub. dengan pasien : Anak Kandung

B. PENGKAJIAN

1. Keluhan Utama
Keluarga pasien mengatakan pasien anggota tubuh sebelah kiri lemah saat
digerakkan, bicara tidak jelas, pelo.

2. Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke Rumah Sakit B Medan bersama keluarga pasien. Keluarga
pasien mengatakan bahwa 2 jam sebelum dibawa ke rumah sakit pasien jatuh
ketika mau menuju kamar mandi, setelah jatuh tiba-tiba Ny.S sulit bicara,
bicaranya tidak jelas, bahkan tidak mampu berkomunikasi. Badan pasien
mengalami kekakuan ketika digerakkan oleh keluarga pasien, terutama bagian
badan yang kiri. Wajah pasien tampak kaku terutama bagian mulutnya
mencong ke sisi kanan. Keluarga pasien mengatakan bahwa pasien mempunyai
riwayat Hipertensi dan Diabetus Melitus.
3. Riwayat Penyakit Dahulu
Keluarga pasien mengatakan pasien belum pernah mengalami hal yang
sama, hanya saja pasien mempunyai riwayat Hipertensi dan DM.

4. Riwayat Penyakit Keluarga


Belum ada keluarga yang mengalami hal yang sama dengan pasien.

5. Pengkajian pola fungsional


a) Oksigenasi
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien dapat bernafas dengan normal,
tanpa menggunakan alat bantu pernafasan, tidak ada nafas cuping hidung.
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien dapat bernafas dengan normal,
tetapi tetap menggunakan oksigen 3lpm, tidak ada nafas cuping hidung

b) Nutrisi
1. Intake Makanan
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien makan 3X sehari dengan
nasi, lauk dan sayur dengan mandiri.
Saat Dikaji: Keluarga pasien mengatakan pasien makan 3x sehari dari
RS hanya menghabiskan ¼ porsi. Keluarga pasien mengatakan pasien
tidak mampu mengambil makanan dan memasukan kemulut.
Keluarga pasien mengatakan pasien ada kendala saat mengunyah,
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu menghabiskan
makanan, Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu makan
dalam jumlah banyak. Keluarga pasien mengatakan pasien tidak
mampu membuka mulut secara lebar, dan Keluarga pasien mengatakan
pasien tidak mampu menyiapkan makanan untuk dimakan.
2. Intake Cairan
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien minum 6-7 gelas perhari air
putih , kadang kopi dan teh manis.
Saat dikaji: Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu
mengambil gelas, keluarga mengatakan pasien minum 2-3 gelas perhari
air putih / dengan minuman yang rendah gula.

c) Eliminasi
1. BAB
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien BAB 1x sehari dengan
konsistensi lembek, berwarna kuning.
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien belum BAB selama di RS.
2. BAK
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien BAK 5-6 X sehari semalam
dengan warna kuning jernih pada malam hari bisa BAK 3-4 kali.
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien menggunakan selang kateter
ukuran 16 untuk BAKnya 650 cc sehari dengan warna kuning jernih.

d) Istirahat dan tidur


Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien tidur 7-8 jam dalam sehari,
tidak ada gangguan tidur. Kadang tidur siang 1-2 jam
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien susah tidur paling hanya 1-2
jam dalam sehari.

e) Aktivitas
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien mampu beraktifitas sendiri
tanpa bantuan keluarga dan alat bantu
Saat dikaji : keluarga mengatakan pasien tidak mampu
beraktivitas, pasien hanya tiduran saja di tempat tidur, melakukan
aktivitas dibantu keluarga dan perawat.

f) Berpakaian
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien berpakaian sendiri tanpa
Bantuan.
Saat dikaji: Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu
mengancingkan pakaian seperti biasa, Keluarga pasien mengatakan
pasien tidak mampu mengambil pakaian di lemari. Keluarga pasien
mengatakan pasien tidak mampu menggunakan sepatu, keluarga pasien
mengatakan pasien tidak mampu menggunakan kaos kaki, keluarga pasien
mengatakan pasien tidak mampu melepaskan atribut pakaian, keluarga
pasien mengatakan pasien tidak mampu melepas sepatu, Keluarga
pasien mengatakan pasien tidak mampu melepas kaos kaki, Keluarga pasien
mengatakan pasien tidak memperhatikan penampilannya, Keluarga pasien
mengatakan pasien tidak mampu menggunakan pakaian bagian bawah,
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu menggunakan resleting.

g) Menjaga Suhu Tubuh


Sebelum Sakit: keluarga mengatakan jika suhu dingin pasien menggunakan
baju tebal atau sweater, jika panas pasien menggunakan baju yang tipis
dapat menyerap keringat
Saat Dikaji: keluarga mengatakan jika suhu panas pasien tidak
menggunakan selimut dan jika suhu dingin memakai selimut.
h) Personal Hygiene
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien dapat melakukan personal
hygiene secara mandiri, mandi sehari 2x, pasien gosok gigi setiap mandi
Saat Dikaji: Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu ke kamar
mandi, Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu mengeringkan
tubuh menggunakan handuk seperti biasa, Keluarga pasien mengatakan
pasien tidak mampu mengambil perlengkapan mandi secara mandiri,
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu mengatur air mandi,
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu membasuh tubuh,
Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu melakukan perawatan
mulut dan giginya, Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu
naik ke toilet, dan Keluarga pasien mengatakan pasien tidak mampu
berdiri di toilet.

