Anda di halaman 1dari 4

TERAPI POST TRAUMATIC STRESS DISORDERS

PADA KORBAN PASCA BENCANA ALAM:


LITERATUR REVIEW
Rizky Miftaqul Jannah
Program Studi S1 Keperawatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pemkab Jombang
Rizkymiftha1@gmail.com

Abstrak
Bencana alam menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi masyarakat Indonesia mulai dari gempa
bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya. Bencana ini menimbulkan dampak
psikologis yang sangat besar berupa trauma dan stress pada individu, keluarga dan masyarakat.
Gangguan stress pasca trauma (PTSD) merupakan reaksi maladaptif yang berkelanjutan terhadap
suatu pengalaman traumatis yang dapat diderita berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sehingga
dibutuhkan terapi untuk menangani masalah tersebut. Pencarian literatur dengan menggunakan
beberapa kata kunci yaitu “bencana alam” dan “PTSD” dengan publikasi literatur dari tahun 2014-
2017. Hasil: bencana alam dapat menyebabkan PTSD dan untuk menanganinya dapat
menggunakan beberapa terapi yaitu: Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), Play
Therapy, Dukungan Sosial, Acceptance and Commitment Therapy (ACT), dan Mindfulness Based
Cognitive Therapy. Kesimpulan: Terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), Play
Therapy, Dukungan Sosial, Acceptance and Commitment Therapy (ACT), dan Mindfulness Based
Cognitive Therapy mempunyai pengaruh yang signifikan untuk mengurangi gejala PTSD yang
dialami pada korban bencana alam
Kata kunci : terapi PTSD, bencana alam

PENDAHULUAN bencana alam lainnya. Parkinson (2000)


menjelaskan bahwa peristiwa traumatis dapat
Kondisi geografis Indonesia yang berada
terjadi pada saat bencana terjadi hingga
pada posisi silang antara benua Asia dan
bencana telah berlalu, dalam kondisi terakhir
Australia serta dihampit dengan dua
ini yang disebut PTSD.
samudera Hindia dan Pasifik sehingga
menyebabkan Indonesia rawan terhadap Indonesia adalah salah satu negara yang
berbagai jenis bencana alam (BNPB, 2010). memiliki prevalensi yang tinggi untuk
terjadinya bencana. Indonesia berada pada
Bencana alam yang sering dialami
peringkat ke-6 dari negara-negara yang
masyarakat Indonesia mulai dari gempa
sering dilanda bencana alam, terutama untuk
bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, letusan
bencana jenis geofisikal dan meteorology
gunung merapi, angina puting beliung dan

1
(Centre for Research on the Epidemiology of Merapi Tahun 2010”. Penelitian ini
Disaster, 2015). menggunakan metode “one group posttest
design” dengan intervensi terapi SEFT.
PTSD merupakan gangguan yang terbentuk
Sampel yang digunakan dalam penelitian
dari peristiwa traumatik yang mengancam
berjumlah 34. Pengumpulan data
keselamatan dan membuat penderitanya
menggunakan instrumen berupa kuesioner
tidak berdaya. PTSD sering dialami oleh
yaitu Impact of Event Scale (IES). Hasil
tentara-tentara di medan perang, korban
penelitian menunjukkan SEFT mampu
pemerkosaan, korban kecelakaan, dan orang-
menurunkan tingkat trauma pada korban
orang kehilangan rumah, teman, lingkungan
bencana (PTSD).
hidup akibat dari bencana alam atau musibah
lainnya seperti kebakaran, dan kerusakan Jurnal kedua diperoleh yaitu “Pemulihan
akibat terorisme. PTSD Anak-Anak Korban Bencana Tanah
Longsor dengan Play Therapy”
PTSD pada umumnya dapat disembuhkan
(Mukhadiono, Widyo, Wahyudi, 2016).
apabila segera dapat terdeteksi dan mendapat
Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan
penanganan yang tepat. Apabila tidak
desain penelitian quasy experiment pre post
terdeteksi dan dibiarkan tanpa penanganan,
test with control group. Populasi penelitian
maka dapat mengakibatkan komplikasi
adalah anak-anak korban bencana tanah
medis maupun psikologis yang serius dan
longsor yang mengalami gangguan
bersifat permanen yang akhirnya akan
psikologis pasca bencana. Instrumen
mengganggu kehidupan sosial maupun
penelitian menggunakan kuesioner. Analisis
pekerjaan penderita (Flennery, 1999).
data menggunakan paired t test dan
METODE independent t test. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa play therapy
Penelaahan ini dilakukan dengan melakukan berpengaruh signifikan terhadap Post
kajian literatur dengan mencari beberapa Traumatic Stress Disorder (PTSD)
jurnal. Pencarian literatur dengan
menggunakan beberapa kata kunci yaitu Jurnal ketiga dengan judul “Dukungan Sosial
“terapi PTSD” dan “bencana alam” dengan dan Post-Traumatic Stress Disorder pada
publikasi literatur dari tahun 2014-2016. Remaja Penyintas Gunung Merapi” (Fatwa
Tentama, 2014). Subjek penelitian berjumlah
HASIL 30 orang siswa/i yang mengalami PTSD pada
Pada penulusuran jurnal ini penulis bencana gunung merapi. PTSD diungkap
menemukan 5 (lima) jurnal yang menggunakan Skala Gangguan Stress Pasca
berhubungan dengan terapi yang dapat Trauma yang disusun berdasarkan aspek-
digunakan untuk menangani penderita PTSD aspek menurut DSM-IV (1994) dan Sidran
pada korban bencana alam. Traumatic Stress Foundation (2003) yaitu
intrusive re-experiencing, avoidance, dan
Jurnal pertama oleh Retna Tri Astuti, dkk arousal. Dukungan sosial diungkap
(2017) dengan judul “Efektifitas Terapi menggunakan Skala Dukungan Sosial yang
Spiritual Emotional Freedom Technique mengacu pada aspek-aspek dukungan sosial
(SEFT) Untuk Menurunkan Tingkat Stress menurut House dan Khan (Smet, 1994) yaitu
Pasca Bencana pad Warga Pasca Erupsi perhatian emosi, informasi, instrumental, dan

