Anda di halaman 1dari 19

LONG CASE

“SKIZOFRENIA PARANOID”

Disusun Oleh:
Harumi Kusuma Wardani
1710221053

Pembimbing:
dr. Willy Steven, SpKJ

KEPANITERAAN KLINIK PSIKIATRI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN
NASIONAL “VETERAN” JAKARTA
RUMAH SAKIT JIWA DR. SOEHARTO HEERDJAN
PERIODE 4 JULI – 4 AGUSTUS 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis sampaikan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
rahmat, nikmat, serta hidayah-Nya dalam penulisan tugas long case ini. Tugas
makalah long case yang berjudul “Skizofrenia Paranoid” dapat terselesaikan
dengan baik.
Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada dr. Willy Steven, SpKJ selaku pembimbing penulis di kepaniteraan klinik
Psikiatri RSJ dr. Soeharto Heerdjan periode 4 Juli 2018 – 4 Agustus 2018
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan
makalah ini, oleh karena itu peniliti memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga
makalah yang disusun penulis ini dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara serta
masyarakat luas pada umumnya di masa yang akan datang.

Jakarta, 24 Juli 2018

Penulis
PENGESAHAN

Long case diajukan oleh


Nama : Harumi Kusuma Wardani
NIM : 1710221053
Program studi : Kedokteran Umum
Judul kasus : Skizofrenia Paranoid
Telah berhasil dipertahankan di hadapan pembimbing dan diterima sebagai
syarat yang diperlukan untuk ujian kepaniteraan klinik Psikiatri Program Studi
Profesi Dokter Umum Fakultas Kedokteran, Universitas Pembangunan Nasional
“Veteran” Jakarta.

Pembimbing,

Dr. Willy Steven, SpKJ


Ditetapkan di : Jakarta
Tanggal : 24 Juli 2018
BAB II
Status Psikiatri

I. IDENTITAS
Nama : Tn. R
Tempat, tanggal lahir : Jakarta, 21 Juni 1998
Umur : 20 tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Alamat : Muara angke
Agama : Islam
Bangsa/ Suku : Indonesia, Sunda
Status Pernikahan : Belum menikah
Pendidikan Terakhir : SMP (berhenti di kelas 1)
Pekerjaan : Tukang parkir
Dokter yang merawat : dr. Safyuni Naswati, SpKJ
Ruang perawatan : Ruang Elang
Tanggal Masuk RSJSH : 18 Juli 2018

II. RIWAYAT PSIKIATRI


Autoanamnesis :
 Tanggal 18 Juli 2018, pukul 13.30, di Ruang Instalasi Gawat Darurat
 Tanggal 19 Juli 2018, pukul 11.00, di Ruang Elang
 Tanggal 23 Juli 2018, pukul 14.00, di Ruang Elang
Alloanamnesis :
 Tanggal 18 Juli 2018, pukul 13.30 dengan Kakak kandung pasien.

