Anda di halaman 1dari 38

Langkah 1 : Terminologi

1. Bilas lambung : menguras isi perut dengan memasukkan dan


mengeluarkan air dengan Nasogastric Tube untuk mengeluarkan racun dari
perut.
2. Esophagus : Saluran dari mulut ke lambung mampu melakukan
peristaltik, panjang kira kira 10 inchi.
3. Duodenum : bagian pertama dari usus kecil, tepat setelah lambung.
4. Empedu : cairan hijau kekuningan diproduksi oleh hepar.
5. Epigastrium : bagian dinding perut di atas pusar, di dalamnya
terdapat aorta descenden, sebgaian hepar, sebagian pankreas, pilorus
lambung, dan kolon transversum.
6. Apendisitis : perdangan pada appendix.
7. Atresia Ani : kelainan kongenital, anus tidak terbentuk sempurna
karena tak ada perforasi membran pembatas ektoderm.
8. Organogenesis intrauterin : pembentukan organ janin di dalam rahim.

Langkah 2 : Rumusan Masalah


1. Bagaimana rasa terbakar terjadi pada perut dan dada?
2. Mengapa bilas lambung tidak bisa dilakukan?
3. Mengapa kerusakan duodenum menghambat empedu?
4. Apa yang terjadi jika aliran empedu dari hepar tersumbat?
5. Mengapa nyeri terasa di epigastrium?
6. Apa saja enzim pencernaan?
7. Apa saja fungsi empedu?
8. Bagaimana atresia ani dapat terjadi?
9. Bagaimana proses organogenesis intrauterin?
10. Bagaimana susunan saluran pencernaan manusia?
11. Apa saja kelainan yang terjadi pada sistem pencernaan?
Langkah 3 : Brainstorming
1. Minyak tanah mampu melarutkan lemak, membran sel tersusun atas lipid,
epitel tak berkeratin sehingga minyak tanah melarutkan dinding sel yang
menebabkan nyeri. Minyak tanah merupakan contoh hidrokarbon,
parafin : mampu menimbulkan luka bakar jika terkena.
2. Bilas lambung memancing pasien untuk muntah, muntah dihindari untuk
pasien keracunan hidrokarbon, diakutkan akan terjadi aspirasi cairan oleh
paru-paru sehinggamenimbulkan kerusakan yang lebih parah. Bilas
lambung tidak dilakukan untuk menghindari terjadinya iritasi ulang pada
saluran cerna.
3. Jika duodenum rusak, akan berimbas kepada ductus choledocus yang
merupakan saluran tempat keluarnya empedu dan enzim dari pankreas
sehingga pencernaan tergamggu.
4. Empedu merupakan zat sisa yang harus dikeluarkan, jika tertibun akan
membentuk batu empedu. Juga dapat menimbulkan penyakit Jaundice.
5. Nyeri samar, nyeri alih organ visceral, neuron bersinapsis di medulla
spinalis, terangsangnya nocireseptor.
Apendisitis Akut, nyerinya terlokalisasi.
Apendisitis Kronik, nyerinya dapat berpindah.
6. - Mulut : Ptialin
- Lambung : Pepsin, Renin
- Usus halus : Maltase, Laktase, Sukrase, Tripsin, Enterokinase.
- Pankreas : Amilopsin, Steapsin, Tripsinogen.
7. - Menetralisir racun
- Memecah lemak
- Memfasilitasi jalur lemak menembus embran sel
- Pengeluaran kolesterol dari tubuh
8. Membran entoderm tidak terbentuk sempurna sehingga anus tidak
terbentuk.
9. Learning Objective
10. Saluran cerna : Mulut, Pharynx, Esophagus, Lambung, Usus, Anus.

Kelenjar cerna : Glandula Saliva, Hepar, Pankreas.

11. Asam lambung, Ulkus lambung, Diare, sembelit, batu empedu,


Pankreatitis, dll.

Langkah 4 : Skema

Kelenjar Cerna Saluran Cerna Atas & Bawah

Kelainan Struktur

- embriologi
- anatomi
- histologi
- fisiologi

Langkah 5 : Learning Objective

1. Embriologi sistem pencernaan


2. Anatomi sistem pencernaan
3. Anatomi region abdomen
4. Histologi sistem pencernaan
5. Biokimia Enzim
6. Fisiologi sistem pencernaan
7. Kelainan sistem pencernaan
Langkah 6 : Belajar Mandiri

1. Embriologi Sistem Pencernaan


• Mulai terbentuk pada kehidupan mudigah 7 somit (22 hari) sebagai akibat dari pelipatan
mudigah kearah cephalo caudal dan lateral, sehingga rongga yang dibatasi entoderm
sebagian tercakup ke dalam mudigah dan membentuk usus sederhana.