2
penilaian positif. Kedua skala yang dan kemudian diberikan intervensi, selama
digunakan berbentuk skala likert dan analisis fase intervensi kondisi subjek secara
data menggunakan teknik korelasi product kontinyu dilakukan pengukuran, kemudian
moment. Berdasarkan hasil analisis data dilakukan follow up dan dibandingkan, guna
dapat disimpulkan bahwa ada hubungan mengetahui efek dari pemberian intervensi.
negatif yang signifikan antara dukungan Selain menggunakan skala, pengambilan data
sosial dengan PTSD. Semakin tinggi juga dilakukan dengan wawancara dan
dukungan sosial yang diterima remaja, maka observasi. Hasil penelitian menunjukkan
semakin rendah gangguan stress pasca Mindfulnes Based Cognitive Therapy dapat
trauma yang dialami; dan sebaliknya, menurunkan gejala PTSD.
semakin rendah dukungan sosial yang
PEMBAHASAN
diterima remaja, maka semakin tinggi
gangguan stress pasca trauma yang dialami. Bencana alam selain mengakibatkan
kerugian materil, secara umum juga
Jurnal yang keempat adalah “Acceptance and
mengakibatkan trauma dan stress pada
Commitment Therapy (ACT) Bagi Penderita
individu, keluarga dan masyarakat (Ifdil, I.,&
Gangguan Stress Pasce Bencana”. ACT
Taufik, T.2012; Nirwana, H. (2016). Orang-
menggunakan enam prinsip yang membantu
orang mengalami kehilangan rumah,
klien untuk menangani masalah-masalah
pekerjaan, komunitas dan harta benda.
trauma yang dialaminya yaitu: defusi
Bencana alam membawa dampak pada
kognitif, penerimaan, kontak dengan saat ini,
kesejahteraan emosional dan sosial bagi
mengamati diri sendiri, nilai-nilai hidup dan
semua pihak baik orang dewasa, remaja dan
tindakan yang dijanjikan. Tujuan terapi ACT
anak-anak (Puteri, R. A. 2010).
tidak hanya sekedar menghilangkan gejala-
gejala trauma akan tetapi meningkatkan Gangguan kecemasan dan stress yang
kualitas hidup klien di masa mendatang. dialami akibat bencana alam dikenal dengan
Tujuan artikel penelitian adalah untuk gangguan stress pasca trauma (Post
memberikan gambaran mengenai terapi ACT Traumatic Stress Disorder) (Nawangsih, E.
dan manfaatnya bagi penderita. 2016). PTSD adalah reaksi maladaptive yang
berkelanjutan terhadap suatu pengalaman
Jurnal yang terakhir yaitu “Mindfulness
traumatis (Tentama, F. 2014). PTSD
Based Cognitive Therapy Untuk
berlangsung berbulan-bulan, bertahun-tahun,
Meningkatkan Konsep Diri Remaja Post-
atau sampai beberapa decade dan mungkin
Traumatic Stress Disorder”. Penelitian ini
baru muncul setelah beberapa bulan atau
menggunakan satu orang subjek yaitu
tahun setelah adanya pemaparan terhadap
seorang anak yang mengalami luka bakar dan
peristiwa traumatis (Smith, Segal, & Segal,
PTSD akibat erupsi merapi 2010. Penelitian
2008).
ini merupakan penelitian single case
experimental design untuk mengetahui efek Menurut Grinage (2003, dalam Mashar 2011)
dari suatu tritmen dengan beberapa subjek PTSD ditandai oleh beberapa gangguan,
dalam satu kelompok atau subjek yang yaitu: (1) gangguan fisik/perilaku yang
diteliti adalah tunggal. Design penelitian ini ditandai: sulit tidur, terbangun pagi sekali; (2)
menggunakan AB-follow up meliputi gangguan kemampuan berpikir ditandai;
pengukuran kondisi target pada fase baseline mudah curiga dan perasaan selalu takut

