Anda di halaman 1dari 15

TEORI KEPERAWATAN

FLORENCE NIGHTINGALE

OLEH :
KELOMPOK I
1. ADAM BAYU SETIADI (142012018265P)
2. AHMAD ABDUL MUTOLIB (142012018265P)
3. NORMA RIA WAROKA (142012018280P)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) MUHAMMADIYAH


PRINGSEWU - LAMPUNG
2018
KATA PENGANTAR

Segala ucap syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya beserta segala kemudahan, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah yang berjudul “Teori Keperawatan Menurut Nightingale” dengan sebaik
mungkin dan insya Allah bermanfaat bagi semua pembaca.
Dengan selesainya makalah sebagai salah satu tugas “Falsafah Keperawatan”
ini, penulis menyadari bahwa makalah penuh dengan kekurangan,oleh karena itu
saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan untuk makalah yang
lebih baik kedepannya. Dan akhirnya dengan penuh harapan semoga makalah ini
bermanfaat juga menambah wawasan bagi pembaca.

Bandar Lampung, 18 Desember 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keperawatan adalah pelayanan atau asuhan keperawatan profesional yang
bersifat humanistik, menggunakan pendekatan holistik, dilakukan berdasarkan
ilmu dan kiat keperawatan yang berorientasi pada kebutuhan obyektif klien,
mengacu pada standar profesional keperawatan dan menggunakan etika
keperawatan sebagai tuntunan utama. Teori keperawatan berperan dalam
membedakan keperawatan dengan disiplin ilmu lain dan bertujuan untuk
menggambarkan, menjelaskan memperkirakan, dan mengontrol hasil asuhan
keperawatan atau pelayanan keperawatan yang dilakukan.
Teori Evironmental Nightingale dicetuskan oleh Florence Nightingale “Ibu
dari keperawatan modern” meletakkan keperawatan menjadi sesuatu yang sakral
untuk dipenuhi oleh seorang wanita. Konsep utama bagi kesehatan adalah
ventilasi kehangatan, cahaya, diet, kebersihan, dan ketenangan.
Hampir semua model keperawatan yang diaplikasikan dalam praktik
keperawatan profesional menggambarkan empat jenis konsep yang sama, yang
disebut dengan paradigma keperawatan, yakni :
1. Orang yang menerima asuhan keperawatan
2. Lingkungan
3. Kesehatan
4. Keperawatan

Teori Keperawatan Nightingale sangat bermanfaat bagi dunia keperawatan,


yang meletakan dasar teori keperawatan melalui filosofi keperawatan yakni
dengan mengidentifikasi peran perawat dalam menemukan kebutuhan dasar
manusia pada klien serta pentingnya pengaruh lingkungan di dalam perawatan
orang sakit yang dikenal dengan teori lingkungannya. Selain itu Florence juga
membuat standar pelaksanaan asuhan keperawatan yang efisien.

4
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Agar mahasiswa/i mampu mengaplikasikan teori keperawatan menurut
Florence Nightingale.

2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus penulisan makalah ini :
a. Menjelaskan biografi Florence Nightingale
b. Menjelaskan Konsep teori keperawatan menurut Florence Nightingale
c. Menjelaskan paradigma keperawatan menurut Florence Nightingale
d. Menjelaskan Konsep Model Florence Nightingle
e. Menjelaskan hubungan perawat dengan tim kesehatan
f. Menjelaskan Hubungan teori florence nightingale dengan teori lain
g. Menjelaskan proses keperawatan menurut Florence Nightingale

5
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Biografi Florence Nightingale


