Anda di halaman 1dari 15

3.1.

SYRINGE PUMP

3.1.1 Pengertian
Syringe pump adalah salah satu peralatan kesehatan yang berfungsi
untuk memberikan obat melalui pembuluh darah balik atau vena dengan
cara mendorong batang alat suntik agar dapat mengeluarkan rentang aliran
berskala mikroliter sampai milliliter per menit secara berkala, dengan
ketelitian tinggi dalam pemberian dosis ke tubuh pasien.

3.1.2 Prinsip kerja

Prinsip kerja syringe pump adalah mengatur laju cairan yang


dimasukan ke dalam tubuh dengan satuan ml/jam. Alat ini menggunakan
motor stepper sebagai tenaga penggerak/pendorong syringe yang berisi
cairan obat, serta sistem mikrokontroller yang berfungsi sebagai
pengontrolan dalam penginjeksian cairan obat ke tubuh pasien, sensor, dan
alarm.

3.1.3 Blok diagram


Pada diagram blok syringe pump menggambarkan sistem syringe
pump secara keseluruhan dan hubungan antara rangkaian pendukung
dengan rangkaian minimum sistem mikrokontroler. Pemberian angka
pada diagram blok syringe pump tersebut dimaksudkan untuk
mengetahui prioritas kerja pada rangkaian penyusun syringe pump.
Adapun penjelasan mengenai diagram blok syringe pump yaitu :

1. Push button untuk menentukan jumlah obat yang akan diinjeksikan


pada pasien dengan rentang volume dari 1 ml hingga 50 ml serta untuk
menentukan flow rate proses penginjeksian obat dengan laju 1 ml/jam
hingga 50 ml/jam.

2. LCD digunakan sebagai tampilan volume (ml) dan flow rate (ml/jam)
penginjeksian obat.

3. Saat proses injeksi dimulai, driver motor berfungsi untuk menguatkan


arus kendali dari mikrokontroler ke motor stepper.

4. Mikrokontroler akan menggerakkan motor stepper dengan driver motor


sesuai dengan masukan volume dan flow rate.

5. Optocoupler mendeteksi putaran motor stepper untuk mengetahui


jumlah cairan obat yang telah diinjeksi. Selama mekanisme pompa
berjalan, sensor nearly empty mendeteksi volume akhir obat yang
diinjeksikan dan sensor oklusi mendeteksi adanya penyumbatan selama
proses injeksi.
6. Jumlah count yang telah dideteksi oleh optocoupler dikirim ke
mikrokontroler untuk dibandingkan dengan input volume. Selama
proses ini, sensor nearlu empty dan sensor oklusi mengirimkan data bit
hasil ADC ke mikrokontroler untuk diproses adanya indikasi error.

7. Mikrokontroler mengolah data-data bit yang diterima dari sensor


optocoupler, nearly empty, dan oklusi. Alarm akan berbunyi jika nilai
counter yang dideteksi optocoupler sama dengan input volume, sensor
nearly empty mendeteksi volume akhir cairan obat, atau sensor oklusi
mendeteksi adanya penyumbatan tekanan di pembuluh darah yang
nilainya telah ditentukan.

3.1.4 Spesifikasi syringe pump BenFusion SP5

Nama Alat : Syringe Pump


Merk : Mindray
Tipe : BeneFusion SP5
Buatan : China
Klasifikasi : Tipe CF, Kelas I
Tegangan Input : 100-240 V~, 50/60 Hz, 0.53-0.28 A. DC
Voltage 10-16 V
2.25-1.5 A.
Battery : Waktu penggunaan >9jam @25 ml/jam
Pengisian baterai sampai full < 6jam
Temperature : Untuk penggunaan 5-40°C
Untuk tempat penyimpanan -20-60°C

3.1.5 Bagian-bagian alat


Keterangan fungsi :

1. Layar : untuk menampilkan parameter syringe dan menu lainya.

2. Keypad : untuk tombol pengontrol arah kanan,kiri,bawah, dan atas.

3. Clear : berfungsi untuk tombol back/kembali.

4. Start : untuk memulai proses kerja syringe.

5. Bolus/purge : berfungsi untuk melancarkan/mempercepat aliran apabila ada


gelembung yang menghambat di selang.

