Anda di halaman 1dari 16

STRUKTUR INTI DAN SIFAT-SIFAT INTI

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Fisika Inti


Dosen Pengampu Ibu Dr. Budi Astuti, M.sc.

Disusun Oleh:
Kelompok 1
1. Wahidatus Solihah (4201415055)
2. Febri Heni Masfufah (4201415066)
3. Muhammad Nahrowi (4211412031)

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2018

KATA PENGANTAR
Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah S.W.T atas segala rahmat dan
karunia-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan makalah untuk tugas mata kuliah Fisika
Inti yang berjudul “Struktur Inti dan Sifat Inti” tepat pada waktunya.
Kami mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu
memotivasi dan memberi masukan-masukan yang bermanfaat sehingga Kami dapat membuat
makalah ini dengan baik. Khususnya, Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Budi
Astuti, M.sc. selaku dosen mata kuliah Fisika Inti yang telah memberi tugas pembuatan
makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu Kami
mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk pembaca khususnya serta rekan-rekan mahasiswa pada
umumnya.

Semarang, 05 Januari 2019


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Eksperimen hamburan Rutherford menunjukkan bahwa atom terdiri dari inti
yang dikelilingi oleh elektron-elektron. Dibandingkan dengan ukuran inti, lintasan
elektron-elektron berada pada jarak yang sangat besar dari inti. Sebagian besar massa
atom terletak dalam intinya. Model atom Rutherford didasarkan pada mekanika klasik,
model atom Bohr didasarkan pada konsep-konsep kuantum permulaan, dan teori
kuantum. Schrodinger merupakan teori yang secara tepat memerikan struktur atom.
Oleh karena itu, mekanika kuantum merupakan model yang seharusnya digunakan untuk
memberikan struktur inti.
Dalam makalah ini akan dibahas masalah-masalah yang berkaitan inti atom,
khususnya tentang struktur inti dan sifat-sifatnya. Pokok-pokok bahasan ini berkaitan erat
dengan pokok-pokok bahasan dalam makalah sebelumnya, misalnya fisika modern. Oleh
karena itu, penguasaan materi pelajaran dalam makalah sebelumnya akan membantu
Anda dalam mempelajari makalah ini. Pemahaman yang mendasar tentang konsep-
konsep tersebut akan memantapkan penguasaan materi bagi guru yang akan
mengajarkannya. Pemahaman ini juga akan membantu mahasiswa dalam mempelajari
makalah makalah berikutnya. Setelah mempelajari makalah ini Anda diharapkan mampu
memahami konsep-konsep yang berkaitan dengan inti atom.

B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dikaji adalah:
1. Apa saja yang termasuk dalam partikel partikel penyusun inti atom
2. Apa sifat sifat dari suatu inti atom

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui partikel-partikel penyusun inti atom
2. Mengetahui apa saja sifat sifat dari suatu inti
BAB II
PEMBAHASAN
A. STRUKTUR INTI
Tedapat banyak kemiripan antara struktur inti dan struktur atom, sehingga kita
agak mudah untuk mempelajari sifat- sifat inti. Inti mengikuti hukum- hukum fisika
kuantum. Inti juga mempunyai keadaan dasar dan keadaan tereksitasi serta
memancarkan foton- foton (berupa sinar- sinar gamma) bilamana terjadi transisi antara
keadaan- keadaan tereksitasi.
Namun demikian, ada dua perbedaan utama dalam mengkaji sifat- sifat atom
dan inti. Dalam fisika atom, elektron- elektron mengalami gaya yang diberikan oleh
inti; dalam fisika inti, tidak ada gaya luar semacam itu. Gerak partikel- partikel
penyusun inti terjadi karena pengaruh gaya yang diberikan oleh partikel- partikel itu
sendiri. Interaksi antara elektron- elektron mempunyai pengaruh kecil terhadap tingkat
energi atomik; sebagian besar struktur atom ditentukan oleh interaksi antara elektron
dan inti, sehingga pengaruh elektron lain dipandang sebagai gangguan kecil. Dalam
fisika inti, interaksi antara partikel- partikel penyusunnya memberikan gaya inti,
sehingga kita tidak bisa menjelaskan masalah sistem banyak benda ini sebagai
gangguan.
Masalah kedua yang berhubungan dengan fisika inti, kita tidak dapat
menuliskan gaya inti dalam bentuk sederhana seperti gaya coulomb dan gaya
gravitasi. Tidak ada ungkapan analitis sederhana untuk memberikan gaya interaksi
antara partikel- partikel penyusun inti.
Sebuah atom terdiri dari inti (nuklida) yang sangat kecil bermuatan positif
dikelilingi oleh “awan ” elektron yang bermuatan negatif. Alat indera kita terbatas
dalam mengamati benda- benda mikro seperti atom, tapi dengan pengamatan tidak
langsung (memakai alat tertentu) kita dapat mengkonstruksi teori mengenai atom dan
benda mikro lainnya. Dari pengamatan tidak langsung tersebut ditemukan bahwa jari-
jari atom sekitar 10-10 meter sedangkan jejari inti atom sekitar 10-15 meter. Akan tetapi,
massa atom 99,9% terpusat pada inti. Inti atom terdiri dari proton bermuatan positif
dan neutron yang tak bermuatan (netral). Kedua jenis partikel ini disebut nukleon dan
terikat oleh gaya yang disebut gaya nuklir. Gaya ini lebih kuat daripada gaya
elektrostatik yang mengikat elektron dengan inti, tapi jangkauannya terbatas pada
jarak jejari tersebut.

