Anda di halaman 1dari 14

TUGAS INDIVIDU

TOPIK: BREAST SELF-EXAMINATION (BSE)


Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada
Mata Kuliah Promosi Kesehatan Wanita
Dosen Pengampu : Elsi Dwi Hapsari, S.Kp.,M.S.,D.S

OLEH :
RETTY NIRMALA SANTIASARI (14/371611/PKU/14670)

PROGRAM STUDI MAGISTER KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ca mammae atau disebut juga kanker payudara merupakan masalah
kesehatan wanita yang sangat penting dan menjadi perhatian bagi pemerintah kita.
Kanker payudara ini juga merupakan masalah kesehatan wanita di Dunia, bahkan
masalah ini menduduki tingkat kedua setelah masalah kesehatan kanker serviks.
Jumlah penderita kanker payudara di Indonesia cukup tinggi dan sering ditemukan
pada kasus ini sudah berada dalam stadium lanjut, hal ini dapat dipengaruhi oleh
kurang tanggapnya dalam pendeteksian dini melalui pengenalan terhadap tanda
dan gejala dari kanker payudara ini.
Menurut World Health Organization (WHO) 2012, angka kejadian kanker
merupakan penyebab kematian utama di seluruh dunia dengan data statistik
sebesar 8,2 juta kematian pada tahun 2012, dan untuk kejadian kanker payudara
521.000 kematian. Kanker payudara ini merupakan masalah yang memerlukan
perhatian khusus bagi wanita di Indonesia. Di Indonesia kejadian kanker payudara
dapat diestimasikan sebesar 26 per 100.000 wanita. Hal ini dapat dipengaruhi oleh
tingkat kesadaran masyarakat Indonesia yang masih rendah sehingga
menyebabkan tingginya tingkat stadium pada penderita kanker payudara.
Melihat masalah kesehatan wanita tersebut, maka pemerintah Indonesia
mempunyai berbagai program kesehatan untuk meningkatkan angka kesehatan
wanita Indonesia, dalam hal ini khususnya angka kejadian kanker payudara. Salah
satu program pemerintah yang tertuang dalam profil kesehatan tahun 2012 adalah
program pengendalian penyakit kanker, program ini dilakukan untuk semua jenis
penyakit kanker yang ada. Tetapi mengingat kanker payudara merupakan masalah
kesehatan wanita yang menduduki peringkat kedua di Indonesia dan dunia, maka
pemerintah Indonesia memprioritaskan dalam pengendaliannya. Kegiatan yang
dilakukan oleh pemerintah meliputi pencegahan primer, sekunder dan tersier. Pada
pencegahan primer program kerjanya melalui pengendalian dari faktor risiko dan
upaya peningkatan komunikasi, informasi dan edukasi. Pencegahan sekunder
yaitu melalui program deteksi dini dan tatalaksana yang dilakukan di tingkat
puskesmas dan rujukan ke rumah sakit. Pada pengendalian sekunder ini termasuk
program metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan krioterapi untuk
masalah kanker serviks, sedangkan untuk masalah kanker payudara yaitu dengan
deteksi dini payudara dengan menggunakan metode Breast Self-Examination
(BSE). Sedangkan pada pengendalian tersier dengan cara perawatan paliatif dan
rehabilitatif di unit-unit pelayanan kesehatan khususnya yang menangani masalah
kesehatan kanker serta membentuk kelompok survivor kanker di tingkat
masyarakat.
Pada pengendalian sekunder yang terdapat pada program pemerintah yaitu
deteksi dini pada payudara. .Breast Self-Examanition (BSE) atau sering dikenal
dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah suatu tindakan wanita
untuk mengenali atau mendeteksi keadaan payudaranya sendiri yang bertujuan
mengetahui ada tidaknya benjolan abnormal serta adanya perubahan bentuk pada
payudaranya. BSE ini merupakan suatu metode pemeriksaan dini dalam
mendeteksi dini adanya kanker pada payudara, dan merupakan cara yang paling
mudah dan sederhana dalam melakukannya. BSE dilakukan secara mandiri oleh
seorang wanita itu sendiri dengan menggunakan jari-jari tangannta dengan cara
meraba permukaan payudaranya sendiri dan dapat dilakukan secara rutin setiap
bulan terutama setelah masa menstruasi.
2. TINJAUAN TEORI
2.1 Breast Self-Examination (BSE)
2.1.1 Definisi Breast Self-Examination (BSE)
Breast Self-Examination (BSE) atau yang sering dikenal dengan Sadari
merupakan pemeriksaan atau perabaan payudara sendiri untuk menemukan ada
tidaknya benjolan yang tidak normal pada payudara (Otto S, 2005). Pengertian
lain tentang Breast Self-Examiation adalah pemeriksaan payudara sendiri yang
dilakukan setiap satu bulan sekali dan dapat dijadikan instrumen penapisan yang
efektif untuk mengetahui adanya benjolan pada payudara (Varney, 2007). Deteksi
dini kanker payudara dapat dilakukan dengan cara BSE secara rutin yang
merupakan salah satu program pemeriksaan dini untuk mengenali adanya kanker
payudara sewaktu masih berukuran kecil, dan sebelum kanker tersebut menyebar.

