Anda di halaman 1dari 6

Model Perhitungan Return Tidak Normal

15.1. Return Tidak Normal

Abnormal return atau excess return merupakan kelebihan dari return yang sesungguhnya terjadi
terhadap return normal. Return normal merupakan return ekspektasian (return yang diharapkan
oleh investor). Dengan demikian return tidak normal (abnormal return) adalah selisih antara
return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasian, sebagai berikut :

𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 = 𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 − 𝐸[𝑅𝑖,𝑡 ]

Keterangan :

𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 = return tidak normal (abnormal return) sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t.

𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 = return ekspektasian yang terjadi untuk sekuritas ke-i pada periode peristiwa ke-t.

𝐸[𝑅𝑖,𝑡 ] = return ekspektasian sekuritas ke-i untuk periode peristiwa ke-t.

15.2. Rata-Rata Return Tidak Normal

Pengujian adanya return tidak normal tidak dilakukan untuk tiap-tiap sekuritas, tetapi dilakukan
secara agregat dengan menguji rata-rata return tidak normal seluruh sekuritas secara cross-
section untuk tiap-tiap hari di periode peristiwa. Rata-rata return tidak normal (average
abnormal return) untuk hari ke-t dapat dihitung berdasarkan rata-rata aritmatika sebagai berikut :

∑𝑘𝑖=1 𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡
𝑅𝑅𝑇𝑁𝑡 =
𝑘

Keterangan :

𝑅𝑅𝑇𝑁𝑡 = rata-rata return tidak normal pada hari ke-t

𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 = return tidak normal untuk sekuritas ke-i pada hari ke-t.
k = jumlah sekuritas yang terpengaruh oleh pengumuman peristiwa

15.3. Akuntansi Return Tidak Normal

Akumulasi return tidak normal atau cumulative abnormal return (CAR) merupakan penjumlahan
return tidak normal hari sebelumnya di dalam periode peristiwa untuk masing-masing sekuritas
sebagai berikut :

𝐴𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 = ∑ 𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑎
𝑎=𝑡3

Keterangan :

𝐴𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 = akumulasi return tidak normal sekuritas ke-i pada hari ke-t, yang diakumulasi dari return tidak
normal (RTN) sekuritas ke-i mulai hari awal periode peristiwa (t3) sampai hari ke-t.

𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑎 = return tidak normal untuk sekuritas ke-i pada hari ke-a, yaitu mulai t3 (hari awal periode
jendela) sampai hari ke-t.

15.4. Pengujian Statistik Terhadap Return Tidak Normal

Pengujian statistic terhadap return tidak normal mempunyai tujuan untuk melihat signifikansi
return tidak normal yang ada di periode peristiwa. Signifikansi yang dimaksud adalah bahwa
abnormal return tersebut secara statistic signifikan tidak sama dengan nol (positif untuk kabar
baik dan negatif untuk kabar buruk).

Secara umum, pengujian-t yang menguji hipotesis nol bahwa nilai suatu parameter sama dengan
nol adalah sebagai berikut :

𝛽
𝑡=
𝐾𝑒𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑆𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟 𝐸𝑠𝑡𝑖𝑚𝑎𝑠𝑖

Keterangan :
t = t-hitung

𝛽 = parameter yang akan diuji signifikansinya (misalnya adalah koefisien dari regresi, rata-
rata suatu nilai dan sebagainya)

Dengan demikian pengujian-t ini dilakukan dengan cara standarisasi dari nilai return tidak
normal. Standarisasi yang dilakukan adalah dengan membagi nilai return tidak normal dengan
nilai kesalahan standar estimasinya (standar error of the estimate). Kesalahan standar estimasi
merupakan kesalahan standar pada waktu mengestimasi nilai abnormal returnya. Standarisasi
dilakukan untuk return tidak normal masing-masing sekuritas. Return tidak normal standarisasi
(standardized abnormal return) untuk sekuritas ke-I dapat ditulis sebagai berikut :

𝑅𝑇𝑁𝑖𝑡
𝑅𝑇𝑁𝑆𝑖,𝑡 =
𝐾𝑆𝐸𝑖

Keterangan :

𝑅𝑇𝑁𝑆𝑖,𝑡 = return tidak normal standarisasi sekuritas ke-i pada hari ke-t di periode peristiwa

𝑅𝑇𝑁𝑖𝑡 = return tidak normal sekuritas ke-i pada hari ke-t di periode peristiwa.

𝐾𝑆𝐸𝑖 = kesalahan standar estimasi untuk sekuritas ke-i

Permasalaha yang timbul adalah nilai kesalahan standar estimasi bagaimana yang dapat digunakan.
Beberapa cara telah digunakan untuk menentukan kesalahan standar estimasi yang akan digunakan, yaitu
sebagai berikut ini

1. Kesalahan standar estimasi ditentukan berdasarkan devisiasi standar return-return selama


periode estimasi dengan nilai standarnya yang digunakan adalah nilai rata-rata returnya.
2. Kesalahan standar estimasi ditentukan berdasarkan devisiasi standar return-return selama
periode estimasi dengan nilai standar yang digunakan adalah nilai prediksi returnya.
3. Kesalahan standar estimasi ditentukan berdasrakan devisiasi standar return-return hari ke-
t secara cross-section selama periode peristiwa.

