Anda di halaman 1dari 6

PEMERINTAH KABUPATEN DEMAK

DINAS KESEHATAN
PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT
JL. RAYA DEMPET – GAJAH TLP. 0291 – 690499

INOVASI PELAYANAN PUBLIK PUSKESMAS DEMPET

KALIBRANTAS PARU

( KITA LIHAT DAN BRANTAS PENYAKIT PARU )

Tuberkulosi paru disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis, angka Prevalensi

penyakit tuberculosis diwilayah kerja Puskesmas Dempet tahun 2016 adalah 260

sucpek dengan BTA (+) 20. dan penderita tuberculosis paru adalah kelompok usia

produktif secara ekonomi (15-55 tahun) . Selain itu merugikan secara ekonomi

tubercolusis juga memberikan dampak buruk lainnya secara social. Saat ini analisis

penyebaran kasus tuberkolusis paru di puskesmas Dempet Masih dalam bentuk

agregasi bukan dalam bentuk pemetaan. Untuk itu diperlukan identifikasi dalam bentuk

analisis spasial. Penelitian ini untuk menganalisis asosiasi antara faktor kependudukan

dan faktor lingkungan fisik rumah.

Serta menganalisis pengaruh karakteristik wilayah dengan sebaran kasus

tuberculosis paru diwilayah kerja puskesmas Dempet,

Penyebab utama meningkatnya beban masalah tuberkolusis paru di wilayah

Puskesmas Dempet antara lain.

- Kondisi social ekonomi yang kurang baik pada berbagai kelompok

masyarakat

- Lingkungan sekitar yang kurang sehat


A. KEGIATN INOVASI KALIBRANTAS PARU ( KITA LIHAT DAN BRANTAS

PENYAKIT PARU) PUSKESMAS DEMPET

Penemuan penderita secara pasif dengan promotif aktif pada pengunjung (tersangka

atau sucpek) secara pasif tersebut didukung dengan penyuluhan secara aktif baik

oleh petugas kesehatan maupun masyarakat untuk meningkatkan cakupan

penemuan penderita tuberculosis paru.

1. Pemeriksaan pada tersangka semua orang yang kontak dengan penderita

tuberculosis paru dengan BTA positife dengan gejala yang sama , kemudian

diperiksa dahaknya meliputi 3 specimen dahak sewaktu, pagi, (SPS). Dilkaukan

selama 2 hari berturut-turut dn dahak yang terkumpul dikirim ke Laboratorium,

kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA (+)

2. menghadirkan penderita paru BTA (+) dan Suspect sebulan sekali setiap hari

Rabu

3. melalui Post TB Desa : kader mencari suspet dan mengirimkan dahak ke

Puskesmas

B. Pelaksanaan KALIBRANTAS PARU di Puskesmas Dempet :

i. Kader mengirimkan suspect TB Paru di lingkungan sekitar penderita

ii. Di beri penyuluhan dan di lakukan pemeriksaan Dahak Sewaktu dan Pagi

iii. Kontak TRYCING

iv. Pelakcaan penderita mangkir

C. Pelaksanaan KALIBRANTAS PARU di Puskesmas Dempet di

dukung oleh berbagai elemen

: Lintas Program dan Lintas Sektor

D. Sumber daya yang mendukung Pelaksanaan

KALIBRANTASPARU di Puskesmas Dempet adalah :

TIM GERAK CEPAT PUSKESMAS :

- UKP ( dr. Rochmad Suhartojo )

- Pelaksana Program TB Paru Puskesmas Dempet

- Pelaksana Program Kesehatan Lingkungan

- P2P ( Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit ) )

- Promoter ( Nur Iwan Setiawan )


- Pelaksana Program Gizi
- Laborat
E. Keberhasilan dalam Pelaksanaan KALIBRANTAS PARU di

Puskesmas Dempet

Angka prevalensi : penyakit tuberkulosis paru di Wilayah kerja Puskesmas Dempet tahun

2017 adalah 442 Sucpek dengan BTA ( + ) 34

F. KENDALA UTAMA

1. Perlu waktu lama untuk dapat melihat hasilnya


2. Perlu koordinasi secara rutin
3. Perlu pencermatan, ketelitian dan kesabaran dalam pencatatan dan pelaporan
kasus

G. Dampak Sebelum dan Sesudah Program Inovasi


- Sebelum program :

1. Resiko penularan TBC tinggi, tidak ada pembedaan pasien dengan air born

desease dengan pasien umum lainnya, ruang tunggu pemeriksaan membaur

antara penyakit non infeksi, infeksi, kunjungan sehat.

2. Tingginya penderita TB, rendahnya penemuan kasus TB Paru baru

3. Resiko penularan penyakit TB pada petugas dan pengunjung laboratorium tinggi

4. Resiko penularan penyakit TB pada petugas puskesmas tinggi

- Sesudah adanya inovasi :

1. Resiko penularan TBC menurun, ada pemisahan pasien dengan air born

desease dengan pasien umum lainnya, ruang tunggu pemeriksaan dibuat

terpisah, ruang pemeriksaan terpisah antara penyakit non infeksi, infeksi, dan

kunjungan sehat (ibu hamil, imunisasi).

2. Terpantaunya penderita TB, meningkatnya penemuan kasus TB Paru baru

dengan skrining pasien keluhan batuk lebih 2 minggu harus diperiksa BTA

3. Menurunnya resiko penularan penyakit TB pada petugas dan pengunjung

laboratorium tinggi karena pemeriksaan dan pengecatan sputum BTA terpisah

dan berada di luar gedung


H. Keberlanjutan inovasi KALIBRANTAS PARU Puskesmas
Dempet

Program “KALIBRANTAS POARU ” hanya memerlukan tehnologi tepat guna

berupa monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan, serta perencanaan untuk

mendapatkan hasil yang lebih baik sehingga sangat mungkin untuk dapat dilanjutkan.

Program ini juga mudah diterapkan oleh puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan

yang lain. Dampak yang dapat diberikan oleh program ini adalah angka kesembuhan

TBC meningkat, Drop Out pengobatan TBC rendah.

Program TBC adalah program yang memerlukan keseriusan dan kecermatan

dalam pelaksanaannya serta membutuhkan dukungan berbagai pihak baik bidang

kesehatan maupun bidang yang lain. Keberhasilan program ini akan mendukung

keberhasilan ekonomi dengan meningkatnya produktifitas penderita TBC dan

pengurangan biaya pengobatan.

Dempet , 26 Pebruari 2018

Kepala Puskesmas Dempet

Drg. Moh .Baehaqi, MM


NIP. 19710224 200212 1 003
DOKUMENTASI KEGIATAN