• Pada bagian kepala dan ekor mudigah, usus sederhana membentuk tabung buntu
masing-masing :

– Usus sederhana depan (fore gut)

– Usus sederhana belakang (hind gut)

– Diantaranya usus sederhana tengah (mid gut) yang untuk sementara tetap
berhubungan dengan kandung kuning telur

Perkembangan usus sederhana depan

Oesophagus
– Ketika mudigah berumur ± 4 minggu, muncul diverticulum pada dinding ventral
usus sederhana depan yang disebut (diverticulum tracheo – bronchiale).
Diverticulum ini berangsur-angsur dipisahkan dari bagian dorsal fore gut melalui
septum oesopago – tracheale. Dengan cara ini usus sederhana depan terbagi
atas :

• Bagian ventral : primordium pernafasan

• Bagian dorsal : oesopagus


• Pada mulanya oesopagus sangat pendek, akan tetapi dengan gerak turun jantung dan
paru-paru ia memanjang dengan cepat.

• 2/3 bagian atas otot bersifat serat lintang yang berasal dari mesenchim sekitarnya dan
disarafi oleh N.X.

• 1/3 bagian bawah ototnya bersifat polos dan disarafi plexus splanchnicus

Lambung
• Pertumbuhan lambung mulai pada minggu ke-4 sebagai suatu pelebaran usus depan
yang berbentuk kumparan.

• Minggu-minggu berikutnya kedudukannya sangat berubah akibat perbedaan kecepatan


pertumbuhan pada berbagai dindingnya dan perubahan kedudukan alat-alat
disekitarnyaPerubahan kedudukan lambung karena ia berputar sekitar sumbu
memanjang dan sumbu antero posterior.

• Disekitar sumbu memanjang lambung melakukan putaran 90o searah jarum jam.

• Akibatnya :
– Sisi kiri menghadap ke depan

– Sisi kanan menghadap ke belakang

– N.X kiri yang semula mensarafi kiri menuju depan

– N.X kanan yang semula mensafari kanan menujuSelama perputaran ini bagian
dinding belakang lambung tumbuh lebih cepat dari bagian depannya. Hal ini
mengakibatkan pembentukan :

– curvatura mayor

– curvatura minor

– Ujung cephalic dan kaudal lambung pada mulanya terletak digaris depan. Selama
pertumbuhan, bagian kaudal atau bagian pilorus bergerak kekanan dan keatas,
dan bagian cephalic atau bagian kardia kekiri dan kebawah.

– Dengan ini sumbu panjang lambung

– berjalan dari kiri dan kanan bawah

– Belakang

• Pada tingkat perkembangan ini, lambung terikat pada dinding dorsal dan ventral tubuh
melalui mesogastrium dorsale dan ventrale.

• Perputaran disekitar sumbu memanjang menarik mesogastrium dorsale kekiri. Dengan


demikian membantu pembentukan bursa omentalis, yaitu kantong peritonium
dibelakang lambung
duodenum
• Terbentuk dari bagian akhir fore gut dan bagian atas mid gut.

• Titik pertemuan fore gut dan mid gut ini terletak tepat distal dari tunas hati.

• Sementara lambung berputar, duodenum mengambil bentuk lengkung seperti huruf “C”
dan akhirnya terletak

retroperitonial

hati dan kandung empedu


• Terbentuk pada pertengahan minggu ke tiga sebagai epitel entoderm pada ujung distal
fore gut.

• Pertumbuhan ini dikenal sebagi diverticulum hepatis (tunas hati)

• Tunas hati terdiri atas berkas-berkas sel yang berproliferasi dengan cepat dan
menempus septum transversum yaitu lempeng mesoderm.

• Sementara sel-sel hati menembus septum transversum, hubungan tunas hati dan
duodenum menyempit. Dengan ini terbentuk saluran empedu.

• Dari saluran empedu, terbentuk tonjolan ke ventral yang menghasilkan kandung


empedu dan ductus cysticus.
Panckreas
Dibentuk oleh:

– Tunas pancreas dorsal

– Tunas pancreas ventral

Yang berasal dari epitel entoderm duodenum

• Tunas pancreas dorsal terletak didalam mesenterium dorsale, sedang tunas pancreas
dorsal berhubungan erat dengan ductus choledochus.

• Ketika duodenum berputar ke kanan dan membentuk huruf C, tunas pancreas ventral
bergeser ke dorsal seperti ductus choledochus bergeser ke dorsal.

• Akhirnya tunas pancreas ventral berada tepat dibawah dan dibelakang tunas pancreas
dorsal.

Kemudian parenkhim maupun saluran tunas pancreas dorsal dan ventral bersatu.

• Tunas ventral membentuk processus uncinatus dan bagian bawah caput pancreas.

• Bagian kelenjar lainnya berasal dari tunas dorsal.

• Ductus pancreaticus mayor (Wirsungi) terbentuk dari bagian distal saluran pancreas
dorsal dan seluruh saluran pancreas ventral.

• Bagian proximal saluran pancreas dorsal menutup atau sebagai saluran kecil:

– Ductus pancreaticus accesorius (santorini) Ductus pancreaticus mayor bersama-


sama dengan ductus choledochus bermuara di papila duodeni mayor.