Cara pertama dan kedua dilakukan untuk masing-masing sekuritas ke-i. cara kesatu dan kedua ini
membutuhkan periode estimasi, sehingga hanya dapat diterapkan untuk model pasar (market
model) dan model sesuaian-rata-rata (mean-adjusted model) dan tidak sesuai untuk model
sesuaian-pasar (market-adjusted model), karena model ini tidak menggunakan periode estimasi.

Cara ketiga dilakukan secara agregat untuk semua sekuritas (cross-section). Cara ketiga ini
hanya membutuhkan periode peritiwa dan tidak membutuhkan periode estimasi. Oleh karena itu,
model sesuaian-pasar (market-adjusted model) tepat digunakan untuk cara ketiga ini. Model-
model yang lainnya, yaitu market-model dan mean-adjusted model dapat juga menggunakan cara
ketiga ini.

Kesalahan Standar Estimasi Berdasarkan Rata-rata Return Periode Estimasi

Cara pertama menghitung kesalahan standar estimasi berdasarkan deviasi nilai-nilai return dari
nilai rata-rata returnnya selama periode estimasi dan dapat dirumuskan sebaga berikut :

∑𝑡2 ̅ 2
𝑗=𝑡1(𝑅𝑖𝑗 − 𝑅𝑖 )
𝐾𝑆𝐸𝑖 = √
𝑇1 − 2

Keterangan :

𝐾𝑆𝐸𝑖 = kesalahan standar estimasi untuk sekuritas ke-i

𝑅𝑖,𝑗 = return sekuritas ke-i untuk hari ke-j selama periode estimasi

𝑅̅𝑖 = rata-rata return sekuritas ke-i selama periode estimasi

T1 = jumlah dari di periode estimasi, yaitu dari hari ke-t1 sampai dengan hari ke-t2.

Kesalahan Standar Estimasi Berdasarkan Prediksi Return Periode Estimasi

Cara kedua menghitung kesalahan standar estimasi berdasarkan deviasi nilai-nilai return dari
nilai estimasinya salama periode estimasi. Dengan demikian perbedaan cara pertama dan kedua
dalam menghitung kesalahan standar estimasi adalah terletak di standar yang digunakan untuk
mengukur penyimpangan retun-returnnya selama periode estimasi. Di cara pertama, nilai standar
yang digunakan adalah nilai rata-rata returnnya, sedang di cara kedua, nilai standar yang
digunakan adalah nilai estimasi returnya. Cara kedua ini dapat dirumuskan berikut ini :

∑𝑡2
𝑗=𝑡1(𝑅𝑖𝑗 −𝐸(𝑅𝑖𝑗 ))
2
𝐾𝑆𝐸𝑖 = √ 𝑇1−2

Keterangan :

𝐾𝑆𝐸𝑖 = kesalahan standar estimasi untuk sekuritas ke-i.

𝑅𝑖,𝑗 = return sekuritas ke-i untuk hari ke-j selama periode estimasi.

𝐸(𝑅𝑖𝑗 ) = estimasi return sekuritas ke-i untuk hari ke-j selama periode estimasi.

T1 = jumlah hari di periode estimasi, yaitu dari hari ke-t1 sampai dengan hari ke-t2

Kesalahan Standar Estimasi Secara Cross-Section

Cara ketiga dari perhitungan keslaahan standar estimasi didasarkan pada deviasi standar return-
return tidak normal dari k-sekuritas secara cross-section untuk setiap hari di periode peristiwa.
Cara ketiga ini menghitung kesalahan standar estimasi langsung di periode peristiwa, tidak
menggunakan periode estimasi. Cara ketiga ini lebih tepat digunakan untuk model sesuaian-pasar
(market-adjusted model) yang hanya menggunakan periode peristiwa dan tidak menggunakan
periode estimasi. Keslaahan standar estimasi ini adalah :

∑𝑘 ̅̅̅̅̅̅ 2
𝑖=1(𝑅𝑇𝑁𝑖𝑡 −𝑅𝑇𝑁) 1
𝐾𝑆𝐸𝑡 = √ (𝑘−1)
.
√𝑘

Keterangan :

𝐾𝑆𝐸𝑡 = kesalahan standar estimasi untuk hari ke-t di periode peristiwa.


𝑅𝑇𝑁𝑖,𝑡 = return tidak normal sekuritas ke-i untuk hari ke-t di periode peristiwa.

̅̅̅̅̅̅
𝑅𝑇𝑁 = rata-rata return tidak normal k-sekuritas untuk hari ke-t di periode peritiwa.

k = jumlah sekuritas

Contoh :

Misalnya return tidak normal pada hari ke-3 untuk sekuritas ke-1 adalah sebesar 0,11, untuk sekuritas ke-
2 adalah sebesar 0,06 dan untuk sekuritas ke-k adalah sebesar 0,10. Maka rata-rata return tidak normal
untuk hari ke-3 adalah sebesar :

(0,11 + 0,06 +⋯+0,10)


̅̅̅̅̅̅
𝑅𝑇𝑁 = = 0,07
𝑘

Besarnya 𝐾𝑆𝐸−3 adalah sebesar :

((0,11−0,07)2+(0,06−0,07)2+⋯+(0,10−0,07)2) 1 1 1
𝐾𝑆𝐸−3 = [ (𝑘−1)
] 2 . (𝑘) 2

= 0,65

0,07
Dan besarnya t-hitung adalah = 0,108. KSE dan t-hitung untuk hari-hari lain di periode jendela dapat
0,65

dihitung dengan cara yang sama