Anda di halaman 1dari 12

PENDEKATAN REA DALAM ORORI

OLEH :
Indah Permata Sari 14101155110089
Jernihati Daeli 14101155110069
Defa Ripani 14101155110056

AKUNTANSI 2
SISTEM INFORMASI AKUNTANISI 2
UNIVERSITAS PUTRA INDONESIA “YPTK” PADANG
BAB I
RESOURCE EVENT AGENT
(REA)

A. MODEL REA
Model data REA secara khusus dipergunakan dalam desain database
SIA sebagai alat pembuatan model konseptual yang fokus pada aspek
semantik bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi.
Model data REA memberikan petunjuk dalam desain database dengan
cara mengidentifikasi entitas apa yang seharusnya dimasukkan ke
dalam database SIA, dan dengan cara menentukan bagaimana
membuat struktur antar entitas dalam database tersebut. Model data
REA mengklasifikasi entitas ke dalam tiga kategori, yaitu: sumber
daya (resource) yang didapat dan dipergunakan organisasi, kegiatan
(event) atau aktivitas bisnis yang dilakukan organisasi, dan pelaku
(agent) yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Gambar 1.1
memberikan contoh mengenai ketiga entitas ini :

Extenal Economic
Agents
Economic Economic
Resource Events

Intenal Economic
Agents

Gambar 1.1

B. ELEMEN DALAM MODEL REA


Sumber Daya
Sumber daya(resource) adalah aset perusahaan. Sumber daya ini
didefinisikan sebagai objek yang jarang dan dibawah objek
pengendalian perusahaan . Definisi ini berbeda dengan model
tradisional karena tidak meliputi apapunyang dapat diturunkan dari
data lainya, seperti piutang usaha, yang merupakan record historis
yang hanya digumakan untuk menyimpan dan mentransmisikan data.
Harus diingat bahwa ketika berkaitan dengan perencanaan, evaluasi
,dan pengendalian peristiwa, berbagai sumber daya dalam model REA
akan meliputi lokasi tempat brbagai peristiwa sikifikan terjadi,seperti
mesin kas, record persediaan dan bagian pencatatan permintaan
Peristiwa
Peristiwa (event) ekonomi adalah fenomena yang memengaruhi
berbagai perubahan dalam sumber daya. Peristiwa dapat merupakan
hasil dari berbagai aktivitas, seperti produksi, perdagangan,
konsumsi, dan distribusi. Peristiwa ekonomi adalah elemen informasi
yang sangat penting bagi sistem informasi dan harus ditangkap
dengan sangat terperinci untuk dapat membentuk basis data lengkap.
Dalam pendekatan pemodelan REA, peristiwa dibagi menjadi tiga
kelas, peristiwa operasi, peristiwa informasi, dan peristiwa
menajemen. Akan tetapi hanya periistiwa operasi yang dimasukkan ke
dalam model REA.
Pelaku
Pelaku(agent)ekonomi adalah berbagai individu dan bagi yang terlibat
dalam sebuah peristiwa ekonomi. Mereka adalah berbagai pihak dari
dalam dan luar perusahaan yang memiliki kemampuan sendiri untuk
menggunakan atau membuang sumber daya ekonomi.

C. KEUNTUNGAN MODEL REA


1. Operasional lebih efisien
Perusahaan yang menggunakan pendekatan REA dapat merasakan
peningkatan efisiensi operasional dalam tiga hal:
a. Pendekatan REA untuk pemodelan proses bisnis akan membantu
para menajer mengidentifikasi berbagai aktivitas yang tidak
bernilai tambah yang dapat ditiadakan dari operasional.
b. Penyimpanan data keuangan dan nonkeuangan dalam basis data
terpusat yang sama dapat mengurangi kebutuhan akan berbagai
prosedur pengumpulan,penyimpanan dan pemeliharaan data.
c. Penyimpanan data keuangan dan nonkeuangan berbagai peristiwa
bisnis dalam bentuk yang terperinci akan memungkinkan adanya
dukungan untuk keputusan manajemen yang terperinci akan
memungkinkan adanya dukungan untuk keputusan manajemen
yang lebih luas kisarannya.
2. Peningkatan produktifitas
Peningkatan efisiensi opersaional dari tiap bagian melalui peniadaan
aktivitas tidak bernilai tambah akan mengasilkan kapasitas lebih.
Kapasitas tambahan ini dapat diarahkan kembali untuk peningkatan
produktivitas keseluruhan perusahaan.
3. Keunggulan kompetitif
Dengan mendukung tampilan untuk banyak pengguna, model REA
memberikan para manajer informasi yang lebih relevan, tepat waktu,
dan akurat. Hal ini akan pada pelayanan pelanggan yang lebih baik,
kualitas produk yang lebih tinggi, serta proses produksi yang lebih
fleksibel.