– Ductus pancreaticus accesorius bermuara pada papila duodeni minor.

– 10 % dari kasus kedua saluran gagal bersatu dan susunan ganda tetap
dipertahankan.

– Pulau-pulau langerhans.

– Berkembang dari jaringan parenchim pancreas pada ketiga kehidupan janin.

– Tersebar diseluruh kelenjar.

– Sekresi insulin dimulai ± bulan ke-5.


– Kadar insulin janin tidak tergantung pada kadar insulin ibunya.

Perkembangan Usus Sederhana Tengah(mid gut)


• Perkembangan usus tengah ditandai oleh cepat memanjangnya usus dan
mesenteriumnya, sehingga terbentuk jerat usus primer.

• Pada puncaknya jerat ini tetap berhubungan dengan kandung telur melalui ductus
vitellinus yang sempit.

• Bagian cranial jerat usus akan membentuk:

– Bagian distal duodenum

– Yeyenum

– Ileum (sebahagian)


• Bagian caudal jerat usus akan membentuk:

– Bagian bawah illeum

– Caecum

– Appendix

– Colon ascenden

– 2/3 proximal colon transfersum


• Perbatasan antara bagian cranial dan caudal jerat usus: ductus vitelinus tetap ada pada
orang dewasa yang dikenal sebagai:

– Diferticulum meckel dan diverticulum illeal

• Hernia phisiology

Pertumbuhan jerat usus primer sangat pesat terutama bagian cranialnya.

Akibat pertumbuhan yang cepat ini dan perluasan hati yang serentak, rongga perut untuk
sementara terlalu kecil untuk menampung jerat-jerat usus ini.

Akibatnya jerat ini memasuki celom extra embrional dan tali pusat (hernia umbilicalis
phisiologic) yang terjadi pada minggu ke

enam

Perkembangan usus sederhana belakang

• Usus sederhana belakang membentuk:

– 1/3 distal colon transversum

– Colon ascendens

– Sigmoid
– Rectum

– Bagian atas canalis analis

• Bagian usus sederhana belakang bermuara kedalam cloaka (suatu rongga yang di lapisi
entoderm yang berhubungan langsung dengan entoderm permukaan).

• Pada pertemuan antara entoderm dan ektoderm terbentuk membrana cloacalis.

• Pada perkembangan selanjutnya tumbuh septum urorectal pada sudut antara alantois
dan usus belakang.

• Sekat ini berlanjut tumbuh ke caudal sambil membagi cloaka menjadi :

– Sinus urogenitalis sederhana (depan)

– Canalis anorectalis (belakang)

• Ketika mudigah berumur 7 minggu, septum urorectal mencapai membran cloacalis yang
akan terbagi menjadi :

– Membran analis (dibelakang)

– Membran urogentalis (didepan)

• Membran analis dikelilingi oleh tonjolan-tonjolan mesenchim. Pada minggu ke 8 selaput


ini ditemukan pada dasar lekukan ektoderm yang akan menjadi lobang anus atau
proktodium.

• Dalam minggu ke 9, membran analis koyak dan terbentuklah jalan terbuka antara
rektum dan dunia luar.
• Bagian atas canalis analis berasal dari entoderm dan didarahi oleh A.mesenterica
inferior

• Bagian bawah (1/3 bawah) berasal dari ektoderm dan didarahi oleh A.pudenda interna.

• Pertemuan keduanya disebut linea dentata atau linea pertinatum.

2. Anatomi Sistem Pencernaan


• Anatomi Sistem Pencernaan

Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Manusi

SISTEM PENCERNAAN

• Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem
organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat
gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan
yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.
• Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung, usus
halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak
diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

Sistem Pencernaan

A. Mulut

• Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air pada hewan. Mulut
biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaan
lengkap yang berakhir di anus.

• Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh
selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah.
Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit. Penciuman dirasakan
oleh saraf olfaktorius di hidung dan lebih rumit, terdiri dari berbagai macam bau.

• Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar,
geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah
akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan
mulai mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang
memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar
dan berlanjut secara otomatis.

B. Tenggorokan ( Faring)

• Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Berasal dari bahasa yunani
yaitu Pharynk.

Skema melintang mulut, hidung, faring, dan laring

• Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang banyak
mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini terletak
bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan
rongga hidung, didepan ruas tulang belakang

• Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan perantaraan lubang bernama
koana, keadaan tekak berhubungan dengan rongga mulut dengan perantaraan lubang yang
disebut ismus fausium

• Tekak terdiri dari; Bagian superior =bagian yang sangat tinggi dengan hidung, bagian media =
bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior = bagian yang sama tinggi dengan
laring.

• Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak
dengan ruang gendang telinga,Bagian media disebut orofaring,bagian ini berbatas kedepan
sampai diakar lidah bagian inferior disebut laring gofaring yang menghubungkan orofaring
dengan laring

C. Kerongkongan (Esofagus)

• Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan
mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan
menggunakan proses peristaltik. Sering juga disebut esofagus(dari bahasa Yunani: οiσω, oeso –
“membawa”, dan έφαγον, phagus – “memakan”).