2.1.2 Tujuan Breast Self-Examination (BSE)


Tujuan dilakukan BSE adalah untuk mendeteksi secara dini dalam melihat
adanya kelainan atau adanya benjolan abnormal pada payudara yang
dimungkinkan benjolan tersebut adalah tumor yang kecil dan masih pada stadium
awal. BSE hanya untuk mendeteksi secara dini adanya ketidaknormalan dari
payudara, melainkan bukan suatu tindakan yang dapatmencegah terjadinya kanker
payudara. Sebagian wanita berfikir bahwa untuk apa melakukan BSE, terutama
pada wanita yang masih berusia dibawah 30 tahun, kebanyakan dari mereka
beranggapan bahwa kasus kanker payudara banyak ditemukan hanya pada wanita
yang berusia diatas 30 tahun, sehingga mereka yang berusia di bawah 30 tahun
kurang tanggap dalam melakukan BSE.
Kearney dan Murray (2006) mengemukakan bahwa BSE mempunyai
keunggulan dalam mendeteksi adanya tumor atau benjolan abnormal pada
payudara pada stadium awal, tindakan ini dapat digunakan sebagai rujukan dalam
melakukan pemeriksaan lanjutan seperti mamografi sehingga dapat mendeteksi
lebih lanjut lagi tentang interval kanker, sehingga hal ini dapat menurunkan angka
kematian wanita akibat kanker payudara.
2.1.3 Pelaksanaan Breast Self-Examination (BSE)
BSE dianjurkan untuk dilakukan secara sering dan intensif pada wanita
mulai usia 20 tahun dan atau sesegera ketika wanita tersebut mulai mengalami
pertumbuhan payudara. Pada wanita muda dibawah usia 20 tahun BSE ini sulit
dilakukan sebab pada wanita yang usia dibawah 20 tahun jaringan yang ada pada
payudaranya belum terbentuk sempurna sehingga sulit untuk membedakan antara
benjolan abnormal dengan benjolan jaringan fibrosa.
BSE sebaiknya dilakukan sekali dalam satu bulan, sehingga wanita
tersebut menjadi familiar terhadap payudaranya sehingga saat terjadi perubahan
pada payudaranya misal terdapat benjolan yang abnormal maka wanita tersebut
dapat mengetahuinya sejak awal. BSE sebaiknya dilakukan oleh wanita yang
belum mengalami menopause dan dilakukan setelah menstruasi sebab perubahan
hormonal dapat meningkatkan kekenyalan dan terjadi pembengkakan pada
payudaranya sebelum menstruasi.

2.2 Prinsip Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)


Proses Breast Self-Examination (BSE) terdiri dari lima tahap, yaitu:
1) Berdiri didepan cermin dengan pakaian atas terlepas dan memperhatikan
kedua payudara dengan kedua tangan ada di sisi tubuh dan melihat apakah
terdapat perubahan bentuk pada payudara. Lihat adanya perubahan yang
meliputi ukuran, bentuk, warna kulit, ada tidaknya kerutan dan lekungan
seperti lesung pipi pada kulit.
Tahap 1

2) Perhatikan kembali kedua payudara dengan cara mengangkat kedua tangan


diatas kepala, kemudian dorong siku ke depan dan amati bentuk payudara,
serta dorong juga siku ke belakang dan lakukan pengamatan juga pada
bentuk serta ukuran payudara. Ketika melakukan pemeriksaan pada tahap
ini maka pada otot dada akan mengalami kontraksi. Bungkukkan badan
untuk melihat apakah kedua payudara dapat menggantung seimbang.