A. Keluhan Utama
Pasien tidak pulang kerumah sejak 1 hari SMRS, ketika pulang
membawa sampah botol minum plastik dan pasien mengaku bahwa sampah
tersebut adalah kitab kuning.
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Pasien datang diantar kakak kandungnya ke IGD RSJSH tanggal 18 juli
2018 karena pasien tidak pulang 1 hari SMRS. Pasien pulang jam 6 pagi dan
membawa sampah botol plastik berisi daun. Saat ditanyakan, pasien mengaku
semalaman pasien ziarah ke makam pangeran angke dan sampah yang
dibawanya merupakan kitab kuning. Pasien mengaku mendapat bisikan dari
pangeran untuk berziarah ke makamnya, setelah itu pasien juga dibisikan
jangan pulang larut malam. Pasien mengaku pangeran sering menyuruhnya
melalui bisikan untuk marah-marah dan membanting barang. Pasien
mengaku pernah melihat pangeran dengan rupa yang tampan, tinggi besar.
Pasien juga mengaku pernah bertemu Allah dan nabi Muhammad dan
dinasihati agar pasien jangan sering bengong, juga rajin solat 3 kali sehari.
Pasien yakin dirinya bisa terbang karena ia turunan burung merpati, mendapat
bisikan dari burung merpati bahwa ia disuruh terbang tinggi lalu hinggap di
genteng masjid lalu disuruh solat. Pasien juga yakin bahwa dirinya bisa
menembus tanah karena robi yang asli sudah meninggal namun terkadang
bisa hidup kembali.
Pasien mengetahui bahwa dirinya dibawa ke RSJ karena sakit jiwa dan
kambuh karena tidak rutin minum obat juga sering berhalusinasi. Pasien juga
hafal dengan obat rutin dan cara pemakaiannya namun kadang pasien berkata
bahwa dirinya sudah sembuh dan tidak mengalami sakit jiwa. Pasien juga
mengetahui alamat tempat tinggal, pekerjaannya, jumlah saudara, dan orang
tuanya yang sudah meninggal.
Menurut keterangan keluarga, pasien sering marah-marah namun tidak
terlalu menganggu. Pasien mandi minimal 5 kali sehari karena terasa panas,
badan pasien tidak bisa diam. Pasien sering mengeluarkan jurus-jurus silat
dan mengaku dirinya kesurupan jawara.
Tanggal 19 Juli 2018 pasien mengatakan bahwa ia tidak ingat kemarin ia
mengatakan bisa terbang dan menembus tanah, namun pasien masih
menganggap dirinya mendapat bisikan dari pangeran dan menceritakan sama
persis mengapa ia tidak pulang ke rumah. Pasien makan daun di sekitar
bangsal karena lapar dan menganggap daun adalah tumbuhan yang dapat
dimakan dan rasanya enak. Tanggal 23 Juli 2018, pukul 14.00 pasien
mendengar bisikan yang menyuruhnya untuk main air sehingga pasien
sampai masuk bak mandi bangsal kemudian pasien dimasukkan ke isolasi.
Keluhan gangguan tidur disangkal oleh pasien baik sebelum maupun
saat di RSJSH. Nafsu makan baik dan teratur (dalam sehari tiga kali makan).
Pasien dapat menceritakan dengan baik aktivitas apa saja yang sudah ia jalani
dalam sehari di RSJSH (seperti menu makan pada pagi hari, minum obat
berapa macam, aktivitas lainnya yang sudah dia kerjakan) dan mengaku
bahwa ia rajin meminum obat.
Pasien menunjukkan sikap sopan, perilaku yang tenang, dan cukup
kooperatif ketika dilakukan wawancara, namum saat berbicara pasien susah
untuk fokus melihat lawan bicaranya. Pada saat wawancara pasien menjawab
pertanyaan dengan baik dan pasien memiliki cukup ide.

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya


1. Gangguan Psikiatrik
Pasien sebelumnya pernah dibawa ke RSJSH sebanyak 2 kali dan
mengalami rawat inap pada bulan April 2018 dan Juni 2018 dengan keluhan
mengamuk, berbicara dan berperilaku kacau hingga memukul kaca.
Pertama kali pasien kambuh saat kelas 1 SMP (tahun 2010, usia pasien
12thn) pasien mengamuk secara tiba-tiba, berbicara dan berperilaku kacau.
Keluarga mengatakan pasien berobat dengan kiyai di pesantren. Keluarga
menganggap keluhan membaik dan jarang terjadi kekambuhan (3 kali sampai
terakhir tahun 2017).

2. Riwayat Gangguan Medik


Pasien tidak memiliki riwayat hipertensi, riwayat diabetes, alergi obat,
trauma kepala, kecelakaan, kejang, epilepsi.
3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif
Pasien pernah menggunakan ganja dan heksimer saat kelas 6 SD hingga
SMP kelas 1. Penggunaan alkohol disangkal. Saat ini pasien merokok 1-2
bungkus per hari.

4. Riwayat Gangguan Sebelumnya

2010 2017 2018 (april) 2018 (mei) 2018 (juni) 2018 (juli)

Tahun 2018 (April)

Pasien mengamuk, berbicara kacau, maki-maki


orang disekitarnya, nonjok lemari karena
disuruh bisikan. Menurut keluarga keluhan ini
Tahun 2010 – tahun 2017 paling parah dari 3x kambuhan sebelumnya. Hal
tersebut mendorong keluarga untuk membawa
Pasien pertama kali mengalami gejala,
pasien ke RSJSH.
marah tanpa sebab, berkata dan
berperilaku kacau. Menurut keluarga, Tahun 2018 (Juni)
pasien sering berbicara sendiri. Pasien
kambuh sebanyak 3x hingga tahun 2017 Pasien mengamuk, berbicara kacau, merasa
dengan keluhan yang sama. Pasien hanya dirinya kemasukan jin. Pasien memukul kaca
dibawa ke kiyai di pesantren. hingga tangannya berdarah.

