Anda di halaman 1dari 29

makalah jenis dan desain penelitian

JENIS DAN DESAIN PENELITIAN


Makalah
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Metodologi Penelitian
Dosen Pengampu: Kurnia Muhajarah, M.S.I.

Disusun oleh :
Ainis Shofwah Mufarriha (1501046031)
Elya Sukmawati (1501046032)
Ainurrika Nadhifa (1501046033)

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penelitian adalah setiap usaha untuk mencari pengetahuan (ilmiah) baru menurut
prosedur yang sistematis dan terkontrol melalui data empiris (pengalaman), yang artinya dapat
beberapa kali diuji dengan hasil yang sama. Penelitian sangat bermanfaat bagi kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi, yang pada gilirannya akan sangat berguna bagi kesejahteraan
masyrakat dan kemajuan bangsa. IPTEK membantu untuk menjelaskan, meramalkan dan
mengendalikan gejala yang ada di sekeliling kita.
Suatu konfrensi UNESCO di Jenewa pada tahun 1963 antara lain menyimpulkan bahwa
pengembangan pembangunan di suatu negara memerlukan mobilisasi sumber daya alamnya dan
koordinasi dari semua aktifitas dalam ilmu pengetahuan dasar maupun ilmu pengetahuan terapan
dalam bidang ilmu-ilmu alam, sosial dan humaniora.
Pengembangan sendiri hendaknya endogen dan bukan merupakan impor teknologi dari
luar. Jadi haruslah berdasarkan ilmu pengetahuan yang dimiliki sendiri dan kultur ilmu
pengetahuan setempat. Bagi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang hal tersebut disara
sangat penting. Penelitian terus dikembangkan pemerintah untuk menemukan pemecahan
masalah dan pengelolaan sumber daya yang ada. Untuk itu, penting kiranya masyarakat
mempelajari bagaimana cara menyusun sebuah penelitian yang baik dan benar. Penulis ingin
menjabarkan secara lebih rinci mengenai metodologi penelitian sebagai langkah awal mengenal
dan mempelajari penelitian. Hal ini difokuskan agar masyarakat mengerti bagaimana metodologi
penelitian itu sendiri, yang penulis ambil dari beberapa literatur dan pendapat ahli mengenainya
utamanya mengenai jenis dan desain penelitian. Kedua hal tersebut secara lebih terperinci akan
dijelaskan pada bab pembahasan.[1]
B. Rumusan Masalah
1. Apa saja jenis-jenis penelitian?
2. Bagaimanakah desain-desain penelitian ?

