Anda di halaman 1dari 11

PEMERINTAH KABUPATEN GARUT

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMASCISURUPAN
Jalan Raya Cisurupan No 27 Garut,Telp (0262)281001
E.mail : Blud.pkmcisurupan@gmail.com

FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA)

UNIT KERJA : Poli Gigi UPT Puskesmas Cisurupan

TIM FMEA

Pimpinan Tim : Dr. Dessy Mira Vitaloka

Anggota : Budiawan

Eti Nurani

Petugas Notulen : Eti Nurani

 Pimpinan Tim adalah PMKP Puskesmas Dr. Dessy Mira Vitaloka


 Anggota Tim adalah Ketua Pokja UKP, PJ Pelayanan,
 Koordinator Poli gigi Puskesmas Cisurupan
 Notulen adalah Perawat Gigi

Tujuan Pembentukan Tim FMEA

Melakukan penilaian, analisis dan menyusun rekomendasi perbaikan terhadap prosedur


Pelayanan Gigi.

Tanggung Jawab Tim

a. Melakukan analisis
b. Menyusun rekomendasi perbaikan
c. Melaksanakan perbaikan prosedur (jika ada)
I. ALUR PROSES YANG DIANALISA: Pelayanan Gigi

Menerima Kartu Rekam Medik


Dari petugas pendaftaran

Anamnesa

Pasien di periksa Tekanan


Darah dan keadaan gigi
dan mulut

DIAGNOSA

Tindakan Terapi Rujukan


Eksternal
Inform
consent Form
Rujukan
DHE

Pemberian
Resep

Dokumentasi Buku
(petugas) register

Selesai
II. IDENTIFIKASI FAILURE MODE

-RM numpuk tidak ada


no.antrian
- Kartu rekam medik lama
hilang

Petugas membuka PETUGAS SALAH


RM lalu MENGANAMNESA
memangil px

Px menolak rujukan krn masih


suka tindakan di Pusk i,sehingga
terpaksa petugas melakukan Petugas meng
anamnesa px Px anak tdk kooperatif, membuat
tindakan meski tidak optimal pemeriksan tdk max
Px dewasa takut jarum,,gagal
tindakan
Px tidak bisa membedakn antara
Petugas melakukan sakit dan linu
Riwayat peny.tidak ditanyakan
pemeriksaan
Form rujukan
Intern/extern

Informasi tidak
Petugas lengkap dan tidak
melakukan,diagnosa Inform dipahami pasien
consent
Sakit sesudah
ditambal krn ada Tindakan Tindakan -Perdarahan pasca
caries sudah dalam tumpatan pencabutan pencabutan sehingga dokter
therapi
gigi gigi harus menghentikan perdara
terlebih dahulu
-anaphyilaktik shock pada
pasien baru akibat dari
Pemberian DHE psikis.
Petugas salah -Fraktur akar karena gigi
meberikan resep DHE tidak
rapuh & px tdk mau dirujuk
karena tertukar dipahami
sehingga petugas menunda
dengan pasien lain maksimal
tindakan & diberi obat.
Pemberian Obat pasien
Menghambat tindakan jadi
tdk maximal

Obat tidak
tepat
Dokumentasi
Salah
dokumentasi

selesai
III. TUJUAN MELAKUKAN ANALISIS FMEA
Analisis FMEA di Poli Gigi dilakukan untuk mengenali/mendeteksi kegagalan/kesalahan
yang mungkin akan timbul serta akibatnya dan mengenali penyebab terjadinya sebelum
menjadi masalah yang berbahaya di Poli gigi bagi pasien dan karyawan.

IV. IDENTIFIKASI AKIBAT JIKA TERJADI FAILURE MODE UNTUK TIAP-TIAP


FAILURE MODE

No Failure Mode Efect/Akibat


.
Terjadi Penumpukan pasien
1 Pasen lama menunggu tidak
dipanggil,pasien marah
Kartu rekam medik pasien lama hilang
2. Riawayat penyakit gigi terdahulu
tidak diketahui
Pengisian kartu RM pasien tidak lengkap
3 Pelayanan jadi lama
Pasien anak tidak kooperatif Membuat pemeriksan tidak
4
maksimal

Pasien dewasa takut jarum


5 Gagal tindakan
Pasien tidak bisa membedakan antara sakit
6 Salah tindakan pada penambalan
dan linu

Pasien tidak mengetahui alergi obat anasthesi


7 Shock anafilaktik waktu tindakan
anasthesi

8 Pasien menolak dirujuk ingin ditindak Tindakan kurang maksimal bisa


dipuskesmas fraktur akar gigi

9 Pasien mengeluh setelah ditambal Pasien sakit karena salah tindakan


tambalan

10 Pendarahan pasca pencabutan Kerusakan jaringan pembuluh darah

11 Fraktur pasca pencabutan pasien menolak Akar gigi masih tertinggal disoket
dirujuk sehingga bisa terasa sakit
Tindakan tidak maksimal dan lama