Tahun 2018 (Juli)

Pasien mulai berbicara dan perilaku aneh.


Merasa ada bisikan yang menyuruh dirinya.
Mengaku melihat pangeran, Allah, dan nabi.
D. Riwayat Kehidupan Pribadi
1. Riwayat Prenatal dan Perinatal
Selama kehamilan ibu pasien tidak pernah mengalami gangguan
kesehatan. Pasien merupakan anak ke-enam dari tujuh bersaudara. Pasien
lahir dalam keadaan sehat, berat badan lahir tidak diketahui. Tidak ada
komplikasi selama persalinan, trauma lahir dan cacat bawaan pada pasien.

2. Riwayat Perkembangan Keperibadian


i. Masa Kanak Awal (0-3 tahun)
Kakak pasien mengatakan bahwa tidak ada masalah secara
pertumbuhan dan perkembangan pasien. Pasien tergolong anak yang sehat,
dengan proses tumbuh kembang dan tingkah laku sesuai anak seusianya.
Pasien tidak pernah sakit yang serius (berat), dan tidak pernah mengalami
kejang atau trauma kepala saat kecil.
ii. Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun)
Pasien tumbuh dan berkembang dengan baik seperti anak-anak lain
sebayanya. Pasien menunjukkan penilaian akademis yang cukup ditandai
dengan tidak ada keluhan tentang pelajaran saat di sekolah kenaikan kelas
tiap tahunnya.
iii. Masa Kanak Akhir (Pubertas dan Remaja)
Pasien merasa kurang kasih sayang karena ibunya meninggal dan
bapaknya menikah lagi. Pasien sering iri dengan teman sebayanya yang
mendapat kasih sayang dari orang tuanya dan sering dibelikan mainan
baru. Pasien bergaul dengan teman rumahnya tanpa pengawasan keluarga,
pasien menggunakan heksimer dan ganja.
iv. Masa dewasa
Pasien tidak melanjutkan sekolah ke SMA.

3. Riwayat Pekerjaan
Sewaktu SD pasien pernah mengamen. Saat ini pasien bekerja sebagai juru
parkir dengan shift malam.
4. Kehidupan Beragama
Pasien beragama Islam. Pasien rajin dan bisa melakukan sholat dan mengaji.

5. Kehidupan Perkawinan/ Psikoseksual


Pasien belum pernah menikah ataupun berhubungan seksual.

6. Riwayat Pelanggaran Hukum


Pasien tidak memiliki riwayat pelanggaran hukum

E. Riwayat Keluarga
Pasien anak keenam dari tujuh bersaudara. Kedua orang tua sudah meninggal,
ibu sejak 10 tahun lalu, ayah sejak 4 tahun lalu. Seluruh kakak pasien telah
menikah. Saat ini pasien tinggal bersama kakak nomor 2. Kakak pasien yang
lain tidak mau mengurus pasien karena merasa terbebani dan pasangannya
mengancam jika mengurus pasien lebih baik cerai saja. Tidak ada anggota
keluarga yang memiliki keluhan serupa dengan pasien.

Keterangan :

LAKI-LAKI
TINGGAL SERUMAH
PEREMPUAN
Meninggal Dunia
PASIEN
F. Situasi Kehidupan Sosial Ekonomi Sekarang
Pasien tinggal bersama kakak nomor 2 beserta istri dan satu anak kakaknya
di rumah susun daerah muara angke. Pasien dan kakak pasien berpenghasilan
dari juru parkir dengan penghasilan yang tidak seberapa.

III. STATUS MENTAL (Tanggal 18 Juli 2018, pukul 13.30 WIB)


A. Deskripsi Umum
1. Penampilan Umum
Pasien seorang Laki-laki, berusia 20 tahun, berpenampilan fisik sesuai
usianya, kulit berwarna sawo matang, berambut hitam pendek. Pada saat
wawancara pasien mengenankan kemeja dan celana jeans, terlihat bersih dan
rapih. Pasien menunjukkan sikap ramah, sopan, dan kooperatif. Pasien tidak
selalu berkontak mata dengan pewawancara.
2. Kesadaran
Compos mentis, pasien tampak sadar penuh saat dilakukan wawancara.
3. Perilaku dan Aktivitas Motorik

Sebelum Wawancara : Pasien sedang tiduran di kasur IGD.