6. On/off : berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan alat.

7. Slider : berfungsi untuk mendorong syringe plunger.

8.OK : berfungsi untuk mengkonfirmasi suatu perintah pada menu.

9. Stop : berfungsi untuk menghentikan proses kerja syringe.


10. Silence alarm : untuk mematikan bunyi alarm.

11. Menu : terdapat berbagai mode yang dapat disetting.

12. Alarm light : sebagai lampu notifikasi alarm.

3.1.6 Standar Operasional Prosedur

1. Siapkan unit beserta aksesoris dan Syringe set yang akan digunakan
2. Sambungkan power cord ke unit dan sambungkan ke listrik PLN 220V
3. Tekan tombol power on (6) untuk menghidupkan alat maka unit akan
menyala dan akan melakukan “system self test” yang ditampilkan screen /
layar (1).

4. Akan muncul tulisan “Installation Guide” pada screen / layar (1), dan
setelah itu tarik “door lock / pengunci pintu” secara perlahan untuk
memasukkan syringe set yang sudah disiapkan.

5. Setelah Syringe set terpasan3g, tutup pintu pada alat dan dorong pintu
secara perlahan
6. Akan muncul “Syringe selection” yang akan tampil di screen/layar (1)
7. Pilih syringe set sesuai dengan yang sudah disediakan oleh user,
- Untuk syringe set yang ada pada unit adalah SYRINGE SET Merk SK
(Standard Alat), Brand1 dan Brand 2.
- Jika tidak ada syringe set Merk SK, diperbolehkan untuk memakai syringe
set merk lain dan memilih BRAND 1 / BRAND 2
8. Tekan tombol OK (6) Lalu masuk ke bagian Mode / Rate Mode

9. Masukan nilai rate dan VTBI, sebagai contoh kita setting rate 100 ml/h dan
VTBI 100 ml
10. Untuk memasukan nilai RATE dan VTBI tekan tombol UP and DOWN /
LEFT and RIGHT (2)
- UP and Down : Memasukkan angka
- LEFT and RIGHT : Memasukkan nilai Satuan, Puluhan,Ratusan,Ribuan, dan
0, jika sudah disetting maka TIME otomatis mengisi sendiri atau juga bisa kita
setting juga.
11. Apabila di selang terdapat gelembung yang menghambat laju aliran kita
tekan tombol BOLUS (5) lalu akan muncul Purge Rate “800”tekan kembali
tombol BOLUS dalam waktu yang lama sampai tidak ada bubble pada selang
syringe set.
- Setelah melihat secara kasat mata tidak ada bubble atau gelembung, lepas
tombol BOLUS
- Setelah itu tekan tombol Start (4) untuk memulai kerja alat
12. Jika sudah selesai pemakaian, tekan tombol ON/OFF(6) dalam waktu yang
lama dan akan muncul “TURNING OFF”sampai alat mati dan lepas tombol
ON/OFF
13. Simpan alat di tempat yang aman dan sejuk

3.1.7 Infusion Mode

 Rate Mode
Yang di set rate dan VTBI, maka time otomatis
 Time Mode
Yang di set time dan VTBI, maka rate otomatis

3.1.8 Parameter Setting

 KVO (Keep Vein Open)


Biarkan vena terbuka berarti menjaga vena, di mana pompa jarum suntik
melanjutkan infus pada tingkat yang sangat rendah setelah menyelesaikan
infus untuk mencegah aliran balik darah atau penyumbatan pembuluh
darah.
 Drug Library
Alat ini dikonfigurasi dengan pustaka obat dengan koleksi 2000 jenis obat
yang tersedia bagi pengguna untuk dipilih.
 Occlusion Pressure (Unit)
Tekanan oklusi dapat disesuaikan, yang dapat memenuhi persyaratan
untuk tekanan oklusi pasien yang berbeda selama infus. Tekanan dalam
tabung injeksi dapat diukur dengan sensor tekanan terpasang, tekanan
dapat dihitung oleh cpu internal, yang dibandingkan dengan ambang alarm
oklusi preset. Alarm occlusion akan dipicu jika tekanan melebihi ambang
batas.
 Key-locking Function
 Reminder Function
 Time Near End
 Common Syringe Brands