Tahap 2
3) Pada tahap ketiga ini tekan dengan lembut masing-masing puting dengan
menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk melihat apakah ada cairan
yang keluar seperti cairan kekuningan, kemerahan atau darah. Bila
terdapat cairan yang dikeluarkan dari puting ini menunjukan bahwa
terdapat perubahan dalam sel payudara.

Tahap 3
4) Pemeriksaan ini dapat dilakukan sambil berdiri atau sambil berbaring,
umumnya pemeriksaan pada tahap ke empat dilakukan sambil berbaring,
dengan diletakkan sebuah bantal di bawah pundak sisi payudara yang akn
diperiksa. Angkatlah lengan kiri ke atas kepala, gunakan tangan kanan
untuk menekan payudara kiri dengan ketiga jari (jari telunjuk, tengah, dan
jari manis). Mulailah dengan memberikan gerakan dari daerah puting dan
gerakkan ketiga jari tersebut dengan gerakan yang memutar di seluruh
permukaan payudara.
Tahap 4
5) Pada tahap terakhir yaitu dengan rasakan apakah terdapat benjolan atau
penebalan pada permukaan payudara. Pastikan untuk memeriksa daerah
yang berada di antara payudara, di bawah lengan dan di bawah tulang
selangka. Angkat lengan kanan ke atas kepala dan ulangi pemeriksaan ini
pada payudara sebelah kanan dengan menggunakan tangan kiri untuk
menekannya.

Tahap 5

Jika pada pemeriksaan payudara biasanya terdapat benjolan, maka harus


diketahui biasanya terdapat berapa banyak benjolan yang teraba beserta
lokasinya. Hal ini dilakukan secara rutin di setiap bulannya, sehingga pada
bulan berikutnya harus lebih memperhatikan apakah terdapat perubahan
ukuran maupun benjolan yang ditemukan di bulan sebelumnya.

