Anda di halaman 1dari 4

EUKARIOTA

1. Pengertian eukariota

Eukariota (berasal dari bahasa Yunani "eu" yang artinya "baik", dan "karyon" yang
artinya menunjuk pada nuklei sel) adalah organisme dengan sel kompleks, di mana bahan-bahan
genetika disusun menjadi nuklei yang terikat membran. Eukariota termasuk hewan, tumbuhan,
dan jamur—yang kebanyakan multiselular—serta berbagai kelompok lainnya yang
diklasifikasikan secara kolektif sebagai protista (banyak di antaranya uniselular). Sebaliknya,
organisme-organisme lainnya, misalnya bakteri, tidak mempunyai nuklei dan struktur sel
kompleks lainnya; organisme-organisme seperti itu disebut prokariota.

2. Asal-usul eukariota
Eukariotik diperkirakan mulai muncul 1,5 milyar tahun yang lalu. Para ilmuwan belum
mengetahui dengan pasti bagaimana organisme eukariotik ini berkembang.
Namun, para ilmuwan berspekulasi bahwa organisme eukariotik berasal dari organism
prokariotik. Menurut para ilmuwan, bakteri prokariotik yang autotrof dan heterotrof melakukan
simbiosis bersama. Simbiosis adalah hubungan yang erat antara organism yang seringkali
menguntungkan. Pada simbiosis ini, perlindungan diri mencari makanan dan energi dilakukan
bersama. Hipotesis endosimbiosis ini menyatakan bahwa nenek moyang sel hewan dan tumbuhan
merupakan hasil simbiosis antara organisme prokariotik anaerob yang besar dengan sel bakteri
aerob yang kecil.
Organisme prokariotik berfungsi sebagai inang, dan sel bakteri aerob berada di dalam inang dan
berfungsi sebagai mitokondria.
Masing-masing organisme ini tetap tumbuh dan membelah diri. Saat inang membelah diri, bakteri
yang berada di dalamnya didistribusikan ke tiap sel anakan. Akhirnya, bakteri berbentuk spiral
juga ikut bergabung dengan simbiosis ini dan membentuk flagella dan silia. Hasilnya adalah
protista seperti yang ada dewasa ini.
Para biologiwan telah menemukan persamaan – persamaan antara organel dan bakteri yang
menjadi bukti hipotesis simbiosis.
Sebagai contohnya, mitokondria menyerupai bakteri dalam beberapa hal, yaitu:
l. dapat bereproduksi sendiri,
2. memiliki asam nukleat yang sama,
3. kadang memiliki ukuran dan bentuk sama, dan
4. melaksanakan sintesis protein di ribosom.
Hipotesis lain tentang asal-usul eukariota menjelaskan bahwa organism eukariota berkembang
secara langsung dari organisme prokariota. Organel-organel dalam sel eukariota berasal dari
pelekukan dan penjepitan bagian membran sel organisme prokariota.

3. Ciri-ciri sel

Pada umumnya, sel eukariota memiliki ukuran yang lebih besar dari prokariota dan
memiliki bagian-bagian sub-selular yang disebut dengan organel dan sitoskeleton yang terdiri
atas mikrotubulus, mikrofilamen dan filamen antara. Berbeda dengan prokariota, DNA eukariota
disimpan dalam kumpulan kromosom yang tersimpan di dalam nuklei yang terbungkus membran
nuklei. Selain melakukan pembelahan sel secara aseksual, kebanyakan eukariota juga bisa
melakukan reproduksi seksual melalui proses fusi sel, yang tidak ditemukan pada prokariota.
4. Membran internal
Sel eukariotik memiliki bermacam-macam struktur yang dibatasi membran, yang secara
kolektif disebut sistem endomembran. Ruang sederhana, yang disebut vesikel atau vakuola, dapat
terbentuk dengan pemisahan dari membran lain. Banyak sel menelan makanan dan bahan lain
melalui proses yang disebut endositosis, dimana membran luar melekuk ke dalam kemudian
putus membentuk vesikel. Kemungkinan banyak organel bermembran lainnya berasal dari vesikel
yang demikian.
Inti sel dilapisi oleh membran ganda, yang memiliki pori-pori yang memungkinkan
bahan-bahan keluar-masuk. Bermacam peluasan membran nukleus yang berbentuk tabung atau
lembaran membentuk retikulum endoplasma (atau RE), yang terlibat dalam transpor dan
pematangan protein. RE terdiri atas RE kasar yang memiliki ribosom yang melekat, dan protein
yang disintesis ribosom itu memasuki ruang dalam atau lumen . Kemudian, biasanya mereka
memasuki vesikel, yang terpisah dari RE halus. Pada kebanyakan eukariota, vesikel pembawa
protein ini dilepaskan dan dimodifikasi pada tumpukan vesikel yang memipih yang disebut badan
Golgi atau diktiosom.
Vesikel dapat berspesialisasi untuk beragam kegunaan. Contohnya, lisosom mempunyai
enzim yang menguraikan isi vakuola makanan, dan peroksisom yang fungsinya menguraikan
peroksida, yang beracun. banyak protozoa memiliki vakuola kontraktil, yang mengumpulkan dan
membuang kelebihan air dan ekstrusom, yang mengeluarkan bahan yang dipakai untuk melawan
pemangsa atau menangkap mangsa. Pada tumbuhan tingkat tinggi, sebagian besar ruang sel diisi
oleh vakuola pusat, yang fungsi utamanya untuk menjaga tekanan osmotik.

