Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI

PEMBUATAN AMILUM, MINYAK ATSIRI


& AQUA AROMATIKA, DAN VCO

KELOMPOK 4

Faridah Putri Atikah 151510483020


Tiara Maulina Nisa 151510483021
Durrotul Hikmah M. 151510483022
Firda Ayu Kusuma D.S. 151510483023

TAHUN PELAJARAN 2015/2016


D4 PENGOBAT TRADISIONAL
UNIVERSITAS AIRLANGGA

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah Tuhan Yang Maha Esa,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya, sehingga laporan ini
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Laporan ini disusun sebagai salah satu tugas mata kuliah Praktikum
Farmakognosi di Prodi Pengobat Tradisional Universitas Airlangga. Di dalamnya
dibahas mengenai praktikum pembuatan amilum, pembuatan minyak atsiri & aqua
aormatika, dan pembuatan virgin coconut oil.
Pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesain laporan ini
termasuk kepada Drs. Abdul Rahman sebagi Penanggung Jawab Praktikum.
Penulis juga menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat
membangun guna penyempurnaan laporan ini.
Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis pada
khusunya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Surabaya, 6 Desember 2016

Penulis

2
DAFTAR ISI
Kata Pengantar......................................................................................
ii
Daftar Isi................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.................................................................
1.1 Latar Belakang Masalah
.................................................................................................................
1.2 Rumusan Masalah
.................................................................................................................
1.3 Tujuan
.................................................................................................................
2
1.4 Manfaat
.................................................................................................................
2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...................................................................
3
2.1 Pengertian Amilum
.................................................................................................................
2.2 Pengertian Minyak Atsiri & Aqua Aromatika
.................................................................................................................
2.3 Pengertian VCO
.................................................................................................................
BAB III PROSEDUR KERJA.............................................................
4
3.1 Pembuatan Amilum dari Singong
.................................................................................................................
4
3.2 Pembuatan Minyak Atsiri & Aqua Aromatika
.................................................................................................................
6

3
3.3 Pembuatan VCO
.................................................................................................................
9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN..............................................
7
4.1 Hasil Praktikum
.................................................................................................................
7
4.1.1 Pembuatan Amilum dari Singong
..........................................................................................................
10
4.1.2 Pembuatan Minyak Atsiri & Aqua Aromatika
..........................................................................................................
10
4.1.3 Pembuatan VCO
..........................................................................................................
10
4.2 Pembahasan
.................................................................................................................
4.2.1 Pembuatan Amilum dari Singkong
..........................................................................................................
11
4.2.2 Pembuatan Minyak Atsiri & Aqua Aromatika
..........................................................................................................
12
4.2.3 Pembuatan VCO
..........................................................................................................
13
BAB V PENUTUP................................................................................
15
5.1 Kesimpulan
...................................................................................................................
15
5.2 Saran

4
...................................................................................................................
15
Daftar Pustaka.......................................................................................
16
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Di Indonesia, bahan makanan pokok yang biasa dimakan adalah
beras, jagung, sagu, dan kadang-kadang juga singkong atau ubi. Bahan
makanan tersebut berasal dari tumbuhan atau senyawa yang terkandung
didalamnya sebagian besar adalah karbohidrat.
Karbohidrat merupakan segolongan besar senyawa organik yang
paling melimpah di bumi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam
tubuh makhluk hidup, terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa),
cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada
hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan, kitin
pada hewan dan jamur.
Pada proses fotosintesis, tumbuhan hijau mengubah karbondioksida
menjadi karbohidrat. Hasil dari metabolism primer turunan dari
karbohidrat berupa senyawa-senyawa polisakarida yaitu amilum. Pati atau
amilum merupakan simpanan energi didalam sel-sel tumbuhan, berbentuk
butiran-butiran kecil mikroskopik dengan diameter berkisar antara 5-50
nm. Di alam, pati banyak terkandung dalam beras, gandum, jagungg, biji-
bijian seperti kacang merah atau kacang hijau dan banyak juga terkandung
dalam berbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi.
Minyak atsiri didefinisikan sebagai produk hasil penyulingan dari
bagian-bagian suatu tumbuhan. Minyak atsiri merupakan salah satu hasil
sisa dari proses metabolisme dalam tanaman yang terbentuk karena reaksi
antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air. Minyak atsiri