BAB II
PEMBAHASAN
A. JENIS-JENIS PENELITIAN
Berikut ini jenis penelitian yang dapat digunakan untuk penelitian, baik penelitian yang
bersifat akademik (mahasiswa, S1, S2, S3), profesional (pengembangan ilmu, teknologi dan seni)
dan institusional (penelitian untuk perumusan kebijakan atau pengambilan keputusan)
Penelitian akademik merupakan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dalam
membuat skripsi, tesis dan disertasi. Penelitian ini merupakan sarana edukatif. Penelitian
profesional merupakan penelitian yang dilakukan oleh orang yang berprofesi sebagai peneliti,
misalnya Dosen Perguruan Tinggi, Peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan
lain sebagainya. Sedangkan penelitian institusional adalah penelitian yang bertujuan
mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk kepentingan kelembagaan. Hasil penelitian
akan sangat berguna bagi pimpinan, manajer, direktur untuk pengambilan keputusan.[2]
Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi
(level of explanation) dan analisis dan jenis data.
a. Penelitian Menurut Tujuan
Penelitian menurut tujuan dapat dikelompokkan menjadi penelitian murni (pure researh) dan
penelitian terapan (applied research).
1. Penelitian Murni (pure research), yaitu penelitian yang hasil penemuannya untuk memperdalam
atau mengembangkan pemahaman terhadap suatu masalah tertentu. Tujuan utama dalam
penelitian ini yaitu menghasilkan pengetahuan dan pemahaman terhadap fenomena yang terjadi
dan membangun teori-teori berdasarkan hasil-hasil penelitian. Contoh: Eksperimen GE berkaitan
dengan penerapan energi listrik, bagaimana memperbaiki keefektifitasan sistem informasi sebuah
organisasi dan lain sebagainya.
2. Penelitian Terapan (applied research), yaitu penelitian yang hasil penemuannya digunakan
untuk memecahkan masalah dalam suatu organisasi. Misalkan sebuah perusahaan menghadapi
tiga alternatif strategi untuk memperbaiki produktifitasnya, yaitu: (1) continuous improvement,
(2) fokus hanya terhadap pengembangan produk dan (3) secara simultan meraih keduanya.
Strategi mana yang paling sesuai dengan kondisi perusahaan? Mengingat kapabilitas dan
sumberdaya yang dimiliki perusahaan tersebut.[3]
b. Penelitian Menurut Metode
1. Penelitian Survey, yaitu penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data
yang dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut sehingga ditemukan
kejadian-kejadian relatif, kontribusi dan hubungan-hubungan antar variabel sosiologis mauun
psikologis. Kerlinger (1973).Survey Research provides a quantitive or numeric descriptionof
trends, attitudes, or opinions of a population by studying a sample of that population. It includes
cross-sectional and longitudinal studies using questionnaries or structured interviews for data
collection-with the intent of generalizing from a sample to a population (Flower,
2008).[4]Penelitian survey umumnya dilakukan untuk mengambil suatu generalisasi dari
pengamatan yang tidak mendalam. Contoh: kualitas SDM masyarakat Indonesia, pengaruh
anggaran pendidikan terhadap kuaitas SDM negara dan lain sebagainya.
2. Penelitian Ex Post Facto, yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang telah
terjadi dan kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat
menyebabkan kejadian tersebut. Contoh: penelitian untuk mengungkap sebab-sebab terjadinya
kebakaran di gedung suatu lembaga pemerintah, penelitian untuk mengungkap sebab-sebab
terjadinya kerusuhan di suatu daerah dan lain sebagainya.[5]
3. Penelitian Eksperimen, yaitu penelitian dengan menggunakan pendekatan eksperimen. Adalah
suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain
dalam kondisi yang terkontrol secara ketat. Penelitian eksperimen ini pada umumnya dilakukan
pada laboratorium. Contoh: penelitian penerapan metode kerja baru terhadap produktifitas kerja,
penelitian pengaruh mobil berpenumpang tiga terhadap kemacetan lalu lintas dan lain
sebagainya.
4. Penelitian Naturalistik. Sering disebut dengan metode kualitatif, yaitu penelitian yang
digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah (sebagai lawannya adalah penelitian
eksperimen). Hasil penelitian ini lebih menekankan makna daripada generalisasi. Contoh:
penelitian untuk mengungkapkan makna upacara ritual dari kelompok masyarakat tertentu.
5. Penelitian Kebijaksanaan (Policy Research), yaitu suatu proses penelityian yang dilakukan pada,
atau analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temnuannya dapat
direkomendasikan kepada pembuat keoutusan untuk bertindak secara praktis dalam
menyelesaikan masalah. Policy research sangat relevan bagi prerencana dan perencanaan.
Contoh: penelitian untuk membuat undang-undang atau oeraturan tertentu.
6. Penelitian Tindakan (Action Research), merupakan penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan
produktivitas lembaga akan meningkat. Tujuan utamanya untuk mengubah situasi, perilaku dan
organisasi. Menurut Blum (Cohen Manion, 1980), penelitian tindakan sangat bermanfaat dalam
upaya peningkatan dan perbaikan. Rapoport (1970, dikutip oleh Hopkins, 2008) menyatakan
bahwa: “aims to contribute both to the practical concerns of people in an immidiate
probloematic situation and to the goals of social science joint collaboration within a mutually
acceptable ethical frame work”[6]Contoh: penelitian untuk memperbaiki prosedur dan metode
kerja dalam pelayanan penyuluhan.
7. Penelitian Evaluasi, yaitu penelitian yang menjelaskan fenomena yang merupakan bagian dari
proses pembuatan keputusan, yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk
dari standart yang telah ditetapkan. Penelitian ini digunakan untyuk mendapat feed back dari
suatu aktifitas. Menurut Kidder (1981) ada dua jenis [penelitian dalam penelitian evaluasi, yaitu
penelitian evaluasi formatif yang menekankan pada proses dan penelitian evaluasi sumatif yang
menekankan pada produk. Contoh penelitian evaluasi formatif: penelitian untuk mengevaluasi
proses pelayanan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Contoh penelitian evaluasi sumatif:
penelitian hasil dari kebijakan Keluarga Berencana (KB).
8. Penelitian Sejarah, yaitu penelitian yang berkenaan dengan analisis logis terhadap kejadian masa
lampau, yang tidak mungkin lagi dapat diamati kejadian tersebut. Sumber data primernya yaitu
saksi yang terlibat langsung ataupun sumber dokumentasi yang berkenaan dengan kejadian
tersebut. Tujuan dari penelitian sejarah ini menuruit Isaac (1981) adalah untuk merekonstruksi
kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif melalui pengumpulan, evaluasi,
verifikasi dan sistesa dari data yang diperoleh sehingga dapat ditemukan fakta-fakta untuk
membuat kesimpulan. Contoh: penelitian untuk menentukan bagaimana manajemen pembuatan
candi Prambanan dan candi Borobudur.
c. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasinya
Tingkat eksplanasi menurut David Kline (level of explanation) adalah tingkat penjelasan, yang
berarti bermaksud menjelaskan kedudukan variabel yang diteliti serta hubungan antara satu
variabel dengan variabel yang lain.
1. Penelitian Deskriptif, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri,
baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan antara satu
variabel dengan variabel yang lain.[7] Tujuannya untuk menggambarkan suatu kondisi atau
fenomena tertentu, tidak memilah-milah atau mencari faktor-faktor atau variabel tertentu.[8]
Contoh: penelitian mengenai bagaimana kualitas SDM di Indonesia.
2. Penelitian Komparatif, yaitu penelitian yang bersifat membandingkan. Tipe penelitian ini mirip
seperti penelitian Ex Post Factoyang berarti bahwa data dikumpulkan setelah semua fenomena
/kejadian yang diteliti berlangsung sehingga tidak ada yang dikontrol. Bagaimanapun juga,
dalam penelitian ini diawali mencatat perbedaan diantara dua kelompok dan selanjutnya mencari
kemungkinan penyebab, efek atau konsekuensi.[9] Contoh: penelitian perbedaan keuntungan
antara BUMN dengan Perusahaan Swasta.
3. Penelitian Asosiatif/hubungan, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan
antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini mempunyai tingkatan tertinggi bila dibandingkan
dengan penelitian deskriptif dan komparatif. Dengan penelitian ini maka akan dapat dibangun
suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
Contoh: penelitian mengenai pengaruh kepemimpinan terhadap disiplin kerja pegawai.
d. Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis
Jenis data dan analisisnya dalam penelitian dapat dikelompokkan menjadi tiga hal. Yaitu:
1. Jenis Data Kuantitatif, yaitu jenis data yang berbentuk angka atau kualitatif yang diangkakan,
misal dalam skala pengukuran. Data kuantitatif dibagi menjadi dua, yaitu data diskrit/nominal
(diperoleh dari hasil menghitung) dan data kontinum (data menurut tingkatan dari hasil
pengukuran)
2. Jenis Data Kualitatif, yaitu jenis data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar.
3. Jenis Data Campuran, yaitu jenis data yang berupa campuran antar data kualitatif dan kuantitatif.
[10]
B. DESAIN PENELITIAN
a. Pengertian Desain Penelitian
Sekaran (2003) mengungkapkan pengertian desain penelitian sebagai suatu rencana
penelaahan atau penelitian secara ilmiah dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian atau
identifikasi masalah. Sebagaimana halnya sebuah rencana atau rancangan, maka desain
penelitian yang dibuat oleh seorang peneliti dapat merupakan pilihan-pilihan yang menentukan
kegiatan penelitian tersebut. Misalkan, peneliti dalam merencanakan sebuah penelitian dapat saja
mempunyai rancangan dengan komposisi sebagai berikut: jenis penelitiannya survey, metode
pengambilan datanya wawancara, alat analisisnya chi-square. Atau mempunyai rancangan
dengan komposisi sebagai berikut: jenis penelitiannhya eksperimental, metode pengambilan
datanya menggunakan kuesioner, alat analisisnya adalah uji t.
Beberapa hal yang biasanya dikemukanan dalam desain penelitian, dan satu dengan lainnya
merupakan komposisi yang berkaitan diantaranya adalah: tujuan penelitian, unit analisis, fokus
analisis, metode pengumpulan data, dimensi waktu dan kausalitas atau non kausalitas dan lain
sebagainya.[11]
b. Desain Penelitian Berdasarkan Tujuan
Hal yang pertama yang harus ditetapkan oleh peneliti dalam merencanakan penelitiannya
adalah mentukan terlebih dahulu tujuan penelitiannya. Secara umum, tujuan atau jenis penelitian
dapat berupa exploratory, descriptive, explanatory. Sehingga hal pertama yang harus ditetpakan
oleh si peneliti adalah apakah dia akan melakukan penelitian exploratory, descriptive atau
explanatory.
Beberapa hal yang dapat dikemukakan sebagai ciri-ciri khusus ditetapkannya tujuan
penelitian eksplanatory, eksploratory, dan diskriptive adalah sebagai berikut:
1. Eksplanatory dilakukan ketika peneliti menghadapi hal-hal sebagai berikut:
a. Bertujuan menghubungkan atau menjelaskan antara dua variabel, misalkan penelitian yang
bertema “hubungan antara motivasi dengan loyalitas karyawan”.
b. Bertujuan membuktikan hipotesis atau menguji sebuah teori, misalkan menguji teori motivasi
Herzberg melalui tema penelitian “pengaruh gaji dan suasana kerja terhadap motivasi”
2. Eksploratory dilakukan ketika peneliti menghadapi hal-hal sebagai berikut:
a. Tidak banyak informasi atau penelitian yang sama mengenai situasi yang hendak ditelaah.
Misalnya “pengaruh wanita karir terhadap anak-anak nakal”
b. Memerlukan in-depth interviewatau variabel yang diteliti belum dikenal luas. Karena umumnya
penelitian eksploratory adalah penelitian yang bertujuan mengembangkan teori dan belum ada
teori sebelumnya. Maka penelitian ini biasanya tidak ada pedoman dalam menelaah variabel
yang diteliti, sehingga memrlukan in-depth interview.
c. Cenderung tidak terstruktur, karena tujuannya adalah memunculkan hipotesis untuk penelitian
lebih lanjut.
d. Relatif lebih ketat dibandingkan deskriptif dan eksplanatory.
3. Deskriptif dilakukan ketika peneliti menghadapi hal-hal sebagai berikut:
a. Ketika peneliti hanya ingin menggambarkan satu fenomena saja.
b. Ketika peneliti tidak menguji teori atau hipotesis.
c. Cenderung tidak terstruktur karena tujuannya adalah hanya menggambarkan suatu fenomena
saja.
c. Desain Penelitian Berdasarkan Dimensi Waktu
Peneliti seringkali harus berhadapan dengan pilihan penelitian yang menyangkut dimensi
waktu. Misalkan ketika peneliti tersebut melakukan penelitian eksperimental. Dalam penelitian
eksperimental, peneliti umumnya melakukan pengukuran terhadap objek yang sama lebih dari
satu kali, oleh karenanya peneliti tersebut harus memperhatiakan dimensi waktu yang terlibat
dalam penelitiannya tersebut.
Penelitian yang melakukan pengukuran berulang pada waktu yang berbeda yang
dilakukan satu kali pengukuran saja dinamakan penelitian longitudinal, sedangkan penelitian
yang dilkukan satu kali pengukuran saja pada waktu yang sama dinamakan sebagai penelitian
cross section. Sehingga secara umum jika ditinjau dari dimensi waktu, maka dapat dikatakan
bahwa desain penelitian terbagi menjadi desain penelian longitudinal dan cross section.[12]
d. Desain Penelitian Berdasarkan Kekuatan Efek Variabel Independen Terhadap Variabel
Dependen
Seorang peneliti dapan mendesain atau merencanakan penelitiannya dengan tujuan untuk
mendapatkan efek variabel independen terhadap variabel dependen sangat kuat atau tidak kuat.
Efek variabel independen terhadap variabel dependen bisa sangat kuat, ketika peneliti
mengontrol variabel-variabel lain yang secara teori dapat mempengaruhi variabel dependen yang
sedang diteliti.
Dalam penelitian perilaku umumnya variabel-variabel yang diteliti baik itu variabel
independen maupun dependen bergerak secara bebas seperti halnya meteor yang tidak beraturan.
Misalkan, seorang peneliti menelaah mengenai hubungan antara “kepuasan konsumen terhadap
loyalitas” ketika peneliti tersebut dapat membuktikan hubungan antara kepuasan konsumen
dengan loyalitas, maka dapat diperkirakan bahwa loyalitas yang terjadi pada konsumen tersebut
bukan hanya karena kepuasan saja, tetapi juga mungkin karena kepercayaan, harga, jarak rumah
dengan toko atau karena keramahan pemilik toko. Hanya saja dalam penelitian tersebut yang
ditelaah oleh penelaah hanya hubungan antara kepuasan dengan loyalitas saja, variabel lain tidak
ditelaah. Untuk hal tersebut peneliti dapat mendesain suatu penelitian yang efek variabel
independennya sangat kuat terhadap variabel dependennya.
e. Desain Penelitian Berdasarkan Jenis Investigasi
Jenis investigasi adalah hal yang hendak dijelaskan oleh peneliti dalam sebuah penelitian.
Jenis investigasi dapan dibagi menjadi dua kategori, yaitu investigasi kausal dan investigasi non
kausal (Sekaran, 2003)
Penelitian yang beresain kausal adalah ketika peneliti bermaksud menjelaskan penyebab
suatu masalah, dan mempunyai ciri ketika penyebab dihilangkan maka masalah dengan
sendirinya akan terpecahkan. Penelitian yang berdesain non-kausal, (Sekaran, 2003)
mengungkaopkan penelitian ini sebagai penelitian korelasional. Yaitu penelitian yang bermaksud
menjelaskna beberapa variabel penting yang saling terkait dengan masalah.[13]
f. Desain Penelitian Berdasarkan Cakupan Penelitian
Cakupan penelitian adalah menyangkut keluasan atau kedalaman peneliti dalam
menganalisis masalah yang diteliti. Terdapat dua jenis desain penelitian jika ditinjau dari
cakupan penelitian yaitu statistical studies dan case studies.
Suatu peneltian dianggap berdesain statistical studies yaitu peneliti melakukan penelitian
yang melebar tapi tidak terlalu mendalam, dalam penelitian ini peneliti berusaha menangkap
karakteristik sampel secara enferensial, dan hipotesis umumnya diuji secara kuantitatif. Misalkan
penelitian “pengaruh merokok terhadap kanker”, dikatakan berdesain statistical studies jika
dilakukan terhadap responden dengan berbagai macam kriteria, misalkan respondenya adalah
tukang sapu jalan, manajer, karyawan, mahasiswa, dan ibu-ibu muda.
Penelitian case studies adalah penelitian yang lebih menekan pada kedalaman analisis
(full contextual analysis) terhadap beberapa kejadian (fewer event) atau kondisi dan keterkaitan
mengenai “pengaruh merokok terhadap kanker” diatas dilakukan pada mahasiswa saja, dan
dengan berbagai macam situasi yang dianalisis. Misalkan analisis dilakukan pada 30 orang
mahasiswa, yang masing-masing dianalisis perilaku merokok mereka dari mulai mahasiswa
tersebut bangun tidur sampai mahasiswa tersebut tidur kembali.
g. Desain Penelitian Berdasarkan Lingkungan Penelitian
Bedasarkan lingkungan, penelitian dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu penelitian yang
dilakukan dilapangan dan penelitian yang dilakukan di dalam laboratorium.Penelitian yang
berdesain lingkungan lapangan adalah ketika peneliti melakukanya dalam kondisi yang
sebenarnya. Misalkan penelitian “pengaruh merokok terhadap kanker” dilakukan oleh peneliti
terhadap responden yang memang sehari-harinya merokok, dan dilakukan tanpa mempengaruhi
perokok terlebih dahulu, jadi dilakukan salam kondisi yang tidak sebenarnya (manipulated).
Misalkan dalam penelitian “pengaruh merokok terhadap kanker”, dilakukan terhadap orang-
orang yang merokok maupun yang tidak merokok, lalu dibandingkan hasilnya, atau dilakukan
didalam kondisi yang disengaja, misalkan dalam ruangan yang ber-AC dan tidak ber-AC, lalu
dibandingkan hasil merokok tersebut.[14]

