Anda di halaman 1dari 26

Lampiran Keputusan Direktur Utama

Rumah Sakit Umum Bali Royal


Nomor : 125/BROS/SK-DIR/II/2018
Tanggal : 15 Februari 2018
Tentang : Pedoman Pelayanan Admision di
Rumah Sakit Umum Bali Royal.

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rumah Sakit merupakan sebuah organisasi yang dalam tujuannya adalah memberikan
pelayan kesehatan kepada semua elemen yang membutuhkan. Pelayanan kesehatan
sendiri diartikan sebagai sebuah upaya yang diselenggarakan oleh suatu organisasi
(Rumah Sakit) untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah,
menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan individu, keluarga, kelompok
dan masyarakat.
Untuk dapat memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal, Rumah Sakit
melakukan berbagai upaya dan menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung
upaya tersebut. Dalam organisasinya Rumah Sakit terdiri dari beberapa Divisi dan
Unit yang akan bekerja secara bersama-sama untuk memberikan pelayanan kesehatan
yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan
tingkat kepuasaan rata-rata penduduk, serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan
kode etik dan standar pelayanan profesi yang telah ditetapkan.
Unit Admision berada dibawah naungan Direktur SDM & Pelayanan RS,
dengan atasan langsung yaitu Manager Customer Relation. Divisi Admision sendiri
terdiri dari:
1. Unit Hubungan Pelanggan
2. Unit Admision
3. Unit Alarm Center.
4. Unit Pelayanan Pelanggan Keperawatan

1
Keberadaan Unit Admision sendiri merupakan Unit yang bertugas di garda
depan, sebagai unit administrasi yang bertugas menerima pasien diawal, memberikan
informasi, melakukan registrasi rawat inap dan rawat jalan, hingga memberikan
informasi biaya kepada pasien. Unit ini juga yang memberikan informasi kepada
pasien terkait persetujuan umum sebelum pasien rawat inap.

Rumah sakit merupakan sarana yang digunakan untuk menyelenggarakan


upaya kesehatan pasien, baik pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap dan rumah
sakit pemerintah maupun swasta. Pelayanan yang diberikan tidak membedakan jenis
rumah sakit, tetapi dituntut untuk mampu memberikan pelayanan dengan
mengutamakan keselamatan pasien. Dalam mewujudkan tuntutan tersebut pelayanan
harus didukung oleh berbagai unit yang terkait salah satunya unit Admision.
Penyusunan buku Panduan Pelayanan Unit Kerja Admision ini sangat penting
yang pada akhirnya dapat meningkatkan kepercayaan konsumen,dan kepuasan pasien
yang mendapatkan pelayanan kesehatan di RSU. Bali Royal.

B. Tujuan Pedoman
Pedoman penyelenggaraan Admision ini dibuat untuk menunjang terciptanya tertib
administrasi dalam sistem pendaftaran pasien rawat inap maupun rawat
jalan,pedoman ini juga dibuat untuk meningkatkan upaya pelayanan kesehatan di
rumah sakit dengan mengikuti standar-standar yg telah ditetapkan. Selain itu,
pedoman Penyelenggaraan Admission bertujuan untuk menciptakan keseragaman
pelayanan rekam medis sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Adapun
tujuan dibuatnya Pedoman ini adalah :

1. Terbentuknya staf yang mampu memberikan pelayanan pendaftaran,


pemberian informasi dengan standart service exlenc dan mengedepankan
patient Safety terklait dengan Identitas pasien.

2
2. Mengoptimalkan komunikasi dan hubungan baik dengan pasien agar pasien
mempercayakan RS Bali Royal sebagai tempat untuk melakukan pemeriksaan
rawat jalan maupun rawat inap dgn pelayanan yg optimal.
3. Memonitor agar semua staf dalam membuat keputusan dan menjalankan tugas
sesuai dengan pedoman dilandasi oleh nilai moral yang tinggi dan kepatuhan
terhadap ketentuan dalam SPO.

C. Ruang Lingkup Pelayanan


Pedoman ini diterapkan kepada semua staf Admission dalam tujuannya
memberikan pelayanan registrasi rawat inap dan rawat jalan, termasuk
memberikan informasi terkait biaya dan persetujuan umum untuk pasien saat
memutuskan untuk rawat inap.Selain itu dapat memberikan informasi yg
optimal terhadap pasien sehingga memberikan kepuasan terhadap perlanggan.

