Anda di halaman 1dari 20

PERENCANAAN PERTANIAN DI RT 2 DUSUN 1 DESA

MARGA AGUNG KECAMATAN JATI AGUNG


KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
(Laporan Praktikum Perencanaan Pertanian)

Oleh

Kelompok 2

Rizky Kurniawan Rosyady 1214121242


Firmansyah Kotto 1514121009
Agus Koharudin 1514121015
Sinta Alvianti 1514121018
Ni Wayan Chintia Nova 1514121028
Resi Agustini 1514121043

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah
melimpahkan taufik, rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan dapat menyelesaikan laporan yang berjudul “Perencanaan
Pertanian di RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten
Lampung Selatan”. Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan turun lapang dan
penulisan laporan, terkhusus untuk :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Jamalam Lumbanraja, M. Sc., Bapak Ir. Teguh
Endaryanto, M. Si., Bapak Ir. Sunyoto, M. Agr. Dan Ibu Astriana Rahmi
Setiawati, S.P.,M.Si. serta Bramantio Cahyo Nugroho dan M. Arieya Pratama
selaku Dosen dan Asisten praktikum mata kuliah Perencanaan Pertanian yang
telah memberi bimbingan kepada kami dalam melaksanakan kegiatan ini.
2. Bapak Eko Oktavianus selaku ketua RT 2 yang telah bersedia memberi
pengarahan dan informasi kepada kami.
3. Rekan-rekan satu tim Rizky Kurniawan Rosyady, Firmansyah Kotto, Agus
Koharudin, Sinta Alvianti, Ni Wayan Chintia Nova, Resi Agustini atas
kerjasama, dukungan, dan semangat yang diberikan.

Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan yang telah diberikan. Akhir kata
penulis berharap semoga laporan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
membacanya.

Bandar Lampung, 3 Juni 2018


Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

iii
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dalam berbagai aspek kehidupan pertanan memiliki artian penting. Pertanian


menempati posisi sebagai bidang yang mensuplai berbagai kebutuhan hidup bagi
manusia maupun aktivitasnya baik yang bersifat barang jadi atau barang siap
pakai begitupula barang setengah jadi yang akan masuk ke dalam industri
pengolahan yang kemudian akan diubah dan dimanfaatkan sebagai barang jadi.
Selain menjadi penyedia berbagai kebutuhan manusia pertanian juga berkontribusi
penting terhadap perekonomian. Pertanian menjadi salah satu sumber devisa
terbesar bagi negara melalui berbagai komoditasnya yang memiliki nilai tinggi
seperti kelapa sawit, karet, kopi, kakao, lada dan lain sebagainya serta pertanian
juga merupakan salah satu sektor penyedia lapangan pekerjaan terbesar di
Indonesia melalui berbagai badan usahanya seperti perusahaan pertanian yang
dimiliki negara (PT Perkebunan Nusantara, PT Pertani, dan lain lain), perusahaan
swasta besar, perusahaan penyedia sarana produksi pertanian serta para petani
rakyat.

Pertanian saat ini meletakan fungsinya ditempat yang sangat vital sehingga
keberadaan serta perkembangannya sangatlah berpengaruh terhadap kondisi
negara dan berbagai sector lain di dalamnya. Salah satu bentuk pertanian yang
memiliki kontribusi terpenting dalam perkembangan pertanian ialah pertanian
rakyat. Pertanian rakyat atau bias didefinisikan sebagai pertanian yang dilakukan
secara perseorangan dimana skala luasan usaha yang digunakan tidak terlalu luas
dan umumnya di lakukan di desa-desa. Perkembangan pertanian rakyat sangatlah
dipengaruhi oleh perkembangan desa yang dijadikan lokasi peranian tersebut.
Oleh karena itu memahami proses pengembangan pertanian di desa tersebut
sangatlah diperlukan pengembangan pertanian di suatu wilayah didasari dengan
melakukan perencanaan pertanian di wilayah pertanian tersebut. Perencanaan
pertanian dimulai dengan pengenalan lingkungan lalu memetakan peluang ,
potensi, keunggulan , masalah dan ancaman yang ada di desa tersebut. Hasil dari
kegiatan ini ialah berupa sebua program pemanfaatan potensi desa dengan segala
keunggulan dan pelunagnya serta berbagai solusi dari masalah-masalah yang
menjadi penghambat di desa tersebut.

1.2 Tujuan

Tujuan dilakukan praktikum ini yaitu:

1. Menyusun model RT atau petani dengan sistem pertanian berkelanjutan


berbasis lahan yang dapat menggunakan atau mengembangkan potensi
ekonomi desa sehingga masyarakatnya bertaraf hidup sejahtera.
2. Mengembangkan kesadaran atau kearifan lokalnya untuk berpartisipasi dalam
mencipatakan sistem pertanian berkelanjutan.

