Anda di halaman 1dari 2

Perbedaan Insisi dan Eksisi


Insisi
Insisi adalah operasi yang dilakukan dengan menembus benjolan. Ia
dilakukan padaabses atau kelainan curiga ganas. Bagi abses, tujuannya
adalah pengobatan
denganm e n g e l u a r k a n n a n a h . B a g i k e l a i n a n c u r i g a g a n a s u n t u k d i a g
n o s a d a n d i s e b u t j u g a sebagai biopsi insisi.

Eksisia.Eksisi adalah pengambilan seluruh benjolan tanpa menyentuhnya.
Ia
dilakukan pada benjolan baik jinak atau ganas. Bagi curiga jinak seperti FAM( f i b r
o a d e n o m a i a a d a l a h t i n d a k a n p e n ye m b u h a n s e d a n g k a n c u r i g a g a
n a s , diagnosa. b.Eksisi luas adalah pengambilan benjolan dengan mengikutkan satu l
apis jaringan disekelilingnya. Ia dilakukan hanya untuk benjolan yang sudahdipastik
an keganasannya untuk menyembuhkan misalnya mastektomi radikal( g a m
b a r . ! a d a g a m b a r t e r l i h a t b a h " a b e r s a m a p a yu d a r a , o t o t
d a d a j u g a diangkat. #elain menyembuhkan atau kuratif, ia juga dapat bersifat semi
kuratif atau membutuhkan pengobatan lain untuk sembuh seperti
kemoterapi
atau penyinaran. $eseksi kompartemen adalah mengangkat satu kompartemen dari pa
ngkal sampai ke ujungnya. Ia dilakukan hanya pada benjolan yang sudahdipastikan
keganasannya untuk penyembuhan

EKSTIRPASIDefinisi
Ekstirpasi adalah tindakan pengangkatan seluruh massa tumor beserta kapsulnya.
Indikasi

Kista Aterom.
Kista aterom adalah kista retensi dari kelenjar sebasea akibat penutupan saluran pori
rambut yang terdiri dari kapsul jaringan ikat padat dengan isimengandung banyak
lemak seperti bubur.Pada pemeriksaan tampak sebagai tonjolan bulat, superfisial-
subkutan, lunak-kenyal.Isi aterom kadang-kadang dapat dipijat keluar. Predileksi
di bagian tubuh yang berambut (kepala, wajah, belakang
telinga, leher, punggung, dan daerah genital).Kista ini mempunyai diagnosis banding
kista epitel, fibroma, lipoma.
Tindakan
o Ekstirpasi total dengan
eksisi
pada daerah bekas muara kelenjar, dengan indikasikosmetik, rasa nyeri,
menggangguo Insisi dan drainase bila ada infeksi atau abses

Alat dan Bahan


o Lidokain 2%o Spuito Pisau
insisi
(skapel)o Pinseto Gunting jaringano Klem jaringano
Needle holder
o Jarum dan benang
Teknik
1. Bersihkan daerah operasi (daerah kulit di atas kista)2.
2. Lakukan anestesi lokal (blok/infiltrasi) pada daerah operasi
3. Eksisi kulit di atas
kista berbentuk bulat telur (elips) runcing dengan arah sesuaigaris lipatan kulit.
Panjang dibuat lebih dari ukuran benjolan yang teraba dan lebarkulit yang di
eksisi ¼ garis tengah kista tersebut
.4. Gunakan gunting tumpul untuk melepaskan jaringan subkutan yang
meliputi kista, pisahkan seluruh dinding kista dari kulit.
5. Usahakan kista tidak pecah agar dapat diangkat kista secara in-toto. Bila kista
telah pecah keluarkan isi kista dan dinding kista. Jepit dinding kista
dengan klemdan gunting untuk memisahkannya dengan jaringan kulit.
6. Jahit rongga bekas kista dengan jahitan subkutaneus
7. Jahit dan tutup luka operasi
Komplikasi
Kista residif