"The most important lesson that can be given to nurses is to teach them what to
observe—how to observe—what the symptoms indicate improvement—what the
reserve—what are of importance—which are of none—what are evidence of
neglect—and of what kind of neglect."
(Nightingale, 1969, p.105)
Nightingale lahir pada tahun 1820 di Florence, Italia. Orang tua Nightingale
sangat kaya dan sering kali melakukan perjalanan ke luar negeri. Nightingale
adalah wanita yang cantik dan diharapkan untuk berperilaku seperti setiap wanita
Victoria lainnya, mengisi waktunya sebelum menikah dengan musik, membaca,
bordir, dan belajar bagaimana menjadi nyonya rumah yang sempurna (Brown,
1988) dalam (Alligood, 2006).
Ketika Florence berusia 17 tahun ia mulai merasakan simpati terhadap
orang – orang disekitarnya. Hingga akhirnya pada usia 24 tahun Florence
memutuskan untuk membantu rakyat di Rumah Sakit, namun hal tersebut
mendapat penolakan dari keluarganya sampai suatu ketika ia pergi ke
Kaiserworth, Jerman, untuk belajar keperawatan dari institusi diakones (Brown,
1988; Woodham-Smith, 1951) dalam (Alligood, 2010). Dia belajar di sana selama
3 bulan dan kemudian kembali untuk melayani keluarganya. Itu lain 2 tahun
sebelum dia diizinkan untuk praktek keperawatan (Brown, 1988; Woodham-
Smith, 1951) dalam (Alligood, 2010).
Karena pekerjaannya di keperawatan dan pendidikan keperawatan, ia
dikenal sebagai pendiri keperawatan modern (Dennis & Prescott, 1985; Henry,
Woods & Nagelkerk, 1990) dalam (Alligood, 2010). Dia mulai sekolah
keperawatan di Rumah Sakit St Thomas di Inggris dan menulis banyak naskah
tentang rumah sakit reformasi dan perawatan (Brown, 1988; Woodham-Smith,
1951) dalam (Alligood, 2010).Nightingale (1969) menjelaskan bahwa
"pengetahuan keperawatan berbeda dari pengetahuan medis"

6
B. Konsep teori keperawatan menurut Florence Nightingale
Konsep Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan
keperawatan dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses
penyakit merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan
dan kedokteran. Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya
sibuk dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi
pada pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan
dan nutrisi yang adekuat ( Nightingale, 1860; Torres, 1986 ). Melalui observasi
dan pengumpulan data, Nightingale menghubungkan antara status kesehatan klien
dengan faktor lingkungan dan sebagai hasil, yang menimbulkan perbaikan kondisi
higiene dan sanitasi selama perang Crimean. Torres mencatat ( 1986 ) mencatat
bahwa nightingale memberikan konsep dan penawaran yang dapat divalidasi dan
digunakan untuk menjalankan praktik keperawatan. Nightingale dalam teori
deskripsinya memberikan cara berpikir tentang keperawatan dankerangka rujukan
yang berfokus pada klien dan lingkungannya ( Torres, 1986). Surat Nightingale
dan tulisannya tangannya menuntun perawat untuk bekerja atas nama klien.
Prinsipnya mencakup bidang pelayanan, penelitian, dan pendidikan. Hal
paling penting adalah konsep dan prinsip yang membentuk dan melingkupi
praktik keperawatan (marriner – tomey, 1994). Nightingale berpikir dan
menggunakan proses keperawatan. Ia mencatat bahwa observasi [pengkajian]
bukan demi berbagai informasi atau fakta yang mencurigakan, tetapi demi
penyelamatan hidup dan meningkatkan kesehatan dan keamanan.

C. Paradigma Keperawatan Menurut Florence Nightingale


Paradigma dalam disiplin intelektual adalah cara pandang orang terhadap
diri dan lingkungannya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif),
bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif) , Vardiansyah (2010)
Dalam Kamus Filsafat memaparkan beberapa pengertian tentang paradigma
secara lebih sistematis. Paradigma dalam beberapa pengertian adalah sebagai
berikut:
1. Cara memandang sesuatu

7
2. Dalam ilmu pengetahuan artinya menjadi model, pola, ideal. Dari model-
model ini fenomenon yang dipandang dijelaskan,
3. Totalitas premis-premis teoritis dan metodologis yang menentukan atau
mendefinisikan suatu studi ilmiah konkret. Dan ini melekat di dalam praktek
ilmiah pada tahap tertentu,
4. Dasar untuk menyeleksi problem-problem dan pola untuk memecahkan
problem-problem riset. Lorens Bagus (2005: 779)

Paradigma Keperawatan Florence Nightingale berorientasi pada lingkungan.