Selama Wawancara : Pasien kadang duduk kadang tiduran selama


wawancara. Kontak mata dengan pasien kurang
baik. Pasien bergerak normal, tidak ada gerakan –
gerakan atau impuls yang tidak terkontrol.

Sesudah Wawancara : Pasien kembali tiduran di Kasur IGD

4. Sikap Terhadap Pemeriksa


Kooperatif saat di lakukan wanwancara

5. Pembicaraan
Pasien berbicara spontan, Spontan, lancar, artikulasi jelas, nada suara cukup,
intonasi dan volume cukup. Tidak terdapat hendaya atau gangguan berbicara.
B. Alam Perasaan (Emosi)
1. Suasana Perasaan (mood) : Hipertim
2. Afek / Ekspresi Afektif : Luas
3. Keserasian : Serasi

C. Gangguan Persepsi
a) Halusinasi : Auditorik, visual (+)
b) Ilusi : Tidak ada
c) Depersonalisasi : Tidak ada
d) Derealisasi : Tidak ada

D. Fungsi Intelektual
Pengukuran ini dilakukan pada tanggal 19 Juli 2018 di bangsal elang
1. Taraf Pendidikan Pendidikan terakhir kelas 1 SMP
2. Pengetahuan Umum Baik (Pasien mengetahui presiden Indonesia saat ini adalah
Joko Widodo)
3. Kecerdasan Rata-rata
4. Konsentrasi dan Baik (Pasien memperhatikan dan selalu menjawab setiap
Perhatian pertanyaan yang diajukan pewawancara)
5. Orientasi
- Waktu Baik (Pasien dapat membedakan pagi , siang, malam dan
dapat menyebutkan jam pada saat wawancara)
- Tempat Baik (Pasien dapat menyebutkan tempat sekarang dimana ia
berada)
- Orang Baik (Pasien mengetahui sedang diwawancara oleh dokter
muda, pasien mengingat nama keluarganya)
6. Daya Ingat
- Jangka Panjang Baik (Pasien ingat waktu ditanya tahun berapa ibu dan
ayahnya meninggal dunia)
- Jangka Pendek Baik (Pasien dapat mengingat dokter muda yang
mewawancarainya kemarin siang).
- Segera Baik (Pasien dapat mengingat nama dokter yang baru
ditemuinya).
7. Pikiran Abstrak Baik (Dapat menyebutkan persamaan dan perbedaan bentuk
jeruk dan bola)
8. Visuospasial Baik (dapat menggambar jam beserta angkanya)

9. Kemampuan Menolong Baik (pasien makan, mandi, dan berpakaian sendiri).


Diri

E. Proses Pikir
1. Arus Pikir
a. Produktifitas : Cukup ide
b. Kontinuitas : Asosiasi longgar
c. Hendaya Berbahasa : Tidak ada
2. Isi Pikir
a. Waham : Waham bizzar, kendali
b. Preokupasi : Tidak ada
c. Obsesi : Tidak ada
d. Fobia : Tidak ada
F. Pengendalian Impuls : Terganggu
G. Daya Nilai
 Daya Nilai Sosial
Baik (pasien tahu cara bertata krama yang baik)
 Uji Daya Nilai
Baik (pasien tahu menempatkan sesuatu ditempatnya seperti
membuang sampah di tempat sampah)
 Daya Nilai Realita
Terganggu (adanya waham dan halusinasi pada pasien)
H. Tilikan
Derajat 2 (terkadang pasien sadar dirinya sakit dan harus minum obat
namun kadang pasien menyangkal bahwa dirinya sakit)
I. Reliabilitas
Taraf dapat dipercaya

IV. STATUS FISIK


(Pemeriksaan dilakukan pada 19 Juli 2018)

