Anda di halaman 1dari 80

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

1. menjelaskan limit fungsi secara intuitif;


2. menentukan limit fungsi aljabar secara intuitif;
3. menjelaskan sifat-sifat limit fungsi aljabar;
4. menggunakan sifat-sifat limit fungsi aljabar;
5. menentukan eksistensi limit fungsi aljabar;
6. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan limit fungsi aljabar.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. bersikap teliti, cermat, dan hati-hati dalam menyelesaikan masalah kontekstual;
2. bertanggung jawab dan saling menghargai terhadap proses penyelesaian yang berbeda dan kreatif.

Limit Fungsi

Mempelajari

Limit Fungsi secara Intuitif Nilai Limit Fungsi

Mencakup Mencakup

• Pendekatan Nilai x dari Kiri dan dari Kanan • Nilai Limit dengan Substitusi Langsung
• Pendekatan Nilai Fungsi f(x) jika x Didekati • Limit Tak Tentu
dari Kiri atau dari Kanan • Masalah yang Berkaitan dengan Limit Tak Tentu
• Limit Kiri dan Limit Kanan • Masalah Kontekstual yang Berkaitan dengan
• Limit Fungsi secara Intuitif Melalui Tabel Nilai Limit
atau Grafik Fungsi
• Sifat-Sifat Limit Fungsi Aljabar

Mampu

• Menjelaskan tentang limit fungsi dan eksistensinya.


• Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan limit fungsi aljabar.
• Bersikap teliti, cermat, dan hati-hati dalam menyelesaikan permasalahan konsep limit fungsi.
• Bersikap aktif dalam berdiskusi, bertanggung jawab dan menghargai dalam menyelesaikan masalah.

Matematika Kelas XI 1
A. Pilihan Ganda b. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x
mendekati 1 dari kanan, nilai h(x) mendekati
1. Jawaban: d
Dari tabel terlihat untuk nilai-nilai x yang mendekati 2 sehingga dapat dinyatakan lim + h(x) = 2.
x →1
2 dari kiri terlihat, nilai fungsi f(x) semakin men-
c. Oleh karena limit kiri ≠ limit kanan yaitu
dekati 4.
lim h(x) ≠ lim h(x) maka limit fungsi h(x)
Jadi, lim f(x) = 4. x → 1− +
x →1

x →2
di x = 1 tidak ada.
2. Jawaban: b
Dari tabel terlihat fungsi f (x) mendekati nilai 3 untuk Jadi, lim h(x) tidak ada.
x →1

nilai-nilai x mendekati 4 baik dari kiri ( lim − f(x) = 3) 6. Jawaban: c


x →4

dan dari kanan ( lim + f(x) = 3). Oleh karena a. Untuk a = 0, lim f(x) = ?
x →0
x →4

lim f(x) = lim f(x) = 3 maka lim f(x) = 3. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x
x → 4− x → 4+ x →4 mendekati 0 dari kiri, nilai f(x) mendekati 6
3. Jawaban: e
sehingga dapat dinyatakan lim − f(x) = 6. Dari
Dari tabel terlihat bahwa untuk nilai-nilai x x →0

mendekati –1 dari kiri, nilai fungsi g(x) mendekati grafik fungsi terlihat untuk nilai x mendekati 0
nilai –1. Artinya lim g(x) = –1. Untuk nilai-nilai dari kanan, nilai f(x) mendekati 6 sehingga
x → −1−
x mendekati –1 dari dari kanan, nilai fungsi g(x) dapat dinyatakan lim + f(x) = 6. Oleh karena
x →0

mendekati nilai 1. Artinya lim g(x) = 1. Oleh limit kiri = limit kanan yaitu lim f(x)
+
x → −1 x → 0−

karena lim g(x) ≠ lim g(x) maka lim g(x) = lim + f(x) = 6 maka limit fungsi f(x) di x = 0
x → −1− x → −1+ x → −1 x →0

tidak ada. ada yaitu lim f(x) = 6.


x →0
4. Jawaban: c b. Untuk a = 2, lim f(x) = ?
a. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x x →2

mendekati 0 dari kiri, nilai h(x) mendekati 1 Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x
mendekati 2 dari kiri, nilai f(x) mendekati 2
sehingga dapat dinyatakan lim − h(x) = 1.
x →0
sehingga dapat dinyatakan lim − f(x) = 2. Dari
b. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x x →2

mendekati 0 dari kanan, nilai h(x) mendekati grafik fungsi terlihat untuk nilai x mendekati 2

1 sehingga dapat dinyatakan lim + h(x) = 1. dari kanan, nilai f(x) mendekati 2 sehingga
x →0
dapat dinyatakan lim + f(x) = 2. Oleh karena
c. Oleh karena limit kiri = limit kanan yaitu x →2

lim h(x) = lim h(x) = 1 maka lim h(x) = 1. limit kiri = limit kanan yaitu lim f(x) =
− − x → 2−
x →0 x →0 x →0
lim f(x) = 2 maka limit fungsi f(x) di x = 2
Jadi, lim h(x) = 1. x → 2+
x →0
ada yaitu lim f(x) = 2.
5. Jawaban: e x →2

a. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x c. Untuk a = 4, lim f(x) = ?


x →4
mendekati 1 dari kiri, nilai h(x) mendekati 1
Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x
sehingga dapat dinyatakan lim − h(x) = 1.
x →1 mendekati 4 dari kiri, nilai f(x) mendekati 6
sehingga dapat dinyatakan lim − f(x) = 6. Dari
x →4

2 Limit Fungsi
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati –2 dari
tabel terlihat untuk nilai x mendekati 4 dari
kiri, nilai f(x) mendekati –6 sehingga dapat
kanan, nilai f(x) mendekati 2 sehingga dapat lim
dinyatakan f(x) = –6. Dari tabel terlihat
x → −2−
dinyatakan lim f(x) = 2. Oleh karena limit
+
x →4 untuk nilai x mendekati –2 dari kanan, nilai f(x)
kiri ≠ limit kanan yaitu lim f(x) ≠

lim f(x)
+
mendekati –6 sehingga dapat dinyatakan
x →4 x →4
lim f(x) = –6. Oleh karena lim f(x) =
maka limit fungsi f(x) di x = 4 tidak ada. x → −2+ x → −2−

Jadi, lim f(x) ada untuk nilai a = 0 dan a = 2. lim f(x) = –6 maka lim f(x) = –6.
x →4 x → −2+ x → −2

7. Jawaban: b Jadi, lim f(x) = –6.


x → −2
Misalkan f(x) = –3.
Tabel nilai: 9. Jawaban: d
x f(x) x2 − 1
Misalkan f(x) = .
x −1
2 –3
Tabel nilai:
4 –3
4,1 –3 x f(x)
4,9 –3
4,99 –3 –1 0
4,999 –3 0 1
··· ··· 0,1 1,1
5 ? 0,9 1,9
··· ... 0,99 1,99
5,001 –3 0,999 1,999
5,01 –3 ··· ···
5,1 –3 1 ?
6 –3 ··· ...
1,001 2,001
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati 5 dari 1,01 2,01
1,1 2,1
kiri, nilai f(x) mendekati –3 sehingga dapat 2 3
dinyatakan lim − f(x) = –3. Dari tabel terlihat untuk
x →5 Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati 1 dari
nilai x mendekati 5 dari kanan, nilai f(x) mendekati kiri, nilai f(x) mendekati 2 sehingga dapat dinyata-
2 sehingga dapat dinyatakan lim + f(x) = –3. Oleh kan lim − f(x) = 2. Dari tabel terlihat untuk nilai x
x →5
x →1
karena lim − f(x) = lim + f(x) = –3 maka lim f(x) mendekati 1 dari kanan, nilai f(x) mendekati 2
x →5 x →5 x →5
= –3. sehingga dapat dinyatakan lim f(x) = 2. Oleh
x → 1+
Jadi, lim (–3) = –3.
x →5 karena lim − f(x) = lim + f(x) = 2 maka lim f(x) = 2.
x →1 x →1 x →1
8. Jawaban: b x2 − 1
Jadi, lim = 2.
Misalkan f(x) = x – 4. x → 1 x −1
Tabel nilai:
10. Jawaban: e
x f(x)
a. lim (g(x) – f(x)) = lim g(x) – lim f(x)
–3 –7 x →3 x →3 x →3
–2 –6
–2,1 –6,1
= 2 – 12 = –10
–2,01 –6,01 lim 4 × lim g(x)
–2,001 –6,001 ⎛ 4 × g(x) ⎞ x →4 x→4
b. lim⎜ ⎟ =
··· ··· x → 3 ⎝ f(x) ⎠ lim f(x)
x→4
–2 ?
··· ... 4×2 8 2
= 12
= 12 = 3
–1,999 –5,999
–1,99 –5,99
–1,9 –5,9 c. lim (g(x)2) = ( lim (g(x))2 = 22 = 4
–1 –5 x →3 x →3

Matematika Kelas XI 3
d. lim (f(x)2) – 4g(x)) 2. a. Tabel nilai f(x) = –x:
x →3
x f(x)
= ( lim (f(x))2 – 4 × lim g(x))
x →3 x →3 1 –1
4 –4
= 122 – 4 × 2 = 144 – 8 = 136
5,1 –5,1
e. lim (f(x)2) – g(x)2) 5,9 –5,9
x →3 5,99 –5,99
5,999 –5,999
= ( lim (f(x))2 – ( lim g(x)2) = 122 – 22 =140 ··· ···
x →3 x →3
6 –6
Jadi, pernyataan yang benar pada pilihan e. ··· ...
6,001 –6,001
B. Uraian 6,01 –6,01
6,1 –6,1
6 –6
1. a. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x men-
dekati c dari kiri, nilai f(x) mendekati 0 sehingga
Grafik fungsi f(x) = –x:
dapat dinyatakan lim f(x) = 0. Dari grafik

x →c Y
fungsi terlihat untuk nilai x mendekati c dari X
kanan, nilai f(x) mendekati 0 sehingga dapat –2 –1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
–1
dinyatakan lim f(x) = 0. Oleh karena –2
x → c+
–3
lim f(x) = lim f(x) = 0 maka lim f(x) = 0. –4
− + x →c
x →c x →c
–5
Jadi, lim f(x) = 0.
x →c –6
b. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x men- –7
y = f(x)
dekati c dari kiri, nilai f(x) mendekati k se-
hingga dapat dinyatakan lim − f(x) = k. Dari Dari tabel dan grafik fungsi terlihat untuk nilai
x →c
x mendekati 6 dari kiri, nilai f(x) mendekati –6
grafik fungsi terlihat untuk nilai x mendekati c
sehingga dapat dinyatakan lim f(x) = –6.
dari kanan, nilai f(x) mendekati k sehingga x → 6−

dapat dinyatakan lim + f(x) = k. Oleh karena Dari tabel dan grafik fungsi terlihat untuk nilai
x →c
x mendekati 6 dari kanan, nilai f(x) mendekati
lim f(x) = lim f(x) = k maka lim f(x) = k.
− + x →c
x →c x →c –6 sehingga dapat dinyatakan lim f(x)
x → 6+
Jadi, lim f(x) = k.
x →c = –6. Oleh karena lim − f(x) = lim + f(x) = –6
x →6 x →6
c. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x men-
dekati c dari kiri, nilai f(x) mendekati p se- maka lim f(x) = lim (–x) = –6.
x →6 x →6

hingga dapat dinyatakan lim − f(x) = p. Dari Jadi, dapat ditunjukkan lim (–x) = –6.
x →c x →6

grafik fungsi terlihat untuk nilai x mendekati c


b. Tabel nilai f(x) = 5x – 2:
dari kanan, nilai f(x) mendekati q sehingga
x f(x)
dapat dinyatakan lim + f(x) = q. Oleh karena
x →c –1 –7
lim f(x) ≠ lim f(x) maka lim f(x) tidak 0 –2
− + x →c 1,1 3,5
x →c x →c
1,9 7,5
ada. 1,99 7,95
Jadi, grafik fungsi tidak mempunyai limit di c. 1,999 7,995
··· ···
2 ?
··· ...
2,001 8,005
2,01 8,05
2,1 8,5
3 13

4 Limit Fungsi
Grafik fungsi f(x) = 5x – 2: Dari tabel dan grafik fungsi terlihat untuk nilai
Y x mendekati –3 dari kiri, nilai f(x) semakin
10
y = f(x) mengecil tak terbatas atau dapat dikatakan
9
8 f(x) mendekati –∞ sehingga dapat dinyatakan
7 lim f(x) = –∞. Dari tabel dan grafik fungsi
6 x → − 3−
5 terlihat untuk nilai x mendekati –3 dari kanan,
4
3 nilai f(x) semakin membesar tak terbatas atau
2 dapat dikatakan mendekati ∞ sehingga dapat
1
X dinyatakan lim f(x) = ∞. Oleh karena
–1 0 1 2 3 4 5 x → − 3+
–1
–2 lim f(x) ≠ lim f(x) maka lim f(x)
x → − 3− x → − 3+ x → −3

Dari tabel dan grafik fungsi terlihat untuk nilai tidak ada.
x mendekati 2 dari kiri, nilai f(x) mendekati 8 1
Jadi, dapat ditunjukkan lim x + 3
= tidak
x → −3
sehingga dapat dinyatakan lim − f(x) = 8. Dari ada.
x →2
tabel dan grafik fungsi terlihat untuk nilai x f(x) + 2
3. a. lim
mendekati 2 dari kanan, nilai f(x) mendekati 8 x → c f(x) − 2
lim (f(x) + 2)
x →c
sehingga dapat dinyatakan lim + f(x) = 8. Oleh =
x →2 lim (f(x) − 2)
x →c
karena lim f(x) = lim f(x) = 8 maka lim f(x) + lim 2
x → 2− x → 2+ x →c x →c L+2
= lim f(x) − lim 2 =
lim f(x) = 8. x →c x →c
L−2
x →2
f(x) + 2 L+2
Jadi, dapat ditunjukkan lim (5x – 2) = 8. Jadi, lim = .
x →2 x → c f(x) − 2 L−2
1 f2 (x) − L2
c. Tabel nilai f(x) = x + 3 : b. lim 2 2
x → c f (x) + L
x f(x) lim (f2 (x) − L2 )
x→c
–5 –0,5 =
lim (f2 (x) + L2 )
–4 –1 x→c
–3,1 –10 lim f2 (x) − lim L2
–3,01 –100 x→c x→c
=
–3,001 –1.000 lim f2 (x) + lim L2
x→c x→c
··· ···
–3 ?
··· ... ( lim f(x))2 − lim L2
x→c x→c
–2,999 1.000 =
–2,99 100 ( lim f(x))2 + lim L2
x→c x→c
–2,9 10 2 2
L −L 0
–2 1 = = =0
L2 + L2 2L2
1
Grafik fungsi f(x) = x + 3 : f2 (x) − L2
Jadi, lim 2 2 = 0.
x → c f (x) + L
Y 2
y = f(x) 5 ⎛ f(x) − g(x) ⎞
c. lim ⎜ ⎟
4 x → c ⎝ f(x) + g(x) ⎠
3 2
⎛ f(x) − g(x) ⎞
2 = ⎜ lim f(x) + g(x) ⎟
⎝x →c ⎠
1
X 2
⎛ lim f(x) − lim g(x) ⎞ 2
L −K ⎞
⎜x→c ⎟ = ⎛⎜
–7 –6 –5 –4 –3 –2 –1 0 1 2 3 4 5 x→c
–1 = ⎜⎜ lim f(x) + lim g(x) ⎟⎟ ⎟
⎝L +K ⎠
–2 ⎝x→c x→c ⎠
2 2
–3 ⎛ f(x) − g(x) ⎞ L −K ⎞
Jadi, lim ⎜ ⎟ = ⎛⎜ ⎟ .
–4 x → c ⎝ f(x) + g(x) ⎠ ⎝L +K ⎠

Matematika Kelas XI 5
4. Ada beberapa kemungkinan jawaban siswa.
–6 sehingga dapat dinyatakan lim f(x) = 6.
Berikut ini salah satu jawaban yang mungkin. x → −2+

⎧ 6 − x untuk x > 2 Oleh karena lim f(x) ≠ lim f(x) maka


Fungsi f(x) = ⎨ x → −2− x → −2+
⎩ x + 2 untuk x < 2 lim f(x) = tidak ada.
x → −2
Tabel nilai:
Dengan demikian, untuk a = –2, lim f(x) tidak
x →a
x f(x)
ada.
–1 1
0 2 b. Untuk a = –1:
1,1 3,1 Dari grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x
1,9 3,9
1,99 3,99 mendekati –1 dari kiri, nilai f(x) mendekati 3
1,999 3,999
··· ··· sehingga dapat dinyatakan lim f(x) = 3. Dari
x → −1−
2 ?
··· ... grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x mendekati
2,001 3,999
2,01 3,99 –1 dari kanan, nilai f(x) mendekati 3 sehingga
2,1 3,9
3 3 lim f(x) = 3. Oleh karena
dapat dinyatakan
x → −1+
Grafik fungsi f(x): lim f(x) = lim f(x) = 3 maka lim f(x) = 3.
Y x → −1− +
x → −1 x → −1
8 Dengan demikian, untuk a = –1, lim f(x)
x → −1
7
6
ada.
5 c. Untuk a = 1:
4 Dari grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x
3 mendekati 1 dari kiri, nilai f(x) mendekati 0
y = f(x)
2 sehingga dapat dinyatakan lim − f(x) = 0. Dari
x →1
1
grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x mendekati
X
–2 –1 0 1 2 3 4 5 6 7 8 1 dari kanan, nilai f(x) mendekati 0 sehingga
dapat dinyatakan lim + f(x) = 0. Oleh karena
Dari tabel dan grafik fungsi terlihat untuk nilai x x →1

mendekati 2 dari kiri, nilai f(x) mendekati 4 lim f(x) = lim f(x) = 0 maka lim f(x) = 0.
x → 1− +
x →1 x →1
sehingga dapat dinyatakan lim − = 4. Dari tabel Dengan demikian, untuk a = 1, lim f(x) ada.
x →2 x →1
dan grafik fungsi terlihat untuk nilai x mendekati 2 d. Untuk a = 3:
dari kanan, nilai f(x) mendekati 4 sehingga dapat Dari grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x
mendekati 3 dari kiri, nilai f(x) mendekati 4
dinyatakan lim = 4. Oleh karena lim f(x) =
x → 2+ x → 2−
sehingga dapat dinyatakan lim − f(x) = 4. Dari
lim f(x) = 4 maka lim f(x) = 4. x →3
+ x →2
x →2 grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x mendekati
⎧ 6 − x untuk x > 2
Jadi, fungsi f(x) = ⎨ . 3 dari kanan, nilai f(x) mendekati 4 sehingga
⎩ x + 2 untuk x < 2
dapat dinyatakan lim + f(x) = 4. Oleh karena
x →3
5. a. Untuk a = –2:
lim f(x) = lim f(x) = 4 maka lim f(x) = 4.
Dari grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x x →3− +
x →3 x →3
mendekati –2 dari kiri, nilai f(x) mendekati 3
Dengan demikian, untuk a = 3, lim f(x) ada.
x →3
sehingga dapat dinyatakan lim f(x) = 3.

x → −2 Jadi, lim f(x) ada untuk nilai a = –1, 1, 3.
Dari grafik fungsi f(x) terlihat untuk nilai x x →a
mendekati –2 dari kanan, nilai f(x) mendekati

6 Limit Fungsi
6. Jawaban: b
A. Pilihan Ganda
Dengan substitusi langsung:
1. Jawaban: e x 2 + 3x 9−9 0
( −3)2 + 3 × ( −3)
Dengan substitusi langsung: lim = = = 0 (tak tentu)
x → −3 x + 3 −3 + 3 0
lim (3x + 2) = 3 × 2 + 2 = 8 Dengan memfaktorkan:
x→2
x 2 + 3x
Jadi, lim (3x + 2) = 8. lim
x → −3 x + 3
x→2
x(x + 3)
2. Jawaban: a = lim x + 3 = lim x = –3
x → −3 x → −3
Dengan substitusi langsung:
x 2 + 3x
2x 2× 0 Jadi, lim = –3.
lim = x → −3 x + 3
x→0 x+2 0+2
0 7. Jawaban: a
= 2
=0 Dengan substitusi langsung:
2x 3x 3 − 5x 2 3 × 03 − 5 × 02 0
Jadi, lim = 0. lim = = 0 (tak tentu)
x→0 +2
x x→0 2x 2 2 × 02
3. Jawaban: d Dengan memfaktorkan:
lim (x2 – 5)3 = ( lim (x2 – 5))3 3x 3 − 5x 2 x 2 (3x − 5)
x → −3 x → −3
lim = lim
x→0 2x 2 x→0 2x 2
=((–3)2 – 5)3 3x − 5
= (4)3 = 64 = lim 2
x→0
Jadi, lim (x2 – 5)3 = 64. 3× 0 − 5
x → −3 = 2
4. Jawaban: e 0−5 5
2 = =–2
lim 3x − 11 – 3x 2
x→5
3x 3 − 5x 2 5
2 Jadi, lim = –2.
= 3 × 5 − 11 – 3 × 5 x→0 2x 2

= 3 × 25 − 11 – 3 × 5 8. Jawaban: e
Dengan substitusi langsung:
= 75 − 11 – 15 2
42 − 2 × 4 − 8
lim x − 2x − 8 =
= 64 – 15 x→4 3x − 12 3 × 4 − 12
= 8 – 15 16 − 8 − 8 0
= = 0 (tak tentu)
12 − 12
= –7
Dengan memfaktorkan:
Jadi, lim ( 3x 2 − 11 – 3x) = –7. 2
(x + 2)(x − 4)
x →5 lim x − 2x − 8 = lim
x→4 3x − 12 x→4 3(x − 4)
5. Jawaban: b x+2
= lim
Gunakan sifat: x→4 3
4+2 6
lim (f(x) × g(x)) = lim f(x) × lim g(x) = = 3 =2
x →a x →a x →a 3
2
x − 2x − 8
lim (x3 – 2x + 3)(x4 + x3 – 3x2 – 1) Jadi, lim = 2.
x →1 x→4 3x − 12

= lim (x3 – 2x + 3) × lim (x4 + x3 – 3x2 – 1) 9. Jawaban: a


x →1 x →1 Dengan substitusi langsung:
= (13 – 2 × 1 + 3)(14 + 13 – 3 × 12 – 1) (x − 1)2 (1 − 1)2 02 0
lim = = = 0 (tak tentu)
= 2 × (–2) 3
x →1 x −1 13 − 1 1− 1
= –4
Jadi, lim (x3 – 2x + 3)(x4 + x3 – 3x2 – 1) = –4.
x →1

Matematika Kelas XI 7
Dengan memfaktorkan: 22 − ( x +1)2
2 2
= lim
(x − 1) (x − 1) x → 3 (x − 3)(2 + x +1)
lim 3
= lim 2
x →1 x −1 x → 1 (x − 1)(x + x + 1) 4 − (x + 1)
x −1 1− 1 0 = lim
= lim = = =0 x → 3 (x − 3)(2 + x +1)
2
x →1 x + x + 1 12 + 1 + 1 3
−x + 3
= lim
(x − 1)2 x → 3 (x − 3)(2 + x +1)
Jadi, lim 3 = 0.
x →1 x −1 −(x − 3)
= lim
x → 3 (x − 3)(2 + x +1)
10. Jawaban: d −1
Dengan substitusi langsung: = lim
x → 3 2 + x +1
x3 + 8 (−2)3 + 8 0 −1
lim = = (tak tentu) =
x → −2 x + 2 −2 + 2 0 2 + 3 +1
Dengan memfaktorkan: −1 1
= =–
2+2 4
x3 + 8 (x + 2)(x 2 − 2x + 4)
lim = lim 2− x + 1 1
x → −2 x + 2 x → −2 (x + 2)
lim =– .
x→3 x−3 4
= lim (x2 – 2x + 4)
x → −2
13. Jawaban: c
= (–2)2 – 2(–2) + 4 Dengan substitusi langsung:
= 4 + 4 + 4 = 12  3x  3× 0 0
lim   = = (tak tentu)
3 x→0  9 + x − 9−x  9 + 0 − 9−0 0
x +8
Jadi, lim = 12. Dengan mengalikan bentuk sekawan:
x → −2 x + 2
 3x 9 + x + 9−x 
11. Jawaban: b lim  × 
Dengan substitusi langsung: x→0  9 + x − 9−x 9 + x + 9−x 

2 8 2 8
lim  − 2  = − = lim 
 3x( 9 + x + 9 − x) 

x→2 x−2 x −4 2 − 2 22 − 4 x→0  (9 + x) − (9 − x) 
2 8
= −  3x( 9 + x + 9 − x ) 
0 0 = lim  
= ∞ – ∞ (tak tentu) x→0  2x 

Dengan memfaktorkan:  3( 9 + x + 9 − x ) 
= lim  
2 8  x→0  2 
lim  − 
x→2 x−2 x2 − 4  3( 9 + 0 + 9 − 0) 3×6
= = =9
 2 x+2 8  2 2
= lim  × −
x→2 x−2 x+2 (x + 2)(x − 2)   3x 
Jadi, lim  9 + x − 9 − x  = 9.
2(x + 2) − 8 x→0  
= lim  (x + 2)(x − 2) 
x→2   14. Jawaban: c
2(x − 2)  v(t) = t2 – 2t
= lim  
x → 2  (x + 2)(x − 2)  lim v(t) = lim (t2 – t)
2 t→5 t→5
= lim
x→2 x+2 = 52 – 2 × 5
2 1 = 25 – 10
= =
2+2 2 = 15
2 8  1 Jadi, kecepatan mobil mendekati 15 m/detik.
Jadi, lim  −  = .
x − 2 x2 − 4
x→2   2
15. Jawaban: d
12. Jawaban: a Rumus pertumbuhan penduduk setiap tahun:
Dengan substitusi langsung:
1 2
2 − x +1 2 − 3 +1 2− 2 0 p(t) = 2
t − 3t + 5
lim = = = (tak tentu)
x→3 x−3 3−3 0 0
Pertumbuhan penduduk pada saat mendekati
Dengan mengalikan bentuk sekawan: tahun kelima (t = 5):
2 − x +1 2 − x +1 2 + x +1 1 2
lim = lim × lim p(t) = lim 2
t − 3t + 5
x→3 x−3 x→3 x−3 2 + x +1 t→5 t→5

8 Limit Fungsi
1 2
= ×5 −3×5 + 5 −1 1
2 = 3 × (0 + 3) = – 9
1
= 2
× 25 − 15 + 5 1

1
1
x+3 3
Jadi, lim = –9.
x→0 x
= 12,5 − 15 + 5
2. a. Dengan substitusi langsung:
= 2,5
3 + x − 2x 3 + 3 − 2×3 0
Jadi, pertumbuhan penduduk setiap tahun 2,5 %. lim = = (tak tentu)
x→3 3−x 3−3 0
Dengan mengalikan bentuk sekawan:
B. Uraian.
3 + x − 2x 3 + x + 2x
1. a. Dengan substitusi langsung: lim ×
x→3 3−x 3 + x + 2x
x 2 − 25 52 − 25 0
lim = = (tak tentu) (3 + x) − (2x)
2
x → 5 x + x − 30 52 + 5 − 30 0 = lim
x → 3 (3 − x)( 3 + x + 2x)
Dengan memfaktorkan: 3 −x
= lim
x 2 − 25 (x + 5)(x − 5) x → 3 (3 − x)( 3 + x + 2x)
lim 2 = lim
x → 5 x + x − 30 x → 5 (x + 6)(x − 5) 1
= lim
x+5 x → 3 3 + x + 2x
= lim
x→5 x+6 1
=
5+5 10 3 + 3 + 2×3
= =
5+6 11 1 1
= = × 6
= 1 6
x 2 − 25 10 6+ 6 2 6 6 12
Jadi, lim 2 = .
x → 5 x + x − 30 11
3 + x − 2x
Jadi, lim = 1 6 .
3−x 12
b. Dengan substitusi langsung: x→3


1
−1 b. Dengan substitusi langsung:
2x − 1 0
lim = 2
1 2
= (tak tentu) x −1 1− 1 1− 1 0
x→
1 4x 2 − 1 4 × (2) − 1 0 lim = = = (tak tentu)
2 x →1 x2 + 3 − 2 12 + 3 − 2 2−2 0
Dengan memfaktorkan:
Dengan mengalikan bentuk sekawan:
2x − 1 2x − 1
lim = lim
x→
1 4x 2 − 1 x→
1 (2x + 1)(2x − 1) x −1 x2 + 3 + 2
2 2 lim 2
×
1
x →1 x +3−2 x2 + 3 + 2
= lim
x→
1 2x + 1 (x − 1)( x 2 + 3 + 2)
2 = lim
x →1 (x 2 + 3) − 4
1
= 1
= 1 (x − 1)( x 2 + 3 + 2)
2× +1 2
2 = lim
x →1 x2 − 1
2x − 1
Jadi, lim = 1. (x − 1)( x 2 + 3 + 2)
x→
1 4x 2 − 1 2 = lim
2 x →1 (x − 1)(x + 1)

c. Dengan substitusi langsung: x2 + 3 + 2 12 + 3 + 2 2+ 2 4


1 1 1 1
= lim = = = =2
− − x →1 x +1 1+ 1 1+ 1 2
x+3 3 0+3 3 0
lim = = (tak tentu) x −1
x 0 0
x→0 Jadi, lim 2
= 2.
x →1 x +3−2
Dengan memfaktorkan:
1 1 3 x+3 c. Dengan substitusi langsung:
x+3
− 3 3(x + 3)
− 3(x + 3)
lim = lim x−2 4 −2 0
x→0 x x→0 x lim = = (tak tentu)
x→4 2x − 4 − 2 2×4 − 4 − 2 0
3 − (x + 3)
3(x + 3)
= lim Dengan mengalikan bentuk sekawan:
x→0 x
x−2 x+2 2x − 4 + 2
−x lim × ×
3(x + 3) x→4 2x − 4 − 2 x+2 2x − 4 + 2
= lim
x→0 x
( x − 2)( x + 2)( 2x − 4 + 2)
−1 = lim
= lim 3(x + 3) x → 4 ( 2x − 4 − 2)( 2x − 4 + 2)( x + 2)
x→0

Matematika Kelas XI 9
(x − 4)( 2x − 4 + 2)
⇔ (0 – 1)(a × 0 + b) = 1
= lim ⇔ –1(b) = 1
x → 4 ((2x − 4) − 4)( x + 2)
⇔ b = –1
(x − 4)( 2x − 4 + 2)
= lim f(x) x(x − 1)(ax + b)
x→4 2(x − 4)( x + 2) lim = 1 ⇔ lim =1
x →1 x −1 x →0 x −1
2x − 4 + 2
= lim ⇔ lim x(ax + b) = 1
x → 4 2( x + 2)
x →1
2×4 − 4 + 2 4+2 2+2
= = = = 1 ⇔ 1 × (a × 1 + b) = 1
2( 4 + 2) 2( 4 + 2) 2(2 + 2) 2 ⇔ a+b=1
x−2 ⇔ a + (–1) = 1
Jadi, lim = 1.
x→4 2x − 4 − 2 2 ⇔ a=2
Nilai a = 2 dan b = –1, rumus fungsi f(x):
3. a. lim (2x4 – 3x + 1) = 14a f(x) = x(x – 1)(ax + b)
x→3
⇔ 2 × 34 – 3 × 3 + 1 = 14a = x(x – 1)(2x – 1)
⇔ 162 – 9 + 1 = 14a = x3 – 3x2 + x
⇔ 154 = 14a Jadi, rumus fungsi f(x) adalah f(x) = x3 – 3x2 + x.
⇔ a = 11 5. a. Nilai pendekatan v(t) untuk t mendekati 5 detik.
1
Jadi, nilai a yang memenuhi lim (2x4 – 3x + 1) lim v(t) = lim (5t – 2 t2)
x→3 t→5 t→5
= 14a adalah a = 11. 1
= 5 × 5 – 2 × 52
x 4 − 16
b. lim = 3a + 1
x → −2 (x + 2) = 25 – 12,5
(x 2 − 4)(x 2 + 4) = 12,5
⇔ lim = 3a + 1 Jadi, kelajuan mobil untuk t mendekati 5 detik
x → −2 x+2
adalah 12,5 m/detik.
(x + 2)(x − 2)(x 2 + 4)
⇔ lim = 3a + 1
x → −2 x+2 Perubahan kelajuan
b. Percepatan = Perubahan waktu
⇔ lim (x – 2)(x2 + 4) = 3a + 1
x → −2 Untuk waktu mendekati 3 detik.
⇔ (–2 – 2)((–2)2 + 4) = 3a + 1 1 1
v(t) = 5t – 2 t2 ⇒ v(3) = 5 × 3 – 2 × 32 = 10,5
⇔ –32 = 3a + 1
⇔ –33 = 3a ∆v v(t) − v(3)
lim = lim
⇔ a = –11 t→3 ∆t t→3 t−3
x 4 − 16 1
5t − 2 t2 − 10,5
Jadi, nilai a yang memenuhi lim = = lim
x → −2 (x + 2) t→3 t−3
1
3a + 1 adalah a = – 11. (10t − t2 − 21)
= lim 2
t→3 t−3
f(x) 1
(− t 2 + 10t − 21)
4. Oleh karena lim = 1, fungsi f(x) memuat x = lim 2
x →0 x t→3 t−3
sebagai salah satu faktornya. Oleh karena 1
(− t + 7)(t − 3)
f(x) = lim 2
lim = 1, fungsi f(x) memuat (x – 1) sebagai t→3 t−3
x →1 x −1 1
salah satu faktornya. Dengan demikian, f(x) = lim (–t + 7)
t→3 2

mempunyai faktor x dan (x – 1). Misalkan faktor 1


= 2 (–3 + 7) = 2
yang lain (ax + b). Jadi, percepatan mobil pada saat t mendekati
3 detik adalah 2 m/detik2.
f(x) = x(x – 1)(ax + b).
f(x) x(x − 1)(ax + b)
lim = 1 ⇔ lim =1
x →0 x x →0 x