12 Petugas salah memberikan resep karena Salah obat yang diberikan


tertukar dengan pasien lain

13 Pemberian obat tidak tepat Pasien tidak sembuh

14 DHE tidak dipahami Bisa terjadi komplikasi akibat


kesalahantindakan pasien dirumah

15 Salah Dokumentasi Data pasien tidak akurat,


dokumentasi tidak lengkap
V. IDENTIFIKASI PENYEBAB DARI TIAP FAILURE MODE DAN UPAYA YANG
TELAH DILAKUKAN UNTUK MENGATASI FAILURE MODE

No Failure Mode Penyebab Upaya yang ada

1 Terjadi Penumpukan pasien Pasien tidak menyerahkan No. Dibuat petunjuk alur pelayanan
Antrian, pasien minta dilayani pasien di depan poli gigi
terlebih dulu

2 Kartu rekam medik hilang Penyimpanan kartu RM kurang - Petugas pendaftaran mencari
tertib kembali kartu rekam medik
- Dibuatkan kembali kartu
RM baru
- Dilihat kembali riwayat
penyakit gigi di buku
regisrter gigi
Pengisian kartu RM pasien tidak
3 Petugas tidak tetiliti menanyakan Mengisi kartu Rekam Medik
lengkap
ke pasien lebih lengkap

4 Pasien Anak kurang kooperatif Anak takut Petugas mengarahkan kepada


sehingga petugas tidak maksimal orang tuanya supaya kooperatif
Orang tua tidak memberi
melakuan tindakan
pengetahuan pada anaknya

5 Pasien dewasa takut jarum gagal Psikis pasien Diberi obat dan Dental Healt
tindakan education (DHE)

6 Pasien tidak bisa membedakan Psikis pasien Mendiagnosa ulang


sakit dan linu sehingga salah
Penambalan ulang
tindakan penambalan
Pasien tidak mengetahui alergi
7 Petugas kurang teliti Menyiapkan obat-obat
obat anasthesi
emergensi untuk pananganan
Petugas tidak menanyakan
reaksi alergi
riwayat penyakit pasien

8 Pasien menolak untuk dirujuk Paskes selanjutnya terlalu jauh Dilakukan tindakan
dipuskesmas tapi kurang
Puskesmas masih buka
maksimal

9 Pasien mengeluh setelah ditambal Salah tindakan penamabalan Mengganti kembali tambalan
tetap
Diberi obat anti nyeri

10 Pendarahan pasca pencabutan Keruksakan jaringan terlalu luas Penanganan pendarahan


Pemberian spongostan
Pemberian VIT K

11 Fraktur pasca pencabutan pasien Gigi terlalu rapuh Dianjurkan untuk kembali
menolak dirujuk satu bulan lagi dan kontrol
secepatnya bila sakit

12 Petugas salah memberikan resep Kartu rekam medik dan resep Dibuat nomor antrian kartu
karena tertukar dengan pasien lain tertumpuk tanpa antrian rekam medik
Resep dibuat diruangan gigi

13 Pemberian obat tidak tepat Resep tidak sesuai dengan Telaah resep dan rekam medik
kondisi riwayat penyakit pasien,
catatan riwayat

14 DHE tidak dipahami Kendala bahasa Membuat buku saku istilah /


bahasa daerah

15 Salah Dokumentasi Catatan RM tidak lengkap Pengisian RM lengkap dan


terbaca
VI. PERHITUNGAN RPN

Tahapan Failure mode akibat S (Severity) O(occuren D RPN


proses ce)kemung Kemudaha (SxOxD)
Tingkat
kinan n dideteksi
keparahan
terjadi

Petugas poli Terjadi Keluarga/


gigi menerima penumpukan pasien marah
pasien gigi. pasien

Petugas poli 1 Kartu RM Riwayat


gigi membuka yang lama penyakit
kartu RM hilang terdahulu tidak
diketahui

3
VII. FAILURE MODE YANG AKAN DISELESAIKAN

Berdasarkan nilai RPN diambil cut off point yaitu point 1 sampai dengan 5

No. Failure mode akibat S O D RPN %


(Severity) (kemungkinan Kemudahan (SxOxD)
terjadi) dideteksi

10

11

12

VIII. RENCANA TINDAK LANJUT UNTUK MENGATASI FAILURE MODE

Tahapan Failure akibat S O D RP Kegiatan yang Penanggung Waktu


proses mode N direkomendasikan jawab
(Sx
Ox
D)