A. Status Internus
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda Vital
Tekanan Darah : 125/80 mmHg
Nadi : 83x/ menit
Suhu : 36.5oC
Pernafasan : 20x/ menit
BB/TB : 48 kg/ 155 cm (IMT : 19,9)
Kulit :Sawo matang, ikterik (-), sianosis (-), turgor baik,
kelembaban normal,.efloresensi primer/sekunder (-).
Kepala : Normocephali, rambut pendek berwarna hitam
Mata : Pupil bulat isokor, refleks cahaya langsung +/+, refleks
cahaya tidak ...langsung +/+, konjungtiva anemis -/-, sklera
ikterik -/-, oedem -/-.
Hidung : Bentuk normal, septum deviasi (-), nafas cuping hidung
(-), sekret -/-.
Telinga : Normotia, membran timpani intak +/+, nyeri tarik -/-.
Mulut : Bibir merah kecoklatan, agak kering, sianosis (-), sariawan
(-), trismus (-) ..halitosis (-), candidiasis(-).
Lidah : Normoglossia, warna merah muda, lidah kotor (-), tremor
(-), deviasi (-)
Gigi geligi : Baik
Uvula : Letak di tengah, hiperemis (-)
Tonsil : T1/T1, tidak hiperemis
Tenggorokan : Faring tidak hiperemis
Leher : KGB supra klavikular tidak teraba membesar, kelenjar
tiroid tidak teraba .membesar, trakea letak normal.
Thorax
 Paru
Inspeksi
Bentuk dada normal, simetris dalam keadaan statis maupun dinamis,
efloresensi primer/sekunder dinding dada (-), pulsasi abnormal (-), gerak
napas simetris, irama teratur, retraksi suprasternal (-)
Palpasi : Gerak napas simetris, fremitus vocal simetris
Perkusi : Sonor di semua lapangan paru
Auskultasi : Vesikuler, ronchi -/-, wheezing -/-

 Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak tampak
Palpasi : Tidak dilakukan
Perkusi : Tidak dilakukan
Auskultasi : S1 normal,S2 normal, reguler, murmur (-), gallop (-)
Ekstremitas
Atas : Akral hangat, CRT < 2 detik, sianosis (-), edema (-)
Bawah : Akral hangat, sianosis (-), edema (-), deformitas (-).

Genitalia : Tidak diperiksa

B. Status Neurologis
1. Saraf kranial (I-XII) : Baik
2. Tanda rangsang meningeal : Tidak ada
3. Refleks fisiologis : (+) normal
4. Refleks patologis : Tidak ada
5. Motorik : Baik
6. Sensorik : Baik
7. Fungsi luhur : Baik
8. Gangguan khusus : Tidak ada
9. Gejala EPS : Akatisia (-), bradikinesia (-), rigiditas (-),
tonus otot.(N), resting tremor (-)

V. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Pasien seorang laki-laki berusia 20 tahun, tampak sesuai dengan usianya,
penampilan cukup terawat. Pasien datang di bawa oleh kakak kandung ke IGD
Rumah Sakit Jiwa dr.Soeharto Heerdjan karena tidak pulang 1 hari SMRS. Pasien
pulang jam 6 pagi dan membawa sampah botol plastik berisi daun. Saat ditanyakan,
pasien mengaku semalaman pasien ziarah ke makam pangeran angke dan sampah
yang dibawanya merupakan kitab kuning. Pasien mengaku pernah melihat dan
diberi perintah oleh pangeran, Allah dan Nabi Muhammad. Pasien mengaku
keturunan burung merpati. Pasien juga mengaku bisa menembus tanah. Keesokan
harinya pemeriksa melihat pasien makan rumput karena lapar. Pasien tidak
memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri atau pun mencoba untuk bunuh diri.
Kadang pasien sadar bahwa dirinya sakit jiwa dan harus minum obat namun kadang
pasien merasa dirinya tidak sakit.
Pasien mengalami keluhan mengamuk, berbicara dan berperilaku kacau
pertama kali saat duduk di kelas 1 SMP (12 tahun) namun keluarga baru membawa
pasien ke pengobatan medis tahun 2018 (pasien berusia 20 tahun). Menurut
kakaknya pasien memang kurang diberikan kasih sayang dan kurang pengawasan
karena kedua orang tuanya telah meninggal dan kakaknya sibuk kerja. Pasien
pernah menggunakan ganja dan heksimer saat kelas 6 SD hingga 1 SMP.
Sebelum sakit pasien merupakan orang yang ceria namun agak tertutup untuk
mengutarakan keinginannya pada keluarga. Pasien belum pernah menikah. Saat
masih kecil tidak pernah mengalami trauma kepala dan kejang. Dari pemeriksaan
fisik, tidak ditemukan adanya kelainan. Kemudian pada pemeriksaan penunjang
hasilnya normal.
VI. FORMULASI DIAGNOSTIK
Aksis I: Gangguan Klinis dan Kondisi Klinis yang Menjadi Fokus Perhatian
Khusus
Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, maka kasus ini dapat digolongkan
kedalam:
1. Gangguan kejiwaan karena adanya :
 Ganguan fungsi / hendaya dan disabilitas: Ganguan dalam fungsi sosial
seperti gangguan hubungan intrapersonal.
 Distress / penderitaan: Bicara kacau, marah-marah tanpa alasan yang
jelas, berperilaku kacau.
2. Gangguan jiwa ini sebagai Gangguan Mental Non Organik, karena:
 Tidak ada gangguan jiwa yang disebabkan oleh penyakit organik
 Tidak ada gangguan kesadaran neurologik
 Tidak ada gangguan kognitif (orientasi dan memori)
 Tidak ada gangguan mental dan prilaku yang disebabkan oleh zat
psikoaktif
3. Gangguan psikotik, karena adanya hendaya dalam menilai realita yang
dibuktikan dengan adanya
- Waham : + (bizzare, kendali)
- Halusinasi : + (auditorik, visual)
- Perilaku terdisorganisasi : Bicara kacau, Marah – marah tanpa
alasan jelas.
Menurut PPDGJ III, gangguan psikosis ini adalah skizofrenia.
Skizofrenia ini termasuk tipe paranoid karena :
 Memenuhi kriteria umum skizofrenia
 Terdapat waham bizzare dan kendali, halusinasi visual dan auditorik
berupa perintah
 Gangguan afektif, obsesi, pembicaraan, dan katatonik relative tidak
nyata/tidak menonjol.
 Aksis II: Gangguan Kepribadian dan Retardasi Mental
Ciri kepribadian histrionik

