Anda di halaman 1dari 2

SKRINING PASIEN

No. Dokumen: No Revisi: Halaman:

SPO / ARK / 001 / I / 2018 A 1/2

Tanggal terbit: Ditetapkan oleh


Direktur RSU Bunda
20 Januari 2018
SPO

Dr. Hanafiah Hasan, SpOG

PENGERTIAN Suatu upaya mengidentifikasi penyakit atau kelainan pasien sehingga didapat
keterangan tentang kondisi dan kebutuhan pasien saat kontak pertama.

TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk:


1. Mengambil keputusan untuk menerima pasien rawat inap atau pasien rawat
jalan dan merujuk ke pelayanan kesehatan lainnya dengan menyesuaikan
kebutuhan pasien dengan misi dan sumber daya rumah sakit.
2. Menentukan pelayanan yang dibutuhkan : preventif, paliatif, kuratif dan
rehabilitatif dan menetapkan pelayanan yang paling tepat sesuai dengan
urgensinya.
KEBIJAKAN Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Nomor: 002 / ARK / SK / DIR / I /
2018 tentang Skrining Pasien Rumah Sakit Umum Bunda

PROSEDUR 1. Skrining dilakukan apabila pasien tiba di rumah sakit, pada saat pasien di
transportasi emergensi atau di sumber rujukan.
2. Skrining dilakukan pada area:
- Unit Rawat Jalan;
- UGD (Unit Gawat Darurat);
- Tempat Pendaftaran dan Informasi Pasien;
3. Skrining dilakukan melalui :
a. Evaluasi visual atau pengamatan;
b. Kriteria triase;
c. Pemeriksaan fisik atau hasil dari pemeriksaan fisik, psikologik;
d. Pemeriksaanlaboratorium atau diagnostik imajing sebelumnya sesuai
dengan SPO Skrining Tes Diagnostik Dasar yang Dilakukan
Sebelum Penerimaan Pasien;
SKRINING PASIEN
No. Dokumen: No Revisi: Halaman:

SPO / ARK / 001 / I / 2018 A 2/2

PROSEDUR 4. Pasien dirawat sesuai dengan kebutuhan dan penyakitnya.


LANJUTAN 5. Pasien dirujuk apabila rumah sakit tidak mampu menangani pasien karena
keterbatasan SDM maupun fasilitas serta keadaan pasien yang masih
memungkinkan untuk dirujuk.
6. Untuk keselamatan pasien, pasien dapat dirujuk terlebih dahulu sebelum hasil
tes diagnostik penunjang keluar

UNIT TERKAIT  Unit Gawat Darurat


 Tempat Pendaftaran Pasien
 Unit Rawat Jalan