• Esofagus bertemu dengan faring pada ruas ke-6 tulang belakang. Menurut histologi.

• Esofagus dibagi menjadi tiga bagian:

• Ø bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka)

• Ø bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus)

• Ø serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).

• Bagan posisi esofagus pada manusia, dilihat dari belakang

D. Lambung

• Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai.

• Terdiri dari 3 bagian yaitu

• Ø Kardia.

• Ø Fundus.

• Ø Antrum.

• Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfinter),
yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya
kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.

• Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik untuk mencampur
makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting :

• * Lendir

• Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap kelainan pada
lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak
lambung.

• * Asam klorida (HCl)


• Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna
memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap
infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.

• * Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)

E. Usus halus (usus kecil)

• Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara
lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat
yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi
usus) dan air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding
usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak.

• Lapisan usus halus ; lapisan mukosa ( sebelah dalam ), lapisan otot melingkar ( M sirkuler ),
lapisan otot memanjang ( M Longitidinal ) dan lapisan serosa ( Sebelah Luar )

Antomi Usus

• Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum),
dan usus penyerapan (ileum).

1. Usus dua belas jari (Duodenum)

• Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung
dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan
bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum
Treitz.

• Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh
selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada
usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama
duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.

• Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan
bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus
dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal
kepada lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.

2. Usus Kosong (jejenum)

• Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus
halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia
dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong.
Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.
• Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang
memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas
jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus
penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus
kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.

• Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti “lapar” dalam bahasa Inggris modern. Arti
aslinya berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti “kosong”.

Usus halus dan usus besar

3. Usus Penyerapan (illeum)

• Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan
manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan
dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan
berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.

F. Usus Besar (Kolon)

• Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi
utama organ ini adalah menyerap air dari feses.

• Usus besar terdiri dari :

• * Kolon asendens (kanan)

• * Kolon transversum

• * Kolon desendens (kiri)

• * Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)

• Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan
membantu penyerapan zat-zat gizi.

• Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri
ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan
gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa
menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.

G. Usus Buntu (sekum)

• Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, “buta”) dalam istilah anatomi adalah suatu
kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar.
Organ ini ditemukan pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora
memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang
sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

H. Umbai Cacing (Appendix)

• Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada organ ini
disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan
apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi
rongga abdomen).

• Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform appendix (atau
hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum.

• Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing
berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks
selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda – bisa di retrocaecal atau di pinggang
(pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.

• Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan), sebagian yang
lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam sistem limfatik.

• Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.

I. Rektum dan anus

• Rektum (Bahasa Latin: regere, “meluruskan, mengatur”) adalah sebuah ruangan yang berawal
dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai
tempat penyimpanan sementara feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di
tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja
masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Mengembangnya
dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf yang
menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali
material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika
defekasi tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

• Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang
lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB.

• Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh.
Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus.
Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui
proses defekasi (buang air besar – BAB), yang merupakan fungsi utama anus.

J. Pankreas
• Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu
menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas
terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas
jari).

• Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu :

• * Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan

• * Pulau pankreas, menghasilkan hormon

• Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke


dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan
lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh
dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran
pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi
melindungi duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.

• Potongan depan perut, menunjukkan pankreas dan duodenum.

• K. Hati

• Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan memiliki berbagai
fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.

• Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki beberapa fungsi dalam
tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis protein plasma, dan penetralan obat. Dia juga
memproduksi bile, yang penting dalam pencernaan. Istilah medis yang bersangkutan dengan
hati biasanya dimulai dalam hepat- atau hepatik dari kata Yunani untuk hati, hepar.

• Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan pembuluh darah yang
kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena
yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi
menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.

• Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah diperkaya dengan zat-
zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.

• Hati adalah organ yang terbesar di dalam badan manusia.

• L. Kandung empedu

• Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk buah pir yang dapat
menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada
manusia, panjang kandung empedu adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap – bukan
karena warna jaringannya, melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ
ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.

• Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu:

• · Membantu pencernaan dan penyerapan lemak

• · Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin (Hb) yang
berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

3. ANATOMI REGIO ABDOMEN


Abdomen : suatu rongga dalam badan di bawah diafragma hingga dasar pelvis
Batas atas : pinggir apertura thoracis inferior
Batas bawah : linea terminalis, tuberculum pubicum, simphisis os. Pubis

