Anda di halaman 1dari 9

Jenis Bahan Bakar Minyak Bensin

merupakan nama umum untuk beberapa jenis BBM yang diperuntukkan untuk
mesin dengan pembakaran dengan pengapian. Di Indonesia terdapat beberapa
jenis bahan bakar jenis bensin yang memiliki nilai mutu pembakaran berbeda.
Nilai mutu jenis BBM bensin ini dihitung berdasarkan nilai RON (Randon Otcane
Number). Berdasarkan RON tersebut maka BBM bensin dibedakan menjadi 3
jenis yaitu:

1. Premium (RON 88) :


Premium adalah bahan bakar minyak jenis distilat berwarna kekuningan yang
jernih. Warna kuning tersebut akibat adanya zat pewarna tambahan (dye).
Penggunaan premium pada umumnya adalah untuk bahan bakar kendaraan
bermotor bermesin bensin, seperti : mobil, sepeda motor, motor tempel dan lain-
lain. Bahan bakar ini sering juga disebut motor gasoline atau petrol.

2. Pertamax (RON 92) :


ditujukan untuk kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar
beroktan tinggi dan tanpa timbal (unleaded). Pertamax juga direkomendasikan
untuk kendaraan yang diproduksi diatas tahun 1990 terutama yang telah
menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic
converters.

3. Pertamax Plus (RON 95) :


Jenis BBM ini telah memenuhi standar performance International World Wide
Fuel Charter (WWFC). Ditujukan untuk kendaraan yang berteknologi mutakhir
yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan ramah
lingkungan. Pertamax Plus sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang
memiliki kompresi ratio > 10,5 dan juga yang menggunakan teknologi Electronic
Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), (VTI),
Turbochargers dan catalytic converters.
Pertamina resmi menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis baru (Juli 2015)
dengan research octane number (RON) 90, yakni Pertalite. Pertalite dijual dengan
harga Rp8.400/liter (Juli 2015).

Bilangan oktan atau research octane number (RON) merupakan angka yang
menunjukkan kekuatan tekanan atau kompresi BBM terhadap mesin. Semakin
tinggi kadar oktan akan berdampak baik terhadap kinerja mesin. Dengan BBM
beroktan tinggi, residu atau kotoran sisa pembakaran pada mesin bisa
diminimalisir.

Dari kandungan oktan dan harga, pertalite diposisikan di antara premium,


pertamax. Untuk mempermudah anda dalam memilih BBM yang akan digunakan
di kendaraan, kita akan menampilkan 5 perbedaan utama empat jenis bahan
bakar (Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Plus) yang di edarkan di
SPBU Pertamina, berikut ulasan mengenai karakteristik masing-masih jenis
BBM yang dipasarkan di SPBU Pertamina.

Karakteristik Premium
Premium atau biasa disebut bensin merupakan BBM jenis distilat yang memiliki warna
kekuningan yang jernih. Premium mengandung RON 88, yang merupakan kadar paling
rendah di antara BBM kendaraan bermotor yang dipasarkan SPBU Pertamina di
Indonesia.

Dari Segi teknologi

 Penggunaan premium dalam mesin berkompresi tinggi akan menyebabkan


knocking. Premium di dalam mesin kendaraan akan terbakar dan meledak tidak
sesuai gerakan piston. Knocking menyebabkan tenaga mesin berkurang sehingga
terjadi pemborosan atau inefisiensi. Kandungan RON dalam premium adalah
RON 88.

Dari Segi Ekonomi

 knocking berkepanjangan mengakibatkan kerusakan pada piston sehingga


komponen tersebut lebih cepat diganti, Dibanderol dengan harga paling murah
(di Subsidi oleh Pemerrintah)

Dari Segi Polusi yang dihasilkan

 Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah besar. (Gas ini dihasilkan dari reaksi
pembakaran dalam mesin yang nantinya dilepaskan ke udara sebagai polusi
udara)
Dari Segi Pembuatan

 Produksi premium lebih banyak komponen lokal, dalam pembuatannya


menggunakan tambahan pewarna (dye). Memiliki kandungan sulfur maksimal
0,15 persen m/m atau setara dengan 1500 ppm.