Dia percaya bahwa lingkungan pasien harus diubah untuk memungkinkan alam
untuk bertindak atas pasien (McKenna, 1997; Nightingale, 1969). Dalam
Alligood, 2006)

Menurut Nightingale ada empat komponen paradigma keperawatan, yakni :


1. Manusia
Meskipun sebagian besar tulisan Nightingale merujuk kepada orang sebagai
orang yang menerima perawatan, dia percaya bahwa orang tersebut adalah
makhluk yang dinamis dan kompleks. Reed dan Zurakowski (1996) menyatakan,
"Nightingale membayangkan orang karena membandingkan fisik".
Untuk sebagian besar, Nightingale juga menggambarkan seorang pasien
pasif dalam hubungan ini. Namun, ada referensi khusus untuk pasien melakukan
perawatan diri bila mungkin dan khususnya, menjadi terlibat dalam waktu dan
substansi makanan, dengan demikian, pasien bukan individu yang benar-benar
pasif.
2. Lingkungan
Lingkungan dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang dapat dimanipulasi
untuk menempatkan pasien dalam kondisi terbaik bagi alam untuk bertindak
(Selanders, 1998). Teori ini memiliki komponen baik fisik maupun psikologis.
Komponen fisik dari lingkungan mengacu pada ventilasi, hangat, ringan, nutrisi,
obat-obatan, stimulasi, ruang, suhu, dan aktivitas (Lobo, 2002; Nightingale, 1969;
Reed & Zurakowski, 1996; Selanders, 1998) dalam (Alligood,2006). Komponen
psikologis meliputi menghindari memberikan harapan yang terlalu muluk,

8
menasehati yang berlebihan tentang penyakitnya. Terdapat pula komponen Sosial
diantaranya hubungan intrapersonal, interpersonal dan juga ekstrapersonal
3. Keperawatan
Nightingale percaya keperawatan sebagai panggilan jiwa. Perawat adalah
untuk membantu alam yang menyembuhkan pasien (Chinn & Kramer, 2008;
Nightingale, 1969; Reed & Zurakowski, 1996; Selanders, 1998). Dia
mendefinisikan berbagai jenis keperawatan sebagai keperawatan yang tepat
(Perawatan orang sakit), keperawatan umum (promosi kesehatan), dan kebidanan
keperawatan (Reed dan Zurakowski, 1996; Selanders, 1998). Nightingale melihat
keperawatan sebagai "ilmu manajemen lingkungan" (Whall, 1996). Perawat yang
menggunakan akal sehat, pengamatan, dan kecerdasan memungkinkan alam untuk
efektif memperbaiki pasien (DeGraaf, Marriner Tomey, Mossman, et al., 1994)
Nightingale percaya bahwa setiap wanita, pada satu waktu dalam hidupnya,
akan menjadi perawat dalam arti bahwa keperawatan adalah memiliki tanggung
jawab untuk kesehatan orang lain. Buku catatan Nightingale tentang Keperawatan
awalnya diterbitkan pada tahun 1859 bertujuan menyediakan pedoman wanita
untuk merawat orang yang mereka cintai di rumah dan memberikan nasihat
tentang bagaimana untuk "berpikir seperti seorang perawat" (Nightingale, 1969,
hal. 4)

4. Kesehatan
Nightingale (1954) menulis, “kesehatan bukan hanya menjadi baik tetapi
untuk dapat menggunakan dengan baik setiap kekuatan yang kita miliki ". Dari
pernyataan ini, kita dapat menyimpulkan bahwa ia percaya dalam pencegahan dan
promosi kesehatan di samping merawat pasien dari sakit hingga menjadi sehat.

D. Konsep Model Florence Nightingle


Inti konsep Florence Nightingale, pasien dipandang dalam kontek
lingkungan secara keseluruhan, terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan
psikologis dan lingkungan sosial.

1. Lingkungan fisik (physical enviroment)

9
Merupakan lingkungan dasar/alami yan gberhubungan dengan ventilasi dan
udara. Faktor tersebut mempunyai efek terhadap lingkungan fisik yang bersih
yang selalu akan mempengaruhi pasien dimanapun dia berada didalam ruangan
harus bebas dari debu, asap, bau-bauan.
Tempat tidur pasien harus bersih, ruangan hangat, udara bersih, tidak
lembab, bebas dari bau-bauan. Lingkungan dibuat sedemikian rupa sehingga
memudahkan perawatan baik bagi orang lain maupun dirinya sendiri. Luas, tinggi
penempatan tempat tidur harus memberikan memberikan keleluasaan pasien
untuk beraktifitas. Tempat tidur harus mendapatkan penerangan yang cukup, jauh
dari kebisingan dan bau limbah. Posiis pasien ditempat tidur harus diatur
sedemikian rupa supaya mendapat ventilasi.

