Anda di halaman 1dari 8

Tugas M2: Pengembangan Profesi Guru

NAMA : MOH TOHA


KELAS : D UNESA

1. Rumusan kompetensi guru secara utuh

macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi
pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat
kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru.

1) Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk
mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan
menjadi indikator esensial sebagai berikut;
 Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta
didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik
dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta
didik.
 Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan
pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori
belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta
didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran
berdasarkan strategi yang dipilih.
 Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting)
pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
 Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang
dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan
dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan
tingkat ketuntasan belajar (mastery learning); dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran
untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
 Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya, memiliki
indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik;
dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.

2) Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang
mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak
mulia. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
 Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan
norma hukum; bertindak sesuai dengan norma sosial; bangga sebagai guru; dan memiliki
konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
 Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam
bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru.
 Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan
pada kemanfaatan peserta didik, sekolah, dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam
berpikir dan bertindak.
 Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang
berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani.
 Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan
norma religius (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong), dan memiliki perilaku yang
diteladani peserta didik.

3) Kompetensi Sosial
Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan
masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai
berikut:
 Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator
esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik.
 Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga
kependidikan.
 Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan
masyarakat sekitar.

4) Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam,
yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan
yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. Setiap
subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:
 Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial:
memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah; memahami struktur, konsep dan
metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar; memahami hubungan konsep
antar mata pelajaran terkait; dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-
hari.
 Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-
langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi.
Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. Oleh karena
itu, secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam; (b)
penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam
kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar, serta tindak lanjut untuk perbaikan dan
pengayaan; dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. Guru yang
memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara profesional.

2. Menghadapi abad 21 ini keterampilan belajar apa yang harus dimiliki oleh guru dan
siswa

Ada 6 keterampilan inti yang wajib dikuasai oleh Kepala Sekolah, Guru dan Siswa dalam
menghadapi abad 21.

Pertama, keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah atau sering dikenal dengan
critical thinking and problem solving. Keterampilan atau kemampuan guru untuk menciptakan anak
berpikir kritis. Maksudnya berpikir kritis adalah mengaplikasikan rasional, kegiatan berpikir yang
tinggi, yang meliputi kegiatan menganalisis, mensintesis, mengenai permasalahan dan
pemecahannya, menyimpulkan seran mengevaluasi. Atau secara singkatnya berpikir untuk
menyelesaikan masalah dengan tujuan untuk menjadi lebih baik.

Kedua, keterampilan bekerjasama dan berkomunikasi dengan baik atau sering dikenal
dengan collaboration and communication. Keterampilan ini merupakan keterampilan dalam hal
bekerjasama dan komunikasi yang baik. Maksud dari komunikasi disini adalah kita mampu
berinteraksi dengan seluruh manusia yang ada di dunia ini, karena Abad 21 tidak ada lagi sekat
negara yang memisahkan. Jadi, setiap siswa harus mampu berbahasa Internasional dalam
menghadapai Abad 21.

Ketiga, Keterampilan berpikir kreatif dan mengembangkan imajinasi atau sering dikenal
dengan creativity and imagination. Guru harus bisa memancing siswa untuk berpikir kreatif dalam
segala bidang yang ada di dunia pendidikan. Setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda-
beda, guru harus mampu menumbuhkan setiap kreatifitas semua siswa. Yang mempunyai kreatifitas
dan Imaginasi tinggilah yang akan sukses dan menguasai dunia saat ini.

Keempat, keterampilan untuk menjadi warga negara yang baik atau sering dikenal
denan citizenship. Kemajuan Teknologi dan Informasi di abad 21 akan membuat rasa nasionalis
berkurang. Oleh sebab itu, guru harus memberikan doktrin kepada siswa menjadi warga negara yang
baik, dengan cara berkontribusi membangun negara untuk ikut serta mensejahterakan masyarakat.
Jika suatu negara krisis, maka banyak masalah yang akan muncul.

Kelima, kemampuan atau keterampilan untuk dapat memahami dan menggunakan informasi dari
berbabagai sumber untuk ditampilkan di Internet atau sering dikenal dengan digital literacy.
Berdasarkan catatan UNESCO, digital literacy merupakan kemampuan untuk mengakses sumber
berita dan mengevaluasi secara kritis dan menciptakan informasi melalui teknologi digital.
Melalui digital literacy, seseorang tidak sekedar memiliki kemampuan untuk mengoperasikan
peralatan teknologi, tapi juga harus memiliki kemampuan lain.