Pembagian daerah abdomen


1. Pembagian dengan cara menarik garis tegak lurus terhadap garis median melalui
umbilikalis sehingga menjadi 4 kuadran :
a) Kuadran kanan atas
i. Hepar
ii. Kandung empedu
iii. Pilorus
iv. Duodenum
v. Kaput pankreas
vi. Fleksura hepatika kolon
vii. Sebagian kolon asenden, dan kolon transversum

b) Kuadran kiri atas


i. Lobus kiri hepar
ii. Lambung
iii. Korpus pankreas
iv. Fleksura lienalis kolon
v. Sebagian kolon transversum
vi. Kolon descenden

c) Kuadran kanan bawah


i. Sekum, apendiks,
ii. sebagian kolon ascenden

d) Kuadran kiri bawah


i. Kolon sigmoid
ii. Sebagian kolon descenden

2. Pembagian dengan menarik dua garis sejajar dengan median dan dua garis transversal
yang menghubungkan dua titik paling bawah arcus costa dan menghubungkan dua spina
iliaka anterior superior
 Hipokondrium kanan : Lobus hepar kanan, Vesika felea
 Epigastrium : pilorus, gaster, duodenum, pankreas, hepar
 Hipokondrium kiri : gaster, ekor pankreas, fleksura lienalis kolon
 Lumbal kanan : duodenum dan jejunum
 Umbilikal : omentum, mesentrium, duodenum distal
 Lumbal kiri : kolon descenden, duodenum distal, jejunum
 Iguinal kanan : sekum, apendiks, ileum distal
 Hipogastrika : ileum, vesika urinaria
 Inginal kiri : kolon sigmoid

DINDING ABDOMEN
1. Kulit
Melekat pada struktur dibawahnya dengan longgar kecuali pada bagian umbilikal, dimana
kulit ditambatkan sebagai jaringan parut umbilikus tempat melekatnya funikulus umblikalis
fetus
2. Fascia Superficialis
 Lapisan lemak superfisial (fascia camper) : berhubungan langsung dengn fascia superfisialis
yang meliputi tubuh
 Lapisan membranosa : menghilang di sisi lateral dan atas, di inferior berjalan di atas
ligamentum inguina, di garis tengah membentuk selubung tubular untuk penis/clitoris, di
perineum melekat masing-masing pada arcus pubis
3. Fascia profunda (lapisan tipis yang meliputi otot-otot
 Vagina m.recti abdominis
 Fascia inominata
4. Otot-otot anterior abdomen
 Musculus obliqus abdominis eksternus
 Musculus obliqus abdominis internus
 Musculus trasnversus abdominis
 Musculus rectus abdominis
 Musculus piramidalis
5. Linea alba : pertemuan 3 aponeurosis otot lateral di bagian tengah perut yang membagi
dua musculus recti menjadi kiri dan kanan, membentang dari proc.xiphoideus sampai simphisis
os.pubis
6. Linea semilunaris : pinggir lateral musculus rectus abdominis
7. Ligamentum inguinal : menghubungkan spina iliaka anterior superior dengan tuberkulum pubium,
dibentuk oleh aponeurosis musculus obliqus abdominis externus yang melipat ke belakang
8. Lemak ekstraperitonal : berisi sejumlah lemak antara fascia transversalis dengan peritoneum
parietal
9. Kanalis inguinalis : bagian bawah dinding anterior abdomen, membentang dari annulus
ingunalis profunda ke annulus inguinalis superfisialis, sejajar dengan ligamentum inguinal. Kanalis
inguinalis merupakan tempat lemah karena selaputnya tipis sehingga sering terjadi hernia
inguinalis
 Pada laki-laki : tempat saluran dari testis ke abdomen
 Pada perempuan : dilalui oleh ligamentum teres uteri
Perdarahan
Arteri
1. Arteri intercostalis 6 pasang terbawah
2. Arteri lumbalis
3. Arteri epigastrika superfisialis dan arteri circumflexa superficial
4. Arteri epigastrika superior
5. Arteri epigastrika inferior
Vena
1. Vena epicastika superficialis
2. Vena thoracica lateralis
Persarafan : ramus anterior enam nervus thoracicus bawah dan lumbalis 1

PERITONEUM
1. Parietal
2. Viscera
3. Cavum peritoneum
Daerah-daerah khusus peritoneum
1. Mesentrium : melekatkan usus ke dinding abdomen
2. Omentum : melekatkan lambung ke organ lainnya
3. Ligamentum peritoneal

4. HISTOLOGI SISTEM PENCERNAAN


Terdiri atas saluran panjang dari rongga mulut sampai anus. Mulai dari rongga mulut, esophagus,
lambung, usus halus, usus besar, rectum, dan liang anus.

1. Rongga Mulut
Dilapisi epitel squamosa kompleks non keratin sebagai pelindung yang juga melapisi permukaan dalam
bibir.

Bibir terdiri atas:

Pars Cutanea (Kulit bibir) dilapisi:

 epidermis, terdiri atas epitel squamosa kompleks berkeratin, dibawahnya terdapat dermis.

 dermis, dengan folikel rambut, kelenjar sebasea, kelenjar keringat, m. erector pili, berkas neuro
vaskuler pada tepi bibir.

 Letak pars kutanea di bagian luar penampang bibir


Pars Mukosa, dilapisi:

 epitel squamosa kompleks nonkeratin, diikuti lamina propia (jaringan ikat padanan dari
epidermis dan dermis), dibawahnya submukosa, terdapat kelenjar labialis (sekretnya membasahi
mukosa mulut).

