Anda di halaman 1dari 3

TATA HUBUNGAN KERJA

Dalam kegiatan organisasi sehari – hari tentunya Instalasi Kamar Bedah akan
berinteraksi dengan unit-unit lain di Rumah Sakit, maka dari itu tentunya perlu dibuat
suatu tata hubungan kerja antara IRNA dengan unit lain, berikut adalah tata hubungan
kerja tersebut.
1. Dengan Instalasi Rawat Jalan
 Instalasi rawat jalan melalui admission melakukan pemesanan/bezet operasi.
Untuk rencana operasi elektif sehari sebelumnya, dan dengan operasi
emergency/cito 6 jam sebelum rencana tindakan
 Dilakukan koordinasi antara perawat poliklinik dengan perawat kamar bedah
 Operan/serah terima pasien dilakukan di ruang transfer by instalasi Kamar
Bedah dan di ruang bad pasien untuk pasien-pasien pasca operasi

2. Dengan Instalasi Rawat Inap


 Instalasi rawat inap bisa langsung melakukan pemesanan/bezet operasi
tanpa harus melalui admission untuk dicatat dan ditulis dalam buku register
rencana operasi. Untuk rencana operasi elektif sehari sebelumnya dan
dengan operasi emergency 6 jam sebelum rencana tindakan
 Dilakukan koordinasi antara perawat ruangan dengan perawat kamar bedah
 Operan/serah terima pasien dilakukan di ruang transfer by instalasi Kamar
Bedah dan di ruang bad pasien untuk pasien-pasien pasca operasi

3. Dengan Instalasi Gawat Darurat


 Instalasi gawat darurat melalui admission melakukan pemesanan/bezet
operasi untuk dicatat danditulis dalam buku register rencana operasi
 Dilakukan koordinasi antara perawat kamar operasi dengan perawat ruang
gawat darurat
 Operan/serah terima pasien dilakukan di ruang transfer by instalasi kamar
operasi dan di ruang bad pasien untuk pasien-pasien pasca operasi

4. Dengan Instalasi farmasi


 Penanggung jawab depo dan Instalasi Kamar operasi melakukan permintaan
obat/alat yang akan dipakai di Instalasi Kamar Bedah ke gudang farmasi,
untuk tetap menjaga stok obat/alat di Instalasi Kamar Bedah sesuai standar
 Dokter spesialis bedah melakukan peresepan atau menulis permintaan
alat/obat yang akan digunakan dalm tindakan-tindakan bedah
 Petugas depo farmasi melakukan koordinasi di Instalasi Kamar Bedah apabila
ada permasalahan tentang kesediaan alat dan obat

5. Dengan Instalasi Laboratorium


 Petugas Instalasi Kamar Bedah mengindikasi sempel darah/pus/material PA
 Dilakukan koordinasi untuk pelaksanaan operai dengan vries cope (VC) agar
pelaksanaan operasi dengan VC berjalan dengan baik

6. Dengan Instalasi Penunjang Medis Khusus


 Perawat Pertama/Kepala Ruangan Instalasi Kamar Bedah membuat
permintaan linen ke petugas laundry
 Perawat Pertama/Kepala Ruangan Instalasi Kamar Bedah membuat
permintaan alat-alat medis steril kepasa petugas CSSD
 Perawat kamar bedah meminta makanan untuk diit pasien ODC post operasi
ke bagian gizi

7. Dengan Satuan Pelaksana Diklat dan Pengembangan


 Kepala Instalasi Kamar Bedah mengajukan program pelatihan dan seminar
untuk dokter umum ruangan.
 Kepala Instalasi Kamar Bedah berkoordinasi dalam hal pelatihan BHD baik
untuk petugas Rumah Sakit maupun untuk umum dengan Kasatpel Diklat dan
Pengembangan.

8. Dengan satuan Pelaksana Rumah Tangga


 Kepala Instalasi Kamar Bedah melakukan permintaan alat-alat keperluan
ruang perawatan.
9. Dengan satuan Pelaksanan Perbendaharaan
 Petugas kamar bedah melakukan koordinasi dengan kasir dan bendahara
penerimaan

10. Dengan Kasatpel Kesekertariatan dan Legal


 Sektretaris pengolah meminta informasi tentang tata administrasi yang
berlaku di RSUD Ciracas
 Kepala Instalasi Kamar Bedah berkoordinasi tentang SK (Surat Keputusan)
yang diperlukan untuk kepentingan rawat inap.