Inti Atom Berdasarkan Eksperimen Rutherford


Setelah melakukan eksperimen, Rutherford menyimpulkan bahwa benda pejal
itu merupakan inti atom. Hal ini berarti bahwa atom terdiri dari inti atom dan ruang
kosong. Di luar inti atom terdapat electron yang bermuatan negative dan jumlahnya
sama dengan muatan pada inti atom. Elektron beredar mengelilingi inti atom pada
jarak yang relatif jauh dari inti atom. Lintasan electron tersebut dinamakan kulit atom.
Jarak inti atom ke kulit electron disebut jari – jari atom. Informasi saat ini berdasarkan
penelitian dengan menggunakan sinar-X, menyatakan bahwa diameter suatu atom
adalah 10-10 m atau 1/50.000 kali diameter atom (Parning;2003)
Ada beberapa hipotesa penyusun inti yaitu :
1. Hipotesa Proton- proton
Hipotesa ini berdasarkan bahwa massa berbagai atom hampir mendekati
kelipatan bulat massa hidrogen (atom paling ringan). Kita menyebut pengali bulat
A ini, nomor massa.Atom hidrogen memiliki satu elektron dan satu proton, inti
atom hidrogen terdiri dari suatu satuan muatan positif. Satuan mendasar ini adalah
proton, muatannya +e, maka jika inti atom berat mengandung A buah proton maka
ia memiliki muatan sebesar Ae, bukan Ze; karena A> Z untuk semua atom yang
lebih berat daripada hidrogen, maka menurut hipotesa inimemberikan jumlah
muatan positif yang lebih banyak kepada inti atom (tidak sesuai dengan
percobaan)
2. Hipotesa Proton- Elektron
Menurut hipotesa ini inti atom juga mengandung (A-Z) buah elektron.
Berdasarkan hal tersebut massa inti atom akan sekitar A kali massa proton (karena
massa elektron diabaikan), maka muatan inti atom sama dengan A (+e) + (A-Z)
(+e) = +Ze, sesuai percobaan Rutherford didukung pula adanya fenomena
peluruhan partikel Beta. Tetapi hipotesa ini mengalami kegagalan, tidak dapat
menjelaskan keberadaan elektron di dalam inti.
Kelemahan Hipotesa Proton- Elektron :
 Spin nuklir
Ternyata ada ketidakcocokan antara antara besarnya nilai spin menurut
teori dengan kenyataan pengukuran
 Ukuran nuklir
Pada umumnya jari nuklir berorde 10−15 m untuk membatasi
partikel dalam daerah sekecil ini, menurut ketidakpastian, partikel ini
harus memiliki momentum ∆ P ≥1,1.10−20 kgm/s untuk elektron
dengan momentum sebesar ini akan bersesuaian dengan elektron berenergi
20 MeV. Kenyataan yang teramati pada elektron yang terpancar pada
peluruhan β , besar energinya hanya 2-3 MeV.
 Momen Magnetik
Momen magnetik proton ≈ 0,15 % momen magnetik elektron,
berarti jika ada elektron dalam inti maka besarnya momen magnetik inti
harus berorde sama dengan momen magnetik elektron. Namun
kenyataanya momen magnetik inti berorde sama dengan momen magnetik
proton.
 Interaksi nuklir- elektron
Hasil pengukuran menunjukkan bahwa gaya yang bereaksi antara
partikel- partikel nuklir menghasilkan energi ikat berorde ≈ 8
MeV/partikel. Kenyataan bahwa ada elektron- elektron yang mengorbit
pada inti, sulit dimengerti, lagipula hanya ada interaksi listrik antara
elektron dan inti.
3. Hipotesa Proton- Neutron
Berdasarkan hipotesa ini ditemukan neutron, massanya ≈ massa proton
1
tidak bermuatan ( 0 n ). Massa inti didukung/ sumbang oleh massa proton dan
massa neutron. Hipotesa ini dapat menerangkan peluruhan β n → p+ e+Q ,
momen magnetik inti disumbang oleh momen magnetik proton dan momen
magnetik neutron, hal ini sesuai dengan hasil pengukuran.
Menurut model proton- neutron, sebuah inti atom terdiri atas Z proton dan (A-
Z) neutron yang memberi muatan total +Ze dan massa total sebesar A karena
massa proton dan neutron kurang lebih sama. Keduanya dikelompokkan sebagai
nukleon.
Di tahun 1932 ketidaksesuaian antara hipotesis inti yang terdiri dari proton
dan elektron dengan hasil eksperimen yang ada akhirnya teratasi dengan
penemuan neutron oleh James Chadwick. Oleh karena itu dihipotesiskanlah
bahwa inti terdiri dari proton dan neutron. Neutron adalah partikel yang tak
bermuatan listrik tapi massanya hampir sama dengan massa proton. Seperti
disinggung sebelumnya, kedua partikel ini disebut nukleon. Jadi, secara eksplisit,
inti terdiri dari Z proton dan (A-Z) neutron, yang memberikan muatan inti
menjadi +Ze dan massa total secara kasar sama dengan A. Hipotesa proton-
neutron inilah yang dipakai sampai sekarang. Suatu jenis inti tertentu disebut
nuklide, yang dapat ditulis sebagai
A
Z XN
Dengan :
 X adalah nuklide, yang menunjukkan jenis inti tertentu
 Z adalah nomor atom, yang menunjukkan jumlah proton
 N adalah nomor neutron, menunjukkan jumlah neutron
 A (=Z+N) adalah nomor massa, menunjukkan jumlah total proton dan
neutron atau jumlah nukelon
B. SIFAT INTI
1. Sifat Nukleon