 Letak di penampang bibir berhadapan dengan gigi dan rongga mulut.


Pars Intermedia (mukokutaneus), dilapisi:

 epitel squamosa kompleks nonkeratin. Banyak kapiler darah.


 Letak bagian atas penampang bibir yang saling berhadapan (bibir atas dan bawah)

Lidah

Epitel permukaan dorsal lidah sangat tidak teratur (epitel squamosa kompleks) dan ditutupi tonjolan
(papilla) yang berindentasi pada jaringan ikat lamina propia (mengandung jaringan limfoid difus). Terdiri
papilla filiformis, fungiformis, sirkumvalata, dan foliata. Papilla lidah ditutupi epitel squamosa kompleks
yang sebagian bertanduk.

bagian pusat lidah terdiri atas berkas-berkas otot rangka, pembuluh darah dan saraf.
Strukur umum saluran pencernaan.

Lapisan saluran pencernaan secara umum dari luar ke dalam: Tunika mukosa, submukosa,
muskularis dan serosa/adventisia. Adventisia merupakan jaringan ikat pada retroperitoneal.

Tunika mukosa, terdiri dari

Epitel pembatas, lamina propia (jaringan ikat longgar, pembuluh darah dan pembuluh limfe, kelenjar
pencernaan, jaringan limfoid) dan Tunika muskularis mukosa (lapisan otot polos pemisah tunika mukosa
dan submukosa).

Tunika submukosa, terdiri:

Jaringan ikat longgar, pembuluh darah dan pembuluh limfe, jaringan limfoid, kelenjar pencernaan,
pleksus submukosa meissner

Tunika Muskularis, tersusun atas:

Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantara lapisan tersebut
terdapat pembuluh darah dan limfe, pleksus mienterikus auerbach.

Tunika Serosa, tersusun atas:

Jaringan ikat longgar yang dipenuhi pembuluh darah dan sel-sel adipose. Epitel squamosa simpleks.

1. Esophagus
Panjang ±10 inc. Meluas dari faring sampai lambung dibelakang trakea, sebagian besar dl rongga thoraks
dan menembus diafragma masuk rongga abdomen. Terdiri atas:

Tunika Mukosa

Epitel squamosa kompleks non keratin, lamina propia, muskularis mukosa.

Tunika Submukosa

Jaringan ikat longgar mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan kelenjar esophageal propia.

Tunika Muskularis

Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantara otot tersebut sedikit
dipisah jaringan ikat. Pada ⅓ bagian atas esophagus terdiri otot rangka, ⅓ bagian tengah terdiri otot polos
dan otot rangka, ⅓ bagian bawah dibentuk otot polos.

Adventisia

Terdapat pembuluh darah, saraf, jaringan lemak. Adventisia merupakan lapisan terluar dari esophagus
bagian atas sedangkan serosa merupakan lapisan esophagus bagian bawah

2. Gaster
Tunika Mukosa

Merupakan epitel kolumner simpleks, tidak terdapat vili intestinalis dan sel goblet. Terdapat foveola
gastrika/pit gaster yang dibentuk epitel, lamina propia dan muskularis mukosa. Seluruh gaster terdapat
rugae (lipatan mukosa dan submukosa) yang bersifat sementara dan menghilang saat gaster distensi oleh
cairan dan material padat. Foveola tersebut terdapat sel mukosa yang menyekresi mucus terutama terdiri
dari:
 Sel neck. Menghasilkan secret mukosa asam kaya glikosaminoglikan

 Sel parietal. Menghasilkan HCl

 Sel chief. Mengahasilkan pepsin

 Sel argentaffin. Menghasilkan intrinsic factor castle untuk pembentukan darah


Tunika submukosa

Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah dan saraf pleksus meissner

Tunika muskularis

Terdiri atas otot oblik (dekat lumen),otot sirkular (bagian tengah) dan otot longitudinal (bagian luar).
Diantara otot sirkuler dan longitudinal tersebut sedikit dipisah pleksus saraf mienterikus auerbach

Tunika Serosa

Peritoneum visceral dengan epitel squamosa simpleks, yang diisi pembuluh darah dan sel-sel lemak.

3. Usus halus

Panjang ±5 m. Ciri khas terdapat plika sirkularis kerkringi, vili intestinalis, dan mikrovili. Plika sirkularis
kerkringi merupakan lipatan mukosa (dengan inti submukosa) permanen. Vili intestinales merupakan
tonjolan permanen mirip jari pada lamina propia ke arah lumen diisi lakteal (pembuluh limfe sentral).
Mikrovili merupakan juluran sitoplasma (striated brush border). Pada lamina propia terdapat kelenjar
intestinal lieberkuhn, didasarnya terdapat sel paneth (penghasil lisozim-enzim antibakteri pencerna
dinding bakteri tertentu dan mengendalikan mikroba usus halus) dan sel enteroendokrin (penghasil
hormone-gastric inhibitory peptide,sekretin dan kolesistokinin/pankreozimin-).
 Duodenum
Tunika Mukosa

Epitel kolumner simpleks dengan mikrovili, terdapat vili intestinalis dan sel goblet. Pada lamina propia
terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn.