D. PERBEDAAN REA DENGAN ER


Entitas (entity) dalam REA dan ER disajikan dalam bentuk persegi empat,
dan terdapat garis yang menghubungkan satu sama lain. Garis yang
menghubungkan berbagai entitas dalam diagram EL diberi label kata kerja
yang menunjukkan apa yang terjadi dalam hubungan tersebut. Akibatnya,
tiap garis mewakili sebuah peristiwa model REA. Hal ini meliputi
peristiwa operasi (menerima), peristiwa informasi (membuat,
memperbarui), dan peristiwa keputusan (meninju kembali). Sebaliknya
hanya peristiwa operasi yang memiliki arti penting strategis.
Jika dalam beberapa hal model REA lebih sederhana daripada diagram
ER, model ini memberikan informasi yang lebih relevan. Pendekatan REA
memungkinkan desainer sistem untuk fokus pada berbagai peristiwa
penting yang memfasilitasi desain serta penenmpatan pengendalian.
Diagram ER adalah alat pemodelan data yang memungkinkan perusahaan
memastikan adanya keselarasan antara berbagai proses bisnis serta tabel
basis data tempat data yang berkaitan dengan berbagai proses bisnis
tersebut disimpan. Tujuan utama adalah untuk mengidentifikasi berbagai
atribut data yang mewakili tampilan konseptual pengguna yang harus
didukung oleh tabel-tabel dasar.
Model REA menunjukkan tempat perusahaan dapat merencanakan,
mengevaluasi dan mengendalikan berbagai situasi peristiwa operasi
penting dalam proses bisnis. Karena REA berfokous pada berbagai
aktivitas bisnis, maka model ini berorientasi pada peristiwa
Manfaat keunggulan kompetitif REA hampir dapat dengan jelas dilihat
jelas dari perspektif rantai nilai. Kelemahan utama adalah sistem ini
terutama mendukung kebutuhan pengguna informasi keuangan. Selain itu,
sistem ini digerakkan oleh ekonomi dan tidak responsif terhadap peristiwa
nonekonomi yang dapat sangat penting artinya bagai perusahaan.

E. PENGEMBANGAN MODEL REA


Sebelum mengembangkan model REA, berbagai peristiwa harus
diklasifikasikan sebagai:
1. Peristiwa operasi, yaitu aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa.
2. Peristiwa informasi, yaitu aktivitas yang berhubungan dengan
pencatatan, pemeliharaan, dan pelaporan informasi.
3. Peristiwa keputusan/manajemen, yaitu aktivitas yang mengarah pada
pembuatan keputusan dan implementasinya.
Peristiwa informasi menghasilkan informasi yang memungkinkan
keputusan dibuat. Peristiwa ini meliputi tindakan pencatatan,
perbaikan, pembaruan, atau pemeliharaan.
Berikut ini adalah contoh dari peristiwa informasi:
 Mencatat data pelanggan baru,
 Memperbarui record persediaan setelah adanya penjualan,
 Memperbaiki perincian pelanggan yang berubah alamatnya,
 Membuat perkiraan biaya untuk produk baru
 Membuat laporan peringkat kredit atas berbagai pelanggan yang
berpotensi,
 Membuat analisis data pelamar kerja dalam perusahaan,
 Membuat faktur pekerjaan,
 Membuat pesanan pembelian, dan
 Membuat laporan kinerja per divisi
Berbagai tahap yang dilibatkan dalam mengembangkan model REA dalam
sebuah proses bisnis. Tahap ini meliputi :
1. Mengidentifikasi berbagai peristiwa operasi yang akan dimasukkan
dalam model tersebut. Peristiwa tersebut adalah peristiwa operasi yang
menjadi hal penting, dan yang ingin dikumpulkan lebih jauh
informasinya. Biasanya, peristiwa ini adalah peristiwa yang memiliki
arti penting strategis bagi perusahaan tersebut
2. Mengatur peristiwa operasi ke dalam urutan kejadian
3. Mengidentifikasi berbagai sumber daya dan pelaku yang dilibatkan di
tiap peristiwa operasi
4. Mengidentifikasi hubungan antarberbagai sumber daya, peristiwa, dan
pelaku ini
5. Menetapkan hubungan entitas dengan menetapkan kardinalitas ke
semuanya

Model REA dapat digunakan untuk menetapkan atribut (attribute) entitas.