Dari Segi Wujud

 Berwarna Kuning Bening

Karakteristik Pertalite
Pertalite merupakan BBM baru yang diluncurkan Pertamina di akhir Juli 2015 untuk
memenuhi Surat Keputusan Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Nomor 313 Tahun 2013 tentang Spesifikasi BBM RON 90. Dari sisi teknologi, sebenarnya
kendaraan roda empat di Indonesia rata-rata bisa mengonsumsi BBM RON 90-92.

Dari Segi teknologi

 Pembakaran Lebih sempurna ketimbang premium karena memiliki RON 90.

Dari Segi Ekonomi

 Dibanderol dengan harga lebih murah dari pertamax dan Lebih mahal dari
Premium namum Lebih bagus pada mesin (dibanding Premium), BBM jenis
Pertalite tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya mengikuti harga
internasional.

Dari Segi Polusi yang dihasilkan

 Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah sedikit. (Gas ini dihasilkan dari reaksi
pembakaran dalam mesin yang nantinya dilepaskan ke udara sebagai polusi
udara)

Dari Segi Pembuatan


 Memiliki kandungan sulfur maksimal 0,05 persen m/m atau setara dengan 500
ppm.

Dari Segi Wujud

 Berwarna Hijau Terang

Karakteristik Pertamax
Pertamax merupakan BBM yang dibuat menggunakan tambahan zat aditif. Sekadar
diketahui, pertamax pertama kali diluncurkan tahun 1999 sebagai pengganti premix 98
karena unsurnya MTBE yang berbahaya bagi lingkungan.

Pertamax sangat disarankan pada kendaraan bermotor yang diproduksi setelah 1990,
terutama kendaraan yang menggunakan teknologi catalytic converters (pengubah
katalitik) dan electronic fuel injection (EFI).

Dari Segi teknologi

 Pertamax dapat menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga


dapat bekerja dengan optimal pada gerakan piston. Hasilnya, tenaga mesin yang
menggunakan pertamax lebih maksimal. Pembakaran pada Pertamax Lebih
sempurna ketimbang Premium dan Pertalite karena memiliki kadar RON 92.

Dari Segi Ekonomi

 BBM jenis Pertamax tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya


mengikuti harga internasional

Dari Segi Polusi yang dihasilkan

 Menghasilkan NOx dan Cox dalam jumlah yang sangat sedikit.

Dari Segi Pembuatan

 Mengandung Ethanol sebagai peningkat bilangan oktannya


Dari Segi Wujud

 Berwarna Biru kehijauan

Karakteristik Pertamax Plus


Pertamax plus merupakan jenis BBM yang telah memenuhi standar performa
International World Wide Fuel Charter (IWWFC). Pertamax plus biasanya digunakan
pada kendaraan yang memiliki rasio kompresi minimal 10,5, serta menggunakan
teknologi electronic fuel injection (EFI), catalytic converters, variable valve timing
intelligent (VVTI), VTI dan turbochargers.

Dari Segi teknologi

 Pembakaran Paling sempurna karena memiliki RON 95, Pertamax plus bisa
menerima tekanan pada mesin berkompresi tinggi sehingga dapat bekerja
dengan optimal pada gerakan piston, Pertamax Plus dapat membersihkan
timbunan deposit pada fuel injector, inlet valve, dan ruang bakar, timbunan ini
dapat menurunkan performa mesin kendaraan, Pertamax Plus juga dapat
melarutkan air di dalam tangki mobil sehingga dapat mencegah karat dan korosi
pada saluran dan tangki bahan bakar.

Dari Segi Ekonomi

 BBM jenis Pertamax tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya


mengikuti harga internasional

Dari Segi Polusi yang dihasilkan

 Menghasilkan NOx dan Cox paling sedikit dibandingkan jenis BBM lain.

Dari Segi Pembuatan

 Megandung Toluene sebagai peningkat oktannya.