2.3 Evidence Based Nursing Breast Self-Examination (BSE)


Breast Self-Examination (BSE) merupakan pemeriksaan secara fisik dan
visual pada payudara dan daerah sekitar ketiak untuk melihat ada tidaknya
perubahan atau ketidaknormalan bentuk dan ukuran. Berikut ini uraian dari
berbagai penelitian tentang metode BSE yang telah dilakukan di seluruh dunia
sebagai upaya pendeteksian dini pada kanker payudara.
2.3.1 Breast Self-Examination and Breast Cancer Awareness in Women in
Developing Countries: A Survey of Women in Buea, Cameroon, 2012, BMC
Research Notes.
Dalam penelitian ini dijelaskan bahwa kanker payudara juga merupakan
penyebab kematian perempuan yang ada di kamerun, dan menjadi penyebab
kedua setelah kanker serviks. Pada penelitian ini berusaha untuk menjelaskan
tentang bagaimana pengetahuan perempuan Kamerun tentang pemeriksaan BSE,
menilai pendapat mereka tentang praktek BSE serta untuk mengetahui persepsi
mereka tentang penyebab, faktor risiko dan pencegahan kaker payudara.
Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 74,17% responden belum
pernah mendengar tentang BSE, dan mereka menyatakan bahwa perlunya
diadakan sosialisasi tentang praktek BSE melalui penyuluhan kesehatan kepada
masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengerti tentang penyebab, faktor risiko
dan cara pemeriksaan payudara dalam upaya pencegahan kanker payudara.
2.3.2 Breast Cancer in Iran: Need for Greater Women Awareness of Warning
Signs and Effective Screening Methods, 2008, Asia Pasific Family Medicine
BioMed Central
Pada penelitian di Iran ini juga menunjukkan bahwa kanker payudara
merupakan masalah kesehatan yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengetahuan wanita tentang kanker payudara dan cara pemeriksaan
payudara sendiri dalam mendeteksi kanker payudara. Penelitian ini dilakukan oleh
seorang perawat dengan cara mewawancarai masing-masing responden dan
memberikan pertanyaan seputar masalah kesehatan payudara yang berhubungan
dengan tanda dan gejala kanker payudara.
Hasil yang ditemukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa 64%
perempuan yang menjadi responden ini mengatakan bahwa mereka tidak tahu
bagaimana cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri. Pada penelitian
deskriptif ini memberikan informasi yang dapat dimanfaatkan bagi peneliti dan
orang-orang yang terlibat dalam program kesehatan masyarakat dengan berfokus
pada perawatan kesehatan primer, yaitu untuk meningkatkan kesadaran
perempuan tentang perawatan payudara dan mendorong mereka untuk
melaporkan kondisinya bila terdapat perubahan yang tidak biasa pada payudara
mereka kepada keluarga taupun kepada tenaga kesehatan yang ada.
2.3.3 Prediction of Breast Self-Examination in A Sample of Iranian Women:
An Application of The Health Belief Mode, 2009, BMC Women’ s Health
Latar belakang dalam penelitian ini adalah banyaknya wanita Iran yang
tinggal di kota-kota kecil yang memiliki akses terbatas dalam kesehatan wanita
yaitu untuk melakukan mamografi serta pemeriksaan payudara secara klinis. Pada
penelitian ini pemeriksaan payudara sendiri (BSE) menjadi pendekatan yang
penting dan diperlukan untuk mendeteksi penyakit kanker payudara dalam tahap
awal untuk membatasi morbiditas dan mortalitas.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa wanita Iran yang telah melakukan
BSE di masa lalu dan melakukannya secara rutin menunjukan bahwa manfaat dan
efektivitas dalam mendeteksinya lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak
melakukan BSE. Oleh karena itu pelatihan BSE ditekankan dapat meningkatkan
efektivitas diri dalam mendeteksi penyakit kanker payudara pada wanita.
2.3.4 How Do Nurses and Teachers Perform Breast Self-Examination: Are
They Reliable Sources of Information?, 2007, BMC Public Health
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan
pengetahuan, perilaku dan sikap antara perawat wanita dan guru tentang
pemeriksaan payudara sendiri (BSE). Penelitian ini dilakukan di Aydin, Turki
dengan 125 perawat dan 164 guru sebagai responden. Penelitian ini dilakukan
kepada perawat dan guru dengan alasan, bahwa perawat dan guru merupakan
sumber informasi tentang kesehatan bagi masyarakat. Mereka dianggap sebagai
pusat informasi yang baik bagi masyarakat, sehingga dapat meningkatkan tingkat
kesehatan di masyarakat.
Hasil yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa
pengetahuan perawat tentang BSE lebih tinggi dibandingkan guru dengan
frekuensi 81,5% berbanding 45,1%. Para guru banyak yang tidak melakukan BSE
dikarenakan mereka tidak mengetahui cara yang benar tentang BSE, sehingga
banyak dari mereka tidak melakukan BSE.
2.3.5 Awareness of Breast Cancer Risk Factors and Practice of Breast Self-
Examination among High School Students in Turkey, 2008, BMC Public
Health
Latar belakang dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeteksi secara
dini adanya tanda terjadinya kanker payudara pada wanita muda, sehingga saat
ditemukan masalah kesehatan ini tidak langsung ada pada stadium lanjut. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan dan praktek BSE serta
untuk menentukan tentang faktor risiko untuk kanker payudara di kalangan siswa
SMA.
Pada penelitian ini menunjukkan hasil bahwa pengetahuan perempuan di
tingkat SMA cukup tentang BSE, tetapi hasil tentang praktek BSE masih rendah
hal ini ditunjukan pada hasil alasan mereka yang mengatakan bahwa mereka tidak
tahu cara yang benar tentang praktek BSE sebanyak 98,5 %. Untuk itu pada
kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa masih dibutuhkan informasi
atau pengetahuan tentang BSE terutama untuk praktek BSE di kalangan SMA,
dengan demikian pengetahuan remaja perempuan tantag risiko kanker payudara
dapat meningkat, terutama pada pendeteksian secara dini.

