Anda di halaman 1dari 2

BIDAN EPISIOTOMI

PREKTEK No Dokumen No Revisi Halaman


………………… ..................... 3 (tiga) halaman
MANDIRI
Terbit Tanggal : 10 Januari 2019

SOP
10 Januari 2019 Ditetapkan Penanggung jawab BPM

JULIMA AHAYA S.Tr Keb


1. Pengertian Insisi perineum yang menyebabkan terpotongnya selaput lender
vagina, cincin selapu darah, jaringan pada septum rektovaginal, otot –
otot & fansia serta kulit sebelah depan perineum. Hal ini dilakukan
untuk memperlebar ruang pada jalan lahir sehingga memudahkan
kelahiran janin. Tindakan bedah kebidanan ini bukan menjadi
keharusan & tidak dilakukan secara rutin
2. Referensi Buku PATOLOGI, Hj. Mardiana Ahmad, S.SiT, M.Keb Hikma, S.ST, SKM,
Selaksa, Malang 2014
3. Indikasi a. Janin
 Persalinan premature, mencegah terjadinya trauma yang
berlebihan pada kepala janin
 Persalinan dengan letak sungsang
 Janin besar
 Gawat janin
b. Ibu
 Profilaktik : untuk melindungi integritas dasar panggul
 Halangan kemajuan persalinan akibat perineum yang kaku
(jaringan perineum tebal & sangat berotot, terdapat jaringan
parut bekas operasi dan terdapat bekas episiotomy yang sudah
diperbaiki)
 Menghindari robekan yang tidak teratur
4. Kebijakan Bidan yang melakukan tindakan episiotomi harus sesuai dengan SOP
5. Prosedur a. Tindakan epsiotomi dikerjakan saat :
 Perineum menonjol
 Diameter kulit kepala bayi terlihat 3-4 cm sewaktu ada
kontraksi
 Bagian terendah akan dilahirkan dengan 3 atau 4 kontraksi
berikutnya
b. Tipe episiotomy
 Medialis (garis tengah)
 Mediolateral, kiri atau kanan
c. Keselamatan kerja
 Kaji ulang indikasi
 Mencegah infeksi sebelum dan sesudah tindakan
 Uji fungsi & kelengkapan peralatan
 Siapkan alas bokong, sarung kaki & penutup perut bawah
d. Persetujuan tindakan medic
 Menyapa klien dengan ramah & sopan
 Memberitahu ibu/keluarga tindakan yang akan
dikerjakan & memberikan kesempatan untuk
mengajukan pertanyaan
 Mendengarkan apa yang disampaikan oleh ibu &
keluarga
 Memberi dukungan emosional & jaminan pelaynan
 Mengevaluasi indikasi & syarat tindakan
e. Peralatan
 Partus set lengkap + gunting episiotomy
 Kasa steril
 Doek steril
 APD (alat pelindung diri)
 Bethadine
 Spuit + jarum + obat lidocain 0,1 %
 Kapas + alcohol 70 %
 Wadah berisi larutan klorin 0,5 %
f. Langkah kerja
 Menyiapkan alat – alat yang diperlukan secara ergonomik
 Menjelskan prosedur episiotomy
 Membantu ibu dalam posisi litotomi
 Mengidentifikasi tidak ada alergi lidokain
 Menggunakan APD
 Mencuci tangan & keringkan
 Menggunakan sarung tangan kutukan
 Penolong berdiri disamping ibu. Mengisap 1-2 ml lidokain
1% tanpa epinefrin
 Meletakan 2 jari tangan kiri ke dalam vagina diantara
kepala janin & perineum
 Memasukkan jarum di tengah fouchette & mengarahkan
jarum sepanjang tempat yang akan dilakukan episiotomy.
Melakukan aspirasi
 Menunggu reaksi anastesi selama 2 menit
 Mengambil gunting episiotomy steril & meletakkannya di
tengah forchette posterior & posisi gunting mengarah ke
sudut yang diinginkan. Melakukan insisi saat his & kepala
perineum menonjol dengan diameter terlihat 3-4 cm
sewaktu his
 mnenekan kain kassa ke daerah luka sementara ibu
melanjutkan meneran bersamaan dengan kontraksi untuk
mencegah kehilangan darah yang berkelanjutan.
 Lanjutkan pimpin persalinan
 Merendam peralatan dalam larutan klorin 0,5 %
 Pencatatan & pelaporan
6. Sikap a. Sopan
b. Teliti dan Hati-hati
c. Tanggap dan peka terhadap respon pasien
d. Cekatan
7. Petugas Pelaksanan Bidan
8. Hal-hal yang perlu
Selama tindakan selalu menjaga privasi pasien
diperhatikan