⇔ lim (x – 1)(ax + b) = 1
x →0

10 Limit Fungsi
Pendekatan Nilai x dari Kiri dan Kanan

Pendekatan Nilai Fungsi

Limit Kiri dan Limit Kanan Limit Fungsi


secara Intuitif
Limit Fungsi secara Intuitif

Sifat-Sifat Limit Fungsi Aljabar

Limit Fungsi

Nilai Limit dengan Substitusi Langsung

Nilai Tak Tentu

Nilai Limit dengan Strategi Pemfaktoran


Nilai Limit Fungsi
Nilai Limit dengan Strategi Mengalikan
Bentuk Sekawan

Permasalahan yang Berkaitan dengan


Limit Fungsi

Matematika Kelas XI
11
A. Pilihan Ganda Oleh karena lim− f(x) ≠ lim+ f(x) maka lim f(x)
x→1 x→1 x→1
1. Jawaban: d = tidak ada.
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati 7 dari
kanan, nilai f(x) mendekati 3 sehingga dapat Jadi, lim f(x) tidak ada.
x→1
dinyatakan lim + f(x) = 3.
x →7 5. Jawaban: d
2. Jawaban: c Pendekatan untuk nilai f(x) dari kiri dan kanan.
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati –3 dari lim f(x) = lim (x2 – 1)
kiri, nilai f(x) mendekati –2 sehingga dapat x → − 2− −
x → −2

lim = (–2)2 – 1
dinyatakan f(x) = –2.
x → − 3− =3
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati –3 dari lim f(x) = lim (–2x – 1)
kanan, nilai f(x) mendekati –2 sehingga dapat x → − 2+ +
x → −2
= –2 × (–2) – 1
dinyatakan lim f(x) = –2.
x → − 3+ =3
Oleh karena lim f(x) = lim f(x) = –2 maka Oleh karena lim f(x) = lim f(x) = 3 maka
x → − 3− x → − 3+ x → − 2− x → − 2+
lim f(x) = –2. lim f(x) = 3.
x → −3 x → −2
Jadi, lim f(x) = –2. Jadi, lim f(x) = 3.
x → −3 x → −2

3. Jawaban: b 6. Jawaban: e
Dari grafik terlihat untuk nilai x mendekati 0 dari lim (2x4 + 3x3 – 25) = 2 × (–5)4 + 3 × (–5)3 – 25
x → −5
kiri, grafik fungsi f(x) mendekati 1 sehingga dapat = 2 × 625 + 3 × (–125) – 25
dituliskan lim f(x) = 1. = 1.250 – 375 – 25
x → 0−
= 850
Dari grafik terlihat untuk nilai x mendekati 0 dari
kanan, grafik fungsi f(x) mendekati 1 sehingga Jadi, lim (2x4 + 3x3 – 25) = 850.
x → −5
dapat dituliskan lim + f(x) = 1. 7. Jawaban: a
x→0

Oleh karena lim f(x) = lim f(x) = 1 maka Dengan substitusi langsung:
x → 0− x → 0+ (x10 − 1) 210 − 1
lim f(x) = 1. lim 2 =
x→0 x→2 1− x 1 − 22
1.024 − 1 1.023
Jadi, lim f(x) = 1. = 1− 4
= −3
= –341
x→0
10
4. Jawaban: e Jadi, lim (x −21) = –341.
x→2 1− x
Dari grafik terlihat untuk nilai x mendekati 1 dari
kiri, grafik fungsi f(x) mendekati 1 sehingga dapat 8. Jawaban: b
dituliskan lim− f(x) = 1. Dengan substitusi langsung:
x→1 2x − 5
Dari grafik terlihat untuk nilai x mendekati 1 dari lim f(x) = lim
x →1 x →1 x +1
kanan, grafik fungsi f(x) mendekati 2 sehingga 2 × 1− 5
=
dapat dituliskan lim+ f(x) = 2. 1+ 1
x→1 3
= 2−5 = –
2 2
3
Jadi, lim f(x) = – .
x →1 2

12 Limit Fungsi
9. Jawaban: a 13. Jawaban: b
Sifat-sifat limit fungsi Diketahui f(x) = 2x maka:
a. lim f(x) + g(x) = lim f(x) + g(x) f(x2 – 1) = 2(x2 – 1) = 2x2 – 2
x→c x→c
lim f(x2 – 1) = lim (2x2 – 2)
b. lim f(x)n = ( lim f(x))n x →a x →a
x→c x→c
= lim 2x2 – lim 2
x →a x →a
c. lim f(x) = lim f(x)
x→c x→c 1
= lim 2 (2x)2 – lim 2
x →a x →a
Jadi, sifat-sifat limit fungsi yang benar adalah (i)
dan (iii). 1
= 2 × lim (2x)2 – lim 2
x →a x →a
10. Jawaban: d
1
Dengan substitusi langsung: = 2 × ( lim 2x)2 – 2
x →a
1 1
3   4y3 + 8y   3 1
lim  4y + 8y  =  lim 
3
= 2 m2 – 2
y→2  y + 4   y → 2  y + 4  
1
1
 4 × 23 + 8 × 2  3 Jadi, lim f(x2 – 1) = 2 m2 – 2.
= 



x →a
2+4
1 14. Jawaban: c
 4 × 8 + 8 × 2 3 Dengan substitusi langsung:
= 
 6


x 2 − 5x + 4 12 − 5 × 1+ 4
1 lim =
 48  3 x →1 x −1 1− 1
=  6 
0
= (tak tentu)
1 1 0
= 8 3 = (23 ) = 23
Dengan memfaktorkan:
1 x 2 − 5x + 4 (x − 1)(x − 4)
3 lim = lim
Jadi, lim  4y +  8y  3
= 2. x →1 x −1 x →1 x −1
y→2  y + 4 
= lim (x – 4)
11. Jawaban: c x →1
lim f(x) + g(x)
lim
f(x) + g(x)
= x → 3 =1–4
x →3 2f(x) lim 2f(x)
x → 3
= –3
lim f(x) + lim g(x) x 2 − 5x + 4
= x → 3 x → 3 Jadi, lim = –3.
lim 2 × lim f(x) x →1 x −1
x → 3 x → 3
15. Jawaban: a
5+9 14
= = = 1,4 Dengan substitusi langsung:
2× 5 10
x 2 − 4x − 12 62 − 4 × 6 − 12 0
f(x) + g(x) lim = = (tak tentu)
Jadi, nilai lim 2f(x)
= 1,4. 2
x → 6 x − 7x + 6 62 − 7 × 6 + 6 0
x →3

12. Jawaban: c Dengan memfaktorkan:


x 2 − 4x − 12 (x − 6)(x + 2)
lim [(f(x) + 1)2 – 3f(x)] lim 2
= lim (x − 6)(x − 1)
x → 6 x − 7x + 6 x →6
x →a
x+2
= lim [(f(x))2 + 2f(x) + 1) – 3f(x)] = lim
x →a x →6 x −1
6+2 8 16
= lim [(f(x))2 – f(x) + 1)] = = = = 1,6
x →a 6 −1 5 10

= ( lim f(x))2 – lim f(x) + lim 1 x 2 − 4x − 12


x →a x →a x →a
Jadi, lim 2
= 1,6.
x → 6 x − 7x + 6
= p2 – p + 1
Jadi, lim (f(x) + 1)2 – 3f(x) = p2 – p + 1.
x →a

Matematika Kelas XI 13
16. Jawaban: b =3×4
Dengan substitusi langsung: = 12
 6 2 3x 2 − 48x
lim 2 − Jadi, lim = 12.
x→2 x −x−2 x − 2  2
x → 4 x − 16

6 2 6 2 19. Jawaban: a
= − = –
22 − 2 − 2 2 − 2 0 0 Dengan substitusi langsung:
= ∞ – ∞ (tak tentu)
x 3 + 4x 2 − 9x − 36 33 + 4 × 32 − 9 × 3 − 36 0
Dengan memfaktorkan: lim = =
x →3 x2 − 9 32 − 9 0
 6 2 
lim  − Dengan memfaktorkan:
x → 2  (x + 1)(x − 2) x − 2 
6 2 x+1 x 3 + 4x 2 − 9x − 36 (x 2 − 9)(x + 4)
= lim  − ×

 lim = lim
x → 2  (x + 1)(x − 2) (x − 2) x + 1 x →3 x2 − 9 x →3 x2 − 9
 6 − 2(x + 1) 
= lim   = lim (x + 4)
x → 2  (x + 1)(x − 2)  x →3
4 − 2x
= lim  

=3+4=7
x → 2  (x + 1)(x − 2) 
x + 4x 2 − 9x − 36
3
 −2(x − 2)  Jadi, nilai lim = 7.
= lim   x →3 x2 − 9
x → 2  (x + 1)(x − 2) 
−2 20. Jawaban: d
= lim
x→2 x+1 3
(x + 3)(x − a)
−2 2 lim x + (3 − a)x − 3a = lim
= =– x→a x−a x→a x−a
2+1 3
 6 2 2 = lim (x + 3)
Jadi, lim  2 − =– . x→a
x→2 x −x−2 x − 2  3
=a+3
17. Jawaban: a 3
Jadi, lim x + (3 − a)x − 3a = a + 3
Dengan substitusi langsung: x→a x−a

x − 27 27 − 27 27 − 27 0 21. Jawaban: b
lim = = 3−3
= (tak tentu)
x → 27
1 1
0 Dengan substitusi langsung:
x −3
3 27 − 3 3

Dengan memfaktorkan: x −4 16 − 4 0
lim = = (tak tentu)
1 2 1 x → 16 − 16
x 16 − 16 0
x − 27 (x − 3)(x + 3x + 9)
3 3 3
lim 1 = lim 1 Dengan memfaktorkan:
x → 27 x → 27
x −3
3 x3 − 3
x −4 x−4
2 1 lim = lim
= lim (x + 3x + 9) 3 3 x → 16 x − 16 x → 16 ( x + 4)( x − 4)
x → 27
1
2 1 = lim
= 27 + 3 × 27 + 9
3 3 x → 16 x+4

2 1 1
=
= (33) + 3 × (33) + 9
3 3 16 + 4
1
= 32 + 3 × 3 + 9 = 27 =
8
x − 27 x −4 1
Jadi, lim 1 = 27. Jadi, lim = .
x → 27
x −3
3 x → 16 x − 16 8

18. Jawaban: b 22. Jawaban: d


Dengan substitusi langsung: Dengan substitusi langsung:
3x 3 − 48x 3 × 43 − 48 × 4 0 2−x 2−2 0
lim 2
= = (tak tentu) lim = = 0 (tak tentu)
x → 4 x − 16 42 − 16 0 x→2 2 − x+2 2− 2+2

Dengan memfaktorkan: Dengan mengalikan bentuk sekawan:


3 2
3x − 48x 3x(x − 16) 2−x 2−x 2+ x+2
lim = lim lim = lim ×
x→4 x 2 − 16 x→4 x 2 − 16 x→2 2− x+2 x→2 2− x+2 2+ x+2
= lim 3x
x→4 = lim (2 − x)(2 + x + 2)
x→2 4 − (x + 2)

14 Limit Fungsi
2) Dengan mengalikan sekawan:
= lim (2 − x)(2 + x + 2) ax + b − x ax + b − x 3
x→2 2−x ⇔ lim × = 4
x→4 x−4 ax + b − x
= lim (2 + x+2) (ax + b)2 − ( x )2 3
x→2 lim
⇔ = 4
x → 4 (x − 4)(ax + b + x )
=2+ 2+2
a2 x 2 + 2abx + b2 − x 3
=2+2=4 ⇔ lim = 4
x → 4 (x − 4)(ax + b + x )
2−x
Jadi, lim = 4. a 2 x 2 + (2ab − 1)x + b2 3
x→2 2− x+2 ⇔ lim = 4
x → 4 (x − 4)(ax + b + x )
23. Jawaban: e
Menentukan hasil bagi a2x2+(2ab – 1)x + b2
Dengan substitusi langsung:
oleh x – 4.
2x + 4 − 3x − 2 16 − 16 0
lim = = 0 (tak tentu) a2 (2ab – 1) b2
x →6 x−6 6−6
x=4 4a2 4(4a2 + 2ab – 1)
Dengan mengalikan bentuk sekawan
2x + 4 − 3x − 2 a2 (4a2 + 2ab – 1) 4(4a2 + 2ab – 1)+b2
lim
x →6 x−6 a2x2+(2ab – 1)x + b2 = (x – 4)(a2x +(4a2 + 2ab – 1))
 2x + 4 − 3x − 2 2x + 4 + 3x − 2 
= lim  × 
x →6  x − 6 2x + 4 + 3x − 2  a 2 x 2 + (2ab − 1)x + b2 3
lim = 4
(2x + 4) − (3x − 2) x → 4 (x − 4)(ax + b + x )
= lim
x → 6 (x − 6)( 2x + 4 + 3x − 2) (x − 4)(a2 x + (4a2 + 2ab − 1)) 3
⇔ lim = 4
−(x − 6) x→4 (x − 4)(ax + b + x )
= lim
x → 6 (x − 6)( 2x + 4 + 3x − 2) a 2 x + (4a 2 + 2ab − 1) 3
⇔ lim = 4
−1 x→4 ax + b + x
= lim
x →6 2x + 4 + 3x − 2 4a 2 + (4a 2 + 2ab − 1) 3
⇔ = 4
−1 4a + b + 2
= 2×6 + 4 + 3×6 − 2 8a 2 + 2ab − 1 3
⇔ = 4
−1 1 4a + b + 2
= 4+4 = – 8 2a(4a + b) − 1 3
⇔ = 4
2x + 4 − 3x − 2 1 4a + b + 2
Jadi, lim = –8. 3
x →6 x−6 2a(2) − 1
⇔ = 4
2+2
24. Jawaban: c
⇔ 4a – 1 = 3
x 2 + 4x + 3
lim =a–1 ⇔ 4a = 4
x → −3 x+1
(x + 1)(x + 3)
⇔ a=1
⇔ lim =a–1
x → −3 x+3 Substitusikan a = 1 ke dalam persamaan (1).
4 × 1 + b = 2 ⇔ b = –2
⇔ lim (x + 1) = a – 1
x → −3 Jadi, nilai a + b = 1 + (–2) = –1.
⇔ –3 + 1 = a – 1 26. Jawaban: a
⇔ –1 = a Dengan substitusi langsung:
Jadi, nilai a adalah a = –1. x10 − 1 110 − 1 0
lim = = 0 (tak tentu)
25. Jawaban: b x →1 x −1 1− 1

ax + b − x 3 Dengan memfaktorkan:
lim = 4
x→4 x−4 Menentukan hasil bagi x10 – 1 oleh x – 1
1) Dengan substitusi langsung: x10 – 1 = x10 + 0x9 + 0x8 + 0x7 + 0x6 + 0x5 + 0x4
ax + b − x 4a + b − 2 4a + b − 2 + 0x3 + 0x2 + 0x – 1
lim = =
x→4 x−4 4−4 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 –1
Diperoleh: x=1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
4a + b – 2 = 0 ⇔ 4a + b = 2 . . .(1) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

Matematika Kelas XI 15
(x10 – 1) 29. Jawaban: b
= (x – 1)(x9 + x8 + x7 + x6 + x5 + x4 + x3 + x2 + x + 1) V(t) = 0,2t2 – 0,4t
x10 − 1 V(5) = 0,2 × 52 – 0,4 × 5 = 5 – 2 = 3
lim
x →1 x −1 V(t) − V(5) 0,2t 2 − 0,4t − 3
lim t−5
= lim
9 8 7 6 5 4 3 2
(x − 1)(x + x + x + x + x + x + x + x + x + 1) t→5 t→5 t−5
= lim
x →1 (x − 1) 0,2(t 2 − 2t − 15)
= lim
t→5 t−5
= lim (x9 + x8 + x7 + x6 + x5 + x4 + x3 + x2 + x + 1)
x →1
0,2(t − 5)(t + 3)
= 19 + 18 + 17 + 16 + 15 + 14 + 13 + 12 + 1 + 1 = lim t−5
t→5
=1+1+1+1+1+1+1+1+1+1
= lim 0,2 × (t + 3)
= 10 t→5

x10
−1 = 0,2 × (5 + 3)
Jadi, lim = 10.
x →1 x −1 = 1,6
Jadi, perubahan kecepatan benda tersebut adalah
27. Jawaban: c
1,6 m/det3.
f(x) = 2x2
f(x + 2h) = 2(x + 2h)2 30. Jawaban: c
= 2(x2 + 4xh + 4h2) f(t) = 0,16t2 + 0,8t
= 2x2 + 8xh + 8h2 f(10) = 0,16 × 102 + 0,8 × 10
f(x – 2h) = 2(x – 2h)2 = 16 + 8
= 24
= 2(x2 – 4xh + 4h2)
Kecepatan perubahan memanjang pada saat
= 2x2 – 8xh + 8h2
t = 10 menit.
f(x + 2h) − f(x − 2h)
lim f(t) − f(10) 0,16t 2 + 0,8t − 24
h→0 h lim = lim
t → 10 t − 10 t → 10 t − 10
(2x 2 + 8xh + 8h2 ) − (2x 2 − 8xh + 8h2 )
= lim 0,16(t2 + 5t − 150)
h→0 h = lim
t → 10 t − 10
2x 2 − 2x 2 + 8xh + 8xh + 8h2 − 8h2
= lim 0,16(t − 10)(t + 15)
h→0 h = lim t − 10
t → 10
16xh
= lim = lim 0,16(t + 15)
h→0 h t → 10

= lim 16x = 0,16 × (10 + 15)


h→0
= 1,6 × 15
= 16x =4
f(x + 2h) − f(x − 2h) Jadi, kecepatan perubahan memanjang benda
Jadi, lim h
= 16x.
h→0 adalah 4 mm/menit.
28. Jawaban: a
B. Uraian
1 2
S(t) = 2
t + 3t
1. a. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x men-
Saat t mendekati 60 detik jarak yang ditempuh
dekati c dari kiri, nilai f(x) mendekati p sehingga
sebagai berikut.
1 dapat dinyatakan lim f(x) = p. Dari grafik
S(t) = lim ( 2 t2 + 3t) x → c−
t → 60
1
fungsi terlihat untuk nilai x mendekati c dari
= 2 × 602 + 3 × 60
kanan, nilai f(x) mendekati p sehingga dapat
1
= 2 × 3.600 + 180
dinyatakan lim f(x) = p. Oleh karena
= 1.800 + 180 x → c+

= 1.980 lim f(x) = lim f(x) = p maka lim f(x) = p.


x → c− +
x →c x →c
Jadi, jarak yang ditempuh mendekati 1.980 meter.

16 Limit Fungsi
b. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x men- lim f(x) =
3. lim f(x) ada jika dan hanya jika
dekati c dari kiri, nilai f(x) mendekati 0 sehingga x →1 x → 1−
lim f(x) = c.
dapat dinyatakan lim f(x) = 0. Dari grafik x → 1+
x → c−
lim f(x) = lim f(x)
fungsi terlihat untuk nilai x mendekati c dari x → 1− +
x →1

⇔ lim (kx + 1) = lim (5 – kx)


kanan, nilai f(x) mendekati k sehingga dapat x → 1− +
x →1

⇔ k× 1+1=5–k×1
dinyatakan lim f(x) = k. Oleh karena
x → c+ ⇔ k+1=5–k
lim f(x) ≠ lim f(x) maka lim f(x) tidak ⇔ 2k = 4
x → c− x → c+ x →c
⇔ k=2
ada.
Jadi, nilai k yang memenuhi agar lim f(x) ada
c. Dari grafik fungsi terlihat untuk nilai x men- x →1
adalah k = 2.
dekati c dari kiri, nilai f(x) semakin membesar
tak terbatas atau f(x) mendekati +∞ sehingga 4. a. lim (f(x) + 2 g(x))4
x →a
dapat dinyatakan lim − f(x) = +∞. Dari grafik
x →c = [ lim f(x) + lim 2 × lim g(x)]4
x →a x →a x →a
fungsi terlihat untuk nilai x mendekati c dari
= [3 + 2 × (–4)]4
kanan, nilai f(x) semakin membesar tak
= (–5)4
terbatas atau f(x) mendekati ∞ sehingga dapat
= 625
dinyatakan lim f(x) = +∞. Oleh karena
x → c+ Jadi, nilai lim (f(x) + 2g(x))4 = 625.
x →a
lim f(x) dan lim f(x) tidak menuju ke suatu
− +
x →c x →c h(x) × g(x)
b. lim
nilai tertentu maka lim f(x) tidak ada. x →a f(x)
x →c
2. Tabel nilai: lim h(x) × lim g(x)
x →a x →a
= lim f(x)
x f(x) x →a

2 9 lim h(x) × lim g(x)


x →a x →a
2,1 9,61 =
2,9 15,21 lim f(x)
x →a
2,99 15,92
2,999 15,992 9 × (−4)
=
··· ··· 3
3 0 = –4
··· ···
3,001 15,996 h(x) × g(x)
3,01 15,96
Jadi, nilai lim = –4.
x →a f(x)
3,1 15,6
4 12 5. a. Dengan substitusi langsung:
lim (5x4 + 4x3 – 3x2)
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati 3 dari x →2

kiri, nilai f(x) mendekati 16 sehingga dapat dinyata- = 5(–2)4 + 4(–2)3 – 3(–2)2
= 80 – 32 – 12
kan lim − f(x) = 16. Dari tabel terlihat untuk nilai x = 36
x →3
mendekati 3 dari kanan, nilai f(x) mendekati 16 Jadi, lim (5x4 + 4x3 – 3x2) = 36.
x →2
sehingga dapat dinyatakan lim + f(x) = 16. Oleh b. Dengan substitusi langsung:
x →3
x 2 − x − 12
karena lim − f(x) = lim + f(x) = 16 maka lim f(x) lim 2
x →3 x →3 x →3 x → −3 2x − 7x − 4

= 16. (−3)2 − (−3) − 12


=
2(−3)2 − 7(−3) − 4
Jadi, lim f(x) ada.
x →3

Matematika Kelas XI 17
92 + 3 − 12 0
= =
35
=0 = lim −(x − 9)( x + 3)
18 + 21 − 4 x →9 x −9
2
x − x − 12
Jadi, lim 2 = 0. = lim –( x + 3)
x → −3 2x − 7x − 4 x →9

6. a. Dengan substitusi langsung: = –( 9 + 3)


2
x − 8x + 15 = –6
lim (x 2
+ 7x + 10)(x − 3)
x →3 9−x
Jadi, lim = –6.
32 − 8 × 3 + 15 0 x →9 x −3
= 2 = (tak tentu)
(3 + 7 × 3 + 10)(3 − 3) 0
b. Dengan substitusi langsung:
Dengan memfaktorkan: 2 − 2 − (−2)
2− 2−x
lim =
x 2 − 8x + 15 x → −2 6 + x − x
2 6 + ( − 2) − (−2)2
lim (x 2 + 7x + 10)(x − 3)
x →3 0
= (tak tentu)
(x − 5)(x − 3) 0
= lim
x → 3 (x + 5)(x + 2)(x − 3) Dengan mengalikan bentuk sekawan:
x−5 2− 2−x
= lim (x + 5)(x + 2) lim 2
x →3 x → −2 6 + x − x
3−5 −2 1
= (3 + 5) × (3 + 2) = =– 2− 2−x 2+ 2−x
40 20 = lim 2
×
x → −2 6 + x − x 2+ 2−x
x 2 − 8x + 15 1
Jadi, lim 2
=– . = lim
4 − (2 − x)
x →3 (x + 7x + 10)(x − 3) 20
x → −2 (6 + x − x 2 )(2 + 2 − x )
2+x
b. Dengan substitusi langsung: = lim
2 2 x → −2 (3 − x)(2 + x)(2 + 2 − x )
x − 15x − 16 16 − 15 × 16 − 16
lim = 1
x → 16 x −4 16 − 4 = lim
x → −2 (3 − x)(2 + 2 − x)
0
= (tak tentu)
0 1
=
Dengan memfaktorkan: (3 − (−2))(2 + 2 − ( − 2))

x 2 − 15x − 16 1 1
lim = =
x → 16 x −4 5 × (2 + 2) 20
(x + 1)(x − 16) 2− 2−x 1
= lim Jadi, lim = .
x → 16 x −4 x → −2 6 + x − x
2
20
(x + 1)( x + 4)( x − 4)
= lim 8. a. lim (5x7 – 10x2 + cx – 2) = c – 4
x → 16 x −4
x → −1

= lim [(x + 1)( x + 4)] ⇔ 5(–1)7 – 10(–1)4 + c(–1) – 2 = c – 4


x → 16
⇔ –5 – 10 – c – 2 = c – 4
= (16 + 1) × ( 16 + 4)
⇔ –13 = 2c
= 17 × 8 = 136
13
x 2 − 15x − 16 ⇔ c=–
Jadi, lim = 136. 2
x → 16 x −4
Jadi, nilai c yang memenuhi lim (5x7 – 10x2
7. a. Dengan substitusi langsung: x → −1
13
9−x 9−9 0 + cx – 2) = c – 4 adalah c = – .
lim = = (tak tentu) 2
x →9 x −3 9 −3 0
cx 2 + 5x − 3
Dengan mengalikan bentuk sekawan: b. Diketahui lim = –7
x → −3 x+3
9−x 2
cx + 5x − 3
lim Agar lim ada, (x + 3) haruslah
x →9 x −3 x → −3 x+3
9−x x +3
= lim × faktor dari cx2 + 5x – 3.
x →9 x −3 x +3

= lim (9 − x)( x + 3)
x →9 x −9

18 Limit Fungsi
Menentukan hasil bagi (cx2 + 5x – 3) oleh x + 3 (x − 1)(x − 3)(ax + b)
lim x−3
= 10
c 5 –3 x →3

x = –3 –3c 9c – 15 ⇔ lim (x – 1)(ax + b) = 10


x →3
c 5 – 3c 9c – 18 ⇔ (3 – 1)(a × 3 + b) = 10
⇔ 2(3a + b) = 10
cx2 + 5x – 3 = (x + 3)(cx + (5 – 3c)) + (9c –18) ⇔ (3a + b) = 5 . . . (2)
(x + 3) faktor dari cx 2 + 5x – 3 maka Eliminasi b dari persamaan (1) dan (2):
9c – 18 = 0 ⇔ c = 2 a+b= 1
Perhatikan: 3a + b = 5
––––––––––– –
cx 2 + 5x − 3 –2a = –4 ⇔ a = 2
lim
x → −3 x+3
Substitusikan a = 2 ke dalam persamaan (1):
2x 2 + 5x − 3
= lim a+b=1 ⇔ 2+b=1
x → −3 x+3
⇔ b = –1
(2x − 1)(x + 3)
= lim Nilai a = 2 dan b = –1, rumus fungsi f(x):
x → −3 x+3
f(x) = (x – 1)(x – 3)(ax + b)
= lim (2x – 1) = 2 × (–3) – 1 = –7
x → −3 = (x – 1)(x – 3)(2x – 1)
cx 2 + 5x − 3
= 2x3 – 9x2 + 10x – 3
Jadi, nilai c yang memenuhi lim
x → −3 x+3 Jadi, rumus fungsi f(x) = 2x3 – 9x2 + 10x – 3.
= –7 adalah c = 2. S(t) − S(t1)
10. V(t) = ∆S =
∆t t − t1
f(x)
9. Oleh karena lim x − 1 = –2, fungsi f(x) memuat
x →1
S(t) = 1 t2 + 2t
4
(x – 1) sebagai salah satu faktornya. Oleh karena
S(8) = 1 × 82 + 2 × 8 = 16 + 16 = 32
f(x) 4
lim x − 3 = 10, fungsi f(x) memuat (x – 3) sebagai
x →3 Kelajuan mobil pada saat t = 8 detik
salah satu faktornya. S(t) − S(8)
1 2
t + 2t − 32
lim = lim 4
Misalkan fungsi f(x) = (x – 1)(x – 3)(ax + b). t→8 t−8 t→8 t−8
f(x)
lim x − 1 = –2 1 2
(t + 8t − 128)
x →1 = lim 4
t→8 t−8
(x − 1)(x − 3)(ax + b)
⇔ lim x −1
= –2 1
x →1 (t + 16)(t − 8)
= lim 4
⇔ lim (x – 3)(ax + b) = –2 t→8 t−8
x →1
⇔ (1 – 3)(a × 1 + b) = –2 = lim 1 (t + 16)
t→8 4
⇔ – 2(a + b) = –2
1
⇔ a+b=1 . . . (1) = 4 × (t + 16)
f(x) 1
lim = 10 = 4 × 24
x → 3 −3
x
= 6 m/det
Jadi, kelajuan mobil saat t = 8 detik adalah 6 m/det.

Matematika Kelas XI 19
Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. mendeskripsikan konsep turunan fungsi aljabar;
2. menjelaskan aturan dan sifat turunan fungsi aljabar;
3. menentukan turunan fungsi aljabar menggunakan sifat-sifat turunan fungsi;
4. menjelaskan gradien garis singgung, persamaan garis singgung, dan garis normal;
5. menjelaskan fungsi naik dan fungsi turun;
6. menjelaskan titik stasioner (titik maksimum, titik minimum, dan titik belok);
7. menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan nilai maksimum dan minimum.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. menunjukkan sikap ingin tahu dan kritis dalam mempelajari turunan fungsi;
2. bersikap logis dan percaya diri menyelesaikan masalah kontekstual;
3. bertanggung jawab dan saling menghargai terhadap proses penyelesaian yang berbeda dan kreatif.

Turunan
Sistem Fungsi
Pencernaan

Mempelajari

Turunan Fungsi Aljabar Penggunaan Turunan Fungsi

Mencakup Mencakup

• Konsep Turunan Fungsi • Gradien Garis Singgung


• Aturan Turunan Fungsi • Persamaan Garis Singgung
• Sifat-Sifat Turunan Fungsi dan Garis Normal
• Aturan Rantai • Fungsi Naik dan Fungsi
Turun
• Titik Stasioner
• Nilai Maksimum dan Mini-
mum

Mampu

• Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan turunan fungsi aljabar.


• Menggunakan turunan pertama fungsi untuk menentukan titik maksimum, titik minimum, dan selang
kemonotonan fungsi, serta kemiringan garis singgung kurva, persamaan garis singgung, dan garis normal
kurva berkaitan dengan masalah kontekstual.
• Menunjukkan sikap ingin tahu dan kritis dalam mempelajari turunan fungsi.
• Bersikap logis dan percaya diri dalam mempelajari konsep turunan fungsi.
• Bekerja sama dan tanggung jawab dalam memecahkan masalah.