Dari Segi Wujud

 Berwarna Merah
Motor bakar bensin
Yaitu motor bakar yang menggunakan bahan bakar bensin, parafin atau gas
(bahan yang mudah terbakar dan mudah menguap). Campuran udara dan bahan
bakar masuk ke dalam silinder dan dikompresikan oleh torak kepada tekanan
sekitar 8-15 kg/cm2. Bahan bakar dinyalakan oleh sebuah loncatan bunga api
listrik oleh busi dan terbakar cepat sekali di dalam udara kompresi tersebut.
Kecepatan pembakaran melalui campuran bahan bakar udara biasanya 10 sampai
25 m/s. Suhu udara naik hingga 2000°-2500° C dan tekanannya mencapai 30-40
kg/m2.
Sistem bahan bakar pada motor bensin berfungsi untuk menyediakan dan
mengatur banyak sedikitnya campuran bahan bakar secara tepat yang dibutuhkan
mesin (engine) sesuai dengan kondisi dan beban mesin itu sendiri.

Sistem bahan bakar (fuel system) terdiri dari beberapa komponen utama,
umumnya komponen utama sistem bahan bakar motor bensin terdiri dari tangki
bahan bakar, fuel filter (saringan bensin), pompa dan karburator, serta selang dan
pipa pipa penghubung (fuel line). Pada sebagian mobil ada juga yang ditambah
dengan charcoal canister yang berfungsi sebagai penyimpan sementara gas HC
yang berbahaya pada saat mesin mati.

Bahan bakar yang tersimpan di dalam tangki melalui saringan, selang dan pipa
hisap. Bensin yang sebelumnya sudah di saring kemudian dikirim oleh pompa
bahan bakar ke karburator melalui pipa pipa dan selang. Di karburator, bensin
dicampur dengan udara dengan suatu perbandingan tertentu menjadi campuran
udara dan bahan bakar yang dibutuhkan mesin. Di karburator bahan bakar juga di
atomisasikan (di pecah pecah) sehingga menjadi lebih mudah dibakar pada proses
pembakaran.

Sistem Bahan Bakar Pada Mesin Bensin

Aliran bahan bakar pada sistem bahan bakar motor bensin.


Umumnya aliran bahan bakar pada sistem bahan bakar motor bensin adalah
sebagai berikut :

Tangki bahan bakar > Fuel filter > Pompa bahan bakar > Karburator > Intake
Manifold > Ruang bakar

Komponen komponen sistem bahan bakar bensin :


Pada sistem bahan bakar bensin, pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen,
diantaranya sebagai berikut :
1. Tangki bahan bakar bensin (Fuel tank)
Fuel tank berfungsi untuk menampung bahan bakar yang akan di perlukan mesin
untuk proses pembakaran. Tangki bahan bakar (fuel tank) pada motor bensin dan
motor diesel adalah sama. Tangki bahan bakar terbuat dari plat baja tipis yang
bagian dalamnya dilapisi anti karat. Dalam fuel tank terdapat fuel sender gauge
yang berfungsi menunjukkan jumlah bensin yang ada dalam tangki dan juga
separator yang berfungsi sebagai damper bila kendaraan berjalan atau berhenti
secara tiba-tiba atau bila berjalan dijalan yang tidak Rata. Fuel inlet ditempatkan 2
– 3 mm dari bagian dasar tanki, ini dimaksudkan untuk mencegah ikut terhisapnya
kotoran dan air.

2. Saluran bahan bakar


Bensin dialirkan dari tangki ke karburator melalui saluran bahan bakar (pipa dan
selang). Pipa bahan bakar dibuat dari pelat seng (zinc-plated) dan tembaga
(copper lined steel).
Untuk bagian tertentu ada juga pipa bahan bakar yang terbuat dari selang karet.

3. Saringan Bahan Bakar (Fuel Filter)


Air dan pasir, kotoran dan benda benda lainna di saring oleh saringan bahan bakar
agar bahan bakar bersih, dan tidak menyumbat saluran saluran bahan bakar,
khusunya saluran yang kecil kecil. Contohnya pada jet jet karburator.

4. Pompa bahan bakar


Biasanya tangki terletak tidak sejajar dengan karburator, untuk mengalirkan bahan
bakar tersebut diperlukan pompa bahan bakar. Ada dua tipe pompa bahan bakar
yaitu tipe mekanik dan tipe elektrik.

5. Karburator
Karburator berfungsi untuk menyediakan campuran bahan bakan dan udara
dengan perbandingan tertentu sesuai denga yang dibutuhkan mesin. Karburator
juga berfungsi untuk mengatomisasikan bahan bakar menjadi butiran butiran kecil
berbentuk kabut dan mudah menguap menjadi gas sehingga mudah terbakar pada
proses pembakaran.