D. Batasan Operasional
Batasan operasional diperlukan untuk menghindari timbulnya kesalahan data
social pasien dan kesalahan registrasi terhadap pasien yg datang . Adapun
batasan operasional dalam pedoman ini antara lain :
1. Registrasi rawat jalan: Proses pendaftaran rawat jalan menggunakan
system IT RS
2. Registrasi rawat Inap: Proses pendaftaran pasien rawat inap nebggunakan
system IT RS dan penytiapan dokumen pendukung rawat inap pasien.
3. Booking/reservasi rawat jalan : proses booking reservasi pasien untuk
rawat jalan ke poliklinik
4. Booking/reservasi rawat inap : proses booking pasien untuk
mengdapatkan kamar yang diinnginkan dengan memberikan uang DP
minimal Rp .1000.000,-

3
5. Ikatan Kerjasama : adalah kesepakatan antara para pihak yaitu Pihak
rumah Sakit dan Pihak Rekanan yang dituangkan dalam Perjanjian
Kerjasama (PKS)
6. Peserta : adalah Klien Pihak Rekanan / Pasien Pihak Rumah Sakit
7. Rawat Inap : adalah perawatan Kesehatan yang dilakukan di Rumah Sakit
dimana penderita menginap sedikitnya 1 (satu) malam berdasarkan
Rujukan dari Dokter Umum dan atau Dokter Spesialis
8. Layanan Kesehatan Tingkat Pertama : adalah semua jenis pemeliharaan
Kesehatan perorangan yang dilakukan oleh dokter Umum, Dokter gigi,
Bidan dan Paramedis lainnya yang dianggap perlu atau pada klinik 24
jam, Rumah Sakit dengan atau tanpa obat dan tidak sedang menjalani
Rawat Inp/tidak memerlukan Rawat Inap di Rumah Sakit
9. Layanan Kesehatan Tingkat Lanjutan : adalah semua pemeliharaan
Kesehatan yang merupakan Rujukan dari PPK tingkat Pertama, yang
dilaksanakan oleh Dokter Spesialis atau Dokter Ahli yang diakui oleh
pemerintah, penunjang disgnostik, pembedahan sederhana, rehabilitasi,
serta tindakan medis lainnya oleh Dokter Spesialis.
10. Rawat Gigi Dasar : adalah pelayanan yang diberikan oleh Dokter Gigi
Umum yang mencakup konsultasi, pembersihan karang gig, tambal gigi
dengan non precious metal, cabut gigi tanpa operasi dan dental radiology
(panoramic) atau Pelayanan lain yang akan dinyatakan oleh Pihak rekanan
11. Hari Kerja : adalah waktu operational Pihak Rumah Sakit yaitu 7 hari
seminggu 24 jam sehari terkecuali Poliklinik Rawat Jalan Jam 09.00 wita
s/d 21.00 wita tidak termasuk hari minggu dan libur nasional
12. Klinik : adalah badan, instansi atau perusahaan, maupun yang
memberikan jaminan terhadap Pasien/Peserta atas Pelayanan Kesehatan
yang akan dijalani dan atau telah diterima dari Pihak Rumah Sakit
13. Asuransi : adalah badan, instansi atau perusahaan, maupun yang
memberikan jaminan terhadap Pasien/Peserta atas Pelayanan Kesehatan
yang akan dijalani dan atau telah diterima dari Pihak Rumah Sakit
4
14. TPA : adalah badan, instansi atau perusahaan, maupun yang memberikan
jaminan terhadap Pasien/Peserta atas Pelayanan Kesehatan yang akan
dijalani dan atau telah diterima dari Pihak Rumah Sakit
15. Perusahaan : adalah badan, instansi atau perusahaan, maupun yang
memberikan jaminan terhadap Pasien/Peserta atas Pelayanan Kesehatan
yang akan dijalani dan atau telah diterima dari Pihak Rumah Sakit.
16. Form status pembayaran : Form yang dbuatkan oleh petugas admission
pada saat awal masuk terkaitestimasi biaya perawatan pasien
17. Form persetujuan rawat inap : Form yang diisi oleh keluarga pasien
menyatakan setuju untuk rawat inap
18. Form General Concern : Form persetujuan umum yang harus diisi oleh
pasien atau keluarga terkait peraturan RS, hak dan kewajiban pasien.
19. Form pendaftaran pasien baru : Form pendaftaran pasien baru berisi
identitas data sosial pasien.

E. Landasan Hukum
1. UU Republik Indonesia No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. UU Republik Indonesia No 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. UU No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitase dan Alternatif Penyelesaian
Sengketa

5
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia


Dalam tujuannya untuk melayani pasien rawat inap,rawat jalan dan memberikan
informasi yang dibutuhkan pasien mengenai Rumah Sakit Bali Royal, maka
adapun kualifikasi yang merupakan standar bagi sumber daya manusia Unit
Admision adalah sebagai berikut :

Staf Admission
Pendidikan Pengalaman Kemampuan
D3 – S1 Pernah Bekerja di bagian - Mampu
berkomunikasi yg baik dgn bahasa
Receptionist hotel maupun RS
maupun bahasa inggris.
- Mampu
mengelola email dgn baik
- Mampu
mengoperasikan Microsoft office.