20 Turunan Fungsi
A. Pilihan Ganda Misalkan:
u(x) = x2 + 1 ⇔ u′(x) = 2x
1. Jawaban: d
v(x) = 3x – 1 ⇔ v′(x) = 3
y = 4x3 – 3x2 + 6
Dengan demikian:
⇔ y′ = 3 × 4x3 – 1 – 2 × 3x2 – 1 + 0
u′(x)v(x) – u(x)v ′(x)
= 3 × 4x2 – 2 × 3x1 f′(x) = (v(x))2
= 12x2 – 6x
Jadi, turunan pertamanya adalah y′ = 12x2 – 6x. (2x)(3x – 1) – (x2 + 1)(3)
= (3x – 1)2
2. Jawaban: e
f(x) = 4x3 – 2x2 – 6x – 3 (6x2 – 2x) – (3x2 + 3)
= (3x – 1)2
⇔ f′(x) = 3 × 4x2 – 2 × 2x – 6
= 12x2 – 4x – 6 3x2 – 2x – 3
= (3x – 1)2
Untuk x = 2 diperoleh:
f′(2) = 12(2)2 – 4(2) – 6 3x2 – 2x – 3
= 12(4) – 8 – 6 Jadi, bentuk f′(x) = (3x – 1)2
.
= 48 – 8 – 6
= 34 6. Jawaban: a
Jadi, nilai f′(2) = 34. x–4 u(x)
f(x) = 3x + 2
berbentuk v(x) .
3. Jawaban: b
Misalkan:
f(x) = (4x2 – 5)4
u(x) = x – 4 ⇔ u′(x) = 1
Misalkan:
v(x) = 3x + 2 ⇔ v′(x) = 3
u(x) = 4x2 – 5 ⇔ u′(x) = 8x
Dengan demikian:
Dengan demikian bentuk f(x) = (u(x))4 sehingga
u′(x)v(x) – u(x)v ′(x)
turunannya: f′(x) = (v(x))2
f′(x) = 4 × (u(x))3 × u′(x)
(1)(3x + 2) – (x – 4)(3)
= 4 × (4x2 – 5)3 × 8x = (3x + 2)2
= 32x × (4x2 – 5)3
(3x + 2) – (3x – 12)
= 32x(4x2 – 5)3 = (3x + 2)2
Jadi, turunan pertamanya adalah f′(x)
= 32x(4x2 – 5)3. 14
= (3x + 2)2
4. Jawaban: c Untuk x = –1 diperoleh:
f(x) = (2x2 + 3x – 1)3 14
Misalkan: f′(–1) = (3(–1) + 2)2
u(x) = 2x2 + 3x – 1 ⇔ u′(x) = 4x + 3
14
Dengan demikian bentuk f(x) = (u(x))3 sehingga = (–3 + 2)2
turunannya:
14
f′(x) = 3 × (u(x))2 × u′(x) = (–1)2
= 3 × (2x2 + 3x – 1)2 × (4x + 3)
Untuk x = –2 diperoleh: 14
= 1
f′(–2) = 3 × (2(–2)2 + 3(–2) – 1)2 × (4(–2) + 3)
= 3 × (8 – 6 – 1)2 × (–8 + 3) = 14
= 3 × 12 × (–5) Jadi, nilai f′(–1) = 14.
= 3 × 1 × (–5) 7. Jawaban: d
= –15 g(x) = (2x + 1)(1 – 3x)4 berbentuk u(x)v(x).
Jadi, nilai f′(–2) = –15. Misalkan:
5. Jawaban: a u(x) = 2x + 1 ⇔ u′(x) = 2
v(x) = (1 – 3x)4 ⇔ v′(x) = 4 × (1 – 3x)3 × (–3)
x2 + 1 u(x)
= –12(1 – 3x)3
f(x) = 3x – 1
berbentuk v(x) .

Matematika Kelas XI 21
Dengan demikian: Cara II:
g′(x) = u′(x)v(x) + u(x)v′(x) f(3 – x) = (1 + 3x)4
= (2)(1 – 3x)4 + (2x + 1)(–12(1 – 3x)3) Kedua ruas persamaan diturunkan diperoleh:
= (2)(1 – 3x)4 – 12(2x + 1)(1 – 3x)3 f′(3 – x) × (–1) = 4 × (1 + 3x)3 × 3
= (2)(1 – 3x)4 – (24x + 12)(1 – 3x)3 ⇔ –f′(3 – x) = 12(1 + 3x)3
= (1 – 3x)3(2(1 – 3x) – (24x + 12)) ⇔ f′(3 – x) = –12(1 + 3x)3
= (1 – 3x)3(2 – 6x – 24x – 12) Pilih nilai x = 0 diperoleh:
= (1 – 3x)3(–30x – 10) f′(3 – 0) = –12(1 + 3(0))3
= (–30x – 10)(1 – 3x)3 ⇔ f′(3) = –12(1 + 0)3
Jadi, bentuk g′(x) = (–30x – 10)(1 – 3x)3. ⇔ f′(3) = –12(1)3
⇔ f′(3) = –12
8. Jawaban: c
Jadi, nilai f′(3) = –12.
Laju perubahan fungsi f(x) di x = 4 adalah f′(4).
1 1 1 10. Jawaban: d
2 2 −
f(x) = x + = x2 + 1 = x 2 + 2x 2
f(3x + 2) = x x + 1
x
x2 Kedua ruas persamaan diturunkan diperoleh:
1 1
1 –1 1 – –1 1
⇔ f′(x) = x2 + (– 2 ) × 2x 2
f′(3x + 2) × 3 = (1)( x + 1 ) + (x)( )
2 2 x +1
1 3
– – x
=
1
x 2
– x 2 ⇔ 3f′(3x + 2) = x +1 +
2 2 x +1

1 1
Pilih x = 3 diperoleh:
= 1 – 3
3
2x 2
x 2 3f′(3(3) + 2) = 3 +1 +
2 3 +1
1 1
= 2 x
– x x ⇔ 3f′(9 + 2) = 4 + 3
2 4
Untuk x = 4 diperoleh:
3
1 1 ⇔ 3f′(11) = 2 +
4
f′(4) = 2 4
– 4 4
11
1 1 ⇔ 3f′(11) = 4
= 2(2)
– 4(2)
11
⇔ 4 × 3f′(11) = 4 × 4
1 1 1
= – =
4 8 8 ⇔ 12f′(11) = 11
1 Jadi, nilai 12f′(11) = 11.
Jadi, laju perubahan fungsi f(x) di x = 4 adalah 8
.
11. Jawaban: e
9. Jawaban: b x 2 + 2x – 2 u(x)
f(3 – x) = (1 + 3x)4 f(x) = berbentuk v(x)
.
2x – 1
Untuk menentukan penyelesaiannya dapat Misalkan:
digunakan dua cara seperti berikut. u(x) = x2 + 2x – 2 ⇔ u′(x) = 2x + 2
Cara I: v(x) = 2x – 1 ⇔ v′(x) = 2
Misalkan u = 3 – x ⇔ x = 3 – u Dengan demikian:
f(3 – x) = (1 + 3x)4
⇔ f(u) = (1 + 3(3 – u))4 u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
f′(x) = (v(x))2
= (1 + 9 – 3u)4
= (10 – 3u)4 (2x + 2)(2x – 1) – (x 2 + 2x – 2)(2)
Dengan demikian: = (2x – 1)2
f′(u) = 4 × (10 – 3u)3 × (–3)
= –12(10 – 3u)3 (4x 2 + 2x – 2) – (2x 2 + 4x – 4)
= (2x – 1)2
Untuk u = 3 diperoleh:
f′(3) = –12(10 – 3(3))3
2x 2 – 2x + 2
= –12(10 – 9)3 = (2x – 1)2
= –12(1)3
= –12

22 Turunan Fungsi
(i) Pembilang 1 1
g′(x) = 2
× 1 × u′(x)
2x 2 – 2x + 2 merupakan bentuk fungsi (u(x)) 2
kuadrat dengan a = 2 (positif) dan D = –12
(negatif) sehingga disebut definit positif. 1 1
= 2
× × u′(x)
Untuk nilai x berapa pun, pembilang selalu u(x)
bernilai positif.
1 1 1
(ii) Penyebut = × × (1 – )
2 x − x +1 2 x +1
(2x – 1) 2 juga merupakan bentuk fungsi
kuadrat sehingga selalu positif kecuali untuk Untuk x = 3 diperoleh:
1 1 1 1
x≠ . g′(3) = 2
× × (1 – )
2 3 − 3 +1 2 3 +1
Oleh karena pembilang dan penyebut bernilai 1 1 1
positif maka f′(x) > 0. = 2
× × (1 – )
3− 4 2 4
Jadi, pernyataan yang benar pada pilihan e.
1 1 1
12. Jawaban: c = 2
× × (1 – )
3−2 2(2)
2
3 1 1 1
f(x) = (2x 3 + 3x + 3)2 = (2x + 3x + 3) 3
3
= × × (1 – )
2 1 4
Misalkan:
u(x) = 2x3 + 3x + 3 ⇔ u′(x) = 6x2 + 3 1 1 3
= 2
× ×
1 4
2
Dengan demikian bentuk f(x) = (u(x)) 3 sehingga 3
= 8
turunannya: Jadi, nilai turunan pertamanya di x = 3 adalah
2 1
f′(x) = 3
× 1 × u′(x) 3
.
(u(x)) 3 8

2 1 14. Jawaban: b
= 3
× 3
× u′(x) 4
u(x)
f(x) = 3
x3 + 9x2 – 11x + 2
2 1
= × × (6x2 + 3) 4
3 3
2x 3 + 3x + 3 ⇔ f′(x) = 3 × 3
x2 + 2 × 9x – 11 + 0
Untuk x = 1 diperoleh: = 4x2 + 18x – 11
f′(1) =
2
×
1
× (6x2 + 3) Dengan demikian:
3 3
2(1)3 + 3(1) + 3 f′(p) = –1
⇔ 4p2 + 18p – 11 = –1
2 1
= × 3 × (6 + 3) ⇔ 4p2 + 18p – 10 = 0
3 2+3+3
⇔ 2p2 + 9p – 5 = 0
2 1 ⇔ (2p – 1)(p + 5) = 0
= 3
× 3
8
×9 ⇔ 2p – 1 = 0 atau p + 5 = 0
2 1 1
= × ×9 ⇔ p= 2
atau p = –5
3 2
=3 1
Jadi, nilai f′(1) = 3. Jadi, nilai p yang memenuhi adalah –5 atau 2
.

13. Jawaban: d 15. Jawaban: a


1 1 f(x + 1) = 3x2 + 5x + 7
g(x) = x – x + 1 = (x – (x + 1) 2 ) 2 Misalkan u = x + 1 ⇔ x = u – 1
Misalkan: Dengan demikian:
f(x + 1) = 3x2 + 5x + 7
1
1 ⇔ f(u) = 3(u – 1)2 + 5(u – 1) + 7
u(x) = x – (x + 1) 2 ⇔ u′(x) = 1 –
2 x +1 = 3(u2 – 2u + 1) + 5(u – 1) + 7
1 = 3u2 – 6u + 3 + 5u – 5 + 7
Dengan demikian bentuk g(x) = (u(x)) 2 sehingga = 3u2 – u + 5
turunannya:

Matematika Kelas XI 23
f′(u) = 2 × 3u – 1 + 0 Laju pertambahan luas noda setiap waktu:
= 6u – 1 dL
f′(x – 1) = –x2 dt
= 6π mm2/detik
⇔ 6(x – 1) – 1 = –x2 Dengan demikian:
⇔ 6x – 6 – 1 = –x2 dL dL dr
⇔ 6x – 7 = –x2 dt
= dr
× dt
⇔ 2
x + 6x – 7 = 0 dr
⇔ (x + 7)(x – 1) = 0 ⇔ 6π = 2πr × dt
⇔ x + 7 = 0 atau x – 1 = 0 dr
⇔ 3=r×
⇔ x = –7 atau x = 1 dt
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah –7 atau 1. dr 3
⇔ dt
= r
16. Jawaban: c Laju pertambahan panjang jari-jari noda tinta pada
f(x) = 2x3 + nx2 + 4x + 3 saat r = 24 mm diperoleh:
Turunan pertama: dr 3 3 1
f′(x) = 3 × 2x2 + 2 × nx + 4 + 0 dt
= r
= 24
= 8
mm/detik
= 6x2 + 2nx + 4
Jadi, laju pertambahan panjang jari-jari sebesar
Turunan kedua:
1
f′′(x) = 2 × 6x + 2n + 0 8
mm/detik.
= 12x + 2n
f′′(–1) = –22 19. Jawaban: a
⇔ 12(–1) + 2n = –22 Debit air = laju air yang diisikan ke dalam wadah
⇔ –12 + 2n = –22 dV
= dt = 3 cm3/detik
⇔ 2n = –10
⇔ n = –5 dh
Laju pertambahan tinggi air = dta .
Jadi, nilai n yang memenuhi adalah –5.
Perhatikan gambar berikut.
17. Jawaban: a
D
f(x) = px3 – x2 + 5 A C
Turunan pertama:
f′(x) = 3 × px2 – 2x + 0 E ra
F
= 3px2 – 2x
Turunan kedua: ha
f′′(x) = 2 × 3px – 2
= 6px – 2
f′′(1) = 10
⇔ 6p(1) – 2 = 10 B
⇔ 6p – 2 = 10
Diameter wadah = AC = 12 cm
⇔ 6p = 12
Tinggi wadah = BD = 18 cm
⇔ p=2
Jari-jari permukaan air = ra
Dengan demikian f′(x) = 3px2 – 2x = 6x2 – 2x.
Tinggi air = ha
Untuk x = –1 diperoleh:
f′(–1) = 6(–1)2 – 2(–1) ΔBCD dan ΔBFE sebangun.
= 6(1) – 2(–1) BD CD
= FE
=6+2 BE
=8 18 12
⇔ ha = ra
Jadi, nilai f′(–1) = 8.
12h 2h
18. Jawaban: d ⇔ r a = 18a = 3a
Misalkan jari-jari noda tinta = r. Volume air:
Luas noda tinta berbentuk lingkaran: 1
L = πr2 V = 3 πra2 ha
Laju pertambahan luas noda setiap perubahan 1 2h
panjang jari-jari: = 3 π( 3a )2 ha
dL 1 4ha 2 ha
= 2πr = 3π× 9
dr
4
= 27 πha3

24 Turunan Fungsi
dV 4 4 = –2x2 – 4 + 2x – 4x2
dha = 27 π × 3ha2 = 9 πha2 = –6x2 + 2x – 4
dh a 9 Jadi, turunan pertamanya adalah g′(x) =
⇔ = –6x2 + 2x – 4.
dV 4πha 2
dh a dh a dV x2 + 1
= × dt c. h(x) =
dt dV x−3
9 27 u(x)
= ×3= Fungsi h(x) berbentuk v(x)
.
4πha 2 4πha 2
Misalkan: u(x) = + 1 ⇔ u′(x) = 2x
x2
Untuk ha = 5 cm diperoleh:
v(x) = x – 3 ⇔ v′(x) = 1
dh a (5) 27 27
= = cm/detik Dengan demikian:
dt 4 π × 52 100π
u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
Jadi, laju pertambahan tinggi air pada saat tinggi h′(x) =
(v(x))2
27 (2x)(x – 3) – (x 2 + 1)(1)
air 5 cm adalah cm/detik.
100π = (x – 3)2
20. Jawaban: d (2x 2 – 6x) – (x 2 + 1)
Misalkan jari-jari balon = r. = (x – 3)2
Laju pengurangan volume balon setiap waktu x 2 – 6x – 1
sebesar 7,2π mm3/detik artinya: = (x – 3)2
dV Jadi, turunan pertamanya adalah h ′ (x)
dt
= –7,2π mm3/detik
x 2 – 6x – 1
Laju pengurangan jari-jari balon setiap waktu = (x – 3)2
.
sebesar 0,05 mm/detik:
dr 2. f(x) = x3 – px2 + q
dt
= –0,05 mm/detik Turunan pertama:
Volume balon sama dengan volume bola: f′(x) = 3 × x2 – 2 × px + 0
= 3x2 – 2px
4 dV
V= 3
πr3 ⇔ dr
= 4πr2 (i) Untuk x = 2 maka f′(2) = –4.
Dengan demikian: f′(2) = –4
⇔ 3(2)2 – 2p(2) = –4
dV dV dr
= × ⇔ 3(4) – 4p = –4
dt dr dt
⇔ 12 – 4p = –4
⇔ –7,2π = 4πr2 × (–0,05)
⇔ 4p = 16
⇔ –7,2π = –0,2πr2
⇔ p =4
⇔ r 2 = 36
Diperoleh f(x) = x3 – 4x2 + q.
⇔ r=6
(ii) Untuk x = 1 maka f(1) = 2.
Jadi, jari-jari balon pada saat laju perubahan
f(1) = 2
pengurangan jari-jari balon 0,05 mm/detik adalah
⇔ 13 – 4(1)2 + q = 2
6 mm.
⇔ 1–4+q=2
⇔ –3 + q = 2
B. Uraian
⇔ q=5
1. a. f(x) = 4x3 – 4x2 + 8x – 5 Dengan demikian p + q = 4 + 5 = 9.
f′(x) = 3 × 4x3 – 1 – 2 × 4x2 – 1 + 8x1 – 1 – 0 Jadi, nilai p + q = 9.
= 12x2 – 8x1 + 8x0
= 12x2 – 8x + 8 ax + b u(x)
Jadi, turunan pertamanya adalah f′(x) = 3. Fungsi f(x) = cx + d
berbentuk v(x)
.
12x2 – 8x + 8. Misalkan: u(x) = ax + b ⇔ u′(x) = a
b. g(x) = (1 – 2x)(x2 + 2) v(x) = cx + d ⇔ v′(x) = c
Fungsi g(x) berbentuk u(x)v(x). Dengan demikian:
Misalkan: u(x) = 1 – 2x ⇔ u′(x) = –2 u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
v(x) = x2 + 2 ⇔ v′(x) = 2x f′(x) =
(v(x))2
Dengan demikian: (a)(cx + d) – (ax + b)(c)
g′(x) = u′(x)v(x) + u(x)v′(x) =
(cx + d)2
= (–2)(x2 + 2) + (1 – 2x)(2x)
= (acx + ad) – (acx
2
+ bc)
(cx + d)

Matematika Kelas XI 25
= acx + ad – acx – bc Jari-jari permukaan alkohol bagian atas:
2
(cx + d)
QR = r.
ad – bc
= (cx + d)2
(Terbukti) Tinggi alkohol dalam wadah: PR = h.
ΔQOR siku-siku di R.
4. Misalkan panjang rusuk benda = x.
OQ2 = OR2 + QR2
Rusuk benda bertambah panjang dengan laju
⇔ 122 = (12 – h)2 + r2
dx
7 mm/detik artinya dt
= 7 mm/detik. ⇔ 122 = 122 – 24h + h2 + r2
Volume benda sama dengan volume kubus yaitu ⇔ r 2 = 24h – h2
dV Permukaan alkohol bagian atas berbentuk
V = x3 sehingga dx
= 3x2. lingkaran sehingga luasnya:
Laju bertambahnya volume benda: A = πr2 = π(24h – h2)
dV dV dx Jadi, luas permukaan alkohol bagian atas
dt
= dx
× dt adalah A = π(24h – h2) cm2.
= 3x2 × 7 mm/detik b. Laju perubahan luas permukaan alkohol
= 21x2 mm/detik dA
bagian atas = dt .
Untuk x = 15 mm maka:
dV Laju pengurangan tinggi alkohol:
dt
= 21 × (15 mm)2 mm/detik dh
= 0,001 cm/detik
= 21 × 225 mm3/detik dt
= 4.725 mm3/detik dA dA
= dh × dt
dh
Jadi, laju bertambahnya volume benda adalah dt
4.725 mm3/detik. = π(24 – 2h) × 0,001
5. a. Pada saat h = 6 cm diperoleh:
O S
dA
dt
= π(24 – 2 × 6) × 0,001
R r = π × 12 × 0,001
Q
= 0,012π cm2/detik
h
Jadi, laju perubahan luas permukaan alkohol
P bagian atas pada saat tinggi alkohol 6 cm
Perhatikan gambar di atas. adalah 0,012π cm2/detik.
Jari-jari wadah:
1
OS = OQ = OP = 2 × 24 = 12 cm

A. Pilihan Ganda 2. Jawaban: d


1. Jawaban: b Gradien garis singgung kurva:
Gradien garis singgung kurva: m = y′ = 2x – 4
f′(x) = 2x + 1 Gradien garis singgung kurva di titik (1, –8):
Kurva f(x) = x2 + x – 20 menyinggung garis A di m = y′(1) = 2 × 1 – 4 = –2
titik A(3, –8) maka gradien garis A adalah m = Persamaan garis singgung melalui titik (1, –8)
f′(x A). dan bergradien m = –2 sebagai berikut.
y + 8 = –2(x – 1)
m = f′(xA) = f′(3)
⇔ y = –2x + 2 – 8
=2×3+1
⇔ y = –2x – 6
=7
Jadi, persamaan garis singgung kurva yang
Jadi, gradien garis A adalah 7.
melalui titik (1, –8) adalah y = –2x – 6.

26 Turunan Fungsi
3. Jawaban: d Dengan demikian, diperoleh titik singgung (3, 1).
Gradien garis yang sejajar garis y – 2x = 5 adalah
Persamaan garis normal di titik (3, 1) sebagai
m = 2.
Garis g sejajar garis y – 2x = 5 dan menyinggung berikut.
kurva f(x) = 2x2 – 6x + 1 maka gradien garis g: y – 1 = mn(x – 3)
mg = f′(x) = 2 1
⇔ y – 1 = 3 (x – 3)
⇔ 4x – 6 = 2
⇔ 4x = 8 ⇔ 3y – 3 = x – 3
⇔ x=2
⇔ 3y – x = 0
Diperoleh absis titik P yaitu xP = 2.
Ordinat titik P: Jadi, persamaan garis normal kurva adalah 3y – x
y P = f(2) = 0.
= 2 × 22 – 6 × 2 + 1 6. Jawaban: d
= 8 – 12 + 1 Fungsi f(x) turun jika f′(x) < 0.
= –3 ⇔ 3x2 – 6x – 9 < 0
Jadi, koordinat titik P adalah (2, –3). ⇔ 3(x2 – 2x – 3) < 0
4. Jawaban: a ⇔ (x – 3)(x + 1) < 0
y = 4x – x2 Diagram tanda f′(x) sebagai berikut.
▲ ▲
Turunan pertama:
y′ = 4 – 2x +++ ––– +++

Gradien garis singgung parabola di titik A(1, 3)
–1 3
adalah m = y′ = f′(xA) = f′(1).
m = 4 – 2(1) = 4 – 2 = 2 Dari diagram tanda di atas kelihatan bahwa grafik
Persamaan garis singgung parabola: fungsi f(x) turun pada interval –1 < x < 3.
y – yA = m(x – xA) Jadi, grafik fungsi f(x) turun pada interval –1 < x < 3.
⇔ y – 3 = 2(x – 1)
7. Jawaban: e
⇔ y – 3 = 2x – 2
Fungsi f(x) monoton turun maka f′(x) tidak positif
⇔ y = 2x – 2 + 3
(definit negatif).
⇔ y = 2x + 1
Grafik y = f′(x) definit negatif (di bawah
Garis y = 2x + 1 juga merupakan garis singgung
sumbu X).
parabola y = x2 – 6x + p diperoleh:
Fungsi f(x) stasioner untuk x = 6 maka f′(6) = 0
y = x2 – 6x + p
(menyinggung sumbu X).
⇔ 2x + 1 = x2 – 6x + p
Jadi, grafik yang benar pada pilihan e.
⇔ x – 8x + (p – 1) = 0
2

Garis menyinggung parabola maka nilai 8. Jawaban: e


diskriminan (D = b 2 – 4ac) pada persamaan 2 1 1
f(x) = 3 x3 – 2 x2 – 3x + 6
kuadrat sama dengan nol sehingga diperoleh:
b2 – 4ac = 0 Dengan demikian:
⇔ (–8) – 4(1)(p – 1) = 0
2 2 1 1
g(x) = f(1 – x) = 3 (1 – x)3 – 2 (1 – x)2 – 3(1 – x) + 6
⇔ 64 – 4(p – 1) = 0
⇔ p – 1 = 16 2 1
⇔ p = 17 g′(x) = 3 × 3(1 – x)2(–1) + 2 × 2(1 – x) + 3
Jadi, nilai p yang memenuhi adalah 17.
= –2(1 – x)2 + (1 – x) + 3
5. Jawaban: e
Fungsi g(x) naik jika g′(x) > 0.
Gradien garis singgung kurva:
Misalkan: p = (1 – x), diperoleh:
m = f′(x) = 3 – 2x
–2p2 + p + 3 > 0
Gradien garis singgung di x = 3 adalah m = f′(3)
⇔ 2p2 – p – 3 < 0
= 3 – 2 × 3 = –3.
⇔ (2p – 3)(p + 1) < 0
1 1 3
Gradien garis normal di x = 3 adalah mn = – m = 3 . ⇔ –1 < p < 2
Ordinat titik singgung sebagai berikut. 3
⇔ –1 < 1 – x < 2
y = f(3) = 1 + 3 × 3 – 32 = 1

Matematika Kelas XI 27
1 f′(–1) = 0 ⇔ 3a × (–1)2 + 2b × (–1) + 12 = 0
⇔ –2 < – x < 2
⇔ 3a – 2b = –12

1
–2 < x< 2 ⇔ 3a = 2b – 12
f′(2) = 0 ⇔ 3a × 22 + 2b × 2 + 12 = 0
1
Jadi, fungsi g naik pada selang – 2 < x < 2. ⇔ 12a + 4b + 12 = 0
⇔ 3a + b = –3
9. Jawaban: b ⇔ 2b – 12 + b = –3
f(x) = g(2x – 1) ⇔ 3b = 9
⇔ b=3
1
= 3 (2x – 1)3 – A2(2x – 1) + 1 Dengan demikian, diperoleh nilai a sebagai
berikut.
1
f′(x) = 3 × 3(2x – 1)2 × 2 – 2A2 3a = 2b – 12 ⇔ 3a = 2 × 3 – 12
⇔ 3a = –6
= 2(2x – 1)2 – 2A2 ⇔ a = –2
Substitusikan x = 1 ke dalam f′(x) = 0. Diperoleh f(x) = –2x3 + 3x2 + 12x + 1.
2(2x – 1)2 – 2A2 = 0 f(–1) = –2 × (–1)3 + 3 × (–1)2 + 12 × (–1) + 1
⇔ 2(2 × 0 – 1)2 – 2A2 = 0 = 2 + 3 – 12 + 1 = –6
f(2) = –2 × 23 + 3 × 22 + 12 × 2 + 1
⇔ 2(1)2 – 2A2 = 0 = –16 + 12 + 24 + 1 = 21
⇔ A2 = 1 Oleh karena f(–1) < f(2), nilai maksimum relatif
2
Substitusikan A = 1 ke dalam g(x). fungsi f(x) adalah f(2) = 21.
1 Jadi, nilai maksimum relatif fungsi f(x) adalah 21.
g(x) = 3 x3 – A2x + 1
1 11. Jawaban: c
⇔ g(x) = 3 x3 – x + 1 Fungsi f(x) mencapai stasioner jika f′(x) = 0.
Nilai stasioner g(x) dicapai pada saat g′(x) = 0. f′(x) = 6x2 – 12x= 0
1 ⇔ 6x(x – 2) = 0
g′(x) = 3 × 3x2 – 1 = 0 ⇔ x = 0 atau x = 2
Untuk x = 0 maka f(0) = 2 × 03 – 6 × 02 + 3
⇔ x2 – 1 = 0
= 3 (maksimum)
⇔ (x – 1)(x + 1) = 0
Untuk x = 2 maka f(2) = 2 × 23 – 6 × 22 + 3
⇔ x – 1 = 0 atau x + 1 = 0 = –5 (minimum)
⇔ x = 1 atau x = –1
Nilai maksimum relatif fungsi dapat ditentukan Jadi, titik balik minimum fungsi adalah (2, –5).
dengan menggunakan turunan kedua.
12. Jawaban: b
g′′(x) = 2x
Fungsi f(x) mencapai stasioner jika f′(x) = 0.
Untuk x = 1 maka g′′(1) = 2 > 0 (minimum)
f′(x) = 6x2 – 18x – 24 = 0
Untuk x = –1 maka g′′(–1) = –2 < 0 (maksimum)
⇔ 6(x2 – 3x – 4) = 0
Nilai maksimum relatif g(x) dicapai pada saat
⇔ (x – 4)(x + 1) = 0
x = –1, diperoleh:
⇔ x – 4 = 0 atau x + 1 = 0
1
g(–1)= 3 × (–1)3 – (–1) + 1 ⇔ x = 4 atau x = –1
1 Untuk x = 4 tidak masuk dalam interval –2 ≤ x ≤ 2.
=–3 +2 Nilai f(x) di x = –1 sebagai berikut.
5 f(–1) = 2 × (–1)3 – 9 × (–1)2 – 24 × (–1) + 10
= 3
= –2 – 9 + 24 + 10
5 = 23
Jadi, nilai maksimum relatif g(x) adalah 3 .
Nilai f(x) di ujung-ujung interval –2 ≤ x ≤ 2 sebagai
10. Jawaban: b berikut.
Fungsi f(x) = ax3 + bx2 + 12x + 1 naik pada f(–2) = 2 × (–2)3 – 9 × (–2)2 – 24 × (–2) + 10
interval –1 < x < 2 maka f(x) stasioner di x = –1 = –16 – 36 + 48 + 10
dan x = 2.
=6
f(x) stasioner di x = –1 dan x = 2 maka f′(–1) = 0
f(2) = 2 × 23 – 9 × 22 – 24 × 2 + 10
dan f′(2) = 0.
f′(x) = 3ax2 + 2bx + 12 = 16 – 36 – 48 + 10
= –58

28 Turunan Fungsi
Fungsi f(x) pada interval –2 ≤ x ≤ 2 mempunyai dV
Diagram tanda dx sebagai berikut.
nilai terendah –58.
Jadi, nilai minimumnya –58.
--- +++ ---
13. Jawaban: a dV
dx
Misalkan kedua akar persamaan x 1 dan x 2 –4 4
dengan x1 > 0 dan x2 > 0. ↑ ↑
Minimum Maksimum
x1 + x2 = p
x1x2 = p Dari diagram di atas tampak bahwa fungsi V
f(p) = x12 + x22 mencapai maksimum di x = 4.
= (x1 + x2)2 – 2x1x2 Volume balok terbesar adalah V(4).
= p2 – 2p
1
f(p) akan mencapai ekstrem jika f′(p) = 0. V(4)= 24 × 4 – 2 × 43
f′(p) = 0
= 96 – 32 = 64 cm3
⇔ 2p – 2 = 0
⇔ p =1 Jadi, volume balok terbesar 64 cm3.
Nilai ekstrem: f(1) = 12 – 2 × 1 = –1 16. Jawaban: c
Oleh karena f′′(p) = 2 > 0 maka –1 merupakan Biaya setiap pasang sandal:
nilai minimum. 600
Jadi, jumlah kuadrat akar-akar persamaan B(x)= (2x – 60 + x
) ribu
tersebut mempunyai ekstrem minimum –1. Biaya total:
14. Jawaban: b T(x) = x × B(x)
s = 2t3 + 5t2 – 3t + 2 600
= x × (2x – 60 + x
) ribu
ds
v= = 6t2 + 10t – 3 = (2x2– 60x + 600) ribu
dt
t = 3 ⇒ v= 6 × + 10 × 3 – 3 32 Biaya produksi minimum terjadi pada saat
= 54 + 30 – 3 T′(x) = 0.
= 81 T′(x) = 0
⇔ 2 × 2x – 60 = 0
Jadi, kecepatan benda pada detik ke-3 adalah ⇔ 4x – 60 = 0
81 meter/detik. ⇔ x = 15
15. Jawaban: b Biaya produksi minimum:
Luas sisi-sisi balok = 2x2 + 4xt = 96 T(x) = (2x2 – 60x + 600) ribu
⇔ 4xt = 96 – 2x2 ⇔ T(15) = (2 × 152 – 60 × 15 + 600) × 1.000
= (2 × 225 – 900 + 600) × 1.000
96 − 2x 2
⇔ t= = (450 – 900 + 600) × 1.000
4x
24 1
= 150.000
⇔ t= x
– 2 x Jadi, biaya produksi total minimum per jam
Volume balok: sebesar Rp150.000,00.
V = x 2t 17. Jawaban: a
24 1 Keuntungan:
= x2( x
– 2
x) t
U = penjualan – biaya produksi
1
= 24x – 2 x3 = (2x3 – 36x2 + 600x + 9.600)
– (36x2 – 240x + 3.600)
Fungsi V mencapai x = 2x3 – 72x2 + 840x + 6.000
dV x dU
stasioner jika = 0. Fungsi U mencapai stasioner jika dx = 0.
dx
dV 3 dU
= 24 – 2 x2 = 0 dx
=0 ⇔ 6x2 – 144x + 840 = 0
dx
3
⇔ x2 – 24x + 140 = 0
⇔ 2
x2 = 24 ⇔ (x – 10)(x – 14) = 0
⇔ x2 = 16 ⇔ (x – 10) = 0 atau (x – 14) = 0
⇔ x = ±4 ⇔ x = 10 atau x = 14

Matematika Kelas XI 29
Sketsa grafik f′(x): dV

Fungsi V mencapai stasioner dx = 0.

+++ ––– +++ ⇔ 12x2 – 52x + 40 = 0
▲ ⇔ 4(3x2 – 13x + 10 = 0
10 14 ⇔ (3x – 10)(x – 1)= 0
⇔ 3x – 10 = 0 atau x – 1 = 0
Dari sketsa grafik f′(x) di atas tampak bahwa 10
fungsi U mencapai minimum di x = 14. ⇔ x = 3 atau x = 1
Jadi, keuntungan minimum akan diperoleh jika ▲ ▲
diproduksi 14 unit barang per minggu. +++ ––– +++

18. Jawaban: b 10
1
Keuntungan: 3

U = penjualan – biaya produksi Nilai maksimum terjadi di x = 1.


