Anda di halaman 1dari 7

KERANGKA ACUAN

PELAYANAN KESEHATAN REPRODUKSI CALON PENGANTIN

I. Pendahuluan
Calon pengantin (Catin) adalah seorang pria dan seorang wanita yang
akan membentuk keluarga (rumah tangga) sebagai suami istri yang
bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. ( Undang-
undang Nomor 1 tahun 1974 ). Setiap pasangan yang hendak menikah
idealnya menjalani pemeriksaan kesehatan pranikah yang meliputi:
pemeriksaan fisik, pemberian imunisasi TT, pemeriksaan HIV, konseling
tentang kesehatan reproduksi.
Masa pernikahan merupakan masa penting dalam kehidupan manusia
dimana pria dan wanita perlu mempersiapkan diri baik fisik, mental,
maupun psikososial. Persiapan memasuki hidup baru di perkawinan
berbeda dengan sebelum perkawinan Khususnya bagi calon pengantin
perempuan banyak hal yang berkaitan dengan masalah gizi, persiapan
mental, kesehatan reproduksi perlu diketahui karena akan mengalami
proses kehamilan, persalinan dan proses perawatan anak termasuk
menyusui. Karena hal diatas maka setiap calon pengantin perlu melakukan
pemeriksaan kesehatan umum baik fisik, psikis, maupun social untuk
menunjang persiapan menuju kehidupan perkawinan . persiapan
pernikahan yang baik dapat mengatasi masalah-masalah negative yang
mengancam dan di harapkan perkawinan yang langgeng dalam suatu
keluarga bahagia dan harmonis.
Dalam memberikan pelayanan kesehatan pada calon pengantin
petugas selalu mengimplementasikan tata nilai Puskesmas Bahkapul yaitu
“ CERIA” Cekatan dalam menangani keluhan calon pengantin dan Efesien
menggunakan waktu, Ramah terhadap calon pengantin serta inovatif dalam
memberikan ide terhadap catin sehingga catin merasa Nyaman dan
melakukan kegiatanTerpadu dengan lintas program dan menciptakan rasa
Aman baik bagi petugas dan calon pengantin
II. Latar Belakang
Melalui perjanjian kerjasama antara UPTD Puskesmas Bahkapul
dengan Kantor Urusan Agama Siantar Sitalasari (MOU) telah disepakati
bahwa semua calon pengantin wajib dilakukan pelayanan kesehatan
reproduksi di Puskesmas Bahkapul. Pelayanan kesehatan tersebut berupa
pemberian konseling sesuai dengan panduan yang diberikan Kementrian
Kesehatan, pemberian imunisasi TT dan pemeriksaan laboratorium.
Kasus tetanus neonatorum pada bayi baru lahir masih ada ditemui.
Kondisi ini dikarenakan tetanus terkait erat dengan masalah sanitasi dan
kebersihan selama proses kelahiran. Infeksi tetanus tidak hanya
membahayakan nyawa bayi tapi juga ibu oleh karena itu vaksinasi tetanus
pada perempuan yang hendak menikah perlu diberikan untuk
meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi tetanus. Kekebalan tubuh itu
akan “diwariskan” kepada bayinya ketika proses persalinan. Jadi bayi yang
baru lahir aman dari infeksi tetanus.

III. Tujuan
A. Tujuan Umum
Memberikan pelayanan kesehatan reproduksi pada calon pengantin
B. Tujuan Khusus
1. Memberikan konseling pranikah
2. Memberikan informasi tentang kehamilan, pencegahan
komplikasi, persalinan dan pasca salin
3. Memberikan informasi tentang infeksi menular seksual,
infeksi saluran reproduksi serta HIV dan AIDS
4. Memberikan informasi tentang deteksi dini kanker leher
rahimdan payudara
5. Memberikan informasi tentang gangguan dalam kehidupan
seksual suami istri