Sifat kimia suatu unsur tertentu bergantung pada nomor atom Z, dan tidak pada
nomor massa A. Oleh karena itu, ada beberapa inti yang mempunyai nomor atom Z
sama tetapi mempunyai nomor massa berbeda yang disebut isotop. Ada juga isotop
yang tidak stabil yang dihasilkan dalam reaksi inti; isotop ini disebut isotop radioaktif
atau radiosotop. Atom-atom dari beberapa inti ini mempunayi sifat kimia yang sama,
tetapi mempunyai perbedaan massa dan sifat-sifat yang tergantung pada massa. Inti-
inti yang mempunyai jumlah neutron sama disebut isoton. Inti- inti atom yang
mempunyai A sama, tetapi Z berbeda disebut isobar.

Contoh :

a. Isotop :
1
 1H0 (Protium)
2
 1H1 (Deuterium)
3
 1H2 (Tritium)
b. Isobar :
7 7
 3 Li dan 4 Be

c. Isoton :
14 16
 6 C8 dan 8 O8

2. Jari- jari Inti


Inti atom harus diperlakukan dengan cara yang sama seperti elektron,
meskipun tidak ada orbit proton ataupun neutron. Inti atom berbentuk bola padat
berisi proton dan neutron.
a. Gaya inti mengatasi gaya tolak Coulomb. Gaya inti ini menyebabkan proton
dan neutron terkumpul pada daerah pusat, padahal rapat inti atom relatif
konstan jadi terdapat suatu mekanisme lain yang mencegah inti mengerut ke
pusat atom.
b. Kerapatan inti atom tidak bergantung pada nomor massa A. Inti atom ringan
memiliki kerapatan yang kurang lebih sama dengan inti atom berat. Dengan
kata lain, jumlah netron dan proton tiap satuan volume kurang lebih tidak
berubah di seluruh daerah inti.
Dapat dinyatakan:

jumlah neutron dan proton A


= konstan
volume inti 4 3
πR
3

Jadi
A ∝ R3
Dan kita memperoleh kesebandingan antara jari jari inti atom R dan pangkat
tiga nomor massa :
1
R ∝ A3
dan dengan mendefinisikan konstanta perbandingan Ro diperoleh:
1
3
R=R o A