= (40x – x(4x2 – 8x + 24)) ribu Diperoleh ukuran kotak:
= (40x – 4x3 + 8x2 – 24x) ribu Panjang = 8 – 2x = 8 – 2 × 1 = 6 dm
= (–4x3 + 8x2 + 16x) ribu Lebar = 5 – 2x = 5 – 2 × 1 = 3 dm
dU Tinggi = x = 1 dm
Fungsi U mencapai stasioner jika dx = 0.
Jadi, ukuran kotak adalah 6 dm, 3 dm, dan
dU
=0 ⇔ –12x2 + 16x + 16 =0 1 dm.
dx
⇔ 3x2 – 4x – 4 =0 20. Jawaban: a
⇔ (3x + 2)(x – 2) =0 Ukuran kotak yang terbentuk sebagai berikut.
⇔ 3x + 2 = 0 atau x – 2 =0
2 x
⇔ x = – 3 atau x=2
Sketsa grafik f′(x):

2x
▲ (30 – 2x)


30
––– +++ –––
▲ ▲
2 2
Volume kotak:
–3
V = (30 – 2x)2 × x
Dari sketsa grafik f′(x) di atas tampak bahwa = (900 – 120x + 4x2) x
fungsi U mencapai maksimum di x = 2. = 900x – 120x2 + 4x3
Keuntungan maksimum dV
= U(2) Fungsi V mencapai stasioner jika dx = 0.
= (–4 × 23 + 8 × 22 + 16 × 2) ribu dV
= 900 – 240x + 12x2 = 0
= (–32 + 32 + 32) ribu dx
= 32.000 ⇔ 12(x2 – 20x + 75) = 0
Jadi, keuntungan maksimum perusahaan ⇔ x2 – 20x + 75 = 0
Rp32.000,00. ⇔ (x – 15)(x – 5) = 0
19. Jawaban: e ⇔ x – 15= 0 atau x – 5 = 0
x x ⇔ x = 15 atau x=5
x x
(5 – 2x) dV
Diagram tanda dx sebagai berikut.
x
▲ ▲
(8 – 2x)

+++ ––– +++


2x



(8

(5 – 2x) 5 15
x x
x x Dari diagram tersebut tampak bahwa fungsi V
mencapai maksimum di x = 5. Dengan demikian,
Volume kotak: volume kotak terbesar diperoleh jika x = 5.
V = x (5 – 2x)(8 –2x)
Volume kotak terbesar:
= x (40 – 26x + 4x2)
= 4x3 – 26x2 + 40x V = (30 – 2 × 5)2 × 5 = (30 – 10)2 × 5
= 202 × 5 = 400 × 5 = 2.000 cm3
Jadi, volume kotak terbesar adalah 2.000 cm3.

30 Turunan Fungsi
B. Uraian Penyelesaiannya:
1. f(x) = 4x – (x – 3)2
= 4x – (x2 – 6x + 9) –1 1 3
= –x2 + 10x – 9
⇔ –1 < x < 1 atau 1 < x < 3
Kurva memotong sumbu X maka: Dapat juga dinyatakan dengan:
f(x) = 0 ⇔ –x2 + 10x – 9 =0 –1 < x < 3; x ≠ 1
⇔ –(x – 1)(x – 9) =0 Jadi, nilai x sehingga f(x) turun adalah –1 < x < 1
⇔ x = 1 atau x =9 atau 1 < x < 3.
Diperoleh titik P(1, 0) dan Q(9, 0).
3. Fungsi f(x) = x 3 + 6x 2 – 15x + 3 mencapai
f′(x) = –2x + 10 stasioner jika f′(x) = 0.
m1 = f′(1) = –2 + 10 = 8 f′(x) = 3x2 + 12x – 15 = 0
m2 = f′(9) = –18 + 10 = –8 ⇔ 3(x2 + 4x – 5) = 0
Persamaan garis melalui P(1, 0) bergradien ⇔ (x + 5)(x – 1) = 0
m1 = 8: ⇔ x + 5 = 0 atau x – 1 = 0
y – 0 = 8(x – 1) ⇔ y = 8x – 8 . . . (i) ⇔ x = –5 atau x=1
Persamaan garis melalui Q(9, 0) bergradien Diagram tanda fungsi f′(x) sebagai berikut.
▲ ▲
m2 = –8:
y – 0 = –8(x – 9) ⇔ y = –8x + 72 . . . (ii) +++ ––– +++

Substitusikan persamaan (i) ke persamaan (ii). –5 1
8x – 8 = –8x + 72
⇔ 16x = 80 Dari diagram tanda di atas terlihat fungsi f(x)
⇔ x=5 mencapai maksimum di x = –5 dan minimum di
x = 5 ⇒ y = 8x – 8 = 40 – 8 = 32 x = 1 sehingga (–5, f(–5)) merupakan titik balik
maksimum dan (1, f(1)) merupakan titik balik
Jadi, perpotongan kedua garis singgung di titik minimum.
(5, 32). f(–5)= (–5)3 + 6 × (–5)2 – 15 × (–5) + 3
x2 + 3 u(x) = –125 + 150 + 75 + 3
2. Fungsi f(x) = f(x) = berbentuk f(x) = v(x)
.
x −1 = 103
Misalkan:
f(1) = 13 + 6 × 12 – 15 × 1 + 3
u(x) = x2 + 3 ⇔ u′(x) = 2x
= 1 + 6 – 15 + 3 = –5
v(x) = x – 1 ⇔ v′(x) = 1
Jadi, titik stasioner fungsi f(x) adalah (–5, 103)
Dengan demikian:
sebagai titik balik maksimum dan (1, –5) sebagai
u′(x)v(x) – u(x)v′(x) titik balik minimum.
f′(x) =
(v(x))2
4. Y
(2x)(x – 1) – (x 2 + 3)(1) 6
= (x – 1)2

(2x 2 – 2x) – (x 2 + 3)
= (x – 1)2
(x, y)

x 2 – 2x – 3 y
= (x – 1)2 X
0 x 10 g

Syarat fungsi turun yaitu f′(x) < 0 sehingga:


f′(x) < 0 Misalkan titik sudut persegi panjang yang
berimpit pada garis mempunyai koordinat (x, y).
x 2 – 2x – 3
⇔ <0 Dengan demikian:
(x – 1)2
ukuran panjang = x
(x + 1)(x – 3) ukuran lebar = y
⇔ (x – 1)2
<0 Persamaan garis g:
Pembuat nol: 3x + 5y = 30
(i) x + 1 = 0 ⇔ x = –1 ⇔ 3x = 30 – 5y
(ii) x – 3 = 0 ⇔ x = 3 30 − 5y
⇔ x=
(iii) x – 1 = 0 ⇔ x = 1 3

Matematika Kelas XI 31
Luas persegi panjang: Turunan pertama:
30y − 5y 2 L′(x) = 3 × 0,01x2 – 2 × 9x + 1.500 + 0
L = xy = = 0,03x2 – 18x + 1.500
3
Daerah persegi panjang maksimum jika L′ = 0 Syarat laba maksimum yaitu L′(x) = 0
sehingga: sehingga:
L′ = 0 L′(x) = 0
⇔ 0,03x2 – 18x + 1.500 = 0
10y
⇔ 10 – =0 ⇔ 3x2 – 1.800x + 150.000 = 0
3
⇔ x2 – 600x + 50.000 = 0
⇔ y=3 ⇔ (x – 100)(x – 500) = 0
Luas maksimum daerah arsiran: ⇔ x – 100 = 0 atau x – 500 = 0
L =
30y – 5y 2 ⇔ x = 100 atau x = 500
3 Sketsa grafik:
30(3) – 5(3)2 ▲ ▲
=
3 +++ ––– +++
90 – 45 ▲
= 3 100 500
45 ↑ ↑
= 3 maksimum minimum
= 15 satuan luas
Jadi, luas maksimum daerah persegi panjang Dari sketsa grafik di atas terlihat bahwa
yang diarsir adalah 15 satuan luas. fungsi L(x) mencapai maksimum di x = 100.
Jadi, laba akan maksimum jika diproduksi
5. a. Banyak barang 100 unit barang.
Banyak unit barang = x
b. Laba maksimum
Total pendapatan (dalam ribu rupiah):
Fungsi laba (dalam ribu rupiah):
P(x) = x × (0,02x2 + 1.800)
L(x) = 0,01x3 – 9x2 + 1.500x + 20.000
= (0,02x3 + 1.800x)
Untuk x = 100 diperoleh:
Total pengeluaran (dalam ribu rupiah):
L(100) = 0,01(100)3 – 9(100)2 + 1.500(100)
B(x)= (0,01x3 + 9x2 + 300x – 20.000)
+ 20.000
Laba produksi (dalam ribuan rupiah):
= 10.000 – 90.000 + 150.000 + 20.000
L(x) = P(x) – B(x)
= 90.000
= (0,02x3 + 1.800x) – (0,01x3 + 9x2 +
Jadi, laba maksimum perusahaan sebesar
300x – 20.000)
Rp90.000.000,00.
= 0,01x3 – 9x2 + 1.500x + 20.000

A. Pilihlan Ganda 2. Jawaban: e


1. Jawaban: d f(x) = 2x3 + 3x2 – 4x – 10
Turunan pertama:
2
f(x) = x3 – 4x2 + 6x – 5 f′(x) = 3 × 2x2 + 2 × 3x – 4 – 0
3
= 6x2 + 6x – 4
Turunan pertama:
Untuk x = –1 diperoleh:
f′(x) = 3 ×
2
x2 – 2 × 4x + 6 – 0 f′(–1) = 6(–1)2 + 6(–1) – 4
3 =6–6–4
= 2x2 – 8x + 6 = –4
Jadi, turunan pertamanya f′(x) = 2x2 – 8x + 6. Jadi, nilai f′(–1) = –4.

32 Turunan Fungsi
3. Jawaban: b 7. Jawaban: a
f(x) = x3 + 3x2 – x – 2 20x + 3 u(x)
Turunan pertama: Fungsi f(x) = 2x – 1
berbentuk v(x)
.
f′(x) = 3 × x2 + 2 × 3x – 1 – 0
Misalkan:
= 3x2 + 6x – 1
u(x) = 20x + 3 ⇔ u′(x) = 20
Dengan demikian:
v(x) = 2x – 1 ⇔ v′(x) = 2
f′(p) = 8
Dengan demikian:
⇔ 3p2 + 6p – 1 = 8
⇔ 3p2 + 6p – 9 = 0 u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
f′(x) =
⇔ p2 + 2p – 3 = 0 (v(x))2
⇔ (p + 3)(p – 1) = 0 (20)(2x – 1) – (20x + 3)(2)
⇔ p + 3 = 0 atau p – 1 = 0 =
(2x – 1)2
⇔ p = –3 atau p = 1
Jadi, nilai p yang memenuhi adalah –3 atau 1. (40x – 20) – (40x + 6)
=
(2x – 1)2
4. Jawaban: b
f(x) = 2x3 ⇔ f′(x) = 6x2 =–
26
g(x) = 3x + 2x ⇔ g′(x) = 6x + 12
2 (2x – 1)2
Dengan demikian: Alternatif penyelesaian:
f′(a) = g′(a) ad – bc
ax + b
⇔ 6a2 = 6a + 12 Jika f(x) = maka f′(x) = (cx + d)2 .
cx + d
⇔ 6a – 6a – 12 = 0
2
Dengan demikian:
⇔ a2 – a – 2 = 0
⇔ (a – 2)(a + 1) = 0 (20)(–1) – (3)(2)
f′(x) = (2x – 1)2
⇔ a – 2 = 0 atau a + 1 = 0
⇔ a = 2 atau a = –1 –20 – 6
Jadi, nilai a yang memenuhi adalah –1 atau 2. = (2x – 1)2
5. Jawaban: a
–26
Fungsi f(x) = (5 – x2)(3x – 1)4 berbentuk u(x)v(x). = (2x – 1)2
Misalkan:
u(x) = 5 – x2 ⇔ u′(x) = –2x 26
v(x) = (3x – 1)4 ⇔ v′(x) = 4(3x – 1)3 × 3 Jadi, turunan pertamanya f′(x) = – (2x – 1)2 .
= 12(3x – 1)3
Dengan demikian: 8. Jawaban: c
f′(x) = u′(x)v(x) + u(x)v′(x) 2x – 3 u(x)
g(x) = berbentuk .
= (–2x)(3x – 1)4 + (5 – x2)(12(3x – 1)3) x –2 v(x)
= (3x – 1)3((–2x)(3x – 1) + 12(5 – x2)) Misalkan:
= (3x – 1)3(–6x2 + 2x + 60 – 12x2) u(x) = 2x – 3 ⇔ u′(x) = 2
= (3x – 1)3(–18x2 + 2x + 60) 1
Jadi, turunannya f′(x) = (3x – 1)3(–18x2 + 2x + 60). v(x) = x –2 ⇔ v′(x) = 2 x
6. Jawaban: e Dengan demikian:
f(x) = (2x3 + 5)(3x4 – 2) berbentuk u(x)v(x). u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
Misalkan: g′(x) = (v(x))2
u(x) = 2x3 + 5 ⇔ u′(x) = 6x2
v(x) = 3x4 – 2 ⇔ v′(x) = 12x3 (2)( x – 2) – (2x – 3)(
1
)
Dengan demikian: = 2 x
( x – 2)2
f′(x) = u′(x)v(x) + u(x)v′(x)
= (6x2)(3x4 – 2) + (2x3 + 5)(12x3) Untuk x = 9 diperoleh:
Untuk x = 1 diperoleh: 1
(2)( 9 – 2) – (2(9) – 3)( )
f′(1) = (6(1)2)(3(1)4 – 2) + (2(1)3 + 5)(12(1)3) g′(9) = 2
2 9

= (6)(3 – 2) + (2 + 5)(12) ( 9 – 2)
= (6)(1) + (7)(12) 1
(2)(3 – 2) – (18 – 3)( 6 )
= 6 + 84 =
(3 – 2)2
= 90
Jadi, nilai turunan f(x) untuk x = 1 adalah 90.

Matematika Kelas XI 33
1
(2)(1) – (15)( 6 ) dL
= 2 = 12s
(1) ds
5 Panjang rusuk kotak bertambah dengan laju
2–
= 2
ds
1 0,02 mm/detik artinya dt
= 0,02 mm/detik.
1 Laju pertambahan luas permukaan kotak:
=–2
dL dL ds
1 dt
= ds
× dt
Jadi, nilai g′(9) = – 2 = 12s × 0,02
9. Jawaban: b = 0,24s
f(x) = 2x3 – 6x2 + 4x – 5 Laju pertambahan luas permukaan kotak pada
Turunan pertama: saat s = 30 mm sebagai berikut.
f′(x) = 3 × 2x2 – 2 × 6x + 4 – 0 dL
= 0,24 × 30 = 7,2 mm2/detik
= 6x2 – 12x + 4 dt
Turunan kedua: Jadi, laju pertambahan luas permukaan kotak
f′′(x) = 2 × 6x – 12 + 0 adalah 7,2 mm2/detik.
= 12x – 12
12. Jawaban: a
Jadi, turunan keduanya f′′(x) = 12x – 12.
Volume balon bertambah dengan laju 1,08π cm3/detik
10. Jawaban: d dV
2
maka dt = 1,08π cm3/detik.
x u(x)
g(x) = berbentuk v(x)
. dr
3x − 1
Laju pertambahan panjang jari-jari balon = dt .
Misalkan:
u(x) = x2 ⇔ u′(x) = 2x dV
Laju pertambahan volume balon = dt .
v(x) = 3x – 1 ⇔ v′(x) = 3
Turunan pertama: dV dV dr
dt
= dr × dt
u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
g′(x) = (v(x))2 dr
⇔ 1,08π = 4πr2 × dt
(2x)(3x – 1) – (x 2 )(3)
= (3x – 1)2 dr 0,27
⇔ =
(6x 2 – 2x) – (3x 2 ) 3x 2 – 2x dt r2
= (3x – 1)2
= (3x – 1)2 dr 0,27
Pada saat r = 3 cm, nilai dt = 2
Turunan kedua: 3
= 0,03 cm/detik
(6x – 2)(3x – 1)2 – (3x 2 – 2x)(6(3x – 1))
g′′(x) = Jadi, laju pertambahan panjang jari-jari balon pada
((3x – 1)2 )2
saat r = 3 cm adalah 0,03 cm/detik.
Untuk x = 1 diperoleh:
(6(1) – 2)(3(1) – 1)2 – (3(1)2 – 2(1))(6(3(1) – 1))
13. Jawaban: c
g′′(1) = ((3(1) – 1)2 )2
f′(x) = 3ax2 + 2(a + 1)x – 3
(6 – 2)(3 – 1)2 – (3 – 2)(6(3 – 1)) Gradien garis singgung kurva di x = –2 adalah 1
= ((3 – 1)2 )2 maka f′(–2) = 1.
f′(–2) = 3a × (–2)2 + 2(a + 1) × (–2) – 3 = 1
(4)(4) – (1)(12)
= ⇔ 12a – 4a – 4 – 3 = 1
(4)2
⇔ 8a = 8
16 – 12 ⇔ a=1
= 16 Jadi, nilai a = 1.
4 1
= 16
= 4
14. Jawaban: d
Garis g menyinggung kurva f(x) = 2x2 – 6x + 4
1
Jadi, nilai g′′(1) = . di titik B(1, 0) maka gradien garis g adalah
4
mg = f′(1).
11. Jawaban: e f′(x) = 4x – 6
Misalkan panjang rusuk kotak = s. mg = f′(1) = 4 × 1 – 6 = –2
Luas permukaan kotak = L = 6s2.
Misal gradien garis A = mA.

34 Turunan Fungsi
Garis A tegak lurus garis g maka mA × mg = –1. 1
m1 × mA = –1 ⇔ – 3 × mA = –1
mA × mg = –1 ⇔ mA × (–2) = –1
⇔ mA = 3
1
⇔ mA = 2 Garis A menyinggung kurva f(x) = x2 – x – 6 di titik T
maka:
1
Garis A melalui titik A(3, 1) dan bergradien mA = 2 . f′(xT) = mA ⇔ 2xT – 1 = 3
Persamaan garis A: ⇔ xT = 2
y – yA = mA(x – xA) Untuk x = 2 nilai f(xT = 2) = 22 – 2 – 6 = –4.
1 Jadi, ordinat titik T adalah –4.
⇔ y – 1 = 2 (x – 3)
17. Jawaban: b
⇔ 2y – 2 = x – 3 Gradien garis singgung kurva:
⇔ x – 2y = 1 m = f′(x) = 9x2 – 3
Jadi, persamaan garis A adalah x – 2y = 1. Gradien garis normal di x = 1:
15. Jawaban: d 1 1 1 1
mn = – =– =– = –6
Kurva f(x) = –2x2 + 4x + 6 memotong sumbu X m f ′(1) 9 × 12 − 3
jika f(x) = 0. Persamaan garis normal kurva di x = 1 sama
f(x) = 0 ⇔ –2x2 + 4x + 6 = 0 dengan persamaan garis normal di titik (1, f(1)).
⇔ –2(x2 – 2x – 3) = 0 f(1) = 3 × 13 – 3 × 1 + 2 = 2
⇔ (x – 3)(x + 1) = 0 1
Persamaan garis normal dengan gradien mn = – 6
⇔ x –3 = 0 atau x + 1 = 0
⇔ x = 3 atau x = –1 di titik (1, 2) sebagai berikut.
Kurva f(x) memotong sumbu X di titik A(–1, 0) y – 2 = mn(x – 1)
dan B(3, 0): 1
⇔ y – 2 = – 6 (x – 1)
f′(x) = –4x + 4
Gradien garis singgung di titik A(–1, 0): ⇔ 6y – 12 = –x + 1
mA = f′(xA) = f′(–1) = –4(–1) + 4 = 8 ⇔ x + 6y = 13
Jadi, persamaan garis normalnya x + 6y = 13.
Persamaan garis singgung kurva di titik A(–1, 0):
y – yA = mA(x – xA) 18. Jawaban: d
⇔ y – 0 = 8(x – (–1)) Persamaan garis normal di titik P(xP, yP):
⇔ y = 8x + 8 6y + x = 25 ⇔ 6y = –x + 25
1 25
Gradien garis singgung di titik B(3, 0): ⇔ y = –6x + 6
mB = f′(xB) = f′(3) = –4 × 3 + 4 = –8 1
Persamaan garis singgung kurva di titik B(3, 0): Gradien garis normal: mn = – 6 .
y – yB = mB(x – xB) Misalkan gradien garis singgung kurva titik P adalah
⇔ y – 0 = –8(x – 3) m, maka mn × m = –1.
⇔ y = –8x + 24 1
mn × m = –1 ⇔ – 6 × m = –1
Mencari titik potong garis y = 8x + 8 dan
y = –8x + 24. ⇔ m=6
8x + 8 = –8x + 24 f′(x) = –6x2 + 12x
⇔ 16x = 16 m = f′(xP) ⇔ 6 = –6xP2 + 12xP
⇔ x=1 ⇔ 6xP – 12xP + 6 = 0
2

y = 8(1) + 8 = 16 ⇔ xP2 – 2xP + 1 = 0


Diperoleh titik potong (1, 16). ⇔ (xP – 1)2 = 0
Jadi, garis singgung kurva di titik A dan B ⇔ xP – 1 = 0
berpotongan di titik (1, 16).
⇔ xP = 1
16. Jawaban: b Ordinat titik P: yP = f(xP)
1
Garis x + 3y + 12 = 0 mempunyai gradien m1 = – 3 . = f(1)
= –2 × 13 + 6 × 12
Garis A tegak lurus dengan garis x + 3y + 12 = 0,
diperoleh: = –2 + 6
=4
Jadi, koordinat titik P adalah (1, 4).

Matematika Kelas XI 35
19. Jawaban: c f′′(x) = 36x2 – 48x + 12
Fungsi f(x) mencapai stasioner jika f′(x) = 0. f′′(0) = 12 > 0
f′(x) = 6x2 – 30x + 36 = 0 f′′(1) = 36 – 48 + 12 = 0
⇔ 6(x2 – 5x + 6) = 0 Oleh karena f′′(0) > 0 maka titik (0, f(0))
⇔ (x – 2)(x – 3) = 0 merupakan titik balik minimum, sedangkan f′′(1)
⇔ x – 2 = 0 atau x – 3 = 0
= 0 maka titik (1, f(1)) merupakan titik belok.
⇔ x = 2 atau x=3
f(1) = 3 × 14 – 8 × 13 + 6 × 12 + 3 = 4
Diagram tanda f′(x) sebagai berikut.

Diperoleh titik belok (1, 4).

+++ ––– +++ Jadi, titik belok kurva (1, 4).

22. Jawaban: d
2 3 Fungsi f(x) mencapai stasioner jika f′(x) = 0.
Berdasarkan diagram tanda di atas tampak f′(x) = 12x – 3x2 = 0
bahwa fungsi f(x) turun pada interval 2 < x < 3. ⇔ 3x(4 – x) = 0
Jadi, f(x) turun pada selang 2 < x < 3. ⇔ x = 0 atau x = 4
Untuk x = –1 maka f(–1) = 6 × (–1)2 – (–1)3 = 7.
20. Jawaban: c Untuk x = 0 maka f(0) = 6 × 02 – 03 = 0 (minimum).
2
f(x) turun hanya pada interval 3 < x < 8, berarti Untuk x = 3 maka f(3) = 6 × 3 2 – 3 3 = 27
2 (maksimum).
f(x) naik pada x < 3 dan x > 8 dan f(x) Jadi, nilai maksimum fungsi adalah 27.
2
stasioner pada x = 3 dan x = 8. 23. Jawaban: b
n + 2m = 40 ⇔ n = 40 – 2m
f′(x) = 3x2 + 2ax + b
p = m2 + n2
2
f(x) stasioner pada x = 3 dan x = 8 maka: = m2 + (40 – 2m)2
2 4 2 = m2 + 1.600 – 160m + 4m2
f′( 3 ) = 0 ⇔ 3 × 9 + 2a × 3 + b = 0 = 5m2 – 160m + 1.600
⇔ 4 + 4a + 3b = 0 dp
Nilai p akan minimum jika dm = 0.
⇔ 4a + 3b = –4 . . . (i)
dp
f′(8) = 0 ⇔ 3 × 64 + 2a × 8 + b = 0 dm
= 10m – 160 = 0 ⇔ 10m = 160
⇔ 192 + 16a + b = 0 ⇔ m = 16
⇔ 16a + b = –192 . . . (ii) Dengan demikian, diperoleh:
Eliminasi a dari persamaan (i) dan (ii). n = 40 – 2 × 16 = 40 – 32 = 8
4a + 3b = –4 × 4 16a + 12b = –16 Nilai minimum p dicapai jika m = 16 dan n = 8
16a + b = –192 × 1 16a + b = –192 sehingga nilai minimum p:
–––––––––––––– – p = m2 + n2
11b = 176 = 162 + 82
⇔ b = 16 = 256 + 64
Substitusikan b = 16 ke persamaan (i). = 320
4a + 3 × 16 = –4 ⇔ 4a = –4 – 48 = –52 Jadi, nilai minimum p adalah 320.
⇔ a = –13 24. Jawaban: b
Jadi, nilai a + b = –13 + 16 = 3. Misalkan: x = bilangan pertama dan y = bilangan
kedua diperoleh:
21. Jawaban: e x + y = 15 ⇔ x = 15 – y
Kurva f(x) = 3x 4 – 8x 3 + 6x 2 + 3 mencapai Perkalian bilangan pertama dengan kuadrat
stasioner jika f′(x) = 0. bilangan kedua = p diperoleh:
f′(x) = 12x3 – 24x2 + 12x = 0 p = xy2 = (15 – y)y2 = 15y2 – y3
⇔ 12x(x2 – 2x + 1) = 0 Nilai p akan maksimum jika p′ = 0.
⇔ 12x(x – 1)2 = 0 p′ = 0
⇔ x = 0 atau (x – 1)2 = 0 ⇔ 2 × 15y – 3y2 = 0
⇔ 30y – 3y2 = 0
⇔ x = 0 atau x =1 ⇔ 3y(10 – y) = 0
Menentukan jenis titik stasioner menggunakan ⇔ 3y = 0 atau 10 – y= 0
uji turunan kedua. ⇔ y = 0 atau y = 10

36 Turunan Fungsi
Uji turunan kedua: Volume bak terbesar dicapai di x = 3.
p′′ = 30 – 6y Luas alas bak agar volume bak terbesar:
Untuk y = 0 maka p′′ = 30 – 6 × 0 = 30 (minimum) L = x2 = 32 = 9 m2
Untuk y = 10 maka p′′ = 30 – 6 × 10 = –30 Jadi, volume bak terbesar pada saat luas alasnya
(maksimum) 9 m2.
Substitusikan y = 10 ke dalam persamaan x =
27. Jawaban: c
15 – y.
Biaya tiap unit:
x = 15 – y = 15 – 10 = 5
3.000.000
Nilai maksimum: B(x) = (2x – 1.200 + )
x
p = xy2 = 5 × 102 = 5 × 100 = 500 Biaya total:
Jadi, nilai maksimumnya adalah 500. T(x) = x × B(x)
25. Jawaban: d 3.000.000
= x × (2x – 1.200 + )
Tinggi bola = 5 m x
⇔ h(t) = 5 = 2x2 – 1.200x + 3.000.000
⇔ –3t2 + 12t – 4 = 5 Biaya produksi minimum dicapai jika T′(x) = 0.
⇔ –3t2 + 12t – 9 = 0 T′(x) = 0
⇔ t2 – 4t + 3 = 0 ⇔ 2 × 2x – 1.200 = 0
⇔ (t – 3)(t – 1) = 0 ⇔ 4x – 1.200 = 0
⇔ t – 3 = 0 atau t – 1 = 0 ⇔ 4x = 1.200
⇔ t = 3 atau t=1 ⇔ x = 300
Persamaan kecepatan: Jadi, banyak barang yang diproduksi adalah
dh(t) 300 unit.
v(t) = dt
= –6t + 12
28. Jawaban: d
Untuk t = 3, nilai v(3) = –6 × 3 + 12 = –6 m/detik. PQ merupakan diameter.
Untuk t = 1, nilai v(1) = –6 × 1 + 12 = 6 m/detik. ∠QRP merupakan sudut keliling yang
v(3) = –6 m/detik artinya kecepatan bola menghadap diameter PQ sehingga besar QRP
6 m/detik ke bawah. = 90°, akibatnya PR ⊥ QR.
Jadi, kecepatan bola pada saat tinggi bola 5 Jumlah tali busur PR dan QR yaitu 80 cm
meter adalah 6 m/detik. diperoleh:
PR + QR = 80
26. Jawaban: c ⇔ PR = 80 – QR
Luas permukaan dalam bak: Misalkan QR = x maka PR = 80 – x.
L = 27 Luas ΔPQR:
⇔ x2 + 4xt = 27 t
1
⇔ 4xt = 27 – x2 L = × PR × QR
2
27 − x 2 x
⇔ t = 1
4x
x = 2
× (80 – x) × x
Volume bak:
V = x 2t 1 2
= 40x – 2
x
⎛ 27 − x ⎞
2
1
= x2 ⎜⎜ ⎟⎟ =
4
(27x – x3) dL
⎝ 4x ⎠ Fungsi L mencapai stasioner pada saat =0
dV dx
Fungsi V mencapai stasioner jika dx = 0. diperoleh:
dV dL
dx
=0 =0
dx


1
(27 – 3x2) = 0 ⇔ 40 – x = 0
4 ⇔ x = 40
⇔ 9 – x2 = 0 Luas maksimum ΔPQR:
⇔ (3 – x)(3 + x) = 0
1 2
⇔ x = 3 atau x = –3 L = 40x – x
2
dV
Sketsa grafik dx : 1
= 40(40) – 2
(40)2

= 1.600 – 800
––– +++ ––– = 800
▲ ▲
Jadi, luas maksimum segitiga PQR adalah 800 cm2.
–3 3

Matematika Kelas XI 37
29. Jawaban: b Jadi, turunan pertamanya adalah g′(x) =
Biaya perakitan satu motor per hari: (16x – 4)(2x2 – x + 1)3.
600 2x + 5
b(x) = (3x + x
– 18) ribu rupiah c. h(x) = x−3
Satu motor dapat dirakit dalam x hari sehingga
biaya perakitan satu motor. u(x)
Fungsi h(x) berbentuk v(x)
.
B(x)= x × b(x)
600 Misalkan:
= (x(3x + x
– 18)) ribu rupiah u(x) = 2x + 5 ⇔ u′(x) = 2
= (3x2 + 600 – 18x) ribu rupiah v(x) = x – 3 ⇔ v′(x) = 1
Biaya perakitan satu motor akan minimum jika Dengan demikian:
B′(x) = 0. u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
B′(x) =6x – 18 = 0 h′(x) = (v(x))2
⇔ 6x = 18
⇔ x=3 (2)(x – 3) – (2x + 5)(1)
= (x – 3)2
Biaya minimum perakitan satu motor
= B(3) (2x – 6) – (2x + 5)
= (3 × 32 + 600 – 18 × 3) ribu rupiah = (x – 3)2
= (27 + 600 – 54) × 1.000 rupiah
= 573.000 rupiah –11
= (x – 3)2
Jadi, biaya minimum yang harus dikeluarkan
perusahaan untuk merakit satu motor adalah Jadi, turunan pertamanya adalah h′(x)
Rp573.000,00. 11
=– .
30. Jawaban: c (x – 3)2
Biaya total:
1 2. f(2x + 1) = 2x – 2x
TC = B(x) = 3 x2 – 10x + 25
Kedua ruas diturunkan diperoleh:
2
Penerimaan total: TR = 50x – 3 x2 1
f′(2x + 1) × 2 = 2 – 2x
Laba akan maksimum jika MP = 0.
MP = MR – MC 1
dTR dTC
⇔ f′(2x + 1) = 1 – 2 2x
⇔ 0= dx
– dx Pilih x = 2 diperoleh:
4 2
⇔ 0 = 50 – 3
x – (3x – 10) 1
f′(2(2) + 1) = 1 – 2 2(2)
⇔ 60 – 2x = 0
⇔ x = 30 1
Jadi, laba maksimum diperoleh jika diproduksi ⇔ f′(4 + 1) = 1 – 2 4
30 m kain batik.
1
⇔ f′(5) = 1 – 4
B. Uraian
1. a. f(x) = 2x3 – 3x2 + 12x – 1 3
⇔ f′(5) = 4
Turunan pertama:
f′(x) = 3 × 2x2 – 2 × 3x + 12 – 0 3
Jadi, nilai f′(5) = .
= 6x2 – 6x + 12 4
Jadi, turunan pertamanya adalah f′(x) =
3. Jari-jari benda bertambah dengan laju
6x2 – 6x + 12.
dr
b. g(x) = (2x2 – x + 1)4 0,02 mm/detik maka dt = 0,02 mm/detik.
Fungsi g(x) berbentuk (u(x))4.
Luas permukaan benda = 0,8π cm2 = 8.000π mm2.
Misalkan:
A = 2πr2 + 2πrh
u(x) = 2x2 – x + 1 ⇔ u′(x) = 4x – 1
⇔ 8.000π = 2πr2 + 2πr × 60
Dengan demikian:
⇔ 2
2r + 120r – 8.000 = 0
g′(x) = 4 × (u(x))3 × u′(x)
⇔ r2 + 60r – 4.000 = 0
= 4 × (2x2 – x + 1)3 × (4x – 1)
⇔ (r + 100)(r – 40) = 0
= (16x – 4)(2x2 – x + 1)3
⇔ r + 100 = 0 atau r – 40 = 0