Staf Operator telepon dan Operator poliklinik

Pendidikan Pengalaman Kemampuan


D1 – D3 Pernah - Mampu
berkomonikasi yg baik dgn bahasa
maupun bahasa inggris

6
B. Distribusi Ketenagaan
Unit Admission
No Nama Jabatan Jumlah Kebutuhan
1. Kepala Unit Pelayanan Pelanggan 1 orang

2. Staf Pelayanan Pelanggan 13 orang

3. Staf Operator Telepon dan Operator Poliklinik. 5 Orang

C. Pengaturan Jaga
Unit Admission merupakan unit Unit yang bertugas di garda depan, sebagai
unit administrasi yang bertugas menerima pasien diawal, memberikan informasi,
melakukan registrasi rawat inap dan rawat jalan, hingga memberikan informasi biaya
kepada pasien. Unit ini juga yang memberikan informasi kepada pasien terkait
persetujuan umum sebelum pasien rawat inap. Untuk itu semua staf di Unit
Admission menjalankan system jaga 3 shift dimana jam kerja untuk semua staf
adalah sebagai berikut :
1. Hari kerja : Senin s/d Minggu
Jam kerja : 08.00 wita s/d 15.00 wita ( shift pagi )
: 15.00 wita s/d 22.00 wita ( shift sore )
: 14.00 wita s/d 21.00 wita (shift middle)
: 22.00 wita s/d 08.00 wita ( shift malam )
Hari libur : Sesuai dgn agama yg dianut,dan untuk libur sudah diatur
sesuai jadwal
yg dibuat setiap bulanya

7
BAB III
STANDAR FASILITAS

A. DENAH U S
PINTU MASUK LOBBY

TEMPAT
KORAN SOFA LOBY

LINE ANTRIAN

MEJA
LOBY

COUNTER ADMISION
RAWAT JALAN

RUANG REKAM MEDIS TEMPAT DUDUK


PELANGGAN
& OPERATOR

COUNTER CUSTOMER ADMISION


RAWAT INAP & RIPAC

8
B. Standar Fasilitas
Dalam menjalankan fungsi serta tugas-tugas unit Admission didukung dengan
fasilitas-fasilitas sebagai berikut:
1. Counter Admission
No Nama Alat Jumlah Spesifikasi Ukuran Keterangan
1. Meja Kerja 1 buah Kayu Besar
2. Kursi Kerja 4 buah Roda Besar
3. Kursi Tamu 2 buah Stainless Standar
4. Counter 2 buah Kayu Standar
5. Meja Tamu 1buah Kayu Standar
6. Sofa Tamu 12 seat Kulit Standar
7 Computer 6 buah LG Standar
8 Rak susun plastik 2 buah Plastic Standar
9 Line antrean pasien 3 buah Stainless Standar
10 Mesin Fax 1 buah Panasonic Standar
11 HT 1 buah Motorola Standar
12 Kursi kecil 2 buah Stainles Standar
13 Printer katu 2 buah Standar
14 Printer Epson Lx 300 2 buah Standar

15 Hp flexsi 1 buah Standar


16 Printer MH321 1 buah Standar
17 Ac.Panasonik 2 buah Standar
18 TOA 1 buah Standar
19 Tempat tissu 1 buah Standar
20 Alat printer label 1buah Standar
barcode
21 Telepone Extention 4 buah Panasonic Standar

9
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

A. Unit Admission
Hal-hal yang menjadi tugas dari Unit Admission adalah sebagai berikut :
PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN
1. Ucapkan salam
2. Tanyakan apakah pasien tersebut merupakan pasien baru (pasien yang baru
pertama kali berkunjung, tidak membawa kartu berobat dan kehilangan kartu)
atau pasien lama
3. Berikan formulir pendaftaran jika pasien baru
4. Mintalah kartu berobat pasien jika pasien lama
5. Cari data pasien di IT system jika kartu tidak dibawa / hilang.
6. Mintalah pasien / keluarga mengisi formulir pendaftaran sesuai identitas diri
(KTP/Pasport)
7. Tanyakan kepada pasien apakah memiliki asuransi / ikatan kerjasama dengan
Rumah Sakit Umum Bali Royal
8. Mintalah kartu asuransi dan di fotocopy untuk disimpan dalam rekam medis dan
sebagai kelengkapan dukumen penagihan.
9. Lihat cakupan kerja sama pada rangkuman kerjasama
10. Siapkan formulir bukti kunjungan rawat jalan pasien IKS diisi dan tanda tangan
pasien/keluarga.
11. Lengkapi bukti kunjungan rawat jalan pasien IKS rangkap dengan stempel IKS
dan nama perusahaannya
12. Masukkan data ke dalam IT Sistem
13. Print bukti registrasi dan barcode identitas pasien
14. Print Kartu Berobat Pasien dan Kartu Index Utama Pasien jika merupakan pasien
baru.
15. Cocokkan kembali kebenaran bukti data pasien dgn bukti registrasi dan di paraf
petugas Admision.
10
16. Serahkan bukti registrasi dan Kartu Berobat ke pasien / keluarga untuk
diserahkan ke unit layanan yang dituju
17. Arahkan pasien ke unit pelayanan yg dituju.