2
II. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilakukan di RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan Jati


Agung Kabupaten Lampung Selatan dari bulan Maret sampai dengan Mei 2018.

2.2 Prosedur Pelaksanaan

Adapun prosedur pelaksanaan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:


1. Mengurus perizinan di Desa Marga Agung.
2. Pembagian kelompok berdasarkan 2 blok yaitu C danb D (9 RT) di Desa
Marga Agung.
3. Melakukan survei pengenalan area batas – batas RT 2 Dusun 1 blok C.
4. Membuat peta masing – masing RT dilengkapi dengan posisi GPS.
5. Melakukan observasi kondisi umum lokasi.
6. Melakukan wawancara mengenai kondisi lingkungan, sosial dan ekonomi
didampingi oleh ketua RT.
7. Melakukan wawancara mengenai pertanian yang dominan di RT 2 Dusun 1
blok C.
8. Melakukan wawancara mengenai masalah utama yang dihadapi di RT 2
Dusun 1 blok C.
9. Melakukan analisis lingkungan di RT 2 Dusun 1 blok C menggunakan teknik
SWOT.
10. Membuat strategi pengembangan desa berdasarkan analisis SWOT

3
III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Keadaan Umum

Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, dapat dijelaskan keadaan umum
wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung Kabupaten
Lampung Selatan sebagai berikut :

1. Nama Wilayah

Wilayah yang disurvei yaitu, RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan Jati
Agung Kabupaten Lampung Selatan.

Gambar 1. Peta Desa Marga Agung


Gambar 2. Peta wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung

2. Luas Wilayah

Adapun luas wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan Jati Agung
Kabupaten Lampung Selatan sebesar 35 ha.

3. Batas Wilayah

RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :


Sebelah Utara : Desa Marga Kaya
Sebelah Selatan : Dusun Warung Gunung
Sebelah Timur : RT 1 dan RT 3
Sebelah Barat : Desa Karang Anyar

4. Sarana

Wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung memiliki sarana sebagai berikut :


Sarana Jalan : Jalan batu
Sarana Umum : 1. Musholla (1 unit)

5
2. Lapangan Volly (1 unit)
3. Pos Ronda (1 unit)

5. Peruntukan Lahan

Adapun penggunaan lahan di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung sebagai


berikut :
 Lahan sawah : ± 14 ha (sawah tadah hujan)
 Pekarangan : ± 15 ha
 Fasilitas Umum : ± 6 ha

6. Pemerintahan

Struktur pemerintahan RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung sebagai berikut :


 Kepala Desa : Muhtarom, A.Md
 Sekretaris Desa : Dahroji
 Kepala Dusun 1 : M. Sholeh
 Ketua RT 2 : Eko Oktavianus

7. Keadaan Sosial

A. Jumlah Penduduk

Penduduk di RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung berjumlah sebagai berikut :


 Jumlah penduduk : 203 jiwa, 60 KK
 Laki-laki : 100 jiwa (49,26%)
 Perempuan : 103 jiwa (50,74%)

B. Suku

Persentase suku wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan Jati


Agung Kabupaten Lampung Selatan ialah 100% Jawa.

C. Agama

Persentase agama yang dianut penduduk di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga


Agung sebagai berikut :

6
 Islam : 97 %
 Kristen : 3 %

D. Tingkat Pendidikan

Persentase tingkat pendidikan yang ditempuh penduduk di RT 2 Dusun 1 Desa


Marga sebagai berikut :
 Tidak berpendidikan ( buta huruf ) : 63 orang (31,03%)
 Belum Sekolah : 12 orang (5,91%)
 SD/sederajat : 83 orang (40,89%)
 SMP/sederajat : 31 orang (15,28%)
 SMA/ sederajat : 9 orang (4,43%)
 Sekolah Tinggi : 5 orang (2,46%)

E. Usia Penduduk

Tingkat usia penduduk di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan


Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan yaitu sebagai berikut:

F. Tingkat Tesejahteraan

Tingkat kesejahteraan penduduk di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung


sebagai berikut :
• Sejahtera : 31 KK (51,6%)
• Prasejahtera : 29 KK (48,4%)

7
G. Kelembagaan Sosial

Adapun kelembagaan sosial di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung yaitu:


 PKK : pengajian mingguan
 Karang Taruna : pengajian mingguan dan olahraga
Petani RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung tidak ada yang tergabung dalam
kelompok tani.