38 Turunan Fungsi
⇔ r = –100 atau r = 40 Persamaan gradien garis singgung kurva adalah
Oleh karena r > 0 maka r = 40 mm. m = f′(x) = 6x – 4.
dV Gradien garis normal di titik A(1, 5) adalah
Laju pertambahan volume benda = dt .
1 1 1
dV dV dr mn = – =– = –2.
= × f ′(1) 6 × 1− 4
dt dr dt
= 2πrh × 0,02 Persamaan garis normal kurva di titik A(1, 5)
= 0,04π × 40 × 60 sebagai berikut.
= 96π mm3/detik y – 5 = mn(x – 1)
Jadi, laju pertambahan volume benda pada saat 1
⇔ y – 5 = – 2 (x – 1)
luas permukaan 0,8π cm2 adalah 96π mm3/detik.
4. Laju perubahan pertambahan jari-jari noda tinta ⇔ 2y – 10 = –x + 1
⇔ x + 2y = 11
dr 1 Jadi, persamaan garis normal kurva di titik A
dt
= 6 mm/detik.
adalah x + 2y = 11.
Luas noda tinta: A = πr2
Laju pertambahan luas noda tinta 7. Kurva f(x) = ax3 + bx2 + cx – 6 melalui titik (2, –4)
dA dA dr maka f(2) = –4.
= dt = dr × dt f(2) = a × 23 + b × 22 + c × 2 – 6
1 1 ⇔ –4 = 8a + 4b + 2c – 6
= 2πr × 6 = 3 πr
⇔ 8a + 4b + 2c = 2
Laju pertambahan luas noda tinta pada saat r = ⇔ 4a + 2b + c = 1 . . . (i)
12 mm: Kurva mempunyai titik balik minimum (1, –2)
dA 1 maka f′(1) = 0 dan f(1) = –2.
= 3 π × 12
dt f′(x) = 3ax2 + 2bx + c
= 4π mm2/detik f′(1) = 0 ⇔ 3a + 2b + c = 0 . . . (ii)
Jadi, laju pertambahan luas noda tinta pada saat f′(1) = a × 13 + b × 12 + c × 1 – 6
r = 12 mm adalah 4π mm2/detik. ⇔ –2 = a + b + c – 6
⇔ a+b+c=4 . . . (iii)
5. f′(x) = 2ax + b
Eliminasi b dan c dari persamaan (i) dan (ii).
Titik P(2, 4) pada kurva f(x) = ax2 + bx + 2 maka
f(2) = 4. 4a + 2b + c = 1
f(2) = a × 22 + b × 2 + 2 = 4 3a + 2b + c = 0
–––––––––––– –
⇔ 4a + 2b = 2 a=1
⇔ 2a + b = 1 Substitusikan a = 1 ke persamaan (ii) dan (iii):
⇔ b = 1 – 2a (ii) 3 × 1 + 2b + c = 0
Garis y = 5x – 6 mempunyai gradien m = 5. ⇔ 3 + 2b + c = 0
Gradien garis singgung kurva di titik P(2, 4) ⇔ 2b + c = –3 . . . (iv)
adalah m1 = f′(2) = 2a × 2 + b = 4a + b. (iii) 1 + b + c = 4
Garis singgung sejajar dengan garis y = 5x – 6 ⇔ b+c= 3 . . . (v)
maka m1 = m. Eliminasi c dari persamaan (iv) dan (v).
4a + b = 5 2b + c = –3
⇔ 4a + (1 – 2a) = 5 b+c=3
⇔ 2a = 4 ––––––––– –
⇔ a=2 b = –6
Untuk a = 2 maka b = 1 – 2 × 2 = –3. Diperoleh b + c = 3 ⇔ –6 + c = 3
Jadi, nilai a = 2 dan b = –3. ⇔ c=9
Persamaan kurva menjadi
6. Titik A(1, (a + 2)) pada kurva f(x) = ax2 – (a + 1)x + 6
maka f(1) = a + 2. f(x) = x3 – 6x2 + 9x – 6
f(1) = a × 12 – (a + 1) × 1 + 6 = a + 2 Fungsi f(x) mencapai stasioner jika f′(x) = 0.
⇔ a–a–1+6=a+2 f′(x) = 0 ⇔ 3x2 – 12x + 9 = 0
⇔ 5=a+2 ⇔ 3(x2 – 4x + 3 = 0
⇔ a=3 ⇔ (x – 1)(x – 3) = 0
Dengan demikian, diperoleh persamaan kurva f(x) ⇔ x – 1 = 0 atau x – 3 = 0
= 3x2 – 4x + 6 dan koordinat titik A(1, 5). ⇔ x = 1 atau x=3

Matematika Kelas XI 39
Sketsa grafik f′(x): Luas segi empat BCED akan minimum jika
▲ ▲ dL
dx
=0
+++ ––– +++
▲ 3 3
x– 2 =0⇔x= 2
1 3
maksimum minimum Luas minimum segi empat BCED:
Dari sketsa grafik f′(x) tampak bahwa kurva f(x) 1 3 3 3
L = 2 × ( 2 )2 – 2 × 2 + 2 = 3 8
9 3
mencapai minimum di x = 3.
Nilai minimum = f(3) Jadi, luas minimum segi empat BCED adalah
= 33 – 6 × 32 + 9 × 3 – 6 3
3 8 cm2.
= 27 – 54 + 27 – 6
= –6 10. Fungsi pendapatan (dalam ribu rupiah):
Jadi, titik balik minimum kurva f(x) adalah (3, –6). H(x) = 2x3 – 100x2 + 13.000x – 150.000
8. Misalkan titik (x, y) merupakan titik sudut persegi Fungsi pengeluaran (dalam ribu rupiah):
panjang pada parabola y = 12 – x2, maka panjang T(x) = x × (x2 + 110x – 500)
= x3 + 110x2 – 500x
persegi panjang = 2x.
Fungsi laba (dalam ribu rupiah):
Lebar persegi panjang = y = 12 – x2.
L(x) = H(x) – T(x)
Luas persegi panjang adalah: = (2x3 – 100x2 + 13.000x – 150.000) – (x3
L = panjang × lebar + 110x2 – 500x)
= 2x(12 – x2) = x3 – 210x2 + 13.500x – 150.000
= 24x – 2x3 Fungsi L(x) mencapai stasioner jika L′(x) = 0.
dL L′(x) = 0
Luas persegi panjang akan maksimum jika dx = 0.
⇔ 3x2 – 420x + 13.500 = 0
24 – 6x2 = 0 ⇔ x2 – 140x + 4.500 = 0
⇔ –6x2 = –24 ⇔ (x – 50)(x – 90) = 0
⇔ x2 = 4 ⇔ x – 50 = 0 atau x – 90 = 0
⇔ x = ±2 ⇔ x = 50 atau x = 90

Diagram tanda L′(x) sebagai berikut.
––– +++ ––– ▲ ▲
▲ ▲
+++ ––– +++
–2 2 ▲
Luas akan maksimum untuk x = 2, yaitu:
50 90
Lmaks = 24 × 2 – 2 × 23 = 48 – 16 = 32 satuan luas. ↑ ↑
Jadi, luas maksimum persegi panjang adalah 32 maksimum minimum
satuan luas. Dari diagram tanda L′(x) di atas tampak bahwa
9. Misalkan panjang AB = x cm maka AC = x cm fungsi L(x) mencapai maksimum di x = 50.
dan AD = CE = (x – 3) cm. Laba maksimum
Luas segi empat BCED: = L(50)
L = LΔABC – LΔADE = (503 – 210(50)2 + 13.500(50) – 150.000) ribu
1 1 = (125.000 – 525.000 + 675.000 – 150.000) ribu
= 2 × AB × AC – 2 × AD × AE = 125.000 ribu
1 1 = 125.000.000
= 2 × x × x – 2 (x – 3) × 3 Jadi, laba maksimum per hari yang akan diperoleh
1 3 9
perusahaan sebesar Rp125.000.000,00.
= 2 x2 – 2 x + 2

40 Turunan Fungsi
A. Pilihan Ganda d. Untuk a = 4:
Dari grafik fungsi terlihat lim f(x) = 4 dan
1. Jawaban: d x → 4−
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati –5 dari
kanan, nilai f(x) mendekati 17 sehingga dapat
lim f(x) = 3. Oleh karena lim f(x) ≠
x → 4+ x → 4−
dinyatakan lim + f(x) = 17. lim f(x) maka lim f(x) tidak ada.
x →−5
x → 4+ x→4

2. Jawaban: e e. Untuk a = 6:
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati 2 dari
Dari grafik fungsi terlihat lim f(x) = 3 dan
kiri, nilai f(x) mendekati 3 sehingga dapat x → 6−
dinyatakan lim − f(x) = 3. Dari tabel terlihat untuk lim f(x) = 4. Oleh karena lim f(x) ≠
x→2 x → 6+ x → 6−
nilai x mendekati 2 dari kanan, nilai f(x) men- lim f(x) maka lim f(x) tidak ada.
x → 6+ x→6
dekati 0 sehingga dapat dinyatakan lim + f(x) = 0.
x→2 Jadi, nilai a yang memenuhi agar lim f(x) ada
x→4
Oleh karena lim − f(x) ≠ lim + f(x) maka lim f(x)
x→2 x→2 x→2 adalah a = –1.
tidak ada.
Jadi, lim f(x) tidak ada. 4. Jawaban: c
x→2
a. lim (g(x) + f(x) – h(x))
x→c
3. Jawaban: b
a. Untuk a = –4: = lim g(x) + lim f(x) – lim h(x)
x→c x→c x→c
Dari grafik fungsi terlihat lim f(x) = 2 = 3 + (–4) – 6

x → −4
= –7
dan lim f(x) = 4. Oleh karena lim f(x)
x → − 4+ x → − 4− b. lim (f(x) × h(x) – g(x))
x→c
≠ lim f(x) maka lim f(x) tidak ada.
= lim f(x) × lim h(x) – lim g(x)
x → − 4+ x → −4
x→c x→c x→c
b. Untuk a = –1: = (–4) × 6 – 3
Dari grafik fungsi terlihat lim f(x) = 6 dan = –27
x → −1−
c. lim (f2(x) – g2(x))
lim f(x) = 6. Oleh karena lim f(x) x→c
+ −
x →−1 x → −1
= lim f2(x) – lim g2(x)
x→c x→c
= lim f(x) = 6 maka lim f(x) = 6 (ada).
+
x → −1 x → −1 = (–4)2 – (3)2
c. Untuk a = 2: = 16 – 9
Dari grafik fungsi terlihat lim− f(x) = 6 dan =7
x →2

lim f(x) = 5. Oleh karena lim f(x) ≠


x → 2+ x → 2−

lim f(x) maka lim f(x) tidak ada.


x → 2+ x→2

Matematika Kelas XI 41
f(x) + g(x) 8. Jawaban: a
d. lim ( h(x)
)
x→c x 2 + 2x − 3 (x + 3)(x − 1)
lim = lim
lim f(x) + lim g(x) x → −3 x 3 − 9x x → −3 x(x 2 − 9)
x→c x→c
= lim h(x) (x + 3)(x − 1)
x→c = lim x(x + 3)(x − 3)
x → −3
−4 + 3 x −1
= 6 = lim
x → −3 x(x − 3)
1
=–6 −3 − 1
= −3 × (−3 − 3)
f(x) × g(x)
e. lim ( h(x)
) −4
x→c = −3 × (−6)
lim f(x) × lim g(x)
x→c x→c 2
= lim h(x)
=–9
x→c

x 2 + 2x − 3 2
−4 × 3 Jadi, nilai lim = –9 .
= x → −3 x 3 − 9x
6
= –2 9. Jawaban: d
Jadi, pernyataan yang benar pada pilihan c.
x3 − 8 (x − 2)(x 2 + 2x + 4)
5. Jawaban: a lim = lim
x → 2 x 2 − 3x + 2 x→ 2 (x − 2)(x − 1)
lim (2 – x)5 + lim 3 = (2 – 4)5 + 3 x 2 + 2x + 4
x→4 x→4 = lim
x→ 2 x −1
= –32 + 3
= –29 22 + 2(2) + 4
=
2 −1
Jadi, nilai lim (2 – x)5 + lim 3 = –29. 4+4+4
x→4 x→4 = 1

6. Jawaban: d = 12
x3 − 8
x2 − 4 (−1)2 − 4 Jadi, lim = 12.
lim 2 = x → 2 x 2 − 3x + 2
x → −1 x + x − 2 (−1)2 + (−1) − 2
10. Jawaban: b
1− 4
= 1− 1− 2 x− x −2 ( x − 2)( x + 1)
lim = lim
x→4 x−4 x → 4 ( x − 2)( x + 2)
−3
= −2 x +1
= lim
3 x→4 x +2
= 2
4 +1
x2 − 4 3 =
Jadi, nilai lim 2 = . 4 +2
x → −1 x +x−2 2
2 +1
7. Jawaban: b = 2+2
x 2 − 4x − 5 (x + 1)(x − 5)
lim = lim 3
2
x → 5 x − 6x + 5 x → 5 (x − 1)(x − 5) = 4
x +1 x− x −2 3
= lim Jadi, nilai lim = .
x → 5 x −1 x−4 4
x→4
5 +1
= 5 −1

6 3
= 4
= 2

x 2 − 4x − 5 3
Jadi, nilai lim 2 = .
x → 5 x − 6x + 5 2

42 Ulangan Tengah Semester


11. Jawaban: b 13. Jawaban: b
x − 2x − 1 1 1
lim lim ( – 2 )
x →1 x −1 x → 1 2x − 2 x −1

x − 2x − 1 x + 2x − 1 1 1
= lim × = lim ( 2x − 2 – (x − 1)(x + 1)
)
x →1 x −1 x + 2x − 1 x →1

x − (2x − 1) (x + 1) − 2
= lim = lim
x → 1 (x − 1)( x + 2x − 1) x → 1 2(x − 1)(x + 1)

x −1
−x + 1 = lim
= lim x →1 2(x − 1)(x + 1)
x → 1 (x − 1)( x + 2x − 1)
1
−(x − 1) = lim
= lim x → 1 2(x + 2)
x → 1 (x − 1)( x + 2x − 1)
1
−1 = 2(1 + 1)
= lim
x →1 x + 2x − 1
1
−1
= 4
=
1+ 2 −1
1 1 1
Jadi, lim ( 2x − 2 – 2 ) = 4 .
−1 x →1 x −1
= 1+ 1
14. Jawaban: d
1
= –2 2x − 2
lim
x→2 3x − 2 − x + 2
x − 2x − 1 1
Jadi, lim = –2. 2x − 2 3x − 2 + x + 2
x →1 x −1 = lim ×
x→2 3x − 2 − x + 2 3x − 2 + x + 2

12. Jawaban: d ( 2x − 2)( 3x − 2 + x + 2)


= lim
x→2 (3x − 2) − (x + 2)
2 12
lim ( – x2 − 9
) 2x + 2
x→3 x−3 ( 2x − 2)( 3x − 2 + x + 2)
= lim ×
x→2 2x − 4 2x + 2
2(x + 3) 12
= lim ( (x − 3)(x + 3) – (x − 3)(x + 3)
) (2x − 4)( 3x − 2 + x + 2)
x→3 = lim
x→2 (2x − 4)( 2x + 2)
2x + 6 − 12
= lim
x → 3 (x − 3)(x + 3) = lim
3x − 2 + x + 2
x→2 2x + 2
2x − 6
= lim (x − 3)(x + 3)
x→3 3(2) − 2 + 2 + 2
=
2(2) + 2
2(x − 3)
= lim (x − 3)(x + 3)
x→3 4+ 4
=
2 4+2
= lim
x→3 x+3 2+2
= 2+2
2
= 3+3 =1
1 2x − 2
= 3
Jadi, lim = 1.
x→2 3x − 2 − x + 2
2 12 1
Jadi, nilai lim ( x − 3 – x2 − 9
)= 3
.
x→3

Matematika Kelas XI 43
15. Jawaban: e 18. Jawaban: e
ax 2 − (7a − 1)x − 7 5 Fungsi f(x) = (2x3 – 2x2 + x + 4)5 berbentuk
lim = 2 (u(x))5.
x →7 x 2 − 8x + 7
ax 2 − (7a − 1)x − 7 Misalkan:
Agar lim ada, ax2 – (7a – 1)x – 7 u(x) = 2x3 – 2x2 + x + 4 ⇔ u′(x) = 6x2 – 4x + 1
x →7 x 2 − 8x + 7
mempunyai salah satu faktor (x – 7). Misalkan Dengan demikian:
faktor yang lain (ax + b). f′(x) = 5 × (u(x))4 × u′(x)
ax2 – (7a – 1)x – 7 = (x – 7)(ax + b) = 5 × (2x3 – 2x2 + x + 4)4 × (6x2 – 4x + 1)
⇔ ax2 – (7a – 1)x – 7 = ax2 – (7a – b)x – 7b = 5(6x2 – 4x + 1)(2x3 – 2x2 + x + 4)4
Dari kesamaan tersebut diperoleh Untuk x = –1 diperoleh:
–7 = –7b ⇔ b = 1 f′(–1) = 5(6(–1)2 – 4(–1) + 1)(2(–1)3 – 2(–1)2
+ (–1) + 4)4
ax 2 − (7a − 1)x − 7 5
lim = = 5(6 + 4 + 1)(–2 – 2 – 1 + 4)4
x 2 − 8x + 7 2
x →7 = 5(11)(1)4
(ax + b)(x − 7) 5 = 5(11)(1)
⇔ lim =
x → 7 (x − 1)(x − 7) 2 = 55
(ax + 1)(x − 7) 5
Jadi, nilai f′(1) = 55.
⇔ lim =
x → 7 (x − 1)(x − 7) 2 19. Jawaban: a
ax + 1 5 Misalkan:
⇔ lim = u = 2x – 1 ⇔ 2x = u + 1
x →7 x − 1 2

a×7 +1 5 u+1
⇔ = ⇔ x= 2
7 −1 2
Dengan demikian:
7a + 1 5
⇔ = f(2x – 1) = 8x2 – 2
6 2
u+1 2
⇔ 7a = 14 ⇔ f(u) = 8( ) –2
2
⇔ a=2 2
u + 2u + 1
Jadi, nilai a yang memenuhi adalah a = 2. = 8( ) –2
4
16. Jawaban: b = 2(u2 + 2u + 1) – 2
= 2u2 + 4u + 2 – 2
2 1 2
f(x) = x3 – x + 3x – 2 = 2u2 + 4u
3 2
Turunan pertama:
Turunan pertama:
f′(u) = 2 × 2u + 4
2 1 = 4u + 4
f′(x) = 3 × 3
x2 – 2 × 2
x+3–0
Untuk u = –2 diperoleh:
= 2x2 – x + 3 f′(–2) = 4(–2) + 4 = –8 + 4 = –4
Jadi, turunan pertamanya f′(x) = 2x2 – x + 3. Alternatif penyelesaian:
17. Jawaban: a f(2x – 1) = 8x2 – 2
Fungsi g(x) = x2(1 – 3x)3 berbentuk u(x)v(x). Turunkan kedua ruas diperoleh:
f′(2x – 1) × 2 = 2 × 8x – 0
Misalkan:
⇔ 2f′(2x – 1) = 2 × 8x
u(x) = x2 ⇔ u′(x) = 2x
⇔ f′(2x – 1) = 8x
v(x) = (1 – 3x)3 ⇔ v′(x) = –9(1 – 3x)2
1
Dengan demikian: Pilih x = – 2 diperoleh:
g′(x) = u′(x)v(x) + u(x)v′(x)
1 1
= (2x)(1 – 3x)3 + (x2)(–9(1 – 3x)2) f′(2(– 2 ) – 1) = 8(– 2 )
= (2x)(1 – 3x)3 + (–9x2)(1 – 3x)2
⇔ f′(–1 – 1) = –4
= (1 – 3x)2(2x(1 – 3x) – 9x2)
⇔ f′(–2) = –4
= (1 – 3x)2(2x – 6x2 – 9x2)
Jadi, nilai f′(–2) = –4.
= (1 – 3x)2(2x – 15x2)
Jadi, turunan pertamanya adalah g′(x)
= (1 – 3x)2(2x – 15x2).

44 Ulangan Tengah Semester


20. Jawaban: c Dari m1 = m2 diperoleh:
2
x –2 u(x) 6x – 4 = 2
Fungsi f(x) = berbentuk . ⇔ 6x = 6
x 2 + 3x + 3 v(x)
Misalkan: ⇔ x=1
u(x) = x2 – 2 ⇔ u′(x) = 2x Substitusikan x = 1 ke dalam persamaan kurva.
v(x) = x2 + 3x + 3 ⇔ v′(x) = 2x + 3 y = 3x2 – 4x
Dengan demikian: = 3(1)2 – 4(1)
u′(x)v(x) – u(x)v′(x) =3–4
f′(x) = (v(x))2 = –1
Persamaan garis singgung bergradien 2 melalui
(2x)(x 2 + 3x + 3) – (x 2 – 2)(2x + 3)
= titik (1, –1):
(x 2 + 3x + 3)2
y – y1 = m(x – x1)
Untuk x = –2 diperoleh:
⇔ y + 1 = 2(x – 1)
(2(–2))((–2)2 + 3(–2) + 3) – ((–2)2 – 2)(2(–2) + 3) ⇔ y + 1 = 2x – 2
f′(–2) = ((–2)2 + 3(–2) + 3)2 ⇔ y = 2x – 3
(–4)(4 – 6 + 3) – (4 – 2)(–4 + 3) ⇔ 2x – y – 3 = 0
= (4 – 6 + 3)2 Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
2x – y – 3 = 0.
(–4)(1) – (2)(–1)
= (1)2 23. Jawaban: e
Gradien garis singgung kurva:
–4 + 2 m = f′(x) = 3x – a
= 1
Substitusikan x = a – 1 ke dalam m = 3x – a,
–2 diperoleh:
= 1 m = 3x – a
= –2 = 3(a – 1) – a
Jadi, nilai f′(–2) = –2. = 3a – 3 – a
= 2a – 3
21. Jawaban: a
f(x) = px2 – 3x + 2 Garis normal x + ay – 5 = 0 mempunyai gradien
Turunan pertama: 1
mn = – .
a
f′(x) = 2 × px – 3 + 0
Oleh karena garis singgung dan garis normal
= 2px – 3
saling tegak lurus, diperoleh:
Persamaan gradien garis singgung kurva:
m × mn = –1
m = f′(x) = 2px – 3
1
Garis g mempunyai gradien 5 dan menyinggung ⇔ (2a – 3) × (– ) = –1
a
kurva f(x) di x = p maka f′(p) = 5. ⇔ 2a – 3 = a
Dengan demikian: ⇔ 2a – a = 3
f′(p) = 2p(p) – 3 ⇔ a=3
⇔ 5 = 2p2 – 3
Diperoleh koordinat titik T(3 – 1, b) = T(2, b).
⇔ 8 = 2p2
Substitusikan x = 2 dan a = 3 ke dalam
⇔ p2 = 4 persamaan kurva.
⇔ p = ±2
3 2
Jadi, nilai p yang memenuhi adalah –2 atau 2. f(x) = x – ax + 1
2
22. Jawaban: c 3
⇔ b= × 22 – 3 × 2 + 1
y = 3x2 – 4x 2

m = y′ = 6x – 4 =6–6+1
Syarat dua garis sejajar m1 = m2. =1
Jadi, koordinat titik T(2, 1).
Garis 2x – y + 3 = 0
⇔ –y = –2x – 3
⇔ y = 2x + 3
m2 = 2

Matematika Kelas XI 45
24. Jawaban: e 27. Jawaban: c
f(x) = x3 – 9x2 + 15x – 5 s(t) = t3 + 2t2 + t + 1
f′(x) = 3x2 – 18x + 15 ds
Syarat f(x) naik yaitu f′(x) > 0. v(t) = dt = 3t2 + 4t + 1
f′(x) > 0
v(t) = 21
⇔ 3x2 – 18x + 15 > 0 ⇔ 3t2 + 4t + 1 = 21
⇔ 3(x2 – 6x + 5) > 0 ⇔ 3t2 + 4t – 20 = 0
⇔ 3(x – 5)(x – 1) > 0 ⇔(3t + 10)(t – 2) = 0
Titik pembuat nol: ⇔ t =–
10
(tidak mungkin) atau t = 2
x–5=0⇔x=5 3
x–1=0⇔x=1 Kecepatan 21 m/s dicapai pada saat t = 2.
dv
+ – + a(t) = dt = 6t + 4
1 5 a(2) = 6 × 2 + 4 = 16
Jadi, f(x) naik pada interval x < 1 atau x > 5. Jadi, pada saat kecepatan partikel 21 m/s per-
25. Jawaban: a cepatannya 16 m/s2.
Syarat fungsi f(x) turun yaitu f′(x) < 0. 28. Jawaban: c
f′(x) < 0 dC(x)
⇔ 3 × 4x3 – 16 × 3x2 + 24 × 2x < 0 Fungsi C(x) mencapai stasioner jika dx
= 0.
⇔ 12x3 – 48x2 + 48x < 0 dC(x)
= 0,03x2 – 12x + 900 = 0
⇔ 12x(x2 – 4x + 4) < 0 dx
⇔ 12x(x – 2)2 < 0 ⇔ 3x2 – 1.200x + 90.000 = 0
⇔ 3(x2 – 400x + 30.000) = 0
Pembuat titik nol:
⇔ (x – 100)(x – 300) = 0
12x = 0 ⇔ x – 2 = 0
⇔ x – 100 = 0 atau x – 300 = 0
x–2=0⇔x=2
⇔ x = 100 atau x = 300
– + + dC(x)
Diagram tanda dx
sebagai berikut.
0 2
▲ ▲
⇔ x<0
Jadi, grafik fungsi f(x) turun pada interval x < 0. +++ ––– +++

26. Jawaban: d 100 300
f(x) = 2x3 + 3x2 – 12x + 6 dC(x)
f′(x) = 6x2 + 6x – 12 Dari diagram tanda dx
di atas terlihat bahwa
f′′(x) = 12x + 6 fungsi C(x) mencapai minimum di x = 300.
Stasioner ⇒ f′(x) = 0 Jadi, banyak barang yang harus diproduksi
⇔ 6x2 + 6x – 12 = 0 300 unit per hari agar biaya produksi minimum.
⇔ 6(x2 + x – 2) = 0 29. Jawaban: d
⇔ 6(x + 2)(x – 1) = 0 Perhatikan kotak berikut.
⇔ x = –2 atau x = 1
x = –2 ⇒ f′′(–2) = 12(–2) + 6
= –24 + 6
= –18 (maksimum) t
x = 1 ⇒ f′′(1) = 12(1) + 6
= 12 + 6 a
= 18 (minimum) a

Nilai minimum = 2(1)3 + 3(1)2 – 12(1) + 6 Alas kotak berukuran a cm dan tingginya t cm.
= 2 + 3 – 12 + 6 Luas permukaan = 432
= –1 ⇔ luas alas + 4 × luas bidang tegak = 432
⇔ a2 + 4 × at = 432
Nilai maksimum = 2(–2)3 + 3(–2)2 – 12(–2) + 6
⇔ a2 + 4at = 432
= –16 + 12 + 24 + 6
⇔ 4at = 432 – a2
= 26
Jadi, pernyataan yang benar pada pilihan d. 432 − a 2
⇔ t=
4a

46 Ulangan Tengah Semester


Volume kotak: Cek turunan kedua U(x).
V = luas alas × tinggi U′′(x) = 0,6x – 90
= a2 × t Untuk x = 100 diperoleh
432 − a 2 U′′(100) = 0,6 × 100 – 90 = –30 (maksimum)
= a2 × Untuk x = 200 diperoleh
4a
a(432 − a 2 ) U′′(200) = 0,6 × 200 – 90 = 30 (minimum)
= Jadi, keuntungan maksimum dicapai pada saat
4
432a − a3 banyak produksi 100 unit.
=
4
Volume kotak maksimum ketika V′(a) = 0. B. Uraian
V′(a) = 0 1. a. Y
432 3a 2
⇔ 4
– =0
4
432 3a2 L
⇔ 4
=
4
y = f(x)
⇔ 3a2 = 432
⇔ a2 = 144 X
c
⇔ a = ±12
Oleh karena ukuran panjang harus positif, nilai a
yang memenuhi adalah 12. Dari grafik fungsi terlihat lim f(x) = L dan
x → c−
Volume maksimum: lim f(x) = L. Oleh karena lim f(x) =
x → c+ x → c−
432a − a3
V = lim f(x) = L maka lim f(x) = L (ada).
4
x → c+ x→c
3
432(12) − 12 Jadi, grafik pada 1a mempunyai limit di titik
=
4
5.184 − 1.728 x = c.
= 4
b. Y
= 864
Jadi, volume maksimum kotak tersebut 864 cm3. q
30. Jawaban: e p
y = f(x)
Banyak barang yang diproduksi x unit.
Biaya total produksi:
B(x) = (25x2 – 2.000x + 50.000) ribu c X
Harga penjualan per unit:
H(x) = (0,1x2 – 20x + 4.000) ribu
Dari grafik fungsi terlihat lim f(x) = p dan
Harga total penjualan: x → c−
T(x) = x × H(x)
= x × (0,1x2 – 20x + 4.000) ribu lim f(x) = q. Oleh karena lim f(x) ≠
x → c+ x → c−
= (0,1x3 – 20x2 + 4.000x) ribu
lim f(x) maka lim f(x) tidak ada.
Keuntungan: x → c+ x→c
U(x) = T(x) – B(x) Jadi, grafik pada 1b tidak mempunyai limit
= (0,1x3 – 20x2 + 4.000x) – (25x2 – 2.000x di titik x = c.
+ 50.000) ribu
= (0,1x3 – 45x2 + 6.000x – 50.000) ribu ⎧ x − 4, x < 4
2. a. lim f(x) untuk f(x) = ⎨
Keuntungan maksimum dicapai ketika U′(x) = 0. x→4 ⎩ x, x > 4
U′(x) = 0
lim f(x) = lim (x – 4) = 4 – 4 = 0
⇔ 0,1 × 3x2 – 45 × 2x + 6.000 = 0 x → 4− −
x→4
⇔ 0,3x2 – 90x + 6.000 = 0
⇔ 0,3(x2 – 300x + 20.000) = 0 lim f(x) = lim x= 4=2
x → 4+ x → 4+
⇔ 0,3(x – 100)(x – 200) = 0
⇔ x – 100 = 0 atau x – 200 = 0 Oleh karena lim f(x) ≠ lim f(x) maka
x → 4− x → 4+
⇔ x = 100 atau x = 200
lim f(x) tidak ada.
x→4

Matematika Kelas XI 47
⎧ 6 − 2x, x ≤ − 2 x 2 − ax − b 4
b. lim f(x) untuk f(x) = ⎨ 2 4. lim 2 =
x → −1 2x − x − 3 5
x → −2 ⎩2x + 2, x > − 2
Limit tersebut ada jika (x + 1) merupakan faktor
lim f(x) = lim (6 – 2x) dari x2 – ax – b.
− −
x → −2 x → −2
Menggunakan pembagian bersusun diperoleh
= 6 – 2 × (–2) x2 – ax – b = (x + 1) (x + (–a – 1)) + (a + 1 – b)
=6+4 oleh karena (x + 1) merupakan faktor dari
= 10 (x2 – ax – b) maka
lim f(x) = lim (2x2 + 2) a + 1 – b = 0 ⇔ a – b = –1 . . . (1)
x → − 2+ x → − 2+
x 2 − ax − b 4
= 2 × (–2)2 + 2 lim 2 =
x → −1 2x − x − 3 5
=8+2 (x + 1) (x +( − a − 1)) 4
= 10 ⇔ lim (x + 1)(2x − 3)
= 5
x → −1
Oleh karena lim f(x) = lim f(x) maka x −a − 1 4
x → − 2− x → − 2+ ⇔ lim 2x − 3
= 5
x → −1
lim f(x) = 10. −1 − a − 1 4
x → −2 ⇔ 2(−1) − 3
= 5

2(x − 4) − (x − 5) 2x − 8 − x + 5 −2 − a 4
3. a. lim = lim ⇔ −5
= 5
x→3 2x − 6 x→3 2(x − 3)
x−3 a+2 4
= lim ⇔ 5
= 5
x → 3 2(x − 3)
⇔ a+2=4
1
= lim ⇔ a = 2 . . . (2)
x→3 2
Substitusikan a = 2 ke persamaan a – b = –1.
1
= 2 – b = –1 ⇔ –b = –3 ⇔ b = 3
2
Jadi, nilai a = 2 dan b = 3.
2(x − 4) − (x − 5) 1
Jadi, nilai lim 2x − 6
= 2
.
x→3 f(x) f(x)
5. Agar lim ada dan lim ada, haruslah
2
x − 2x − 8 (x + 2)(x − 4) x → 1 x −1 x → −2 x +2
b. lim 2x 2 − 6x − 20 = lim 2(x + 2)(x − 5)
x → −2 x → −2 (x – 1) dan (x + 2) merupakan faktor dari f(x).
x−4 Misalkan f(x) = (x – 1)(x + 2)(ax + b)
= lim 2(x − 5)
x → −2 f(x)
−2 − 4 lim =6
x → 1 x −1
= 2 × (−2 − 5)
(x − 1)(x + 2)(ax + b)
−6 ⇔ lim x −1
=6
= −14
x →1
(x + 2)(ax + b)
3 ⇔ lim 1
=6
= 7
x →1
(1 + 2)(a × 1 + b)
x 2 − 2x − 8 3 ⇔ =6
Jadi, nilai lim 2 = . 1
x → − 2 2x − 6x − 20 7
⇔ a+b=2 . . . (1)
x3 − 1 x3 − 1
c. lim 4 3 2 = lim 2 2 f(x)
x → 1 x + x − 2x x → 1 x (x + x − 2) lim = 12
x → −2 x + 2
2
= lim (x 2− 1)(x + x + 1) (x − 1)(x + 2)(ax + b)
x → 1 x (x − 1)(x + 2)
⇔ lim x+2
= 12
2
x + x +1 x → −2
= lim 2
x → 1 x (x + 2) (x − 1)(ax + b)
⇔ lim = 12
12 + 1 + 1 x → −2 1
=
12 × (1 + 2)
(−2 − 1)(a × (−2) + b)
3 ⇔ 1
= 12
= 3
=1
−3(−2a + b)
x3 − 1 ⇔ 1
= 12
Jadi, nilai lim 4 3 2 = 1.
x → 1 x + x − 2x ⇔ –2a + b = –4 . . . (2)