Tunika Submukosa

Jaringan ikat longgar. Terdapat kelenjar duodenal Brunner (ciri utama pada duodenum yang
menghasilkan mucus dan ion bikarbonat). Trdapat plak payeri (nodulus lymphaticus agregatia/
gundukan sel limfosit)

Tunika Muskularis

Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Diantaranya dipisah oleh
pleksus mienterikus auerbach.

Tunika Serosa

Merupakan peritoneum visceral dengan epitel squamosa simpleks, yang diisi pembuluh darah dan sel-sel
lemak.

 Jejunum dan Ileum


secara histologis sama dengan duodenum, perkecualiannya tidak ada kelenjar duodenal brunner.

 Appendiks
Secara struktur mirip kolon (lihat bawah). Ada banyak kesamaan dengan kolon seperti epitel pelapis
dengan sel goblet. Lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn (tapi kurang berkembang, lebih
pendek, letak sering berjauhan) dan jaringan limfoid difus sangat banyak. Terdapat pula Muskularis
mukosa.
Tunika Submukosa sangat vascular.

Tunika Muskularis terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar).
Diantaranya dipisah oleh pleksus mienterikus auerbach.

Tunika Serosa

4. Usus Besar (Kolon)


Terdapat sekum; kolon asendens, tranversal, desendens, sigmoid; rectum serta anus.

Tunika Mukosa

Terdiri epitel kolumner simpleks, mempunyai sel goblet (lebih banyak dibanding usus halus) tapi tidak
mempunyai plika sirkularis maupun vili intestinalis. Pada lamina propia terdapat kelenjar intestinal
lieberkuhn yang lebih banyak dan nodulus limpatikus. Tidak terdapat sel paneth tapi terdapat sel
enteroendokrin. Dibawah lamina terdapat muskularis mukosa

Tunika Submukosa

Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah, sel lemak dan saraf pleksus meissner

Tunika Muskularis
Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Otot sirkular berbentuk utuh
tapi otot longitudinal terbagi tiga untaian besar (taenia koli). Diantaranya dipisah oleh pleksus
mienterikus auerbach.

Tunika Serosa/Adventisia

Merupakan peritoneum visceral dengan epitel squamosa simpleks, yang diisi pembuluh darah dan sel-sel
lemak. Kolon tranversum dan sigmoid melekat ke dinding tubuh melalui mesenterium, sehingga tunika
serosa menjadi lapisan terluar bagian kolon ini. Sedangkan adventisia membungkus kolon ascendens dan
descendens Karena ketaknya peritoneal.

5. Rectum
Tunika Mukosa

Terdiri epitel kolumner simpleks, mempunyai sel goblet dan mikrovili, tapi tidak mempunyai plika
sirkularis maupun vili intestinalis. Pada lamina propia terdapat kelenjar intestinal lieberkuhn, sel lemak,
dan nodulus limpatikus. Dibawah lamina terdapat muskularis mukosa.

Tunika Submukosa

Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah, sel lemak dan saraf pleksus meissner

Tunika Muskularis

Terdiri atas otot sirkular (bagian dalam) dan otot longitudinal (bagian luar). Otot sirkular berbentuk utuh
tapi otot longitudinal terbagi tiga untaian besar (taenia koli). Diantaranya dipisah oleh pleksus
mienterikus auerbach.

Adventisia

Merupakan jaringan ikat longgar yang menutupi rectum, sisanya ditutupi serosa.
6. Anus
Tunika Mukosa

Terdiri epitel squamosa non keratin, lamina propia tapi tidak ada terdapat muskularis mukosa.

Tunika Submukosa

Menyatu dengan lamina propia. Jaringan ikat longgar banyak mengandung pembuluh darah, saraf
pleksus hemorroidalis dan glandula sirkum analis.

Tunika Muskularis

Bertambah tebal. Terdiri atas sfingter ani interna (otot polos, perubahan otot sirkuler), sfingter ani
eksterna (otot rangka) lalu diluarnya m. levator ani. Otot sirkular berbentuk utuh tapi otot longitudinal
terbagi tiga untaian besar (taenia koli). Diantaranya dipisah oleh pleksus mienterikus auerbach.

Adventisia

Terdiri jaringan ikat longgar

Daftar Pustaka

Eroschenko V. P. 2003. Atlas Histologi di Fiore dengan Korelasi Fungsional Edisi 9. Jakarta : EGC.
5. Biokimia Enzim
Enzim: mengkatalisis/mempercepat reaksi dengan menurunkan energy aktivasi reaksi. Semakin
banyak yg diturunkan semakin efektif reaksi. Enzim tercepat menaikkan kecepatan reaksi
hingga 1020 kali.