Reservasi rawat inap dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :


A. Melalui telepon :
1. Terima telpon dari Keluarga/pasien menelepon ke RS Bali Royal untuk
reservasi rawat inap, di terima oleh operator.
2. Transfer telpon ke bagian Admision.
3. Informasikan tarif rawat inap ke pasien /keluarga dan fasilitas yg tersedia.
4. Catat reservasi kamar pasien pada Buku Rencana Tindakan Rawat Inap atau
One Day Care (DP A.2-4)
5. Tanyakan identitas pasien secara lengkap pasien baru.
6. Tanyakan nama dan nomer rekam medis untuk pasien lama.
7. Hubungi pasien jika belum datang ke RS.Bali Royal sesuai janji,jadi atau
tidaknya ke RS

B. Datang langsung ke RS Bali Royal :


1. Terima pasien reservasi langsung Pasien/keluarga pasien datang ke RS Bali
Royal untuk melakukan reservasi kamar.
2. Informasikan tarif rawat inap ke pasien /keluarga dan fasilitas yg tersedia
3. Antar pasien jika pasian ingin melihat kamar dan fasilitasnya terlebih
dahulu
4. Catat reservasi kamar pasien pada Buku Rencana Tindakan Rawat Inap atau
One Day Care
5. Tanyakan identitas pasien secara lengkap jika pasien baru
6. Tanyakan nama dan nomer rekam medis utuk pasien lama.
7. Membayar DP, minimal Rp.500.000, untuk memastikan pasien akan
mendapatkan kelas kamar yang diinginkan.
8. Pastikan pasien akan mendapat kelas kamar yang diinginkan.
9. Perhatikan waktu perkiraan kelahiran (untuk kehamilan)
11
10. Hubungi pasien( ibu hamil )untuk menanyakan keadaannya,dan kepastian
kelahirannya.
11. sarankan untuk kontrol ke dokter kandungannya jika belum ada tanda-tanda
kelahiran.

C. Pembatalan
1. Informasikan jika pasien batal tindakan, DP untuk reservasi kamar, akan
dipotong sebesar 25%
D. Persiapan pasien check in
1. Konfirmasi 2 hari sebelum tindakan untuk memastikan rencana
tindakannya.
2. Informasikan OK atas rencana tindakan tersebut agar bisa dijadwalkan.
3. Siapkan kamar satu hari sebelum pasien datang
4. Konfirmasi kamar satu hari sebelumnya ke perawat
5. Siapkan bendel rawat inap dilengkapi data pasien
6. Informasikan IGD/VK 1 hari sebelum pasien masuk

ADNINISTRASI RUJUKAN DOKTER/KLINIK


A. Rawat Jalan
1. Minta surat rujukan ke pasien atau pengantar pasien
2. Diisi stempel kiriman,tulis nama pengirim,pada bukti registrasi
3. difoto copy dan file,setiap kali ada pasien kiriman dari Dokter dan klinik.
4. Stempel kiriman pada bukti registrasi serta di tulis nama klinik
pengirimnya,walaupun pasien tidak membawa rujukan
5. Catat pada buku rujukan dokter.
B.Rawat Inap
1. Tanyakan ke IGD pasien tersebut kiriman atau rujukan dari dokter atau klinik
di luar Rumah Sakit Umum Bali Royal.
2. Foto Copy rujukan dan di file pada file rujukan.
3. catat pada buku rujukan/kiriman.