3.1.9 Kalibrasi

1. Tekan tombol power on untuk menghidupkan alat

2. Buka menu syringe calibration dengan memilih main menu -> system
maintenance->input user maintenance password (4321)

->pilih syringe calibration

3. Pilih brand dan size, contoh brand1 dan size 50ml


4. Pasang syringe (50ml) pada tempatnya

5. Tekan start, maka kalibrasi akan berjalan otomatis

6. Jika sudah selesai akan muncul tulisan calibration complete maka kalibrasi
sukses

3.1.10 Informasi Alarm

Alarm level Warna alarm Suara alarm


High-level alarm Red 10 seconds
Mid-level alarm Yellow 15 seconds
Low-level alarm Yellow 20 seconds

Informasi alarm Level Alasan Penanggulangan


alarm
Occlusion High 1.Tekanan oklusi 1. Tingkatkan
diambang batas/ low ambang batas tekanan
2. Sensor tekan error oklusi
2.Ganti sensor
Battery habis High Battery habis Hubungkan kable
power ke sumber
tegangan,
Syringe habis High Cairan di syringe Tekan stop untuk
habis batalkan alarm
Syringe tidak High Syringe tidak Tekan stop untuk
terbaca terbaca selama cancel alarm
pengoperasian alat
Battery low Low Pengisian baterai Hubungkan kabel
tidak cukup power ke sumber
tegangan maka alarm
otomatis mati
Syringe hamper Low Cairan di dalam Tidak bias di batalkan
habis syringe hamper kecuali sudah habis
habis
AC power tidak Low Tidak terhubung ke Hubungkan ke
terhubung sumber tegangan sumber tegangan
untuk mebatalkan
alarm

3.1.11 Maintenance alat

1.Sebelum syringe pump dibersihkan dan disterilkan, pastikan alat sudah


tidak tersambung dengan listrik.

2.Saat membersihkan jangan gunakan aseton ataupun cairan yang bersifat


pelarut.

3.Jangan gunakan benda kasar untuk membersihkan alat.

4. Beri pelumas pada piston slider agar mengurangi keausan.

4.Jika alat akan tidak digunakan dalam jangka lama, charge baterai sampai
full kemudian lepaskan baterai dari alat serta tutupi dengan dust cover agar
terhindar dari debu.
3.1.12 Troubleshooting alat

Alarm Alasan Solusi


Nilai tekanan tidak berubah 1.Motor wire tidak 1.Perbaiki wire atau ganti
/ over terhubung / putus 2. Ganti mainboard
2. Sirkuit drived board
rusak
Door sensor error Door sensor rusak Replug sensor wire atau ganti
sensor
Motor error Motor rusak Ganti motor

3.2 CTG (Cardio Toco Graphy)


3.2.1 Pengertian

Alat Kardiotokografi (CTG) atau juga disebut Fetal Monitor adalah


alat yang digunakan untuk memeriksa kondisi kesehatan janin.
Pemeriksaan umumnya dapat dilakukan pada usia kehamilan 7-9 bulan
dan pada saat persalinan. Pemeriksaan CTG diperoleh informasi berupa
signal irama denyut jantung janin (DJJ), gerakan janin dan kontraksi
rahim. Bila terdapat perlambatan maka itu menandakan adanya gawat
janin akibat fungsi plasenta yang sudah tidak baik. Pada saat bersalin
kondisi janin dikatakan normal apabila denyut jantung janin dalam
keadaan reaktif, gerakan janin aktif dan dibarengi dengan kontraksi rahim
yang adekuat.
Apabila kemungkinan terdapat masalah pada janin maka dokter
akan melakukan pemeriksaan NST (non stress test) dengan memberikan
infus oksitosin untuk menimbulkan kontraksi rahim (his) dan denyut
jantung janin diperiksa dengan CTG. Apabila tampak kelainan pada hasil
pemeriksaan CTG maka dokter kandungan akan melakukan tindakan
persalinan dengan segera. Pemeriksaan dengan CTG sangat diperlukan
agar tidak ada kasus keterlambatan dalam mendiagnosis adanya masalah
pada ibu hamil dan melahirkan.