5. Kromosom pada eukariota

Eukariota (sel-sel dengan inti seperti yang ditemukan pada tumbuhan, ragi, dan hewan)
memiliki kromosom linier berganda yang besar yang terkandung dalam inti sel. Setiap kromosom
memiliki satu sentromer, dengan satu atau dua lengan memproyeksikan dari sentromer,
meskipun, sebagian besar keadaan, senjata ini tidak terlihat seperti itu. Selain itu, eukariota paling
memiliki genom mitokondria bundar kecil, dan beberapa eukariota mungkin memiliki tambahan
kromosom kecil sitoplasma melingkar atau linier.

Dalam kromosom eukariota nuklir, DNA uncondensed ada dalam struktur semi-
memerintahkan, di mana ia membungkus histon (protein struktural), membentuk material
komposit yang disebut kromatin.

Kromatin

Kromatin adalah kompleks DNA dan protein yang ditemukan dalam nukleus eukariotik,
yang paket kromosom. Struktur kromatin sangat bervariasi antara berbagai tahap siklus sel, sesuai
dengan persyaratan DNA.

Kromatin interfase

Selama interfase (periode dari siklus sel di mana sel tidak membagi), dua jenis kromatin dapat
dibedakan:

1. Euchromatin, yang terdiri dari DNA yang aktif, misalnya, diungkapkan sebagai protein.
2. Heterochromatin, yang terdiri dari sebagian besar DNA yang tidak aktif. Tampaknya untuk
melayani tujuan struktural selama tahap kromosom. Heterochromatin dapat lebih dibedakan
menjadi dua jenis:
1. ''''Heterochromatin konstitutif, yang tidak pernah diungkapkan. Hal ini terletak sekitar
sentromer dan biasanya berisi sekuens berulang.
2. ''Fakultatif heterochromatin'', yang kadang-kadang diungkapkan.

Kromosom individu tidak dapat dibedakan pada tahap ini - mereka muncul dalam inti sebagai
campuran kusut homogen DNA dan protein.

Metafase kromatin dan pembagian

Pada tahap awal mitosis atau meiosis (pembelahan sel), untaian kromatin menjadi lebih
dan lebih kental. Mereka berhenti berfungsi sebagai materi genetik diakses (berhenti transkripsi)
dan menjadi bentuk yang diangkut kompak. Bentuk kompak membuat individu kromosom
terlihat, dan mereka membentuk struktur empat lengan klasik, sepasang kromatid kakak melekat
satu sama lain di sentromer. Lengan pendek disebut lengan p''''(dari''''Perancis petit, kecil) dan
lengan yang lebih panjang disebut lengan q''''(''q''p''''berikut dalam bahasa Latin alfabet). Ini
adalah satu-satunya konteks alami di mana kromosom individu terlihat dengan mikroskop optik.

Selama divisi, mikrotubulus lama melekat pada sentromer dan dua ujung berlawanan sel.
Mikrotubulus kemudian tarik kromatid terpisah, sehingga setiap sel anak mewarisi satu set
kromatid. Setelah sel-sel membagi, kromatid yang uncoiled dan dapat berfungsi lagi sebagai
kromatin. Terlepas dari penampilan mereka, kromosom secara struktural sangat kental, yang
memungkinkan struktur ini DNA raksasa terkandung dalam inti sel.

Diri-berkumpul membentuk mikrotubulus spindle, yang melekat pada kromosom pada


struktur khusus yang disebut kinetochores, salah satu yang hadir pada setiap kromatid saudara.
Sebuah basis urutan DNA khusus di wilayah dari kinetochores menyediakan, bersama dengan
protein khusus, tahan lama lampiran di wilayah ini.

3. Reproduksi
Reproduksi eukariota dilakukan melalui pembelahan sel, yang umumnya terjadi secara
mitosis, yaitu proses pembelahan inti sel yang menyebabkan sebuah sel anak menerima duplikat
setiap kromosom yang dimiliki sel induk. Pada kebanyakan eukariota terdapat juga reproduksi
seksual, di antara sel haploid, yaitu sel yang hanya memiliki satu buah kromosom dari masing-
masing pasang kromosom yang dimiliki sel induk yang melibatkan proses fusi inti sel (singami)
dan pembelahan secara meiosis yang menghasilkan sel diploid, yaitu sel yang memiliki pasangan
kromosom yang lengkap.

4. Perbedaan eukariota dan prokariota


Prokariota memiliki ciri-ciri selnya tidak memiliki nukleus, materi genetiknya
terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid, tetapi tidak ada membran yang
memisahkan daerah ini dari bagian sel lainnya. Sedangkan, pada eukariota memiliki nukleus
sejati yang dibungkus oleh selubung nukleus, seluruh daerah di antara nukleus dan membran yang
membatasi sel disebut sitoplasma. Didalamnya terletak organel-organel sel yang mempunyai
bentuk dan fungsi terspesialisasi yang sebagian organel tersebut tidak ditemukan
pada prokariotik. Flagel pada eukariotik lebih lebar sedangkan pada prokariotik memiliki flagell
sepersepuluh flagel eukariotik. Organisasi seluler dan genetik prokariota berbeda secara mendasar
dari organisme eukariota, prokariota memiliki genom yang lebih kecil dan lebih sederhana,
kurang lebih prokariota memiliki genom seperseribu DNA eukariota. Membran prokariota telah
mengalami spesialisasi, yakni adanya lipatan-lipatan ke arah dalam oleh membran plasma hasil
sisa krista-krista mitokondria yang berfungsi dalam respirasi seluler prokariota aerobik.Genom
prokariota hanya sebuah molekul DNA sirkular untai ganda, sedangkan eukariota memiliki
molekul DNA linear yang berasosiasi dengan protein.

Secara taksonomi eukariot dikelompokkan menjadi empat kingdom, yaitu :

1. Hewan ( Animalia )
2. Tumbuhan ( Plantae )
3. Jamur ( Fungi )
4. Protista, yang terdiri atas : Algae dan protozoa