i) Aman dan Nyaman ( Menghindar dari Bahaya )


Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien merasa aman dan nyaman
sendiri bila dekat dengan anak-anak dan cucunya, pasien tidak merasa
nyaman jika sendirian dirumah
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien tidak nyaman karena lumpuh di
ekstermitas kiri, Keluarga pasien mengatakan saat kejadian pasien gelisah

j) Komunikasi
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien dapat berkomunikasi dengan
baik, berbicara sehari-hari dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Saat Dikaji: Keluarga pasien mengatakan pasien sulit bicara, Keluarga
pasien mengatakan pasien bicara tidak jelas.

k) Spiritual
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien beragama islam, pasien
melakukan sholat 5 waktu di masjid dan terkadang mengikuti pengajian
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien tidak melakukan sholat 5 waktu
setelah masuk RS

l) Rekreasi
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien tidak pernah berekreasi, pasien
hanya menonton tv sebagai hiburan dikala sedang istirahat
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien hanya berbaring ditempat tidur

m) Belajar
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien mengatakan bisa mendapatkan
informasi melalui televisi.
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien mengatakan telah mengerti
tentang penyakitnya.

n) Bekerja
Sebelum Sakit: keluarga mengatakan pasien sudah tidak bekeja.
Saat Dikaji: keluarga mengatakan pasien hanya berbaring diatas temapt
tidur.

6. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum
Kesadaran: Sopor, GCS ( E4, V2, M3 )
Suara Bicara : Sulit bicara, bicaranya tidak jelas.
TTV : TD :170/80 mmHg, N: 86x/menit S: 36˚C, RR: 16x/menit
b. Kepala: Bentuk mecochepal, terdapat nyeri tekan karena ada abses.
c. Rambut : kering, kotor
d. Telinga : bentuk normal, tidak terdapat penumpukan serumen
e. Mata
Konjungtiva : anemis
Sclera : anikterik
Pupil : isokor
Rangsang Cahaya: (+)
f. Mulut : Mencong ke sisi kanan, mukosa bibir kering, gigi sedikit kotor
g. Leher : tidak terdapat pembesaran kelenjar thyroid.
h. Dada

Paru – Paru :
Inspeksi : bentuk simetris, tidak terdapat lesi , tidak ada retraksi dinding
dada
Palpasi : Vokal fremitus simetris
Perkusi : sonor
Auskultasi: Suara nafas terdengar ronchi

Jantung :
Inspeksi : tidak ada lesi dan benjolan, IC tak tampak
Palpasi : tidak ada pembesaran jantung, IC teraba di IC V 2cm
midclavicula sinistra
Perkusi : redup
Auskultasi: reguler

i. Abdomen
Inspeksi : cekung, tidak ada jejas
Auskultasi : bising usus 18x/menit
Palpasi : tidak teraba massa, tidak ada nyeri tekan
Perkusi : timpani

j. Genetalia : terlihat kotor, memakai selang kateter ukuran:16


k. Pemeriksaan Integumen
Kulit : Pucat, turgor kulit jelek
l. Ekstermitas : Kelumpuhan di ekstermitas kiri

7. Pemeriksaan neurologi
Terdapat gangguan nervus cranialis VII ( Facialis ) dan XII (Hypoglossus)
central
8. Pemeriksaan fungsi serebral
Status mental : CM
Fungsi intelektual : tidak mampu orientasi waktu, tempat, orang
Kemampuan bahasa : afasia ringan
9. Pemeriksaan Motorik
Ekstermitas dekstra : 4 (kekuatan sedang)
Ekstermitas sinistra : 0 (tidak mampu sama sekali melakukan kontraksi)
Pemeriksaan Sensorik
Ekstermitas dekstra : normal
Ekstermitas sinistra : terjadi numbless (mati rasa)
Pemeriksaan Reflex
Ekstermitas dekstra : 2+ (normal)
Ekstermitas sinistra : 0 (tidak ada refleks)

10. Hasil Pengkajian Khusus


11. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium tanggal 09 juli 2017 jam 09.20 wib
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal
Hemoglobin 12, 1 Mg/dl 11.7-15.5
leukosit/AL 9.37 /ul 3.6-11

12. Terapi
Tanggal ..............
IVFD RL 500 cc/24 jam
Ceftriaxone 2x1g
Citicolin 2x500g
Ranitidin 2x50mg
Mecobalamin 2x250 mg
Amlodipin 1x10 mg
CPG 1X75mg
Edosterol 3x30mg
C. ANALISA DATA

No 1
Hari/Tanggal :
Jam :