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut tujuan, pendekatan, tingkat eksplanasi
(level of explanation) dan analisis dan jenis data.
a. Penelitian menurut tujuan. Penelitian menurut tujuan dapat dikelompokkan menjadi penelitian
murni (pure researh) dan penelitian terapan (applied research).
b. Penelitian menurut metode. Penelitian survey, penelitian ex post facto, penelitian eksperimen,
penelitian naturalistik, penelitian kebijaksanaan (policy research), penelitian tindakan (action
research), penelitian evaluasi dan penelitian sejarah.
c. Penelitian menurut tingkat eksplanasinya. Yaitu penelitian deskriptif, penelitian komparatif dan
penelitian asosiatif/hubungan.
d. Penelitian menurut jenis data dan analisis. Jenis data dan analisisnya dalam penelitian dapat
dikelompokkan menjadi tiga hal. Yaitu: jenis data kuantitatif, jenis data kualitatif dan jenis data
campuran, yaitu jenis data yang berupa campuran antar data kualitatif dan kuantitatif.
Sedangkan desain penelitian yaitu sebagai berikut:
a. Desain penelitian berdasarkan tujuanadalah apakah dia akan melakukan penelitian exploratory,
descriptive atau explanatory.
b. Desain penelitian berdasarkan dimensi waktu. Dapat dikatakan bahwa desain penelitian terbagi
menjadi desain penelian longitudinal dan cross section.[15]
c. Desain penelitian berdasarkan kekuatan efek variabel independen terhadap variabel dependen.
Seorang peneliti dapan mendesain atau merencanakan penelitiannya dengan tujuan untuk
mendapatkan efek variabel independen terhadap variabel dependen sangat kuat atau tidak kuat.
d. desain penelitian berdasarkan jenis investigasi. Jenis investigasi adalah hal yang hendak
dijelaskan oleh peneliti dalam sebuah penelitian. Jenis investigasi dapan dibagi menjadi dua
kategori, yaitu investigasi kausal dan investigasi non kausal (sekaran, 2003)
e. Desain penelitian berdasarkan cakupan penelitian. Cakupan penelitian adalah menyangkut
keluasan atau kedalaman peneliti dalam menganalisis masalah yang diteliti. Terdapat dua jenis
desain penelitian jika ditinjau dari cakupan penelitian yaitu statistical studies dan case studies.
f. Desain penelitian berdasarkan lingkungan penelitian. Bedasarkan lingkungan, penelitian dapat
dibagi menjadi dua jenis yaitu penelitian yang dilakukan dilapangan dan penelitian yang
dilakukan di dalam laboratorium.