IV. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan


No Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan
A Pelayanan kesehatan  Menganamnese catin
reproduksi calon pengantin  Melakukan pemeriksaan TB, TD,BB,LILA
 Memberikan konseling tentang imunisasi
TT, HIV, kesehatan reproduksi
 Menyarankan untuk pemeriksaan HIV
 Menyarankan untuk imunisasi TT
 Mencatat hasil pemeriksaan
V. Cara melaksanakan kegiatan dan sasaran

No Kegiatan Pokok Pelaksana Lintas program terkait Lintas Ket


Program sektor
terkait
A Pelayanan KIA Petugas Imunisasi : KUA : ─
kesehatan memberikan imunisasi TT memberi
reproduksi catin informasi
tentang
pemeriksaa
n kesehatan
catin

VI. Sasaran
1. Calon pengantin di Kelurahan Bah Kapul
2. Calon pengantin di Kelurahan Bukit Sofa
3. Calon pengantin di Kelurahan Setia Negara

VII. Jadwal Kegiatan

No Kegiatan 2018
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nov Des
1 Pelayanan √ √ √ √ √ √ √ √ √
kesehatan
reproduksi
catin

VIII. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporannya.

Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilakukan tiap bulan sesuai


dengan jadwal kegiatan ,dengan pelaporan hasil yang dicapai pada bulan
tersebut.

IX. Pencatatan,pelaporan dan evaluasi kegiatan.


Pencatatan dengan menggunakan register dan format laporan yang telah
di tetapkan dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar
setiap tanggal 5 bulan berikutnya,evaluasi kegiatan di lakukan setiap tiga
bulan sekali sesuai dengan jadwal monitoring dan evaluasi Puskesmas
Bahkapul.
PELAYANAN KESEHATAN
REPRODUKSI CALON PENGANTIN

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :
Halaman :
UPTD Puskesmas dr.HENDRA MH NAINGGOLAN
NIP.198008292010011013.
Bahkapul
1. Pengertian Calon pengantin (Catin) adalah seorang pria dan seorang wanita yang
akan membentuk keluarga (rumah tangga) sebagai suami istri yang
bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. ( Undang-
undang Nomor 1 tahun 1974 ).
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah petugas untuk melakukan
pelayanan kesehatan reproduksi catin yang bertujuan untuk :
 Memberikan konseling pranikah
 Memberikan informasi tentang kehamilan, pencegahan
komplikasi, persalinan dan pasca salin
 Memberikan informasi tentang infeksi menular seksual, infeksi
saluran reproduksi serta HIV dan AIDS
 Memberikan informasi tentang deteksi dini kanker leher rahimdan
payudara
 Memberikan informasi tentang gangguan dalam kehidupan
seksual suami istri
3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Bahkapul No

4. Referensi

5. Prosedur/ 1. Petugas mempersiapkan alat


Langkah-  Pengukur tinggi badan
langkah  Timbangan berat badan
 Meter pengukur LILA
 Tensimeter
 Stetoskop
 Buku register
 Atk
 Formulir Laboratorium
 Lembar balik KIE calon pengantin

2. Petugas menganamnese calon pengantin


3. Petugas melakukan pemeriksaan
4. Petugas memberikan konseling tentang imunisasi TT, HIV,
kesehatan reproduksi
5. Petugas Menyarankan untuk pemeriksaan HIV
6. Petugas Menyarankan untuk imunisasi TT
7. Petugas mencatat hasil pemeriksaan
8. Petugas memberikan surat rekomendasi untuk KUA

6. Diagram Alir
Petugas
(bila perlu)
mempersiapkan alat

Petugas menganamnese
calon pengantin

Petugas melakukan
pemeriksaan

Petugas memberikan konseling


tentang imunisasi TT, HIV,
kesehatan reproduksi

Petugas Menyarankan untuk


pemeriksaan HIV

Petugas Menyarankan untuk


imunisasi TT

Petugas mencatat hasil


pemeriksaan
s
Petugas memberikan
surat rekomendasi untuk
KUA

7. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan
8. Unit terkait Laboratorium
Imunisasi
9. Dokumen Lembar balik KIE calon pengantin
terkait
10. Rekaman No. Yang diubah Isi Perubahan Tanggal mulai perubahan
Historis
Perubahan