Keenam, kompetensi atau kemampuan untuk mengembangkan potensi siswa atau sering dikenal
dengan student leadership and personal development. Guru harus mampu memahami potensi setiap
siswa dan mengembangkan potensi tersebut. Setiap anak mempunyai potensi yang berbeda–beda,
guru harus mampu meningkatkan rasa percaya diri kepada siswa dalam mengembangkan potensinya.

Guru–guru di Indonesia pasti mampu menguasai keenam kompetensi inti dalam menghadapi abad
21, sehingga mampu mempersiapkan generasi yang siap menghadapi era abad 21. Jika kita tidak
menyiapkan siswa dan siswi dalam menghadapai persaingan hidup di abad 21, maka generasi kita
sekarang tidak akan mampu bertahan di masa yang akan datang.
3. Rancangan strategi pengembangan guru berkelanjutan

Nama Sekolah: UPTD SD NEGERI KOKOP 1 Nomor Statistik Sekolah: 20531030

Alamat: Dsn Torsobih Ds. Kokop Kecamatan: Kokop Kabupaten/Kota: Bangkalan

Nama Guru: Moh. Toha, S.Pd.SD Tahun Ajaran: 2018/2019 Tanggal:

Strategi Pengembangan
Rencana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (diisi
Keprofesian Berkelanjutan dengan memberi tanda √)
A. Kompetensi yang akan dilakukan Guru
untuk peningkatan 5
kompetensi terkait 1 2 3 4 6
a b

I. PERENCANAAN PEMBELAJARAN

1. Kemampuan
memformulasikan
tujuan pembelajaran dalam
RPP sesuai dengan
kurikulum/silabus dan
memperhatikan karakteristik
peserta didik

2. Kemampuan
menyusun bahan ajar secara
runut, logis, kontekstual dan
mutakhi

3. Kemampuna merencanakan
kegiatan pembelajaran
yang efektif
4. Pemiilihan sumber belajar/
media pembelajaran sesuai
dengan materi dan strategi
pembelajaran

II. KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN YANG AKTIF DAN EFEKTIF

Kagiatan Pendahuluan

1. Ketrampilan memulai
pembelajaran dengan efektif

Kegiatan Inti

1. Penguasaan materi pelajaran

2. Kemampuan menerapkan
pendekatan/strategi
pembelajaran yang efektif

3. Pemanfaatan sumber
belajar/media dalam
pembelajaran

4. Kemmpuan memicu dan/atau


memelihara keterlibatan siswa
dalam pembelajaran

5. Kemampuan bahasa yang


benar dan tepat dalam
pembelajaran

Kegiatan Penutup

1. Ketrampilan mengakhiri
pembelajaran dengan efektif

2. Komunikasi dengan sesama


guru, tenaga kependidikan,
orang tua, peserta didik, dan
masyarakat
III. PENILAIAN
PEMBELAJARAN

1. Perancangan alat evaluasi


untuk mengukur kemajuan
dan keberhasilan belajar
peserta didik

2. Penerapan berbagai strategi


dan metode penilaian untuk
memantau kemajuan dan hasil
belajar peserta didik dalam
mencapai kompetensi tertentu
sebagaimana yang tertulis
dalam RPP

3. Pemanfaatan berbagai hasil


penilaian untuk memberikan
umpan balik bagi peserta didik
tentang kemajuan belajarnya
dan bahan penyusunan
rancangan pembelajaran
selanjutnya

B. Kompetensi menghasilkan
Publikasi Ilmiah
C. Kompetensi menghasilkan
Karya Inovatif

D. Kompetensi untuk penunjang


pelaksanaan pembelajaran
berkualitas (TIK, Bahasa
Asing, dsb)

E. Kompetensi untuk
melaksanakan tugas
tambahan (misalnya Kepala
Sekolah, Kepala
Perpustakaan, dsb)

Tanda tangan Guru: Tanda tangan Kepala Sekolah:

AJI SUKAMTO, S.Pd


MOH TOHA, S.Pd.SD
NIP. 19701108 200012 1 003