DAFTAR PUSTAKA
Adi,Rianto, 2004, Metodologi Sosial dan Hukum, Jakarta: Granit.

Creswell, John W., 2014, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixedmethods

Approaches, New Delhi: SAGE Publications Asia-Pacific.

Sugiyono, 2016, Metode Penelitian Administrasi, Bandung: Alfabeta.

Yusuf, A. Muri, 2014, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan,

Jakarta: Paramedian Group.

Zulganef, 2008, Metode Penelitian Sosial dan Bisnis, Yogyakarta: Graha Ilmu.

[1]Rianto Adi, Metodologi Sosial dan Hukum, (Jakarta: Granit, 2004) hlm. 4-5
[2]Prof. Dr. Sugiyono, Metode Penelitian Administrasi, (Bandung: Alfabeta, 2016), hlm.
4
[3] Zulganef, Metode Penelitian Sosial dan Bisnis, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008), hlm.
12
[4]John W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixedmethods
Approaches, (New Delhi: SAGE Publications Asia-Pacific, 2014) hlm. 13
[5]Prof. Dr. Sugiyono, Ibid., hlm. 6
[6]Prof. Dr. A. Muri Yusuf, M.Pd., Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan
Penelitian Gabungan, (Jakarta: Paramedian Group, 2014) hlm. 70
[7]Prof. Dr. Sugiyono, Ibid., hlm 11
[8]Zulganef, Ibid., hlm. 11
[9]Prof. Dr. A. Muri Yusuf, M.Pd., Ibid., hlm 66-67
[10]Prof. Dr. Sugiyono, Ibid., hlm. 11-12
[11]Zulganef, Ibid., hlm. 118-119
[12]Zulganef, Ibid., hlm. 123-124
[13]Zulganef, Ibid., hlm. 126-127

[14]Zulganef, Ibid., hlm. 128-129


[15]Zulganef, Ibid., hlm. 123-124
Desain Penelitian
23 Maret 2015 | riskiaoktiasari94

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Perkembangan zaman yang begitu pesat seperti saat ini diikuti pula dengan pesatnya
perkembangan intelektual manusia. Banyak sekali pengetahuan yang perlu untuk dikembangkan
lagi menjadi sebuah ilmu pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan bagi kemaslahatan
manusia. Berbagai cara digunakan untuk mengembangkan pengetahuan ataupun mencari ilmu
pengetahuan baru. Salah satu cara untuk mengembangkan pengetahuan tersebut adalah
penelitian.

Penelitian sendiri tidak dapat dipisahkan dari tahap-tahap perkembangan kehidupan manusia,
khususnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pentingnya suatu penelitian dan
hubungannya dengan berbagai hal dalam kehidupan mengakibatkan penelitian harus
dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan berdasarkan etika kebenaran. Sehingga setiap
pedoman yang sistematis menjadi perhatian utama agar penelitian yang mandiri, subjekif, dan
kritis dapat dilaksanakan dengan baik.

Dalam melakukan penelitian salah satu hal yang penting ialah membuat desain penelitian.
Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang menuntun serta menentukan arah
berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian
dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Manfaat
desain penelitian akan dirasakan oleh semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena
dapat digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian.

Selain itu, agar sebuah penelitian memiliki batasan-batasan dan dapat disusun secara terstruktur
dan terkonsep dengan baik, maka diperlukan sebuah metode penelitian. Mengingat betapa
pentingnya desain dan metode penelitian bagi sebuah penelitian, maka kelompok kami akan
membahas mengenai Desain dan Metode Penelitian dalam Makalah ini.

1. Rumusan masalah
2. Apa pengertian desain penelitian ?
3. Bagaimana pengelompokan desain penelitian apabila dilihat dari berbagai sudut
pandang?
4. Bagaimana dasar dan komponen rancangan, serta penyusunan sistematika penelitian?
5. Bagaimana karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif?
6. Apa saja yang dapat menjadi sumber potensial timbulnya kesalahan dalam sebuah desain
penelitian?
1. Tujuan
2. Mengetahui pengertian desain penelitian
3. Mengetahui pengelompokan desain penelitian apabila dilihat dari berbagai sudut
pandang.
4. Memahami dasar dan komponen rancangan, serta penyusunan sistematika penelitian.
5. Memahami karakteristik penelitian kuantitatif dan kualitatif.
6. Mengetahui yang dapat menjadi sumber potensial timbulnya kesalahan dalam sebuah
desain penelitian.