12
PENERIMAAN PASIEN RAWAT INAP
1. Ucapkan Salam dan persilahkan duduk
2. Mintalah surat pengantar rawat inap dari IGD / Poliklinik / VK
3. Staf Admision mengecek / mencarikan kamar / fasilitas yang diinginkan atau
sesuai dengan ketentuan instansi penjamin
4. Jelaskan fasilitas dan harga kamar yang tersedia
5. Staf Admision mengisi berkas rekam medis sesuai data pasien
6. Mintalah pasien untuk mengisi formulir persetujuan rawat inap dan
menandatanganinya dengan nama terang.
7. Buatkan perkiraan biaya rawat inap pada formulir status pembayaran pasien
8. Tanda tangan persetujuan dan pernyataan rawat inap oleh pasien /keluarga
dengan nama terang.
9. Mintalah pasien membaca tata tertib hak dan kewajiban pasien serta
menandatangai form persetujuan umum / general consent dengan nama
terang.
10. Staf Admision membuat perkiraan biaya
11. Staf Admision memesan kamar sesuai pilihan pasien/keluarga dan
memberitahukan ke ruangan rawat inap akan ada pasien baru
12. Staf Admision memberikan informasi kepada pasien/keluarga yang mendaftar
bahwa tempat akan disiapkan dan mempersilahkan menunggu di unit pasien
berada
13. Petugas rawat inap menginformasikan kamar sudah siap ke unit pemesan dan
mempersilahkan pasien untuk di transfer
14. Petugas IGD/Poliklinik/VK menyerahkan form tindakan ke kasir untuk di
close system
15. Staf Admision meregistrasikan pasien sebagai pasien rawat inap setelah
menerima informasi dari kasir bahwa administrasi rawat jalan sudah selesai.
16. Isi stempel IKS jika pasien IKS, stempel Titipan jika dititip, stempel share
Holder jika memakai kartu share holder pada status pembayaran

13
17. Pesankan bread basket ke MM Juice untuk pasienRoyal Queen A, Royal
King, dan Royal Majesty.
18. Pesankan koran Bali Post (pasien lokal) untuk pasien yg berada di kamar
King dan Majesty.
19. Catat pada buku register pasien rawat inap
FOLLOW UP PASIEN IKS RAWAT INAP
A. Untuk pasien IKS klinik
1. Telpon PIC diawal jika pasien sudah diputuskan rawat inap.
2. Konfirmasi ke pic untuk tanggungan kelas kamar.
3. Stempel titipan jika sesuai hak full,
4. Tanda tangan persetujuan kenaikan kelas jika atas permintaan sendiri ( DP
A.2-10)
5. Tandatangani surat pernyataan asuransi pada saat awal/hari pertama rawat
inap.
6. Informasikan kepada PIC apabila selama perawatan pasien harus dilakukan
pemeriksaan penunjang medis.
7. Informasikan kepada PIC apabila pasien sudah diperbolehkan pulang.
B. Untuk pasien IKS Asuransi Cashless
1. Kirimkan laporan medis awal kepada pihak asuransinya.
2. Mengisi form pernyataan yang diminta oleh pihak asuransi.
3. Pesan kamar ke perawat lantai
4. Tanda tangan persetujuan kenaikan kelas Bila kenaikan kelas atas permintaan
sendiri.
5. Informasikan ke perawat lantai jika ada resum medis yg harus diisi oleh
dokter DPJP
6. informasikan ke pasien atau keluarga saat ini sedang menunggu proses
keluarnya LG.
7. Informasikan ke pasien jika LG sudah datang dan info ke kasir

C. Untuk pasien IKS Perusahaan


1. Hubungi PIC jika pasien sudah diputuskan untuk rawat inap.
2. Konfirmasi ke pic untuk tanggungan kelas kamar
3. Tanda tangan persetujuan kenaikan kelas jika atas permintaan sendiri.
14
4. Informasikan kepada PIC bahwa karyawannya sudah diperbolehkan pulang.

PENGISIAN STATUS PEMBAYARAN :


• Pasien yang rawat inap, baik dengan tindakan operasi ataupun tanpa
tindakan.
• Pasien rawat jalan dengan tindakan one day care.
5. Menulis bendel rawat inap sesuai data pasien
6. Mengisi status pembayaran Pasien dengan lengkap,termasuk jika ada
tindakan.(estimasi biaya)
7. Meminta surat pengantara tindakan jika ada
8. Konfirmasi ke dokter untuk kreteria tindakan
9. Jelaskan perkiraan Biaya ( estimasi) ke pasien /keluarga, dan belum termasuk
obat dan biaya pemeriksaan lain apabila diperlukan.
10. Tanda tangan form status pembayaran oleh pasien disertai dengan nama jelas, dan
ditandatangani oleh Admision beserta nama jelas.
11. Konfirmasi jika ada perubahan harga tindakan
12. Dibuatkan status pembayaran yg baru,sesuai dgn perubahan harga tindakan

PERMINTAAN VIDEO SHOOTHING


1. Permintaan video shooting di terima di Staf Admision.
2. Jelaskan biaya video shooting.
3. Tanda tangan biaya jika pasien sudah setuju.
4. Catat pada Buku Rencana Tindakan Rawat inap atau One Day Care. (DP A.2-4).
5. Informasikan rencana video shooting kepada engineering, petugas OK, VK, waktu
hari, tanggal dan jam.