2. Lingkungan psikologi (psychologi enviroment)


Florence Nightingale melihat bahwa kondisi lingkungan yang negatif dapat
menyebabkan stress fsiik dan berpengaruh buruk terhadap emosi pasien. Oleh
karena itu ditekankan kepada pasien menjaga rangsangan fisiknya. Mendapatkan
sinar matahari, makanan yang menarik dan aktivitas manual dapat merangsanag
semua faktor untuk membantu pasien dalam mempertahankan emosinya.
Komunikasi dengan p[asien dipandang dalam suatu konteks lingkungan
secara menyeluruh, komunikasi jangan dilakukan secara terburu-buru atau
terputus-putus. Komunikasi tentang pasien yang dilakukan dokter dan
keluarganya sebaiknya dilakukan dilingkungan pasien dan kurang baik bila
dilakukan diluar lingkungan pasien atau jauh dari pendengaran pasien. Tidak
boleh memberikan harapan yang terlalu muluk, menasehati yang berlebihan
tentang kondisi penyakitnya.
Selain itu membicarkan kondisi-kondisi lingkungna dimana dia berada atau
cerita hal-hal yang menyenangkan dan para pengunjung yang baik dapat
memberikan rasa nyaman.

3. Lingkungan sosial (social environment)


Observasi dari lingkungan sosial terutama huhbungan yang spesifik,
kumpulan data-data yang spesifik dihubungkan dengan keadaan penyakit, sangat

10
penting untuk pencegahan penyakit. Dengan demikian setiap perawat harus
menggunakan kemampuan observasi dalam hubungan dengan kasus-kasus secara
spesifik lebih dari sekedar data-data yang ditunjukkan pasien pada umumnya.
Se
E. Hubungan Proses Keperawatan dalam Tim Kesehatan
Nightingale menempatkan lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan
dan perhatian di mana perawat tidak perlu memahami seluruh proses penyakit
merupakan upaya awal untuk memisahkan antara profesi keperawatan dan
kedokteran.
Nightingale tidak memandang perawat secara sempit yang hanya sibuk
dengan masalah pemberian obat dan pengobatan, tetapi lebih berorientasi pada
pemberian udara, lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan dan
nutrisi yang adekuat.
Perawat selalu membantu proses penyembuhan pasien, dimana perawat
lebih dituntut harus bisa membuat lingkungan fisik, psikologis, dan sosial pasien
selalu nyaman dengan lingkungan yang bersih.

F. Hubungan Teori Florence Nightingale dengan Teori – teori lain


Teori keperawatan Florence Nightingale merupakan teori keperawatan
pertama yang da di dalam dunia keperawatan, teori ini merupakan induk dari
semua teori – teori yang berkembang setelahnya, dengan kata lain dari teori
Florence ini dapat diturunkan menjadi berbagai teori – teori keperawatan.
Adapun hubungan teori florence nightingale dengan teori – teori lain antara
lain :
1. Teori adaptasi
Adaptasi menunjukkan penyesuaian diri terhadap kekuatan yang
melawannya. Kekuatan dipandang dalam konteks lingkungan menyeluruh yang
ada pada dirinya sendiri. Berrhasil tidaknya respon adapatsi seseorang dapat
dilihat dengan tinjauan lingkungan yang dijelaskan Florence N.
Kemampuan diri sendiri yang alami dapat bertindak sebagai pengaruh dari
lingkungannya berperanpenting pada setiap individu dalam berespon adaptif atau
mal adaptif.

11
2. Teori kebutuhan
Menurut Maslow pada dasarnya mengakui pada penekanan teori Florence
Nightingale, sebagai conoth kebuuthan oksigen dapat dipandang sebagai udara
segar, ventilasi dan kebutuhanlingkungan yang aman berhubungan dengan saluran
yang baik dan air yang bersih.
Teori kebutuhan menekankan bagaimana hubungan kebutuhan yang berhubungan
dengan kemampuan manusia dalam mempertahankan hidupnya.