Sifat enzim utama:

- Kemampuan katalitik
- Spesifitas terhadap bahan reaksi
- Kemampuan dikontrol

Enzim bekerja spesifik yaitu bekerja pada pereaksi tertentu, artinya berbagai macam enzim.
Enzim aktifitasnya bisa dikontrol & bekerja berdasarkan kebutuhan organismenya. Enzim tidak
mengubah kesetimbangan reaksi.

Enzim ada yang hasil reaksinya menghambat kerja enzim itu sendiri. Beberapa enzim dihasilkan
inaktif & aktif saat waktu dan kondisi tertentu saja. Enzim ini disebut enzim allosteric, enzim
yang inaktifnya disebut zymogen.

Komponen-komponen biokatalisator:

- Apoenzim
- Holoenzim
- Gugus prostetik
- Kofaktor
- Koenzim

6. Fisiologi Saluran Pencernaan


Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah sistem organ
dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi,
menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna
atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh. Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan
(faring), kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga
meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung
empedu.

A. Mulut

Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air. Mulut merupakan bagian awal
dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus. Bagian dalam dari mulut dilapisi oleh selaput
lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif
sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit.

Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi belakang (molar, geraham),
menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus
bagian-bagian dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah
juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri
secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.

B. Tenggorokan (Faring)

Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Berasal dari bahasa yunani yaitu
Pharynk. Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang banyak
mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini merupakan letak
persimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan.

C. Kerongkongan (Esofagus)

Kerongkongan adalah tabung berotot pada vertebrata yang dilalui sewaktu makanan mengalir dari
bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan menggunakan proses
peristaltik.

D. Lambung

Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang keledai. Terdiri dari 3
bagian yaitu:

1. Kardia.
2. Fundus.
3. Antrum.

Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk cincin (sfinter), yang bisa
membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke
dalam kerongkongan. Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik
untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat
penting :

1. Lendir

Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap kelainan pada
lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah kepada terbentuknya tukak
lambung.
2. Asam klorida (HCl)

Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin guna
memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap
infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.

3. Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)

E. Usus halus (usus kecil)

Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan
usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati
melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu
melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil
enzim yang mencerna protein, gula dan lemak. Lapisan usus halus ; lapisan mukosa ( sebelah dalam ),
lapisan otot melingkar ( M. sirkuler ), lapisan otot memanjang ( M. Longitidinal ) dan lapisan serosa (
Sebelah Luar ). Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong
(jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

1. Usus dua belas jari (Duodenum)

Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan
menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek
dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.

Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput
peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua belas jari
terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama duodenum berasal dari
bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.

Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum), yang merupakan bagian
pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah
yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung
untuk berhenti mengalirkan makanan.

2. Usus Kosong (jejenum)

Usus kosong atau jejunum adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari
(duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-8
meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam
tubuh dengan mesenterium.

3. Usus Penyerapan (illeum)

Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, )
ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh
usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin
B12 dan garam-garam empedu.

F. Usus Besar (Kolon)

Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum. Fungsi utama
organ ini adalah menyerap air dari feses.

Usus besar terdiri dari :

1. Kolon asendens (kanan)


2. Kolon transversum
3. Kolon desendens (kiri)
4. Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)

Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan dan
membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting,
seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus.

G. Usus Buntu (Sekum)

Usus buntu atau sekum dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus
penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar.

H. Umbai Cacing (Appendix)

Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada organ ini disebut
apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan
membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen).

Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform appendix (atau hanya
appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung dengan caecum. Umbai cacing terbentuk dari
caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa
bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa
berbeda – bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.

I. Rektum dan Anus

Rektum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir
di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Biasanya rektum ini kosong
karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens
penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB).
Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem
saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering kali
material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi
tidak terjadi untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.

Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian
anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan
anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi, yang merupakan
fungsi utama anus.

J. Pankreas

Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama yaitu menghasilkan
enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian
posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).

Pankreas terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu :

1. Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan


2. Pulau pankreas, menghasilkan hormon

Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan hormon ke dalam darah.
Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik
memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk
inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan
sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan cara menetralkan
asam lambung.

K. Hati

Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan memiliki berbagai fungsi,
beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan. Organ ini memainkan peran penting dalam
metabolisme dan memiliki beberapa fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis
protein plasma, dan penetralan obat. Hati juga memproduksi bile, yang penting dalam pencernaan.

L. Kandung Empedu

Kandung empedu adalah organ berbentuk buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang
dibutuhkan tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kandung empedu adalah sekitar 7-
10 cm dan berwarna hijau gelap – bukan karena warna jaringannya, melainkan karena warna cairan
empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran
empedu.

Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu:

1. Membantu pencernaan dan penyerapan lemak


2. Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin (Hb) yang
berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.
LAPORAN TUTORIAL PBL

MODUL I ( BLOK 1.4 )


Sistem Pencernaan

Kelompok A6

PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS ANDALAS