EKSPEDISI SURAT FO
A. Surat atau dokumen dari luar Rumah Sakit Umum Bali Royal :
1. Menerima surat dari pihak luar atau acces control.
2. Meletakkan surat di pigeon hole sesuai dengan unitnya.

15
3. Wajib dilakukan pengecekan oleh setiap unit yg ada di RS ke Pigeon Hole yang telah
disediakan.
B. Hasil Dokumen dari RS Bali Royal untuk pasien:
1. Catat di buku exspedisi jika ada unit lain menitip dokumen ke Admision (dengan
catatan unit lain yang menitip sudah menelepon atau menghubungi pasien/yang
bersangkutan)
2. Wajib mengecek kembali ke Admision bagi Unit yang menitip dokumen apakah
dokumen sudah diambil/belum.

ORIENTASI CRO BARU DI UNIT FRONT LINER


1. Wajib dilakukan tes bagi staf yg baru sesuai dengan persyaratan yg sudah ditetapkan
departemen HRD
2. Lakukan kunjungan /orientasi pada minggu ke-1 ke tiap unit layanan di RSU Bali Royal
dan Struktur organisasi di Divisi Hubungan Pelanggan.
3. Lakukan pembekalan materi job desk unit Admision.dan Pada akhir minggu diadakan
evaluasi.
4. Lakukan pembekalan materi protap dan produk knowledge di unit Admsion. Pada akhir
minggu dilaksanakan evaluasi.
5. Lakukan pembekalan materi service excellence pad minggu ke-3 dan company profile,
pada ahir minggu dilaksanakan evaluasi.
6. Lakukan pembekalan materi istilah medis dan sistem IT Rumah sakit pada minggu ke-4,
pada akhir minggu dilaksanakan evaluasi.
7. Lakukan pembekalan materi dan evaluasi, tenaga Admision dan atasan pemberi materi
mengisi Formulir Pembekalan Materi Staf Baru (DP A.2-9).
8. Diharapkan mulai ikut jadwal jaga.Pada bulan ke-2 .

KAMAR TIDAK TERSEDIA


1. Mintalah surat pengantar rawat inap dari IGD / Poliklinik / VK
2. Staf Admision mengecek / mencarikan kamar / fasilitas yang diinginkan atau sesuai
dengan ketentuan instansi penjamin
3. Memberikan informasi kamar pada saat ini sedang penuh ke pihak pasien
4. Menghubungi unit dimana pasien berada
5. Informasikaan bahwa tidak ada kamar yang sesuai dengan kebutuhan pasien

16
6. Tanyakan ke IGD/Poli/VK pasien harus di rawat inap atau masih bisa di observasi
7. Jelaskan ke pasien / keluarga kalau kamar di RSU Bali Royal saat ini tidak tersedia
8. Tanyakan ke pasien/keluarga alternatif rumah sakit yang di inginkan
9. Kontak rumah sakit yang di maksud dan pastikan sumberdaya sesuai dengan kebutuhan
pasien.
10. Informasikan ke unit tempat pasien berada bahwa pasien akan pindah ke rumah sakit
lain.
11. Pasien di persiapkan untuk di transfer

17
BAB V
LOGISTIK

Unit Pelayanan Pelanggan RSU Bali Royal setiap bulannya mempunyai


permintaan rutin yang terbagi manjadi dua yaitu ATK (alat Tulis Kantor) dan
Cetakan (Formulir-formulir keperluan administrasi pendaftaran). Permintaan ATK
bias dilakukan setiap hari Senin, Rabu, Jumat, kecuali Gudang logistic Stock opname
yaitu setiap tgl 25 sampai tgl 1 bulan berikutnya, untuk cetakan dilakukan
pengamprahan (Repeat order) sebelum stok minimum habis. Berikut tabel permintaan
rutin Unit Rekam Medis RSU Bali Royal :

KODE Nama Barang KODE Nama Barang


No BARANG No BARANG

1 ATK0013 TIP EX RETYPE 31 ATK0063 PAPER CLIP NO.5

2 ATK0016 AMPLOP ROYAL NO. 90 PPS 32 ATK0063 BUKU EXSPEDISI 100 LBR

3 ATK0031 ISI STAPLES NO. 10 33 ATK0246 PULPEN MEJA/TEMPEL

4 ATK0032 ISI STAPLES NO. 3 34 ATK0303 PULPEN HITAMSEKAT LAB (BIRU)

5 ATK0066 BUKU FOLIO 200 LBR 35 ATK0331 PITA PRINTER 8758

6 ATK0072 BUKU QUARTO 100 LBR 36 BCT0300 FRM STATUS PEMBAYAAN

ATK0309 TINTA PRINTER CANON 811 COLOUR BCT0327 FRM BUKTI KUNJUNGAN RAWAT
7 37 JALAN

8 ATK0164 KERTAS HVS 70 GSM A4 38 BCT0378 KERTAS KADO BROS

ATK0184 TRIGONAL CLIP NO.3 BCT0592 SURAT PERNYATAAN BHS


9 39 INDONESIA

ATK0208 TINTA PRINTER CANON - 810 BLACK BCT0605 TUMBLER STANDART ST 06 HIJAU
10 (BARU) 40 PULANG)