5
dapat bersumber pada setiap bagian tanaman yaitu dari daun, bunga, buah,
biji, batang, dan akar atau rhizoma.
Beberapa tanaman penghasil minyak atsiri yaitu nilam, kenanga
(Cananga odorata Hook), mawar (Rose alba L.), melati, jahe (Zingiber
officinale), cengkeh (Caryphyllus aromaticus L.), sereh wangi
(Cymbopogon nardus L.), daun kayu putih (Melaleuca lendendron L.) akar
wangi (Vetiveria zizanoides Stapf), lada (Piper nigrum L.), cempaka
(Michelia champaca L.), kayu manis (Cinnamomun zeylanioum Nees),
dan lain-lain.
Virgin coconut oil ( VCO ) merupakan bentuk olahan daging kelapa
yang baru-baru ini banyak diproduksi untuk dikompersilkan. Di beberapa
daerah, VCO lebih terkenal dengan nama minyak perawan, minyak sara,
atau minyak kelapa murni ( Setiaji dan Prayugo, 2006 ). Virgin coconut oil
atau minyak kelapa murni mengandung asam lemak rantai sedang yang
mudah dicerna dan dioksidasi oleh tubuh sehingga mencegah penimbunan
di dalam tubuh. Disamping itu ternyata kandungan antioksidan di dalam
VCO pun sangat tinggi seperti tokoferol dan betakaroten. Antioksidan ini
berfungsi untuk mencegah penuaan dini dan menjaga vitalitas tubuh
(Setiaji dan Prayugo, 2006).
Minyak kelapa murni merupakan hasil olahan kelapa yang bebas
dari transfatty acid (TFA) atau asam lemak-trans. Asam lemak trans ini
dapat terjadi akibat proses hidrogenasi. Agar tidak mengalami proses
hidrogenasi, maka ekstraksi minyak kelapa ini dilakukan dengan proses
dingin. Misalnya, secara fermentasi, pancingan, sentrifugasi, pemanasan
terkendali, pengeringan parutan kelapa secaracepat dan lain-lain
(Darmoyuwono, 2006).
Sebagai seorang Pengobat Tradisional tentu sangat dibutuhkan
keahlian untuk membuat Amilum, Minyak Atsiri & aqua aromatika, VCO
yang berkualitas. Hal ini akan berkaitan dengan standar kompetensi
Pengobat Tradisional dalam pengolahan herbal di alam untuk menjadi
obat.

6
1.2. Rumusan Masalah
1.) Bagaimana cara pembuatan amilum dari singkong?
2.) Bagaimana cara pembuatan minyak atsiri & aqua aromatika?
3.) Bagaimana cara pembuatan VCO?

1.3. Tujuan
1.) Mengetahui cara pembuatan Amilum dari singkong
2.) Mengetahui cara pembuatan Minyak atsiri & Aqua aromatika
3.) Mengetahui cara pembuatan VCO

1.4. Manfaat
Praktikum diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah dan
pengetahuan kepada pembaca serta dapat menjadi inovasi dan inspirasi
untuk pengembangan kegiatan praktikum selanjutnya.

7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Amilum


Amilum adalah jenis polisakarida yang banyak terdapat dialam, yaitu

sebagian besar tumbuhan terdapat pada umbi, daun, batang, dan biji-bijian

(Poedjiadi, A.2009).

Amilum merupakan suatu senyawa organik yang tersebar luas pada

kandungan tanaman. Amilum dihasilkan dari dalam daun-daun hijau sebagai

wujud penyimpanan sementara dari produk fotosintesis. Amilum juga tersimpan

dalam bahan makanan cadangan yang permanen untuk tanaman, dalam biji, jari-

jari teras, kulit batang, akar tanaman menahun, dan umbi. Amilum merupakan 50-

65% berat kering biji gandum dan 80% bahan kering umbi

kentang (Gunawan,2004).

Amilum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah

polimer dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 – 28 %) dan sisanya

amilopektin.

a) Amilosa : Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan

dengan ikatan α 1,4 glikosidik. Jadi molekulnya menyerupai rantai terbuka.

b) Amilopektin : Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar

mempunyai ikatan 1,4- glikosidik dan sebagian ikatan 1,6-

glikosidik. Adanya ikatan 1,6-glikosidik menyebabkan terdjadinya cabang,

sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan bercabang.

Molekul amilopektin lebih besar dari pada molekul amilosa karena terdiri

atas lebih 1000 unit glukosa (Poedjiadi, A. 2009).