8. Keadaan Ekonomi

A. Mata Pencaharian

Persentase mata pencaharian di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung


Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan sebagai berikut :
 Petani : 63 orang (31,03%)
 Buruh/pekerja tidak tetap : 17 orang (8,37%)
 Pedagang/pengusaha : 10 orang (4,92%)
 Pegawai Negeri Sipil : 4 orang (1,97%)
 Tidak bekerja : 109 orang (53,69%)
Sebagian besar Ibu-ibu sebagai Ibu rumah tangga atau membantu pekerjaan
suami.

B. Luar Pertanian

Usaha diluar kegiatan pertanian yaitu:

 Penggilingan padi : 2 unit


 Pedagang pengumpul : 2

C. Jenis Usaha

Adapun jenis usaha yang digeluti penduduk di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga
Agung yaitu:

1. Pertanian
Komoditas yang sering ditanam: Padi, jagung, ubi jalar,
Komoditas lainnya: sayuran (kangkung, bayam, kacang panjang)

8
Pola tanam selama 2 tahun sebagai berikut :

Produktivitas yang dihasilkan sebagai berikut:


 Padi: 3 ton/ha/musim tanam
 Harga gabah: 5.000/kg

 Jagung: 8 ton/ha
 Harga jagung: 1.500/kg

 Ubi : 10 ton/ha
 Harga ubi: 3.000/kg

 Sayuran ditanam di pekarangan dan sawah (pada musim kemarau)

2. Peternakan

Jenis hewan ternak yang diternak oleh masyarakat RT 2 Dusun 1 Desa Marga
Agung yaitu sapi, kambing, ayam. Kotoran sapi dan kambing digunakan untuk
pupuk dalam budidaya padi, palawija, dan sayuran. Penghasilan yang didapat dari
ternak ini sebesar :

 Harga Sapi : 25jt/ekor (sapi umur ±5 tahun)


 Harga kambing : 1,5 jt/ekor (kambing umur ±2 tahun)
 Harga ayam : 45rb/ekor

3. Perikanan

Jenis ikan yang dibudidayakan yaitu gurame, lele, nila. Dengan rincian sebagai
berikut:

 Luas kolam lele 8 m2 , jumlah bibit 1000, hasil 60kg, harga 15rb/kg
 Luas kolam gurame dan nila 3 m2 , 150 bibit gurame, 20 bibit nila, harga
jual gurame 35rb/kg, nila 30rb/kg. (Gurame dan nila dikonsumsi secara
pribadi)

9
9. Akses Ekonomi
Akses ekonomi di RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung yaitu:

A. Pasar
 Jarak ke pasar karang anyar 5 Km
 Jarak Kota Bandar Lampung ke Desa Marga Agung 16 Km
 Pedagang datang ke lokasi
 Transportasi lancar

B. Modal
Petani mendapat modal dari hasil panen sebelumnya.

C. Input pertanian
Input pertanian diperoleh dari pasar karang anyar, seperti benih dan pupuk.

10. Tipologi Petani


Berdasarkan tingkat konsumsi
 Subsisten : Padi 3 ton/ha (100% konsumsi sendiri)
 Semi-Komersial : Padi 3 ton/ha (70% Konsumsi sendiri dan 30%
dijual)
 Komersial :-

3.2 Masalah dan Isu Strategis

Berdasarkan hasil survei di wilayah RT 2 Dusun 1 Desa Marga Agung Kecamatan


Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan, didapati masalah-masalah yang menjadi
isu strategis sebagai berikut :

1. Tidak ada kelompok tani di RT 2 sehingga kurangnya pengetahuan petani


tentang budidaya tanaman yang baik dan benar
2. Tidak ada pemanfaatan sisa dari budidaya padi (jerami)
3. Sistem sawah tadah hujan sehingga menyebabkan kurang optimalnya
penggunaan lahan
4. Tingkat pendidikan masyarakat rendah sehingga banyak pengangguran

10
1. Analisis SWOT

Berdasarkan hasil analisis SWOT didapatkan faktor-faktor lingkungan yang


berpengaruh terhadap keberlanjutan pertanian yaitu sebagai berikut :

Faktor Internal

A. Kekuatan
Fisik
1. Dekat dengan pasar dan kota S4

Sosial Ekonomi

1. Ubi jalar dan jagung menjadi salah satu komoditas yang paling sering
ditanam S5
2. Memiliki ternak yang menghasilkan kotoran S4
3. Ketersediaan jerami banyak S3
4. Lahan pertanian berupa sawah S2

Sosial Budaya

1. Usia produktif lebih banyak dibandingkan non-produktif S6


2. Jumlah perempuan lebih banyak daripada jumlah laki-laki S7
3. Hubungan antar agama baik S8
4. Warga terbuka dengan inovasi teknologi S1