3
disakiti, teringat kembali pada kejadian Sosial, Acceptance and Commitment
traumatis hanya dengan melihat, mencium, Therapy (ACT), dan Mindfulness Based
atau medengar sesuatu. (3) gangguan emosi Cognitive Therapy mempunyai pengaruh
ditandai; sedih dan putus asa, mudah yang signifikan untuk mengurangi gejala
tersinggung dan cemas, kemarahan dan rasa PTSD yang dialami pada korban bencana
bersalah, perasaan takut mengalami kembali alam.
kejadian traumatis tersebut, perasaan
DAFTAR PUSTAKA
kehilangan dan kebingungan, emosi yang
naik turun. Gangguan lain yang sering Astuti Retna Tri, dkk. 2017. “Efektifitas
dijumpai adalah tidur terganggu sepanjang Terapi Spiritual Emotional Freedom
malam dan gelisah, terbangun dengan Technique (SEFT) Untuk Menurunkan
keringat dingin, selalu merasa lelah Tingkat Stress Pasca Bencana pad Warga
walaupun tidur sepanjang malam, mimpi Pasca Erupsi Merapi Tahun 2010”. The 6th
buruk dan berulang, sakit kepala, gemetar University Research Colloqium 2017
dan mual. Universitas Muhammadiyah Magelang.
Untuk mengatasi berbagai gejala PTSD pada Elita, Yessy dkk. 2017. “Acceptance and
korban bencana alam dibutuhkan terapi Commitment Therapy (ACT) Bagi Penderita
perilaku/psikologis untuk mengurangi atau Gangguan Stress Pasce Bencana”. Jurnal
menghilangkan gejala yang muncul yaitu Konseling dan Pendidikan Vol. 5 No. 2,
dengan terapi Spiritual Emotional Freedom 2017. Hlm 97-101
Technique (SEFT), Play Therapy, Dukungan
Sosial, Acceptance and Commitment Mukhadiono, dkk. 2016. “ Pemulihan PTSD
Therapy (ACT), dan Mindfulness Based Anak-Anak Korban Bencana Tanah Longsor
Cognitive Therapy. dengan Play Therapy”. Jurnal Keperawatan
Soedirman (The Soedirman Journal of
KESIMPULAN Nursing), Volume 11, No. 1, Maret 2016.
PTSD merupakan sebuah gangguan yang Tentama Fatwa. 2014. “Dukungan Sosial dan
dapat terbentuk dari peristiwa traumatik yang Post-Traumatic Stress Disorder pada Remaja
mengancam keselamatan seseorang atau Penyintas Gunung Merapi”. Jurnal psikologi
membuat seseorang merasa tidak berdaya. Undip Vol. 13 No. 2 Oktober 2014,133-138
Orang ynag mengalami PTSD merespon
peristiwa traumatik yang dialami dengan Wulandari, Fristi Ajeng, Gamayanti, Indria
ketakutan dan keputusasaan, mereka akan Laksmi. 2014. “Mindfulness Based
terus mengenang peristiwa tersebut dan Cognitive Therapy Untuk Meningkatkan
selalu mencoba menghindari hal-hal yang Konsep Diri Remaja Post-Traumatic Stress
dapat mengingatkan kembali akan peristiwa Disorder”. Jurnal Intervensi Psikologi Vol. 6
tersebut. Terapi Spiritual Emotional Freedom No. 2
Technique (SEFT), Play Therapy, Dukungan