8
Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa)

dan 80% bagian yag tidak larut air (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asama

mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif

(Gunawan, 2004). Bentuk sederhana amilum adalah glukosa dan rumus struktur

glukosa adalah C6H11O6 dan rumus bangun dari α- D- glukosa

2.2 Pengertian Minyak Atsiri & Aqua Aromatika


Minyak atsiri (minyak menguap = minyak eteris = minyak
essensial = volatile oil) adalah jenis minyak yang berasal dari bahan nabati,
bersifat mudah menguap pada suhu kamar tanpa mengalami peruraian atau
apabila dibiarkan terbuka, dan memiliki bau seperti tanaman asalnya
(khas). Minyak atsiri biasanya tidak berwarna, terutama bila masih segar
(baru saja diperoleh dari isolasi), tetapi makin lama akan berubah menjadi
gelap, karena terjadi proses oksidasi dan mengalami pendamaran. Upaya
untuk mencegah proses tersebut antara lain disimpan dalam botol kaca
yang gelap dan tertutup rapat.
Minyak atsiri didefinisikan sebagai produk hasil penyulingan
dengan uap dari bagian-bagian suatu tumbuhan. Minyak atsiri dapat
mengandung puluhan atau ratusan bahan campuran yang mudah menguap
(volatile) dan bahan campuran yang tidak menguap (non-volatile) yang
merupakan penyebab karakteristik aroma dan rasanya.
Menurut Farmakope Edsisi II, aqua aromatika adalah larutan jenuh
minyak atsiri dalam air. Di antara aqua aromatika ada yang memiliki daya
terapi yang lemah, terlebih digunakan untuk memberi aroma pada obat-
obatan atau sebagai pengawet. Aqua aromatika ini tidak boleh berwarna
dan berlendir, tetapi harus mempunyai bau dan rasa yang menyerupai
bahan asal. Dapat dibuat secara destilasi atau dibuat dari larutan senyawa
aromatik dengan menggunakan atau tanpa bahan pendispersi. Aqua

9
aromatika perlu disimpan di tempat sejuk dalam botol kaca yang gelap
agar terlindung dari cahaya dan panas berlebih.

2.3 Pengertian VCO


Virgin Coconut Oil (VCO) adalah minyak yang dihasilkan dari
buah kelapa segar. Yang mana dalam prosesnya memanfaatkan santan
kelapa yang telah diparut kemudian diproses lebih lanjut, Virgin Coconut
Oil (VCO) dapat dihasilkan tidak hanya menggunakan proses panas yang
tinggi, Banyak alternatif lain yang dapat digunakan dalam pembuatan
minyak kelapa ini. Virgin Coconut Oil (VCO) bermanfaat bagi kesehatan
tubuh, hal ini disebabkan Virgin Coconut Oil (VCO) mengandung banyak
asam lemak rantai menengah (Medium Chain Fatty Acid / MCFA).
Virgin Coconut Oil (VCO) juga memiliki sejumlah sifat fisik yang
menguntungkan. Di antaranya, memiliki kestabilan secara kimia, bias
disimpan dalam jangka panjang dan tidak cepat tengik, serta tahan
terhadap 6 panas.Komponen utama dari Virgin Coconut Oil (VCO) adalah
asam lemak jenuh dan memiliki ikatan ganda dalam jumlah kecil, Virgin
Coconut Oil (VCO) relatif tahan terhadap panas, cahaya dan oksigen.
Kandungan paling besar dalam minyak kelapa adalah asam laurat.

10
BAB III
PROSEDUR KERJA
3.1. PEMBUATAN TEPUNG DARI SINGKONG (Manihot esculenta)
Bahan
1. Singkong ± 300 gr
2. Air

Alat
1. Pisau
2. Baskom
3. Kain tipis
4. Parutan
5. Ayakan
6. Nampan
7. Oven
8. Spatula
9. Bekker Glass
10. Cawan Petri

Prosedur Kerja Amilum


1. Memastikan semua alat yang digunakan bersih
2. Mencuci singkong sampai bersih dengan air mengalir sampai tidak ada
tanahnya.
3. Lalu mengupas singkong dari kulitnya hingga bersih.
4. Menimbang berat singkong di timbangan. Cuci lagi lalu tiriskan
5. Memarut singkong yang sudah dikupas dibaskom

11
6. Lalu memeras hingga beberapa kali perasan, kemudian diendapkan
hingga terlihat endapan putih yang berada di bagian bawah baskom.
7. Mengganti air rendaman, hingga endapan berwarna putih bersih dan
rasa tepung tidak pahit.
8. Lalu meletakkan endapan di atas cawan.
9. Serap air menggunakan kertas saring.
10. Keringkan hingga benar-benar kering di dalam oven dengan suhu
±370C supaya tepung tidak berjamur dan dapat awet (tahan lama).
11. Lalu mengayak tepung hingga didapatkan tekstur tepung yang sangat
halus. Dan tepung dari singkong siap digunakan.