11 ATK0328 KERTAS FAX 41 BCT0606 FRM PERSETUJUAN RAWAT INAP

12 ATK4113 MATERAI 6000 42 BCT0666 FRM SURAT KUASA

18
ATK4155 CARBON RIBBON UK 85MMX10MM ATK4022 TINTA PRINTER HP-CE 285 A
13 43 (RECONDOSION)

14 BCT0678 BROSUR BHS INDO+INSERT NEW 44 BCT0162 FORM PENDAFTARAN PASIEN BARU

15 ATK0347 KERTAS FOTO GLOSSY 4R/A6 45 BCT0248 GUEST COMMENT BHS IND/ENG

BCT0434 KARTU PASIEN ATK0027 KERTAS CF-JPLUS PLY WARTEL 3


16 46 PLAY

17 ATK4154 LABEL BARCODE BLANK 47 ATK0184 TRIGONAL KLIP

17 BCT0622 CHECK LIST KELENGKAPAN PASIEN 47 ATK0014 ACCO FASTENER

19
BAB VI
KESELAMATAN PASIEN

A. DEFINISI
Keselamatanpasien (Patient Safety) rumah sakit adalah suatu system dimana
rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.

B. TUJUAN
• Terciptanya budaya keselamatan pasien di rumah sakit
• Meningkatnya akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien dan
masyarakat
• Menurunnya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) di Rumah Sakit
Umum Bali Royal
• Terlaksananya program-program pencegahan sehingga tidak terjadi
pengulangan Kejadian Tidak Diharapkan (KTD)

C. STANDAR PATIENT SAFETY


Standar keselamatan pasien (Patient Safety) untuk pelayanan dan perinatal
adalah :
1. Hak Pasien
Pasien/keluarga pasien mempunyai hak mendapatkan informasi tentang
rencana dan hasil pelayanan termasuk kemungkinan terjadinya KTD.
2. Mendidik Pasien dan Keluarga
Edukasi kepada keluarga pasien tentang kewajiban dan tanggungjawab
keluarga dalam asuhan perawatan/asuhan kebidanan. Untuk keluarga
pasien diajarkan cara mengurangi resiko terjadinya infeksi nosokomial
seperti mencuci tangan
3. Keselamatan Pasien dan Kesinambungan Pelayanan

20
Rumah Sakit menjamin kesinambungan pelayanan dan menjamin
koordinasi antar tenaga (dokter, bidan/perawat, gizi dll) dan antar unit
pelayanan terkait.
4. Penggunaan metode-metode peningkatan kinerja untuk melakukan
evaluasi dan program peningkatan keselamatan pasien Rumah Sakit harus
terus memperbaiki pelayanan, memonitor dan mengevaluasi kinerja
melalui pengumpulan data, menganalisis secara intensif KTD dan
melakukan perubahan untuk meningkatkan kinerja dan keselamatan
pasien.
5. Peran pimpinan Rumah Sakit dalam meningkatkan keselamatan pasien.
Pimpinan mendorong dan menjamin implementasi program patient safety
melalui penerapan tujuh standar Patient Safety
6. Mendidik Staf tentang keselamatan pasien
Rumah Sakit menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang
berkelanjutan sesuai standar profesi, standar pelayanan rumah sakit dan
standar prosedur operasional untuk meningkatkan kompetensi staf dalam
pelayanan maternal dan perinatal
7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai keselamatan
pasein.
Komunikasi antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien selama
melaksanakan pelayanan dapat mencegah kemungkinan terjadinya KTD

D. PROGRAM PENGAMANAN
a. Program pengamanan fasilitas dan Peralatan
Sistem pemeriksaan secara berkala harus dilakukan terhadap semua
peralatan untuk pertolongan maternal dan perinatal antara lain : alat-alat
listrik, gas medis (O2), AC, saluran udara (ventilasi), peralatan anasthesi,
alat-alat gawat darurat, dan alat-alat resusitasi. Daerah pengaman listrik
paling sedikit diperiksa 2 (dua) bulan sekali dan catatan daerah-daerah
yang diperiksa, prosedur yang diikuti dan hasilnya harus disimpan dengan
21
baik. Alat-alat ini harus dipelihara oleh teknisi yang terlatih. Bila mungkin
pemeliharaan oleh ahli teknik atau konsultan dari luar rumah sakit.
b. Program Pengamanan Infeksi Nosokomial
Harus ada system yang digunakan untuk mengurangi resiko terjadinya
infeksi nosokomial. Sistem ini harus merupakan bagian integral dari
pengendalian infeksi (Dalin) di Rumah Sakit Umum Bali Royal.