B. Kelemahan
Fisik

1. Jalan masih batu W7

Sosial Ekonomi

1. Penjualan komoditas tanaman ubi jalar dalam bentuk mentah W3


2. Sebagian besar jerami hanya dibakar W6
3. Sistem sawah tadah hujan W5
4. Tidak ada kelompok tani W6

11
Sosial Budaya

1. Tingkat Pendidikan masyarakat rendah W1


2. Banyak pengangguran W2
3. Sebagian besar perempuan hanya sebagai IRT W4

Faktor Eksternal

A. Peluang
1. Permintaan produk olahan ubi jalar dan jagung tinggi O1
2. Terdapat banyak tenaga ahli yang mengetahui pemanfaatan lahan sawah
tadah hujan O2
3. Permintaan produk pertanian organik tinggi O3
4. Terdapat program pembentukan kelompok tani dari pemerintah O4

B. Ancaman
1. Keahlian tenaga kerja dari luar lebih baik daripada di RT 2 T1
2. Terdapat persaingan dengan pihak lain yang mengolah ubi jalar dan
jagung T2
3. Banyak produk pertanian organik dipasaran T3

2. Pilihan Rencana Strategis

Berdasarkan hasil analisis SWOT, strategi pengembangan sebagai berikut :

A. Strategi W-O
1. Memberdayakan pengangguran dan ibu rumah tangga untuk
mengembangkan pengetahuan cara pengolahan ubi jalar dan jagung (W2,4-
O1)
2. Mengoptimalkan pemanfaatan ubi jalar dan jagung mentah untuk dijadikan
produk olahan pangan (Jp) (W3-O1)
3. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan sawah tadah hujan dengan sosialisasi
teknologi pertanian oleh tenaga ahli (W5-O2)
4. Mengoptimalkan pemanfaatan jerami yang hanya dibakar untuk budidaya
pertanian organik (W6-O3)

12
5. Mengatasi tidak adanya kelompok tani dengan memanfaatkan program
pemerintah mengenai pembentukan kelompok tani (W6-O4)

B. Strategi ST
1. Memanfaatkan jerami dan kotoran ternak untuk menghasilkan produk
pertanian organik yang berkualitas agar mampu bersaing dengan produk
pertanian organik dipasaran (S3,4-T3)
2. keterbukaan warga dengan inovasi teknologi, produksi ubi jalar yang
banyak serta usia produktif yang banyak mampu menanggulangi
persaingan pengolahan ubi jalar dan jagung dengan pihak luar (S1,5,6-T2)
3. Keterbukaan warga dengan inovasi teknologi dan usia produktif yang
banyak, mampu menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing
dengan tenaga kerja dari luar RT 2 (S1,6-T1).

3.3 Rencana Program Kerja

Adapun program terencana berdasarkan jangka waktu yang ditentukan ialah


sebagai berikut :

A. Jangka Pendek

1. Pelatihan kewirausahaan sebagai penunjang pembentukan kelompok home


industry
2. Sosialisasi tentang pengoptimalan pemanfaatan lahan sawah tadah hujan
3. Sosialisasi dan pelatihan pertanian organik

B. Jangka Menengah

1. Pembentukan kelompok home industry yang mengolah ubi jalar dengan


memberdayakan pengangguran dan Ibu-ibu di RT2
2. Pelatihan tentang pengoptimalan pemanfaatan lahan sawah tadah hujan
3. Mulai melaksanakan usaha pertanian organik di RT 2

13
C. Jangka Panjang

1. Pengembangan home industry ubi jalar dan jagung menjadi skala yang
lebih besar
2. Pengembangan teknologi budidaya tanaman pada lahan sawah tadah hujan
3. Pengembangan skala usaha dan evaluasi pertanian organik

14
IV. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil pada praktikum ini yaitu :

1. RT dikembangkan menggunakan potensi yang ada di dalam RT tersebut seperti


potensi pemanfaatan kotran ternak sebagai pupuk organik , serta potensi-
potensi lainya.
2. Program perencanaan pertanian dimulai dengan melakukan pengenalan
wilayah lalu dilanjutkan dengan pengkajian peluang, ancaman, kelemahan
serta kelebihan desa tersebut.

4.2 Saran

Berikut merupakan saran-saran atas kegiatan perencanaan pertanian yang


dilakukan di periode ini:

1. Program perenacaan pertanian kali ini haruslah dibuat berekelanjutan dengan


tetap menjalankan pemantauan terhadap perkembangan perencanaan pertanian
tersebut.
2. Program perenacaan ini haruslah terintegrasi dengan berbagai pihak yang
berkepentingan di bidang pertanian seperti Dinas Pertanian, Pihak Desa,
Gabungan Kelompok Tani dan lain-lain.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

17