Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MANAJEMEN NYERI NONFARMAKOLOGI

Pokok Bahasan : Manajemen Nyeri Nonfarmakologi

Sasaran : Pasien Dan Keluarga Yang Ada Di Ruang Jantung

Hari/Tanggal : Rabu, 28 November 2018

Pukul : 08.00 – 08.30 WIB

Tempat : Ruang Anyelir RSD Gunung Jati Kota Cirebon

Penyuluh : Nima Maudina Svenskatama

A. LatarBelakang

Dalam rangka melakukan praktek keperawatan medikal bedah, maka penulis


melakukan satuan acara penyuluhan yang berkaitan dengan manajemen nyeri
nonfarmakologi. Yang mana isi dari penyuluhan tersebut adalah mengenai pengertian dari
nyeri, penyebab, tanda dan gejala, klasifikasi, dan cara mengurangi nyeri dengan manajemen
nyeri nonfarmakologi. Penyuluhan manajemen nyeri non farmakologi ini dilaksanakan pada
semua pasien yang mana hampir semua pasien yang di ruang jantung mengeluh nyeri.
Sehingga sehingga diperoleh masalah keperawatan gangguan rasa nyaman nyeri.
Untuk menunjang usaha tersebut, kami merencanakan akan memberikan pendidikan
kesehatan tentang manajemen nyeri nonfarmakologi, sehingga pasien dapat hidup dengan
produktif dan mandiri.

B. Tujuan Intuksional Umum (TIU)

Setelah mengikuti kegiatan selama 25 menit, pasien dapat mengetahui tentang


manajemen nyeri non farmakologi.
C. Tujuan Intruksional Kusus (TIK)

Setelah mengikuti kegiatan selama 25 menit diharapkan pasien dapat memahami tentang:

1. Mengetahui tentang pengertian nyeri

2. Mengetahui tentang penyebab nyeri

3. Mengetahui tentang tanda gejala nyeri

4. Mengetahui tentang klasifikasi nyeri

5. Mengetahui tentang manajemen nyeri non farmakologis

D. Strategi Pelaksanaan

a. Metode pelaksanaan : Ceramah dan tanyajawab

b. Media : Leaflet dan lembar balik

c. Kisi-kisi materi :

 Pengertian nyeri

 Penyebab nyeri

 Tanda gejala nyeri

 Klasifikasi nyeri

 Manajemen nyeri nonfarmakologi


E. Proses Pelaksanaan

No Waktu Kegiatan role play model Kegiatan peserta

1. 3 menit Pembukaan 1. Menjawab salam


2. Mendengarkan dan
1. Memberikan salam memperhatikan
2. Perkenalan 3. Mendengarkan dan
3. Menjelaskan tujuan pembelajaran
4. Menyebutkan materi atau pokok memperhatikan
4. Mendengarkan dan
bahasan yang di sampaikan
memperhatikan

2. 15 menit Isi 1. Menyimak dan menjawab


2. Menyimak dan mendengarkan
1. Menjelaskan pengertian nyeri 3. Menyimak dan menjawab
2. Menjelaskan penyebab nyeri 4. Menyimak dan mendengarkan
3. Menjelaskan tanda gejala nyeri 5. Menyimak dan menjawab
4. Menjelaskan klasifikasi nyeri
5. Menjelaskan tentang manajemen
nyeri nonfarmakologi

3. 4 menit Penutup 1. Bertanya dan menjawab


2. Menyimak dan mendengarkan
1. Mengevaluasi materi yang
disampaikan
2. Menyimpulkan materi yang
disampaikann
F. Setting Tempat Duduk

Keterangan :

penyaji :

klien :

keluarga klien :

MATERI PENYULUHAN
MANAJEMEN NYERI NONFARMAKOLOGI

1. Pengertian Nyeri

Nyeri merupakan sensasi tidak menyenangkan yang terjadi bila kita mengalami cedera atau
kerusakan pada tubuh kita. Nyeri dapat terasa sakit, panas, gemetar, kesemutan seperti
terbakar, tertusuk, atau ditikam.

2. Klasifikasi Nyeri

a. Nyeri akut (< 6 bulan)

Nyeri akut biasanya terjadi secara tiba- tiba dan umumnya berkaitan dengan cedera
spesifik. Nyeri akut merupakan nyeri yang berlangsung dari beberapa detik hingga enam
bulan.

b. Nyeri kronik

Nyeri kronik adalah nyeri konstan atau menetap sepanjang suatu periode waktu. Nyeri
kronik merupakan nyeri yang dirasakan selama lebih dari 6 bulan.
3. Tanda dan Gejala Nyeri

 SUARA
a. menangis
b. merintih
c. menarik/ menghembuskan nafas
 EKSPRESI WAJAH
a. meringis
b. menggigt lidah , mengatupkan gigi
c. tertutup rapat/membuka mata atau mulut
d. menggigit bibir
 PERGERAKAN TUBUH
a. kegelisahan
b. mondar-mandir
c. gerakan menggosok atau berirama
d. bergerak melindungi tubuh
e. otot tegang
 INTERAKSI SOSIAL
a. menghindari percakapan dan kontak sosial
b. berfokus aktivitas untuk mengurangi nyeri
c. disorientasi waktu

4. Manajemen Nyeri Nonfarmakologi

 Distraksi

Distraksi adalah teknik untuk mengalihkan perhatian terhadap hal – hal lain sehingga lupa
terhadap nyeri yang dirasakan. Contoh :

1. Membayangkan hal – hal yang menarik dan indah


2. Membaca buku, Koran sesuai dengan keinginan
3. Menonton TV
4. Medengarkan musik, radio, dll

 Relaksasi

Teknik relaksasi memberi individu control diri ketika terjadi rasa tidak nyaman atau nyeri,
stres fisik dan emosi pada nyeri Sejumlah teknik relaksasi dapat dilakukan untuk
mengendalikan rasa nyeri ibu dengan meminimalkan aktivitas simpatik dalam system
saraf otonom .

Tahapan relaksasi nafas dalam adalah sebagai berikut :

1. Ciptakan lingkungan yang tenang


2. Usahakan tetap rileks dan tenang
3. Menarik nafas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara melalui
hitungan 1,2,3
4. Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ekstrimitas atas
dan bawah rileks
5. Anjurkan bernafas dengan irama normal 3 kali
6. Menarik nafas lagi melalui hidung dan menghembuskan melalui mulut secara
perlahan-lahan
7. Membiarkan telapak tangan dan kaki rileks
8. Usahakan agar tetap konsentrasi / mata sambil terpejam
9. Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
10. Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
11. Ulangi sampai 15 kali, dengan selingi istirahat singkat setiap 5 kali
Kriteria Hasil
1. Evaluasi Proses
a. Mahasiswa duduk berhadapan dengan pasien di ruang jantung
b. Selama proses berlangsung diharapkan pasien dapat mengikuti seluruh kegiatan.
c. Selama kegiatan yang diharapkan pasien aktif
d. Suasana tenang dan tidak ada yang hilir mudik.
2. Evaluasi Hasil
a. 80 % pasien dapat menjelaskan pengertian nyeri
b. 80 % pasien dapat menjelaskan penyebab nyeri
c. 80 % pasien dapat menjelaskan tanda dan gejala nyeri
d. 80 % pasien dapat menjelaskan klasifikasi nyeri
e. 80 % pasien dapat menjelaskan manajemen nonfarmakologi

Daftar Pustaka

Smeltzer & Bare. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.

Suddarth & Brunner. (2001). Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Jakarta: EGC.

Tamsuri, A. (2006). Konsep dan Penatalaksanaan Nyeri. Jakarta : EGC.