Tetapan Ro diperoleh melalui percobaan, antara lain:


 Hamburan alfa, Ro=1,414 F
 Peluruhan alfa, Ro=1,48 F
 Hamburan netron cepat, Ro=1,37 F
 Hamburan elektron, Ro=1,26 F ( Ro mempunyai rentang 1,0
F- 1,5 F)
 F= Femi, 1 F= 10-15 meter atau F = fm = femtometer

Kerapatan inti suatu bahan diperoleh dari :

M
ρinti=
V
 M = massa inti yang didekati dengan nomor massa A = 1,66 . 10-27 A
kg
4
 π R3 =1,12. 10−45 A m3
V = Volume inti =
3
Dengan menyesuaikan satuan M dalam kg dan V dalam m3 , kerapatan
inti rata- rata suatu bahan adalah :

1,66 . 10−27 A kg
ρinti= −45 3
=1,49.1018 kg m−3
1,12 .10 A m

Massa inti kira kira ≡ A mN , dengan A adalah nomor massa


dan mN adalah massa nucleon. Volume inti adalah

1 3
4 4 ( ) (
4
¿ π R3 = π r 0 A 3 = π r 0 3 A
3 3 3 ) . Karena volume nucleon

tunggal (jika A=1) adalah ( 43 π R ) A


0
3
, maka volume nucleon

sebanding dengan jumlah nucleon A. Oleh karena itu, rapat massa


nucleon dapat dituliskan sebagai
mN A mN m A
ρ= = = N
4 4 4
π R 03 A π R 03 π R3
3 3 3

Contoh : Hitunglah jari jari inti atom dan rapat massanya! Pada :
a. Inti Karbon ( A=12)
b. Germanium ( A=70)

Jawab :

 A = 1,66 . 10-27 A kg
 V ¿ 1,12. 10−45 A m3

−15
R0=1,2 ×10
a. Inti Karbon ( A=12)
 Jari jari inti atom
1
3
R=R o A
1
R=1,2 ×10−15 (12)3 m
R=2,7 × 10−15 m
 Rapat Massa
M
ρinti=
V
mN A
ρ=
4
π R3
3
12 ×(1,66 . 10−27)
ρ=
4
π (2,7 ×10−15 )3
3
11 −1
ρ=0,229× 10 kg m
b. Germanium ( A=70)
 Jari jari inti atom
1
3
R=R o A
1
R=1,2 ×10−15 (70)3 m
R=4,95 ×10
−15
m
 Rapat Massa
M
ρinti=
V
mN A
ρ=
4
π R3
3
70 ×(1,66 .10−27)
ρ=
4 −15 3
π (4,95 ×10 )
3
16 −1
ρ=22,89 ×10 kg m

3. Massa dan Energi Ikat Inti Atom


Pengukuran massa inti mempunyai peranan penting dalam
perkembangan fisika inti. Spektroskopi massa merupakan teknik pertama dalam
pengukuran massa inti yang mempunyai ketelitian tinggi. Untuk mengukur massa
inti dengan ketelitian tinggi diperlukan alat canggih yang dikenal sebagai
spektrometer massa.
 Spektrometer Massa
Massa inti atom dapat diukur dengan mengukur massa atomnya. Alat
spektrometer massa merupakan alat yang digunakan untuk mengukur massa
inti atom, spektrometer dari Bainbridge digambarkan sebagai berikut:



Gambar 1. (Spektrometer Massa)