2.4 Peran Perawat dalam melakukan BSE


Seorang perawat memiliki peranan yang sangat penting untuk
meningkatkan kesehatan masyarakat, dengan cara menjadi pusat informasi
kesehatan di tengah masyarakat. hal ini ditunjukkan pada penelitian “How Do
Nurses and Teachers Perform Breast Self-Examination: Are They Reliable
Sources of Information?” pada penelitian ini menunjukkan bahwa seorang perawat
memiliki peranan penting dalam memberikan suatu informasi kesehatan bagi
masyarakat, hal tersebut juga dapat diketahui dari sebuah artikel yang berjudul
“Assessment of Factors Associated with Breast Self-Examination among Health
Extension Workers in West Gojjam Zone, Northwest Ethiopia” penelitian ini
dilakukan pada tahun 2012 yang menyatakan bahwa seorang perawat mempunyai
peranan penting dalam memberikan informasi tentang BSE pada para kader atau
aktivis peduli kanker payudara dengan cara mengajarkan kepada mereka tentang
cara BSE yang benar, sehingga mereka dapat memberikan informasi kepada
masyarakat luas. Upaya pemberian informasi ini merupakan salah satu cara untuk
pendeteksian dini pada wanita terhadap kejadian kanker payudara sebelum masuk
pada stadium lanjut.
Daftar Pustaka

Ali Montazeri, et al, 2008, Breast Cancer in Iran: Need for greater Women
Awareness of Warning Signs and Effective Screening Methods, diakses
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2628874/pdf/1447-056X-7-
6.pdf tanggal 15 Maret 2015, 17.00 WIB

Breast self exam, 2014, diakses: http://www.nlm.nih.gov, diakses tanggal 13


Maret 2015, pukul: 19.00 WIB

Breast self exam, 2014, diakses: http://www.breastcancer.org, diakses tanggal 15


Maret 2015, 21.00 WIB

Fatma Demirkiran, et al, 2007, How Do Nurses and Teachers Perform Breast
Self-Examination: Are They Reliable Sources of Information?, diakses:
http://www.biomedcentral.com/1471-2458/7/96 tanggal 16 Maret 2015,
19.00 WIB

Kearney A, & Murray M, 2006, Evidence Against Breast Si of Examination is not


Conclusive: What Polymakers and Health Professionals Need to Know,
Journal of Public Health Policy, diakses tanggal 13 Maret 2015, 19.30 WIB

Kemenkes RI, 2012, Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012, Jakarta:
Badan Pusat Statistik

Mary Atanga,et al, 2012, Breast Self-Examination and Breast Cancer Awereness
in Women in Developing Countries: A Survey of Women in Bue, Cameroon,
Departemen of Public Health and Hygiene: Faculty of Health Science,
diakses: http://www.biomedcentral.com/1756-0500/5/627 tanggal 13 Maret
2015, 22.00 WIB

Muluken Azage, et al, 2013, Assessment of Factors Associated with Breast Self-
Examination among Health Extention Workers in West Gojjam Zone,
Northwest Ethiopia, diakses:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3835626/pdf/IJBC2013-
814395.pdf tanggal 16 Maret 2015, 22.00 WIB

Sedigheh Sadat, et al, 2009, Prediction of Breast Self-Examination in A Sample of


Iranian Women: an Application of Health Belief Model, diakses:
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2806255/pdf/1472-6874-9-
37.pdf tanggal 15 Maret 2015, 19.00 WIB

Otto S, 2005, Buku Saku Keperawatan Onkologi, Jakarta: EGC


Ozgul Karayurt, et al, 2008, Awareness of Breast Cancer Risk Factors and
Practice of Breast Self-Examination among High School Students in Turkey,
diakses: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2587470/pdf/1471-
2458-8-359.pdf tanggal 16 Maret 2015, 20.00 WIB

Varney H, 2007, Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol.1, Jakarta: EGC

WHO, 2012, Worldwide Prevalence of Cancer, diakses:


http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs297/en/ tanggal 13 Maret
2015, 21.00 WIB