Dokter menulis 4 Tulisan Salah obat, 10 6 2 120 5 Petugas Farmasi Penanggung 13April
Resep tidak dosis, mengecek resep Jawab 2018
jelas di frekwensi dan dengan seksama Farmasi
baca rute
6 Jika Petugas tidak Pet. Farmasi ,
13April
bisa membaca Penulis
2018
maka konfirmasi Resep
ulang ke dokter
Pet. Farmasi
7 Koreksi
16 April
SOPPelayanan
2018
Resep

8 Perminta Salah dosis, 8 6 2 96 9 Petugas Farmasi Penanggung 13 April


an frekwensi dan mengecek resep Jawab 2018
incompl rute dengan seksama Farmasi
ete
10
11 Petugas konfirmasi Petugas 13 April
ulang ke dokter Farmasi, 2018
Penulis
12
Resep
13
14
15 Koreksi SOP Petugas 16 April
Farmasi, 2018

16 Obat Pasien 1 2 2 4 Sosialisasi obat yang Penanggung 16 April


tidak membeli obat ada di Puskesmas Jawab 2018
sesuai di luar Farmasi
formular
ium

17 Penggun Salah obat, 8 1 2 16 Membuat pedoman Pj. Admen, 18 April


aan dosis pembakuan singkatan UKP dan 2018
singkata obat yang telah Mutu
n yang disepakati dan
tidak ditetapkan oleh Ka.
jelas Puskesmas dan
kemudian
disosialisasikan

Resep diterima
Pasien/keluarga
Pasien

Resep  Resep Tidak 2 1 2 Penulis resep Penanggung 13 April


lupa mendapat obat mengingatkan kembali Jawab 2018
diserahk 4 kepada pasien agar Farmasi
an menyerahkan resep ke
bagian farmasi

 Diletakk Tidak 2 10 2 40 Membuat petunjuk Penanggung 13 April


an bukan mendapat tempat menyimpan Jawab 2018
pada obat, resep yang mudah Farmasi
tempatn mengantri dilihat oleh pasien
ya lebih lama

 Resep Tidak 2 5 2 20 Menyediakan tempet Penanggung 13 April


jatuh/hil mendapat penyimpanan resep Jawab 2018
ang dari obat, yang baik dan tidak Farmasi
wadahny mengantri menyebabkan resep
a lebih lama, tercecer.
harus meminta
Frekwensi Penanggung 13 April
resep dari
pengambilan resep di Jawab 2018
ruang
tempat resep oleh Farmasi
pelayanan
petugas di persering
kembali

Petugas Kesalahan Salah obat, 10 5 3 150  Petugas farmasi Penanggung 13 April


telaah dosis, dapat sedang rapat atau Jawab 2018
Ruang Farmasi
resep menimbulkan ada pekerjaan lain, Farmasi
Efek Samping lalu di bagian
farmasi diganti oleh
petugas lain yang
tidak berkopetensi
di bidang farmasi
 Jumlah petugas Penanggung
pada jam padat Jawab
diusahakan cukup Farmasi
 Memasang Penanggung
pengumuman agar Jawab
pasien sabar Farmasi
mengantri
 Bertanya pada Penanggung
teman atau dokter Jawab
jika ada yang tidak Farmasi
dimengerti
 Koreksi SOP Penanggung
Jawab 16 April
Farmasi 2018
Kesalahan Salah obat dan 8 2 2 32 Menyarankan kepada Petugas 13 April
meracik dosis pemeriksa untuk Farmasi dan 2018
menulis resep dengan Penulis
jelas, Resep
Petugas farmasi Petugas
mengkonfirmasi dosis Farmasi dan
obat kepada penulis Penulis
resep Resep

Mempersiapkan
obat

Membuat Etiket Penulisan Salah dosis, 8 4 2 64  Jumlah petugas Penanggung 13 April


etiket salah frekwensI dan pada jam padat Jawab 2018
rute diusahakan cukup Farmasi
 Memasang Penanggung
pengumuman agar Jawab
pasien sabra Farmasi
mengantri
 Bertanya pada Penanggung
teman atau dokter Jawab
jika ada yang tidak Farmasi
dimengerti
 Petugas Farmasi Penanggung
lebih teliti dalam Jawab
membaca Resep Farmasi
 Koreksi SOP Penanggung 16 April
Jawab 2018
Farmasi

Memeriksa
kesesuaian
resep, obat,
etiket

Pasien/keluarga Menyerahk Salah obat, 10 3 3 90  Menggunakan Penanggung 13 April


pasien an obat Keracunan, pengeras suara Jawab 2018
menerima obat pada KPC, KNC Farmasi
pasien/ora
ng yang  Menggunakan Penanggung 13 April
salah pengecekan Jawab 2018
identitas minimal Farmasi
dengan 2 identitas
seperti nama,
alamat, umur dll
Petugas
 Koreksi SOP 16 April
Farmasi 2018