Spektrometer massa adalah suatu instrument yang dapat menyeleksi


molekul-molekul gas bermuatan berdasarkan massa atau beratnya. Sampel
dalam bentuk gas mula-mula ditembaki dengan berkas elektron berenergi
tinggi. Perlakuan ini menyebabkan atom atau molekul sampel berionisasi
(melepas elektron sehingga menjadi ion positif).
Kemudian sumber ion menghasilkan berkas dengan distribusi termal
kecepatan. Selektor kecepatan hanya melewatkan ion-ion yang dengan
kecepatan tertentu, dan pemilihan momentum dilakukan oleh medan magnet
seragam yang memungkinkan identifikasi massa secara individual. Pada
bagian selektor kecepatan, terdiri dari medan listrik dan medan magnet yang
saling tegak lurus. Pada medan listrik E akan melakukan gaya qE yang
cenderung membelokkan ion-ion ke atas; medan magnet B akan melakukan
gaya ke bawah sebesar qvB. Jika kedua gaya itu sama, ion-ion itu akan
melewati selektor tanpa pembelokan, sehingga
qE=qvB
Atau
E
v=
B
Bagian terakhir adalah selektor momentum, yang pada dasarnya
merupakan medan magnet seragam yang akan membelokkan berkas ke
dalam lintasan lingkaran dengan jari-jari r. Di dalam medan magnet, ion-ion
tersebut akan mengalami pembelokan yang bergantung kepada:
 Kuat medan listrik yang mempercepat aliran ion. Makin besar
potensial listrik yang digunakan, makin besar kecepatan ion dan
makin kecil pembelokan.
 Kuat medan magnet. Makin kuat magnet, makin besar pembelokan.
 Massa partikel (ion). Makin besar massa partikel, makin kecil
pembelokan.
 Muatan partikel. Makin besar muatan, makin besar pembelokan.

Medan magnet seragam yang akan membelokkan berkas ke dalam


lintasan lingkaran dengan jari-jari r dapat ditentukan dengan :
mv=qBr
Atau
mv
r=
qB
Karena q, v, dan B dapat ditentukan secara unik, masing-masing massa
m muncul dengan r yang khusus. Sering kali medan magnet selektor
kecepatan dan selektor momentum dijadikan satu sehingga
2
qr B
m=
E

 Energi Ikat Inti Atom


Pada inti stabil terdapat perbedaan antara massa suatu inti dengan
massa penyusun inti (nukleon). Perbedaan ini disebut “defect mass” .Kita
dapat memandang energi ikat sebagai energi “tambahan” yang diperoleh
ketika membentuk sebuah atom dari semua partikel penyusunnya atau
energi yang harus dipasok untuk memisahkan atom menjadi komponen-
komponen.
Hubungan massa atom dan massa inti atom adalah :
 M (atom) = m (inti atom) + Z.me + energi ikat elektron
 M (A,Z) = m + Z.me + E ikat elektron
Jika diabaikan energi ikat elektron dalam atom hidrogen, maka dapat
dituliskan Energi Ikat (Binding Energy) :
B(A,Z) = [Zmp + Nmn + Zme – M(A,Z)]C2
= [ZmH + Nmn – M (A,Z)]C2
Energi ikat pernukleon MeV/nukleon
B( A,Z)
B̄ ( A , Z )=
A
Grafik hubungan antara B̄ (A,Z) dengan A (nomor massa)
berbagai inti adalah sbb:

Gambar 2. Energi ikat pernukleon sebagai fungsi dari nomor massa


Dari gambar di atas, dapat diketahui:

1) A kecil, B̄ (A,Z) rendah dan naik secara cepat dengan naiknya A


2) A disekitar 50: terdapat nilai maksimum yang mendatar dengan
56
B̄ (A,Z)  8,8 MeV/nukelon dimikili oleh inti besi 26 Fe dan
inti-inti didekatnya merupakan inti termantap yang ada di alam.

Untuk A  140, B̄ (A,Z) turun menjadi  8,4 MeV/nukleun

3) Diatas A = 140, nilai B̄ (A,Z) turun menjadi 7,8 MeV/nucleon


Kecilnya nilai B́ ( A , Z ) pada Akecil disebabkan karena adanya

efek permukaan dan turunnya B̄ (A,Z) pada A besar (A> 190)


disebabkan oleh adanya efek gaya Coulomb.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah:
1. Partikel penyusun inti atom adalah proton dan neutron.
2. Sifat sifat inti atom terdiri atas : sifat nucleon, jari jari inti, serta massa dan
energy ikat inti.
B. Saran
Saran dari makalah ini adalah agar para pembaca dapat mencari atau membaca
referensi lain tentang struktur dan sifat sifat inti, agar wawasan tentang struktur dan sifat
sifat inti dapat lebih dipahami.
REFERENSI

Modul Struktur Inti dan Model Inti oleh Dr. Yosaphat Sumardi
S. Krane, K.1992.Fisika Modern.Jakarta:Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)
Dwijayanti, P. 2012. Diktat Mata Kuliah Fisika Inti.Semarang : FMIPA Unnes.