48 Ulangan Tengah Semester


Eliminasi b dari (1) dan (2): 7. Kurva y = x3 – 3x2 + 1 ⇔ y′ = 3x2 – 6x
a+b=2 Garis g: 2x + 18y – 3 = 0
–2a + b = –4 2 1
–––––––––––– – Gradien garis g: mg = – 18 = – 9
3a = 6 ⇔ a = 2
Garis singgung kurva (misalkan garis k) tegak
Substitusikan a = 2 ke dalam persamaan a + b = 2.
lurus garis g.
2+b=2⇔b=0
mk × mg = –1
Dengan demikian a = 2 dan b = 0.
f(x) = (x – 1)(x + 2)(ax + b) 1
⇔ mk × (– 9 ) = –1
= (x – 1)(x + 2)(2x + 0)
= 2x(x – 1)(x + 2) ⇔ mk = 9
= 2x3 + 2x2 – 4x mk = y′ = 9
Jadi, rumus fungsi f(x) = 2x3 + 2x2 – 4x.
⇔ 3x2 – 6x = 9
2 1 2 ⇔ 3x2 – 6x – 9 = 0
6. a. f(x) = 3
x3 + 2
x – 3x + 1 ⇔ x2 – 2x – 3 = 0
Turunan pertama: ⇔ (x + 1)(x – 3) = 0
2 1
⇔ x = –1 atau x = 3
f′(x) = 3 × x2 + 2 × x–3+0
3 2 Untuk x = –1 ⇒ y = (–1)3 – 3(–1)2 + 1
= 2x2+x–3 = –1 – 3 + 1
Jadi, turunan pertamanya f′(x) = 2x2 + x – 3. = –3
b. g(x) = (x – 2)(1 – x2) Koordinat titik singgung (–1, –3).
Fungsi g(x) berbentuk u(x)v(x). Persamaan garis singgung dengan gradien 9 dan
Misalkan: melalui titik (–1, –3):
u(x) = x – 2 ⇔ u′(x) = 1 y + 3 = 9(x + 1)
v(x) = 1 – x2 ⇔ v′(x) = –2x ⇔ y = 9x + 9 – 3
Dengan demikian: ⇔ y = 9x + 6
g′(x) = u′(x)v(x) + u(x)v′(x)
⇔ 9x – y + 6 = 0
= (1)(1 – x2) + (x – 2)(–2x)
= (1 – x2) + (–2x2 + 4x) Untuk x = 3 ⇒ y= (3)3 – 3(3)2 + 1
= –3x2 + 4x + 1 =1
Jadi, turunan pertamanya g′(x) = –3x2 + 4x + 1. Koordinat titik singgung (3, 1).
x2 – 1 Persamaan garis singgung dengan gradien 9 dan
c. h(x) =
2x + 3 melalui titik (3, 1):
u(x)
Fungsi h(x) berbentuk . y – 1 = 9(x – 3)
v(x)
⇔ y = 9x – 27 + 1
Misalkan:
⇔ y = 9x – 26
u(x) = x2 – 1 ⇔ u′(x) = 2x
⇔ 9x – y – 26 = 0
v(x) = 2x + 3 ⇔ v′(x) = 2
Dengan demikian: Jadi, persamaan garis singgungnya adalah
9x – y + 6 = 0 dan 9x – y – 26 = 0.
u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
h′(x) = (v(x))2 8. a. h(t) = 360t – 5t2
h′(t) = 360 – 10t
(2x)(2x + 3) – (x 2 – 1)(2)
= Titik stasioner h(t) dicapai saat h′(t) = 0
(2x + 3)2
sehingga:
(4x 2 + 6x) – (2x 2 – 2) 360 – 10t = 0
= (2x + 3)2 ⇔ –10t = –360
⇔ t = 36
2x 2 + 6x + 2
= (2x + 3)2
Untuk t = 36 maka h′′(36) = –10 < 0.
Fungsi h(t) memiliki nilai balik maksimum
2x 2 + 6x + 2 di titik t = 36.
Jadi, turunan pertamanya h′(x) = (2x + 3)2
.
Jadi, nilai t yang menyebabkan h maksimum
adalah 36 detik.

Matematika Kelas XI 49
b. h maksimum Cek turunan kedua:
h(t) = 360t – 5t2 L″ = 2a – 6
h(36) = 360(36) – 5(36)2 Untuk a = 3 + 3 diperoleh:
= 12.960 – 6.480
= 6.480 L″ = 2(3 + 3 ) – 6 = 2 3
Jadi, h maksimum adalah 6.480 meter.
Untuk a = 3 – 3 diperoleh:
9. Kurva: y = –x2 + 6x
Titik potong terhadap sumbu X (y = 0): L″ = 2(3 – 3 ) – 6 = –2 3 (maksimum)
–x2 + 6x = 0 Jadi, koordinat titik A adalah (3 – 3 , 0).
⇔ x(–x + 6) = 0
⇔ x = 0 atau x = 6 10. a. Gambar kertas karton
Titik potongnya adalah (0, 0) dan (6, 0). x x
Gambar tersebut dapat disajikan seperti berikut.
Y
24 – 2x
y = –x2 + 6x
48 – 2x
D C
Volume (V) = (48 – 2x) × (24 – 2x) × x
= 1.152x – 144x2 + 4x3
a a
X Jadi, volume kotak adalah V = 1.152x –
0 A 6 – 2a B 6 144x2 + 4x3.
Misalkan: b. Menentukan nilai x agar volume maksimum
Panjang OA = a yaitu V′ = 0.
Panjang AB = 6 – 2a V = 1.152x – 144x2 + 4x3
Luas persegi panjang ABCD: V′ = 0 ⇒ 1.152 – 288x + 12x2 = 0
⇔ 12x2 – 288x + 1.152 = 0
L = AB × AD
⇔ x2 – 24x + 96 = 0
= (6 – 2a) × y
= (6 – 2a) × (–a2 + 6a) 24 ± (−24)2 − 4 × 1 × 96
x1, 2 = 2 ×1
= –6a2 + 36a + 2a3 – 12a2
= 2a3 – 18a2 + 36a 24 ± 576 − 384
=
2
dL
Luas ABCD mencapai maksimum saat da
= 0.
24 ± 192
Dengan demikian: =
2
dL 24 ± 8 3
da
=0 =
2
⇔ 3 × 2a2 – 2 × 18a + 36 = 0
⇔ 6a2 – 36a + 36 = 0 = 12 ± 4 3
⇔ a2 – 6a + 6 = 0 Cek turunan kedua:
Akar-akarnya: V′′ = 24x – 288

6 ± (–6)2 – 4(1)(6)
Untuk x = 12 + 4 3 diperoleh:
a1,2 = 2
2(1) V′′ = 24(12 + 4 3 ) – 288 = 96 3
6 ± 36 – 24 Untuk x = 12 – 4 3 diperoleh:
=
2
V′′ = 24(12 – 4 3 ) – 288 = –96 3
6 ± 12 Jadi, nilai x agar volumenya maksimum
=
2
adalah 12 – 4 3 .
6±2 3
=
2

=3± 3

50 Ulangan Tengah Semester


Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:
1. mendeskripsikan konsep integral fungsi aljabar;
2. menjelaskan aturan dan sifat integral fungsi aljabar;
3. menentukan hasil integral tak tentu fungsi aljabar;
4. menggunakan integral untuk menentukan fungsi asal;
5. menentukan hasil integral tentu fungsi aljabar;
6. menentukan hasil integral menggunakan metode substitusi;
7. menyelesaikan masalah berkaitan dengan integral tak tentu fungsi aljabar.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu:
1. menunjukkan sikap rasa ingin tahu dan kritis dalam mempelajari integral fungsi;
2. bersikap logis dan percaya diri menyelesaikan masalah kontekstual;
3. bertanggung jawab dan saling menghargai terhadap proses penyelesaian yang berbeda dan kreatif.

Integral

Mempelajari

Integral Fungsi Aljabar Metode Integral Substitusi

Mencakup Mencakup

• Konsep Integral Tak Tentu • Konsep Integral Substitusi


• Notasi Integral Tak Tentu • Integral Substitusi Fungsi Ber-
• Rumus Dasar Integral Tak Tentu pangkat
• Sifat-Sifat Integral Tak Tentu
• Konsep Integral Tentu
• Sifat-Sifat Integral Tentu

Mampu

• Mendeskripsikan konsep integral fungsi aljabar.


• Menentukan hasil integral tak tentu dan integral tentu fungsi aljabar.
• Menentukan hasil integral menggunakan metode substitusi.
• Menyelesaikan masalah berkaitan dengan integral tak tentu fungsi aljabar.
• Menunjukkan sikap rasa ingin tahu dan kritis dalam mempelajari integral fungsi.
• Bersikap logis dan percaya diri menyelesaikan masalah kontekstual.
• Bekerja sama dan tanggung jawab dalam memecahkan masalah.

Matematika Kelas XI 51
A. Pilihan Ganda = x4 – 2x3 + x2 + 3x + C
1. Jawaban: d Jadi, ∫ (4x3 – 6x2 + 2x + 3) dx = x4 – 2x3 + x2 + 3x
Antiturunan f(x) = axn adalah: + C.
a 5. Jawaban: c
F(x) = n + 1 xn + 1 + C. f(x) = (3x – 1)(x + 3)
3 ∫ f(x) dx = ∫ (3x – 1)(x + 3) dx
f(x) = 10x x = 10 x 2 = ∫ (3x2 + 8x – 3) dx
10 3
+1 10
5 1 1
F(x) = 3 x2 +C= x 2 + C = 4x2 x + C = 3 × 3 x3 + 8 × 2 x2 – 3x + C
+1 5
2 2
= x3 + 4x2 – 3x + C
Jadi, antiturunan f(x) adalah F(x) = 4x2 x + C. Jadi, ∫ f(x) dx = x3 + 4x2 – 3x + C.

2. Jawaban: b 6. Jawaban: a
1
∫ f(x) dx = ∫ x dx ∫ (2 – 3 x )2 dx = ∫ (4 – 12 x 2 + 9x) dx
1 3
2 1
= ∫ x 2 dx = 4x – 12 × 3 x 2 + 9 × 2 x2 + C
1
1 +1 9
= 1 x2 + C1 = 4x – 8x x + 2 x2 + C
2
+1
9
1
3 Jadi, ∫ (2 – 3 x )2 dx = 4x – 8x x + 2 x2 + C.
= 3 x + C1
2

2 7. Jawaban: b
2 4
= 3 x x + C1 ∫ f(x) dx = 2
0

∫ g(x) dx = ∫ 2x3 dx 4 4
∫ 2f(x) dx = 2 ⇔ 2 ∫ f(x) dx = 2
1 2 2
= 2 × 3 + 1 x3 + 1 + C2
4
2 ⇔ ∫ f(x) dx = 1
= 4 x4 + C2 2
1
Dengan demikian:
= 2
x4 + C2 4 2 4
2 1 ∫ f(x) dx = ∫ f(x) dx + ∫ f(x) dx
Jadi, ∫ f(x) dx + ∫ g(x) dx = 3 x x + 2 x4 + C. 0 0 2
2
3. Jawaban: b ⇔ 2 = ∫ f(x) dx + 1
0
3
∫ (4x – x2
) dx = ∫ (4x – 3x ) dx –2 2
⇔ ∫ f(x) dx = 2 – 1 = 1
1 1 0
= 4 × 2 x2 – 3 × −1 x–1 + C
2
2 3 Jadi, nilai ∫ f(x) dx = 1.
= 2x + x
+C 0

3 3 8. Jawaban: c
Jadi, ∫ (4x – ) dx = 2x2 + x + C. 3
x2 3
⎡ 3
∫ (3x2 + 2x – 1) dx = ⎢⎣ 2 + 1 x
2 +1
+ 2 x1+1 − x ⎤⎥
4. Jawaban: b 1+ 1 ⎦1
1
= [ x 3 + x 2 − x ]1
3
∫ (4x3 – 6x2 + 2x + 3) dx
1 1 1 = (33 + 32 – 3) – (13 + 12 – 1)
= 4 × 3 + 1 x3 + 1 – 6 × 2 + 1 x2 + 1 + 2 × 1+ 1 x1 + 1 + 3x + C = (27 + 9 – 3) – (1 + 1 – 1)
4 6 2
= 33 – 1 = 32
3
= 4 x4 – 3 x3 + 2 x2 + 3x + C 2
Jadi, nilai ∫ (3x + 2x – 1) dx = 32.
1

52 Integral
9. Jawaban: c 13. Jawaban: c
2
1 2 f′(x) = 6x2 + 2x – 3
∫ (x2 – x2
) dx = ∫ (x2 – x–2) dx f(x) = ∫ (6x2 + 2x – 3) dx = 2x3 + x2 – 3x + C
1 1
⎡1 3 1 −1⎤
2 Grafik fungsi f(x) melalui titik (1, 4), berarti:
= ⎢⎣ 3 x − x ⎥
−1 ⎦1 f(1) = 4 ⇔ 4 = 2 + 1 – 3 + C
⎡ 1 3 1⎤
2 ⇔ C=4
= ⎢⎣ 3 x + x ⎥⎦ Jadi, rumus fungsi f(x) = 2x3 + x2 – 3x + 4.
1
8 1 1
= (3 + 2)–(3 + 1) 14. Jawaban: b
dy
19 4 11 = 4x + 5
= 6
– 3 = 6 dx
2
2 1 11 y = ∫ (4x + 5) dx
Jadi, nilai ∫ (x – x2
) dx = 6 .
= 2x2 + 5x + C
1
10. Jawaban: e Kurva melalui titik (–3, –3).
2
y = 2x2 + 5x + C
∫ (x – 1)(3x + 1) dx ⇔ –3 = 2(–3)2 + 5(–3) + C
−1 ⇔ –3 = 2(9) – 15 + C
2
⇔ –3 = 18 – 15 + C
= ∫ (3x2 – 2x – 1) dx
−1 ⇔ –3 = 3 + C
2
= ⎡⎣ x 3 − x 2 − x ⎤⎦ ⇔ C = –6
−1 Jadi, persamaan kurva tersebut y = 2x2 + 5x – 6.
= (8 – 4 – 2) – (–1 – 1 + 1)
= 2 – (–1) = 3 15. Jawaban: c
2 Percepatan = a(t) = 5 – t
Jadi, nilai ∫ (x – 1)(3x + 1) dx = 3. dv(t)
= a(t) ⇔ v(t) = ∫ a(t) dt= ∫ (5 – t) dt
−1 dt
11. Jawaban: d 1 2
= 5t – t +C
3 2
∫ (3x + 2x + 1) dx = 25
2
Benda bergerak dari keadaan diam maka
a
⇔ [ x3 + x2 + x ] = 25 3 v(0) = 0 ⇒ c = 0.
a
1 2
⇔ (27 + 9 + 3) – (a3 + a2 + a) = 25 Kecepatan benda dirumuskan v(t) = 5t – t.
2
⇔ 39 – a3 – a2 – a = 25 Pada saat benda berhenti berarti kecepatannya 0.
⇔ a3 + a2 + a – 14 = 0 1 2
v(t) = 0 ⇔ 5t – t =0
⇔ (a – 2)(a2 + 3a + 7) = 0 2
1
⇔ a = 2 atau a2 + 3a + 7 = 0 ⇔ t(10 – t) = 0
2
Oleh karena tidak ada nilai a yang memenuhi
persamaan a2 + 3a + 7 = 0 maka penyelesaiannya ⇔ t = 0 atau t = 10
hanya a = 2. Jadi, benda berhenti setelah 10 detik.
1 1
Jadi, nilai 2 a = 2 × 2 = 1.
B. Uraian
12. Jawaban: a
MC = 1.000 – 8x + 6x2 1. a. ∫ (2x2 – 10x) dx
TC = ∫ MC dx = ∫ (1.000 – 8x + 6x2) dx 1 1
= 2 × 3 x3 – 10 × 2 x2 + C
= 1.000x – 4x2 + 2x3 + C
2
x=0 ⇔ TC = 40.000 = 3 x3 – 5x2 + C
⇔ 0 – 0 + 0 + C = 40.000 2
Jadi, ∫ (2x2 – 10x) dx = 3 x3 – 5x2 + C.
⇔ C = 40.000
Jadi, rumus biaya totalnya adalah b. ∫ (6x2 + 8x + 3) dx
TC = 2x3 – 4x2 + 1.000x + 40.000. 1 1
= 6 × 3 x3 + 8 × 2 x2 + 3x + C
= 2x3 + 4x2 + 3x + C
Jadi, ∫ (6x2 + 8x + 3) dx = 2x3 + 4x2 + 3x + C.

Matematika Kelas XI 53
c. ∫ x2 (2x + 15) dx 2
2
= ∫ (2x3 + 15x2) dx b. ∫ (px – 4x + 5) dx = 20
1
1 1 2
= 2 × 4 x4 + 15 × 3 x3 + C ⎡p 3 2 ⎤
⇔ ⎢ 3 x − 2x + 5x ⎥ = 20
1 ⎣ ⎦1
= 2 x4 + 5x3 + C 8p p
⇔ ( 3 – 8 + 10) – ( 3 – 2 + 5) = 20
1 4
Jadi, ∫ x (2x + 15) dx =
2
2
x 3
+ 5x + C. 7p
⇔ – 1 = 20
d. ∫ (2t – 5) dt 2
3
= ∫ (4t2 – 20t + 25) dt ⇔
7p
= 21
3
1 3 1 2
=4× t – 20 × t + 25t + C 3
3 2 ⇔ p = 21 × 7 = 9
4
= 3 t3 – 10t2 + 25t + C Jadi, nilai p yang memenuhi adalah 9.
4 4. MC = 12x – 8
Jadi, ∫ (2t – 5)2 dt = 3 t3 – 10t2 + 25t + C.
TC = ∫ MC dx
5 = ∫ (12x – 8) dx
2. a. ∫ 2g(x) dx = 6 = 6x2 – 8x + C
−2 TC(5) = 130
5 ⇔ 6(5)2 – 8(5) + C = 130
⇔ 2 ∫ g(x) dx= 6 ⇔ 150 – 40 + C = 130
−2 ⇔ 110 + C = 130
5
⇔ C = 20
⇔ ∫ g(x) dx = 3 Jadi, bentuk fungsi biaya total (dalam ribuan
−2
5 rupiah) adalah TC = 6x2 – 8x + 20.
Jadi, nilai ∫ 2g(x) dx = 3. 5. a. v(t) = 24 – 10t
−2
5 dh(t)
v(t) = dt maka:
b. ∫ (2f(x) – 3g(x)) dx
−2 h(t) = ∫ v(t) dt
5 5
=2 ∫ f(x) dx – 3 ∫ g(x) dx = ∫ (24 – 10t) dt
−2 −2
= 24t – 5t2 + C
= 2(8) – 3(3) = 7
Diketahui ketinggian bola mula-mula 8 meter,
5
berarti h(0) = 8.
Jadi, nilai ∫ (2f(x) – 3g(x)) dx = 7.
−2 h(0) = 8 ⇔ 24(0) – 5(0)2 + C = 8
p
⇔ 0–0+C=8
3. a. ∫ (4x – 5) dx = –3 ⇔ C=8
0 Jadi, ketinggian bola setelah t detik dinyata-
⎡ 2x 2 − 5x ⎤ = –3
p kan dengan fungsi h(t) = 24t – 5t2 + 8.

⎣ ⎦0
b. Untuk t = 2:
⇔ (2p2 – 5p) – 0 = –3
h(2) = 24(2) – 5(2)2 + 8
⇔ 2p2 – 5p + 3 = 0
⇔ (2p – 3)(p – 1) = 0 = 48 – 20 + 8
3 = 36
⇔ p = 2 atau p = 1
Jadi, ketinggian bola pada detik kedua adalah
Jadi, nilai p yang memenuhi adalah 1. 36 meter.

54 Integral
A. Pilihan Ganda 1
= 2 (2x − 1) 2 + C
1. Jawaban: d
Misalkan: u = 4 – x = 2 2x − 1 + C
du
= –1 ⇔ –du = dx 2
dx Jadi, ∫ dx = 2 2x − 1 + C.
2x − 1
Dengan demikian:
∫ (4 – x)3 dx = ∫ u3 (–du) 4. Jawaban: c
= – ∫ u3 du Misalkan: u = x2 – 6x + 2
1 du du
= – 4 u4 + C dx
= 2x – 6 ⇔ dx
= 2(x – 3)
1 1
= – 4 (4 – x)4 + C ⇔ 2 du = (x – 3) dx
1 Dengan demikian:
Jadi, ∫ (4 – x)3 dx = – 4 (4 – x)4 + C.
∫ (x – 3)(x2 – 6x + 2) dx = ∫ (x2 – 6x + 2)(x – 3) dx
2. Jawaban: e
1
Misalkan: u = 2x + 9 = ∫ u × 2 du
du 1 1
= 2 ⇔ 2 du = dx = 2 ∫ u du
dx
Dengan demikian: 1 1
= 2 × 2 u2 + C
4 4 1
∫ (2x + 9)2
dx = ∫
u2
× 2 du 1
= 4 u2 + C
= 2 ∫ u–2 du 1
= 4 (x2 – 6x + 2)2 + C
1 1
= 2 × −1 u–1 + C Jadi, ∫ (x – 3)(x2 – 6x + 2) dx = 4 (x2 – 6x + 2)2 + C.
2
=–u +C 5. Jawaban: b
2 Misalkan: u = x2 – 2x
= – 2x + 9 + C du
4 dx
= 2x – 2 = 2(x – 1)
2
Jadi, ∫ (2x + 9)2
dx = – 2x + 9 + C. du
⇔ (x – 1) dx = 2
3. Jawaban: b
Dengan demikian:
Misalkan: u = 2x – 1 1

(x − 1)
du ∫ dx = ∫ (x2 – 2x) 2
(x – 1) dx
dx
= 2 ⇔ du = 2 dx x 2 − 2x
1
− du
Dengan demikian: =∫ u 2 × 2
2 2 dx 1
∫ dx = ∫ 1
= 2 ∫u

2 du
2x − 1 2x − 1
1
du 1
=∫ = 2 × 2u + C = 2 x 2 − 2x + C
u
(x − 1)
Jadi, ∫ x 2 − 2x + C.
1
− dx =
= ∫u 2
du 2
x − 2x
1 6. Jawaban: a
= 2u + C2
Misalkan: u = x3 + 6x + 1 maka:
du du
dx
= 3x2 + 6 = 3(x2 + 2) ⇔ (x2 + 2) dx = 3

Matematika Kelas XI 55
Dengan demikian: 0
1 1
= – 2 ⎡ 5 u5 ⎤
1

∫ (x + 2)(x + 6x + 1) dx
2 3 2
⎣ ⎦2
1
1
= ∫ (x3 + 6x + 1) 2 (x2 + 2) dx = – 10 (05 – 25)
1
du
= ∫ u2 × 3 1
= – 10 (–32)
1
1
= 3 ∫ u du 2 = 3,2
3 2
1 2
= 3 × 3 u2 + C Jadi, nilai ∫ (4 – 2x)4 dx = 3,2.
1
2
= 9
u u +C 9. Jawaban: d
Misalkan:
2
= 9 (x3 + 6x + 1) x 3 + 6x + 1 + C u = 4x + 1 ⇔ du = 4 dx
1
du
Jadi, hasil ∫ (x2 + 2)(x3 + 6x + 1) 2 dx adalah ⇔ dx =
4
2 Untuk x = 0 maka u = 1.
(x3 + 6x + 1) x 3 + 6x + 1 + C.
9 Untuk x = 2 maka u = 9.
7. Jawaban: c Dengan demikian:
Misalkan u = 3x2 + 9x – 1 maka: 2 9
du
du
= 6x + 9 = 3(2x + 3) ∫ 4x + 1 dx = ∫ u 4
dx 0 1
du
⇔ (2x + 3) dx = 3 9 1
1
Dengan demikian: = ∫
4 1
u2 du
2x + 3
∫ dx 9
3x 2 + 9x − 1 ⎡ 2 32 ⎤
1

1
= ⎢3 u ⎥
= ∫ (3x 2 + 9x − 1) 2 (2x + 3) dx 4 ⎣ ⎦1
1
− du
= ∫u 2 × 3 9
1 ⎡ 32 ⎤

1
= ⎢u ⎥
= 1 ∫ u du 2 6 ⎣ ⎦1
3
1
1 3 3
= × 2 u2 + C 1
3 =
6
(9 2 − 12 )
2
= 3
3x 2 + 9x − 1 + C 1
= (27 – 1)
6
2x + 3 2
Jadi, ∫ dx = 3
2
3x + 9x − 1 + C.
3x 2 + 9x − 1 26 13
= =
6 3
8. Jawaban: b
2
Misalkan u = 4 – 2x 13
Jadi, nilai ∫ 4x + 1dx = 3
.
du du 0
dx
= –2 ⇔ dx = −2
10. Jawaban: a
Untuk x = 1 maka u = 4 – 2 = 2.
Untuk x = 2 maka u = 4 – 4 = 0. 4
Dengan demikian: ∫ f(x) dx = 6
1
2 0
∫ (4 – 2x)4 dx = ∫ u4 ×
du Misalkan u = 5 – x
1 2 −2
du
dx
= –1 ⇔ dx = –du
0
1
= ∫ u du4
Untuk x = 1 maka u = 5 – 1 = 4.
−2 2
Untuk x = 4 maka u = 5 – 4 = 1.

56 Integral
Dengan demikian: 1
= (0 – 1)
4 1 12
∫ f(5 – x) dx = ∫ f(u)(–du) 1
1 4 =–
12
4
2
= – ∫ f(u)(–du) Jadi, nilai ∫ x(x2 – 1)5 dx = – 12 .
1
1
0
4
13. Jawaban: e
= ∫ f(u) du = 6
1 Misalkan:
u = x2 – x – 2⇔ du = (2x – 1) dx
4
⇔ 2 du = (4x – 2) dx
Jadi, nilai ∫ f(5 – x) dx = 6. Untuk x = 0 maka u = –2.
1
Untuk x = 2 maka u = 0.
11. Jawaban: e Dengan demikian:
1
2
∫ 12x(x2 + 1)2 dx = 14
a ∫ (4x – 2)(x2 – x – 2)4 dx
1 0

⇔ 6 ∫ (x2 + 1)2 × 2x dx = 14 0
a
⎡1 2 ⎤
1 = ∫ (x2 – x – 2)4(4x – 2) dx
⇔ 6× ⎢⎣ 3 (x + 1)3 ⎥ = 14 −2
⎦a
⇔ 2((1 + 1)3 – (a2 + 1)3) = 14 0
⇔ 8 – (a2 + 1)3 = 7 = ∫ u4 × 2 du
−2
⇔ (a2 + 1)3 = 1
⇔ a2 + 1 = 1 0
⇔ a2 = 0 =2 ∫ u4 du
⇔ a=0 −2

Jadi, nilai a = 0. 0
= 2 ⎡ 1 u5 ⎤
12. Jawaban: a ⎣ 5 ⎦ −2
Misalkan:
2 0
u = x2 – 1 ⇔ du = 2x dx = ⎡u5 ⎤
5 ⎣ ⎦ −2
du
⇔ x dx = 2
2 = (05 – (–2)5)
5
Untuk x = 0 maka u = –1.
Untuk x = 1 maka u = 0. 2
= (0 – (–32))
Dengan demikian: 5
1 1 64
=
∫ x(x2 – 1)5 dx = ∫ (x2 – 1)5 x dx 5
0 0 2
64
0
du Jadi, nilai ∫ (4x – 2)(x2 – x – 2)4 dx = .
= ∫ u 5
2 0 5
−1
0 14. Jawaban: b
1
= ∫ u5 du Misalkan:
2
−1 u = 16 – x2 ⇔ du = –2x dx
1 0 ⇔ –2 du = 4x dx
= ⎡ 1 u6 ⎤
2 ⎣ 6 ⎦ −1 Untuk x = –4 maka u = 0.
Untuk x = 0 maka u = 16.
1 0
= ⎡u6 ⎤
12 ⎣ ⎦ −1
1
= (06 – (–1)6)
12

Matematika Kelas XI 57
Dengan demikian:
0 4x 0 4x dx B. Uraian
∫ 16 − x 2 dx = ∫ 16 − x 2
−4 −4
1. a. ∫ x + 5 dx
16
−2 du
Misalkan:
= ∫ u
u = x + 5 ⇔ du = dx
0 Dengan demikian:
16
du ∫ x + 5 dx = ∫ u du
= –2 ∫ u 1
= ∫ u2 du
0

16 1 3
− 2
= –2 ∫ u 2 du = u2 + C
3
0 3
2
= (x + 5) 2 + C
16 3
= –2 ⎡⎣ 2 u ⎤⎦
0 2
= (x + 5) x + 5 + C
3
16
= –4 ⎡⎣ u ⎤⎦ 2
0 Jadi, ∫ x + 5 dx = (x + 5) x + 5 + C.
3
= –4( 16 – 0 ) b. ∫ (3 – x)5 dx
= –4(4 – 0) Misalkan:
= –16 u = 3 – x ⇔ du = –dx
0 4x ⇔ dx = –du
Jadi, nilai ∫ 16 − x 2
dx = –16. Dengan demikian:
−4
∫ (3 – x)5 dx = ∫ u5 (–du)
15. Jawaban: c = –∫ u5 du
Misalkan: u = 9 – x3 ⇔ du = –3x2 dx 1
1 = – u6 + C
6
⇔ – 3 du = x2 dx
1
3 = – (3 – x)6 + C
x2 − 6
∫ 3 dx = ∫ (9 – x3) 2 × x2 dx
1
(9 − x3 ) 2 Jadi, ∫ (3 – x)5 dx = – (3 – x)6 + C.
1 −
3 6
= – 3 ∫u 2
du
2. a. ∫ 2x(7 – x2)3 dx
1
1
= – 3 (–2)u

2 +C Misalkan:
u = 7 – x2 ⇔ du = –2x dx
2 ⇔ 2x dx = –du
= 1 +C Dengan demikian:
3(9 − x 3 ) 2
∫ 2x(7 – x2)3 dx = ∫ (7 – x2)3 2x dx
2 = ∫ u3 (–du)
= +C
3 9 − x3 = –∫ u3 du
Dengan demikian: 1
⎡ ⎤
2 = – u4 + C
2
x 2 2 4
∫ 2
dx = ⎢ ⎥
⎢⎣ 3 9 − x 3 ⎥⎦ 0
0 1
(9 − x 3 )3 = – (7 – x2)4 + C
2 2 4
= 3 9−8
– 3 9−0
1
2 2 Jadi, ∫ 2x(7 – x2)3 dx = – (7 – x2)4 + C.
= 3
– 9 4

=
6 2
– 9 = 9
4
b. ∫ (x – 2) x 2 − 4x + 1 dx
9
Misalkan:
2
x2 4 u = x2 – 4x + 1 ⇔ du = (2x – 4) dx
Jadi, nilai ∫ 2
dx = 9
.
1
0
(9 − x 3 )3 ⇔ du = (x – 2) dx
2