Cara pengukuran CTG hampir sama dengan doppler hanya pada


CTG yang ditempelkan 2 alat yang satu untuk mendeteksi DJJ yang satu
untuk mendeteksi kontraksi, alat ini ditempelkan selama kurang lebih 10-
15 menit

3.2.2 Spesifikasi CTG GE Corometric 170

Dimensions :

 Height x Width x Depth: 14.6 x 42.5 x 25.4 cm (5.75 x 16.75 x 10 in)

 Weight: 3.6 kg (8 lbs) approximately

Power Requirements :

 Nominal line voltage: 100-230 VAC


 Line frequency: 50/60 Hz (operates over 47-63 Hz)

 Power consumption: ≤30 VA

 Monitor DC input: 12 Vdc at 2.5A

Operating Specifications :

 Technique Pulsed Doppler with auto correlation processing

 Transducer Type 9-crystal

 Pulse Repetition 2 kHz (all modes)

 Frequency Pulse Duration 92 μs

 Transmitter Frequency 1.151 MHz

 Spatial-Average Temporal Isata <5 mW/cm2

 Average Intensity

 Focal 20 dB Beam Area 16.6 cm2, at a range = 7 cm

 Peak Instantaneous 1.8 mW/cm2

 Intensity

 Heart Rate Counting Range 50-210 BPM

 Leakage Current Complies with IEC 60 1.1 and/or IEC 601.1.1


harmonized national standard; Complies with EN 60601-1-2:200

3.2.3 Aksesoris
1. Fetal marker

2. 2 Tranduser US (Ultra Sound)

3. Tranduser TOCO

4. Kertas print

5. CTG unit

6. Sabuk tranduser

3.2.4 Bagian-bagian alat

KET :

1. Setup : berfungsi untuk mode setup untuk mengatur monitor.


2. Volume : berfungsi untuk mengatur tinggi/rendahnya bunyi volume.

3. Power ON/OFF : berfungsi untuk menghidupkan / mematikan alat.

4. Referensi UA : berfungsi untuk mengatur referensi tekanan aktifitas


Rahim.

5. Bungkam Alarm : untuk mematikan alarm yang berbunyi.

6. Tempat print paper : untuk menempatkan print paper yang mau dicetak.

7. Offset

8. Pemaju kertas : menekan tombol ini menyebabkan perekam memajukan


kertas grafik pada kecepatan 40 cm/menit.

9. Tombol rekam : berfungsi untuk merekam/mencetak kertas.

10. Port TOCO

11. Port US 2

12. Port US 1

3.2.5 Parameter yang diperiksa

 US (Ultra Sound)

Berfungsi untuk mendeteksi denyut jantung janin didalam rahim


ibu. Tranduser ini ditempatkan diabdomen ibu digunakan untuk
mengarahkan berkas ultrasonic ke jantung janin, prinsipnya transduser
menghantarkan bunyi ke jantung janin, kemudian kembali ke tranduser
kemudian hasilnya ditampilkan di monitor. Sebelum itu gunakan medium
cairan atau gel sebagai penghantar agar hasilnya lebih baik. Detak jantung
janin ditampilkan dalam BPM dan secara kontinu digambarkan pada
kertas perekam grafik strip.

 TOCO / UA (Uterus Activity)


Berfungsi untuk mengukur kontraksi, cara penempatannya
gunakan sabuk dan tempatkan transduser di bagian perut paling puncak /
dua jari dibawah fondus. Nilai ditampilkan dalam unit relative dari 0-100.
Aktifitas Rahim secara kontinu digambarkan di bagian bawah (atau kanan)
kertas grafik strip sebagai garis hitam tipis.