E. TATA LAKSANA
a. Memberikan pertolongan pertama sesuai dengan kondisi yang terjadi
pada pasien
b. Melaporkan pada dokter jaga ruangan
c. Memberikan tindakan sesuai dengan instruksi dokter
d. Mengobservasi keadaan umum pasien
e. Mendokumentasikan kejadian tersebut pada formulir “ Pelaporan
Insiden keselamatan”

22
BAB VII
KESELAMATAN KERJA

A. Pendahuluan
Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 pasal 164 ayat (1) menyatakan bahwa
upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan
terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh
pekerjaan. Rumah Sakit adalah tempat kerja yang termasuk dalam kategori seperti
disebut di atas, berarti wajib menerapkan upaya keselamatan dan kesehatan kerja.
Program keselamatan dan kesehatan kerja di tim pendidikan pasien dan keluarga
bertujuan melindungi karyawan dari kemungkinan terjadinya kecelakaan di dalam
dan di luar rumah sakit.
Dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 27 ayat (2) disebutkan bahwa
“Setiap warganegara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan”. Dalam hal ini yang dimaksud pekerjaan adalah pekerjaan yang
bersifat manusiawi, yang memungkinkan pekerja berada dalam kondisi sehat dan
selamat, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja, sehingga dapat hidup layak
sesuai dengan martabat manusia.
Keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 merupakan bagian integral dari
perlindungan terhadap pekerja dalam hal ini tim HPK dan perlindungan terhadap
Rumah Sakit. Pegawai adalah bagian integral dari rumah sakit. Jaminan keselamatan
dan kesehatan kerja akan meningkatkan produktivitas pegawai dan meningkatkan
produktivitas rumah sakit. Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970 tentang
Keselamatan Kerja dimaksudkan untuk menjamin:
a. Agar pegawai dan setiap orang yang berada di tempat kerja selalu berada dalam
keadaan sehat dan selamat.
b. Agar faktor-faktor produksi dapat dipakai dan digunakan secara efisien.
c. Agar proses produksi dapat berjalan secara lancar tanpa hambatan.
Faktor-faktor yang menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat
digolongkan pada tiga kelompok, yaitu :
23
a. Kondisi dan lingkungan kerja
b. Kesadaran dan kualitas pekerja, dan
c. Peranan dan kualitas manajemen
Dalam kaitannya dengan kondisi dan lingkungan kerja, kecelakaan dan penyakit
akibat kerja dapat terjadi bila :
- Peralatan tidak memenuhi standar kualitas atau bila sudah aus
- Alat-alat produksi tidak disusun secara teratur menurut tahapan proses
produksi
- Ruang kerja terlalu sempit, ventilasi udara kurang memadai, ruangan terlalu
panas atau terlalu dingin
- Tidak tersedia alat-alat pengaman
- Kurang memperhatikan persyaratan penanggulangan bahaya kebakaran dan
lain-lain.

24
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Indikator mutu yang digunakan di RSU. Bali Royal dalam memberikan pelayanan
adalah :
Pencatatan
1. Ketepatan Input data sosial pasien
2. Ketepatan Booking rawat jalan
3. Kelengkapan catatan operan Log book dan Implementasinya
Monitoring
1. Kelengkapan administrasi Umum dan IKS
Evaluasi
1. Rapat Unit
K3RS
1. Kebersihan, Kerapihan, dan keamanan tempat kerja.
2. Indikator tersebut dilaporkan setiap bulan dalam laporan kerja bulanan

25
BAB IX
PENUTUP

Semakin bertambah usia RSU Bali Royal, tingkat kepercayaan pasien senakin
meningkat, baik itu pasien lama maupun pasien baru. Dengan demikian, pelayanan
yang berstandart harus dapat dipertahakan bahkan ditingkatkan, agar RSU bali Royal
menjadi pilihan utama masyaratakat.

Demikian Pedoman Pelayanan Unit Admision, agar dapat dimanfaatkan


dengan baik oleh staf Admision untuk memberi pelayanan yang terbaik.

Ditetapkan di : Denpasar
Pada Tanggal :15 Februari 2018
Rumah Sakit Umum Bali Royal

dr. Dwi Ariawan


Direktur

26