58 Integral
Dengan demikian: −
2
= ∫u 3 du
∫ (x – 2) x 2 − 4x + 1 dx 1
= 3u3 + C
= ∫ x − 4x + 1 (x – 2) dx
2

1
du
=∫ u = 3(x 2 − x + 5) 3 + C
2

1
1 = 33 x2 − x + 5 + C
=
2
∫ u2 du
2x − 1
3 Jadi, ∫ 3 dx = 3 3 x 2 − x + 5 + C.
1 2 2 (x − x + 5)2
2
= × u + C
2 3
3
1 1
= u +C2
3 4. a. ∫ (2 – 3x)5 dx
1 0
= (x2 – 4x + 1) x 2 − 4x + 1 + C
3 Misalkan:
Jadi, hasil ∫ (x – 2) x − 4x + 1 dx adalah 2 u = 2 – 3x ⇔ du = –3 dx
du
1 ⇔ dx =
(x2 – 4x + 1) x 2 − 4x + 1 + C. −3
3
Untuk x = 0 maka u = 2.
2x + 3 Untuk x = 1 maka u = –1.
3. a. ∫ dx Dengan demikian:
2x 2 + 6x − 3
1 −1
Misalkan: du
u = 2x2 + 6x – 3 ⇔ du = (4x + 6) dx ∫ (2 – 3x)5 dx = ∫ u5( −3 )
0 2
1
⇔ du = (2x + 3) dx −1
2 1
Dengan demikian:
=–
3 ∫ u5 du
2
2x + 3 (2x + 3) dx
∫ dx = ∫ dx 1 ⎡ 1 u6 ⎤
−1
2x 2 + 6x − 3 2x 2 + 6x − 3 =–
3 ⎣ 6 ⎦2
1
du
=∫ 2
=–
1 ⎡u6 ⎤
−1
u 18 ⎣ ⎦2
1
1 − 1
=
2
∫ u 2 du =– ((–1)6 – 26)
18
1
1 1
= × 2u2 + C =– (1 – 64)
2 18
1
1
= u2 + C =– (–63)
18
= 2x 2 + 6x − 3 + C 63
=
18
2x + 3
Jadi, ∫ dx = 2x 2 + 6x − 3 + C.
2x 2 + 6x − 3 7
=
2
2x − 1
b. ∫3 dx 1
(x − x + 5)2
2
7
Jadi, nilai ∫ (2 – 3x)5 dx = 2
.
Misalkan: 0
u = x2 – x + 5 ⇔ du = (2x – 1) dx
3
Dengan demikian: 2
b. ∫ (2x + 1) x + x + 4 dx
2x − 1 (2x − 1) dx 0
∫3 dx = ∫ 3
(x 2 − x + 5)2 (x 2 − x + 5)2 Misalkan:
u = x2 + x + 4 ⇔ du = (2x + 1) dx
du
=∫3 Untuk x = 0 maka u = 4.
u2

Matematika Kelas XI 59
Untuk x = 3 maka u = 16. 5. Misalkan:
Dengan demikian: u = x3 – 1 ⇔ du = 3x2 dx
3
⇔ 3 du = 9x2 dx
2
∫ (2x + 1) x + x + 4 dx Untuk x = p maka u = p3 – 1.
0 Untuk x = 1 maka u = 0.
Dengan demikian:
3
2
= ∫ x + x + 4 (2x + 1) dx 1
0 ∫ 9x2(x3 – 1)2 dx = 8
p
16
= ∫ u du 1
4 ⇔ ∫ (x3 – 1)2 9x2 dx = 8
p
16
⎡ 3⎤
= ⎢ 2 u2 ⎥ 0
⎣ 3 ⎦4 ⇔ ∫ u2 (3 du) = 8
3
p −1
16
⎡ ⎤ 3
= 2 ⎢u ⎥ 2 0
3
⎣ ⎦4 ⇔ 3 ∫ u2 du = 8
3
p −1
3 3
2
= (16 2 −4 ) 2
0
3 ⇔ 3 ⎡ 1 u3 ⎤ 3 = 8
⎣ 3 ⎦p − 1
2
= 3 (64 – 8)
0
⇔ ⎡u3 ⎤ 3 = 8
2 ⎣ ⎦p − 1
= 3 (56)
⇔ 03 – (p3 – 1)3 = 8
112 ⇔ –(p3 – 1)3 = 8
= 3 ⇔ (p3 – 1)3 = –8
⇔ p3 – 1 = –2
1
= 37 3 ⇔ p3 = –1
⇔ p = –1
3
1 Jadi, nilai p yang memenuhi adalah –1.
2
Jadi, nilai ∫ (2x + 1) x + x + 4 dx = 37 3 .
0

60 Integral
A. Pilihan Ganda 7. Jawaban: c
1. Jawaban: d ∫ 3 x (2 x + 1) dx = ∫ (6x + 3 x ) dx
f(x) = x3 1

Antiturunan f(x) adalah: = ∫ (6x + 3x 2 ) dx


3
F(x) = ∫ f(x) dx 1 2
= 6 × 2 x2 + 3 × 3 x 2 + C
= ∫ x3 dx
= 3x2 + 2x x + C
1
= x3 + 1 +C
3 +1 Jadi, ∫ 3 x (2 x + 1) dx = 3x2 + 2x x + C.
1
= 4
x4 + C 8. Jawaban: b
1 ∫ (x + 3)(3x – 5) dx
Jadi, antiturunan f(x) = F(x) = 4 x4 + C.
= ∫ (3x2 + 4x – 15) dx
2. Jawaban: a = 3 ∫ x2 dx + 4 ∫ x1 dx – 15 ∫ x0 dx
2 1+1
∫ (2x + 3) dx = 1+ 1
x + 3x + C 3 4 15
= 2 + 1 x2 + 1 + 1 + 1 x1 + 1 – 0 + 1 x0 + 1 + C
2 = x3 + 2x2 – 15x + C
= 2 x2 + 3x + C
Jadi, ∫ (x + 3)(3x – 5) dx = x3 + 2x2 – 15x + C.
= x2 + 3x + C
9. Jawaban: d
Jadi, ∫ (2x + 3) dx = x2 + 3x + C.
∫ (f(x) + g(x)) dx = ∫ ((4x – 5) + (6x2 + 3)) dx
3. Jawaban: c = ∫ (6x2 + 4x – 2) dx
7
∫ 3x3 x dx = 3 ∫ x 2 dx = 2x3 + 2x2 – 2x + C
2
9 Jadi, ∫ (f(x) + g(x)) dx = 2x3 + 2x2 – 2x + C.
= 3 × 9 x2 + C
10. Jawaban: d
2
= 3 x4 x + C b

∫ (2x – 3) dx = 12
2 1
Jadi, ∫ 3x 3
x dx =
3
x 4
x + C. b
⇔ ⎡ x 2 − 3x ⎤ = 12
⎣ ⎦1
4. Jawaban: e
⇔ 2
(b – 3b) – (1 – 3) = 12
4
∫ x5
dx = 4 ∫ x–5 dx ⇔ b2 – 3b + 2 = 12
1 1 ⇔ b2 – 3b – 10 = 0
= 4 × −4 x–4 + C = – 4 + C ⇔ (b + 2)(b – 5) = 0
x
4 1 ⇔ b + 2 = 0 atau b – 5 = 0
Jadi, ∫ dx = – + C. ⇔ b = –2 atau b=5
x5 x4
5. Jawaban: d Jadi, nilai b = 5.
1 1 11. Jawaban: d
∫ (8x3 + 2x + 3) dx = 8 × 4 x4 + 2 × 2 x2 + 3x + C
3
a
= 2x4 + x2 + 3x + C ∫ x3
dx = 4
Jadi, ∫ (8x + 2x + 3) dx = 2x4 + x2 + 3x + C.
3 1
3

6. Jawaban: a ⇔ ∫ ax–3 dx = 4
1
∫ 2x(1 – 3x) dx = ∫ (2x – 6x2) dx 3
⎡ a −2 ⎤
1 2 1 3 ⇔ ⎢⎣ −2 x ⎥⎦ =4
=2× 2
x –6× 3
x +C 1
a 1 1
= x2 – 2x3 + C ⇔ –2( 2 – 2 )=4
3 1
Jadi, ∫ 2x(1 – 3x) dx = x2 – 2x3 + C. a 1
⇔ – 2 ( 9 – 1) = 4

Matematika Kelas XI 61
a 8 5 1 3 5
⇔ – 2 (– 9 ) = 4 f(1) = ⇔ × 13 + × 12 – 1 + C =
6 3 2 6
4a
⇔ 9
=4 1 3 5
⇔ + –1+C=
3 2 6
⇔ 4a = 36
⇔ a=9 5 5
⇔ +C=
Jadi, nilai a = 9. 6 6
⇔ C=0
12. Jawaban: b
1 3 3 2
3 Jadi, f(x) = x + x – x.
3 2
∫ f(x) dx = 3
−1 16. Jawaban: d
3 3
dy
∫ 2g(x) dx = –4 ⇔ 2 ∫ g(x) dx = –4 dx
= 3x2 + 4x – 2
−1 −1
dy
3 y = ∫ dx dx
⇔ ∫ g(x) dx = –2
−1 = ∫ (3x2 + 4x – 2) dx
3 = x3 + 2x2 – 2x + C
∫ (2f(x) – g(x)) dx Kurva melalui titik (–1, 5) berarti:
−1
3 3 5 = (–1)3 + 2(–1)2 – 2(–1) + C
= 2 ∫ f(x) dx – ∫ g(x) dx ⇔ 5 = –1 + 2 + 2 + C
−1 −1 ⇔ 5=3+C
= 2(3) – (–2) = 8 ⇔ C=2
3 Jadi, persamaan kurvanya y = x3 + 2x2 – 2x + 2.
Jadi, nilai ∫ (2f(x) – g(x)) dx = 8.
−1 17. Jawaban: d
13. Jawaban: b MC = 8x – 5
b
TC = ∫ MC dx
∫ (3x – 2)2 dx = 8 = ∫ (8x – 5) dx
a = 4x2 – 5x + C
c b
∫ (3x – 2)2 dx = – ∫ (3x – 2)2 dx = –5 TC(5) = 80
b c ⇔ 4(5 ) – 5(5) + C = 80
2
c b c
⇔ 100 – 25 + C = 80
∫ (3x – 2)2 dx = ∫ (3x – 2)2 dx + ∫ (3x – 2)2 dx
a a b ⇔ 75 + C = 80
= 8 + (–5) = 3 ⇔ C=5
c Jadi, fungsi biaya total adalah TC = 4x2 – 5x + 5.
Jadi, nilai ∫ (3x – 2)2 dx = 3.
a 18. Jawaban: d
14. Jawaban: c Misalkan: u = 1 – x
f′(x) = 4x – 3 du
dx
= –1 ⇔ –du = dx
f(x) = ∫ f′(x) dx
Dengan demikian:
= ∫ (4x – 3) dx
= 2x2 – 3x + C ∫ (1 – x)5 dx = ∫ u5 (–du)
f(–1) = 9 = – ∫ u5 du
⇔ 2(–1)2 – 3(–1) + C = 9 1
= – 6 u6 + C
⇔ 2+3+C=9
⇔ C=4 1
= – 6 (1 – x)6 + C
Jadi, f(x) = 2x2 – 3x + 4.
1
15. Jawaban: a Jadi, ∫ (1 – x)5 dx = – 6 (1 – x)6 + C.
f(x) = ∫ f′(x) dx 19. Jawaban: c
=∫ (x2 + 3x – 1) dx Misalkan: u = x + 2
du
=
1 3
x +
3 2
x –x+C dx
= 1 ⇔ du = dx
3 2

62 Integral
Dengan demikian: 23. Jawaban: d
∫ f(x) dx = 6x2 + C
1

∫ x + 2 dx = ∫ (x + 2) dx 2

1 Misalkan: u = 2x + 15
= ∫ u2 du du du
= 2 ⇔ 2 = dx
dx
3
1 Dengan demikian:
= 3 u2 + C
du
2
∫ f(2x + 15) dx = ∫ f(u) 2
2
= u u +C 1
3
= 2 ∫ f(u) du
2
= 3
(x + 2) x + 2 + C 1
= 2 (6u2 + C)
2
Jadi, ∫ x + 2 dx = 3 (x + 2) x + 2 + C. 1
= 3u2 + 2 C
20. Jawaban: e
= 3(2x + 15)2 + K
Misalkan: u = 2x + 5
Jadi, ∫ f(2x + 15) dx = 3(2x + 15)2 + K.
du 1
=2 ⇔ du = dx
dx 2 24. Jawaban: d
Dengan demikian: Misalkan: u = 1 + 2x – x2
6 6 1 du du
∫ (2x + 5)2
dx = ∫ u2
× 2 du dx
= 2 – 2x = –2(x – 1) ⇔ (x – 1) dx = −2
Dengan demikian:
= 3∫ u–2 du
x −1
1 ∫ (1 + 2x − x 2 )3
dx = ∫ (1 + 2x – x2)–3 × (x – 1) dx
= 3 × −1 u–1 + C
du
3 3 = ∫ u–3 × −2
= – u + C = – 2x + 5 + C
1
6 3 = −2 ∫ u–3 du
Jadi, ∫ (2x + 5)2
dx = – 2x + 5 + C.
1 1
21. Jawaban: c = – 2 × −2 u–2 + C
Misalkan u = x2 – 12 1
= 4 (1 + 2x – x2)–2 + C
du
dx
= 2x ⇔ 2x dx = du 1
Dengan demikian: = 4(1 + 2x − x 2 )2
+C
∫ 2x(x2 – 12)4 dx = ∫ (x2 – 12)4 × 2x dx Jadi, ∫
x −1 1
dx = 4(1 + 2x − x 2 )2 + C.
(1 + 2x − x 2 )3
= ∫ u4 du
25. Jawaban: b
1 1
= 5 u5 + C = 5 (x2 – 12)5 + C Misalkan u = 1 – 2x2
du
1 = –4x ⇔ du = –4x dx
Jadi, ∫ 2x(x2 – 12)4 dx = 5 (x2 – 12)5 + C. dx
Dengan demikian:
22. Jawaban: d 4x
1
∫ dx = – ∫ (1 – 2x2)
–2
Misalkan: u = x2 + 5x – 11 maka: (–4x dx)
1 − 2x 2 1
du
=–∫u
–2
dx
= 2x + 5 ⇔ du = (2x + 5) dx du
Dengan demikian: 1
1
=–1u +C 2
∫ (6x + 15)(x2 + 5x – 11)5 dx 2
= ∫ 3(2x + 5)(x2 + 5x – 11)5 dx
= –2 u + C
= 3 ∫ (x2 + 5x – 11)5 × (2x + 5) dx
= 3 ∫ u5 du = –2 1 − 2x 2 + C
1 1
= 3 × 6 u6 + C = 2 (x2 + 5x – 11)6 + C Jadi, ∫
4x
dx = –2 1 − 2x 2 + C.
2
1 − 2x
Jadi, ∫ (6x + 15)(x2 + 5x – 11)5 dx
1
= 2 (x2 + 5x – 11)6 + C.

Matematika Kelas XI 63
26. Jawaban: c 29. Jawaban: d
Misalkan: u = x2 – 3x + 8 Misalkan u = x2 – 2
du du
= 2x – 3 ⇔ du = (2x – 3) dx dx
= 2x ⇔ du = 2x dx
dx
Dengan demikian: Untuk x = 0 maka u = –2.
4x − 6 −
1 Untuk x = 2 maka u = 2.
∫ dx = ∫ (x2 – 3x + 8) × 2(2x – 3) dx 2
Dengan demikian:
x 2 − 3x + 8

1 2 2
= ∫u 2
× 2 du ∫ 4x(x2 – 2)4 dx = ∫ (x2 – 2)4 4x dx
1
0 0
− 2
=2∫ u 2
du
1
= ∫ u4(2 du)
−2
= 2 × 2u + C 2
2

=4 u +C =2 ∫ u4 du
−2
2
= 4 x 2 − 3x + 8 + C = 2 ⎡ 5 u5 ⎤
1
⎣ ⎦ −2
4x − 6
Jadi, ∫ dx = 4 x 2 − 3x + 8 + C. 2
= 5 ⎡u5 ⎤
2
x 2 − 3x + 8 ⎣ ⎦ −2
27. Jawaban: e 2
= 5 (25 – (–2)5)
Misalkan: u = 3 – 2x3
2
du = 5 (32 + 32)
dx
= –6x2 ⇔ du = –6x2 dx
128
Dengan demikian: = 5
6x 2 −
3 2
∫ (3 − 2x 3 )3
dx = – ∫ (3 − 2x 3 ) 2 (–6x2 dx) Jadi, ∫ 4x(x2 – 2)4 dx =
128
.
0 5
3

= – ∫u 2 du 30. Jawaban: c
1 1
1 1

=–
1
1 u 2 +C ∫ 3x 3x 2 + 1 dx = ∫
2 0
3x 2 + 1 × 6x dx
− 2
0
1 1
2 1
= +C=
2
+C = 2 ∫ (3x 2 + 1) 2 d(3x2 + 1)
u 0
3 − 2x 3 1
3⎤
6x 2 ⎡1 2 2
Jadi, ∫
2 = ⎢⎣ 2 × 3 (3x + 1) 2 ⎥
(3 − 2x 3 )3
dx = + C. ⎦0
3 − 2x 3 3 3
1
= 3 ((3 + 1) 2 − (0 + 1) 2 )
28. Jawaban: d
1 7
2
= 3 (8 – 1) = 3
∫ 2x(8 – x ) dx
2

0 1
2 7
2
Jadi, ∫ 3x 3x + 1 dx = 3 .
= ∫ (16x – 2x ) dx 3
0
0
2
2 ⎤
= ⎡⎢ x2 − x4 ⎥
16
⎣2 4 ⎦0 B. Uraian
2 1. Antiturunan sama dengan integral, berarti
= ⎡⎢8x2 − x4 ⎤⎥
1
⎣ 2 ⎦0 antiturunan f(x) adalah F(x) = ∫ f(x) dx.
= (32 – 8) – 0 a. F(x) = ∫ f(x) dx
= 24 = ∫ (4x – 1) dx
2
4
Jadi, nilai ∫ 2x(8 – x2) dx = 24. = 2 x2 – x + C
0
= 2x2 – x + C
Jadi, antiturunan f(x) = 4x – 1 adalah F(x) =
2x2 – x + C.

64 Integral
b. F(x) = ∫ f(x) dx 2

= ∫ (3x – 1)(x + 3) dx 4. a. Nilai ∫ f(x) dx


−1
= ∫ (3x2 + 8x – 3) dx 2

3 8
∫ 3f(x) dx = 6
= 3 x3 + 2 x2 – 3x + C −1
2
= x3 + 4x2 – 3x + C ⇔ 3 ∫ f(x) dx = 6
Jadi, antiturunan f(x) = (3x – 1)(x + 3) adalah −1
2
F(x) = x3 + 4x2 – 3x + C.
⇔ ∫ f(x) dx = 2
2. a. ∫ y dx = ∫ (2x + 1) dx −1
2

=
2 2
x +x+C
Jadi, nilai ∫ f(x) dx = 2.
2 −1
2
= x2 + x + C
b. Nilai ∫ (2f(x) – 3g(x)) dx
Jadi, ∫ y dx = x2 + x + C. −1
b. ∫ (y2 – y) dx = ∫ ((2x + 1)2 – (2x + 1)) dx 2

= ∫ ((4x2 + 4x + 1) – (2x + 1)) dx


∫ (2f(x) – 3g(x)) dx
−1
= ∫ (4x2 + 2x) dx 2 2

4 2
= ∫ 2f(x) dx – ∫ 3g(x) dx
= 3 x3 + 2 x2 + C −1 −1
2 2
4
= 3 x3 + x2 + C =2 ∫ f(x) dx – 3 ∫ g(x) dx
−1 −1

4 3
= 2(2) – 3(5)
Jadi, ∫ (y2 – y) dx = 3
x + x2 + C. = 4 – 15 = –11
2
3 3 Jadi, nilai ∫ (2f(x) – 3g(x)) dx = –11.
3. a. ∫ (x2 + 2) dx = ⎡⎣ 31 x 3 + 2x ⎤⎦ −1
0 0

1 1 3
= ( 3 (3)3 + 2(3)) – ( 3 (0)3 + 2(0)) 5. a. ∫ (2x – 5) dx = –20
a
= (9 + 6) – (0 + 0)
= 15 ⎡ x 2 − 5x ⎤ = –20
3

3 ⎣ ⎦a
Jadi, nilai ∫ (x2 + 2) dx = 15. ⇔ (3 – 5(3)) – (a – 5a) = –20
2 2
0
4 ⇔ (9 – 15) – (a2 – 5a) = –20
b. ∫ (x – 2)(x – 3) dx ⇔ –6 – a2 + 5a = –20
1 ⇔ a2 – 5a – 14 = 0
4 ⇔ (a – 7)(a + 2) = 0
= ∫ (x2 – 5x + 6) dx ⇔ a = 7 atau a = –2
1
Oleh karena a < 3 maka nilai a yang
4
1 3 5 2 memenuhi adalah –2.
= ⎡⎣ 3 x − 2 x + 6x ⎤⎦
1
a

=
1 5
( 3 (4)3 – 2 2
(4)
1 5
+ 6(4)) – ( 3 (1)3 – 2 2
(1) + 6(1)) b. ∫ (3x2 – 2x + 1) dx = 5
1
64 1 5
=( – 40 + 24) – (3 – + 6) a
3 2 ⇔ ⎡x3 − x2 + x ⎤ = 5
⎣ ⎦1
64 1 7
= ( 3 – 16) – ( 3 + 2 ) ⇔ (a3 – a2 + a) – (13 – 12 + 1) = 5
3 ⇔ (a3 – a2 + a) – (1 – 1 + 1) = 5
= 2 ⇔ a3 – a2 + a – 1 = 5
4 ⇔ a3 – a2 + a – 6 = 0
3
Jadi, nilai ∫ (x – 2)(x – 3) dx = 2
. ⇔ (a – 2)(a2 + a + 3) = 0
1 ⇔ a=2
Jadi, nilai a yang memenuhi adalah 2.

Matematika Kelas XI 65
6. a. ∫ (4 – 3x)6 dx 1

Misalkan: = 2u 2 + C
u = 4 – 3x ⇔ du = –3 dx
= 2 x2 + x − 4 + C
du
⇔ dx = 2x + 1
−3 Jadi, ∫ dx = 2 x 2 + x − 4 + C.
Dengan demikian: x2 + x − 4

du
∫ (4 – 3x)6 dx = ∫ u6 −3
2
7. a. ∫ x(x2 – 3)3 dx
1 −1
= –3 ∫ u du 6

Misalkan:
1 1 7 u = x2 – 3 ⇔ du = 2x dx
= –3 × 7
u +C
du
1 ⇔ x dx = 2
= – 21 u7 +C
Untuk x = –1 maka u = –2.
1 Untuk x = 2 maka u = 1.
= – 21 (4 – 3x)7 + C
Dengan demikian:
1 2
Jadi, ∫ (4 – 3x)6 dx = – 21 (4 – 3x)7 + C. 2
∫ x(x – 3) dx = −∫1 (x2 – 3)3 (x dx)
2 3

−1
b. ∫ 3x + 2 dx 1
du
Misalkan: = ∫ u3 2
u = 3x + 2 ⇔ du = 3 dx −2
1
1
⇔ dx =
du
= ∫ u3
2 −2
du
3
Dengan demikian: 1
1 1 4
= 2 ⎡⎣ 4 u ⎤⎦
du −2
∫ 3x + 2 dx = ∫ u 3 1
1
= 8 ⎡⎣u ⎤⎦
4
1
1 −2
= 3
∫ u du
2

1
1 2 2
3
= 8 (14 – (–2)4)
= 3
× 3
u + C
2
3 1
= 9u + C 2 = 8 (1 – 16)
3
2 15
= 9 (3x + 2) 2 + C =– 8
2
= 9 (3x + 2) 3x + 2 + C 2
15
Jadi, nilai ∫ x(x2 – 3)3 dx = – 8
.
2 −1
Jadi, ∫ 3x + 2 dx = 9
(3x + 2) 3x + 2 + C.
0
2
c. ∫
2x + 1
dx
b. ∫ (2x – 1) x − x + 4 dx
2
x +x−4 −3

Misalkan: Misalkan:
u = x2 + x – 4 ⇔ du = (2x + 1) dx u = x2 – x + 4 ⇔ du = (2x – 1) dx
Dengan demikian: Untuk x = –3 maka u = 16.
Untuk x = 0 maka u = 4.
2x + 1 (2x + 1) dx
∫ dx = ∫ Dengan demikian:
x2 + x − 4 x2 + x − 4
0

=∫
du ∫ (2x – 1) x 2 − x + 4 dx
u −3

1 0

= ∫u 2 du ∫
= x 2 − x + 4 (2x – 1) dx
−3

66 Integral
4
9. Biaya marginal: MC = 6x – 4
∫ u du Dengan demikian:
=
16 Biaya total:
4 TC = ∫ (6x – 4) dx
⎡2 3 ⎤ = 3x2 – 4x + C
= ⎢ 3 u2 ⎥
⎣ ⎦16 Biaya untuk memproduksi 5 unit barang tersebut
2 4 sebesar Rp120.000,00 sehingga:
= 3 ⎡⎣u u ⎤⎦ TC(5) = 120
16
⇔ 3(5)2 – 4(5) + C = 120
2
= 3 ( 4 4 –16 16 ) ⇔ 75 – 20 + C = 120
⇔ 55 + C = 120
2 ⇔ C = 65
= 3 (8 – 64)
Jadi, bentuk fungsi biaya totalnya adalah TC =
2 3x2 – 4x + 65 (dalam ribuan rupiah).
= 3 (–56)
10. a. Rumus fungsi ketinggian bola
112 v(t) = 24 – 8t
= – 3
⇔ h(t) = ∫ v(t) dt
1 = ∫ (24 – 8t) dt
= –37 3 = 24t – 4t2 + C
0 Ketinggian bola mula-mula 10 meter, artinya
Jadi, nilai ∫ (2x – 1) x 2 − x + 4 dx = –37 31 . h(0) = 10. Dengan demikian:
−3 h(0) = 10
8. Persamaan garis singgungnya: ⇔ 24t – 4t2 + C = 10
dy
⇔ 24(0) – 4(0)2 + C = 10
dx
= 2x + 1 ⇔ 0 – 0 + C = 10
⇔ C = 10
⇔ y = ∫ (2x + 1) dx Jadi, ketinggian bola setelah t detik
⇔ y = x2 + x + C dinyatakan dengan h(t) = 24t – 4t2 + 10 (dalam
Kurva melalui titik (1, –2) diperoleh: meter).
y = x2 + x + C b. Ketinggian bola
⇔ –2 = 12 + 1 + C Untuk t = 3 diperoleh:
⇔ –2 = 1 + 1 + C h(3) = 24(3) – 4(3)2 + 10
⇔ –2 = 2 + C = 72 – 36 + 10
⇔ C = –4 = 46
Jadi, persamaan kurvanya adalah y = x2 + x – 4. Jadi, ketinggian bola pada detik ke-3 adalah
46 meter.

Matematika Kelas XI 67
A. Pilihan Ganda iii. lim [f(x) – 2]4
x→a
1. Jawaban: a = [ lim f(x) – lim 2]4
Dari tabel terlihat untuk nilai x mendekati 3 dari x→a x→a
kiri, nilai f(x) mendekati –5 sehingga dapat = (5 – 2)4
dinyatakan lim f(x) = –5. Dari tabel terlihat = 34 = 81

x →3 Dengan demikian pernyataan iii benar.
untuk nilai x mendekati 3 dari kanan, nilai f(x)
mendekati –5 sehingga dapat dinyatakan 3 2
iv. lim f (x) + 2
x→a
lim f(x) = –5. Oleh karena lim f(x) = lim f(x)
+ − +
x →3 x →3 x →3
= 3 lim f 2 (x) + lim 2
maka lim f(x) = –5. x→a x→a
x →3
= 3 [ lim f(x)]2 + lim 2
Jadi, lim f(x) = –5. x→a x→a
x →3
2. Jawaban: d = 3
52 + 2
Dari grafik fungsi pada pilihan a, b, c, dan e = 3 27
terlihat lim− f(x) ≠ lim+ f(x) maka lim f(x) tidak =3
x →c x →c x→c
Dengan demikian pernyataan iv benar.
ada. Dari grafik fungsi pada pilihan d terlihat
f(x) + 4
lim f(x) = lim f(x) maka lim f(x) ada. v. lim
− + x → a 2 − f(x)
x →c x →c x→c
lim f(x) + lim 4
Jadi, grafik fungsi f(x) yang memenuhi lim f(x) x→a x→a
x→c = lim 2 − lim f(x)
ada adalah pilihan d. x→a x→a

3. Jawaban: b 5 +4
= 2−5
i. lim [f(x) – f2(x)] = lim f(x) – lim f2(x)
x→a x→a x→a 9
= lim f(x) – ( lim f(x))2 = −3
x→a x→a
= –3
=5– 52
Dengan demikian pernyataan v salah.
= 5 – 25 = –20
Jadi, pernyataan yang benar adalah i, iii, dan iv.
Dengan demikian pernyataan i benar.
ii. lim [(f(x) + 1)2 – 2f(x)] 4. Jawaban: a
x→a x 2 + x − 30 (x + 6)(x − 5)
lim = lim
= lim [f2(x) + 2f(x) + 1 – 2f(x)] x→5 x 2 − 25 x → 5 (x + 5)(x − 5)
x→a x+6
= lim
= lim [f2(x) + 1) x→5 x+5
x→a
5+6 11
= [ lim f(x)]2 + lim 1 = 5+5
= 10
= 1,1
x→a x→a

= 52 + 1 = 25 + 1 = 26 x 2 + x − 30
Jadi, nilai lim = 1,1.
Dengan demikian pernyataan ii salah. x→5 x 2 − 25

68 Ulangan Akhir Semester


5. Jawaban: c 9. Jawaban: a
2
2x − 18 2(x + 3)(x − 3) −6 2
lim 2
= lim (2x + 3)(x − 3) lim ( x 2 + x − 2 – x+2
)
x → −3 2x − 3x − 9 x → −3 x → −2

2(x + 3) −6 2 x −1
= lim 2x + 3 = lim ( 2 – × )
x → −3 x +x−2
x → −2 x+2 x −1
2(−3 + 3)
= −6 − 2x + 2
2(−3) + 3 = lim ( (x + 2)(x − 1) )
x → −2
2×0
= −6 + 3
=0 −4 − 2x
= lim ( (x + 2)(x − 1) )
2
2x − 18 x → −2
Jadi, nilai lim 2 = 0.
x → −3 2x − 9x + 9 −2(x + 2)
= lim ( (x + 2)(x − 1) )
x → −2
6. Jawaban: e
−2
2x 2 + 7x − 4 (2x − 1)(x + 4) = lim ( x − 1 )
lim 3x 2 + 11x − 4 = lim x → −2
x → −4 x → − 4 (3x − 1)(x + 4)
−2 −2 2
2x − 1 = = =
= lim 3x − 1 −2 − 1 −3 3
x → −4
−6 2 2
2 × (−4) − 1 Jadi, nilai lim ( x 2 + x − 2 – x+2
)= 3
.
= 3 × (−4) − 1 x → −2

−9 10. Jawaban: b
= −13 5x + 4 − 3
lim 3x + 1 − 2
9 x →1
= 13
5x + 4 − 3 5x + 4 + 3 3x + 1 + 2
2x 2 + 7x − 4 9 = lim × ×
Jadi, nilai lim 3x 2 + 11x − 4 = . x →1 3x + 1 − 2 5x + 4 + 3 3x + 1 + 2
x → −4 13
(5x + 4) − 9 3x + 1 + 2
7. Jawaban: d = lim ×
x → 1 (3x + 1) − 4 5x + 4 + 3
x 2 − (a − 3)x − 3a (x + 3)(x − a)
lim = lim 5x − 5 3x + 1 + 2
x→a x2 − a2 x→a (x + a)(x − a) = lim ×
x → 1 3x − 3 5x + 4 + 3
x+3
= lim 5(x − 1) 3x + 1 + 2
x→a x+a = lim ×
x →1 3(x − 1) 5x + 4 + 3
a+3
= a+a 5 3x + 1 + 2
= lim ×
x →1 3 5x + 4 + 3
a+3
= 2a 5 3 × 1+ 1 + 2
= ×
2
x − (a − 3)x − 3a a+3
3 5 × 1+ 4 + 3
Jadi, nilai lim = .
x→a x2 − a2 2a 5 4
= 3
× 6
8. Jawaban: e
20 10
x−5 x +6 ( x − 2)( x − 3) = 18
= 9
lim = lim
x→9 x−9 x → 9 ( x + 3)( x − 3)
5x + 4 − 3 10
Jadi, nilai lim = .
x −2 x →1 3x + 1 − 2 9
= lim
x→9 x +3 11. Jawaban: c
9 −2 1− 1+ x 1− 1+ x 1+ 1+ x
= lim = lim ×
9 +3 x→0 x2 − x x→0 x2 − x 1+ 1+ x

3−2 1 1 − (1 + x)
= 3+3
= 6 = lim (x 2 − x)(1 + 1 + x)
x→0
x−5 x +6 1 −x
Jadi, nilai lim = .
x→9 x−9 6 = lim x(x − 1)(1 + 1 + x)
x→0