Data Fokus

DS:
- Keluarga pasien mengatakan pasien sulit bicara,
- Keluarga pasien mengatakan pasien bicara tidak jelas,
- Keluarga mengatakan pasien tidak mampu orientasi 3 hal (tempat,
waktu, ruang)

DO:
- Pasien terlihat sulit bicara
- Pasien sulit mengungkapkan kata
- Pasien sulit mempertahankan komunikasi
- Pasien pelo
- Pasien sulit mengekspresikan pikiran secara verbal
-Pasien hanya mampu menganggukkan ataupun menggelengkan
kepala
- Ekstermitas: kelumpuhan di ekstermitas kanan
- Motorik
Ekstermitas dekstra: 0 (tidak mampu sama sekali melakukan
kontraksi)
Ekstermitas sinistra: 4 (kekuatan sedang)
- Sensorik
Ekstermitas dekstra: terjadi numbless (mati rasa)
Ekstermitas sinistra: normal reflex
Ekstermitas dekstra : 0 (tidak ada refleks)
Ekstermitas sinistra : 2+(normal)

Problem:
Hambatan komunikasi verbal
Etiologi:
Perubahan sistem syaraf pusat
D. Prioritas Diagnosa Keperawatan
1. Hambatan komunikasi verbal b.d. perubahan sistem syaraf pusat

E.Intervensi

Dx Keperawatan No 1
Tujuan (NOC):
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x7 jam hambatan
komunikasiverbal dapat teratasi dengan kriteria hasil:
Indikator 1 2 3 4 5
- Menggunakan bahasa yangtertulis 2 4
- Menggunakan bahasa lisan 2 4
- Menggunakan foto dan gambar 2 5
- Menggunakan bahasa isyarat
- Menggunakan bahasa non verbal 2 5
- Mengarahkan pesan pada penerima yg tepat 2 5

NIC (intervensi)

1.Libatkan keluarga untuk membantu memahami ataumemahamkan informasi


dari atau ke pasien.
Rasionalnya keluarga berpartisipasi dalam proses penyembuhan.

2. Dengarkan setiap ucapan pasien dengan penuh perhatian.


Rasionalnya mengurangi kecemasan dan kebingungan saat berkomunikasi.

3. Gunakan kata-kata yang sederhana dan pendek dalamkomunikasi


dengan pasien.
Rasionalnya memenuhi kebutuhan pasien saat berkomunikasi.

4. Dorong pasien untuk mengulang kata.


Rasionalnya memberikan semangat pada pasien agar sering melakukan
komunikasi. Berikan arahan atau perintah sederhana setiap berinteraksi
dengan pasien
Rasionalnya mengurangi kebingungan saat berkomunikasi.
5. Programkan speech language teraphy
Rasionalnya melatih pasien belajar berbicara secara mandiri, baik dan benar.
Buat kartu dengan gambargambar atau kata-kata ungkapan yang bisa
digunakan, misalnya: pindahkan kaki saya, ambilkan minuman saya
Rasionalnya memberikan kemudahan buat pasien untuk berkomunikasi.
6. Lakukan speech language teraphy setiap interaksi dengan pasien
Rasionalnya mengurangi kebingungaan pasien saat berkomunikasi.
7. Jaga lingkungan yang terstruktur dan pertahankan rutinitas pasien
(misalnya, menjamin daftar harian yang konsisten, menyediakan pengingat
dengan sering, dan menyediakan kalender serta tanda-tanda lain yang ada di
lingkungan).
8. Sesuaikan gaya komunikasi untuk memenuhi kebutuhan pasien (misalnya
berdiri didepan pasien saat bicara, mendengarkan dengan penuh perhatian,
menyampaikan satu ide atau pemikiran pada satu waktu, bicara pelan untuk
menghindari berteriak, gunakan komunikasi tertulis, atau bantuan keluarga
dalam memenuhi pembicaraan pasien).

F. Implementasi keperawatan

Dx No 1

Tgl/Jam Dx Implementasi Respon Paraf


1 Melibatkan keluarga dalam S:
memahami informasi dari O: Keluarga
atau ke membantu
pasien memahami
informasi dari atau
ke pasien
Melatih pasien berbicara S:
secara mandiri di mulai O: Pasien sudah
dengan terapi A, I, U, E, O mampu diajak untuk
berlatih dimulai dari
latihan
mengucapkan huruf
demi huruf.
Mendengarkan dengan S:
penuh perhatian apa yang O: Melakukan
diucapkan pasien komunikasi sesuai
kebutuhan pasien
G. Evaluasi Keperawatan

No Hari/Tgl Dx Evaluasi Paraf


S:
O: Pasien belum dapat menirukan apa yang
diajarkan oleh perawat.
A: Masalah hambatan komunikasi verbal
belum teratasi
Indikator 12345
Menggunakan bahasa yang 23
tertulis
Menggunakan bahasa lisan 23
Menggunkan foto dan gambar 23
Menggunakan bahasa isyarat 2 4
Menggunakan bahasa non verbal 23
Mengarahkan pesan pada penerima 2 3
yang tepat

P: lanjutkan intervensi
- Speech language theraphy