3.2. PEMBUATAN MINYAK ATSIRI & AQUA AROMATIKA


Alat
 Seperangkat alat destilasi
 Corong pemisah
 Pisau
 Talenan
 Gelas ukur
 Beaker glass

Bahan
 Rimpang jahe segar (Zingiberis Rhizoma) ± 1000 gr
 Air 9 liter
 Lem kertas
 Hasil destilasi Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale Roseoe)

Prosedur Kerja Minyak Atsiri


a. Memilih rimpang jahe yang memiliki kualitas unggul.
b. Mencuci bersih rimpang jahe dengan air mengalir sampai bersih lalu
ditiris.
c. Merajang rimpang jahe dengan pisau setipis mungkin.
d. Memasukkan rajangan rimpang jahe ke dalam dandang yang telah diisi
air sebanyak 9 liter.
e. Memastikan alat sudah tersusun dengan baik.
f. Menutup dandang dan membubuhkan lem pada sekeliling mulut
dandang, bagian antara pipa dan mulut dandang.
g. Menyalakan api dengan maksimum.

12
h. Menunggu hingga terlihat uap pada pipa. Lalu menyambungkan alat
pendingin dengan alat destilasi melalui selang.
i. Menunggu hingga air dan minyak keluar melalui pipa.
j. Menampung minyak pada tabung Erlenmeyer / gelas ukur.

Prosedur Kerja Aqua Aromatika


a. Memasukkan hasil destilasi pada corong pemisah.
b. Mendiamkan sebentar sampai aqua aromatika dan minyak atsiri benar-
benar terpisah.
c. Memisahkan antara minyak atsiri dan aqua aromatika menggunakan
corong pemisah memanfaatkan perbedaan massa jenis dari minyak
atsiri dan aqua aromatika.

3.3 PEMBUATAN VIRGIN COCONUT OIL (VCO) (CARA PANAS)


Persiapan Bahan Dan Alat
- Kelapa
- Air ± 600 ml
- Pemarut kelapa
- Penyaring kelapa
- Wadah penampung
- Wajan penggorengan
- Gelas ukur
- Kertas saring
- Pipet
- Timbangan

Prosedur Kerja
1. Memilih bahan baku buah kelapa yang terbaik yaitu dengan kelapa tua
yang segar.
2. Mengupas kulit arinya yang berwarna kecoklatan, lalu memarut dan
memeras dengan tangan secara manual.
3. Menambahkan air secukupnya. Perbandingan air dengan hasil santan
yang dihasilkan sekitar 10 : 6, agar hasil yang didapatkan kental.

13
4. Mendiamkan santan ±1 jam agar terjadi endapan yang berupa krim
santan dibagian atas dan skim santan dibawahnya. Yang digunakan
untuk VCO dan dipanaskan adalah krim santan (lapisan teratas).
5. Memanaskan atau memasak santan tersebut di atas wajan dengan suhu
antara 60°-75° C dan tidak boleh mencapai 100° C (mendidih).
Selama pemanasan santan terus diaduk, sampai terbentuk lapisan
minyak murni berwarna bening.
6. Setelah santan dipanaskan akan mendapatkan 3 lapisan, yaitu minyak,
blondo dan air. Lalu memisahkan minyak dengan blondo dengan
menggunakan kertas saring.
7. Meletakkan hasil minyak yang telah disaring pada wadah dan
mendiamkan selama semalam. Agar minyak yang dihasilkan benar-
benar murni jika selama semalam didiamkan masih terdapat lapisan
selain minyak bisa disaring lagi.

14
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Praktikum
4.1.1 Hasil Amilum Singkong

Pengamatan Hasil Keterangan


1 potongan
Singkong 660 gr
tidak
Volume air yang ditambahkan pada
500 ml
endapan pati singkong I
Volume air yang ditambahkan pada
300 ml
endapan pati singkong II
Volume air yang ditambahkan pada
100 ml
endapan pati singkong III
Endapan pati singkong dari proses
74 gr
I, II, III yang sudah dikeringkan

4.1.2 Hasil Minyak Atsiri & Aqua Aromatika

Pengamatan Hasil
Massa atau Jumlah rimpang jahe yang didestilasi ± 1 kg
Volume air yang ditambahkan 9 liter
Hasil destilasi (campuran minyak dan air) ... ml
Minyak atsiri yang didapat 0,2 ml
Aqua aromatika yang didapat 1.410 ml (1,4 L)