3. Teori stress
Stress meliputi suatu ancaman atau suatu perubahan dalam lingkungan,
yang harus ditangani. Stress dapat positip atau negatip tergantung pada hasil
akhir. Stress dapat mendorong individu untuk mengambil tindakan positip dalam
mencapai keinginan atau kebutuhan.
Stress juga dapat menyebabkan kelelahan jika stress begitu kuat sehingga
individu tidak dapat mengatasi. Florence N, menekankan penempatan pasien
dalamlingkungan yang optimum sehingga akan menimumkan efek stressor,
misalnya tempat yang gaduh, membangunkan pasien dengan tiba-tiba, ,semuanya
itu dipandang sebagai suatu stressor yang negatif. Jumlah dan lamanya stressor
juga mempunyai pengaruh kuat pada kemampuan koping individu.

G. Proses Keperawatan Menurut Florence Nightingale


Proses keperawatan menurut Florence yakni :
1. Pengkajian / Pengumpulan data
Data pengkajian Florence Nightingale lebih menitikberatkan pada kondisi
lingkungan (lingkungan fisik, psikis, dan sosial).

2. Analisa Data
Data dikelompokkan berdasarkan lingkungan fisik, sosial dan mental yang
berkaitan dengan kondisi klien yang berhubungan dengan lingkungan
keseluruhan.

12
3. Masalah
Difokuskan pada hubungan individu dengan lingkungan misalnya :
a. Kurangnya informasi tentang kebersihan lingkungan
b. Ventilasi
c. Pembuangan sampah
d. Pencemaran lingkungan
e. Komunikasi sosial, dll

4. Diagnosa Keperawatan
Berbagai masalah klien berhubungan dengan lingkungan antara lain :
a. Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap efektifitas asuhan
b. Penyesuaian terhadap lingkungan
c. Pengaruh stressor lingkungan terhadap efektivitas asuhan

5. Perencanaan
Upaya dasar dalam mempengaruhi pertumbuhan klien dalam konteks
lingkungan yang sehat dan nyaman.

6. Implementasi
Mempengaruhi lingkungan yang memungkinkan terciptanya kondisi
lingkungan yang baik untuk mempengaruhi kehidupan, pertumbuhan, dan
perkembangan individu.

7. Evaluasi
Mengobservasi dampak lingkungan terhadap kesehatan individu.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Teori Keperawatan Florence Nightingale lebih memprioritaskan
Lingkungan sebagai aspek yang paling utama dalam proses penyembuhan pasien.
Jika ada seseorang yang sakit maka lingkungannya harus diperbaiki sedemikian
rupa agar mendukung proses penyembuhan pasien.
Menurut Florence Nightingale elajaran paling penting yang dapat diberikan
kepada perawat adalah mengajari mereka apa yang harus diamati, bagaimana
mengamati, apa gejala menunjukkan keadaan pasien yang membaik, apa yang
penting dari tidak ada, apa bukti kelalaian dan tentang apa jenis kelalaian.
Florence mengajarkan kepada perawat untuk berfikir tentang memberikan
kenyamanan lingkungan pada pasien baik secara fisik maupun psikologi.
Disamping itu Florence percaya bahwa tindakan pencegahan dan promosi
kesehatan adalah hal yang tak kalah penting dibanding dengan merawat pasien
hingga sembuh.
Kelebihan teori Florence adalah pengkajian menggunakan data angka
sedangkan kekurangan dari teori Florence adalah belum adanya model
keperawatan seperti model keperawatan Betty Neuman, Teori Florence ini masih
bersifat filosofi yakni hanya sebatas pengalaman Florence saat merawat korban
perang.

B. Saran
Saran bagi mahasiswa agar lebih memahami ,mengerti serta dapat
mengaplikasikan teori Florence Nightingale kedalam praktik asuhan keperawatan.
Saran bagi pembaca agar memberikan masukan untuk melengkapi makalah teori
keperawatan Florence Nightingale.

14
DAFTAR PUSTAKA

Alligood, M.R. (2010). Nursing Theory Utilization & Application. Ed. Ke-4.
USA : Mosby Elsevier.
Crisp, Jackie,.Catherine Taylor. (2010). Potter & Perry’s Fundamentals of
Nursing 3e. Vers. Australia :Mosby Elseiver
Tomey, Ann Marriner., dan Martha Raile Alligood. (2006). Nursing Theorists and
Their Work. Ed. Ke-6. USA : Mosby Elsevier.

15