Berikut ini fenomena akuntansi yang berhubungan dengan proses ini.
1. Peristiwa operasi dalam proses tersebut memasukkan permintaan
persediaan, memasukkan pesanan, dan menerima persediaan.
2. Persediaan bahan baku adalah sumnber daya ekonomi yang
terpenngaruh oleh peristiwa
Tabel Persediaan
Jumlah Des Guda Jumlah Titik Jumlah Nomor Nomor Biaya
barang kripsi ng yang pemesanan pemesanan PO pemasok unit
dimiliki kembali

3. Pelaku utama adalah staf administrasi bagian perencanaan dan


pengendalian produksi, staf pembelian, pemasok, staf administrasi
bagian penerimaan, dan staf administrasi bagian gudang
Tabel Pembelian barang
Nomor Jumlah Harga Jumlah Total harga
faktur barang Pembelian
4. Peristiwa penjualan adalah proses menerima pesanan dari pelanggan,
mengambil persediaan barang jadi, dan mengirimkan persediaan.
Tabel Pelanggan
Nomor Nama Alamat Kota Telepon Kode Batas
pelanggan Pelanggan Pos Kredit

Tabel Penjualan
Nomor Nomor Jumlah Tanggal Tanggal Tanggal Tanggal Nomor
faktur pelanggan faktur penjuala pengiriman jatuh pembayaran pengiriman
n tempo uang

Tabel Pengiriman
Nomor BOL Nomor faktur Tanggal Kode
pengiriman pengiriman

5. Persediaan barang jadi adalah sumber daya ekonomi yang dipengaruhi


oleh peristiwa penjualan
6. Pelaku utama adalah staf administrasi bagian penjualan, pelanggan,
staf adminnistrasi bagian gudang, dan staf administrasi bagian
pengiriman
Tabel Penerimaan Pembayaran
Nomor slip Nomor pemeriksaan Jumlah Harga
pengiriman pelanggan total

Kebutuhan data berbagai proses bisnis lainnya seperti produksi,


penerimaan kas, dan sebagainya, akan didapatkan melalui cara ini dan
digabungkan untuk menghasilkan skema umum dari kebutuhan data.
Kebutuhan akutansi dan non akuntansi akan memberikan kontribusi pada
basis data secara umum. Dalam proses menggabungkan kebutuhan data
merupakan hal penting untuk mengetahui dan meniadakan redunsi dari
model model tersebut.
BAB II
ORORI

A. TENTANG ORORI
ORORI merupakan pelopor penjualan perhiasan online di Indonesia
yang telah berdiri sejak tahun 2004. Nama ORORI berasal dari kata
“ORO” yang berarti emas dalam bahasa Italia, dan kata “Ri” yang
merupakan kependekan atau akronim dari Ring. Logo ORORI adalah
sebuah kotak hijau yang merupakan representasi dari kotakcincin.
Sesuai dengan logo tersebut, fokus utama ORORI adalah
menghadirkan keindahan perhiasan berkualitas tinggi disertai dengan
pelayanan yang memuaskan untuk pelanggan di Indonesia. Jenis
perhiasan yang ORORI hadirkan antara lain cincin pernikahan, cincin
pertunangan, cincin pria, anting, kalung, liontin, gelang tangan, gelang
kaki dan paket perhiasan. ORORI juga melayanai pemesanan custom-
made jeweley (desain sendiri). Selain itu, ORORI juga menghadirkan
batu berlian bersertifikat GIA dan logam mulia ANTAM serta PAMP
untuk investasi.

Perhiasan dari ORORI dibuat dengan metode CAD (Computer Aided


Design), atau proses desain perhiasan menggunakan alat berbasis
komputer sehingga perhiasan yang dibuat lebih terjaga kualitasnya.
Selainitu, ORORI juga menggunakan 3D printer dalam membuat
perhiasan sehingga memberikan hasil jadi lebih akurat. Tentusaja,
perhiasan berkualitas dari ORORI tersebut bisa didapatkan tanpa perlu
repot keluar rumah karena Anda bisa membelinya secara online melalui
website www.orori.com

B. CARA PEMASARAN

C. CARA PEMBELIAN
1. Pilih Perhiasan, jika sudah menemukan produk yang sesuai klik
“beli sekarang”
2. Cek keranjang belanja anda, klik tombol “cart” lalu klik tombol
“check out” jika ingin melanjutkan proses pembelian

3. Untuk melanjutkan pembelian, masukkan alamat email dan kata


sandi jika anda memiliki akun “ORORI”, jika tidak memiliki akun
anda bisa memasukkan alamat pengiriman terlebih dahulu dan
lanjutkan proses pembelian dengan memilih metode pengiriman
dan pembayaran.
4. Pilih metode pengiriman (JNE, RPX, PopBox) dan pembayaran
(transfer bank, kartu debit atau kredit berlogo Visa atau Master
Card , mobike banking, CIMB click, Mandiri click, klik BCA. ORORI
memberikan fasilitas gratis ongkos kirim untuk pembelian
minimal Rp 3.000.000,-

5. Konfirmasi pesanan apakah pesanan telah sesuai dan klik


“Konfirmasi Pesanan” untuk menghindari pembatalan secara
otomatis.