 Aksis III: Kondisi Medis Umum


Tidak ditemukan
 Aksis IV: Problem Psikososisal dan Lingkungan
Masalah dengan keluarga
 Aksis V: Penilaian Fungsi Secara Global
GAF current : 60-51 (Gejala sedang (moderate), disabilitas sedang).
GAF HLPY : 80-71 (Gejala sementara dan dapat diatasi, disabilitas
ringan dalam sosial, pekerjaan, sekolah)

VII. EVALUASI MULTIAKSIAL


 Aksis I : Skizofrenia paranoid (F20.0)
 Aksis II : Ciri kepribadian histrionik
 Aksis III : Tidak ditemukan
 Aksis IV : Masalah dengan keluarga
 Aksis V : GAF current : 60-51
GAF HLPY : 80-71

VIII. DAFTAR MASALAH


A. Organobiologik : Tidak ditemukan kelainan organik
B. Psikologik : Marah-marah, bicara kacau, perilaku kacau.
C. Sosiobudaya : Pasien kurang mendapat perhatian dari keluarga
sehingga pasien salah pergaulan dengan teman sebayanya. Saat ini pasien
tidak memiliki teman dekat.
D. Spiritual : Pasien rajin beribadah
IX. PROGNOSIS
Faktor-faktor yang mempengaruhi
a. Faktor Yang Memperingan:
 Respon terapi
 Tidak ada anggota keluarga yang mengalami keluhan serupa
b. Faktor Yang Memperberat:
 Pekerjaan shift malam
 Minimnya dukungan keluarga

Quo ad vitam : Dubia ad bonam (Tidak terdapat GMO)


Quo ad functionam : Dubia ad bonam (Selama minum obat, gejala
dapat terkontrol sehingga pasien dapat melakukan
kegiatan sehari-hari)
Quo ad sanationam : Dubia ad malam (Pasien mengalami kekambuhan
psikotik sebanyak 3 kali dalam waktu 3 bulan
terakhir)

X. PENATALAKSANAAN
1. Medikamentosa
 Risperidone 2x2 mg tab PO
 THP 2x2 mg tab PO
 Clozapine 1x25 mg tab PO
2. Non Medikamentosa
- Psikoterapi
 Psikoterapi suportif dengan dukungan keluarga
 Memotivasi pasien untuk rajin minum obat secara teratur dan
memberikan dukungan kepada pasien bahwa ia dapat kembali
seperti sebelum sakit dan menjelaskan kepada pasien apa yang akan
terjadi jika obat tidak diminum.
 Memotivasi keluarga untuk bisa berperan dalam pengawasan
pasien, memberikan pengertian bahwa dukungan keluarga terhadap
pasien akan membantu kesembuhan pasien secara optimal.
- Sosioterapi
- Melibatkan pasien dalam kegiatan di RSJSH seperti kegiatan terapi
kelompok.
- Memberikan pengertian kepada keluarga pasien agar dapat
memahami keadaan pasien sekarang ini dengan memberikan
dukungan.
- Observasi efek samping obat

Anda mungkin juga menyukai