Informasi Salah cara 2 3 2 12 Bekerja sesuai SOP Penanggung 13 April


obat yang mengkonsums Jawab 2018
Mengisi form PIO
tidak jelas i obat, hasil Farmasi
secara langsung saat
tidak baik
penyerahan resep

MODUS RPN KUMULATIF PERSENTASE


KEGAGALAN / KUMULATIF
KESALAHAN
Kesalahan telaah resep 150 150 23,15

Tulisan tidak jelas di 120 270 41,66


baca

Permintaan incomplete 96 366 56,48

Menyerahkan obat 90 456 70,37


pada pasien/orang
yang salah

Penulisan etiket salah 64 520 80,25 CUT OFF


POINT
Diletakkan bukan pada 40 560 86,42
tempatnya

Kesalahan meracik 32 592 91,35

Resep jatuh/hilang dari 20 612 94,44


wadahnya

Penggunaan singkatan 16 628 96,91


yang tidak jelas

Informasi obat yang 12 640 98,76


tidak jelas

Resep lupa diserahkan 644 99,38


4

Obat tidak sesuai 4 648 100


formularium

IX. PELAKSANAAN KEGIATAN DAN EVALUASI

Pelaksanaan FMEA di Bagian Farmasi Puskesmas Cisurupan diawali dengan


menetapkan area prioritas, lalu memilih bagian farmasi kemudian membuat laporan
FMEA, langkah pertama yang dilakukan adalah membentuk tim FMEA.
- Tim FMEA menganalisa alur proses pelayanan resep
- Setelah dianalisa dan ditemukan indikasi kesalahan lalu TIM FMEA
mengidentifikasi failure mode berikut juga dengan akibat yang ditimbulkan jika
terjadi failure mode tersebut.
- Lalu Tim FMEA melakukan identifikasi penyebab dan upaya yang akan
diklakukan untuk mengatasi failure mode tersebut dengan perhitungan RPN,
menentukan Cut OFF Point dan menyusun RTL untuk mengatasi failure Mode
Tersebut.
- Lalu Tim FMEA melakukan Monitoring dan Evaluasi secara continue selama
kurang lebih 3 bulan, dan jika terulang failure mode tersebut, maka akan
dilakukan FMEA ulang.

X. Prosedur Yang Baru Sebagai Hasil Dari Analisis Fmea: Pelayanan Farmasi

1. Dokter menuliskan resep


2. Resep diserahkan pada pasien/keluarga pasien
3. Resep diserahkan ke farmasi dengan meletakkan resep pada wadah yang telah
disediakan oleh petugas
4. Petugas farmasi melakukan telaah resep dan apabila ditemukan masalah maka
petugas mengkonfirmasi ulang pada penulis resep
5. Apabila ditemukan tulisan yang kurang jelas petugas mengkonfirmasi ulang pada
penulis resep
6. Petugas menyiapkan obat
7. Petugas membuat etiket dengan berpedoman pada resep yang berisi :
a. Tanggal dibuat etiket (tanggal resep dilayani)
b. Nomor resep
c. Nama Pasien
d. Aturan pemakaian obat (interfal pemakaian)
e. Cara pakai
8. Petugas memeriksa kesesuaian antara resep, obat dan etiketnya sebelum
diserahkan ke petugas loket obat
9. Etiket obat yang diminum berwarna putih sedangkan yang berwarna biru untuk
obat luar dan injeksi
10. Petugas di loket obat memeriksa kembali kesesuaian resep, obat dan etiket
11. Petugas memanggil pasien
12. Petugas mengidentifikasi pasien dengan cara mengkonfirmasi minimal dengan
dua identitas seperti nama, alamat (Rt/Rw), umur, nama kepala keluarga dan lain-
lain
13. Apabila pasien telah teridentifikasi dengan baik maka petugas menyerahkan obat
pada pasien/keluarga pasien.
14. Obat diserahkan pada pasien dengan diberikan penjelasan yang cukup, minimal
cara pakai obat.
15. Untuk pasien tertentu dilakukan konseling oleh apoteker.
16. Melakukan Pemberian Informasi Obat oleh Apoteker atau TTK
17. Membuat laporan indikator keberhasilan Failure Mode : ( Monitoring setiap
failure Mode ).

Mengetahui Cisurupan, 11 September 2018


Ka. Puskesmas Cisurupan Ketua Tim Keselamatan
Pasien
Puskesmas Cisurupan

Wawan,. SKM Dr. desssy Mira VitalokM


NIP. 196305101985031017