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Desain Penelitian

Desain artinya rencana, tetapi apabila dikaji lebih lanjut kata itu dapat berarti pula pola,
potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud (Echols dan Hassan Shadily, 1976:177). Sedangkan
Lincoln dan Guba (1985:226) mendefinisikan rancangan penelitian sebagai usaha merencanakan
kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukkan secara pasti apa yang akan
dikerjakan dalam hubungan dengan unsur masing-masing. Desain penelitian menurut Mc Millan
dalam Ibnu Hadjar (1999:102) adalah rencana dan struktur penyelidikan yang digunakan untuk
memperoleh bukti-bukti empiris dalam menjawab pertanyaan penelitian.

Dalam penelitian eksperimental, desain penelitian disebut desain eksperimental. Desain


eksperimen dirancang sedemikian rupa guna meningkatkan validitas internal maupun eksternal.
Suharsimi Arikunto (1998:85-88) mengkategorikan desain eksperimen murni menjadi 8 yaitu:

 Control group pre-test post test


 Random terhadap subjek
 Pasangan terhadap subjek
 Random pre test post test
 Random terhadap subjek dengan pre test kelompok kontrol post test
kelompok eksperimen
 Tiga kelompok eksperimen dan control
 Empat kelompok dengan 3 kelompok kontro
 Desain waktu.

Sutrisno Hadi (1982:441) mengkategorikan desain eksperimen menjadi enam yaitu :

 Simple randomaized
 Treatment by levels designs
 Treatments by subjects designs
 Random replications designs
 Factorial designs
 Groups within treatment designs.
Sedangkan Ibnu Hadjar (1999:327) membedakan desain penelitian eksperimen murni menjadi
dua yaitu pre test post test kelompok kontrol dan post tes kelompok kontrol.

Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan
penelitian (Suchman, 1967: 307), dalam pengertian yang lebih sempit, desain penelitian hanya
mengenai pengumpulan dan analisis data saja. Namun demikian desain penelitian juga bermakna
proses-proses penelitian yang dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu: (1) Perencanaan
penelitian. Proses perencanaan penelitian dimulai dari identifikasi, pemilihan serta rumusan
masalah, sampai dengan perumusan hipotesis serta kaitannya dengan teori dan kepustakaan yang
ada. (2) Pelaksanaan penelitian atau proses operasional penelitian. (Moh Nazir, 1983: 84-85).

Dari berbagai pendapat yang telah dikemukakan oleh para peneliti mengenai pengertian desain
penelitian, maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa definisi desain penelitian adalah sebuah
kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang akan digunakan sebagai pedoman
dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Kegiatan pengumpulan dan analisis data tersebut
untuk menggali penyelesaian sebuah permasalahan yang muncul. Rencana perlu dibuat agar
pengumpulan data dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien, sehingga penelitian tersebut
juga dapat memberikan hasil yang memuaskan bagi peneliti.

1. Pengelompokan Desain Penelitian dari Berbagai Sudut Pandang


2. Desain penelitian dilihat dari perumusan masalahnya.
3. Penelitian eksploratif. Penelitian yang menguji suatu variabel yang diyakini
kebenarannya sehingga menghasilkan penemuan-penemuan baru.
4. Penelitian uji hipotesis. Suatu Penelitian yang menguji hipotesis/pernyataan yang telah
ada menggunakan metode-metode tertentu.
5. Desain penelitian berdasarkan metode pengumpulan data
6. Penelitian pengamatan. Metode pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi
sebagaimana yang mereka saksikan selama penelitian. Proses pengamatan terdiri atas:

 Persiapan termasuk latihan (training)


 Memulai interaksi
 Pengamatan dan pencatatan
 Menyelesaikan tugas lapangan

1. Penelitian Survai. Metode pengumpulan data dengan menggunakan instrumen untuk


meminta tanggapan dari responden tentang sampel. Pada dasarnya survai terdiri atas:

 Wawancara
 Kuesioner

3. Desain penelitian dilihat dari pengendalian variabel-variabel oleh peneliti


4. Penelitian eksperimental. Meneliti hubungan sebab akibat antara variabel-variabel
penelitian dengan melakukan suatu proses percobaan untuk mendapatkan hasil yang
presisi.
5. Penelitian ex post facto. Suatu penelitian yang telah diteliti sebelumnya sehingga data-
datanya (variabel-variabel penelitiannya) dapat dilacak kembali melalui kuisioner atau
dokumen-dokumen yang relevan dengan penelitian tersebut.
6. Desain penelitian menurut tujuannya
7. Penelitian deskriptif. Penelitian yang digunakan untuk memberikan penjelasan yang
obyektif, justifikasi, dan evaluasi sebagai bahan pengambilan keputusan bagi yang
berwenang dari suatu fakta atau kejadian yang sedang terjadi.
8. Penelitian komparatif. Membandingkan suatu permasalahan yang sama pada suatu obyek
yang berbeda.
9. Penelitian asosiatif. Menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya
atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lain.
10. Desain penelitian dilihat dari lingkungan studi
11. Studi Lapangan. Penelitian yang dilakukan melalui proses pembelajaran secara langsung
atau dapat juga dilakukan dengan menggali pengetahuan dari orang yang ahli
dibidangnya.
12. Eksperimen Lapangan. Penelitian yang proses pengujian data yang diteliti dengan
melakukan suatu percobaan sampai mendapatkan data yang akurat.
13. Eksperimen Laboratorium. Untuk mendapatkan kebenaran dari penelitian maka suatu
variabel atau data-datanya harus diteliti dengan memanfaatkan fasilitas Laboratorium
sebagai sarana pembantunya.

1. Dasar dan Komponen Rancangan, serta Penyusunan Sistematika Penelitian


2. Dasar Rancangan Penelitian

Rancangan pada dasarnya merupakan keseluruhan proses pemikiran, penentuan matang tentang
hal-hal yang akan dilakukan dan merupakan landasan yang dijadikan dasar penilaian oleh
peneliti sendiri maupun oleh orang lain terhadap kegiatan penelitian. Sehingga rancangan
penelitian bertujuan untuk memberikan pertanggungjawaban terhadap semua langkah yang akan
diambil. Baik atau tidaknya sebuah penelitian sangat tergantung pada rancangan yang dibuat
oleh peneliti. Agar rancangan dapat memperkirakan hal-hal apa yang akan dilakukan dan
dipegang selama penelitian, perumusannya harus memperhatikan kriteria sebagai berikut:

1. Mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan, seperti masalah, tujuan, sumber data,
saran prasarana, dan lain-lain.
2. Disusun secara sistematis dan logis sehingga memberi kemungkinan kemudahan bagi
peneliti dalam melaksanakan dan bagi orang lain dalam melakukan penelitian.
3. Harus dapat memperkirakan sejauh mana hasil yang akan diperoleh, serta usaha-usaha
yang mungkin dilakukan untuk memperoleh hasil secara efektif dan efisien.