4.1.3 Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) (cara panas)


Suhu Inkubasi : 30 0C
Lapisan yang dihasilkan : ~ Lapisan atas berupa krim/skim (warna
putih)

15
~ Lapisan bawah berupa air
Krim yang dihasilkan : 870 ml
VCO yang dihasilkan : 72 ml
Warna VCO : bening dan berbau khas kelapa

4.2. Pembahasan
4.2.1 Pembuatan Amilum
Dari 660 gr singkong utuh yang telah kami Kupas, cuci dan parut lalu
kami tambahkan sedikit air kemudian diperas hingga mendapatkan pati.
Kemudian pati tersebut didiamkan selama ±30 menit, agar mendapatkan
endapan pati. Setelah pati terpisaah dengan air pati dikeringkan menggunakan
oven dengan suhu ± 370C. Setelah kering dihaluskan dan kemudian diayak.
Dalam pemerahanya kami mendapatkan kesulitan sehingga kami hanya
mendapatkan air pati hanya sedikit.

4.2.2 Pembuatan Minyak Atsiri & Aqua Aromatika


Pengambilan minyak atsiri dan aqua aromatika dari rimpang
jahe (Zingiberis Rhizoma) pada praktikum kali ini menggunakan
metode destilasi air. Praktikum berjalan selama 2,5 jam. Dari ± 1 kg
rimpang jahe yang telah dirajang setipis mungkin dan ditambahkan air
9 liter menunjukkan suatu hasil minyak atsiri yang sangat sedikit yaitu
0,2 ml. Minyak atsiri yang dihasilkan bercampur dengan air sehingga
sulit untuk dipisahkan. Proses pengambilan dilakukan dengan
menggunakan corong pemisah yang sebelumnya destilat (air dan
minyak) didiamkan selama sehari di dalam corong pemisah tersebut.
Sedangkan untuk aqua aromatika yang didapat mencapai 1.410
ml / 1,4L dari hasil destilasi minyak atsiri jahe (Zingiber officinale
Roseoe). Proses pengambilan aqua aromatika juga menggunakan
corong pemisah.
Sedikitnya minyak atsiri yang dihasilkan kemungkinan
disebabkan karena beberapa hal diantaranya, faktor rimpang jahe.
Rimpang jahe yang digunakan dalam praktikum ini adalah rimpang jahe
yang masih muda. Sehingga kandungan minyak atsiri dalam rimpang
tersebut tidak sebanyak dibandingkan rimpang jahe yang sudah tua.
Selain itu disebabkan karena proses destilasi yang kurang maksimal dan
kurang lamanya proses destilasi. Pada praktikum ini, proses destilasi
hanya dilakukan dalam jangka waktu yang sebentar sekitar 45 – 60
menit. Hal ini dikarenakan ada batasan waktu saat praktikum sehingga
hasil destilasi belum tertampung secara maksimal.

16
4.2.3 Pembuatan Virgin Coconut Oil (Cara Panas)
Pada praktikum kali ini kami telah membuat VCO (Virgin
Coconut Oil) dengan proses pembuatan VCO cara panas. Didapatkan
hasil dari pendiaman santan selama kurang lebih 1 jam bagian atas
lapisan krim sebanyak 870 ml dan bagian bawah lapisan air. Pada
perlakuan ini jika pengendapan dilakukan lebih lama akan
menghasilkan krim lebih banyak dibandingkan waktu pengendapan
yang relative sebentar.

BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh
kesimpulan sebagai berikut :
 Minyak atsiri dan aqua aromatika dapat diperoleh dari rimpang jahe yang
mengalami penyulingan destilasi air (water destilation), kemudian
dipisahkan dengan corong pemisah.
 Rimpang jahe ± 1 kg yang didestilasi dapat menghasilkan minyak atsiri
sebanyak 0,2 ml dan aqua aromatika sebanyak 1.410 ml (1,4L)

17
DAFTAR PUSTAKA
Darmoyuwono, W., 2006, Gaya Hidup Sehat dengan Virgin Coconut Oil, cetakan
pertama, penerbit Indeks-kelompok Gramedia, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi II.
Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.
Guenther, E. 1990. Minyak Atsiri jilid IVA, 77, 93-97. Jakarta: UI Press.
Hobir, Emmyzar. 2002. Perkembangan Teknologi Produksi Minyak Atsiri
Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor.
Setiaji Bambang dan Prayugo Surip. 2006. Membuat VCO Berkualitas Tinggi.
Jakarta: Penebar Swadaya.

18

Anda mungkin juga menyukai