Matematika Kelas XI 69
−1 14. Jawaban: d
= lim (x − 1)(1 + 1 + x) Fungsi f(x) berbentuk u(x)v(x).
x→0
Misalkan:
−1 u(x) = 1 – x2 ⇔ u′(x) = –2x
= (0 − 1)(1 + 1 + 0)
v(x) = (2x + 1)4 ⇔ v′(x) = 8(2x + 1)3
−1
Dengan demikian:
= −1 × 2 f′(x) = u′(x)v(x) + u(x)v′(x)
= (–2x)(2x + 1)4 + (1 – x2)(8(2x + 1)3)
1
= = (2x + 1)3(–2x(2x + 1) + 8(1 – x2))
2
= (2x + 1)3(–4x2 – 2x + 8 – 8x2)
1− 1+ x 1 = (2x + 1)3(–12x2 – 2x + 8)
Jadi, nilai lim = .
x→0 x2 − x 2 Jadi, turunan pertamanya adalah
f′(x) = (2x + 1)3(–12x2 – 2x + 8).
12. Jawaban: c
15. Jawaban: a
ax 2 + bx + 2
Agar lim (x − 2)(x − 7) ada, salah satu faktor dari u(x)
x→2 Fungsi f(x) berbentuk .
v(x)
ax2 + bx + 2 adalah x – 2. Misalkan faktor yang
Misalkan:
lain adalah (ax + c). u(x) = 2x + 1 ⇔ u′(x) = 2
ax2 + bx + 2 = (x – 2)(ax + c)
1
⇔ ax2 + bx + 2 = ax2 + (c – 2a)x – 2c v(x) = x –3 ⇔ v′(x) = 2 x
Dari kesamaan tersebut diperoleh: Dengan demikian:
2 = –2c ⇔ c = –1 . . . (i)
u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
b = c – 2a . . . (ii) f′(x) =
(v(x))2
2
ax + bx + 2 = (x – 2)(ax – 1)
1
(2)( x – 3) – (2x + 1)( )
ax 2 + bx + 2 3 = 2 x
lim x 2 − 9x + 14 =– 5
( x – 3)2
x→2
Untuk x = 4 diperoleh:
(x − 2)(ax − 1) 3
⇔ lim =– (2)( 4 – 3) – (2(4) + 1)(
1
)
x → 2 (x − 2)(x − 7) 5 2 4
f′(4) =
( 4 – 3)2
ax − 1 3
⇔ lim =–5
x→2 x−7 (2)(2 – 3) – (8 + 1)( 4 )
1

=
2a − 1 3 (2 – 3)2
⇔ 2−7
=–5
1
(2)(–1) – (9)( 4 )
2a − 1 3 =
⇔ =– (–1)2
−5 5
9
–2 –
⇔ 2a – 1 = 3 = 4

⇔ a= 2 1
b = c – 2a = –1 – 2 × 2 = –5 = –2 –
9
Jadi, nilai a + b = 2 + (–5) = –3. 4
1
13. Jawaban: c = –4 4
f(x) = 2x3 – 4x + 8 1
Turunan pertamanya: Jadi, nilai f′(4) = –4 4 .
f′(x) = 3 × 2x2 – 4 + 0
= 6x2 – 4 16. Jawaban: b
Untuk x = –1 diperoleh: Fungsi f(x) berbentuk (u(x))n.
f′(–1) = 6(–1)2 – 4 Misalkan:
= 6(1) – 4 u(x) = x2 – 2 ⇔ u′(x) = 2x
=6–4 Turunan pertama:
=2 f′(x) = 5 × (u(x))4 × u′(x)
Jadi, nilai f′(–1) = 2. = 5 × (x2 – 2)4 × 2x
= 10x(x2 – 2)4

70 Ulangan Akhir Semester


Turunan keduanya: Dengan demikian:
f″(x) = (10)(x2 – 2)4 + (10x)(8x(x2 – 2)3) u′(x)v(x) – u(x)v′(x)
= 10(x2 – 2)4 + 80x2(x2 – 2)3 f′(x) =
(v(x))2
Untuk x = –1 diperoleh:
f″(–1) = 10((–1)2 – 2)4 + 80(–1)2((–1)2 – 2)3 (2x)(x 2 + x + 1) – (x 2 )(2x + 1)
= (x 2 + x + 1)2
= 10(1 – 2)4 + 80(1)(1 – 2)3
= 10(–1)4 + 80(1)(–1)3
(2x 3 + 2x 2 + 2x) – (2x 3 + x 2 )
= 10(1) + 80(1)(–1) = (x 2 + x + 1)2
= 10 – 80
= –70 x 2 + 2x
Jadi, nilai f″(–1) = –70. = (x + x + 1)2
2

17. Jawaban: a Syarat kurva naik jika f′(x) > 0. Oleh karena itu,
f(x) = (x2 – 5)2 x 2 + 2x
Turunan pertama: akan ditentukan interval sehingga (x 2 + x + 1)2
> 0.
f′(x) = 2(x2 – 5)(2x) = 4x(x2 – 5) Perhatikan bahwa untuk sembarang nilai x
Gradien garis singgung: diperoleh (x2 + x + 1)2 selalu positif. Dengan
m = f′(x) = 4x(x2 – 5) demikian (x2 + 2x) > 0.
Untuk x = 2 diperoleh: (x2 + 2x) > 0
m = 4(2)(22 – 5) = 4(2)(–1) = –8 ⇔ x(x + 2) > 0
Persamaan garis singgung: Pembuat nol:
y – y1 = m(x – x1) x(x + 2) = 0
⇔ y – 1 = –8(x – 2) ⇔ x = 0 atau x = –2
⇔ y – 1 = –8x + 16 Penyelesaian:
⇔ y = –8x + 17
+++ ––– +++
Titik potong terhadap sumbu Y saat x = 0:
y = –8x + 17 = –8(0) + 17 = 17 –2 0
Jadi, koordinat titik potong terhadap sumbu Y ⇔ x < –2 atau x > 0
adalah (0, 17). Jadi, kurva f(x) naik pada interval x < –2 atau
18. Jawaban: c x > 0.
Garis normal tegak lurus dengan garis singgung. 20. Jawaban: d
Misalkan gradien garis normal (mn) dan gradien 2
garis singgung (ms) berlaku mn × ms = –1. Fungsi f(x) turun pada interval 3
< x < 8 maka
Gradien garis singgung: 2
ms = y′ = 2x – 3 f(x) akan naik pada interval x < 3
atau x > 8
Untuk x = 2 diperoleh: 2
sehingga f(x) stasioner di x = dan x = 8.
ms = 2(2) – 3 = 4 – 3 = 1 3
Dengan demikian: f(x) = + x3 px2
+ qx + r
mn × ms = –1 Turunan pertama f′(x) = 3x2 + 2px + q. Dengan
⇔ mn × 1 = –1 demikian:
⇔ m n = –1 2
f′( 3 ) = 0
Persamaan garis normal:
y – y1 = mn(x – x1) 2 2
⇔ 3( 3 )2 + 2p( 3 ) + q = 0
⇔ y – 4 = –1(x – 2)
⇔ y – 4 = –x + 2 4 4
⇔ 3( 9 ) + 3
p+q=0
⇔ y = –x + 6
4 4
Jadi, persamaan garis normalnya y = –x + 6. ⇔ + p+q=0
3 3
19. Jawaban: a ⇔ 4 + 4p + 3q = 0
u(x) ⇔ 4p + 3q = –4 . . . (1)
Kurva f(x) berbentuk v(x)
. f′(8) = 0
Misalkan: ⇔ 3(8)2 + 2p(8) + q = 0
u(x) = x2 ⇔ u′(x) = 2x ⇔ 3(64) + 16p + q = 0
v(x) = x2 + x + 1 ⇔ v′(x) = 2x + 1 ⇔ 192 + 16p + q = 0
⇔ 16p + q = –192 . . . (2)

Matematika Kelas XI 71
Eliminasi p dari persamaan (1) dan (2). Persamaan kecepatan:
4p + 3q = –4 ×4 16p + 12q = –16 dh(t)
v(t) = = –6t + 12
16p + q = –192 × 1 16p + q = –192 dt
––––––––––––––– – Untuk t = 3, nilai v(3) = –6 × 3 + 12 = –6 m/detik.
11q = 176 Untuk t = 1, nilai v(1) = –6 × 1 + 12 = 6 m/detik.
⇔ q = 16 v(3) = –6 m/detik artinya kecepatan bola
Substitusikan q = 16 ke dalam persamaan (1). 6 m/detik ke bawah.
4p + 3q = –4
Jadi, kecepatan bola pada saat tinggi bola
⇔ 4p + 3(16) = –4
5 meter adalah 6 m/detik.
⇔ 4p + 48 = –4
⇔ 4p = –52 23. Jawaban: c
⇔ p = –13 Biaya proyek per hari:
p + q = –13 + 16 = 3 1.200
b(x) = (3x + – 60) juta rupiah
Jadi, nilai p + q = 3. x
Biaya proyek selama x hari:
21. Jawaban: c
f(x) = x3 – 3x2 – 9x – 7 1.200
B(x) = xb(x) = x(3x + – 60)
Turunan pertama: x
f′(x) = 3 × x2 – 2 × 3x – 9 – 0 = (3x2 + 1.200 – 60x) juta rupiah
= 3x2 – 6x – 9 dB(x)
Biaya proyek akan minimum saat dx
= 0.
Fungsi f(x) mencapai stasioner jika f′(x) = 0.
Dengan demikian: ⇔ 6x – 60 = 0
f′(x) = 0 ⇔ 6x = 60
⇔ 3x2 – 6x – 9 = 0 ⇔ x = 10
⇔ x2 – 2x – 3 = 0 x = 10 artinya biaya proyek akan minimum jika
⇔ (x – 3)(x + 1) = 0 dikerjakan selama 10 hari.
⇔ x – 3 = 0 atau x + 1 = 0 Biaya minimum proyek
⇔ x = 3 atau x = –1 = B(10)
Cek nilai f(x) di beberapa bagian yaitu x = –2, = 3 × 102 + 1.200 – 60 × 10
x = –1, dan x = 3. = 900 juta rupiah
(i) Untuk x = –2 diperoleh: Jadi, biaya minimumnya sebesar 900 juta rupiah.
f(–2) = (–2)3 – 3(–2)2 – 9(–2) – 7 24. Jawaban: c
= –8 – 12 + 18 – 7 Luas permukaan dalam bak:
= –9 L = 27
(ii) Untuk x = –1 diperoleh: ⇔ x2 + 4xt = 27
f(–1) = (–1)3 – 3(–1)2 – 9(–1) – 7 ⇔ 4xt = 27 – x2
= –1 – 3 + 9 – 7 27 − x 2
= –2 (maksimum) ⇔ t=
4x
(iii) Untuk x = 3 diperoleh: Volume bak: t
f(3) = 33 – 3(3)2 – 9(3) – 7 V = x 2t
= 27 – 27 – 27 – 7 27 − x 2
= –34 = x2 × x
4x
Jadi, nilai maksimum fungsi f(x) pada interval 1 x
= 4 (27x – x3)
tersebut adalah –2.
dV
22. Jawaban: d Fungsi V mencapai stasioner saat dx = 0.
Tinggi bola = 5 m dV
⇔ h(t) = 5 dx
=0
⇔ –3t2 + 12t – 4 = 5 1
⇔ (27 – 3x2) = 0
⇔ –3t2 + 12t – 9 = 0 4
⇔ t2 – 4t + 3 = 0 ⇔ 9 – x2 = 0
⇔ (t – 3)(t – 1) = 0 ⇔ (3 – x)(3 + x) = 0
⇔ t – 3 = 0 atau t – 1 = 0 ⇔ x = 3 atau x = –3
⇔ t = 3 atau t=1

72 Ulangan Akhir Semester


dV 29. Jawaban: c
Sketsa grafik dx :
3 3
▲ ∫ 4f(x) dx = 20 ⇔ 4 ∫ f(x) dx = 20
−1 −1
––– +++ –––
▲ ▲ 3

–3 3
⇔ ∫ f(x) dx = 5
−1
Volume bak terbesar dicapai di x = 3. 3 3
Luas alas bak agar volume bak terbesar: ∫ 2g(x) dx = –4 ⇔ 2 ∫ g(x) dx = –4
L = x2 = 32 = 9 m2 −1 −1
3
Jadi, luas alasnya 9 m2.
⇔ ∫ g(x) dx = –2
25. Jawaban: b −1
Dengan demikian:
Antiturunan sama artinya dengan integral
3 3
sehingga antiturunan f(x) adalah F(x).
∫ f(x) dx + ∫ 4g(x) dx
F(x) = ∫f(x) dx −1 −1
3 3
= ∫(x2 + 2x – 3)dx
= ∫ f(x) dx + 4 ∫ g(x) dx
1 3 2 −1 −1
= x + x2 – 3x + C
3 2 = 5 + 4(–2)
1 3 =5–8
= 3
x + x2 – 3x + C
1
= –3
Jadi, antiturunan f(x) adalah F(x) = 3
x3 + x2 3 3

– 3x + C. Jadi, nilai ∫ f(x) dx + ∫ 4g(x) dx = –3.


−1 −1
26. Jawaban: a
∫ (8x3 – 6x2 + 2x – 3) dx 30. Jawaban: d
3
8 6 2
= 4
x4 – 3
x3 + 2
x2 – 3x + C ∫ (2x – 1) dx = 6
p
= 2x4– 2x3
+ – 3x + Cx2 3
Jadi, ∫ (8x3 – 6x2 + 2x – 3) dx = 2x4 – 2x3 + x2 ⇔ ⎡x2 – x⎤ = 6
⎣ ⎦p
– 3x + C.
⇔ (32 – 3) – (p2 – p) = 6
27. Jawaban: d ⇔ (9 – 3) – (p2 – p) = 6
∫ (3x + 2)(x – 4) dx ⇔ 6 – (p2 – p) = 6
= ∫ (3x – 10x – 8) dx ⇔ p2 – p = 0
3 10 ⇔ p(p – 1) = 0
= x3 – x2 – 8x + C
3 2 ⇔ p = 0 atau p = 1
= x3 – 5x2 – 8x + C Jadi, nilai p yang memenuhi adalah 0 atau 1.
Jadi, ∫ (3x + 2)(x – 4) dx = x3 – 5x2 – 8x + C.
31. Jawaban: b
28. Jawaban: e 3
f′(x) = 6x – 5 ∫ (4x + 3) dx
−1
Fungsi f(x):
3
f(x) = ∫ f′(x) dx = ⎡⎢ 2 x + 3x ⎤⎥
4 2
= ∫ (6x – 5) dx ⎣ ⎦ –1
= 3x2 – 5x + C 3
= ⎡⎣ 2x + 3x ⎤⎦
2
Grafik f(x) melalui titik (2, –3) maka:
–1
f(2) = –3
⇔ 3(2)2 – 5(2) + C = –3 = (2(3)2 + 3(3)) – (2(–1)2 + 3(–1))
⇔ 12 – 10 + C = –3 = (18 + 9) – (2 – 3)
⇔ 2 + C = –3 = 27 – (–1)
⇔ C = –5 = 28
3
Jadi, rumus fungsi f(x) = 3x2 – 5x – 5.
Jadi, nilai ∫ (4x + 3) dx = 28.
−1

Matematika Kelas XI 73
32. Jawaban: d 35. Jawaban: a
4 Misalkan:
∫ (9x2 – 4x + 5) dx u = x2 + x + 8 ⇔ du = (2x + 1) dx
1
⇔ 3 du = (6x + 3) dx
4
Dengan demikian:
= ⎡⎢ 3 x – 5x ⎤⎥
9 3 4 2
x +
⎣ 2 ⎦1
∫ (6x + 3) x 2 + x + 8 dx
4
= ⎡⎣3x – 2x + 5x ⎤⎦
3 2
1 = ∫ x 2 + x + 8 (6x + 3) dx
= (3(4) – 2(4) + 5(4)) – (3(1)3 – 2(1)2 + 5(1))
3 2

= (192 – 32 + 20) – (3 – 2 + 5) = ∫ u (3 du)


= (180) – (6) = 174 1
= 3 ∫u 2 du
4
Jadi, nilai ∫ (9x2 – 4x + 5) dx = 174. 2 3

1
=3× 3
u2 + C
33. Jawaban: a 3

Misalkan: = 2u 2 + C
u = 3 – 4x ⇔ du = –4 dx 3
= 2(x2 + x + 8) 2 + C
du
⇔ dx = –4 = 2(x2 + x + 8) x 2 + x + 8 + C
Dengan demikian:
du Jadi, hasil pengintegralan ∫ (6x + 3) x 2 + x + 8 dx
∫ (3 – 4x)7 dx = ∫ u7 –4
= 2(x2 + x + 8) x 2 + x + 8 + C.
1
=– ∫ u7 du
4 36. Jawaban: e
1 1 Misalkan:
=–4 × 8
u8 + C u = x2 – 4x + 1 ⇔ du = (2x – 4) dx
1 du
= – 32 u8 + C ⇔ 2
= (x – 2) dx
Dengan demikian:
1
= – 32 (3 – 4x)8 + C x–2
∫3 dx
(x 2 – 4x + 1)2
1
Jadi, ∫ (3 – 4x)7 dx = – 32 (3 – 4x)8 + C.
(x – 2) dx
34. Jawaban: b =∫3
(x 2 – 4x + 1)2
Misalkan:
u = 2x – 5 ⇔ du = 2 dx du

= ∫ 3 22
du u
⇔ dx = 2
1 du
Dengan demikian: = ∫
2 3 u2
du
∫ 2x – 5 dx = ∫ u 2 1 –
2
= 2
∫u 3 du
1
= 2
∫ u du 1 1
1
= 2
× 1 u3 + C
1
1 3
= 2
∫u 2 du
1
3
1 3 = u3 + C
2
= 3
u 2 +C
1
3
1 3 = (x2 – 4x + 1) 3 + C
2
= 3
(2x – 5) 2 +C
3 3
1
=
2
x 2 – 4x + 1 + C
= 3
(2x – 5) 2x – 5 + C
x–2 3 3
1
Jadi, ∫ 3 dx = x 2 – 4x + 1 + C.
(x 2 – 4x + 1)2 2
Jadi, ∫ 2x – 5 dx = 3
(2x – 5) 2x – 5 + C.

74 Ulangan Akhir Semester


37. Jawaban: b 2 – p2
Misalkan: ⇔ ⎡u4 ⎤ = 15
⎣ ⎦1
u = x – 2 ⇔ du = dx
Untuk x = a maka u = a – 2. ⇔ (2 – p2)4 – (1)4 = 15
Untuk x = 0 maka u = –2. ⇔ (2 – p2)4 = 16
Dengan demikian: ⇔ 2 – p2 = 2 atau 2 – p2 = –2
⇔ p2 = 0 atau p2 = 4
0
6 ⇔ p = 0 atau p = –2 atau p=2
∫ dx = 2 Jadi, nilai p positif yang memenuhi adalah 2.
a (x – 2)2

−2
39. Jawaban: a
∫ 62 Misalkan:
⇔ du = 2
a−2 u u = 2x2 + 5x – 1 ⇔ du = (4x + 5) dx
Untuk x = –3 maka u = 2.
−2
Untuk x = 0 maka u = –1.
⇔ ∫ 6u–2 du = 2 Dengan demikian:
a−2
0
–2
⇔ ⎡ –6u–1⎤ ∫ (4x + 5)(2x2 + 5x – 1)4 dx
⎣ ⎦a – 2 = 2 −3

–2 0
⇔ ⎡ –6 ⎤ =2
⎣ u ⎦a – 2 = ∫ (2x2 + 5x – 1)4(4x + 5) dx
−3
−6 –6
⇔ −2
– (a–2 )=2 −1
= ∫ u4 du
–6 2
⇔ 3 – (a–2 ) = 2
–1
= ⎡⎢ 5 u ⎤⎥
1 5
–6
⇔ =1 ⎣ ⎦2
a–2
⇔ a – 2 = –6 1
= 5
((–1)5 – 25)
⇔ a = –4
Jadi, nilai a yang memenuhi adalah –4. 1
= 5
(–1 – 32)
38. Jawaban: b
1
Misalkan: = (–33)
5
u = 2 – x2 ⇔ du = –2x dx
⇔ –4 du = 8x dx 33
=–
Untuk x = –1 maka u = 1. 5
Untuk x = p maka u = 2 – p2. 0
Dengan demikian: 33
Jadi, nilai ∫ (4x + 5)(2x2 + 5x – 1)4 dx = – 5
.
p −3

∫ (8x)(2 – x2)3 dx = –15 40. Jawaban: c


−1
p Misalkan:
⇔ ∫ (2 – x2)3(8x) dx = –15 u = x2 + x + 6 ⇔ du = (2x + 1) dx
−1 Untuk x = –6 maka u = 36.
2 − p2 Untuk x = 5 maka u = 36.
⇔ ∫ u3(–4 du) = –15 Dengan demikian:
1
5 5 36
2 − p2 2x + 1 (2x + 1) dx du
⇔ –4 ∫ u3 du = –15 ∫ 2
dx = ∫ 2
x +x+6
= ∫ u
−6 x +x+6 −6 36
1
2
2–p a 36
–4 ⎡⎢ u4 ⎤⎥
1 du
⇔ = –15 Sesuai dengan sifat ∫ f(x) dx = 0 maka ∫ = 0.
⎣ 4 ⎦1 u
a 36
2 – p2
⇔ – ⎡⎣u4 ⎤⎦ = –15 5
2x + 1
1 Jadi, nilai ∫ dx = 0.
−6 x2 + x + 6

Matematika Kelas XI 75
B. Uraian f(x) = (x + 2)(x + 3)(ax + b)
4 2 2 f(x)
x − 16 (x − 4)(x + 4)
1. a. lim = lim lim = –6
2
x→2 x +x−6 x → 2 (x − 2)(x + 3) x → −2 2x +4

(x − 2)(x + 2)(x 2 + 4) (x + 2)(x + 3)(ax + b)


= lim ⇔ lim 2(x + 2)
= –6
x→2 (x − 2)(x + 3) x → −2

(x + 2)(x 2 + 4) (x + 3)(ax + b)
= lim ⇔ lim
2
= –6
x→2 x+3 x → −2

(2 + 2) × (22 + 4) (−2 + 3)(a × (−2) + b)


= ⇔ = –6
2+3 2

4×8 32 ⇔ 1(–2a + b) = –12


= 5
= 5 ⇔ –2a + b = –12 . . .(1)
2f(x)
x 4 − 16 32 lim = 34
Jadi, nilai lim 2 = . x → −3 x +3
x→2 x +x−6 5
2(x + 2)(x + 3)(ax + b)
x + 2 − 2x − 1 ⇔ lim = 34
b. lim x → −3 x+3
x→3 2x − 3 − x
2(x + 2)(ax + b)
x + 2 − 2x − 1 x + 2 + 2x − 1 ⇔ lim
1
= 34
= lim × x → −3
x→3 2x − 3 − x x + 2 + 2x − 1
⇔ 2(–3 + 2)(–3a + b) = 34
2x − 3 + x ⇔ 2(–1)(–3a + b) = 34
×
2x − 3 + x ⇔ –3a + b = –17 . . .(2)
[x + 2 − (2x − 1)]( 2x − 3 + x) Eliminasi b dari persamaan (1) dan (2).
= lim –2a + b = –12
x → 3 [2x − 3 − x]( x + 2 + 2x − 1)
–3a + b = –17
(− x + 3)( 2x − 3 + x ) –––––––––––– –
= lim (x − 3)( x + 2 + 2x − 1)
x→3 a=5
−(x − 3)( 2x − 3 + x ) Substitusikan a = 5 ke dalam persamaan (1).
= lim
x → 3 (x − 3)( x + 2 + 2x − 1) –2a + b = –12
−( 2x − 3 + x)
⇔ –2 × 5 + b = –12
= lim ⇔ –10 + b = –12
x→3 x + 2 + 2x − 1
⇔ b = –2
−( 2 × 3 − 3 + 3)
= f(x) = (x + 2)(x + 3)(ax + b)
3 + 2 + 2×3 −1
= (x + 2)(x + 3)(5x – 2)
−( 3 + 3) = 5x3 + 23x2 + 20x – 12
=
5+ 5
Jadi, rumus fungsi f(x) = 5x3 + 23x2 + 20x – 12.
−2 3 5
= × 3. f(t) = 0,24t2 + 0,48t
2 5 5
f(8) = 0,24 × 82 + 0,48 × 8 = 19,2
1 Kecepatan perubahan pertambahan luas
= – 5 15
lempengan logam pada saat t = 8 menit.
x + 2 − 2x − 1 lim f(t) − f(8) 0,24t 2 + 0,48t − 19,2
= tlim
1
Jadi, nilai lim = – 5 15 . t→8 t−8 →8 t−8
x→3 2x − 3 − x
0,24(t 2 + 2t − 80)
f(x) = tlim
→8
2. Agar lim ada, fungsi f(x) harus mem- t−8
x → −2 2x +4
0,24(t − 8)(t + 10)
2f(x) = tlim
→8 t−8
punyai faktor (x + 2). Agar lim x +3
ada, fungsi
x → −3
f(x) harus mempunyai faktor (x + 3). Misalkan = tlim
→ 8 0,24(t + 10)
faktor f(x) yang lain adalah (ax + b).
= 0,24 × (8 + 10) = 4,32
Jadi, kecepatan perubahan luas lempengan
logam adalah 4,32 cm2/menit.

76 Ulangan Akhir Semester


4. a. f(x) = (2x3 – 3x + 4)4 Nilai minimum:
Turunan pertama: f(2) = 2(2)3 – 3(2)2 – 12(2) + 11
Fungsi f(x) berbentuk (u(x))n. = 16 – 12 – 24 + 11
Misalkan: = –9
u(x) = 2x3 – 3x + 4 ⇔ u′(x) = 6x2 – 3 Nilai maksimum:
Dengan demikian: f(–1) = 2(–1)3 – 3(–1)2 – 12(–1) + 11
f′(x) = 4 × (u(x))3 × u′(x) = –2 – 3 + 12 + 11
= 4 × (2x3 – 3x + 4)3 × (6x2 – 3) = 18
= 4(6x2 – 3)(2x3 – 3x + 4)3 Jadi, titik stasionernya adalah titik balik maksimum
= (24x2 – 12)(2x3 – 3x + 4)3 (–1, 18) dan titik balik minimum (2, –9).
Jadi, turunan pertamanya adalah
6. Cermati gambar berikut.
f′(x) = (24x2 – 12)(2x3 – 3x + 4)3. A
2x + 1
b. g(x) = 4x – 3
(30 – x)
u(x)
Fungsi g(x) berbentuk v(x)
. F
D
Misalkan:
u(x) = 2x + 1 ⇔ u′(x) = 2 x
v(x) = 4x – 3 ⇔ v′(x) = 4
Dengan demikian: B y E (24 – y) C
u′(x)v(x) – u(x)v′(x) Misalkan panjang BD = x cm maka panjang AD
g′(x) = (v(x))2 = (30 – x) cm, panjang BE = y maka panjang CE
(2)(4x – 3) – (2x + 1)(4)
= (24 – y) cm.
= (4x – 3)2
ΔADF sebangun dengan ΔFEC sehingga berlaku:
AD DF
(8x – 6) – (8x + 4) FE
= EC
= (4x – 3)2 30 – x y
⇔ x
= 24 – y
–10
= (4x – 3)2 ⇔ (30 – x)(24 – y) = xy
⇔ 720 – 30y – 24x + xy = xy
Jadi, turunan pertamanya adalah g′(x) = ⇔ 720 – 30y – 24x = 0
–10 ⇔ 24x + 30y = 720
(4x – 3)2
. ⇔ 4x + 5y = 120
⇔ 5y = 120 – 4x
5. f(x) = 2x3 – 3x2 – 12x + 11
4
Turunan pertama: ⇔ y = 24 – x
5
f′(x) = 3 × 2x2 – 2 × 3x – 12 + 0 = 6x2 – 6x – 12
Turunan kedua: Daerah BEFD berbentuk persegi panjang.
f″(x) = 2 × 6x – 6 – 0 = 12x – 6 Luas BEFD:
Fungsi f(x) mencapai stasioner saat f′(x) = 0. L = BE × BD
Dengan demikian: =y×x
f′(x) = 0 4
= (24 – 5
x) × x
⇔ 6x2 – 6x – 12 = 0
4 2
⇔ x2 – x – 2 = 0 = 24x – x
5
⇔ (x – 2)(x + 1) = 0 dL
⇔ x – 2 = 0 atau x + 1 = 0 Luas BEFD maksimum saat dx
= 0.
⇔ x = 2 atau x = –1 Dengan demikian:
Cek setiap nilai pada turunan kedua: dL
(i) Untuk x = 2 diperoleh: dx
=0
f″(2) = 12(2) – 6 = 24 – 6 = 18 8
Ternyata f″(2) > 0 sehingga minimum. ⇔ 24 – 5
x =0
(ii) Untuk x = –1 diperoleh: 8
f″(–1) = 12(–1) – 6 = –12 – 6 = –18 < 0 ⇔ 5
x = 24
Ternyata f″(–1) < 0 sehingga maksimum. ⇔ x = 15

Matematika Kelas XI 77
Luas maksimum BEFD: 9. a. ∫ (2x + 3)(2x2 + 6x – 7)6 dx
4 Misalkan:
L = 24x – x2
5 u = 2x2 + 6x – 7 ⇔ du = (4x + 6) dx
4 du
= 24(15) – 5
(15)2 ⇔ = (2x + 3) dx
2
4 Dengan demikian:
= 360 – 5
(225)
∫ (2x + 3)(2x2 + 6x – 7)6 dx
= 360 – 180
= ∫ (2x2 + 6x – 7)6(2x + 3) dx
= 180
Jadi, luas maksimum BEFD adalah 180 cm2. = ∫ u6
du
2
7. a. ∫ (2f(x) + g(x)) dx = ∫ (2(2x – 3) + (x + 2)) dx
1
= ∫ (4x – 6 + x + 2)) dx = ∫ u6 du
2
= ∫ (5x – 4) dx
1 1
5 = 2
× 7
u7 + C
= 2
x2 – 4x + C
1
5 = u7 + C
Jadi, ∫ (2f(x) + g(x)) dx = 2
x2 – 4x + C. 14

1
b. ∫(f(x) × g(x)) dx = ∫ ((2x – 3)(x + 2)) dx = (2x2 + 6x – 7)7 + C
14
= ∫ (2x2 + x – 6) dx
Jadi, hasil ∫ (2x + 3)(2x2 + 6x – 7)6 dx =
2 1 2
= x3 + x – 6x + C 1
3 2
14
(2x2 + 6x – 7)7 + C.
2 1 2
Jadi, ∫ (f(x) × g(x)) dx = 3
x3 + 2
x – 6x + C. 4x – 6
b. ∫ 3 x 2 – 3x + 5 dx
3 3
8. a. ∫ y dx = ∫ (3x – 1) dx Misalkan:
−1 −1 u = x2 – 3x + 5 ⇔ du = (2x – 3) dx
3 ⇔ 2 du = (4x – 6) dx
= ⎡⎢ 2 x – x ⎤⎥
3 2
Dengan demikian:
⎣ ⎦ –1
4x – 6 (4x – 6) dx
3 3 ∫3 dx = ∫ 3
=( 2
(3)2 – 3) – ( 2
(–1)2 – (–1)) 2
x – 3x + 5 x 2 – 3x + 5

27 3 2 du
=( – 3) – ( 2 + 1) =∫ 3
u
2
1

27 3 =2∫u 3 du
= 2
– 2
–3–1=8
2
3
3
= 2× 2
u3 + C
Jadi, nilai ∫ y dx = 8. 2
−1 = 3u 3 + C
2
2 2
= 3(x2 – 3x + 5) 3 + C
b. ∫ (y2 + 2y) dx = ∫ ((3x – 1)2 + 2(3x – 1)) dx
0 0
2 = 3 3 (x 2 – 3x + 5)2 + C
= ∫ (9x2 – 6x + 1 + 6x – 2) dx 4x – 6
0 Jadi, ∫ 3 2 dx = 3 3 (x 2 – 3x + 5)2 + C.
2 x – 3x + 5
= ∫ (9x2 – 1) dx 0
0 x
2
10. a. ∫ (2 – x 2 )2
dx
−1
= ⎡⎣3x – x ⎤⎦
3
0 Misalkan:
= (3(2)3 – 2) – (3(0)3 – 0) u = 2 – x2 ⇔ du = –2x dx
= (24 – 2) – (0 – 0) du
= 22 ⇔ −2
= x dx
2 Untuk x = –1 maka u = 1.
Jadi, nilai ∫ (y2 + 2y) dx = 22. Untuk x = 0 maka u = 2.
0

78 Ulangan Akhir Semester


Dengan demikian: 1
0
x
0
x dx
b. ∫ 2x + 7 dx
∫ (2 – x 2 )2
dx = ∫ (2 – x 2 )2 −3
−1 −1 Misalkan:
2 u = 2x + 7 ⇔ du = 2 dx
1
= ∫ –2
du du
1 u
2 ⇔ 2
= dx

2 Untuk x = –3 maka u = 1.
1 Untuk x = 1 maka u = 9.
=– ∫ u–2
2 1
du
Dengan demikian:
2 1 9
= – 2 ⎡⎢ – u ⎤⎥
1 1 du
⎣ ⎦1 ∫ 2x + 7 dx = ∫ u
2
−3 1

1 ⎡ 1⎤2 1
9 1
= 2 ⎣ u ⎦1 = ∫ u 2 du
2 1
1 1 1
= (2 – ) 9
2 1 1 ⎡ 2 32 ⎤
= 2 ⎢⎣ 3 u ⎥⎦
1 1 1
= 2
(– 2 )
9
1⎡ 2⎤
3
1 u
=– = 3 ⎢⎣ ⎥⎦
4 1

0 3 3
x 1
1 = (9 2 – 1 2 )
Jadi, nilai ∫ (2 – x 2 )2 dx = – 4 . 3
−1
1
= 3
(27 – 1)

26
= 3

1
26
Jadi, nilai ∫ 2x + 7 dx =
3
.
−3

Matematika Kelas XI 79