2. Komponen Rancangan Penelitian

Berdasarkan perumusan dalam penyusunan rancangan penelitian, maka komponen suatu


rancangan penelitian meliputi:

1. Sebelum membuat penelitian, peneliti harus mengetahui masalah apa yang akan ia teliti.
2. Bentuk atau jenis data yang dibutuhkan. Peneliti harus mengetahui untuk melakukan
penelitian yang ia inginkan, bentuk dan jenis data seperti apa yang cocok untuk
digunakan sebagai bahan penunjang penelitiannya.
3. Tujuan penelitian. Seorang peneliti harus tahu apa tujuan penelitiannya
4. Kepentingan penelitian. Kepentingan penelitian adalah apa yang menjadi manfaat atau
untuk apa penelitian dibuat.
5. Masalah sampling. Seorang peneliti harus mengetahui dimana ia akan mengambil data
dan siapa yang menjadi objek data.
6. Masalah jadwal kegiatan. Agar penelitian dapat selesai sesuai dengan target waktu yang
diinginkan, maka seorang peneliti hendaknya membuat jadwal kegiatan
7. Masalah organisasi kegiatan dan alokasi biaya. Hal ini sangat penting, karena akan
mempengaruhi hasil penelitian. Jika peneliti dapat mengorganisasi kegiatan dengan baik,
maka penelitian dapat berjalan lancar. Faktor biaya juga tidak kalah penting. Seorang
peneliti harus pandai dalam mengalokasikan biaya agar penelitiannya dapat dilakukan
secara efisien.
8. Hipotesis penelitian. Sebelum memulai penelitian, hendaknya peneliti mempunyai
hipotesis penelitian terlebih dahulu.
9. Teknik pengumpulan data. Teknik penumpulan data yaitu bagaimana cara peneliti dalam
memperoleh data yang akan digunakan sebagai bahan penelitian.
10. Teknik pengolahan data, merupakan bagaimana cara peneliti mengolah data yang sudah
ia dapat sehingga dapat menjadi sebuah penelitian.
11. Pola dan sistematika laporan, merupakan bentuk atau struktur sistematika laporan
penelitian sebagai hasil akhir dari kegiatan penelitian.

3. Sistematika Penyusunan Penelitian

Sistematika penelitian adalah pola urutan yang digunakan oleh peneliti untuk membuat sebuah
penelitian sehingga akan tersusun secara logis dan sistematis sesuai dengan lingkungan di sekitar
peneliti. Sistematika hasil penelitian dapat dibagi menjadi dua metode,yaitu:

1. Sistematika Penyusunan Penelitian Kuantitatif

Isi dan sistematika laporan hasil penelitian kuantitatif seperti skripsi, tesis, dan disertasi dibagi
menjadi tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Masing-masing
bagian dapat dirinci sebagai berikut.

Bagian Awal

Halaman Sampul

Lembar Logo

Halaman Judul

Lembar Persetujuan
 Lembar Persetujuan Pembimbing
 Lembar Persetujuan dan Pengesahan

Pernyataan Kesalahan Tulisan

Abstrak

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Tabel

Daftar Gambar

Daftar Lampiran

Daftar Lainnya

Bagian Inti

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah


2. Rumusan Masalah atau Tujuan Penelitian
3. Hipotesis Penelitian
4. Kegunaan Penelitian
5. Asumsi Penelitian
6. Definisi istilah atau Definisi Operasional

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN

1. Rancangan Penelitian
2. Populasi dan Sampel
3. Instrumen Penelitian
4. Pengumpulan Data
5. Analisis Data

BAB IV HASIL ANALISIS

1. …………..
2. …………..
3. …………..
BAB V PEMBAHASAN

1. …………..
2. …………..
3. …………..

BAB VI PENUTUP

1. Kesimpulan
2. Saran

Bagian Akhir

1. Daftar Rujukan
2. Lampiran-lampiran
3. Riwayat Hidup

1. Sistematika Penyusunan Penelitian Kualitatif

Sama halnya dengan penelitian kuantitatif, sistematika laporan hasil penelitian kuantitatif juga
terdiri dari tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir.

Bagian Awal

Halaman Sampul

Lembar Logo

Halaman Judul

Lembar Persetujuan

 Lembar Persetujuan Pembimbing


 Lembar Persetujuan dan Pengesahan

Pernyataan Kesalahan Tulisan

Abstrak

Kata Pengantar

Daftar Isi

Daftar Tabel

Daftar Gambar
Daftar Lampiran

Daftar Lainnya

Bagian Inti

BAB I PENDAHULUAN

1. Konteks Penelitian atau Latar Belakang


2. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah
3. Landasan Teori
4. Kegunaan Penelitian

BAB II METODE PENELITIAN

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian


2. Kehadiran Peneliti
3. Lokasi Penelitian
4. Sumber Data
5. Prosedur Pengumpulan Data
6. Analisa Data
7. Pengecekan Keabsahan Temuan
8. Tahap-tahap Penelitian

BAB III PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

BAB IV PEMBAHASAN

BAB V PENUTUP

Bagian Akhir

1. Daftar Rujukan
2. Lampiran-lampiran
3. Riwayat Hidup

1. Pokok Bahasan dalam Metode Penelitian


2. Metode Penelitian Kuantitatif

Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian kuantitatif paling tidak
mencakup rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrument penelitian, pengumpulan data,
analisis data.

1. Rancangan Penelitian
Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk
setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai
strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan
karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan
penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variael-
variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan
rancangan penelitan dalam penelitian eksperimental selalu mengacu kepada hipotesis yang akan
diuji.

Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab Rancangan Penelitian berisi penjelasan
tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian
eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan
komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang
dilibatkan dalam penelitian serta sifa hubungan antara variabel-variabel tersebut.

1. Populasi dan Sampel

Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel
sebagai subjek penelitian. Akan tetapi, jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota
populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek peneliti, terutama dalam penelitian
eksperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian
kualitatif disebut informasi atau subjek, tergantung pada cara pengambilan datanya.

Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya
sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel
yang dipilih benar-benar representative, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya
secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupaka kriteria terpenting dalam pemilihan sampel
dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap
populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan karakteristik populasinya, maka
semakin besarlah kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya.

Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah:

 Identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian,


 Prosedur dan teknik pengambilan sampel,
 Besarnya sampel.

1. Instrumen Penelitian

Pada bagian ini dikemukakan instrument yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.
Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrument pengumpul data atau
pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah
instrument yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi
isinya. Suatu instrument yang baik juga harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam tesis,
atau lebih-labih dalam disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrument.
Instrumen penelitian dapat diambil dari instrumen yang sudah baku, atau instrumen yang sudah
baku tetap diadaptasi, atau instrument yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Jika instrumen
penelitian diambil dari instrument yang sudah baku, maka jabaran variabelnya tidak perlu
dipaparkan lagi. Namun, apabila peneliti mengadaptasi instrument baku atau mengembangkan
instrument sediri, peneliti perlu memaparkan proses dan hasil validasi instrumen.

Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrument penelitian adalah cara pemberian skor atau
kode terhadap masing-masing butir pernyataan. Untuk alat dan bahan, harus disebutkan secara
cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai.

Dalam ilmu eksakta, istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena
belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab
Instrumen Penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.

1. Pengumpulan Data

Bagian ini menguraikan :

 Langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data
 Kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta
 Jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data.

Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara
pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan
ijin penelitian, menemui pejabat yang berwenang , dan hal lain yang sejenis tidak perlu
dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.

1. Analisis Data

Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua
jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik
inferensial terdapat statistik parametric dan statistik nonparametrik.

Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap
berorientasi kepada tujaun yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena
itu, yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya,
bukan kecanggihannya.

Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih, dan karenanya mampu
memberikan informasi yang lebih akurat, jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam
statistik nonparametrik. Penerapan statistik parametrk secara tepat harus memenuhi beberapa
persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan
tertentu.

Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu juga
dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal,
pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Sebalinya, jika teknik analisis data
yang digunakan tidak sering digunakan, uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih
rinci. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya, misalnya
SPSS or Windows.

2. Metode Penelitian Kualitatif

Pada bab Metode Penelitian ini memuat uraian tentang metode-metode dan langkah-langkah
penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan dan jenis penelitian, kehadiran
peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan
keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pada bagian ini peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu
juga dikemukakan orientasi teoritis, yaitu landasan berpikir untuk memahami makna suatu
gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolis, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik
seni (hermeneutika). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan, apakah
etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan,
atau penelitian kelas.

1. Kehadiran Peneliti

Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus
pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas
sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di
lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan
secara eksplisit dalam laporan penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai
partisipasi penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Disamping itu, perlu disebutkan
apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subyek atau informan.

1. Lokasi Penelitian

Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi
serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas,
misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi,
program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-
pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian denga topik yang dipilih. Dengan
pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti
kurang tepat jika mengutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti
pernah bekerja disitu, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.

1. Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, dan teknik penjaringan data dengan keteranga
yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana
karakteristiknya, siapa yang dijadikan subyek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri
subyek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya
dapat dijamin. Misalnya, data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju
(Snowball sampling).

Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-
hatian. Dalam penelitian kualitatif, tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan
informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan
sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan dan waktu.

1. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi
partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data:
fidelitas dan struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan
(rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki
fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan
secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan
rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu, dikemukakan cara-
cara untuk memastikan keabsahan datadengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam
pengumpulan data.

1. Analisa Data

Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-
transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan
temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data
serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan.
Dalam penelitian kualitatif, analisi data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, denga
teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis
tema. Dalam hal ini, peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau
estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini sebaiknya diberikan contoh yang opersional,
misalnya matriks dan logika.

1. Pengecekan Keabsahan Temuan

Bagian ini memuat uraian-uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan
temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, perlu diteliti kredibilitasnya
dengan menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang
diperdalam, triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode peneliti, teori), pembahasan
sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya
perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya temuan ditransfer ke latar lain (transferability),
ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasi kepada
sumbernya (confirmability).
1. Tahap-tahap penelitian

Bagian ini menguraikan proses pelaksanaan penelitian, mulai dari penelitian pendahuluan,
pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan.

1. Karakteristik Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

Penelitian kualitatif dan kuantitatif memiliki karakteristik masing-masing, di bawah ini akan
dibedakan karakteristik antara keduanya.

No. Metode Kuantitatif Metode Kualitatif


A. Desain A. Desain

1. Spesifik, jelas, rinci 1. Umum


1. 2. Ditentukan secara mantap sejak awal 2. Fleksibel
3. Menjadi pegangan langkah demi 3. Berkembang,dan muncul dalam
langkah proses penelitian

B. Tujuan
B. Tujuan
1. Menemukan pola hubungan yang
bersifat interaktif
1. Menunjukkan hubungan antar variabel
2. 2. menemukan teori
2. Mencari generalisasi yang mempunyai
3. menggambarkan realitas yang
nilai prediktif
kompleks
4. d. memperoleh pemahaman makna

C. Teknik Pengumpulan Data


C. Teknik Pengumpulan Data
1. Participant observation
3. 1. Kuesioner 2. In depth interview
2. Observasi dan wawancara terstruktur 3. Dokumentasi
4. Triangulasi

D. Instrumen Penelitian
D. Instrumen Penelitian
1. Penelitian sebagai instrumen
4. 1. Test, angket, wawancara terstruktur (human instrument)
2. Instrumen yang telah terstandar 2. Buku catatan, tape recorder,
camera, handycame, dan lain-lain

E. Data E. Data
5.
1. Kuantitatif 1. Deskriptif kualitatif
2. Hasil pengukuran variabel yang 2. Dokumen pribadi, catatan lapangan,
dioperasionalkan dengan ucapan, tindakan reponden,
menggunakan instrumen dokumen dan lain-lain.

F. Sampel atau sumber data


F. Sampel
1. Kecil
1. Besar
2. Tidak representatif
6. 2. Representatif
3. Purposive, snowball
3. Sedapat mungkin mungkin random
4. Berkembang selama proses
4. Ditentukan sejak awal
penelitian

G. Analisis G. Analisis

1. Setelah selesai pengumpulan data 1. Terus-menerus sejak awal sampai


7. 2. Deduktif akhir penelitian
3. Menggunakan statistik untuk menguji 2. Induktif
hipotesis 3. Mencari pola, model, tema, teori

H. Hubungan dengan Responden H. Hubungan dengan Responden

1. Dibuat berjarak, bahkan sering tanpa 1. Empati, akrab supaya memperoleh


kontak supaya obyektif pemahaman yang mendalam.
2. Kedudukan peneliti lebih tinggi dari 2. Kedudukan sama bahkan sebagai
8.
responden guru, konsultan.
3. Jangka waktu lama, sampai datanya
1. Jangka pendek sampai hipotesis dapat jenuh, dapat ditemukan hipotesis
dibuktikan atau teori

I. Usulan Desain
I. Usulan Desain
1. Singkat, umum bersifat sementara
2. Literatur yang digunakan bersifat
1. Luas dan rinci
sementara, tidak menjadi pegangan
2. Literatur yang berhubungan dengan
utama
masalah, dan variabel yang diteliti
3. prosedur bersifat umum, seperti
3. Prosedur yang spesifik dan rinci
akan merencanakan tour atau topik
9. langkah-langkahnya
4. Masalah bersifat sementara dan
4. Masalah dirumuskan dengan spesifik
akan ditemukan setelah studi
dan jelas
pendahuluan
5. Hipotesis dirumuskan dengan jelas
5. Tidak dirumuskan, karena justru
6. Ditulis secara rinci dan jelas sebelum
akan menemukan hipotesis
terjun ke lapangan
6. Fokus penelitian ditetapkan setelah
diperoleh data awal dari lapangan

10. J. Kapan penelitian dianggap selesai? J. Kapan penelitian dianggap selesai?


Setelah semua kegiatan yang direncanakan Setelah tidak ada data yang dianggap baru
dapat diselesaikan atau jenuh
K. Kepercayaan terhadap hasil
K. Kepercayaan terhadap hasil Penelitian Penelitian
11.
Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Pengujian kredibilitas, depenabilitas,
proses dan hasil penelitian.

1. Beberapa Kesalahan dalam Desain Penelitian

Dalam melakukan sebuah penelitian salah satu hal yang sangat penting adalah membuat
rancangan atau desain penelitian. Desain penelitian bagaikan sebuah peta jalan bagi peneliti yang
menuntun serta menunjukkan arah berlangsungnya proses penelitian secara benar dan tepat
sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan
melakukan penelitian dengan baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah
yang jelas.

Meskipun peneliti membuat desain penelitian sebaik mungkin akan tetapi tidak menutup
kemungkinan masih terdapat kesalahan yang seringkali terjadi dalam melakukan penelitian. Agar
tercapai pembuatan desain yang benar, maka peneliti perlu menghindari sumber potensial
kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan. Kesalahan-kesalahan tersebut adalah:

 Kesalahan dalam Perencanaan

Kesalahan dalam perencanaan dapat terjadi saat peneliti membuat kesalahan dalam menyusun
desain yang akan digunakan untuk mengumpulkan informasi. Kesalahan ini dapat terjadi pula
bila peneliti salah dalam merumuskan masalah. Kesalahan dalam merumuskan masalah akan
menghasilkan informasi yang tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sedang
diteliti. Cara mengatasi kesalahan ini adalah dengan mengembangkan proposal dengan baik dan
benar yang secara jelas menspesifikasikan metode dan niali tambah penelitian yang akan
dijalankan.

 Kesalahan dalam Pengumpulan Data

Kesalahan dalam pengumpulan data terjadi pada saat peneliti melakukan kesalahan dalam proses
pengumpulan data di lapangan. Kesalahan ini dapat memperbesar tingkat kesalahan yang sudah
terjadi dikarenakan perencanaan yang tidak matang. Untuk menghindari hal data tersebut data
yang dikoleksi harus merupakan representasi dari populasi yang sedang diteliti dan metode
pengumpulan datanya harus dapat menghasilkan data yang akurat. Cara mengatasi kesalahan ini
adalah kehati-hatian dan ketepatan dalam menjalankan desain penelitian yang sudah dirancang
dalam proposal.

 Kesalahan dalam Melakukan Analisis


Kesalahan dalam melakukan analisis dapat terjadi pada saat peneliti salah dalam memilih cara
menganalisis data. Selanjutnya, kesalahan ini disebabkan pula adanya kesalahan dalam memilih
teknik analisis yang sesuai dengan masalah dan data yang tersedia. Cara mengatasi masalah ini
adalah dengan membuat justifikasi prosedur analisis yang digunakan untk menyimpulkan data
dan memanipulasi data.

 Kesalahan dalam Pelaporan

Kesalahan dalam pelaporan terjadi jika peneliti membuat kesalahan dalam mempresentasikan
hasil-hasil penelitian. Kesalahan seperti ini terjadi pada saat memberikan makna hubungan-
hubungan dan angka-angka yang diidentifikasikan dari tahap analisis data. Cara mengatasi
kesalahan ini adalah hasil analisis data diperiksa oleh orang-orang yang benar-benar ahli dan
menguasai masalah hasil penelitian tersebut.

Selain kesalahan-kesalahan yang telah dijabarkan di atas, kesalahan juga seringkali terjadi dari
dalam diri peneliti sendiri. Kesalahan tersebut juga berpengaruh dalam proses penyelesaian
penelitian, misalnya adalah sifat malas yang dimiliki oleh peneliti, sifat yang suka menunda-
nunda pekerjaan, sifat pantang menyerah yang dimiliki peneliti, sifat yang tidak mempunyai
target untuk menyelesaikan penelitian dan lain sebagainya. Sifat-sifat yang seperti harus
dikesampingkan agar penelitian dapat selesai dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Adapula kesalahan yang juga terjadi karena adanya faktor dari luar, misalnya adalah keadaan
lingkungan yang tidak mendukung penelitian yaitu dari keluarga dan teman-teman yang tidak
mendukung serta masyarakat, dosen pembimbing yang tidak sejalan dengan mahasiswa yang
melakukan penelitian, proses birokrasi yang sulit pada saat akan mengambil sampel, atau
keterbatasan sampel itu sendiri. Untuk itu, faktor-faktor yang seperti itu selayaknya dapat
diminimalisir agar penelitian yang kita lakukan dapat berjalan dengan lancar, baik dan sesuai
dengan tujuan serta memberikan manfaat bagi orang banyak.

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan
2. Desain atau rancangan yang dibuat oleh peneliti merupakan ancar-ancar kegiatan yang
akan dilaksanakan. Disini terlihat bahwa ruang lingkup metode penelitian lebih luas
daripada desain penelitian, dan desain penelitian masuk dalam bagian dari metode
penelitian.
3. Pengelompokan dapat dilihat dari sudut pandang perumusan masalah, metode
pengumpulan data, pengendalian variabel-variabel oleh peneliti, tujuan, serta lingkungan
studi.
4. Sistematika penyusunan penelitian dapat dibagi menjadi dua, yaitu sistematika
penyusunan penelitian kuntitatif dan kuantitatif.
5. Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab Metode Penelitian kuantitatif paling tidak
mencakup rancangan penelitian, populasi dan sampel, instrument penelitian,
pengumpulan data, analisis data.
6. Pada bahasan Metode Penelitian kuantitatif memuat uraian tentang metode-metode dan
langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan dan jenis
penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data,
analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.
7. Sumber potensial kesalahan dalam proses penelitian secara keseluruhan adalah kesalahan
dalam perencanaan, pengumpulan data, melakukan analisis, dan dalam pelaporan.

1. Saran
2. Tanpa desain yang benar seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan
baik karena yang bersangkutan tidak mempunyai pedoman arah yang jelas. Sehingga
peneliti harus mampu membuat rancangan dengan baik dan benar.
3. Peneliti diharapkan mampu mencari metode yang tepat bagi penelitiannya dan relevan
dengan penelitian yang diteliti.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka
Cipta.

Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Asdi Mahastya.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta

Syaodih, Nana. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

(http://www.scribd.com/doc/51444421/7/Pengertian-desain-penelitian)

(http://mudjiarahardjo.com/materi-kuliah/208-desain-dan-contoh-proses- penelitian-
kualitatif.html)

(http://www.infoskripsi.com/Resource/Beberapa-Kesalahan-dalam- Desain Penelitian.html

(http://www.scribd.com/doc/56342783/2/Metode-dan-desain-penelitian- kualitatif______.

(http://www.scribd.com/doc/42819368/3/Desain-penelitian-kuantitatif